Anda di halaman 1dari 6

Cara Mengajar Yang Kreatif Untuk Anak Tunarungu Usia Dini

METODE BELAJAR BAGI ANAK USIA DINI Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. Karena usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilkukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. Orang tua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan, bakat, dan kepribadian yang utuh. Untuk memiliki metode pembelajaran yang tepat sebaiknya melibatkan anak dalam kegiatan belajar. Dengan begitu anak dapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap usianya. Pada usia 0-3 tahun, anak mengikuti kegiatan di sekolah Taman Bermain. Metode yang dapat dilakukan yaitu hubungan komunikasi guru dengan anak. Pada usia 5 tahun, Metode yang dapat dilakukan yaitu memberikan untuk membiarkan mencoba-coba segala hal dengan sendiri. Pada usia 6-12 tahun, metode yang dapat dilakukan yaitu ,melatih kemampuan anak bercerita dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui. Bagi pendidik baik orang tua ataupun guru dapat menggunakan metode berikut ini. 1. Metode Global:Anak membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri, 2. Metode percobaan: Metde ini memberi kesempatan anak untuk melakukan percobaan sendiri, 3. Metode Resitasi: Pada metode ini pendidik meminta anak untuk membuat resume, 4. Metde Latihan Ketrampilan: Metode ini pendidik mengajak anak untuk membuat prakarya. ... Read More Cara Belajar efektif & Cara belajar pintar persiapan buat "UJIAN" 1. Pilih Waktu Belajar yang Tepat Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. 2. Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. 3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis 4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. ... Read More METODE BELAJAR BAGI ANAK USIA DINI Walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat, namun menurut Maria Montessori, enam tahun pertama masa anak sebagai jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya. Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. Karenanya, setiap usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilakukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. Orangtua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan ,bakat dan kepribadian yang utuh. Acuan memilih metode pengajaran untuk anak usia 0-6 tahun menurut Penasehat Himpunan Tenaga Kependidikan Usia Dini, Dr. Anggani Sudono MA, adalah melibatkan anak dalam kegiatan belajar. Ketika di sekolah anak diajak memilih materi yang ingin dieksplorasi. Dengan begitu anak mendapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Terdapat beberapa metode pengajaran yang disesuaikan dengan tahap usia anak. Usia 0-3 tahun: anak dapat mengikuti

1/6

kegiatan di sekolah taman bermain. Apapun metodenya, yang harus diperhatikan ialah hubungan komunikasi guru dengan anak, bagaimana cara guru itu berkomunikasi. Ketika mengajar, sebaiknya guru tidak mendominasi kegiatan anak. Usia 5 tahun: berikan kegiatan yang dapat memberi kesempatan pada anak mengobservasi sesuatu. Sebaiknya pendidik tidak melulu mencontohkan lalu anak mengikuti. Tapi, biarkan anak mencoba-coba, misal anak menggambar bunga dengan warna hijau, kuning atau biru. ... Read More CARA BELAJAR ANAK USIA DINI Anak pada usia dini (0 8 tahun) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Khususnya pada masa kanak-kanak awal. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu, dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Lingkungan lah yang kadang menjadikan anak terhambat dalam mengembangkan kemampuan belajarnya. Bahkan seringkali lingkungan mematikan keinginannya untuk bereksplorasi. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Secara garis besar dapat diuraikan cara belajar anak usia dini mulai dari awal perkembangan. a. Usia 0 1 tahun Anak belajar dengan mengendalikan kemampuan panca inderanya. Yakni pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba dan perasa. Secara bertahap panca indera anak difungsikan lebih sempurna. Hingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan mengarahkan seluruh panca indera. Hal itu nampak pada aktivitas anak memasukkan segala macam benda ke dalam mulut sebagai bagian dari proses belajar. b. Usia 2 3 tahun Anak melakukan proses belajar dengan lebih sungguh-sungguh. Ia memperhatikan apa saja yang ada di lingkungannya untuk kemudian ditiru. Jadi cara belajar anak yang utama pada usia ini adalah meniru. Meniru segala hal yang ia lihat dan ia dengar. Selain itu perkembangan bahasa anak pada usia tersebut ... Read More Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu Pengajaran bahasa secara terprogram bagi anak tunarungu harus dimulai sedini mungkin bila kita mengharapkan tingkat keberhasilan yang optimal. Terdapat dua pendekatan dalam pengajaran bahasa kepada anak tunarungu secara dini, yaitu pendekatan auditori-verbal dan auditori-oral. 1. Pendekatan Auditori Verbal Pendekatan auditori-verbal bertujuan agar anak tunarungu tumbuh dalam lingkungan hidup dan belajar yang memungkinkanya menjadi warga yang mandiri, partisipatif dan kontributif dalam masyarakat inklusif. Falsafah auditori-verbal mendukung hak azazi manusia yang mendasar bahwa anak penyandang semua tingkat ketunarunguan berhak atas kesempatan untuk mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan dan menggunakan komunikasi verbal di dalam lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Pendekatan auditori verbal didasarkan atas prinsip mendasar bahwa penggunaan amplifikasi memungkinkan anak belajar mendengarkan, memproses bahasa verbal, dan berbicara. Opsi auditori verbal merupakan strategi intervensi dini, bukan prinsip-prinsip yang harus dijalankan dalam pengajaran di kelas. Tujuannya adalah untuk mengajarkan prinsip-prinsip auditori verbal kepada orang tua yang mempunyai bayi tunarungu (Goldberg, 1997). Prinsip-prinsip praktek auditori verbal itu adalah sebagai berikut: Berusaha sedini mungkin mengidentifikasi ketunarunguan pada anak, idealnya di klinik perawatan bayi. Memberikan perlakuan medis terbaik dan teknologi amplifikasi bunyi kepada anak tunarungu sedini mungkin. Membantu anak memahami makna ... Read More Sistem Layanan Pendidikan Tunarungu Sistem Layanan Pendidikan Tunarungu Anak yang mendengar, semasa usia balita, akan secara spontan menemukan bermacam-macam lambang; baik lambang untuk benda, berbagai kegiatan, maupun segala perasaan orang, serta menemukan aturan tata bahasa yang dipakai oleh ibunya. Lambang bahasa serta aturan tata bahasa yang telah ditemukan tersebut kemudian diterapkan secara tepat dalam percakapan sehari-hari tanpa mengetahui istilah tata bahasa bakunya. A.van Uden; seorang tokoh pendidikan anak tunarungu dari Belanda; mengatakan bahwa anak tunarungu yang ditangani secara dini, dalam arti sejak bayi diajak dan dilatih untuk berkomunikasi seperti bayi yang mendengar, akan terhindar dari ketertinggalan perkembangan

2/6

bahasa-nya yang amat jauh dari anak dengar seusianya. Maka A. van Uden kemudian mengembangkan suatu metode atau model pengajaran bahasa untuk anak tunarungu yang menggunakan dasar tahapan perkembangan bahasa pada anak dengar. Permasalannya adalah bahwa akibat ketunarunguan anak tidak hanya tidak dapat mendengar/ terganggu pendengarannya, tetapi juga tidak berbahasa, artinya tidak dapat berkomunikasi secara wajar (secara oral/lisan). Menurut kenyataan, tidak semua anak tunarungu berhasil dididik untuk menungkapkan bahasanya dengan cara yang lazim dipakai orang dengar, yaitu secara oral. Dari sinilah muncul pemikiran untuk mencarikan berbagai cara berkomunikasi, di samping mencarikan metode untuk pengajaran bahasanya. Kebanyakan guru SLB-B tidak menyadari perbedaan antara kedua hal tersebut. Ada empat Aliran ... Read More >>tunarungu> Telkom Luncurkan I-CHAT Aplikasi dan Portal untukMendukung Pembelajaran Bahasa bagi Tunarungu???? Bandung, 16 April 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) meluncurkan sebuahaplikasi dan portal yang akan membantu masyarakat, khususnya para guru SekolahLuar Biasa (SLB) Tunarungu dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagianak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran di Indonesia. Peluncuranaplikasi dan portal yang diberi nama i-CHAT tersebut dilakukan di Menara RDCTELKOM di Bandung (16/4) oleh Direktur Utama TELKOM Rinaldi Firmansyah dandisaksikan Senior General Manager Research and Development Center (RDC) TELKOMMustapa Wangsaatmadja.Aplikasi dan portal i-CHAT (I Can Hear And Talk) diluncurkan sebagai salah satuwujud komitmen Corporate Social Responsibility TELKOM, dan merupakan bagiandari program Bagimu Guru Kupersembahkan yang bertujuan membantu meningkatkankapasitas para guru di Indonesia. Sasaran akhir dari peluncuran aplikasi danportal i-CHAT adalah tersedianya media bagi komunitas Tunarungu di Indonesiauntuk berinteraksi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan, dan metodepembelajaran bahasa, sehingga mereka yang berkebutuhan khusus dalam halpendengaran ini mampu berkomunikasi, bersosialisasi, tumbuh dan berkembangsebagaimana layaknya orang normal.Menurut Senior General Manager RDC TELKOM, Mustapa Wangsaatmaja, gagasanmenciptakan teknologi yang ditujukan untuk kalangan berkebutuhan khusustersebut didasarkan pada pemikiran bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) mampu memberikan manfaat besar bagi seluruh umat manusia, baik merekayang normal maupun berkebutuhan khusus. Manfaat tersebut tentu saja diharapkandapat membuat kualitas hidup dan ... Read More i-CHAT Aplikasi Chatting Menggunakan konsep e-Learning untuk Anak Tunarungu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) bekerja sama dengan Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (FNKTRI)dan Yayasan Akrab (Aku Bisa Mendengar dan Bicara) meluncurkan sebuah aplikasi dan portal untuk masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak tuna rungu. Portal bernama i-CHAT (I Can Hear And Talk) tersebut dapat diakses secara cuma-cuma.Aplikasi yang resmi tersedia mulai Sabtu (17/4/2010) tersebut dibuat dalam dua mode yaitu mode offline, di mana user harus melakukan instalasi program pada komputernya dan mode online di mana user dapat menjalankan aplikasi dengan mengakses situs i-CHAT di http://www.i-chat.web.id. Saat ini portal tersebut baru memuat aplikasi i-CHAT secara online yang terdiri dari 5 modul, yakni Kamus, Abjad Jari, Bilangan, Tematik, dan Susun Kalimat. Modul-modul pembelajaran selanjutnya masih dapat terus dikembangkan baik berupa aplikasi dengan game, animasi, video, maupun jurnal/artikel terkait pendidikan dan metode pembelajaran bagi anak tunarungu. Keseluruhan materi pembelajaran ini dapat dikemas dalam bentuk modul-modul dengan konsep e-learning. Pengembangan selanjutnya dari portal i-CHAT adalah membentuk forum, media social networking, dan konsep user generated content Di Indonesia, saat ini terdapat tidak kurang dari 419 SLB Tunarungu. Jawa Barat merupakan propinsi dengan jumlah SLB terbanyak, yaitu ... Read More Terapi Musik Bagi Anak Tuna Rungu Kerusakan pendengaran ditengarai merupakan salah satu kecacatan syaraf yang paling merusakkan. Dimana kecacatan penglihatan merupakan handicap kita dengan sekeliling kita, sedangkan kecacatan pendengaran

3/6

merupakan handicap komunikasi dengan masarakat (Darrow, 1989). Komunikasi merupakan dasar dari kehidupan social kita dan aktivitas intelektual, dan tanpa itu kita terputus dari dunia. Untuk alasan inilah, praktek klinik dalam terapi musik untuk tuna rungu di fokuskan pada area yang berhubungan dengan komunikasi seperti : pelatihan auditory, produksi suara (berbicara) dan perkembangan bahasa. Melalui penelitian dalam kekurangan pada komunikasi ini, terapi musik menjadi suatu efek kedua untuk memperbaiki rasa sosial dan kepercayaan diri. Terapi musik masih dianggap tidak praktis. Dikarenakan sebagian besar orang masih mempunyai konsep yang salah terhadap ketuna runguan dalam kapasitasnya untuk mendengar dan mengapresiasi stimulus musik. Seperti yang telah Darrow (1989) katakan, hanya sebagian kecil persentasi dari ketunarunguan yang tidak bisa mendengar sama sekali. Selanjutnya ia mengatakan bahwa, dikarenakan variasi dari frekuensi dan intensitas pada musik, persepsi musik malah lebih bisa ter-akses, dibandingkan dengan sinyal percakapan yang lebih kompleks. Musik juga sangat fleksible dan dapat dimodifikasikan pada level pendengaran pada setiap orang, level bahasa, kematangan dan preferensi musik. Robbins & Robbins (1980), yang membuat manual resource yang komprehensif dan kurikulum bagi terapi musik untuk tuna ... Read More KLASIFIKASI DAN JENIS KETUNARUNGUAN SERTA METODE PENGAJARAN BAHASA BAGI ANAK TUNARUNGU Metode Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu Terdapat tiga metode utama individu tunarungu belajar bahasa, yaitu dengan membaca ujaran, melalui pendengaran, dan dengan komunikasi manual, atau dengan kombinasi ketiga cara tersebut. 1) Belajar Bahasa Melalui Membaca Ujaran (Speechreading) Orang dapat memahami pembicaraan orang lain dengan membaca ujarannya melalui gerakan bibirnya. Akan tetapi, hanya sekitar 50% bunyi ujaran yang dapat terlihat pada bibir (Berger, 1972). Di antara 50% lainnya, sebagian dibuat di belakang bibir yang tertutup atau jauh di bagian belakang mulut sehingga tidak kelihatan, atau ada juga bunyi ujaran yang pada bibir tampak sama sehingga pembaca bibir tidak dapat memastikan bunyi apa yang dilihatnya. Hal ini sangat menyulitkan bagi mereka yang ketunarunguannya terjadi pada masa prabahasa. Seseorang dapat menjadi pembaca ujaran yang baik bila ditopang oleh pengetahuan yang baik tentang struktur bahasa sehingga dapat membuat dugaan yang tepat mengenai bunyi-bunyi yang tersembunyi itu. Jadi, orang tunarungu yang bahasanya normal biasanya merupakan pembaca ujaran yang lebih baik daripada tunarungu prabahasa, dan bahkan terdapat bukti bahwa orang non-tunarungu tanpa latihan dapat membaca bibir lebih baik daripada orang tunarungu yang terpaksa harus bergantung pada cara ini (Ashman & Elkins, 1994).Kelemahan sistem baca ujaran ini dapat diatasi bila digabung dengan sistem cued speech (isyarat ujaran). Cued Speech adalah ... Read More Strategi Pembelajaran Bagi ABK Dalam sebuah pembelajaran dibutuhkan sebuah strategi untuk mengembangkan kemampuan atau kekurangan yang ada pada anak. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan strategi pembelajaran seperti anak reguler lainnya maka guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus haruslah mempunyai strategi strategi tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut. Di bawah ini beberapa strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus: 1. Strategi pembelajaran bagi anak tunanetra Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah pendayagunaan secara tepat dan optimal dari semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran yang meliputi tujuan, materi pelajaran, media, metode, siswa, guru, lingkungan belajar dan evaluasi sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan efesien. Beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi pembelajaran , antara lain: Berdasarkan pengolahan pesan terdapat dua strategi yaitu strategi pembelajaran deduktif dan induktf. Berdasarkan pihak pengolah pesan yaitu strategi pembelajaran ekspositorik dan heuristic. Berdasarkan pengaturan guru yaitu strategi pembelajaran dengan seorang guru dan beregu. Berdasarkan jumlah siswa yaitu strategi klasikal, kelompok kecil dan individual. Beradsarkan interaksi guru dan siswa yaitu strategi tatap muka, dan melalui media. Selain strategi yang telah disebutkan di atas, ada strategi lain yang dapat diterapkan yaitu strategi individualisasi, kooperatif dan modifikasi perilaku. 2. Strategi pembelajaran ... Read More

4/6

MMR (Metode Maternal Reflektif) untuk anak Tunarungu Metode maternal reflektif adalah metode pengajaran bahasa diangkat dari upaya seorang ibu untuk mengajarkan bahasa pada anaknya yang belum berbahasa sampai anak dapat menguasai bahasa, yang dilakukan seorang ibu dengan kemampuannya merefleksikan kemampuan berbahasa. Menurut Sunarto (2005), MMR adalah suatu pengajaran bahasa yang: 1. Mengikuti cara-cara bagaimana anak dengar sampai pada suatu penguasan bahasa ibu 2. Bertitik tolak pada minat dan kebutuhan komunikasi anak dan bukan pada program tentang aturan bahasa yang perlu diajarkan atau di drill (tubian) 3. Menyajikan bahasa yang sewajar mungkin pada anak, baik secara ekspresif maupun reflektif. 4. Menuntut agar anak secara bertahap dapat menemukan sendiri aturan atau bentuk bahasa melalui reflektif segala permasalahan bahasanya. Menurut Rahmat Jatun, (2007: 34) Metode Maternal Reflektif (MMR) adalah model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Lani Bunawan, (1994: 40) berpendapat bahwa komunikasi total adalah: 1. Pengakuan atas hak kaum tunarungu untuk mendapat sepenuhnya dengan sesame manusia sehingga memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia. 2. Penggunaan berbagai cara komunikasi aural, oral dan mahusia yang dapat dipilih sesuai kebutuhan serta kemampuan perseorangan 3. Suatu falsafah komunikasi dan bukan metode pengajaran Dengan menghimpun pendapat berbagai ahli, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa MMR adalah : 1. Pengakuan terhadap hak kaum tunarungu untuk mendapat komtal sepenuhnya dengan sesame manusia sehingga memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang dunia. 2. Pengakuan terhadap hak kaum tunarungu agar dapat ... Read More Media Pembelajaran berbasis Animasi untuk Anak Tuna Rungu Sebenarnya ini tugas Media Pembelajaran :)Tapi belum ada giliran buat dipresentasikan tuh :Pdisini media Pembelajaran yang digunakan ialah Flash Card dan Animasi FLASHSoftware yang saya buat ialah Macromedia Flash 8 professional Portable *versi lamanya Adobe Macromedia :D FlashCard Pengertian flashcard Flashcard adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar berukuran 25x30cm. gambar-gambarnya dibuat dengan tangan atau hasil fotografi atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran flashcard. Gambar-gambar pada flashcard merupakan serangkaian pesan yang disajikan dengan mencantumkan keterangan gambar pada bagian belakang pada setiap gambar. Cara Penggunaan Flashcard Pada awalnya guru menempelkan flash card yang berisi gambar dan bilangan yang akan dijumlah atau dikurangi pada sterofoam kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal dengan cara menempelkan flash card pada stereofoam misalnya pada penjumlahan 1+7=8 dan pengurangan 9-7=2 Flash Animated Pengertian flash animated Flash animated adalah animasi yang diciptakan melaluli software macromedia flash 8 profesional (sebelum adobe corporation). Gambar yang dibuat dapat dianimasikan dan pada setiap halaman display (tampilan) serupa web. Software animasi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak tunarungu. Sifatnya yang visual diperuntukkan bagi anak tunarungu yang peata atau cenderung menggunakan indera penglihatannya untuk menerima sebuah informasi dan mempelajari suatu hal baru. Cara Penggunaan Flash Animated Layaknya sebuah ... Read More Pengaruh Media Animasi Komputer Terhadap Hasil Belajar Sains Anak Tunagrahita Ringan Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak tunagrahita. Mengingat pada prinsipnya komputer dihadirkan untuk mempermudah proses belajar siswa. Penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi pelajaran yang disampaikan guru pada siswanya. Media animasi komputer sangat menonjolkan unsure visualisasi (gambar) dan unsur imaji suara. Hal ini yang menjadi penguat bagi anak tunagrahita dalam menerima informasi sains khususnya mengenai energi . Apa yang didengar siswa dikuatkan oleh visual (penglihatan), dan apa yang dilihat siswa dikuatkan oleh audio (pendengaran). Hal ini akan memberi kesan yang kuat pada anak tunagrahita, sehingga mereka akan mampu mempertahankan respons tersebut dalam memorynya. Selama ini istilah animasi erat kaitannya dengan dunia pembuatan film, kartun ataupun komik yang diciptakan dari efek-efek yang dihasilkan oleh animasi komputer itu sendiri. Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang meru pakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang

5/6

bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar -lembar kertas gambar yang kemudian diputar sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Animasi secara harfiah berarti membawa hidup atau bergerak. Menganimasi memilki makna menggerakkan obyek agar menjadi hidup. Membuat ... Read More PEMBELAJARAN KOMPUTER UNTUK ANAK TUNARUNGU Dalam Encyclopedia of Disability tentang pendidikan luar biasa dikemukakan sebagai berikut: Special education mean specifically designed instruction to meet the unique meeds of a child with disability. Pendidikan luar biasa berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak berkelainan. Dari sini, kita dapat mengetahui bahwa yang menjadi sasaran dari pendidikan luar biasa adalah anak berkebutuhan khusus atau yang sering juga disebut children with special need. Sebagaimana yang sudah banyak kita ketahui, salah satu yang termasuk dalam anak berkebutuhan khusus tersebut adalah anak-anak atau individu-individu penyandang ketunarunguan. Lalu, apakah tunarungu itu? Tunarungu adalah istilah umum yang dipergunakan untuk menggambarkan semua tingkat dan jenis kehilangan pendengaran dan ketulian. Seseorang dikatakan tuli apabila dia tidak mampu untuk menerima suara bicara dan jika perkembangan bahasanya sendiri terganggu. Mereka yang masih bisa mendengar suara atau masih bisa mempergunakan sisa pendengarannya disebut kurang dengar atau hard of hearing. Dalam penguasaan di bidang teknologi, sebenarnya anak tunarungu tidak mengalami banyak kesulitan dengan syarat, pengajarannya dilakukan sesuai dengan karakteristik anak tunaungu secara umum, dan karakteristik anak tunarungu tersebut secara individual karena meskipun memiliki kekhususan yang sejenis, tetapi setiap individu tunarungu memiliki karakteristik khas individual yang berbeda-beda. Untuk itu, sebelum kita ... Read More

6/6