Anda di halaman 1dari 21

MATA KULIAH GIZI DALAM KESPRO GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA DEWASA

DISUSUN OLEH : 1. DESI ARISANTI 2. DESI SUPIANTI 3. ERI SURYANI 4. FIFI WIDIASMIATI 5. ERWINA SUSANTI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU JURUSAN KEBIDANAN PROGSUS SELUMA 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya. Sehingga penyusun mampu menyelesaikan penulisan makalah mata kuliah Promosi Kesehatan yang berjudul Gizi Seimbang Bagi Remaja Dewasa ini dengan baik tanpa suatu kendala yang berarti. Dengan selesainya makalah ini penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1. Dosen pembimbing yang telah sedikit banyak memberi materi tentang Gizi Seimbang Bagi Remaja Dewasa 2. Anggota kelompok yang telah bekerja sama menyelesaikan makalah ini dengan baik. Meskipun makalah ini disusun sedemikian rupa dengan usaha semaksimal mungkin, namun penulis menyadari masih ada kekurangan dan kelemahanya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kami sebagai penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Bengkulu, 26 September 2013

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gizi adalah suatu ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya. Dalam kaitannya dengan hal tersebut yaitu makanan. Makanan diperlukan oleh tubuh untuk menyediakan energi, membangun struktur tubuh, memelihara jaringan tubuh, serta mengatur prose-proses dalam tubuh. Tetapi, sekarang kata gizi mempunyai pengertian lebih luas, disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang, karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja. Oleh karna itu, di Indonesia yang sekarang sedang membangun, faktor gizi disamping faktor-faktor lain dianggap penting untuk memacu pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia berkualitas. Kebutuhan gizi pada anak remaja lebih tinggi di bandingkan usia anak kecil. Namun kebutuhan gizi pada remaja laki-laki dengan remaja perempuan tentu berbeda. Hal ini di sebabkan oleh adanya pertumbuhan yang pesat, kematangan seksual, perubahan komposisi tubuh, mineralisasi tulang dan perubahan aktivitas fisik. Meskipun aktivitas fisik tidak meningkat, tetapi total kebutuhan energi akan tetap meningkat akibat pembesaran ukuran tubuh. Kebutuhan nutrisi yang meningkat pada masa anak remaja adalah energi, kalsium, besi dan zinc.

BAB II PEMBAHASAN A. Hubungan Status Gizi dengan Menstruasi 1. Menarke Menarke adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khaskedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi remaja wanita sangat memengaruhi terjadinya menarke baik faktor usia terjadinya menarke, adanya keluhan-keluhan selam menarke maupun lamanya hari menarke. Secara psikologis wanita remaja yang pertama sekali mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri, kurang nyaman, dammengeluh perutnya terasa begah. Tetapi beberapa remaja keluhankeluhan tersebut tidak dirasakan. Hal ini dipengaruhi nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi, selain olahraga yang teratur (Brunner, 1996). Hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya menarke adalah pestrogen dan progesteron. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid, sedangkan progesteron berpengaruh pada uterus yaitu dapat mengurangi kontraksi,selam siklus haid. Agar menarke tidak menimbulkan keluhankeluhan, sebaiknya remaja wanita mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi dikatakan baik, apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat, mineral, maupun air digunakan oleh tubuh secara keseluruhan (Krummel, 1996) Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini dapat berdampak pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarke belum ada yang melakukan penelitian. Sebagai bahan perbandingan dibawah ini akan diuraikan tentang asupan energi total dan keragaman komponene diet.

Asupan energi bervariasi sepanjang siklus haid, terjadi peningkatan asupan energi pada fase luteal dibandingkan fase folekuler. Peningkatan konsumsi energi premenstruasi dengan ekstra penambahan 87-500 Kkal/hari. Kesimpulannya bahwa estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunanterhadap nafsu makan (Krummel,1996). Identifikasi jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan perubahan asupan energi belum didapatkan data yang pasti. Ada yang berpendapat karbohidat merupakan sumber asupan kalori selama fase luteal, yang lain berp[endapat bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selama fase luteal. Selain itu juga ada yang berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan meningkat pada fase luteal. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan asupan makanan atau energi (Krummel, 1996). Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara mengkonsumsi makanan seimbah karena sangat dibutuhkan pada saat haid, terbukti pada saat haid tersebut terutama pada fase luteal yang terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi. Apabila hal ini diabaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan selama siklus haid. 2. Menstruasi Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualittatif, dianggap memengaruhi siklus menstruasi dan penempilan reproduksi. Tetapi timbul pertanyaan seberapa sering faktor diet dipandang sebagai penyebab timbulnya amenore, masih jarang penelitian yang menggunakan diet sebagai metoda perlakuan, dan uraiannya sering tidak lengkap atau tumpang tindih. Siklus menstruasi dipengaruhi bukan saja oleh diet vegetarian tetapi diet yang bervariasi dalm hal lemak, serat dan nutrien lainnya (Krummel, 1996). 3. Diet Vegetarian Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon seks telah diteliti, 9 orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging, ternyata fase folekuler memanjang, rata-rata 4.2 hari juga FSH meningkat, E2 menurun

secara signifikan. Sebaliknya 16 orang diet biasa beralih ke diet yang kurang daging selama dua bulan mengalami pemendekan fase folikuler, rata-rata 3.8 hari, mengalami penurunan frekuensi puncak LH dan peningkatan kadar LH. Setelah mengalami dua kalinjeksi LHRH, terjadi hubungan antara diet dengan fungsi menstruasi. Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi peningkatan frekuansi gangguan siklus menstruasi. Prevalensi ketidakteraturan menstruasi 26.5% pada vegetarian dan 4.9% pada nonvegetarian. 4. Diet Rendah Lemak Hasil penelitian pada diet rendah lemak dibanding tinggi lemak, ternyata pada diet tinggi lemak tidak memberikan perbedaan kadar hormon dalam plasma dan urin, kesimpulannya tidak mempunyai pengaruh pada kadar hormon seks. Sedangkan pada diet rendah lemak akan menyebabkan tiga efek utama, yaitu panjang siklus menstruasi meningkat rata-rata 1.3 hari, lamanya waktu menstruasi meningkat ratarata 0.5 hari, dan fase folekuler meningkat rata-rata 0.9 hari. Dengan demikian maka bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat dari memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler. Sindrom premenstrual adalah kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang setelah haid keluar. Gejala utama meliputi sakt kepala, letih, sakit pinggang, pembesaran dan sakit pada payudara dan perasaan begah pada perut. Tindakan yang dilakukan untuk menangani kasus sindrom premenstrual adalh menganjurkan perubahan diet selain menambah suplemen nutrisi, walaupun tidak secara khusus jenis nutrisisnya apa. Secara umum anjuran diet meliputi pembatasan, gula, garam, daging, lemak hewani, alkohol, kopi, dan rokok. Sedangkan yang perlu ditambah komsumsinya adalah jenis ikan, unggas, roti, kacangkacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau dan sereal (Krummel, 1996).

Kebanyakan klien sindrome premenstrual mengkonsumsi susu dan produknya sebanyak lima kali lipat untuk gula halus. Denan mengkonsumsi rendah lemak, dan tinggi karbohidrat akan mengurangi pembengkakan payudara. Sedangkan konsumsi tinggi karbohidrat dan rendah protein dapat memperbaiki gangguan perasaan yang tidak nyaman, hal ini berhubungan dengan pembentukan seretonin di dalam otak. B. Hubungan Status Gizi dengan Menarche 1. Pengertian a. Status Gizi Status gizi adalah merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia. Selanjutnya, Mc. Laren menyatakan bahwa status gizi merupakan hasil keseimbangan antara zat-zat gizi yang masuk dalam tubuh manusia dan penggunaannya Gizi atau nutrisi, merupakan ilmu yang mempelajari perihal makanan serta hubungannya dengan kesehatan. Ilmu pengetahuan tentang gizi (nutrisi) membahas sifat-sifat nutrient (zat-zat gizi) yang terkandung dalam makanan, pengaruh metaboliknya serta akibat yang timbul bila terdapat kekurangan (ketidakcukupan) gizi. Zat-zat gizi tidak lain adalah senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam makanan yang pada gilirannya diserap dan digunakan untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita. Pertumbuhan normal tubuh memerlukan nutrisi yang memadai, kecukupan energi, protein, lemak dan suplai semua nutrien esensial yang menjadi basis pertumbuhan. Pertumbuhan remaja di negara yang sedang berkembang membutuhkan perhatian khusus pada nutrien vitamin A, seng atau protein selain kebutuhan energi yang adekuat. Berbeda dengan di negara barat, di sana dilakukan fortifikasi pada produk makanannya sehingga jarang ditemukan defisiensi nutrient.

Zat-zat nutrien dibagi dalam dua golongan besar yakni makro nutrien (zat gizi makro) dan mikro nutrien ( zat gizi mikro). Zat gizi makro merupakan komponen terbesar dari susunan diet serta berfungsi menyuplai energi dan zat-zat gizi esensial yang berguna untuk keperluan pertumbuhan sel atau jaringan, fungsi pemeliharaan maupun aktivitas tubuh. Kelompok rentan gizi adalah suatu kelompok didalam masyarakat yang paling mudah menderita gangguan kesehatannya atau rentan karena kekurangan gizi. Pada kelompok-kelompok umur tersebut berada pada suatu siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain. Kelompok-kelompok rentan gizi ini terdiri dari : a. Kelompok bayi : 0-1 tahun b. Kelompok dibawah 5 tahun (balita) : 1-5 tahun c. Kelompok anak sekolah : 6-12 tahun d. Kelompok remaja : 13-20 tahun e. Kelompok ibu hamil dan menyusui. f. Kelompok usia lanjut Parameter status gizi adalah ukuran yang menjadi patokan dalam menentukan status gizi seseorang. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan dalam menilai status gizi seseorang, salah satunya adalah dengan pengukuran tubuh manusia yang dikenal dengan antropometri. Antropometri telah lama dikenal sebagai indikator masyarakat Table 2.1 Parameter Angka Kecukupan gizi 2004 bagi orang Indonesia No Kelompok Umur Berat Badan (kg) Tinggi badan (cm) untuk penilaian status gizi perorangan maupun 1) Parameter Status Gizi

1 0-6 bulan 6 60 2 7-12 bulan 8.5 71 3 1-3 tahun 12 90 4 4-6 tahun 17 110 5 7-9 tahun 25 120 Laki-laki 6 10-12 tahun 35 138 7 13-15 tahun 46 150 8 16-18 tahun 55 160 9 19-29 tahun 56 165 10 30-49 tahun 62 165 11 50-64 tahun 62 165 12 60+ tahun 62 165 Wanita 13 10-12 tahun 37 145 14 13-15 tahun 48 153 15 16-18 tahun 50 154 16 19-29 tahun 52 156 17 30-49 tahun 55 156 18 50-64 tahun 55 156 19 60+ tahun 55 156 Pengukuran status gizi yang digunakan menurut WHO-NCSH 2) Istilah status Gizi 1. BB/U: Gizi lebih > 2.0 SD baku WHO-NCHS Gizi baik -2.0 s.d. +2.0 SD Gizi kurang <- 2.0 SD Gizi Buruk <-3.0 SD 2. TB/U Normal >= -2.0 SD baku WHO-NCHS Pendek (stunted) < -2.0 SD Remaja dapat dibagi menjadi tiga sub fase yaitu : 1. Early adolescent (11 14 th) 2. Middle adolescent (15 17 th) 3. Late adolescent (18 20) Peristiwa yang paling penting pada usia remaja adalah pubertas, karena pubertas muncul dan berkembang pada rentang

usia yang berbeda menurut jenis kelaminnya. Sangat sulit untuk membuat kategori pubertas secara kronologis karena itu untuk mendapat pola individu yang konsisten digunakan istilah tingkat perkembangan pubertas tanpa melihat usia. Tingkat perkembangan pubertas dibagi dalam tingkat awal, menengah dan lanjut. Gambaran perkembangan remaja memperlihatkan hubungan yang lebih erat dengan tingkat perkembangan pubertas atau tingkat
maturitas kelamin (TMK). Tabel TMK yang sering digunakan adalah tabel Tanner yaitu :

Table 2.2 Klasifikasi Tingkat Maturitas Kelamin Anak Perempuan TM K 1 2 3 4 Rambut Pubis Buah Dada

Praremaja Praremaja Jarang, berpigmen sedikit, lurus Menonjol seperti bukit kecil, atas medial labia Lebih hitam, mulai ikal, jumlah bertambah Kasar, keriting, banyak tapi belum sebanyak dewasa Bentuk segitiga seperti pada perempuan dewasa tersebar areola melebar Mammae dan areola membesar, tidak ada kontur pemisah Areola dan papila membentuk bukit kedua Matang, papila menonjol, areola sebagai bagian kontur buah dada

sampai medial paha b. Menarche Menarche adalah sebuah tanda dimana seorang remaja putri beranjak dewasa dan sudah siap menjadi seorang wanita seutuhnya dimana semua organ intim remaja putri tersebut telah siap untuk suatu system reproduksi (menghasilkan keturunan). Umur menarche yang semakin menurun ini dapat menyebabkan masalah remaja misalnya kehamilan diluar nikah. Berdasarkan uji statistik, variabel antara genetik (status menarche ibu) dengan status menarche responden dan keterpaparan media elektronik orang dewasa dengan status menarche responden mengalami hubungan bermakna. Saran bagi sekolah adalah perlu

dibentuknya program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) atau penyuluhan yang berkala mengenai kesehatan repoduksi dan faktorfaktor yang mempengaruhi menarche serta dapat mengikutsertakan orang tua siswi, khususnya ibu, agar mereka dapat memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan respoduksi khususnya menarche, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan si anak melalui pergaulan bebas tidak terjadi. Masa remaja awal (TMK 2) pada anak perempuan biasanya antara usia 10 13 tahun berlangsung selama 6 bulan 1 tahun. Pada anak laki-laki awal tumbuh usia 10,5 15 tahun yang berlangsung antara 6 bulan 2 tahun. Masa remaja menengah (TMK 3 4) anak perempuan timbul pada usia 11 14 tahun berlangsung sampai 2 3 tahun. Pada anak laki-laki usia 12 15,5 tahun berlangsung antara 6 bulan 2 tahun. Masa remaja lanjut (TMK 5) anak perempuan ratarata usia 13 17 tahun dan anak laki-laki usia 14 16 tahun. 2. Hubungan Status Gizi dengan Menarche Menarche adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menarhe baik dari faktor usia terjadinya menarhe, adanya keluhan-keluhan selama menarhe maupun lamanya hari menarhe. Secara psikologis wanita remaja yang pertama sekali mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri, kurang nyaman, dan mengeluh perutnya terasa begah atau tegang. Tetapi pada beberapa remaja keluhan-keluhan tersebut tidak dirasakan, hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi, selain olahraga yang teratur Nutrisi mempengaruhi kematangan seksual pada gadis yang mendapat menstruasi pertama lebih dini, mereka cenderung lebih berat dan lebih tinggi pada saat menstruasi pertama dibandingkan dengan mereka yang belum menstruasi pada usia yang sama. Sebaliknya pada gadis yang menstruasinya terlambat, beratnya lebih ringan daripada yang sudah menstruasi pada usia yang sama, walaupun tinggi badan (TB) mereka

sama. Pada umumnya, mereka menjadi matang lebih dini akan memiliki body mass index (indeks masa tubuh, IMT) yang lebih tinggi dan mereka yang matang terlambat memiliki IMT lebih kecil pada usia yang sama. Rumus perhitungan IMT adalah sebagai berikut : IMT = Berat badan (Kg) Tinggi badan(m) x tinggi badan(m) Table 2.3 Kategori ambang batas IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut : status gizi kategori IMT kurus kurang BB tingkat berat < 17.0 kurang BB tingkat ringan 17.0 18.5 normal > 18.5 25.0 gemuk kelebihan BB tingkat ringan >25.0 27.0 kelebihan BB tingkat berat >27.0 Peristiwa yang paling dinamik adalah timbulnya menarche pada anak perempuan yang rata-rata terjadi pada umur 12,5 tahun (pada kultur barat). Peristiwa menarhe sangat erat hubungannya dengan masa puncak kurva kecepatan penambahan tinggi badan. Masa ini ditentukan oleh berbagai faktor, tetapi yang terpenting adalah faktor genetik. Sangat erat hubungan antara umur menarhe ibu dengan putrinya, dan lebih erat lagi antar umur menarhe perempuan bersaudara. Faktor lain yang berperan penting adalah status gizi, gadis gemuk akan mendapat menarhe lebih awal daripada yang kurus. Semua penyakit kronik yang menggangu status gizi atau oksigenasi jaringan akan memperlambat pola maturasi pubertas, terutama waktu menarche. Pubertas dianggap terlambat jika gejala-gejala pubertas baru datang antara umur 14-16 tahun. Biasanya tidak ada kelainan yang mencolok, pubertas terlambat saja, dan kemudian perkembangan berlangsung secara biasa. Pubertas tarda dapat disebabkan oleh faktor herediter, gangguan kesehatan, dan kekurangan gizi. Maka dengan peningkatan kesehatan, gejala pubertas tarda dapat sembuh dengan

spontan. Yang dinamakan menarhe tarda ialah menarhe yang baru datang setelah 14 tahun. Kalau menarhe belum datang pada umur 18 tahun, dapat diberi diagnosis amenorhea primer, dan perlu dicari etiologinya. C. Gizi Seimbang Bagi Usia Lanjutan Dan Menopause 1. Gizi Seimbang Bagi Usia Lanjutan Dan Menopause Pengertian Gizi Seimbang mengandung dua makna penting yakni : Makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung zat-zat tenaga, pembangun, pengatur sesuai kebutuhan tubuhnya. Anggota masyarakat yang tergolong Usia Lanjut dan Menopause adalah mereka yang telah menjalani lebih dari setengah dari masa hidupnya dan berumur diatas 59 tahun. Namun demikian bagi orang yang belum berumur 60 tahun, perlu menghindari agar meminimalkan resiko yang akan terjadi, dan tetap sehat, produktif serta tidak sesuai dengan pesan-pesan gizi seimbang. Angka usia harapan hidup rata-rata pada golongan Usia Lanjut meningkat dari 50-54 tahun pada tahun 1980 menjadi 63-67 tahun pada tahun 1995. Walaupun mereka tidak lagi memiliki kondisi fisik sekuat seperti golongan usia muda yang berumur antara 20-40 tahun, namun mereka memerlukan juga makanan bergizi seimbang agar tetap sehat, produktif dan ceria didalam menghadapi masa usia senja. Kebutuhan energi pada usia lanjut menurun dengan bertambahnya usia, tetapi usia lanjut memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat dalam jumlah yang seimbang. Untuk membantu Usia Lanjut dan Menopause menyadari akan pentingnya pengaturan makanan dengan gizi seimbang, dibawah ini beberapa pesan yang perlu diperhatikan : 1) Makanlah aneka ragam makanan 2) Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi

3) Batasi konsumsi lemak dan min yak sampai seperempat dari kecukupan energi 4) Makanlah makanan sumber zat besi 5) Biasakan makan pagi 6) Minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya 7) Lakukan kegiatran fisik dan olahraga secara teratur a. Keadaan kesehatan lansia dan menopause Status kesehatan lansia tidak boleh terlupakan karena berpengaruh dalam penilaian kebutuhan akan zat gizi. Ada lansia yang bergolong sehat, dan ada pula yang mengidap penyakit kronis. Di samping itu, sebagian lansia masih mampu mengurus diri sendiri, sementara sebagian lain sangat bergantung pada belas kasihan orang lain. Kebutuhan zat gizi mereka yang tergolong aktif biasanya tidak berbeda dengan orang dewasa sehat. Penuaan tidak begitu berpengaruh terhadap kesehatan mereka. b. Perubahan psikologis akibat penuaan Usia tua hamper selalu dating bersama dengan kesengsaraanfisik,psikis,social, dan ekonomi. Kekuatan, ketahanan dan kelunturan otot rangkaberkurang. Akibatnya, kepala dan leher terfleksi ke depan, sementara ruas tulang belakang mengalami pembengkokan (kifosis), panggul dan lutut juga terfleksi sedikit. Keadaan tersebut menyebabkan postur tubuh terganggu. Kemunduran dan kelemahan yang diderita oleh lansia dapat dilihat pada table 16 dibawah ini. c. Perubahan pada saluran pencernaan Data mengenai keterpengaruhan system saluran cerna akibat ketuaan sangat terbatas karena kemampuan penyesuaian diri system pencernaan tidak mengaruhi fungsinya. d. Rongga mulut Bagian dalam rongga mulut yang lazim terpengaruh adalah gizi,gusi,dan ludah. Tanggalnya gigi bukan hanya disebabkan oleh

ketuaan, tetapi juga dikondisikan oleh pemeliharaan yang tidak baik. Ketidak bersihan mulut menyebabkan gigi dan gusi kerap terinfeksi. Selain itu, sekresi air ludah berkurang sampai kira-kira 75% sehingga mengakibatkan pengeringan rongga mulut, dan berkemungkinan menurunkan cita rasa. e. Esofagus Penuaan esophagus berupa pengerasan sfingter bagian bawah sehingga sukar mengendur (relaksasi) dan mengakibatkan esophagus melebar (presbyesofagus). Keadaan ini memperlambat pengosongan esophagus, dan tidak jarang terlanjut sebagai hernia hiasal. Gangguan menelan biasanya berpangkal pada daerah presofagus, tepatnya didaerah orofaring. Penyebabnya tersembunyi dalam system saraf sentral atau akibat gangguan neuron uskuar. Seperti jumlah sanglion yang menyusut sementara lapisan otot polos menebal. Dengan menometer akan tampak tanda perlambatan pengosongan esophagus. f. Lambung Lapisan lambung lansia menipis. Di atas usia 60 tahun, sekresi HCI dan pepsin berkurang. Dampaknya, penyerang vitamin B12 dan zat besi menurun. g. Usus Berat total usus halus (di atas usia 40) berkurang, meskipun penyerapan zat gizi pada umumnya masih dalam batas normal, kecuali kalsium (di atas usia 60 tahun) dan zat besi. h. Perubahan pada sistem endokrin Terjadi perubahan dalam kecepatan dan jumlah sekresi, respons terhadap strimulasi dan struktur kelenjar endokrin. Talbert (1977) menemukan bahwa di atas usia 60 tahun sekresi testosterone akan menurun. Goldfard (1979) menyatakan bahwa produksi estrogen dan progesterone pada usia di atas juga menurun.

i. Perubahan pada sistem pernafasan Diameter antroposterior paru membesar sehingga menimbulkan barrel chest pengapuran tulang rawar menyebabkan kelenturan tulang iga berkurang. Di samping itu, osteoporosis yang progresif dan kifosis menyebabkan gangguan kelenturan (fleksibilitas) paru yang selanjutnya menurunkan kapasitas vital. Saksus paru membesar, sementara dindingnya menipis, untuk kemudian bersatu sama lain membentuk sakus baru yang lebih besar. Semua perubahan ini berujung pada penurunan fungsi paru, dan tampak sebagai emfisema pada kiise foto rontgen. j. Perubahan pada sistem kardiovaskular Perubahan yang terkait dengan ketuaan sulit di bedakan dengan perubahan yang diakibatkan oleh penyakit. Pembesaran bilik kiri jantung disertai oleh fibrosis dan sclerosis di endokardium. Katub mitral mengeras (fibrosis dan kalsifikasi). Jumlah jaringan ikat meningkat sehingga efisiensi fungsi pemompaan jantung berkurang. Pembuluh darah besar, terutama aorta, menebal dan menjadi fibrosis. Pengerasan ini, selain mengurangi aliran darah dan meningkatkan kerja bilik kiri jantung, sehingga mengakibatkan ketidak efensienan baroreseptor (tertanam pada dinding aorta, arteri pulmonalis, sinus karotikus, dan buluh darah di daerah dada), mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatur tekanan darah. 2. Perlunya Gizi Seimbang Untuk mengtahui apakah usia lanjut telah tercukupi kebutuhan energi dapat dilihat dari berat badannya. Konsumsi energi yang terlalu banyak akan menyebabkan usia lanjut menjadi gemuk, sebaiknya konsumsi energi yang kurang akan menyebabkan usia lanjut menjadi kurus. Konsumsi energi yang baik bagi usia lanjut adalah konsumsi energi yang tidak berlebihan tetapi juga tidak kekurangan. Hal tersebut penghitungan Indeks Masa Tubuh.(IMT), yaitu :

Berat badan (Kg) Tinggi badan (mt) x tinggi badan (my) Konsumsi minyak dan lemak juga perlu dibatasi khususnya yang berasal dari bahan hewani seperti : otak, kuning telur, hati, limpa, jantung, jenis kerang dan udang serta mentega dan keju. 3. Masalah Gizi Pada Usia Lanjut Kondisi fisik dan organ tubuh golongan usia lanjut mengalami penurunan seperti : bagian perut dan saluran pencernaan, koordinasi otototot dan syaraf aspek psikologik dan fungsi anggota tubuh lainnya. Di samping hal-hal di atas, kebutuhan gizi golongan usia lanjut juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit yang seringkali diderita, misalnya: a. Tekanan darah tinggi, jantung koroner, kencing manis b. Pengeroposan tulang kadang menjadi rapuh dan mudah patah c. Rematik d. Gangguan gizi lebih ata gizi kurang termasuk anemi gizi e. Infeksi paru-paru menahun brocho-pneumonia Jika satu atau lebih dari gangguan di atas di temukan maka golongan usia lanjut perlu mendapatkan makanangizi seimbang yang berbea dengan mereka yang tergolong sehat. a. Gizi pada usia lanjut dan menopause Manusia lanjut usia (MANULA) di masukan kedalam kelompok rentan gizi meskipun tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan badan, bahkan sebaiknya sudah terjadi involusi dan degenerasi jaringan dan sel-selnya. Timbulnya kerentanan terhadap kondisi gizi di sebabkan kondisi fisik, baik anatomis maupun fungsionalnya. Gigi-geligi MANULA mungkin sudah banyak yang rusak bahkan copot, sehingga memberikan kesulitan dalam mengunyah makanan. Maka makanan harus diolah sehingga tidak perlu digigit atau dikunyah keras-keras. Makanan yang dipotong kecil-kecil, lunak dan mudah di

telan akan sangat membantu para MANULA dalam mengkonsumsi makanannya. Fungsi alat pencernaan dan kelenjar-kelenjarnya juga sudah menurun, seg=hingga makanan yang mudah dicerna dan tidak memberatkan fungsi kelenjar pencernaan,. Makanan yang tidak banyak mengandung lemak,pada umumnya lebih mudah dicerna, tetapi harus cukup mengandung protein dan karbohidratr. Kadar serat yang tidak dicerna jangan terlalu banyak, tetapi harus cukup tersedia untuk melancarkan peristalsis dan dengan demikian melancarkan pula defaecatie, dan menghindarkan obstipasi, factor lain yang mengganggu kondisi gizi MANULA secara tidak langsung ialah kondisi psychis yang labil menjadi sangat sensitip. Kondisi ini akan memberikan kesulitan kepda mereka yang mengurusnya. Manula demikian akan banyak rewel mengenai makanan yang sediakan untuknya, bahkan tidak mau makan karena apa yang dihidangkannya tidak berkenan dihatinya. Patut diingat kembali bahwa keperluan enersi MANULA sudah menurun, jadai jangan disediakan seperti masih belum berusia lanjut. Ada baiknya bila mereka dijaga jangan sampai menjadi kegemukan, karena akan lebih menderita berbagai kelainan atau penyakit gizi yang berhubungan dengan kondisi obesitas tersebut. Frekuensi penyakit diabetes mellitus, cardiovascular diseases terdapat meningkat pada kelompok MANULA yang umum sangat ditakuti ialah kemungkinan meningkat untuk mendapat penyakit kanker. Persoalan akan lebih banyak, bila MANULA hidup sendiri, tidak ada orang yang khusus mengurusnya. Untunglah bahwa kebiasaan di Indonesia MANULA ikut hidup bersama anak atau cucunya, sehingga dapat di perhatikan dan di urus sebagaimana mestinya. Seorang anak akan merasa malu bila ia dapat hidup cukup, sedangkan orang tuanya yang sudah tergolong MANULA hidup sendiri apa lagi kalu sampai terlantar tak ada yang mengurus dengan baik.

D. Menu Seimbang untuk Dewasa MENU PAGI NASI goreng (175 Gram) + minyak ( 5 gram ) Tempe ( 50 Gram ) + ( 2 gram minyak ) Ayam goreng ( 50 Gram ) + ( 3 gram minyak ) Pecel ( 100 gram ) Apel ( 200 gram ) Air putih Total 575 kkal Snack pagi pastel basah ( 165 gram ) MENU SIANG NASI kuning ( 150 Gram ) Tempe ( 50 Gram ) + 2 gram minyak Rendang sapi ( 25 gram ) + 5 gram minyak Tumis sawi putih ( 100gram ) + 3 gram minyak Jeruk ( 100 gram ) Jus ( 10 gram gula ) Snack siang keripik kentang ( 165 gram ) Total 435 kkal MENU MAKAN MALAM Nasi putih ( 75 Gram ) Tempe ( 50 Gram ) + 2 gram Ayam kecap ( 25 Gram ) + 2 gram minyak Cap jay ( 100 gram ) + 1 gram minyak Melon ( 100 gram ) Tea ( 10 gram gula ) Total 360 kkal Total keseluruhan (menu makanan sehari ) 1700 kkal

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan tentang konsep dasar gizi untuk orang dewasa dapat disimpulkan bahwa manusia dewasa membutuh kan banyak sekali asupan gizi yang seimbang. Jika tersebut dapat terpenuhi makan akan membantu orang tersebut dalam menjalan kan hidup sehat dan terjauh kan dari penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan kelebihan gizi. B. Kritik Dan Saran Kami merasa peda makalah kami banyak kekurangan , karena kurangnya referensi dan pengetahuan pasa saat pembuatan makalah ini, kami sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun pada pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi. Demikian makalah ini kamu buat untuk menambah pengetahuan dan informasi yang benar guna mendapat kan apresiasi yang isa digunakan untuk perbaikan demi kepentingan bersama,sekian dan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA http://siebidhah911.blogspot.com/2012/06/gizi-untuk-kesehatan-reproduksiremaja.html http://www.lusa.web.id/gizi-seimbang-pada-remaja-dan-dewasa/ http://dianacamaliyaa.blogspot.com/p/masalah-gizi-pada-remaja-dan-dewasa.html