Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PERIODE POST NATAL

Diposkan oleh Rizki Kurniadi Nama Mahasiswa : Praktek : Ruang C Nomor Mahasiswa : Praktek : I. Tempat Tanggal

Data Demografi : Nama Klien : Ny Dina Yuniastuti Nama Suami : Thomas P Umur Klien : 21 Tahun Umur : 21 Tahun Alamat : Tosadu,Tawangsari, Gantiwarno, Klaten Status : Kawin Agama : Kristen Suku : Jawa Pendidikan : SMTA Pekerjaan : Buruh Diagnosa Medik : G2P0A1, hamil aterm, inpartu dengan KPD Tgl Masuk RS : 04 mei 2003 Jam17.20 wib. No. RM : 40-47-68 Tgl Pengkajian : 05 mei 2003 Keluhan utama saat ini :

II.

Nyeri pada luka jahitan perineum III. Riwayat penyakit dahulu : Pasien mengatakan tidak pernah memiliki riwayat hipertensi,diabetes mellitus, hanya menderita tekanan darah rendah, dan pernah mengalami keguguran ketika usia kehamilan dua bulan. Riwayat penyakit keluarga : Pasien mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada memiliki penyakit hipertensi, DM atau sejenis penyakit lainnya. Riwayat Kesehatan
Komponen Pola persepsi kesehatan pemeliharaan kesehatan Hasil Pasien mengerti tentang sehatsakit,kapan,bagaimana dan kemana harus mencari pertolongan,selama ini pasien sering ke dokter praktek dan puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Pasien makan 3 kali sehari,minum 6-8 gelas perhari,pasien masih merasakan mual,muntah (),makanan yang disiapkan tidak dihabiskan. Selama hamil pasien mengatakan sering jalanjalan pagi bersama suami,setelah diRS pasien bisa jalan,duduk dan kekamar mandi sendiri tanpa bantuan. Selama hamil istirahat/tidur tidak ada gangguan, tidur siang selama 2 jam dan malam tidur jam 21.00 dan bangun pagi jam 06.00 wib,begitu pula halnya selama di RS tidak ada gangguan,pasien bisa tidur dengan nyenyak dan begitu bangun nampak ceriah dan segar. Pasien mengatakan bahwa kehamilan sekarang sangat didambakan dan senang dengan adanya kehamilan ini apalagi pernah keguguran. Pasien sangat koperatif baik terhadap segala jenis tindakan keperawatan yang diberikan dan meyakini bahwa semua tindakan itu adalah

IV.

V.

Pola nutrisi metabolisme Pola aktifitas latihan

Pola isitirahat tidur

Pola persepsi kognitif

Pola persepsi terhadap diri

Pola hubungan - peran

Pola seksualitas reproduksi

Pola stress koping Pola kepercayaan nilai--nilai

untuk mempercepat kesembuhannya. Orang terdekat adalah suaminya yang sangat menginginkan kelahiran ini begitu pula orang tuanya dan mertuanya serta kerabat lainnya., dan hubungannya sangat baik dan harmonis. Selama hamil frekwensi hubungan seksual dua kali seminggu, tidak ada gangguan dalam melakukan akttifitas tersebut, kontak bleeding (-) Pasien penampilannya rapi, berbicara agak cepat serta selalu mendiskusikan dengan suami setiap ada masalah Pasien beragama kristen dan rajin melaksanakan Ibadah setiap minggu/ada kebaktian yang dilakukan dirumah-rumah dimana didaerahnya baru dibangun gereja

VI.

Keluarga Berencana Sebelum hamil pasien belum pernah KB dan setelah melahirkan ini pasien berencana berKB tetapi masih bingung mau menggunakan KB apa tergantung nanti dengan kondisi kesehatannya dan musyawarah dengan suami. Riwayat Ginekologi Pasien tidak ada kelainan dengan riwayat Ginekologi

VII.

VIII. Riwayat Obstetri Pasien pernah mengalami keguguran saat usia kehamilan dua bulan, haid teratur, menarche usia 14.thn dan siklus haid teratur yaitu 28 hari, lama 5 hari,sifat encer, warna merah HPHT 28 juli 2003,HPL 5 mei 2003. Pergerakan janin dirasakan pada umur kehamilan 20 minggu lebih dari 20 x /24 jam. IX. Riwayat persalinan dan Kelahiran saat ini

Penderita masuk diRuang C jam 06 .00 pagi tanggal 5 mei 2003 dengan riwayat persalinan vakum ekstraksi dengan ketuban pecah dini yang dialami pasien sejak jam 09.00 pagi tanggal 4 mei 2003, air yang keluar dari vagina sedikit dan bertambah banyak ketika jam 15.00 kemudian pasien dibawa ke IRD jam 17.00 RSUD Soeradji klaten , selanjutnya pasien merasakan nyeri kenceng-kenceng teratur mulai jam. 02.30 keluar lendir darah selanjutnya ketuban pecah,akibat pada kala II tak maju ; diagnosa operatif : Kala II tak maju pada primigravida, hamil aterm KPD 15 jam dalam induksi misoprostol 50 mg , dilakukan episotomi mediolateral pada saat kepala membuka vulva 1x, pasang 2x tarikan sedang. Setelah kepala lahir tekanan dikembalikan ke nol. Jam 02.55 bayi lahir secara VE jenis perempuan, BBL 2600 gram, PBL 47 cm, LK : 33 cm,LD : 33 cm Apgar score 7-8, plasenta lahir spontan, lengkap, perineum episiotomi jahitan D. 6 L.4 , lama persalinan 20 jam. X. Data Bayi Saat ini : Keadaan umum bayi baru lahir : Berat Badan : 2600 gram 30 Cm Panjang badan : 47 cm 29 cm Lingkar kepala : 33 cm atas : 11 cm

Lingkar dada

Lingkar perut : Lingkar lengan

Apgar Scoe :
N o. 1. 2. 3. 4. 5. Karakteri stik yang dinilai 5 mei Denyut 2003 juantung Pernafas an Refleks Tonus otot Warna kulit Total Tgl/j am Me nit 1 2 2 1 1 1 7 Menit 5

2 2 1 1 2 8

XI. Keadaan Psikologis Ibu Pasien mengatakan senang dan gembira atas kelahirannya ini karena memang anak ini sangat didambakannya dan menkhawatirkan keadaan bayinya apakah normal atau ada kelaianan karena barinya berada diruang B, tidak bersamanya ( rawat gabung ). XII. Review of system dan Pemeriksaan Fisik Penampilan Umum : Rapi BB : 60 kg TB : 151 cm Tanda-Tanda Vital : Tensi : 130/90mmHg , HR : 80 x/m, SB : 36,7C
Komponen Kulit,rambut,kuku Kepala dan leher Review of system Kulit bersih, rambut bersih tidak rontok,kuku rapi Oedema (-),conjungtiva anemis (+),sclera (),penglihatan :dbn,kelenjar tiroid (-)vena jugularis(Pemeriksaan fisik

),bekas operasi (-) Telinga Bersih,Cairan(-),serumen(),pendengaran : dbn Mulut,tenggorokan,hidung Bersih,caries(-)secret (-)alat Bantu (-), dbn Thoraks dan paru-paru Simetris ki/ka,wheezing (),ronchi(-) Payudara Lunak,Putting susu teraba kencang,ASI belum keluar Jantung Tidak ada bising jantung , S1 dan S2 baik Abdomen Terdapat striae gravidarum,fundus uteri 2 jari dibawah pusat Genetalia Ada luka episotomi Tanda-tanda REEDA (-) mediolateal dengan jahitan.lochia jumlahnya sedang,warna merah gelap,bekuan kecil (+) Musculoskeletal Dbn Ekstremitas Refleks +/+, ),oedema (-) varises (- Homan test (-)

XIII.Pemeriksaan Laboratorium atau hasil pemeriksaan diagnostic lainnya


Tgl dan Jenis Pemeriksaan Tanggal 4 mei 2003-05-08 Lab. Darah : WBC RBC HGB HCT MCV MCH MCHC PLT RDW PDW MPV P-LCR Diff : Lym % Hasil pemeriksaan dan Nilai Interpretasi Normal Semua hasil Pemeriksaan Dalam batas normal 10,8 103/ul ( 4,8 -10,8 ) 3,84 106/ul ( 4,2 -5,4 ) 11,6 g/dl ( 12 -16 ) 35,4% ( 37 47 ) 92,2 fl ( 81 99 ) 30,2 fl ( 27 31 ) 32,8 pg ( 33 37 ) 278 103 ( 150 450 ) 45,8 fl ( 35 47 ) 12,3 fl ( 9 13 ) 9,4 fl ( 7,2 11,1 ) 21,9 % ( 15 25 ) 21,2 % ( 19 48 )

Lyp # Golongan Darah Diff. Manual Segmen Lymposit

2,3 103/ull ( 1- 3,7 ) B 70 % 22%

XIV . Therapi Medis yang diberikan


Tanggal 5 mei 2003 Jenis terapi PPC Amoxcyllin Fe dt NE Amoxcyllin Fe dt NE Amoxcyllin Fe dt NE Rute terapi 3 x 1 juta UI 3x1 2x1 2x1 3x1 2x1 2x1 3x1 2x1 2x1 Dosis 500

Indikasi t Cegah in idem Zat besi (

6 mei 2003

500

Cegah in Zat besi (

7 mei 2003

500

Cegah in Zat besi (

XV.

Analisa Data
Data Penunjang Etiologi Luka perineum Masalah Nyeri

DS : Pasien mengatakan nyeri pada jahitan perineum DO : Luka perineum masih basah Ekpresi wajah pasien nampak meringis menahan sakit Skala nyeri 5 Vital sign : HR

;88x/m,SB : 36,5,TD : 140/100 mmHg

DS : Pasien mengatakan lemah, Persalinan yang lama DO : Pasien tampak lemah Pasien dibantu oleh keluarga dan perawat Persalinanan 20 jam

Kelemahan fisik

DS :

Pasien selalu menanyakan Kurangnya informasi keadaan bayinya apa tentang bayinya normal/tidak

Cemas

DO : Pasien tampak cemas Nadi 88 x/m Pasien mengatakan apakah bayinya normal/ ada kelainan.

XVI : Diagnosa Keperawatan : Dari Analisa data diatas dapat ditegakkan diagnosa keperawatan yaitu : 1. Nyeri berhubungan dengan adanya luka perineum 2. Kelemahan fisik berhubungan persalinan yang lama 3. cemas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang bayinya XVII. Remcana Pendidikan Kesehatan
Area Rencana tindakan /Implementasi

Kerja

Istirahat

Latihan Hygiene Koitus

Kontrasepsi

Follow up Lain-lain

Memberikan informasi bahwa selama tiga minggu post psrtum belum diperbolehkan bekerja keras, seperti mengangkat ember, barangbarang yang berat, dan memperbolehkan bekerja ringan seperti menyapu,menyetrika dan memasak. Mengajarkan kepada ibu agar istirahat dengan cukup saat bayi tertidur , hal ini sangat baik untuk memulihkan kondisi ibu walaupun ibu tidak punya masalah dengan keadaan tidur Mengajarkan kepada ibu bahwa latihan pada awal minggu pertama post partum seperti menaiki tangga,senam post partum Mengajarkan pada ibu untuk selalu membersihkan daerah vagina dan perineum setelah BAK atau BAB dengan air sabun Mengajarkan pada ibu bahwa coitus bisa dimulai apabila lohia berubah menjadi putih dan luka perineum sudah sembuh sempurna serta ibu merasa nyaman untuk melakukan hubungan Menjelaskan kepada Ibu bisa menggunakan kontrasepsi setelah tiga minggu poat partum dan apabila ibu menyusui secara penuh dan tidak memberikan makanan tambahan pada bayi bisa dipergunakan untuk kontrasepsi selama enam bulan post partum Ibu bisa mengontrolkan disi seminggu setelah persalinan dan selanjutnya kontrol sampai 42 hari post partum

http://asuhankeperawatanonline.blogspot.com/2012/03/asuhan-keperawatan-maternitasperiode_03.html