Anda di halaman 1dari 2

Pelayanan konseling adalah suatu komunikasi tatap muka untuk membantu penderita menetapkan pilihanatas

dasar pemahaman yg lengkap ttg dirinya serta masalah kesehatan yg sedang dihadapi secara mandiri (AVCS ,
1995).

Konseling membutuhkan hubungan dokter pasien yg baik, komunikasi efektif dan berkualitas, dan hubungan yg
setara dalam berbagai fakta dan perasaan.
Komunikasi dokter-pasien adalah hubungan yang berlangsung antara dokter dengan pasiennya
selama proses pemeriksaan / pengobatan / perawatan dalam rangka membantu menyelesaikan
masalah.
Komunikasi efektif dokter-pasien adalah komunikasi yang dilakukan secara verbal dan
nonverbal menghasilkan pemahaman pasien terhadap keadaan kesehatannya, peluang dan
kendalanya, sehingga dapat bersama-sama dokter mencari alternative untuk mengatasi
permasalahannya.
Tujuan konseling adalah membantu klien agar :
- Mengetahui apa yang harus dan akan dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan
- Merasa lebih baik, jauh dari ketegangan dan tekanan terus menerus
- Berfungsi maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki
- Mencapai sesuatu yang lebih baik karena sifat positif dan optimistis
- Bisa menyesuaikan diri dengan baik terhadap tuntutan dari lingkungan
Hal-hal yang harus dimiliki seorang konselor :
Percaya, menghayati nilai-nilai kemanusiaan, peka terhadap sekeliling, terbuka, pahamkan diri
sendiri, dan menghayati profesionalitas.
Brammer (1979) mengetengahkan tahap dalam layanan konseling, yaitu tahap penciptaan
hubungan dan tahap pengadaan fasilitas untuk memungkinkan dilakukan langkah yang positif.
1. Tahap 1, penciptaan hubungan ini mencakup
a. Entry atau memasuki fase konseling yaitu mempersiapkan klien dan membuka
hubungan.
b. Clarification yaitu pelajaran mengenai masalah dan yang ada kaitanya dengan masalah
itu serta sebab-sebab mencari bantuan.
c. Structure yaitu merumuskan kesepakatan mengenai apa yang akana dilakukan.
d. Relationship, yaitu membina hubungan yang bersifat bantuan.
2. Tahap II,pengadaan fasilitas untuk memungkinkan dilakukan langkah yang positif.
a. Exploration, yaitu mengungkapkan masalah, melalui pengumpulan fakta sampai sampai
merumuskan masalah.
b. Consolidation, yaitu menconsolidasi dalam rangka menjajaki alternatif-alternatif.
c. Planing, yaitu menyusun rencana untuk melakukan langkah-langkah dengan
menggunakan stratsgi untuk membantu klien.
d. Termination, yaitu memperhatikan konseling dengan melakukan penilaiaan terhadap
hasil-hasil yang telah diperoleh.


Teknik BATHE (teknik diagnosis sebagai batu loncatan ke konsultasi)
1. Background : menanyakan kemungkinan adanya masalah psikososial untuk membantu
mendapatkan hubungan dengan pasien.
2. Affect : untuk memeriksa feeling state termasuk adanya tanda-tanda anxietas.
3. Trouble : Menanyakan tentang bagaimana masalah yang dialami menyusahkan
pasien.
4. Handling : Menanyakan bagaimana pasien menangani masalah tersebut.
5. Empathy : Menunjukkan pengertian atas kesulitan pasien dan membawa
perasaannya ke arah yang logis.


Sumber :
Buku tutor
Endang S Basuki, Konseling Medik : Kunci Menuju Kepatuhan Pasien, Departemen Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2009, Jakarta.