Anda di halaman 1dari 11

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 KONSEP KLINIS A.

Definisi Klimakterium dalam bahasa Yunani berarti tangga yang

merupakan periode peralihan dari akhir masa reproduksi menuju fase awal usia tua (masa senium) yang terjadi akibat menurunnya fungsi generative ataupun embriologik dari ovarium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun. Masamasa klimakterium : 1. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause. 2. Menopause adalah henti haid seorang wanita. 3. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause

B. Etiologi Penurunan sekresi estrogen Perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti : sclerosis pembuluh darah, dan menurunnya sintesis steroid sekskegagalan fungsi luteum fungsi steroid ovarium sehingga terjadi gangguan umpan balik pada hipofise siklus ovarium lambat laun berhenti. Menopause juga dapat terjadi lebih dini akibat: status kesehatan yang jelek antara lain menderita anemia dan tuberkulosis; proses persalinan yang sulit; tidak akuratnya jarak kehamilan; sering mengalami keguguran (aborsi). Selain itu menopause dapat terjadi secara buatan sebagai akibat pembedahan dan pengangkatan kedua ovarium atau pengobatan dengan sinar radiasi yang berlebihan

C. Manifestasi Klinis Turunnya fungsi ovarium mengakibatkan hormon terutama estrogen dan progesterone berkurang dalam tubuh kita. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan keluhan-keluhan : 1. Keluhan Vasomotorik Gejolak panas (hot flashes) merupakan gelombang panas tubuh yang datang tiba-tiba, akibat perubahan kadar estrogen yang menyerang tubuh bagian atas dan muka. Hal ini ditandai dengan munculnya kulit merah didaerah muka,leher dan dada bagian atas, detak jantung yang kencang/berdebar-debar, badan bagian atas berkeringat dan gangguan tidur. 2. Vertigo atau terkadang migraine 3. Keluhan Konstitusional 4. Nyeri otot dan nyeri pinggang 5. Keluhan Psikiastenik dan Neurotik : mudah tersinggung, merasa tertekan, lelah psikis, susah tidur 6. Gangguan haid

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 7. Keputihan atau gatal pada vagina 8. Susah miksi 9. Libido menurun 10. Osteoporosis 11. Kenaikan kolesterol, adepositas (kegemukan, gangguan metebolisme karbohidrat). 12. Masalah Seksualitas : akibat kekurangan estrogen, vagina menjadi kering dan mudah cedera, sehingga terasa sakit sewaktu bersenggama. *Keluhan-keluhan di atas tidak sama pada setiap wanita, hal ini disebabkan efek bilogik di jaringan hormon estrogen melalui reseptor estrogen yang di dalam tubuh di dapat reseptor estrogen alpha dan beta. Jumlah reseptor estrogen alpha dan beta yang tidak sama pada setiap wanita dan adanya reaksi individual akibat rendahnya estrogen menyebabkan rendahnya gejala menopause yang berbeda*

Perubahan-perubahan Organik pada Masa klimakterium 1. Uterus Menciutnya selaput lender rahim (atrofi endometrium + hilangnya cairan dan perubahan bentuk jaringan ikat antar sel Uterus mengecil , Serabut dan pembuluh otot rahim menebal dan menonjol.

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 2. Tuba falopi Lipatan-lipatan tuba menjadi lebih pendek, menipis dan mengkerut, endosalpingo menipis dan mendatar, dan cilia menghilang. 3. Cervix Cervix akan mengkerut sampai terselubung oleh dinding vagina, crypta cervical menjadi atropik, canalis servikalis memendek sehingga menyerupai ukuran cervix fundus sampai masa adolesens. 4. Vagina Terjadi penipisan liang vagina menyebabkan hilangnya ruggae, berkurangnya vaskuralisasi, elastic yang berkurang, secret vagina menjadi encer, indeks kariopignotik menurun. PH vagina meningkat karena terhambatnya pertumbuhan basil doderleins yang menyababkan glikogen seluler meningkat sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Uretra ikut memendek dengan pengerutan vagina sehingga meatus eksternus melemah timbul uretritis dan pembentukan caruncula. 5. Dasar panggul Kekuatan dan elastitisitas menghilang karena atrofi dan lemahnya daya sokong disebabkan prolapsus uterovaginal. 6. Perineum dan anus Lemak sub kutan menghilang, atrofi otot sekitarnya menghilang yang menyebabkan tonus spinkter melemah dan menghilang sering terjadi inkotensia alvi vagina. 7. Vesica Urinaria Tampak aktivitas kendali spinkter dan detrusor menghilang sehingga sering kencing tanpa sadar. 8. Kelenjar payudara Diserapnya lemak sub kutan, atrofi jaringan parenkim, lobules menciut, stroma jaringan ikat fibrosa meningkat, putting susu mengecil dan kurang erektil, pigmentasi berkurang sehingga payudara menjadi datar dan mengendor.

Perubahan di luar organ reproduksi 1. Adipositas Penyebaran lemak ditemukan pada tungkai atas, pinggul, perut bawah, dan lengan atas. Diduga ada hubungan dengan turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme rendah. 2. Hipertensi Adanya gejolak panas terjadi suatu peningkatan tekanan darah baik systole maupun diastole. Diketahui bahwa 2/3 penderita hipertensi esensial primer adalah wanita antara 45-70 tahun yang diketahui permulaan peningkatan tensi paling banyak terjadi selama masa klimakterium. Peningkatan tekanan darah pada usia klimakterium terjadi secar bertahap, kemudian menetap dan lebih tinggi dari sebelumnya.

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 3. Hiperkolesterolnemia Penurunan atau hilangnya kadar estrogen menyebabkan peningkatan kolesterol. Peningkatan kadar kolesterol pada wanita terjadi 10-15 tahun lebih lambat pada laki-laki. Peningkatan kadar kolesterol yang merupakan faktor utama dalam penyebab arterosklerosis. 4. Arterosklerosis Adanya hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol menyebabkan meningkatkan faktor resiko terhadap terjadinya arterosklerosis. Khususnya mengenai sklerosis primer koroner dan infark miokard akan terjadi 1-2 kali lebih sering setelah kadar estrogen menurun. 5. Vilirisasi (pertumbuhan rambut-rambut halus) Turunnya estrogen dalam darah, adanya efek androgen menyebabkan tanda-tanda diferensiasi dari defeminisasi dan maskulinisasi. Hal ini berhubungan dengan ovarium sendiri membentuk estron yang bersifat androgen. 6. Osteoporosis Dengan turunnya kadar estrogen maka proses osteoblast yang berfungsi membentuk tulang baru terhambat dan fungsi osteoclast merusak tulang meningkat. Akibat tulang tua diserap dan dirusak osteoclast tetapi tidak dibentuk tulang baru oleh osteoblast, sehingga tulang menjadi rapuh. 7. Sulit tidur (Insomnia) Hal ini mungkin berkaitan dengan rasa tegang akibat berkeringat malam hari, wajah memerah, dan perubahan yang lainnya. 8. Iritasi kulit Beberapa wanita menderita formikasi yaitu sensasi iritasi di bawah kulit seperti perasaan digigit semut. 9. Perubahan psikologi Sehubungan dengan perubahan fisik terjadi pula pergeseran atau erosi dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. Pergeseran dan perubahan ini mengakibatkan timbulnya satu krisis, dan memanifestasikan diri dalam symptom-simptom psikologis, antara lain: depresi-depresi (kemurungan), mudah tersinggung,mudah marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung dan gelisah.

D. Komplikasi 1. Osteoporosis (keropos tulang) kadar estrogen menghambat proses osteoblast yang dan me fungsi osteoclast merusak . sehingga tulang menjadi osteoporosis. 2. Penyakit Jantung Koroner Proses adaptasi pada sistem kardiovaskuler (hipertensi dan penurunan estrogen LDL, HDL) me kan faktor resiko terhadap terjadinya aterosklerosis terutama setelah pe an estrogen 1-2x lebih sering.

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 3. Demensia kemampuan berfikir dan ingatnnya menurun krn pengaruh dari menurunnya hormon estrogen, karena hormon estrogen ini dapat mempengaruhi kerja dari degenerasi sel sel saraf dan sel sel otak.

E. Penatalaksanaan 1. Sedatif, psikofarma. 2. Psikoterapi. Pemberian Konseling Masalah utama yang dialami wanita pada masa klimakterium adalah faktor psikis. Konseling yang diberikan pada wanita yang memasuki masa klimakterium meliputi penjelasan dan pemahaman kesehatan reproduksi wanita yang mencakup perubahan-perubahan fisik dan psikologis serta berbagai permasalahan yang terjadi dalam berbagai masa kehidupan wanita. Perubahan itu dimulai dari masa bayi, masa kanak-kanak, pubertas, masa reproduksi, masa klimakterium dan masa senium. Masing-masing masa mempunyai kekhususan yang memerlukan pemahaman dan perawatan keadaan tubuhnya dalam menghadapi masa tersebut. Perubahanperubahan tersebut adalah hal yang wajar dan pasti terjadi dalam siklus kehidupan wanita. Pada masa sekarang ini tanggung jawab kesehatan reproduksi wanita bukan saja berada pada istri, namun melibatkan peran suami. 3. Hormonal. Replacement teraphy (HRT) atau terapi sulih hormon (TSH). Syarat minimal sebelum pemberian estrogen dimulai : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tekanan darah tidak boleh tinggi. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ). Tidak ada varises di ekstremitas bawah.5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas. Kelenjar tiroid normal. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida, kalsium, fungsi hati. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam. Kontra Indikasi Pemberian Estrogen 1. 2. 3. 4. 5. 6. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi bilirubin konjugasi. Riwayat ikterus dalam kehamilan. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan penglihatan, anemia berat. Varises berat, tromboflebitis. Penyakit ginjal.

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 Persyaratan dalam Pemberian Estrogen 1. 2. 3. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol ) dan dengan dosis rendah yang efektif. Pemberian secara siklik. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ). 4. 5. 6. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ). Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan kuretase. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam. Yang perlu diketahui 1. 2. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian estrogen. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan ( faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ). 3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.

Efek samping pemberian estrogen : 1. 2. Perdarahan bercak. Perdarahan banyak ( atipik ).

Prinsip dasar : Wanita yang masih memiliki uterus maka pemberian estrogen harus selalu dikombinasikan dengan progesterone. Tujuan penambahan progesterone adalah untuk mencegah kanker endometrium. Wanita tanpa uterus maka cukup pemberian estrogen saja dan estrogen diberikan secara kontinyu (tanpa istirahat). Pada wanita pre menopause yang masih haid dan masih tetap menginginkan menstruasi TSH diberikan secara sekuensial. Wanita pasca menopause yang masih ingin haid diberikan secara sekuensial, kecuali jika tidak terjadi haid dan tidak menginginkan terjadinya haid diberikan secara kontinyu. Jenis estrogen yang digunakan adalah estrogen alamiah dan juga progesterone juga yang alamiah. Pemberin selalu diberikan dengan dosis rendah. Dapat dikombinasikan dengan androgen atau diberikan dengan TSH yang memiliki sifat androgenik. Cara pemberian TSH : a. Oral b. Trans dermal c. Semprot hidung d. Implany atau susuk e. Per vaginam

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 f. Sub lingual

g. Intra muscular Efek samping TSH a. Nyeri payudara b. Peningkatan berat badan c. Keputihan d. Sakit kepala e. Perdarahan Pemberian hormon estrogen sebagai terapi sulih hormon untuk menggantikan hormon estrogen yang kurang telah diteliti dan menghilangkan defisiensi estrogen klinis dengan baik setelah 2-3 minggu yang pemberian pada dosis estrogen yang tinggi dan 4-5 minggu pemberian pada dosis yang rendah. Peningkatan densitas tulang pada pemberian estrogen + progesterone alamiah + kalsium + vitamin D akan meningkatkan 4,1-5,8%. Selain itu pemberian estrogen dan progesterone alamiah akan memperbaiki metabolisme lemak, yang meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL sampai kurang lebih 70% serta menekan terjadinya fraktur tulang antara 40-60%.

F. Pemeriksaan Diagnostic Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan dan osteoporosis. Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan perubahan pada tahi lalat. Mulut, gigi dan gusi. Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin optimal untuk wanita paska menopause. Rektum : periksa adanya keanehan pada darah, adanya massa dan fisura-fisura.

G. Pencegahan 1. Pengaturan makanan rendah lemak/kolesterol 2. Cukup diit A, C, D, E dan cukup serat. 3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen seperti kacang-kacangan, padi, sereal, sayur-sayuran dan makanan dengan kadar gula rendah. 4. Tahapan asupan kalsium 1000-1500 mg/hari dan vitamin D. 5. Kontrol rutin satu tahun sekali ( Pap Smear). 6. Olah raga :jalan cepat, senam, dan berenang. 7. Gaya hidup ; merokok, alkohol dihilangkan

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 ASUHAN KEPERAWATAN A. Pengkajian 1. Identitas Diri Suami Nama Usia Agama : Tn. N ::Istri Nama Usia Agama : Ny. N : 49 tahun :-

Jenis Kelamin: Laki Laki Pekerjaan :-

Jenis Kelamin: Perempuan Pekerjaan :-

2.

Keluhan Utama Menstruasi tidak teratur setiap bulan, gatal pada vagin, dan nyeri saat bersengama

3.

Riwayat Kesehatan a. Sekarang b. Masa Lalu c. Keluarga : Klien merasa ada gejolak panas, berkeringat banyak, sehingga sulit tidur. ::-

4. 5.

Riwayat Pernikahan : Keadaan Umum a. BB b. TB c. HR ::: 88x/mt d. RR e. TD f. T : 20x/mt : 130/80 mmHg : 37.2 oC

6.

Pemeriksaan Fisik a. Vital signs b. Inspeksi c. Palpasi :::-

7. 8.

Pemeriksaan Diagnostik : Pola Gaya Hidup a. Pola nutrisi b. Pola tidur/istirahat c. Aktivitas :: tidak teratur karena gejolak panas dan berkeringat :-

9.

Konsep diri Klien akhir-akhir ini menjadi mudah tersinggung, gelisah dan lekas marah, padahal ia merupakan ibu yang sabar. Ia merasa suami dan anaknya sudah tidak mempedulikannya lagi.

10. Seksualitas Ny. N sering menolak untuk berhubungan suami istri karena adanya rasa nyeri.

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 11. Respons stress dan koping : 12. Sistem pendukung :-

B. Analisa Data Data Etiologi Masalah Keperawatan

C. Diagnosa 1. Ganguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis ditandai oleh keluhan sulit tidur karena gejolak panas dan berkeringat banyak 2. Disfungsi seksual berhubungan dengan kurangnya lubrikasi vagina ditandai oleh nyeri saat bersenggama dan sering menolak untuk diajak bersenggama.

D. Intervensi 3. Ganguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis ditandai oleh keluhan sulit tidur karena gejolak panas dan berkeringat banyak Tujuan : Pasien melaporkan perubahan dalam pola tidur/istirahat Pasien mengungkapkan peningkatan rasa sejahtera atau segar Intervensi Tentukan kebiasaan tidur dan perubahan yang terjadi Berikan tempat tidur yang nyaman Rasoinal Mengkaji perlunya dan mengidentifikasi intervensi yang tepat Meningkatkan kenyamanan tidur serta dukungan fisiologis dan psikologis

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 Tingkatkan kenyamanan waktu tidur misal: mandi air hangat, masase Kurangi kebisingan dan lampu Dorong posisi yang nyaman Memberikan situasi kondusif untuk tidur Perubahan posisi mengubah area tekanan dan meningkatkan istirahat Berikan sedatif sesuai indikasi Mungkin diberikan untuk membantu pasien tidur/istirahat Meningkatkan efek relaksasi

2. Disfungsi seksual berhubungan dengan kurangnya lubrikasi vagina ditandai oleh nyeri saat bersenggama dan sering menolak untuk diajak bersenggama. Tujuan : Pasien menyatakan pemahaman perubahan fungsi seksual Pasien mampu mendiskusikan masalah tentang hasrat seksual pasangan dengan orang terdekat Pasien mampu mengidentifikasi kepuasan seksual yang diterima Intervensi Kaji informasi pasien / orang terdekat tentang fungsi seksual Dorong pasien untuk berbagi masalah dengan teman Solusi pemecahan masalah potensial seperti : menunda koitus saat kelelahan, menggunakan minyak vagina Diskusikan sensasi/ ketidaknyamanan fisik, perubahan pada respon individu Perubahan kadar hormon dan kehilangan sensasi irama kontraksi uterus selama orgasme mengganggu kepuasan seksual Rujuk ke konselor/ahli seksualitas Mungkin dibutuhkan bantuan tambahan untuk meningkatkan kepuasan hasil Kaji keluhan nyeri, perhatikan intensitas (skala 0 10 ), lamanya dan lokasi Berikan tindakan kenyamanan Sebagai dasar pengawasan keefektifan intervensi Menurunkan ketegangan otot , memfokuskan kembali perhatian dan meningkatkan kemampuan koping Rasoinal Masalah seksual sering tersembunyi sebagai pernyataan humor atau hal yang gamblang Komunikasi terbuka dapat mengidentifikasi masalah dan meningkatkan diskusi dan resolusi Membantu pasienkembali pada hasrat/ kepuasan aktivitas seksual

Kasus 2 (Klimakterium) Lidya-220110100109 Batasi aktivitas fisik pasien Dorong teknik managemen stress (relaksasi) Mengurangi pengeluaran energi Memfokuskan kembali perhatian dan kontrol individu Berikan analgesik sesuai indikasi Menghilangkan nyeri dan mengurangi ketidaknyamanan