Anda di halaman 1dari 41

MAKALAH PERMASALAHAN PHBS DI POSYANDU KARTIKA PUSKESMAS CIPEDES TAHUN 2012

Nindi Devita Permatasari 08310350

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dicapai melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN

Derajat kesehatan masyarakat yang masih belum optimal tersebut di atas pada hakikatnya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, perilaku masyarakat, pelayanan kesehatan dan genetika. Dari hasil Riskesdas 2007 memang diketahui bahwa rumah tangga yang telah mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) baru mencapai 38,7%. Oleh sebab itu, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014 mencantumkan target 70% rumah tangga sudah mempraktikkkan PHBS pada tahun 2014.

BAB I PENDAHULUAN
B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini yaitu Permasalahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga di Posyandu Kartika Puskesmas Cipedes Tahun 2012.

BAB I PENDAHULUAN
C. Tujuan Untuk menganalisa permasalahan PHBS Rumah Tangga. Untuk meningkatkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat sesuai indikator-indikator PHBS. D. Manfaat Agar masyarakat tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS dan berperan aktif dalam kegiatan di masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memeliharadan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Tatanan PHBS : 1. PHBS Rumah Tangga 2. PHBS Di Institusi Pendidikan 3. PHBS Di Tempat Kerja 4. PHBS Di Tempat Umum 5. PHBS Di Institusi Kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Indikator PHBS Rumah Tangga : Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan Memberi bayi ASI eksklusif Menimbang bayi dan balita setiap bulan Menggunakan air bersih Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Menggunakan jamban sehat Memberantas jentik di rumah seminggu sekali Makan buah dan sayur setiap hari Melakukan aktivitas fisik setiap hari Tidak merokok di dalam rumah

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN


Geografi Puskesmas Cipedes Sebelah Utara : Kelurahan Nagarasari Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cigeureung. Sebelah Timur : Kelurahan Panglayungan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panglayungan. Sebelah Selatan : Kelurahan Panglayungan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Panglayungan. Sebelah Barat : Kelurahan Panyingkiran Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Indihiang

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Secara Administratif Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cipedes termasuk ke Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya terdiri dari 1 Kelurahan, 13 RW dan 68 Rt, dengan luas 220,072 ha.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Puskesmas Cipedes memiliki 19 Posyandu, tempat pelaksanaan Posyandu diantaranya di Rumah Kader, Madrasah dan Rumah RW disetiap Posyandu masing-masing. Pelaksanaan Posyandu dilaksanakan setiap satu bulan sekali dalam Posyandu yang berbeda. Pada survei mawas diri ini dilakukan di Posyandu Kartika dengan jumlah KK sebanyak 237 KK. Survei mawas diri ini mengambil 30% dari jumlah KK Posyandu Kartika yaitu sebanyak 72 KK.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Survei Mawas Diri Tabel Rencana Persalinan

Tempat Puskesmas Bidan Jumlah Jumlah 2 1 3 Persentase (%) 66,7 33,3 100

Hal tersebut menandakan bahwa persalinan 100% ditolong oleh tenaga kesehatan yang berarti dengan adanya persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, maka akan dapat menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan dengan adanya persalinan 100% ditolong oleh tenaga kesehatan, hal tersebut menandakan bahwa telah tercapainya target persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel ASI Eksklusif


ASI Eksklusif
Ya Tidak Jumlah

Jumlah
14 9 26

Persentase (%)
60,9 39,1 100

Dengan demikian, berarti sekitar 39,1% bayi kemungkinan dapat rentan terhadap segala penyakit dan mungkin perkembangan fisik serta kecerdasan bayi nantinya akan terganggu. Terbukti kejadian pneumonia pada balita sebanyak 5 orang dengan persentase 1,9% di Posyandu Kartika. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif juga diduga menjadi salah satu faktor penyebab ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Target pencapaian ASI eksklusif sebesar 67% pun tidak dapat tercapai.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Balita Ditimbang Setiap Bulan


Balita Ditimbang Tiap Bulan Ya Jumlah Persentase (%)

26

100

Jumlah

26

100

Dengan adanya penimbangan 100%, maka tercapainya target penimbangan bayi dan balita setiap bulan. Dari hasil penimbangan di Posyandu Kartika yang memiliki gizi kurang yaitu sebanyak 1 bayi. Bayi tersebut telah mendapatkan makanan tambahan dari puskesmas setiap bulan berupa susu dan biskuit. Pentingnya penimbangan yang dilakukan setiap bulan juga untuk mengetahui berat badan bayi yang naik dan yang tidak naik 2 bulan berturut-turut. Namun, pada posyandu kartika hanya ada 1 bayi yang mengalami gizi yang kurang.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Penggunaan Air Bersih


Air Bersih
Bersih Kurang Bersih Jumlah

Jumlah
67 5 72

Persentase (%)
93,1 6,9 100

Hal tersebut menandakan bahwa sebanyak 6,9% yang tidak menggunakan air bersih berpotensi untuk menderita penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan scabies. Terbukti kejadian diare 8 orang dengan persentase 3,1% dan scabies sebanyak 2 orang dengan persentase 0,8%.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Mencuci Tangan Dengan Air Bersih dan Sabun


Cuci Tangan Ya Tidak Jumlah Jumlah 72 0 72 Persentase (%) 100 0 100

Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat telah sadar akan dampaknya perilaku tidak mencuci tangan. Walaupun angka kejadian diare di Posyandu Kartika masih ada sekitar 8 orang dengan persentase 3,1%. Hal tersebut kemungkinan tidak hanya dipengaruhi oleh perilaku mencuci tangan saja, akan tetapi dapat dipengaruhi oleh sarana air bersih, faktor pencemaran sumber air, konsumsi makanan yang kurang bersih dan lain-lain. Untuk mengetahui penyebab secara pasti dibutuhkan beberapa pemeriksaan lain.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Penggunaan Jamban Sehat


Jamban Sehat Ya Tidak Jumlah Jumlah 7 65 72 Persentase (%) 9,7 90,3 100

Hal tersebut berarti sebanyak 9,7% berpotensi untuk dapat menderita penyakit berbasis lingkungan seperti diare akibat penggunaan jamban yang tidak sehat.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Jentik Nyamuk


Jentik Nyamuk Ada Tidak ada Jumlah Jumlah 51 21 72 Persentase (%) 70,8 29,2 100

Hal tersebut berarti sebanyak 70,8% berpotensi lebih besar untuk menderita demam berdarah dengue atau penyakit lain yang dapat terjadi akibat penularan oleh nyamuk, walaupun sebanyak 29,2% juga dapat berpotensi menderita penyakit demam berdarah dengue. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa upaya untuk mengatasi agar hal tersebut tidak terjadi yaitu dengan melakukan 3M plus pemberantasan jentik nyamuk dengan abate, dan juga pemberantasan nyamuk baik dengan cara kimiawi maupun mekanik.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Konsumsi Buah dan Sayur


Konsumsi Sayur dan Buah Setiap hari Tidak setiap hari Jumlah Jumlah
17 55 72

Persentase (%)
23,6 76,4 100.0

Hal tersebut berarti sebesar 23,6% berpotensi untuk menderita gangguan penernaan, kemungkinan tingkat kejadian hipertensi dapat meningkat, tubuh jadi mudah terserang penyakit.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Aktivitas Fisik


Aktivitas Fisik Ya Tidak Jumlah Jumlah 27 45 72 Persentase (%) 37,5 62,5 100

Hal tersebut berarti sebanyak 62,5% berpotensi untuk menderita obesitas, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit lainnya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Merokok Di Dalam Rumah


Merokok dalam Rumah Ada Tidak ada Jumlah Jumlah 46 26 72 Persentase (%) 63,9 36,1 100

Hal tersebut berarti sebesar 36,1% berpotensi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah, resiko penyakit paru, kanker bagi perokok aktif, sedangkan bagi perokok pasif juga pengaruhnya dapat meningkatkan resiko penyakit sistem pernafasan seperti ISPA dan pneumoni pada balita, kanker, dan lain-lain. Terbukti pada Posyandu Kartika didapat sebanyak 8 orang yang mengalami ISPA dengan persentase 3,5% dan balita mengalami pneumonia sebanyak 5 orang dengan persentase 1,9%.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


PHBS Ya Tidak Jumlah Jumlah 0 72 72 Persentase (%) 0 100 100

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


KESIMPULAN Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 100% yang berarti cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan telah tercapai yaitu 90%. ASI Eksklusif sebesar 60,9%. Target cakupan ASI Eksklusif masih belum tercapai dari 67%. Balita ditimbang setiap bulan sebesar 100% yang berarti target telah tercapai dari target 79%.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Menggunakan sarana air bersih sebesar 93,1%, yang berarti target penggunaan sarana air bersih telah tercapai yaitu sebesar 80%. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebesar 100%, yang berarti target telah tercapai. Menggunakan jamban sehat sebesar 9,7%, yang berarti target tidak tercapai yaitu 80%. Memberantas jentik nyamuk di rumah seminggu sekali sebesar 70,8%, yang berarti taget pemberantasan nyamuk di rumah seminggu sekali belum tercapai

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Makan sayur dan buah setiap hari sebesar 76,4%, yang artinya bahwa belum tercapainya target untuk indikator makan sayur dan buah. Melakukan aktivitas fisik setiap hari sebesar 62,5%, yang berarti target dari indikator melakukan aktifitas fisik setiap hari belum tercapai. Tidak merokok di dalam rumah sebesar 36,1%, artinya target untuk indikator tidak merokok di dalam rumah belum tercapai, dan merupakan capaian terendah dari seluruh indikator PHBS di rw 11.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat di posyandu kartika 100% tidak ber-PHBS. Hal tersebut berarti tidak sesuai target yakni 65% masyarakat harus ber-PHBS.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


SARAN Lintas Program Program Promkes

Pembinaan kader tentang ASI eksklusif dengan membekali dan membina kader dengan pengetahuan, keunggulan, dan manfaat ASI, kapan ASI diberikan, bagaimana menjaga mutu dan produksi ASI serta bagaimana cara menyusui yang benar, membina kader agar dapat memotivasi suami ibu menyusui untuk memberi dukungan pada istrinya agar memberikan ASI eksklusif, membina kader dalam memberi penyuluhan pada ibu menyusui tentang menyusui yang benar, pemberian ASI eksklusif dan cara merawat bayi. Dapat juga dibentuk Kelompok Sayang Ibu yang dapat membantu ibu menyusui bayinya bila ada permasalahan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Untuk mengatasi aktivitas yang rendah, maka dapat dilakukan upaya dengan mengidentifikasi jenis aktivitas masyarakat sehari-hari, fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan untuk sarana olahraga bagi masyarakat. Dapat juga dilakukan pembinaan kader tentang peningkatan aktivitas fisik masyarakat untuk pelatihan berbagai jenis senam masyarakat. Puskesmas juga dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala pada kelompok usia tertentu dan mengupayakan adanya buku pencatatan tekanan darah, pemanfaatan lahan untuk peningkatan aktivitas fisik masyarakat.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Untuk mengatasi masalah merokok dalam rumah dapat dilakukan orientasi pada kader dengan persiapan melakukan konseling dan metode berhenti merokok, memberi penghargaan kepada mantan perokok dan membuat komitmen bersama menjadi konselor berhenti merokok, dapat juga dilakukan upaya mengembangkan kawasan bebas asap rokok. Jika memang masalah merokok tidak dapat dihentikan, perokok dapat merokok tidak didalam ruangan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Program Kesling (Kesehatan Lingkungan) Untuk menanggulangi permasalahan air bersih, puskesmas khususnya program kesling dapat melakukan orientasi dan pembinaan kader dan kelompok potensial mengenai penggunaan air bersih dengan melakukan pemetaan rumahrumah yang belum memiliki akses air bersih, melatih kader dan masyarakat setempat tentang ketrampilan mencari sumber air bersih dan membuat sumur gali, sumur pompa tangan, perpipaan, dan penyaringan air secara sederhana, juga melakukan penyuluhan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat tentang pentingnya penggunaan air bersih melalui pertemuan-pertemuan yang ada.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Puskesmas dapat melakukan pembinaan pada kader dan tokoh masyarakat mengenai cara membuat jamban sehat yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat atau alternatif jamban lain (WC umum) yag dapat dikelola dan dijaga bersama oleh masyarakat.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Program Gizi Untuk mengatasi ASI Eksklusif yang rendah, maka program gizi dengan promkes dapat memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi dengan upaya penyuluhan, pemberian makanan yang bergizi pada ibu menyusui, pengetahuan mengenai perawatan payudara saat menyusui dan lain-lain. Untuk mengatasi konsumsi sayur yang rendah, maka dapat dilakukan upaya berupa sosialisasi dengan kelompok usaha tani sayur dan buah, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan dapat juga dilakukan lomba makanan olahan dari bahan sayur dan buah agar masyarakat dapat termotivasi untuk konsumsi sayur dan buah.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Program Pemberantasan Penyakit Menular Tindakan pencegahan meluasnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dilakukan dengan pengendalian terhadap vektor melalui pemberantasan jentik nyamuk Aedes aegypti dengan beberapa metode yang tepat yaitu secara fisik, biologis dan kimiawi + Metode ini menguras, menutup dan mengubur (3M). Salah satu upaya pencegahan DBD secara kimiawi yaitu dengan pemberian abate, dan pemberian abate ini disebut dengan abatisasi. Masih banyak masyarakat yang tidak tahu cara mendeteksi jentik nyamuk, oleh karena itu juga dibutuhkan adanya penyuluhan mengenai demam berdarah dengue, penjelasan untuk mengetahui ciri-ciri jentik nyamuk dan cara pemberantasan jentik nyamuk beserta nyamuknya.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Untuk mengatasi masalah diare, P2M bersama dengan promkes untuk dapat melakukan pelatihan pada kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai tanda dan gejala diare serta penanggulangan diare. Program P2M menyediakan kebutuhan oralit bagi masyarakat untuk penanggulangan diare dirumah. Puskesmas mempunyai klinik sanitasi untuk menanggulangi kasus-kasus penyakit yang berbasis lingkungan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Untuk mengatasi kasus pneumonia, penemuan kasus secara pasif yang berarti setiap petugas kesehatan di unit pelayanan kesehatan (UPK) melakukan deteksi dini kasus pneumonia balita sesuai kriteria klasifikasi kasus. Penemuan kasus secara aktif yaitu dilaksanakan oleh petugas UPK bersama kader aktif mendatangi sasaran (pasien) diwilayah kerja atau lapangan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Lintas Sektoral Puskesmas dapat melakukan advokasi dengan lintas sektor terkait seperti kesra, Ikatan Bidan Indonesia untuk mendapat dukungan kebijakan dan dana untuk membantu memecahkan permasalahan ibu menyusui. Untuk menanggulangi masalah penggunaan air bersih, dibutuhkan kerjasama lintas sektoral dengan dinas pengairan atau instansi terkait untuk dapat melakukan perbaikan dan peningkatan sarana kesehatan lingkungan khususnya sarana penyediaan air bersih yang memenuhi syarat.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Untuk mengatasi keterbatasan adanya jamban, maka diperlukan kerjasama sektoral dengan dinas pemerintah untuk mensubsidi pengadaan jamban sehat. Untuk mengatasi masalah merokok, dapat juga bekerjasama dengan dinas pertanian untuk dapat melakukan upaya penanaman pohon dihalaman rumah untuk mengurangi dampak polusi dari asap rokok. Puskesmas bekerjasama dengan lintas sektor terkait seperti kelompok pemuda/karang taruna, pengusaha alat olahraga/pengelola sarana olahraga, kelompok senam (senam jantung, senam lansia, senam osteoporosis) untuk mendapat dukungan kebijakan, sarana, alat dan dana untuk membantu kegiatan peningkatan aktivitas fisik di masyarakat.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bagi Masyarakat Membentuk RW siaga untuk tercapainya keberhasilan program PHBS dan perlunya dukungan kader serta tokoh masyarakat yang dapat mempengaruhi masyarakat untuk menjalankan 10 indikator PHBS.

TERIMA KASIH