Anda di halaman 1dari 84

dr Linda Rosita, M.

Kes BLOK DARAH PATOLOGI KLINIK

11 Mei 2007

PK

PENGERTIAN IMUNOHEMATOLOGI
Cabang Ilmu Patologi Klinik yg mempelajari penggunaan teknik imunologik untuk mendeteksi kelainan-kelainan hematologik

11 Mei 2007

PK

Contoh aplikasi Imunohematologi


1. Reaksi transfusi hemolitik 2. Reaksi hemolitik pd bayi yang baru lahir (HDN=Hemolytic Disease of the Newborn) 3. Reaksi hemolitik pd AIHA (Auto Immuno Hemolytic Anemia)
11 Mei 2007

PK

Pemeriksaan laboratorium dlm Imunohematologi


1. Deteksi Antigen (Ag) gol darah ABO & Rhesus (Rh) 2. Tes pretransfusi : Cross matching test reaksi silang Mayor & Minor 3. Deteksi antibodi (Ab) Coombs (Tes anti Globulin)

11 Mei 2007

PK

Antigen & Antibodi dlm Golongan Darah


Normal:
mengalami hemolisis

Jutaan eritrosit diproduksi tiap menit, umur 120 hari Eritrosit tua, mati: dibersihkan dan dihancurkan oleh SRE (limpa)

Abnormal: hemolisis
Penyebab hemolisis: sebagian besar krn adanya antibodi Tipe hemolisis : destruksi/kerusakan imun Tjd pd reaksi transfusi, hemolytic disease of the newborn (HDN), autoimmune hemolytic disease (AIHA)
11 Mei 2007

PK

Dasar imunologi dlm Golongan Darah


Eritrosit mengekspresikan antigen (Ag) (glikoprotein) di permukaan sel eritrosit, Ag tsb disebut Aglutinogen Aglutinogen bersifat imunogenik Antigen A : golongan darah A Antigen B : golongan darah B Tidak mengekspresikan Ag A & B : gol O Normal seseorang membentuk aglutinin thd Antigen yg tidak dimiliki oleh eritrosit didlm tubuhnya sendiri Antibodi (Ab) dlm serum (Aglutinin): anti A, Anti B
11 Mei 2007

PK

Macam-macam antibodi (Ab)


1. Ab natural dan Ab imun Ab natural :
merupakan IgM, timbul sbg akibat rangsangan bahan alami yg menyerupai Ag A/B (berasal dr bakteri/makanan atau produk bakteri) yg masuk tubuh, terbentuk ssdh umur 6 bln.

Ab imun (Allo Ab) :


merupakan IgG thd Ag pada individu dgn genetik berbeda ttp spesies sama, o.k masuknya Ag A dan/atau B kedlm tubuh melalui sirkulasi darah (transfusi, placenta) atau pemaparan thd produk darah

11 Mei 2007

PK

2. Complete Ab dan incomplete Ab Complete Antibody : Antibodi yg mampu menyebabkan aglutinasi langsung ( direk ) eritrosit-eritrosit yg tersuspensi di dalam salin (Ig M) Incomplete Antibody : Antibodi yg tidak mempunyai kemampuan untuk menyebabkan aglutinasi secara langsung dari eritrosit-eritrosit tsb tanpa penambahan fase antiglobulin (Ig G)

11 Mei 2007

PK

3. Ab tipe hangat ( Warm ) & Ab tipe dingin ( Cold )


Ab tipe warm : bereaksi lebih cepat pd 370 C (IgG) Ab tipe cold : bereaksi lebih cepat pd 200C (IgM)

11 Mei 2007

PK

Antigen & Antibodi Golongan darah


Tipe gol drh ditentukan oleh ekspresi antigen di permukaan eritrosit (Antigen A, B, H) Ditemukan I x oleh Landsteiner th 1900 (Golongan A, B, O) Golongan AB ditemukan oleh Von Decastello & Sturli (1902) Identifikasi gol drh ditentukan dg melihat reaksi aglutinasi antara Ag & Ab

11 Mei 2007

PK

10

Substansi H
Constantoulakis menemukan substansi H pd sel fetus dari semua golongan ABO (ada sejak lahir) Substansi H berguna untuk pembentukan antigen A, B dan H pd eritrosit Pembentukan Ag A, B dan H tsb ditentukan oleh interaksi gen ABO dan Hh Substansi H merup struktur dasar Ag A & B Bila tdp gen H pd prekursor substance mk akan diubah mjd substansi H bila ada gen A / B mk akan mjd Ag A atau B

11 Mei 2007

PK

11

Substansi H

Shg seseorang dg gol A akan memp Ag A & H Gol B : memp Ag B & H Gen O, tak ada produk yg dpt dideteksi pd sel Gol O, tak ada substansi H yg diubah, hanya ditemukan substansi H saja Substansi H pada gol A & B < gol O Pd subgrup A, tak banyak substansi H yg diubah mjd Ag A bila reaksi thd Ag A menurun pd subgrup A yg lemah mk reaksi dg H mjd meningkat

11 Mei 2007

PK

12

Golongan A

Golongan B

H H

A
B

Anti B

Anti A

Antigen/aglutinogen A
Antigen/aglutinogen B
11 Mei 2007

Anti/aglutinin A Anti/aglutinin B
PK
13

Golongan AB
A

Golongan O

AB

O
-

Anti B Anti A

Antigen/aglutinogen A
Antigen/aglutinogen B
11 Mei 2007

Anti/aglutinin A Anti/aglutinin B
PK
14

Golongan darah

Genotipe

Gen

Imunologi

AA atau AO
BB Atau BO AB OO

Homozygot
Heterozygot Homozygot Heterozygot Heterozygot Homozygot

Memp Ag A & H Memp Anti B


Memp Ag B & H Memp Anti A Memp Ag A, Ag B, Ag H Tidak punya anti Memp Ag H Tdk punya Ag A & B Memp Anti A Memp Anti B Tdk memp Ag H, A & B Memp anti A, anti B, & anti H

AB O

Bombay

hh

Homozygot

11 Mei 2007

PK

15

Phenotype A dpt dibagi menjadi sub group : Sub grup dlm sistem ABO : 80 % group A : ph A1 20 % group A : ph A2 A1 & A2 Kualitatif dan Kuantitatif berbeda

A2 : bereaksi lemah, kdg2 terdeteksi sbg Gol O A2B : bereaksi lemah, kdg2 terdeteksi sbg Gol B Antigen (Ag) yg termasuk sistem gol AB terdapat dlm : - eritrosit, endotel & epitel - cairan tubuh (mis : saliva) : glikoprotein
11 Mei 2007

PK

16

Suami istri homozygot Suami

Suami istri heterozygot Suami Istri B A AB O BO Anak Bisa A, B, O, AB Prob ms 25%

A
AB AB

A
AB AB

Anak
Semua Gol AB 100%

Istri B
B

AO

OO

Suami heterozygot A Istri homozygot B


Suami Istri B A AB O BO Anak Bisa B a/ AB Prob. 50:50
PK

Suami homozygot A Istri heterozygot B Suami A A Anak Istri B O AB AO AB AO Bisa A a/ AB Prob. 50:50
17

B
11 Mei 2007

AB

BO

Suami heterozygot A Istri heterozygot A Suami Istri A O A AA AO O AO OO A 75% O 25% Anak

Suami homozygot B Istri homozygot O Suami Istri O O B BO BO B BO BO 100% B Anak

Suami homozygot O Istri homozygot O


Suami Istri O O OO O OO Anak

Suami heterozygot AB Istri homozygot O Suami A B Anak


Istri O AO AO BO BO 50% A 50% B
18

O
11 Mei 2007

OO

OO

100% O
PK

Golongan darah Bombay


Darah Bombay adalah homozygot hh Jarang >> 99,9% individu : HH atau Hh Pertama kali ditemukan oleh Bhende di Bombay (1952) Dicurigai adanya darah yg tidak diaglutinasi oleh anti-A, anti-B, anti-AB dan anti-H Dituliskan sebagai golongan darah Oh untuk menunjukkan tidak adanya substansi H Gen h tidak memproduksi L-fucocyltransferase Memp Anti-A, anti-B, & anti-H

11 Mei 2007

PK

19

Seorang yang tidak mengekspresikan gen H (disbt juga genotype-nya hh)

memp phenotype
Bombay (Oh)

tidak memproduksi substrat H

gen A & B juga tdk bisa diekspresikan shg juga tidak mampu memproduksi Ag A dan Ag B
11 Mei 2007

PK

20

Perbedaan gol drh Oh dan O biasa

Gol

Anti A

Anti B

Anti AB

Anti H

Sel A1

Sel A2

Sel B

Sel O

Oh/ Bombay

+ +

+ +

+ +

+ -

11 Mei 2007

PK

21

Golongan BOMBAY

h
BOMBAY

Anti B

Anti A

Anti/aglutinin H
11 Mei 2007

PK

22

Aglutinasi eritrosit oleh adanya reaksi antigen-antibodi ada 2 tahap :

1. Tahap Sensitisasi 2. Tahap Hemaglutinasi


Lisis eritrosit terjadi bila seluruh rangkaian sistem komplemen teraktifkan menyertai interaksi Ag-Ab Aglutinasi terjadi bila Ab yg terikat menghubungkan eritrositeritrosit yg berdekatan membentuk gumpalan

11 Mei 2007

PK

23

Reaksi aglutinasi
Golongan B
Anti-B
B

B B
Anti-B Anti-B
B

Anti A B

+
Anti-B

11 Mei 2007

PK

Hemaglutinasi = reaksi positif

24

Reaksi aglutinasi
Golongan O
Anti A

Anti-A

Anti A

O
-

Anti A

Anti B

O O

Anti B

Anti B
Anti-B

+
Anti-A Anti-B Anti-AB
11 Mei 2007

O
Tdk tjd hemaglutinasi = reaksi negatif 25

PK

Reaksi penggolongan darah

Eritrosit pasien 1 2 3

Reaksi Reaksi dg anti-A dg anti-B Negatif + Negatif Negatif Negatif +

Reaksi dg anti-AB Negatif + +

Interpretasi O A B

AB

11 Mei 2007

PK

26

Coombs test
Tujuan:
Untuk mendeteksi adanya antibody (Ab) yg tdk sempurna (in complete Ab) yg di absorbsi o/ eritrosit (mis: eritrosit dgn antigen Rh+). Dgn jalan mereaksikan anti IgG atau anti komplemen & eritrosit yg sdh tersensitisasi terjadi hemaglutinasi.

11 Mei 2007

PK

27

Coombs test
SERUM COOMBS :
adl serum kelinci yg telah diimunisasi dgn fraksi globulin / IgG manusia shg disebut juga Serum Anti Globulin.

COMPLETE Ab:
adl Ab yg mampu menyebabkan aglutinasi direk / langsung eritrosit2 yg tersuspensi dlm saline IgM).

IN COMPLETE Ab:
Ab yg tdk memp kemampuan u/ menyebabkan aglutinasi secara langsung eritrosit2 yg tersuspensi tanpa penambahan fase antiglobulin.

11 Mei 2007

PK

28

Pembuatan serum Coombs: Serum manusia disuntikkan ke kelinci Kelinci membuat Ab thd serum mns yg disuntikkan, disebut Rabbit Antihuman globulin = serum Coombs
11 Mei 2007

Digunakan dlm Tes Coombs / Uji Antiglobulin 29 PK

Terjadinya aglutinasi eritrosit


Terjadi oleh karena adanya reaksi Ag-Ab. Terdiri dr 2 tahap:
Tahap sensitisasi:
suatu proses dimana Ab berikatan dgn antigen (Ag) pd permukaan sel.

Tahap hemaglutinasi:
terjadi bila Ab yg terikat menghubungkan eritrosit yg berdekatan

11 Mei 2007

PK

30

Tahap Coombs test Direct & in direct antiglobulin test


1. Direct Antiglobulin Test. U/ mendeteksi in complete Ab yg mengcoated eritrosit penderita. Cara:
a. Eritrosit penderita dicuci dgn saline u/ globulin

plasma yg tdk Ab spesifik. b. campur dgn serum coombs tambahkan pd antibody spesifik in complete yg mengcoated eritrosit in vivo.

11 Mei 2007

PK

31

Tahap Coombs test Direct & in direct antiglobulin test


2. Indirect antiglobulin test. U/ mendeteksi Ab imunoglobulin (Ig) in complete yg tdp dlm serum penderita. Cara:
A. eritrosit normal dr gol drh yg sama atau gol drh O

disuspensikan ke dlm serum penderita & di inkubasikan pd suhu 370C. B. sesudah dicuci dgn saline di + serum coombs sentrifuse 1mnt 1000 rpm tjd aglutinasi serum penderita mengandung Ab tsb (+).
11 Mei 2007

PK

32

INDIKASI COOMBS TEST


Direct Coombs Test Indikasi : untuk diagnosis HDN ( Hemolytic Disease of the Newborn ) AIHA ( Autoimmune Hemolytic Anemia ) Reaksi transfusi hemolytik Drug Induced Hemolytic Anemia

Indirect Coombs Test Indikasi : Skrining Antibodi Deteksi Ab IgG; IgG anti Rh (D), lain2 Ig G Deteksi thd variant Rh yg bereaksi lemah, Ag Kell & Duffy Pada keadaan hipo/a- gamaglobuliemia/a-gamaglobulinemia Pada cross matching (reaksi silang)
11 Mei 2007

PK

33

DIRECT ANTIGLOBULIN TEST (DAT)/Direct Coombs Test


Untuk mendeteksi incomplete antibody yg melapisi eritrosit penderita in vivo

Ag

Incompl Ab

11 Mei 2007 Serum

Coombs

PK

hemaglutinasi
34

Indirek Antiglobulin Test / IAT ( Indirect Coombs Test )


Untuk mendeteksi incomplete antibody Ig G incomplete yang terdapat didalam serum penderita : Cara : Eritrosit normal dari golongan darah yg sama atau gol darah O disuspensikan ke dalam serum penderita dan diinkubasikan pada 370 C Sesudah dicuci dengan salin, tambahkan serum Coombs, disentrifus 1 menit pada 1000 rpm agglutinasi serum penderita mengandung antibodi tsb positif
11 Mei 2007

PK

35

IAT
1

Ag

Ab dlm serum

E E
Inkubasi 37 C

Sentrifus 1000 rpm (1 menit)

Cuci dg salin

Serum Coombs

hemaglutinasi
11 Mei 2007

PK

36

Kd tes Coombs menghasilkan hasil NEGATIF PALSU, sebab:


1. Pencucian eritrosit seblm pe + an serum Coombs

kurang sempurna, msh tdp sisa globulin yg menetralkan serum Coombs 2. Salin terkontaminasi oleh protein/globulin 3. Lupa menambahkan serum Coombs

Diperlukan Coombs Control Cells (CCC)


11 Mei 2007

PK

37

Cross Test
Tujuan: u/
Re check jika ada kekeliruan dlm penetapan gol drh. Deteksi Ab dlm serum penderita yg dpt menghancurkan eritrosit.

Terdiri dr 2 bagian:
Reaksi Mayor reaksi ant erit donor + serum resipien. Reaksi Minor reaksi ant erit resipien + serum donor.

11 Mei 2007

PK

38

Tahap cross test


1. Tes dlm media salin fisiologis pd suhu

kamar 250C. 2. Tes dlm media albumin 22% pd suhu 370C. 3. Tes antiglobulin/Coombs indirect pd 370C.
Fase I: fase ABO Grouping & Ab komplit IgM Fase II: fase Rh grouping deteksi Ab yg mengcoated eritrosit. Fase III: fase Antiglobulin deteksi antibodi inkomplit thd eritrosit donor dlm serum penderita
11 Mei 2007

PK

39

Cross Test & Coombs Test


Cross tes yg di px adl ant drh donor & resipien.
Coombs tes yg di px adl resipien saja.

11 Mei 2007

PK

40

KLASIFIKASI ANEMIA HEMOLITIK


INTRINSIK EKSTRINSIK

KONGENITAL

DIDAPAT 1 1

KONGENITAL
1 2

DIDAPAT 1
2

1
2 3

1 2 3 1 2
11 Mei 2007

2 3 4 1 2

3 4 5
1 2
PK

4 1 2

3
4

6
41

3
4

INTRINSIK Kongenital Didapat


Sferositosis herediter Eliptositosis piropoikilositosis herediter Stomatositosis heredter Rhnull phenotype

PNH

Defek membran

Defek struktur & Sintesis Globin

Sickle sel anemia Other homo & heterozygous Hbpathies: CC, DD, EE, S-thallasemia, SC Thallassemia mayor Hb H disease
G6PD Pyruvate kinase Other glycolytic pathway enzymes

Defek Enzim

11 Mei 2007

PK

42

EKSTRINSIK Didapat Immunohemolytic anemias Kongenital

Traumatic & microangiopathic HA


Infectious agents Chemical damage, drugs & thermal injury

AIHA Warm AIHA Cold Paroxismal cold Hburia Drug induced

Prosthetic valves HUS TTP DIC

Abetalipoproteine mia Lecithin chol acyltransferase def

Secondary to liver dis, renal dis, & hypertension


Vit E def in newborns
11 Mei 2007

Protozoa: malaria, toxoplasmosis, leishmaniasis, trypanosomiasis, babesiosis Bacteria: Bartonellosis, clostridial infection, cholera, typhoid fever,PK & others

43

Klasifikasi AH berdasarkan letak kelainan


Intrinsik Ekstrinsik

Kelainan membran Sferositosis herediter Eliptositosis herediter Piropoikilositosis herediter Stomatositosis herediter Xerocytosis herediter PNH Kelainan enzim Def G6PD Def piruvat kinase Hemoglobin abnormal Thalassemia Hemoglobin varian

Faktor plasma Obat, zat kimia Racun binatang Mikroorganisme infeksius Kelainan lipid plasma

Trauma fisik thd sel Lesi mikrosirkulasi Trauma suhu March hemoglobinuria

Destruksi sel karena imun Autoimun Alloimun Drug-induced


11 Mei 2007

PK

44

Normal catabolism of aged RBC

11 Mei 2007

PK

45

Hemolisis Ekstravaskuler

11 Mei 2007

PK

46

Pemeriksaan laboratorium hemolisis ekstravaskuler


Tes stabilitas hemoglobin: Hb elektroforesis, pengecatan Heinz body. Tes struktur membran: fragilitas osmotik, tes otohemolisis. Test of metabolic machinery: G6PD, enzim spesifik (misal: piruvat kinase). Tes destruksi imun: Coombs tes direk dan indirek, titer cold agglutinin, tes komplemen.
11 Mei 2007

PK

47

Hemolisis Intravaskuler

11 Mei 2007

PK

48

Pemeriksaan laboratorium hemolisis intravaskuler


Kadar haptoglobin. Hemoglobinemi. Hemoglobinuri. Hemosiderinuri. Methemalbumin.

11 Mei 2007

PK

49

Beda kelainan intrinsik & ekstrinsik


Intrinsik:
Eritrosit donor pend umur erit dpt bertahan umur erit normal Eritrosit pend resipien normal umur erit << erit normal.

Ekstrinsik:
Eritrosit donor pend erit akan didestruksi lbh cepat dr normal umur erit << Eritrosit pend resipien normal erit dpt bertahan erit normal.
11 Mei 2007

PK

50

Gambaran Klinik
Anemia hemolitik kongenital:
Anemia dgn tingkat yang bervariasi Jaundice Splenomegali Perkembangan cholelithiasis Chronic leg ulcers Abnormalitas tulang.
11 Mei 2007

PK

51

Gambaran Klinik
Anemia hemolitik didapat:
Perkembangan anemia bertahap minggu bulan Gamb klinik bisa bersamaan dgn an hemolitik kongenital Jika hemolitik merup proses sekunder dr peny lain satu manifestasi hemolitik:
Limfoma/LE menutupi proses hemolitik

Jika hemolitik tjd akut post transfusi:


Acute febrile illness

11 Mei 2007

PK

52

Gambaran Klinik
Gejala klinik yg timbul manifestasi peningkatan destruksi eritrosit & eritropoesis. Gejala :
Pucat, mudah lelah, sesak napas, denyut jantung cepat, disertai ikterus dan splenomegali. Urin berwarna gelap urobilinogen, atau merah jernih hemoglobinuria.

Anemia hemolitik kronik:


Artritis/fraktur spontan (osteoartropati) pada anakanak.

11 Mei 2007

PK

53

DD Anemia Hemolitik
Anemia disertai peningkatan retikulosit:
pasca perdarahan atau recoveri dari anemia def besi, folat, atau vit B12

Anemia disertai jaundice dgn inefektif EPO Kehilangan darah kedalam body cavity atau jaringan Gangguan katabolisme bilirubin Pe Hb 1,0 g/dL/minggu tanpa ada perdarahan & hemodilusi anemia hemolitik

11 Mei 2007

PK

54

Hereditery Spherocytosis
Clinical Manifestation
Anemia Splenomegaly Intermitten jaundice Aplastik crises Megaloblastic crises Excellent response to splenectomy

11 Mei 2007

PK

55

Hereditery Spherocytosis
Laboratory Characteristic
Reticulocytosis 5-20% Spherocytosis MCHC OFT Normal direct antiglobulin test (DAT) (Combs test negatif). Blood Smear Morphology:
Microspherocytes small, round, dense RBC that are filled with Hb & lack a central pallor.

11 Mei 2007

PK

56

The hallmark of HS is spherocytes on the blood smear.


11 Mei 2007

C OFT pasien dgn HS

PK

57

Talasemia
Talasemia (mayor) anemia Laut Tengah (Mediterranean) Gambaran klinis:
Anemia berat 3-6 bln setelah lahir Hepatosplenomegali Pembesaran tulang facies talasemia

Diagnosis:
An hipokrom mikrositik berat, retik , sel target, basophilic stippling. Elektroforesis Hb A <<; semua Hb yg beredar Hb F.

11 Mei 2007

PK

58

Thalassemia
Wajah khas

11 Mei 2007

PK

59

Thalassemia

Hydrops fetalis
Delesi 4 gena globin (--/--) homozygous 0-thalassemia (Hb Barts, 4)

11 Mei 2007

Sandoz Atlas: Cinical Hematology, 1988 Gower Medical Publishing PK

60

Thalassemia

Defek eritrosit

11 Mei 2007

PK

61

REAKSI TRANSFUSI
Reaksi transfusi hemolitik
Akut/segera Lambat

Reaksi transfusi nonhemolitik


Akut/segera Lambat

11 Mei 2007

PK

62

RT HEMOLITIK AKUT

Eritrosit ditransfusikan, antibodi (IgM) mengenali


eritrosit ikatan Ag-Ab hemolisis sel donor Terjadi segera (1-2 jam) ses transfusi Pernah dilaporkan tjd dlm beb menit Transfusi ABO inkompatibel : mengancam kehidupan, mengakibatkan: shock gagal ginjal akut DIC

11 Mei 2007

PK

63

PATOFISIOLOGI RT HEMOLITIK AKUT

Prinsip kausa RT hemolitik akut: transfusi darah (whole blood) atau eritrosit inkompatibel sec imunologik kpd resipien Anti-A, anti-Kell, anti-Jka, anti-Fya Proses hemolisis: Hemolisis intravaskuler : Kompleks Ag-Ab di permukaan eritrosit lisis Eritrosit melepaskan Hb, stromata eritrosit dan ensim intraseluler hemoglobinemia & hemoglobinuria

Hemolisis ekstravaskuler
Ditandai dg formasi kompleks Ag-Ab di permukaan eritrosit dg aktivasi komplemen tak sempurna Tidak tjd lisis eritrosit intravaskuler: hemoglobinemia hemoglobinuria 11 Mei 2007

PK

64

Tanda & gejala klinik reaksi transfusi hemolitik akut


Demam Kedinginan Facial flushing Sakit dada Sakit punggung & panggul Hipotensi Sakit perut Nausea Sesak napas Muntah
11 Mei 2007

Hemoglobinemia Hemoglobinuria Shock Anemia Oliguri a/ anuria (gagal ginjal) Sakit pd area transfusi Perdarahan menyeluruh Urticaria Diare DIC

PK

65

Reaksi Transfusi HEMOLITIK LAMBAT

Terjadi 3-7 hari sesudah transfusi Terjadi karena sebelumnya pernah mengalami hal-hal
berikut (anamnesis): transfusi kehamilan transplantasi antibodi tak terdeteksi dgn metode pretransfusi standard/rutin Tanda & gejala klinik lebih ringan: demam, anemia & ikterik ringan, jarang tjd oliguria & DIC Penurunan hb a/ hematokrit ses transfusi dicurigai tjd RT hemolitik lambat
11 Mei 2007

PK

66

PATOFISIOLOGI RT HEMOLITIK LAMBAT


Terdapat 2 jenis reaksi yg berbeda:

1. Respon sekunder (anamnesis) thd eritrosit yg


ditransfusikan

Tjd 3-7 hari ses transfusi 2. Aloimunisasi primer

Pasien tdk memp riwayat transfusi, kehamilan a/ transplantasi sebelumnya

Hemolisis ekstravaskuler
Ab psn berikatan dg permk spesifik Ag eritr donor Dibersihkan o/ sistim Retikuloendotelial/SRE (sistim monosit-makrofag) Hb dikatabolisme oleh sel SRE HATI Bilirubin conjugated

Ag-Ab 11 Mei 2007

hemolisis PK

Urobilinogen fekal
67

IMMUNE HEMOLYTIC ANEMIA (IHA) / Anemia Hemolitik Imun


Anemia yang disebabkan krn lisisnya eritrosit karena proses imun (autoantibodi berikatan dg antigen dipermukaan eritrosit) Ditemukan autoantibodi dalam serum atau autoantibodi yang menyelimuti eritrosit

11 Mei 2007

PK

68

KLASIFIKASI ANEMIA HEMOLITIK IMUN Klasifikasi


1. Alloimmune / aloimun Pasien memproduksi antibodi terhadap eritrosit asing yang masuk ke sirkulasi pasien 2. Autoimmune / autoimun Pasien memproduksi antibodi terhadap eritrositnya sendiri 3. Drug induce Pasien memproduksi antibodi terhadap obat kompleks Ag-Ab lisis
11 Mei 2007

PK

69

Klasifikasi
AUTOIMUN
Dingin Hangat Mixed Primer Sekunder ALOIMUN
imunologi

penyakit dasar

Anemia Hemolitik Imun

Inkompatibilitas ABO
- transfusi
- fetomaternal: - Hemolytic disease of newborn (HDN)

DRUG INDUCE
11 Mei 2007

Inkompatibilitas Rh - HDN
70

PK

AUTOIMMUNE HEMOLYTIC ANEMIA ( AIHA )


AIHA disebabkan rusaknya eritrosit krn antibodi, yg
diproduksi o/ pasien thd antigen yg ada a/ melekat di eritrosit tubuh sendiri

Destruksi eritrosit dapat melalui beb proses:


Hemolisis intravaskuler Hemolisis ekstravaskuler

11 Mei 2007

PK

71

Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA) tipe dingin & hangat


HANGAT
70-75% kasus Antibodi aktif pd suhu hangat 37C Ig G Penyebab: >> peny autoimun
PENY LIMFOPROLIFERATIF SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) INFEKSI TERTENTU NEOPLASMA NONLIMFOID ULCERATIVE COLITIS BEB OBAT

DINGIN
16% kasus Antibodi aktif pd suhu dingin < 20C Ig M Penyebab: >> infeksi
MYCOPLASMA PNEUMONIAE MONONUKLEOSIS INFEKSIOSA (EBV) CYTOMEGALOVIRUS HIV dll

Hemolisis ekstravaskuler (sel tidak lisis)


11 Mei 2007

Hemolisis intravaskuler (sel lisis)


PK
72

AIHA tipe dingin

AIHA tipe dingin


Infeksi virus

clumping Clu

(ag

Aglutinasi (clumping)
11 Mei 2007

PK

73

Pemeriksaan laboratorium
Darah rutin
Anemia: sedang sp berat (< 3 g/dl) Jumlah lekosit bisa sp > 50 rb/mmk (akut) Jumlah trombosit bisa meningkat

Morfologi darah tepi


AIHA tipe hangat: mikrosferosit + (disebabkan krn ingesti parsial kompleks Ag-Ab oleh makrofag) AIHA tipe dingin:
Akut post infeksi : gb. an mirip AIHA tipe hangat Kronik : aglutinasi eritrosit (clumping)

11 Mei 2007

PK

74

Pemeriksaan laboratorium
Imunologi

Tes Coombs direk : + Tes Coombs indirek : +

Urin : Hemoglobinuria +, hemosiderinuria +, mioglobinuria + Lain:


Unconjugated bilirubin meningkat LDH meningkat Haptoglobin menurun Hemoglobinemia

11 Mei 2007

PK

75

Rangkuman penanda hemolisis

Pemeriksaan laboratorium
Peningkatan destruksi eritrosit:
Unconjugated bilirubin meningkat Haptoglobin serum menurun Hemoglobinemia, hemoglobinuria, hemosiderinuria (hemolisis intravaskuler) Mioglobulinuria Hemosiderin urin + LDH serum meningkat (hemolisis intravaskuler)

11 Mei 2007

PK

76

Pemeriksaan laboratorium
Peningkatan produksi eritrosit (kompensasi):
Retikulosit meningkat Eritrosit berinti ditemukan di darah tepi, polikromasi, kd granulositosis & trombositosis Hiperplasia eritroid (sumsum tulang) jarang diperlukan Pd kasus sulit, diperlukan pem eritropoetin serum

11 Mei 2007

PK

77

HEMOLYTIC DISEASES OF NEWBORN / HDN

Rusaknya eritrosit janin dan neonatus oleh antibodi IgG


yang diproduksi oleh ibu Hanya antibodi IgG yg ditransfer aktif melalui plasenta

INKOMPATIBILITAS ABO

INKOMPATIBILITAS Rh

11 Mei 2007

PK

78

HEMOLYTIC DISEASES OF NEWBORN / HDN

INKOMPATIBILITAS ABO Terjadi pada ibu gol O dan janin gol A/B Antibodi ibu (IgG) dpt menembus plasenta dan

masuk ke sirkulasi fetal, menempel di eritrosit janin Terjadi formasi kompleks Ag-Ab destruksi eritrosit (hemolisis)
Anti A

lisis

B
Anti B

Ag-Ab
PK

11 Mei 2007

Ibu gol O

sirkulasi fetal

79

Hemolytic Disease of Newborn (HDN)


Ibu Rh Bayi Rh +

Eritrosit janin masuk ke sirkulasi ibu pada saat kelahiran Eritrosit janin dikenali oleh sistim imun ibu Ibu tersensitisasi & memproduksi antibodi thd eritrosit janin Antibodi melewati plasenta masuk dlm sirkulasi janin

Antibodi ibu berikatan dg eritrosit janin

11 Mei 2007

PK

Hemolisis ekstravaskuler : HDN 80

11 Mei 2007

PK

81

Sistim Rhesus
Sampai saat ini dikenal 6 Ag: C & c, D & d, E & e Kombinasi: CDe, cDE, cDe, CDE, cdE, CdE, cde, Cde (terbanyak CDE, cDE, cde) Hasil: Rhesus + & Rhesus Yang menentukan + a/ - adalah: ada tidaknya antigen D Berguna dalam klinik Rhesus - : >> orang kulit putih Indonesia: <<

11 Mei 2007

PK

82

Golongan Darah Rhesus ( Rh )


D + : gol darah Rh +, mempunyai Ag D D - : gol darah Rh - , genotipe cde/cde, tdk mempunyai Ag D, mampu membentuk Anti D bila terjadi pemaparan dg eritrosit Rh + Du : Rh + lemah, bereaksi lambat, sering keliru dengan D-

11 Mei 2007

PK

83

Alhamdulillah..

dan Selamat belajar

11 Mei 2007

PK

84