Anda di halaman 1dari 19

Syiar Islam

Ayo belajar Iman, Islam, dan Ihsan sesuai Al Quran dan Hadits! Oleh: A Nizami | Maret 16, 2010

Tatacara Aqiqah untuk Anak Menurut Islam

Pengertian Aqiqah Menurut bahasa Aqiqah artinya : memotong. Asalnya dinamakan Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa aqiqah itu asalnya ialah : Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut aqiqah, karena ia mesti dicukur. Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan. Dalil-dalil Pelaksanaan Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya. [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad] Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing. [HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah] Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama. [HR Ahmad] Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya. [Riwayat Bukhari] Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka
Lembar : 1 dari 19

hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. [HR Abu Dawud, Nasai, Ahmad] Dari Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW pernah ber aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur). [HR. Hakim, dalam AI-Mustadrak juz 4, hal. 264] Keterangan : Hasan dan Husain adalah cucu Rasulullah SAW. Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya. [HR Ahmad, Thabrani, dan al-Baihaqi] Dari Abu Buraidah r.a.: Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya. (HR Baihaqi dan Thabrani). Hukum Aqiqah Anak adalah sunnah (muakkad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah, Imam Syai dan sahabat-sahabatnya, Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan kebanyakan ulama ahli qih (fuqaha). Dasar yang dipakai oleh kalangan Syai dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya). (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih) Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya). (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan) Perkataan: maka tumpahkan (penebus) darinya darah sembelihan adalah perintah, namun bukan bersifat wajib, karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya, maka silakan lakukan. (HR: Ahmad, Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). Perkataan: ingin menyembelihkan,.. merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah. Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak, kurus, patah tulang, dan sakit. Imam Asy-Syaiy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban. Buraidah berkata: Dahulu kami di masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak, ia menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107] Dari Aisyah, ia berkata, Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka beraqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya. Maka Nabi SAW bersabda, Gantilah darah itu dengan minyak wangi.[HR. Ibnu Hibban dengan tartib Ibnu Balban juz 12, hal. 124] Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini
Lembar : 2 dari 19

berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama. (HR. al-Tirmidzi). Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana rman Allah SWT: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS.Al Baqarah:185) Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran, ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya: Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama. (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi) Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak bisa, maka pada hari ke dua puluh satu, ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau berkata yang artinya: Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluh satu. (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy) Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu, karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunnah dan paling utama bukan wajib. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh. Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. Aqiqah adalah syariat yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya, wallahu Alam. Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah. Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri? Imam Ahmad menjawab, Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh. Para pengikut Imam Syai juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Lembar : 3 dari 19

Jumlah Hewan Jumlah hewan aqiqah minimal adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas ra: Sesungguh-nya Nabi SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba. (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud) Namun yang lebih utama adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan berdasarkan hadits-hadits berikut ini: Ummu Kurz Al Kabiyyah berkata, yang artinya: Nabi SAW memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor. (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan) Dari Aisyah ra berkata, yang artinya: Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor. (Shahih riwayat At Tirmidzi) Hal-hal yang disyariatkan sehubungan dengan aqiqah Yang berhubungan dengan sang anak 1. Disunnatkan untuk memberi nama dan mencukur rambut (menggundul) pada hari ke-7 sejak hari iahirnya. Misalnya lahir pada hari Ahad, aqiqahnya jatuh pada hari Sabtu. 2. Bagi anak laki-laki disunnatkan beraqiqah dengan 2 ekor kambing sedang bagi anak perempuan 1 ekor. 3. Aqiqah ini terutama dibebankan kepada orang tua si anak, tetapi boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain (kakek dan sebagainya). 4. Aqiqah ini hukumnya sunnah. Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh. (HR al-Bayhaqi) Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah rman Allah, Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang. (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kar. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya. Yang berhubungan dengan binatang sembelihan 1. Dalam masalah aqiqah, binatang yang boleh dipergunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing, tanpa memandang apakah jantan atau betina, sebagaimana riwayat di bawah ini: Dari Ummu Kurz AI-Kabiyah, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah. Maka sabda beliau SAW, Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun
Lembar : 4 dari 19

betina. [HR. Ahmad dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5 : 149] Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukkan adanya binatang selain kambing yang dipergunakan sebagai aqiqah. 2. Waktu yang dituntunkan oleh Nabi SAW berdasarkan dalil yang shahih ialah pada hari ke-7 semenjak kelahiran anak tersebut. [Lihat dalil riwayat Aisyah dan Samurah di atas] Pembagian daging Aqiqah Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya, menghadiahkan sebagian dagingnya, dan mensedekahkan sebagian lagi. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging aqiqah yang sudah matang. Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya, dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya, atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat, tetangga, teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya, dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah. Pemberian Nama Anak Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut. Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya. (HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617) Ibnu Al-Qoyyim berkata: Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya. Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits di bawah ini: Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: Siapa namamu? Aku jawab: Hazin Nabi berkata: Namamu Sahl Hazn berkata: Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku Ibnu Al-Musayyib berkata: Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya. (HR. Bukhori) (At-Thiu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-Isawiy hal 65) Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku. (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133) Untuk mengetahui cara pemberian nama yang baik menurut ajaran Islam, silahkan klik: h p://media-islam.or.id/2008/02/01/memberi-nama-bayi-anak-secara-islami
Lembar : 5 dari 19

(h p://media-

islam.or.id/2008/02/01/memberi-nama-bayi-anak-secara-islami) Mencukur Rambut Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur. (HR. at-Tirmidzi). Dalam kitab al-Muwathth` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut. Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin. Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad. (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud) Doa bayi baru dilahirkan Innii uiidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli aynin laammatin Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari) Hikmah Aqiqah Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa hikmah diantaranya : 1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS. 2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya. [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya. 3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya).
Lembar : 6 dari 19

4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Taala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Taala dengan lahirnya sang anak. 5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat. 6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat. Dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Syariat Aqiqah ini. Sumber Rujukan * Subulussalam (4/189, 4/190, 4/194) * Al Asilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyyah (3/33-35, 3/39-40) * Mukhtashar Al Fiqhil Islamiyy 600 * Tuhfatul Wadud Fi Ahkamil Maulud, Ibnu Al Qayyim 46-47 * Al Muntaqaa 5/195-196 * Mulakhkhash Al Fiqhil Islamiy 1/318 * Fatawa Islamiyyah 2/324-327; Irwaul Ghalil (4/389, 4/405) * Minhajul Muslim, Abu Bakar Al Jazairiy 437 h p://id.wikipedia.org/wiki/Aqiqah (h p://id.wikipedia.org/wiki/Aqiqah) Tuntunan Aqiqah h p://www.rumahaqiqah.org/tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1 (h p://www.rumahaqiqah.org /tuntunan_aqiqah.php?info=list#ta1) Aqiqah dan Qurban Arif Hidayat, Muhammad Niam, dan Ali Mashar h p://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/695aqiqah-dan-qurban (h p://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article /1-tanya-jawab/695-aqiqah-dan-qurban) AQIQAH h p://www.duadunia.net/aqiqah (h p://www.duadunia.net/aqiqah) Hukum dan Tata Cara Aqiqah h p://kerockan.blogspot.com/2009/04/hukum-dan-tata-cara-aqiqah.html (h p://kerockan.blogspot.com/2009/04/hukum-dan-tata-cara-aqiqah.html) h p://www.almanhaj.or.id/content/856/slash/0 (h p://www.almanhaj.or.id/content/856/slash/0)
Lembar : 7 dari 19

Pengertian Aqiqah, Dalil Syari Tentang Aqiqah, Hukum Aqiqah Oleh Abu Muhammad Ishom bin Mari[Disalin dan diringkas kembali dari kitab Ahkamul Aqiqah karya Abu Muhammad Ishom bin Mari, terbitan Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Saudi Arabia, dan diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul Aqiqah terbitan Titian Ilahi Press, Yogjakarta, 1997] Ditulis dalam Keluarga Islam | Kaitkata: aqiqah, pedoman aqiqah, tatacara aqiqah 1. Assalamualaikum Wr. Wb., Jika rambut si bayi sudah terlanjur dicukur (digundul) sebelum di Aqiqah, bagaimana hukumnya? apakah nanti pada pelaksanaan Aqiqahnya harus dicukur ulang? atau bagaimana? terimakasih Oleh: Santy on April 12, 2010 at 1:52 pm Balas 2. mau tanya, bukan komentar, kalo anak dari hasil hubungan haram, apa wajib aqiqah kan? apa ada dalilnya? bisa tolong dijelaskan.. Terima kasih sebelumnya.. Oleh: budi ariansyah putra on April 13, 2010 at 10:09 pm Balas anak haram sebenarnya tidak ada, yang ada adalah ibu/bapak haram setelah ibu melahirkan anak seharusnya ayah ibunya dirajam hingga mati, hingga anak ikut siapa ? setelah ditinggal, diaqiqohi atau tidak terserah yang membesarkan. Oleh sebab itu kasihan nasib anak. Oleh: muhamad on September 19, 2011 at 9:13 am Balas 3. Assalamualaikum Wr. Wb., Di atas tertulis : Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya, bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. Dari mana hukum sunah itu muncul ? Ijtihad penulis ? Saya berharap setiap yang menyebutkan sunah, wajib, dst. dituliskan dasar hukumnya (Quran / hadits), jangan menimbulkan dugaan-dugaan atau membingungkan orang yang kurang faham ilmu agama seperti saya ini. Jangan pula menimbulkan dugaan itu sebagai hukum yang dibuat-buat. Terimakasih.
Lembar : 8 dari 19

Oleh: Irbid on Mei 4, 2010 at 12:28 pm Balas 4. Assalamualaikum Wr. Wb., di atas juga tertulis : 2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya: Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya. [3]. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya. Saya menjadi berkir : Ini sesuatu yang hukumnya sunah muakad, jika tidak dilaksanakan tidak berdosa, namun sangat berbahaya, karena anak akan tergadai terus dan kurang terlindung dari godaan setan, sampai dia ditunaikan aqiqahnya. Mohon pencerahan. Oleh: Irbid on Mei 4, 2010 at 12:35 pm Balas 5. Saya menjadi berkir, dan rasanya itu diperbolehkan dalam Islam mashab manapun, Tega sekali jika ada Ulama yang mengatakan itu sunah, karena jika tidak dilaksanakan akan dapat mencelakai si anak dan si orangtuanya. Si anak akan terus tergadai dengan awiqahnya, tidak terlindung dari godaan setan dan si ayah tidak akan mendapatkan syafaat dari anaknya. Oleh: Irbid on Mei 4, 2010 at 1:04 pm Balas 6. Apabila sudah dewasa akan tetapi belum aqiqoh mana yang lebih afdol beraqiqoh atau berQurban, Mohon di balas ke e-mail saya, thanks Oleh: Najib W on Juni 1, 2010 at 1:55 pm Balas 7. bertanya : bolehkah kalau yang disembelih adalah sapi ? Oleh: aris on Juni 6, 2010 at 9:13 pm
Lembar : 9 dari 19

Balas 8. Sunnah aqiqah adalah dengan memotong kambing. Jadi sembelihlah kambing. Anda bisa menyembelih sapi sekedar sedekah biasa/korban. Oleh: nizaminz on Juni 7, 2010 at 9:58 am Balas 9. Alhamdulillah besok tgl 11 juli 2010 aqiqah anakku Oleh: Patelki kab pontianak on Juli 11, 2010 at 12:40 am Balas 10. maaf pak. uztad mau nanyak nieh dari pada jadi beban. waktu kelahiran anakku yang pertama aku betul2 lagi gak mampu tuk melaksanakan Aqiqah karena saya sendiri baru jadi penggaguran. dan sekarang sudah 1.5 tahun umur anak saya. yang saya tanyakan apakah juga dilakukan potong rambut pada saat aqiqah anak saya nanti padahal udah 4 kali saya potongkan rambutnya dan apakah juga majib menyedekahkan perak/emas seberat rambut yang dipotong? mohon balasannya? Oleh: Awal on Oktober 8, 2010 at 7:36 pm Balas 11. Alhamdulillah Syukron Pak Ustadz Jazakillah.. Oleh: Kisworo Marthadisastra on November 14, 2010 at 10:07 pm Balas 12. Awalnya saya kira daging akikah harus seluruhnya disedekahkan kepada fakir miskin, tidak boleh ada yang dimakan sendiri maupun dibagikan kepada tetangga yang mampu. Ternyata hal tersebut keliru, ya. Kita boleh juga memakan sebagian dan memberikan kepada tetangga yang mampu sebagian, selain menyedekahkan kepada fakir miskin. Terima kasih infonya. Kalau berkenan mampir ke blog saya juga Oleh: Agus on Januari 4, 2011
Lembar : 10 dari 19

at 7:28 pm Balas 13. mohon info tentang kih yg lain Oleh: asnawati on Januari 19, 2011 at 9:31 am Balas 14. Assalamualaikum, Mohon ijin tuk copy article tentang aqiqohnya pak ustadz. Syukron Khoir Oleh: Bob Bisrie on Februari 17, 2011 at 9:03 pm Balas 15. terimakasih,,jelas bgt uraiannya Oleh: bejo saputro edi on April 11, 2011 at 11:00 pm Balas 16. assalamu;alaikum ustadz. saya seorang ibu yang mempunyai anak berumur kurang lebih 4 bulan. saya ingin mengakikahkan anak saya,tetapi suami saya juga belum diaqiqahkan oleh orang tuanyakarena tidak mampu. sekarangpun suami saya belum bisa membeli secara penuh hewan aqiqah untuk anak saya. pertanyaan saya : 1. bolehkan suami saya mengaqiqahkan anaknya sedang ia belum aqiqah? 2. bolehkah saya membantu suami saya menutupi kekurangan biaya pembelian hewan aqiqah? Oleh: raja novita santi on April 26, 2011 at 10:51 am Balas bisa dishare jawabanya. thx Oleh: ulung on Oktober 3, 2011 at 6:01 pm Balas 17. assalam izin mengcopy makalah ini
Lembar : 11 dari 19

Oleh: Cepi Burhanuddin on April 30, 2011 at 11:17 am Balas 18. Asslamualaikum Saya masih bingung dengan hitungan hari, dikatakan bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ke-7, 14 atau 21. Bila anak lahir pada Selasa malam hari bukannya hari ke 7 dan ke -14 nya hari selasa juga? bukannya hitungan 1 hari dari masuk magrib hingga magrib selanjutnya? kalau lahir tgl 3 mukannya hari ke- 7 adalah tgl 10 dan hari ke-14 tgl 17? terima kasih Oleh: Han han on Mei 5, 2011 at 1:13 pm Balas 19. Apakah boleh hanya mencukur rabut sibayi saja di hari ke7 tanpa potong kambing karena belum mampu Oleh: Berti on Mei 17, 2011 at 11:09 pm Balas 20. 1. apa ada ketentuan mengenai kambing atau domba ? 2. Apa ada ketentuan jenis kelamin dari kambing atau domba yang disembelih ? 3. Apa ada ketentuan mengenai berat dari kambing atau domba tsb ? Terima kasih Oleh: ompilot on Juni 29, 2011 at 11:54 pm Balas 21. Ass.wr.wbapakah mualaf diwajibkan juga dalam pelaksanaan aqiqah ? terima kasih Oleh: Fajar Setiawan on Juli 12, 2011 at 6:46 pm Balas 22. bagaimana pelaksanaannya kalau dalam aqiqoh itu tulangnya tidak dipotong, dan kalau dipotong-potong apa jadi tdk sah?
Lembar : 12 dari 19

Oleh: qomarudin on Juli 14, 2011 at 8:47 am Balas 23. Ass. Wr.Wb.maaf saya mau menanyakan anak saya laki laki jadi harus 2 kambing, dan yang saya tanyakan apakah kalo saya aqiqahnya mencicil yg pertama 1 dan tggu beberapa bulan bila ada uang lagi 1 ekor kambing lagi apakah boleh? terimakasih. Oleh: Yusinina Annisa on Juli 23, 2011 at 9:41 am Balas 24. Ass..Wr..Wb.Saya mau tanya.anak saya sdh beumur 5 bln.aqiqah sdh dlaksanakan.tp pada saat potong rambut duitnya belum disedekahkan dkarenakan tidak cukup..bagaimana hukumnya.. Oleh: Abdan on Agustus 4, 2011 at 10:39 am Balas 25. Semoga anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Oleh: Brain on Agustus 25, 2011 at 6:22 pm Balas 26. anak saya lahir hari ahad di rmh skt. Dua hari saya kasih nama untuk administrasi. Hari sabtu (ke 7) saya potongkan kambing di pemotongan aqiqah. Ahad (ke 8) baru potong rambut dan memakan binatang aqiqah (syukuran) bersama para tetangga. Pertanyaan saya, sah tidak perbuatan saya ini? Ataukah saya menjadi berdosa karenanya? Oleh: echo on September 25, 2011 at 1:20 pm Balas 27. Waalaikum salam, Aqiqah itu hukumnya sunnah. Demikian pula waktu pelaksanaannya. Namun jika karena sesuatu hal berhalangan melaksanakan sesuai waktunya, insya Allah tidak masalah. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS.Al Baqarah:185) Lakukan semaksimal kemampuan kita.

Lembar : 13 dari 19

Oleh: A Nizami on Oktober 3, 2011 at 3:32 pm Balas 28. tapi kan ada hadits shohih yang menjelaskan bahwa tudbahu yauma sabiihi, dan katanya hadits yang menjelaskan hari ke 14, 21 dan seterusnya itu adalah hadits dloif, sedangkan ada hadits juga bahwa siapa yang berbohong atas nama rosul maka tempatnya adalah neraka gimana nih? Oleh: Jajang Rusmana on Oktober 6, 2011 at 5:41 pm Balas 29. Makanya sebaiknya kita belajar agama itu bukan hanya 1 guru. Tapi ke banyak guru. Khawatirnya guru itu ilmunya cetek atau alirannya ekstrim. Dalam Islam ada Al Quran yang merupakan sumber hukum tertinggi dengan 6.236 ayat. Hadits derajadnya ada di bawah Al Quran. Bukan di atasnya. Total jumlah Hadits ada puluhan ribu. Aqiqah itu adalah sunnah. Bukan wajib. Hadits itu derajadnya di bawah Al Quran. Jadi meski ada Hadits yang menyatakan Aqiqah dilaksanakan pada hari ke 7, jika mampu alhamdulillah. Tapi jika tak mampu misalnya tak punya uang atau istri lagi sakit karena baru lahiran bagaimana? Apa aqiqah ditinggalkan sama sekali? Lagi pula 2 Imam Hadits meriwayatkan bahwa Aqiqah bisa pada hari ke 7, 14, dan 21. Imam Malik yang pakar Al Quran dan Hadits serta Imam Madzhab dan juga ulama Salaf ASLI karena hidup 100 tahun setelah wafat Nabi (beda dgn ulama Salaf sekarang yg hidup 1400 tahun setelah wafat Nabi) berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana rman Allah SWT: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS.Al Baqarah:185) Jangankan aqiqah. Shalat Ashar yang wajib dan harus dikerjakan tepat waktunya saja ketika perang Ahzab, namun karena ada halangan, sebagian sahabat mengerjakannya setelah waktu Ashar lewat. Dan Nabi tidak menyalahkan itu. Ini hadits dari Abdullah bin Umar yg diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ingat ayat Al Quran ini derajadnya jauh di atas hadits tsb: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS.Al Baqarah:185) Oleh: A Nizami on Oktober 7, 2011 at 8:57 am Balas

Lembar : 14 dari 19

30. terimakasih pak atas informasi yg berharga ini. Oleh: bambangaslee on Oktober 12, 2011 at 7:44 pm Balas 31. zaman sekarang untuk mendapatkan kambing aqiqah sudah tidak sulit lagi, sudah bisa dilihat informasi nya baik melalui online maupun oine. Saya mau tanya bagaimana hukum nya kalau kita menggunakan jasa penyembelih hewan aqiqah untuk anak kita.? Terima Kasih Oleh: Toko Online on Oktober 17, 2011 at 11:42 pm Balas 32. Assalamuallaikum wr. wb saya mau tanya : wajibkah tujuh (7) bulanan orang hamil di laksanakan?? Oleh: Abbee HiLmy on Oktober 20, 2011 at 9:58 pm Balas 33. Waalaikum salam wr wb, @Abbee, tujuh bulanan adalah tradisi. Bukan syariat Islam. Jadi tidak wajib. Oleh: A Nizami on Oktober 21, 2011 at 9:27 am Balas 34. assalamualaikum wr wb pak ustadz saya mau tanya untuk anak laki laki aqiqah kan 2 ekor kambing kalau di cicil boleh tidak? 1ekor untuk 7 hari dan 1 ekor untuk acara khitanan tolong penjelasaanya terima kasih wassalamualaikum wr wb Oleh: yugi on Oktober 26, 2011 at 5:38 am Balas 35. Ass Pak ustadz saya mau tanya umur anak saya sudah 3th,apakah masih bisa d aqiqah,karna waktu dia lahir kami belum mampu untuk melakukan aqiqah.
Lembar : 15 dari 19

Oleh: Rita on November 22, 2011 at 9:59 pm Balas 36. Maaf ustad ada lagi tambahan nya,, Pernah kelurga bertanya pada ustad lain,katanya aqiqah nya udah nggak bisa lagi karna umur nya sudah lewat dr yang di sunah kan nabi,kami jadi ragu ustad,,mohon jawaban dari ustan,,,terima kasih sebelumnya ustad Ass.wr.wb Oleh: Rita on November 22, 2011 at 10:11 pm Balas 37. Hendaknya dalam memahami agama tidak terpaku hanya pada 1-2 hadits saja. Tapi perhatikan sunnah/praktek Nabi dalam beribadah dan juga ayat2 Al Quran. Apalagi sebenarnya banyak hadits2 yg tidak sampai ke kita. Misalnya dari ratusan ribu Hadits yg sampai pada Imam Bukhari, yang sampai ke kita cuma 7.000-an saja. Ini selain karena ada yg dhaif, Imam Bukhari juga khawatir jika terlalu panjang, sulit diperbanyak dan masyarakat tidak bisa membacanya. Ingat, zaman dulu tidak ada mesin foto kopi atau mesin cetak. Buku2 cuma ditulis dengan tangan. Allah tidak menjadikan dalam agama ini kesulitan. (QS. Al-Hajj: 78) Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya Qs. 6 al-Anaam : 152 Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, sabdanya : sesungguhnya Islam itu mudah; dan barang siapa yang memperberatnya, ia akan dikalahkan oleh agamanya Hadis Riwayat Bukhari Dari Ibnu Abbas ra, beliau SAW tidak ingin memberatkan ummatnya. Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW pernah menjama` zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya` di Madinah meski tidak dalam keadaan takut maupun hujan. (HR Muslim 705). Sebagai contoh, shalat wajib itu kan waktunya jelas. Misalnya shalat Subuh pada waktu Subuh dan sholat Ashar pada waktu Ashar. Namun pernah juga Nabi dan Sahabat berhalangan sehingga tidak mengerjakan tepat pada waktunya. Adakah berarti kita harus meninggalkan/tidak mengerjakan sholat sama sekali? Tidak. Nabi dan sahabat tetap mengerjakannya meski di luar waktunya. Dari Abu Rajak dari Auf dari Imran, katanya : Adalah kami pada suatu perjalanan bersama dengan Nabi Saw dan kami berjalan malam hari dan ketika larut malam, tidurlah kami dan tidak ada tidur yang lebih nyenyak dari itu bagi orang musar, tidak ada yang membangunkan kami selain panas matahari. Nabi Saw apabila beliau tidur tidak dibangunkan sampai beliau bangun sendirinya, kami tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam tidurnya. Setelah umar bangun dan dilihatnya apa yang terjadi pada orang banyak (mereka masih tidur sementara matahari telah tinggi) maka umar yang berkepribadian keras lalu bertakbir dan dikeraskannya suaranya membaca takbir
Lembar : 16 dari 19

itu hingga bangunlah Nabi Saw; Setelah Nabi bangun, mereka mengadukan kepada Nabi hal kesiangan mereka; Jawab Nabi : tidak mengapa dan mari kita berangkat ! lalu Nabi berangkat dan setelah berjalan tidak seberapa jauh, Nabi berhenti dan meminta air untuk berwudhu, lalu Nabi berwudhu dan orang banyakpun dipanggil untuk sholat, maka sholatlah Nabi bersama mereka Hadis Riwayat Bukhari Demikian pula puasa bulan Ramadhan itu kan harusnya dilakukan pada bulan Ramadhan. Tapi jika ada halangan, bisa diganti di luar bulan Ramadhan. (Puasa Ramadhan) dalam beberapa hari yang tertentu (Bulan Ramadhan). Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain [Al Baqarah 184] Kalau orang2 yang picik mungkin berkata: Masak Puasa RAMADHAN dikerjakan bukan di bulan RAMADHAN? Namun Allah Maha Bijak dan Maha Baik. Jika ummatnya dalam masalah misalnya sakit atau sedang bepergian, boleh mengerjakan ibadah di luar waktu yang ditentukan. Kalau tidak mengerjakan, berarti dia tidak mengerjakan kewajiban sholat dan puasa. Dosa. Sedang jika dikerjakan meski di luar waktunya, tetap mendapat pahala. Nah aqiqah juga begitu. Jika tidak dikerjakan, berarti anak tsb tetap tergadai statusnya. Memang mau begitu? Oleh: A Nizami on November 24, 2011 at 3:11 pm Balas 38. ass. minta tolong agar diberitahukan bagaimana tata cara atau urutan pelaksanaan aqiqah untuk si anak, apakah harus ada urutan acaranya atau kita hanya mengungang, memberikan makan, potong rambut, dan memberi nama. trimakasih. wassalam. Oleh: naufal on Desember 15, 2011 at 11:18 am Balas 39. Terima kasih atas dakwahnya semoga Allah SWT senantiasa merahmati kita. Amien Oleh: balada on Desember 25, 2011 at 8:43 pm Balas 40. Assalamualaikum. Mohon izin copas, ya. Syukron katsir.

Lembar : 17 dari 19

Oleh: Ashari on Januari 20, 2012 at 1:48 pm Balas 41. assalamualaikum ustad mohon penjelasan, jika seorang anak perempuan belum diaqiqah sampai dia telah menikah maka yg diharuskan meng aqiqahi itu suaminya atau orang tuanya atau dirinya sendiri? kemudian karena sudah menikah tsb apakah boleh daging aqiqahnya disumbangkan semua ke panti asuhan. terima kasih wassalamualaikum Oleh: ye y on Februari 6, 2012 at 3:19 pm Balas 42. terima kasih banyak, setelah membaca blog ini saya menjadi lebih mengerti tentang aqiqah.untuk sementara beum ada pertanyaan. Oleh: husin abdul on April 26, 2012 at 6:31 pm Balas 43. asalamualaikum pa ustad. alhamdulillah saat ini saya sedang hamil 8bulan, rencana melahirkan adalah di Kota suami Sukabumi, sedangkan saya tinggal di bandung. yang jadi pertanyaan saya, bolehkah aqiqah dan cukur dilakukan ditempat berbeda dan waktu berbeda ? rencana, cukur hari ke 7 di Sukabumi, sedangkan aqiqah (bila memungkinan) hari ke 21 di bandung. tapi bila kondisi belum memungkinkan pulang ke bandung, maka aqiqah pada hari sekitar ke 40 terimakasih sebelumnya Oleh: dian on Mei 9, 2012 at 11:56 am Balas 44. apakah diperbolehkan aqiqah dengan sapi? karena anak pertama dan anak kedua di aqiqahi bersamaan? terimakasih. Oleh: nur rohim on Mei 15, 2012 at 10:17 pm Balas 45. assalamualaikum.wr.wb saya ingin bertanya ,,saya butuh jawaban secepatnya apa benar akikah anak baru bisa di lakukan jika orang tuanya sudah di akikah juga ??

Lembar : 18 dari 19

Oleh: barri on Juni 16, 2012 at 12:26 am Balas 46. Jika seseorang belum di aqiqohi sampai orang tersebut meninggal, apakah boleh orang yang sudah meninggal tersebut di aqiqohi, hukumnya bagaimana, apakah ada hadistnya ..? Trimakasih. Oleh: Umi widayati on September 13, 2012 at 1:54 pm Balas 47. Assalamualaikum. Belum lama kami menjalani pngobatan alternatif untuk anak kami yg mengalami keterlambatan bicara pada seorang dokter plus. dia mengatakan bhwa anak kami masih tergadaikan (belum di aqiqahkan) padahal kami telah mengaqiqahkan nya pada hari ke-7 setelah kelahirannya, mencukur rambutnya dan menyedekahkan uang(senilai emas) seberat timbangannya, dan memberinya nama yang baik. Kata dokter plus tsb aqiqah kami salah dalam rukun dan tata caranya, maka harus diulang. dia menambahkan dalm plaksanaan qiqah ada sholat aqiqah 2 rakaat yg dilakukan kedua orang tuanya dan darah hewan yg dipotong dicecerkan di tanah, serta keluarga (orang tua) tidak boleh ikut memakan daging aqiqah tersebut. setelah membaca keterangan di atas insyaAllah dapat menambah keimanan kami kepada Allah SWT, dan meyakini apa yg telah kami lakukan adalah benar sesuai ajaran RosulMuhammad saw Syukron. Oleh: yudis on September 21, 2012 at 1:42 am Balas 48. kalo daging aqiqah untuk perasmanan hukum ny gmn? mohon jawaban ny?? Oleh: indra lesmana on Oktober 5, 2012 at 7:02 pm Balas 49. Aqiqah untuk anak laki-laki 2 ekor kambing, apakah bisa aqiqah untuk anak laki-laki tersebut dicicil satu per satu? bagaimana hukumnya dalam Islam. Terima kasih Oleh: Metatik on Oktober 9, 2012 at 8:44 am
Lembar : 19 dari 19