Anda di halaman 1dari 27

PROGRAM KERJA dan JADWAL KEGIATAN

SISWA KELAS :
X-5 dan X-6

SMA Negeri 1 Warungkiara


Tahun Pelajaran 2008 – 2009

Guru Pembimbing SMA Negeri 1 Warungkiara

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 1


VISI dan MISI
PELAYANAN BIMBINGAN dan KONSELING KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

VISI :
Terwujudnya perkembangan dan kemandirian individu secara optimal
sesuai dengan hakekat kemanusiaannya
sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa

MISI :
Menunjang pengembangan diri siswa secara optimal dan memandirikan siswa
untuk dapat menyelenggarakan kehidupan sehari-hari secara efektif
melalui penyelenggaraan Pelayanan Bimbingan dan Konseling

Agar Siswa Memiliki Kompetensi :


Dalam
a. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
b. Pemahaman Diri dan lingkungan
c. Pengambilan Keputusan
d. Pengarahan diri
e. Antisipasi dan pemenuhan tuntutan masa depan
f. Pengaktualisasian diri secara optimal
PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 2


Latar Belakang :

Dalam pelaksanaan Pelayanan BK di sekolah, mengacu kepada SK Mendikbud No: 025/0/1995 tentang Persyaratan Guru
Pembimbing dan beban tugas, serta di dalam pelaksanaan monitoring mengacu pada SK Menpan No: 118 tahun 1996 tentang
Pengawas Bidang Bimbingan dan Konseling.
Kurikulum 2004 BK, dalam USPN N0: 2 tahun 1989 Pasal 1 ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/ atau latihan bagi perannya yang akan datang. Sebagai predikat
Konselor eksplisit di dalam U.U. No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan pengakuan formal terhadap
eksistensi profesi Konselor sebagai tenaga pendidik lainnya seperti guru (Sunaryo Kartadinata, 1996;5)
Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dasar yang direfleksikan dalam arti memiliki
pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap-sikap dasar dalam melakukan sesuatu. Kebiasaan berpikir dan bertindak itu
didasari oleh budi pekerti luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Budi Pekerti luhur itu sesuai dengan kaidah-kaidah
agama, adat-istiadat aturan keilmuan, hukum perundangan dan kebiasaan yang berlaku.

Kurikulum Berbasis Kompetensi - Bimbingan dan Konseling, berorientasi pada :

1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna
2. Keberagaman kondisi individu yang dimanifestasikan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya :
• Sekolah berkewajiban menyelenggarakan Pelayanan BK terhadap siswa yang berkenaan dengan perkembangan;
pribadi, sosial, belajar dan karir mereka
• Selain Guru Pembimbing, Guru Mata Pelajaran dan Guru Praktik di SLTA, serta personil sekolah lainya dibawah
kepemimpinan Kepala Sekolah mempunyai peran masing-masing untuk membudayakan Pelayanan BK, diharapkan
senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama secara berkesinambungan dalam mewujudkan peranannya itu.

Kompetensi yang diharapkan peserta didik melalui kurikulum berbasis kompetensi, secara garis besar
adalah sbb:

1. Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya
2. Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 3


3. Menguasai pengetahuan & keterampilan akademik serta beretos belajar untuk melanjutkan pendidikan dan/ atau berkarya
4. Mengalihgunakan kemampuan akademik & keterampilan berkarya untuk hidup berkeluarga di masyarakat lokal, nasional,
regional dan internasional
5. Menghargai dan berekspresi seni
6. Mengembangkan pola hidup berdasarkan nilai-nilai kebersihan, keseharian dan kebugaran jasmani
7. Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis
8. Memiliki pemahaman dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan tinggi/ lanjut dan mampu memilih jenis jurusan
serta fakultas yang diinginkan sesuai kemampuan, bakat dan minat yang dimiliknya.

PENGERTIAN BK:

Pelayanan bantuan untuk peserta didik; perseorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal
dalam bimbingan: pribadi, sosial, belajar dan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan
norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No: 025/0/1995):
1. BK merupakan pelayanan bantuan, artinya kegiatan ini harus mampu memberikan hal-hal positif kepada peserta didik ;
* meringankan beban , * mendorong semangat, * membela terwujudnya hak dan kepentingan , kewajiban peserta didik
dengan
cara yang tepat, * memberikan : penguatan, alternatif dan kesempatan, pencerahan, kesejukan. Semuanya itu diarahkan
bagi
terentaskannya permasalahan dan terselenggarakannya perkembangan peserta didik secara optimal
2. Pelaksanaan BK dilaksanakan melalui kegiatan perorangan/ individual dan kelompok, artinya pelayanan itu dilaksanakan
terhadap peserta didik secara sendiri-sendiri, dan/ atau dalam kelompok-kelompok atau kelas
3. Arah Pelayanan BK : adalah agar peserta didik mampu melaksanakan kehidupannya secara mandiri, serta agar potensi yang
ada pada dirinya berkembang secara optimal pada setiap tahap perkembangannya
4. Pelayanan BK dilaksanakan dalam kelima bidang bimbingan : (1) Pribadi, (2) Sosial, (3) Belajar, (4) Karir , (5) Spiritual / Religi
dilaksanakan secara keseluruhan tanpa terkecuali seluruh siswa memperoleh pelayanan
5. Pelayanan BK dilaksanakan melalui berbagai jenis layanan : (1) Orientasi, (2) Informasi, (3) Penempatan dan Penyaluran, (4)
Pembelajaran , (5) Konseling Individu, (6) Konseling Kelompok ,(7) Bimbingan Kelompok, (8) Mediasi, (9) Konsultasi , yaitu
kegiatannya langsung membantu peserta didik dalam mendorong perkembangan peserta didik secara optimal disertai
adanya
muatan fungsi-fungsi pencegahan dan pengentasan masalah mereka
6. Pelayanan BK perlu ditunjang oleh sejumlah kegiatan pendukung : (1) Instrumentasi Bimbingan , (2) Himpunan Data, (3)
Kunjungan Rumah, (4) Konperensi Kasus, (5) Alih Tangan Kasus , tidak secara langsung memberikan pelayanan bantuan,
melainkan memperkuat diselengarakannya jenis-jenis layanan BK, sehingga layanan tsb. semakin terarah sefektif dan efisien

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 4


7. Pelayanan BK harus berdasarkan norma-norma yang berlaku: agama, keilmuan, perundang-undangan dan peraturan
maupun
norma kebiasaan sehari-hari yang berlaku; isi dan cara-cara pelaksanaan kegiatan BK tidak boleh melanggar ataupun
bertentangan dengan norma-norma yang dimaksudkan itu

TUJUAN BK :

1. Tujuan Umum
1.1. BK adalah membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi dan kemandirian secara optimal pada setiap tugas
perkembangannya. Tujuan Umum ini diarahkan kepada pengenalan diri sendiri dan lingkungan , pengembangan diri,
dan pengembangan arah karir
1.2. Dijabarkan kedalam tujuan-tujuan yang mengarah kepada keefektifan hidup sehari-hari, baik kehidupan pribadi, sosial,
belajar maupun kehidupan yang terkait dengan pekerjaan dan karir. Arah yang dimaksudkan itu secara langsung
dikaitkan kepada potensi peserta didik
2. Tujuan Khusus
Dirumuskan dalam bentuk kompetensi yang perlu dimiliki bagi keefektifan kehidupan peserta didik, termasuk
kompetensi dalam
mengantisipasi, menangani dan memecahkan masalah

FUNGSI BK :

Pelayanan BK dilaksanakan untuk mewujudkan pengembangan diri secara optimal melalui fungsi-fungsi sbb:
1. Fungsi Pemahaman
Menghasilkan pemahaman oleh pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan penanganan masalah peserta didik,
meliputi;
1.1. Pemahaman Diri dan kondisi peserta didik, terutama oleh peserta didik itu sendiri, orangtua (OT) dan GP
1.2. Pemahaman Lingkungan peserta didik (keluarga, sekolah) terutama oleh peserta didik, OT dan GP
1.3. Pemahaman Lingkungan yang lebih luas (informasi pendidikan, jabatan/ pekerjaan dan sosial/ nilai-nilai terutama
oleh peserta didik, OT dan GP)
2. Fungsi Pencegahan
Menghasilkan tercegahnya / terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat
mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 5


3. Fungsi Pengentasan
Menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik / siswa.
4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Menghasilkannya terpelihara dan terkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka
perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan
5. Fungsi Advokasi
Pembelaan hak dan kepentingan pendidikan peserta didik yang mengalami pencideraan

PRINSIP-PRINSIP BK :

Berkenaan dengan ;
(a) Sasaran Layanan; (1) melayani semua individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial
ekonomi,
(2) memperhatikan tahapan perkembangan individu, (3) perhatian adanya perbedaan individu “indiviual defferencies”
dalam
layanan
(b) Permasalahan yang dialami individu / klien; (1) menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap
penyesuaian pengaruh lingkungan baik di rumah, di sekolah dan masyarakat sekitar, (2) timbulnya masalah pada individu
oleh
karena adanya kesenjangan sosial ekonomi dan budaya
(c) Program Pelayanan BK ; (1) BK bagian integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu, sehingga program
pelayanan BK diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri klien, (2) harus fleksibel disesuaikan
dengan
kebutuhan klien maupun lingkungan, (3) untuk SMA/MA disusun dengan mempertimbangkan adanya tahapan
perkembangan
individu, (4) perlu diadakan penilaian hasil layanan
(d) Tujuan dan pelaksanaan pelayanan; (1) diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri
membimbing diri sendiri, (2) pengambilan keputusan yang diambil oleh klien hendaknya atas kemauan diri sendiri, (3)
permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli/ profesional yang relevan dengan permasalahan individu, (4) perlu adanya
kerja sama dengan personil sekolah dan OT siswa dan bila perlu dengan pihak lain yang erkewangan dengan permasalahan
individu, (5) proses pelayanan BK melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan

AZAS-AZAS BK :

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 6


Perlu adanya Azas-azas sebagai dasar / fundamen layanan Ada 12 azas yang ahrus diperhatikan dan pemakaiannya
disesuaikan dengan kegiatan layanan :
(1) Kerahasiaan , (2) Kesukarelaan, (3) Keterbukaan, (4) Kegiatan, (5) Kemandirian, (6) Kekinian, (7) Kedinamisan, (8)
Keterpaduan, (9) Kenormatifan, (10) Keahlian, (11) Alih Tangan Kasus, (12) Tut wuri handayani

PROGRAM DAN PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING


SK Mendikbud No. 025/ O/ 1995 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya”
beserta sejumlah panduan BK memberikan rambu-2 berkenaan dengan program BK dan pelaksanaannya

Pada dasarnya Program Pelayanan BK, berdasarkan Prinsip-Prinsip BK


Khususnya untuk SMA/MA disusun dengan mempertimbangkan adanya tahapan perkembangan individu dan untuk mengetahui
keberhasilan layanan dilakukan penilaian hasil layanan

TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SMA / MA :


1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa
2. Mencapai kematangan pertumbuhan jasmani dan rohani
3. Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita
4. Mencapai kematangan berpikir dan mengembangkan kemampuan umum
5. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi, seni dan kreasi sesuai dengan program kurikulum dan aspirasi karir dan/atau
melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi
6. Mencapai kematangan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat luas dalam hubungan interpersonal dan mengembangkan
kecerdasan emosi
7. Mencapai kematangan dalam gambaran dan sikap tentang kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa danbernegara
8. Mencapai kemandirian pilihan karir sesuai dengan potensi yang dimiliki
9. Mengembangkan kematangan dalam sistem etika, nlai dan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual

PENILAIAN HASIL LAYANAN :


1. Untuk mengetahui apakah layanan tsb. efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa yang mendapatkan layanan
2. Ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani layanan, perolehan ini diorientasikan pada :
• pengentasan masalah siswa; sejauh manakah perlehan siswa menunjang bagi pengentasan masalahnya?. Perolehan itu

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 7


diharapkan dapat lebih menunjang dengan permasalahan dan perkembangan diri siswa
• perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa ; seperti siap, motivasi, keiasaan, keterampilan dan keberhasilan belajar, konsep
diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, apresiasi terhadap nilai dan moral
3. Secara fokus penilaian diarahkan kepada berkembangnya;
• pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan, dalam kaitannya dengan masalah yang dibahas
• perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi yang dibawakan melalui layanan
• rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan upaya lebih
lanjut pengentasan masalah yang dialaminya.
Semua fokus mengacu kepada kompetensi yang diaplikasikan siswa untuk pengentasan permasalahan yang diaplikasikan siswa
untuk pengentasan permasalahan yang dihadapinya dalam rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif
4. Penilaian dapat dlakukan melalui ;
 format individual, kelompok dan/atau klasikal, lapangan dan politik
 media lisan dan/atau tulisan
 penggunaan panduan dan/ atau instrumen baku dan/ atau yang disusun sendiri oleh GP
5. Tahapan Penilaian :
• Penilaian Segera / laiseg;
merupakan penilaian tahap awal, yang dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud
• Penilaian Jangka Pendek / Laijapen ;
merupakan penilaian lanjutan yang dilakukan setelah beberapa hari sampai paling lama satu bulan
• Penilaian Jangka Panjang / Laijapang;
merupakan penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu, satu
semester

PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING:

Mengacu kepada pelayanan yang bersifat:


Psiko-paedagogies dalam bingkai budaya
Siswa tidak hanya belajar melakukan melalui latihan dan belajar melalui pengajaran, juga belajar menjadi (learning to be),
mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin , dan mengembangkan diri menjadi manusia seutuhnya serta menyentuh hal-
hal yang berurusan dengan * pengembangan hubungan interpersonal, * pengembangan motivasi, * komitmen, * daya juang, *
kematangan / ketahan malangan, * mengembangkan karir
Psikologis

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 8


Adanya keterlibatan OT, seluruh guru ketika siswa memasuki SMA/MA dan bentuk bimbingan dalam dinamika kelompok,
berpikir kritis dan kreatif dan bekerja sama dengan pihak terkait (psikolog sebagai mitra)
Spiritual
Adanya counseling spiritual yang diprogramkan secara formal dengan dasar-dasar ilmiah pada kesehatan mental dan
penyembuhan penyakit jiwa (psikiater sebagai mitra), pelaksanaannya didasari dengan berbagai disiplin ilmu , psychotherapy,
faith healing (penyembuhan melalui keimanan) dan prinsip religio psychotherapy dijadikan pegangan dalam pendekatan keimanan.
Dalam proses konseling, GP menjalin hubungan dengan klien dan klien memperbaiki hubungannya baik dengan Tuhan, sesama
manusia dan alam semesta. Pada dekade 2000 dipandang perlu pendekatan kecerdasan emosi/ ESQ dalam pelayanan
konseling

PROGRAM KERJA PELAYANAN BIMBINGAN dan KONSELING


Siswa Kelas X-5 dan X-6 - SMA Negeri 1 Warungkiara . Tahun Pelajaran 2008/2009
N JENIS PROGRAM KERJA TUJUAN KOMPETENSI SASARAN SUMBER BULAN KETERANG
DANA
O AN
1 Persiapan : 1.1. Mengevaluasi * Pelayanan BK Siswa kelas : RAPBS , 1.1., I.2. Pelaksana
1.1. Tindak Lanjut evaluasi kemungkinan : kurikulum 2004 X-5 DAN X-6 rutin , Juli – Agustus Guru
program pelayanan BK **kelancaran terlaksa sesuai dengan Komite 2008 Pembimbing
tahun pelajaran 2005 – nanya program kerja karakteristik siswa Sekolah (GP) kelas X-5
2008/2009 **hambatan dalam dan berbagai 1.3. a-d DAN X-
menjalankan kebutuhannya serta Agustus 2008 6bekerja
1.2. Menyusun program kerja program kerja ke-khas an jenis sama dengan
dan jadwal kegiatan 1.2. Terlaksananya program yang GP lainnya
pelayanan BK tahun Program Pelayanan disesuaikan dengan 1.3. e. sebagai team
2008/2009 -2007 BK, yang didukung program sekolah Setiap bulan guiding , serta
1.3. Melengkapi faslitas kinerja GP wakasek:
ruangan Bimbingan dan 1.3. instrument non * Menghargai dan ** sarana
Konseling, yaitu: tes dan modul BK dll. berekspresi seni prasarana
a. Aplikasi Instrumentasi BK c. Pengolahan dll. ** kurikulum
(tes dan non tes) d. Mendukung *Berpartisipasi dan ** kesiswaan
b. Tinta hitam dan bila lengkapnya sumber berwawasan
memungkinkan tinta data / informasi kebangsaan dalam
warna berupa selayang kehidupan
c. Link Intranet dan internet pandang BK SMA bermasyarakat,
bila memungkinkan Negeri 1 berbangsa, dan
d. Rapat/ pertemuan MGP

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 9


SMA 60 Jakarta Warungkiara ; bagi bernegara secara
siswa , orangtua demokratis
siswa maupun
personil sekolah
lainnya serta para
tamu mitra kerja
e. Memperoleh
pengetahuan dan
wawasan serta
keterampilan dengan
musyawarah sesama
GP sebagai team
guiding di sekolah
2 Pelayanan Bimbingan dan * Memberikan * Mampu memenuhi Siswa kelas : * APBS Setiap bulan Pelaksana:
Konseling (BK) : POLA 17 PLUS Pelayanan BK sesuai dan/ atau X-5 DAN X-6 * Rutin Guru
dengan karakter pencapaian tugas- * Komite Pembimbing
2.1. Bidang : siswa tugasperkembangan Sekolah (GP) kelas
Pribadi, Sosial, Belajar, Karir , * Mengarahkan secara optimal * Swadaya bekerja sama:
Spiritual / religi kemampuan / potensi dan terhindar dari dan/ subsidi team guiding
Plus ; yang dimiliki siswa berbagai silang
* Kehidupan berkeluarga sesuai dengan tugas permasalahan yang * wakasek :
* Kehidupan keberagaman perkembangan siswa mengganggu / ** sarana
usia sekolah 16 – 18 menghambatnya prasarana
2.2. Layanan : tahun ** kurikulum
2.2.1.Orientasi 2.2. Kegiatan melalui * Setiap layanan dan ** kesiswaan
2.2.2. Informasi kontak langsung pendukung harus
2.2.3.Penempatan dan dengan siswa, disengaja * Instansi
Penyaluran 2.2.4. Pembelajaran mengemban mengandung terkait
2.2.5. Konseling Individu pemenuhan fungsi muatan fungsi- (psikolog ,
2.2.6. Konseling Kelompok tertentu yang dapat fungsi Bimbingan psikiater dl)
2.2.7. Bimbingan Kelompok dirasakan oleh siswa dan Konseling
2.2.8. Konsultasi 2.3. *Orang Tua
2.2.9. Mediasi Pada umumnya tidak * Mampu memenuhi siswa
ditujukan secara penguasaan
langsung untuk pengetahuan dan * Wali kelas:
2.3. Kegiatan Pendukung : memecahkan / keterampilan X-5 dan X-6
2.3.1.Instrumentasi Tes dan Non mengentaskan akademik serta
Tes 2.3.2.Himpunan Data masalah siswa, beretos belajar
2.3.3.Kunjungan Rumah melainkan untuk untuk melanjutkan * Guru Mata

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 10


2.3.4.Konperensi Kasus memungkinkan pendidikan dan/atau Pelajaran
2.3.5.Alih Tangan Kasus diperolehnya data berkarya
dan kemudahan /
komitmen membantu
kelancaran
keberhasilan
kegiatan layanan
3. Learning Memory : Memperoleh * Mampu mengingat, ** Kelas X 5, Swadaya Setiap bulan Kerjasama :
Model Bimbingan dalam layanan keterampilan mengaktualisasikan ** Kelas X-6 siswa masing-
Pembelajaran menyimpan konsep dasar pada masing * Guru Mata
pemahaman konsep mata pelajaran (memiliki Pelajaran
dalam matapelajaran Matematika (kelas buku rumus- **Matematika
* Matematika ; kelas X-5 dan X-6 rumus tsb (kelas kelas X-
kelas X-5 dan X-6 * Bhs Inggris dan yang dibuat 5 dan X-6
* Bhs Inggris dan Bhs Bhs Indonesia ; sendiri oleh )
Indonesia ; kelas X-5 dan X-6 siswa masing- ** Bhs Inggris
kelas X-5 dan X-6 * Ekonomi ; masing) dan Bhs
* Ekonomi ; kelas X-5 dan X-6 Indonesia ;
kelas X-5 dan X-6 .dalam bentuk kelas X-5 dan
rumus-rumus dan X-6
terampil ** Ekonomi ;
menggunakannya kelas X-5 dan
X-6
* Memiliki keyakinan Orangtua
dan ketaqwaan siswa
sesuai dengan kelas X-5 dan
ajaran agama yang X-6
dianutnya
4. a. Penelusuran Bakat dan a.Mengetahui : a. Memiliki a. * APBS a. Kerjasama
Minat serta Intelligensi 4.1. hasil psikotes kompetensi dasar : Siswa kelas *Swadaya Kelas X *wakasek ;
4.1. Psikotes kelas X-5 dan X-6 siswa sebelumnya kemampuan umum, X-5 dan X-6 dan/ subsidi September * kesiswaan
(Intelligensi dan Kepribadian dll) 4.2. kemampuan dan kemampuan khusus silang 2008 * kurikulum
4.2.Psikotes kelas X-5 dan X-6 pemahaman konsep / bakat dan minat * sarana
(Minat kelanjutan studi) dalam bentuk kata-2 Kelas XII prasarana
dan angka-2 Januari 2009 * Wali kelas
b. Pertemuan Pendidikan : 4.3. keinginan siswa X-5 dan X-6
Undangan kepada orang tua setelah lulus SMA ,
siswa : melanjutkan studi b. Mampu b. b.
* kbm kependidikan tinggi mengembangkan Orangtua Agustus – * Orang tua

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 11


* konsultasi penjurusan dan atau dunia kerja pemahaman dan siswa kelas X- September siswa kelas X-
kelanjutan studi b.Mengetahui: wawasan yang luas 5 dan X-6 2008 5 dan X-6
* kemajuan keberhasilan 4.1..Perencanaan terhadap dunia dan X-5 dan
kemampuan akademik dan kbm dan pendidikan X-6
pengembangan diri permasalahan tinggi/lanjut dan
4.2.Persamaan mampu memilih * Wakasek
pemahaman jurusan serta krikulum dan
kebutuhan dan fakultas yang Kesiswaan
keinginan / minat diinginkan sesuai
siswa berkaitan kemampuan, bakat
dengan dan minat yang
Pengembangan Diri dimiliki siswa.dan /
atau bagi siswa
yang berminat
memasuki dunia
kerja
6. Memonitor kehadiran siswa Melatih kedisiplinan Memiliki kedisiplinan Siswa kelas X- Rutin Setiap bulan Kerjasama
siswa dalam belajar dan kesadaran 5 dan X-6 (buku absensi Wakasek :
dan Mengantisipasi untuk memperoleh masing * Kesiswaan
ketidak hadiran siswa ilmu pengetahuan -masing * Kurikulum
yang dapat melalui intra kelas) *Wali kelas
merugikan siswa kurikuler
*Guru Mata
Pelajaran
Kelas X-5 dan
X-6

* Orang tua
siswa
Kelas X-5 dan
X-6

7. Kelompok Belajar dan Mempersiapkan * Memiliki nilai dasar Siswa kelas; APBS / rutin September Pelaksanaan
Sosiogram siswa belajar dalam humaniora untuk X 2, 3, XI IPS 20056 bekerja sama
kelompok dan menerapkan 1 dan XII IPS dengan Wali
Mengetahui Interaksi kebersamaan dalam 1, 2, 5 kelas dan GP
sosial siswa terhadap kehidupan SMA Negeri 1
teman sebaya * Memiliki Warungkiara
kemampuan

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 12


berkomunikasi
efektif dan efisien
8. Pengusulan Bea Siswa Membantu * Memiliki nilai dasar Siswa kelas X- Instansi dluar Semester Pelaksanaan
kelancaran Proses humaniora untuk 5 dan X-6 sekolah dan Ganjil dan fleksibel,
Belajar Mengajar menerapkan Dinas Genap Insidental
kebersamaan dalam Dikmenti DKI
kehidupan Jakarta Kerjasama :
Wali kelas dan
* Mengembangkan Wakasek
pola hidup Kesiswaaan
berdasarkan nilai-
nilai kebersihan,
kesehatan rohani,
dan kebugaran
jasmani
9. Hari karir dan / Pameran Memberikan * Memperoleh * Siswa kelas Institusi diluar Semester Pelaksanaan
Pendidikan Serta Orientasi gambaran kelanjutan gambaran dan X X-5 dan X-6 sekolah genap fleksibel,
Perguruan Tinggi studi bagi siswa wawasan “kemana dan sponsor Insidental
setelah lulus SMA setelah lulus SMA”
* Guru-guru Kerjasama :
* Memiliki mata
pemahaman dan pelajaran * Wakasek
wawasan yang luas Kurikulum,
terhadap dunia Sarana
pendidikan tinggi/ Prasarana,
lanjut dan mampu Kesiswaan ,
memilih jenis
jurusan serta * Wali kelas
fakultas yang
diinginkan sesuai * Guru-guru
kemampuan, bakat mata
dan minat yang pelajaran
dimikinya.
* OSIS

* Masyarakat
setempat

* Keamanan /

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 13


polsek
kecamatan
Mampang
Prapatan
10. Pengembangan Profesi Memperoleh * Mampu Guru * APBS Insidental Kerjasama
3.1. Lokakarya / Seminar/ berbagai informasi mengembangkan Pembimbing * Swadaya teman
Workshop Penataran / Pelatihan pengetahuan, dan dan/ subsidi sejawat di
3.2. Kegiatan MGP Sekolah, wawasan keilmuan mengalihgunakan silang seklah
Wilayah / Rayon / Sanggar DKI dan meningkatkan kemampuan maupun diluar
Jakarta prestasi / karir selaku akademik / ilmu sekolah se
3.3. Konvensi ABKIN dan devisi GP pengetahuan BK propinsi
-devisi serta keterampilan maupun diluar
konseling propinsi DKI
*Memiliki potensi Jakarta
mengembangkan
berbagai model
bimbingan maupun
strategi pelayanan
BK

Warungkiara, Juli 2008

Mengetahui Guru Pembimbing


Kepala SMA Negeri 1 Warungkiara kelas X-5 dan X-6

Dra. Septi Wirdayati Dra Ade Barkah, SE


NIP 131652438 NIP : -

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 14


JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN BIMBINGAN dan KONSELING
Siswa Kelas X-5 dan X-6 - SMA Negeri 1 Warungkiara . Tahun Pelajaran 2008/2009
NO URAIAN PELAYANAN / KEGIATAN BULAN KETERANGAN
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
1 Persiapan : + + _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ Pelaksanaan
1.1.Tindak Lanjut evaluasi program pelayanan BK fleksibel,
tahun pelajaran 2005 – 2008/2009 + + - kemungkinan
dapat
1.2.Menyusun program kerja dan jadwal kegiatan bertambah atau
pelayanan BK tahun 2008/2009 -2007 + + _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ adanya
1.3.Melengkapi faslitas ruangan Bimbingan dan perubahan
Konseling, yaitu: + disesuaikan
a. Aplikasi Instrumentasi BK (tes dan non tes) + kebutuhan dan
b. Tinta komputer (hitam – putih dan tinta kebijakan
warna bila memungkinkan) + + + + + + + + + + + + pelaksanaan
c. Link intranet dan internet bila + + + + + + + + + + + + program
memungkinkan sekolah
d. Rapat/ pertemuan MGP SMA 60 Jakarta
2 Pelayanan Bimbingan dan Konseling (BK) : Untuk bidang
POLA 17 PLUS bimbingan dan
layanan (plus),
2.1. Bidang : + + + + + + + + + + + + dilaksanakan
Pribadi, Sosial, Belajar, Karir, Spiritual / Religi - - - - - - - - - - - - insidental
Kehidupan keluarga Dan Kehidupan keberagaman
Untuk Kegiatan
2.2. Layanan : + + + + + + + + + + + + Pendukung ,
2.2.1. Orientasi + + + + + + + + + + + + sama halnya
2.2.2. Informasi + + + + + + + + + + + + dilaksanakan
2.2.3. Penempatan dan Penyaluran + + + + + + + + + + + + setiap bulan
2.2.4 .Pembelajaran + + + + + + + + + + + + dan insidental
2.2.5. Konseling Individu + + + + + + + + + + + + terutama
2.2.6. Konseling Kelompok - - - - - - - - - - - - konperensi
2.2.7. Bimbingan Kelompok - - - - - - - - - - - - kasus dan alih
2.2.8. Konsultasi - - - - - - - - - - - - tangan kasus
2.2.9. Mediasi

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 15


2.3. Kegiatan Pendukung : + + + + + + + + + + + +
2.3.1.Instrumentasi Tes dan Non Tes + + + + + + + + + + + +
2.3.2.Himpunan Data - - - - - - - - - - - -
2.3.3.Kunjungan Rumah - - - - - - - - - - - -
2.3.4.Konperensi Kasus - - - - - - - - - - - -
2.3.5.Alih Tangan Kasus
3 Learning Memory : Oleh karena
Kelas X-5 dan X-6 + + + + + + + + + + + + untuk kelas
X 2,3, , XI IPS 1
XII IIPS 1, 2, 5
4 a. Penelusuran Bakat dan Minat serta Psikotes kelas X
Intelligensi : , bekerja sama
4.1. Psikotest kelas X + dengan Biro
(Intelligensi dan Kepribadian dll) Konsultasi
(LAKSMI)
4.2. Psikotes kelas XII + Psikotes kelas X
(Minat Kelanjutan Studi) dan kelas XII
dilaksanakan
b. Pertemuan Pendidikan oleh GP yang
Undangan kepada Orang Tua Siswa : berkewenangan
• Informasi KBM kelas XII + mengadministra
- - + sikan tes
• Konsultasi Penjurusan
-
dan Kelanjutan Studi
- - + - +
• Kemajuan Keberhasilan
- -
kemampuan akademik - -
• dll
5 Mempersiapkan siswa mengikuti Penjaringan Memprediksi
PMDK dan / PBUD, SPMB dan sejenis + + + + - - + + + + prosentasi
siswa
memasuki
PMDK dan/
PBUD dan SPMB
6 Menonitor kehadiran siswa + + + + + + + + + + + + Dilaksanakanny
Kelas X-5 dan X-6 a pelayanan
konseling dan
undangan OT /

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 16


wali siswa dan/
Kunjungan
Rumah
7 Kelompok Belajar dan Sosiogram Sinergi dengan
- + persiapan
keberhasilan
pencapaian
kemampuan
akademik dan
pengembangan
tugas2
perkembangan
siswa serta
pengembangan
diri sesuai
minat siswa
8 Pengusulan Bea siswa - + + - - - - Bea siswa
diperoleh dari
berbagai
institusi
9 Hari Karir dan/ Pameran pendidikan serta + + + Pelaksanaan
Orientasi PerguruanTinggi disesuaikan
dengan kondisi
dan situasi
sekolah
10 Pengembangan Profesi : Fleksibel
10.1.Loka karya / Seminar/ Work Shop. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ pelaksanaannya
Penataran / Peatihan. bisa
10.2.Kegiatan MGP Sekolah, Wilayah DKI + + + + + + + + + + + + persekolahan /
kedinasan
Jakarta serta Sanggar BK DKI Jakarta - - - - - - - - - - - - maupun khusus
10.3.Konvensi ABKIN dan devisi-devisi BK

Keterangan :

+ Dilaksanakan
_ Dilaksanakan Insidental

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 17


Warungkiara, Juli 2008

Koordinator BK Guru Pembimbing Kelas X-5 dan X-6

Edi Rustendi, S.Pd, MM Ade Barkah, SE


NIP 131 891 961 NIP -

Mengetahui :
Kepala SMA Negeri 1 Warungkiara

Dra. Septi Wirdayati


NIP : 131 652 438

Tembusan (dan kerja sama dengan) :


Wakasek Kurikulum / Kesiswaan / Sarana Prasarana

Kerja sama terpadu dengan :


1. Wali Kelas X-5 dan X-6
2. Orang Tua siswa kelas X-5 dan X-6
3. Guru Pembimbing lainnya sebagai team guiding

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 18


Lampiran :
DASAR LEGAL PELAYANAN BK DI SEKOLAH

A. Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional

Pasal 1 Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, dan/ atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang
Ayat 8 : Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang bertugas membimbing , mengajar
dan/ atau melatih peserta didik

B. Peraturan Pemerintah

1. PP No. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar


BAB X
Pasal 25 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya
menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan
Ayat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing
Ayat 3: Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh
Menteri
2. PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah
BAB X
Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya
menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan
Ayat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 19


C. SK MENPAN

1. No. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Pasal 3 : Tugas Pokok Guru , adalah


a. Menyusun program pengajaran, menyajikan program pengajaran, evaluasi belajar, analisis
hasil evaluasi belajar, serta menyusun program perbaikan dan pengajaran, terhadap
peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya , atau
b. Menyusun Program Bimbingan, melaksanakan program bimbingan, evaluasi pelaksanaan
bimbingan, analisis pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut dalam program
bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya.

2. No. 118 / 1995 : Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya

Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidang pengawasan sbb:


a. Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal, Sekolah Dasar /
Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola Dasar Luar Biasa
b. Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaran
c. Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasa
d. Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling

D. SKB MENDIKBUD dan KEPALA BAKN

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 20


No: 0433 / P / 1993 dan No. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya.

Pasal 1.
4 : Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas , tanggung jawab, wewenang dan hak
secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik
10 : Penyusunan program BK adalah membuat rencana Pelayanan BK dalam bidang bimbingan pribadi,
sosial, belajar dan karir
11 : Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan ; pemahaman, pencegahan, pengentasan,
pemeliharaan dan pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir
12 : Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalam bidang bimbingan pribadi, sosial,
belajar dan karir
13 : Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasi pelaksanaan BK yang mencakup
layanan ; orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling
individu, konseling kelompok dan bimbingan kelompok
14 : Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjuti hasil analisis evaluasi layanan ;
orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling individu, konseling
kelompok dan bimbingan kelompok

Pasal 4
(1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s.d. Guru Dewasa Tingkat 1 dalam melaksanakan PBM atau BK:
a. Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK
b. Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK
c. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK
(2) Standart prestasi kerja Guru Pembina s.d. Guru Utama, selain tsb. pada ayat (1) ditambah :
a. Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK
b. Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK
c. Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK
(3) Khusus Standart prestasi kerja Guru Kelas, selain tsb. pada ayat (2) sesuai dengan jenjang jabatannya
ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya

Pasal 5

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 21


(1) Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150 orang
(4) Kelebihan peserta didik bagi GP yang dapat diberi angka kredit adalah 75 orang berasal dari
pelaksanaan program BK
(7) GP yang menjadi Kepala Sekolah, wajib melaksanakan BK terhadap 75 orang peserta didik
(9) Guru sebagaimana tsb Ayat (7) yang menjadi Wakil Kepala Sekolah wajib melaksanakan BK terhadap
75 orang peserta didik

E. SK MENDIKBUD

No 025/O/1995 : Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya

1. BK adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu
mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan ; pribadi, sosial, belajar, karir, melalui berbagai
jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-2 yang berlaku

2. Bimbingan Karir kejuruan adalah bimbingan / layanan yang diberikan oleh Guru mata Pelajaran Kejuruan,
dalam membentuk sikap dan pengembangan keahlian profesi peserta didik agar mampu
mengantisipasi potensi lapangan kerja

3. a. Pada SLTP dan SMU terdapat Guru Mata Pelajaran dan GP


b. Pada SLTP yang menyelenggarakan program keterampilan dan SMK terdapat Guru Mata Pelajaran , Guru
Praktik dan GP

4. Tugas GP :
a. Setiap GP diberi tugas BK sekurang-kurangnya terhadap 150 orang siswa
b. Bagi sekolah yang tidak memiliki GP yang berlatar belakang BK ,maka guru yang telah mengikuti
penataran BK se-kurang-2nya 180 jam dapat diberi tugas sebagai GP. Penugasan ini bersifat sementara
sampai guru yang ditugasi itu mencapai taraf kemampuan BK se-kurang-2nya setara D3 atau di sekolah tsb.
ada GP yang berlatar belakang minimal D3 bidang BK

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 22


c. Pelaksanaan kegiatan BK dapat diselenggarakan di dalam / di luar jam pelajaran sekolah . Kegiatan BK di
luar sekolah se-banyak-2nya 50 % dari keseluruhan kegiatan bimbingan untuk seluruh siswa d sekolah itu, atas
persetujuan Kepala Sekolah
d. GP yang tidak memenuhi julah siswa yang diberi pelayanan BK diberi tugas sbb:
(1) memberikan pelayanan BK di sekolah lain baik negeri maupun swasta. Penugasan dilakukan secara
tertulis oleh pejabat yang berwenang se-kurang-2nya Kepala Kantor Kabupaten Kotamadya , atau
(2) melakukan kegiatan lain dengan ketentuan bahwa setiap 2 jam efektif disamakan dengan membimbing 8
orang siswa. Kegiatan lain tsb. misalnya menjadi pengelola perpustakaan da tugas sejeis yang ditetapkan
Dirjen PDM. Penugasan tsb. dapat diberikan se-banyak-2nya 12 jam efektif. Kegiatan tsb. tidak dinilai lagi
pada unsur penunjang karena telah digunakan untuk memenuhi jumlah kewajiban siswa yang harus dibimbing
e. Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing kurang dari 150 siswa diberi angkat kredit secara proporsional
f. Bagi GP yang jumlah siswa yang dibimbing > 150 siswa, diberi bonus angka kredit bimbingan dari butir
kegiatan melaksanakan program BK . Pemberian angka kredit kelebihan siswa yang dibimbing
se-banyak-2nya 75 siswa

5. Pelaksanaan Kegiatan BK:


Setiap kegiatan menyusun dan melaksanakan program, mengevaluasi, menganalisis, dan melaksanakan
kegiatan tindak lanjut, kegiatannya meliputi :
bidang bimbingan dan layanan serta kegiatan pendukung

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, Dirjen PDM, Direktorat PMU, Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Proyek Pengelolaan Direktorat
PMU Jakarta, 2004

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 23


Djawas Dahlan, 2003, Prespektif Profesi Bimbingan dan Konseling Berbasis Values dalam Pengembangan Fitrah
Manusia, Konvensi Nasional ABKIN, Bandung

Mohamad Surya, 2004, Peluang dan tantangan Global bagi Profesi Bimbingan dan Konseling : Implikasinya bagi
Strategi Organisasi dan Standardisasi Bimbingan dan Konseling, Bandung, Konvensi Nasional, ABKIN, Bandung

Mungin Eddy Wibowo, 2003, Konseling Dalam Sistem Pendidikan Nasional , Konvensi Nasional ABKIN, Bandung

_____________________, 2003, Pemantapan Profesionalisme Profesi Konseling, Konvensi Nasional ABKIN, Bandung

Prayitno, 1997, Buku III Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMU, Jakarta, Ikrar Mandiri Abadi

Puskur, 2003, Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling, Jakarta, Balitbang Depdiknas, 2003

Puskur, 2004, Kerangka Kurikulum 2004 (Draft) , Jakarta : Depdiknas

Ade Barkah, SE, 2003, Pendekatan ESQ dalam konseling, Konvensi Nasional ABKIN, Bandung

______________, 1999, Kegiatan Pendukung Pelayanan Bimbingan dan Konseling, Jakarta

Sunaryo Kartadinata, 2003, Kebijakan, Arah, dan Strategi Pengembangan Profesi Bimbingan dan Konseling di
indonesia, Konvensi Nasional ABKIN , Bandung

PENGELOLAAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Organisasi dan Personalia


Manajemen BK di sekolah, diselenggarakan oleh suatu organisasi dengan sejumlah personalia. Organisasi ini mencerminkan
keterkaitan berbagai komponen dalam pelaksanaan BK disekolah . Komponen pokok terdiri dari :
1. GP, pelaksana utama kegiatan BK di sekolah (PP No. 28/ 1990 dan PP No. 29/1990 tentang Pendidikan Dasar dan
pendidikan Menengah , SK Menpan No. 84/ 1993 , SK Bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/ P/ 1993 dan

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 24


No. 25/ 1993) tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, dan SK Mendikbud No.
025/ 0/ 1995)
2. Koordinator BK, penanggung jawab pengelolaan BK
3. Kepala Sekolah , penanggung jawab menyeluruh kegiatan sekolah termasuk kegiatan Pelayanan BK.
4. Wali Kelas, pengelola khusus siswa dalam satu kelas yang merupakan kelompok sasaran pokok pelaynan BK
5. Guru Mata Pelajaran dan Guru Praktik, mitra kerja GP saling menunjang demi suksesnya program : pengajaran dan
BK
6. Pengawas Sekolah bidang BK, menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan GP dalam rangka
peningkatan kinerja BK di sekolah
7. Siswa di sekolah ybs. Kelompok sasaran langsung kegiatan BK (motto : BK peduli siswa)
8. TU , mitra kerja dalam menyelenggarakan administrasi BK
Masing-2 personalia tsb, menyandang tugas, tanggng jawab, kewajiban dan hak tetentu dalam kegiatan pendidikan di sekolah,
khususnya pada kegiatan BK , tidak boleh saling bertentangan / melemahkan, melainkan saling menunjang dan menguatkan

B. Fasilitas
Fasilitas pokok yang dibutuhkan sekolah adalah:
1. Tempat Kegiatan
a. Masing-2 GP perlu / sedapatnya mempunyai ruang kerja tersendiri dalam kesatuan ruang pelayanan BK yang ada
disekolah
b. Ruang pelayanan
(1) ruang tempat memberikan pelayanan kepada siswa hendaknya:
* membuat siswa senang dan betul-2 merasa dilayani
* memungkinkan dilaksanakannya azas-2 BK, terutama azas kesukarelaan, keterbukaan dan kerahasiaan
(2) layanan konseling perorangan dapat dilakukan di ruang kerja GP (yang merupakan ruang kerja tersendiri)
(3) layanan dan kegiatan pendukung dengan format kelompok dan lesikal dapat digunakan ruangan khusus yang
tersedia dan/ atau ruangan kelas yang luang
c. Secara umum ruangan BK hendaknya :
(1) dapat disimpan berbagai perlengkapan kegiatan BK :
• himpunan data siswa (individual dan kelompok)
• himpunan data dan informasi umum (informasi pendidikan dan pekerjaan)
• instrumen tes
• format-2 pelaksanaanlayanan dan kegiatan pendukung BK
(2) dapat tersedia bagi siswa berbagai bahan seperti :
• buku-2 tujuan untuk pengembangan (dalam dalam rangka terapi kepustakaan)

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 25


• kegiatan ekstra kurikler
• penampilan berbagai informasi aktual tentang kesempatan pendidikan, lowongan pekerjaan, berita hangat dsb.
2. Instrumen BK
a. Tes standart
b. Inventori standart (aum, skala sikap, skala minat, skala penilaian diri)
c. Instrumen yang dapat disusun sendiri (angket, daftar isian, pertanyaan untuk sosometri, format peilaian dll)
Berbagai instrumen standart dilengkapi dengan manual yang memuat karakteristik instrumen, panduan penggunaan dan
norma untuk enafsirkan hasil / disertai dengan program komputer
3. Perangkat elektronik
a. Komputer untuk mengolah data hasil aplikasi instrumen BK
b. Program -2 khusus pengilahan hasil instrumentasi melalui komputer (pengolahan hasil tes intelligensi, aum dsb)
c. Progran-2 khusus BK melalui komputer (bimbel melalui program komputer)
4. Buku-buku panduan:
Hendaknya tersedia berbagai panduan tentang kegiatan BK :
b. Surat-2 keputusan dan peraturan tentang kegiatan BK di sekolah
c. Panduan pelaksanaan kegiatan BK di sekolah
d. Panduan kegiatan kepengawasan BK di sekolah
5. Kelengkapan administrasi:
Perlu tersedia kelengkapan administrasi, terutama format satuan layanan dan pendukung, himpunan data, angket,
instrumen lainnya, laporan serta surat – menyurat / undangan OT siswa

C.Kepengawasan
• Pengawas BK diselenggarakan oleh pengawas sekolah dengan tugas pokok mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan
kegiatan BK dan pembinaan terhadap GP melalui pemberian arahan, bimbingan (contoh ; saran kepada GP untuk
meningkatkan mutu pelaksanaan BK di sekolah (sesuai dengan SK Menpan No : 118 / 1995 dan Petunjuk Pelaksanaan )
• Kegiatan pengawas BK di sekolah melibatkan interaksi dinamis secara langsung anatar GP dan pengawas sekolah bidang
BK dengan koordinasi oleh Kepala Sekolah . Untuk itu :
a. GP dan pengawas sekolah perlu memiliki wawasan yang sejalan mengenai konsep BK serta pelaksanaan kegiatannya
di sekolah
b. GP menyiapkan diri dan bahan -2 secukupnya untuk kegiatan pengawasan sekolah bidang BK
c. GP mengikuti dengan cermat penilaian dan pembinaan dalam kegiatan pengawasan

D.Akuntabilitas Program Bimbingan dan Konseling

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 26


Melalui penilaian hasil layanan dan penilaian proses, serta pengawasan keseluruhan kegiatan BK dipertanggungjawabkan
kepada stakeholders pelayanan BK di sekolah, yaitu :
2. siswa
3. Orang Tua siswa
4. Personil sekolah
5. Masyarakat (termasuk organisasi profesi)
6. Pemerintah

E. Pengembangan
1.Diarahkan kepada semakin meningkatnya mutu pelayanan BK kepada siswa, dengan indikator
a. kemampuan GP dalam melaksanakan layanan dan kegiatan pendukung BK
b. fasilitas pelayanan
c. kerja sama antar personal sekolah
d. pemanfaatan pelayanan oleh siswa
e. jumlah GP (bagi sekolah-2 yang masih memerlukan penambahan)
2.Dilaksanakan melalui meningkatnya :
a. kerja sama antar GP
b. kerja sama antar personil sekolah
c. kegiatan pengawasan olehpengawas bidang BK
d. pengembangan fasilitas layanan
e. pertemuan kesejawatan profesional (MGP) , penataran, loka karya, pertemuan ilmiah, keikut sertaan dalam organisas
profesi BK (ABKIN) dan studi lanjutan

Ade Barkah, SE – SMA Negeri 1 Warungkiara – 2008/2009 27