Anda di halaman 1dari 15

PENDIDIKAN IPS DI SD

ANALISIS KURIKULUM IPS DI SD

KELOMPOK 2
SRI WAHYUNI WAHAB ULAN SARI IRVINA SUSANTI DIANA NASIR SINAR RASMAWATI 1147040695 1147040681 1147040694 1147040 1147040 1147040

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wataala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul MENGANALISIS KURIKULUM IPS DI SD. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan IPS di SD. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Makassar, 6 Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I. Pendahuluan
a. Latar Belakang b. Rumusan Masalah c. Tujuan

BAB II. Pembahasan


a. b. c. d. e. f. Pengertian, Peranan dan Fungsi Kurikulum Landasan, Prinsip dan Unsur-Unsur Kurikulum Perbedaan antara Kurikulum Lama dan Kurikulum Baru Upaya Pembaharuan Pendidikan IPS di Indonesia Tujuan Kurikulum IPS di SD Analisis Kurikulum IPS

BAB III. Penutup a. Kesimpulan b. Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Perkembangan Kurikulum SD mulai Tahun 1964, 1968, 1975, 1984, 1986, 1994, 2004 hingga Kurikulum 2006 (KTSP) pada mata pelajaran IPS. Selintas sejarah yang melatarbelakangi perkembangan kurikulum di tanah air. Perkembangan kurikulum secara nasional tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan dari dulu hingga sekarang. Guru sebagai fasilitator pembelajaran hendaknya memahami dengan jelas apa itu kurikulum, peran serta fungsinya, karena kurikulum sangat penting dalam pembangunan dan pelestarian suatu negara, dan dipandang sebagai alat yang paling ampuh untuk membina generasi muda itu artinya bahwa kaitannya sangat erat dengan masa depan bangsa.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dihadapi yaitu: 1. Apakah pengertian, peranan dan fungsi kurikulum? 2. Apa landasan, prinsip dan unsur kurikulum? 3. Apa perbedaan antara kurikulum lama dan baru? 4. Bagaimana upaya pembaharuan pendidikan IPS di Indonesia? 5. Apa tujuan kurikulum IPS di SD ?
C. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu: 1. Untuk mengetahui pengertian, peranan dan fungsi kurikulum 2. Untuk mengetahui landasan, prinsip dan unsur kurikulum 3. Untuk mengetahui perbedaan antara kurikulum lama dan baru 4. Untuk mengetahui upaya pembaharuan pendidikan IPS di Indonesia 5. Untuk mengetahui apa tujuan kurikulum IPS di SD

BAB II PEMBAHASAN

A.

Pengertian, Peranan dan Fungsi Kurikulum

1. Pengertian Kurikulum Dari segi bahasa, kurikulum berasal dari bahasa Latin, curriculum yang semula berarti a running course or race course, yaitu suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari atau kereta dalam perlombaan, dari awal hingga akhir. Selain itu kata kurikulum juga terdapat dalam bahasa Prancis,courier yang artinya to run yang berarti berlari. Dari akar kata tersebut terlihat bahwa kurikulum adalah suatu istilah yang berhubungan dengan kegiatan olahraga atau atletik, yaitu jarak yang harus ditempuh dalam suatu perlombaan berlari. Pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidang pendidikan dengan arti sejumlah mata pelajaran pada peguruan tinggi. Di dalam kamus tersebut (Webster), kurikulum diartikan dalam dua macam, yaitu: a. Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari murid di sekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu. b. Sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu departemen. Menurut pandangan lama, kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah. Sedangkan menurut pandangan baru ialah Kurikulum merupakan seperangkat/sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Sistem diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, dipandang sistem terhadapa kurikulum, artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan, sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan. 2. Peranan kurikulum Kurikulum sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi pendidikan para siswa. Ada tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting, yaitu: a. Peranan Konservatif Peranan yang dimana salah satu tanggung jawab kurikulum adalah mentranmisikan dan mentafsirkan warisan sosial kepada generasi muda. Dengan demikian, sekolah sebagai suatu lembaga sosial yang

dapat mempengaruhi dan membina tingkah laku para peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat.

b. Peranan Kritis dan Evaluatif Kebudayaan senantiasa berubah dan bertambah, sekolah tidak hanya mewariskan kebudayaan yang adamelainkan juga menilai, memilih unsur-unsur kebudayaan yang akan diwariskan! Dalam hal ini kurikulum berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan pada unsur berfikir kritis. c. Peran Kreatif Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam arti mencipta dan menyusun yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat. 3. Fungsi Kurikulum Disamping kurikulum memiliki peranan, juga kurikulum mengemban atau memiliki atau mengemban berbagai fungsi. Berkaitan dengan fungsi kurikulum sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu : a. Fungsi Penyesuaian (The adjustive of adaftive function) Fungsi penyesuaian mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat well adjusted yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Lingkungan itu sendiri senantiasa mengalami perubahan dan bersifat dinamis. Oleh karena itu, siswa pun harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya. b. Fungsi Pengintegrasian (The integrating function) Fungsi integrasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa pada dasarnya merupakan anggota dan bagian integral dari masyarakat. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakatnya. c. Fungsi Difereansiasi (The differentiating function) Fungsi diferensiasi mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu siswa. Setiap siswa memiliki perbedaan, baik dari aspek fisik maupun psikis yang harus dihargai dan dilayani dengan baik.

d. Fungsi Persiapan (The propaedeutic function) Fungsi persiapan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mempersiapkan siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kurikulum juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk dapat hidup dalam masyarakat seandainya karena sesuatu hal, tidak dapat melanjutkan pendidikannya. e. Fungsi Pemilihan (The selective function) Fungsi pemilihan mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Fungsi pemilihan ini sangat erat hubungannya dengan fungsi diferensiasi, karena pengakuan atas adanya perbedaan individual siswa berarti pula diberinya kesempatan bagi siswa tersebut untuk memilih apa yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Untuk mewujudkan kedua fungsi tersebut, kurikulum perlu disusun secara lebih luas dan bersifat fleksibel. f. Fungsi Diagnostik (The diagnostic function) Fungsi diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu membantu dan mengarahkan siswa untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya. Apabila siswa sudah mampu memahami kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan sendiri potensi kekuatan yang dimilikinya atau memperbaiki kelemahan-kelemahannya.

B.

Landasan, Prinsip dan Unsur-Unsur Kurikulum

1. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Dalam merencanakan sebuah kurikulum, banyak faktor yang harus dipertimbangkan karena merencanakan sebuah kurikulum bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu perlu dasar-dasar yang kuat agar tujuan kurikulum tercapai sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya dalam membina kurikulum kita dapat berpegang teguh pada asas-asas berikut: a. Asas Filosofis, asas yang berkenaan dengan sistem nilai b. Asas Psikologis, asas yang berkenaan dengan perilaku manusia c. Asas Sosiologis, asas ini berkenaan dengan penyampaian kebudayaan, proses sosialisasi dan rekonstruksi masyarakat d. Asas Organisatoris, asas yang berkenaan dengan organisasi kurikulum

2. Prinsip-Prinsip Dasar Kurikulum Ada sejumlah prinsip dasar kurikulum, diantaranya adalah: a. Prinsip Relevansi b. prinsip Efektivitas c. Prinsip Efesiensi d. Prinsip Kesinambungan e. Prinsip Fleksibel f. Prinsip Pendidikan Seumur Hidup 3. Unsur- Unsur Kurikulum 1. Komponen Tujuan 2. Komponen Isi 3. Komponen Struktur Program (organisasi )

C.

Perbedaan antara Kurikulum Lama dan Kurikulum Baru

Perbedaan antara kurikulum lama dan kurikulum baru, yaitu : 1. Kurikulum lama berorientasi pada masa lampau, kurikulum berisikan pengalaman-pengalaman masa lampau. Sedangkan kurikulum baru berorientasi pada masa sekarang dengan persiapan untuk masa yang akan datang. Pengajaran berdasarkan topik dari kehidupan masyarakat dan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 2. Kurikulum lama tidak berdasarkan suatu filsafat pendidikan yang jelas dan tidak ada kesatuan pendapat dikalangan guru tentang filsafat pendidikan yang dianut. Sedangkan kurikulum baru berdasarkan pada filsafat pendidikan yang jelas dan dapat diajarkan dalam tindakan yang nyata 3. Kurikulum lama mengabaikan perkembangan perkembangan sikap, cita-cita, kebiasaan dan lain-lain, kurikulum lama hanya mengutamakan perkembangan segi pengetahuan, akademik dan keterampilan. Sedangkan kurikulum baru bertujuan untuk mengembangkan keseluruhan pribadi siswa. 4. Kurikulum lama semata-mata didasarkan pada buku pelajaran (text book) sebagai sumber bahan ajaran dalam mengajarkan mata pelajaran. Sedangkan kurikum baru bertitik tolak dari masalah kehidupan dan disesuaikan pada tingkat perkembangan, minat dan kebutuhan individu 5. Kurikulum lama dikembangkan oleh guru-guru secara perseorangan, sedangkan kurikulum baru dikembangkan oleh team guru atau oleh suatu Departemen Pendidikan tertentu.

D.

Upaya Pembaharuan Pendidikan IPS di Indonesia

Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam sistem pendidikan di Indonesia baru dikenal sejak lahirnya kurikulum tahun 1975. Sebelumnya, pembelajaran ilmu-ilmu sosial untuk tingkat persekolahan menggunakan istilah yang berubah-rubah sesuai dengan situasi politik pada masa itu. Pembaharuan kurikulum IPS di Indonesia diantaranya:

1. Kurikulum 1964 Kurikulum 1964 menggunakan istilah Pendidikan Kemasyarakatan. Ada dua kelompok mata pelajaran, ialah kelompok dasar yang terdiri atas Sejarah Indonesia, Bahasa Indonesia dan Civics dan kelompok cipta yang terdiri atas Sejarah Dunia dan Geografi Dunia. Dan kemudian digabungkan selanjutnya berubah menjadi Pendidikan Kewargaan Negara yang merupakan korelasi dari ilmu bumi, sejarah dan pengetahuan Kewargaan Negara. 2. Kurikulum 1968 Pada tahun 1968 terjadi perubahan pengelompokkan mata pelajaran sebagai perubahan orientasi pendidikan. Mata pelajaran disekolah dibedakan menjadi pendidikan jiwa Pancasila, pembinaan pengetahuan dasar dan pembinaan kecakapan khusus. 3. Kurikulum 1975 Pada tahun 1975, lahirlah kurikulum 1975 yang mengelompokkan tiga jenis pendidikan, yakni pendidikan umum, pendidikan akademis dan pendidikan keahlian khusus. Dalam kurikulum 1975 dikemukakan secara eksplisit istilah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang merupakan fusi (perpaduan) dari mata pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi. Selain mata pelajaran IPS, Pendidikan Kewarganegaraan dijadikan sebagai mata pelajaran tersendiri ialah Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Dalam kurikulum 1975, IPS termasuk kelompok pendidikan akademis sedangkan PMP termasuk kelompok pendidikan umum. Namun IPS sebagai pendidikan akademis mempunyai misi menyampaikan nilai-nilai berdasarkan filsafat pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian mata pelajaran IPS pun berfungsi dan mendukung tercapainya tujuan PMP. 4. Kurikulum 1984 Menjelang adanya perbaikan Kurikulum 1975, tahun 1980 muncul bidang studi PSPB, gagasan dari Mendikbud mata pelajaran ini hampir sejenis dengan IPS Sejarah dan PMP. Upaya perbaikan Kurikulum IPS 1975 (KYD) baru terwujud pada tahun 1984. Kurikulum IPS 1984 pada hakikatnya menyempurnakan atau memperbaiki kelemahan-kelemahan Kurikulum 1975. Ditinjau dari segi pendekatan (metodologi) pembelajaran, Kurikulum IPS tahun 1975 dan 1984 menggunakan pendekatan integrative dan structural untuk IPS SMP dan pendekatan disiplin terpisah (separated disciplinary approach) untuk SMA. Sedangkan pendekatan untuk IPS Sekolah Dasar (SD) lebih mirip menggunakan integrative (integrated approach).

5. Kurikulum 1994 Pada tahun 1994, terjadi lagi perubahan kurikulum IPS. Dalam Kurikulum 1994 dinyatakan bahwa IPS adalah mata pelajaran yang mempelajari kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, tata negara, dan sejarah. Untuk IPS SD, bahan kajian pokok dibedakan atas dua bagian, ialah pengetahuan sosial meliputi lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi, dan pemerintahan, sedangkan bahan kajian sejarah mencakup perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lampau hingga kini. Ada perbedaan yang cukup menonjol dalam kurikulum IPS Sekolah Dasar 1994 dibandingkan dengan Kurikulum IPS sebelumnya, yakni dalam metode dan penilaian. Kurikulum IPS 1994 hanya memberikan anjuran umum bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar hendaknya para guru menerapkan prinsip belajar aktif. Dari bunyi rambu-rambu yang terakhir ini, menunjukkan bahwa Kurikulum IPS 1994 memberikan keleluasaan atau kekuasaan otonom yang cukup besar. 6. Kurikulum 2004 Memasuki Abad 21 yang ditandai oleh perubahan mendasar dalam segala aspek kehidupan khususnya perubahan dalam bidang politik, hukum, dan kondisi ekonomi telah menimbulkan perubahan ekonomi yang sangat signifikan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2003 disahkanlah UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap perubahan sistem kurikulum di Indonesia. Pada tahun 2004, pemerintah melakukan perubahan kurikulum kembali yang dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Namun pengembangan kurikulum IPS diusulkan menjadi Pengetahuan Sosial untuk merespon secara positif berbagai perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi program pembelajaran Pengetahuan Sosial dengan keadaan dan kebutuhan setempat 7. Kurikulum 2006 Ketentuan tentang implikasi dari peraturan perundangan tersebut adalah dikeluarkannya kebijakan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) beserta pedomannya dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dengan panduan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 ini, antara IPS dan PKn dipisahkan kembali. Hal ini memperhatikan berbagai masukan dan kritik ahli pendidikan nasional dan politik bangsa yaitu perlunya pendidikan Kewarganegaraan Bangsa, maka antara IPS dan PKn meskipun tujuan dan kajiannya adalah sama yaitu membentuk warga negara yang baik, maka PKn tetap diajarkan sebagai mata pelajaran di sekolah secara terpisah dengan IPS.

E. Tujuan Kurikulum IPS di SD


Adapun beberapa tujuan dari kurikulum IPS di SD adalah sebagai berikut :
1. Siswa mengetahui dan menyadari bahwa manusia hidup dalam lingkungan, bahwa ada hubungan fungsional dan timbale balik antara manusia dan lingkungannya, sehingga manusia mampu memanfaatkannya 2. Siswa memiliki pengetahuan mengenai perubahab-perubahan yang dialami oleh penduduk di kepulauan Indonesia pada masa lampau, sehingga siswa mampu memahami keadaan bangsa dan Negara Indonesia sekarang. 3. Siswa memahami dan mengerti peranan sekolah dalam masyarakat, sehingga siswa mampu menyelenggarakan kegiatan bermanfaat baik bagi perkembangan sekolah maupun bagi menaikkan taraf kehidupan masyarakat yang bersangkutan. 4. Siswa mengetahui pengetahuan dasar tentang aspek-aspek yang menguntungkan dan yang merugikan bagi kehidupan di kota dan di pedesaan, sehingga siswa mampu bertindak berdasarkan pengetahuan yang dimilkinya. 5. Siswa memahami dan mampu melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi dan nilai-nilai dasar ekonomi, serta siswa mengetahui dan mengenal Negara-negara tetangga.

f. Analisis Kurikulum IPS contohnya : 1. Tabel Format Analisis Kurikulum IPS No 1 2 SK/KD KONSEP DISIPLIN ILMU geografi ekonomi politik antropologi sosiologi KET

sejarah

2. Tabel Format Analisis Bahan Ajar IPS NO SK/KD BAHAN UTAMA SUMBER BAHAN METODE MEDIA WAKTU

3. Tabel Format Pengenmbangan Bahan Ajar IPS no SK/KD KONSEP DISIPLIN ILMU SOSIAL (KONSEP DASAR IPS) KUMPULAN MATERI geografi sosiologi ekonomi politik antropologi

sejarah

Bab III Kesimpulan


Kurikulum merupakan seperangkat/sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Ada tiga jenis peranan kurikulum yang dinilai sangat penting, yaitu: a. Peranan Konservatif b. Peranan Kritis dan Evaluatif c. Peran Kreatif Berkaitan dengan fungsi kurikulum sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu : a. Fungsi Penyesuaian (The adjustive of adaftive function) b. Fungsi Pengintegrasian (The integrating function) c. Fungsi Difereansiasi (The differentiating function) d. Fungsi Persiapan (The propaedeutic function) f. Fungsi Diagnostik (The diagnostic function) e Fungsi Pemilihan (The selective function)

Ada beberapa perbedaan antara kurikulum lama dan kurikulum baru, salah satunya yaitu Kurikulum lama mengabaikan perkembangan perkembangan sikap, cita-cita, kebiasaan dan lainlain, kurikulum lama hanya mengutamakan perkembangan segi pengetahuan, akademik dan keterampilan. Sedangkan kurikulum baru bertujuan untuk mengembangkan keseluruhan pribadi siswa. Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam sistem pendidikan di Indonesia baru dikenal sejak lahirnya kurikulum tahun 1975. Sebelumnya, pembelajaran ilmu-ilmu sosial untuk tingkat persekolahan menggunakan istilah yang berubah-rubah sesuai dengan situasi politik pada masa itu. Pembaharuan kurikulum IPS di Indonesia diantaranya dimulai pada tahun 1964 dimana IPS menggunakan istilah Pendidikan Kemasyarakatan, kemudian tahun 1968 dan pada tahun 1975 dikemukakan secara eksplisit istilah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang merupakan fusi (perpaduan) dari mata pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi. Kurikulum IPS terus menerus dikembangkan pada tahun 1984,1994,2004 (KBK) dan sampai pada tahun 2006 yang dikenal sebagai KTSP dimana IPS dan PKn diajarkan secara terpisah.

Adapun beberapa tujuan dari kurikulum IPS di SD adalah sebagai berikut :

1. Siswa mengetahui dan menyadari bahwa manusia hidup dalam lingkungan, bahwa ada hubungan fungsional dan timbale balik antara manusia dan lingkungannya, sehingga manusia mampu memanfaatkannya 2. Siswa memiliki pengetahuan mengenai perubahab-perubahan yang dialami oleh penduduk di kepulauan Indonesia pada masa lampau, sehingga siswa mampu memahami keadaan bangsa dan Negara Indonesia sekarang. 3. Siswa memahami dan mengerti peranan sekolah dalam masyarakat, sehingga siswa mampu menyelenggarakan kegiatan bermanfaat baik bagi perkembangan sekolah maupun bagi menaikkan taraf kehidupan masyarakat yang bersangkutan. 4. Siswa mengetahui pengetahuan dasar tentang aspek-aspek yang menguntungkan dan yang merugikan bagi kehidupan di kota dan di pedesaan, sehingga siswa mampu bertindak berdasarkan pengetahuan yang dimilkinya. 5. Siswa memahami dan mampu melaksanakan prinsip-prinsip ekonomi dan nilai-nilai dasar ekonomi, serta siswa mengetahui dan mengenal Negara-negara tetangga.

Daftar Pustaka

http://detroitnumb.blogspot.com/2012/06/kurikulum-ips-di-sd.html, Diakses pada tanggal 3 maret 2013 pukul 13:21

Yaba, Johara Nonci dan Sri Hastati. (2009). Materi pendidikan IPS di SD. Makassar

http://ikhwan-insancita.blogspot.com/2012/05/pengertian-kurikulum-fungsi-dan.html, diakses pada 7 Maret 2013 pukul 01: 38