Anda di halaman 1dari 40

Gangguan Somatoform

Defenisi
Suatu Gangguan dimana :
Terdapat gejala dan keluhan somatik / fisik yang
memberi kesan suatu kondisi medik
Dalam Pemeriksaan tidak bisa sepenuhnya diterangkan
oleh suatu penyakit medik yang dkenal.
Gejala dan keluannya cukup keras untuk
menyebabkan pasien mengalami distress yang berarti
dan gangguan fungsi sosial dan pekerjaan.

Gangguan Somatoform Spesifik
1. Gangguan Somatisasi
2. Gangguan Konversi
3. Gangguan Hypochondriasis
4. Gangguan Dysmorphik
5. Gangguan Nyeri

1. Gangguan Somatisasi
Signs & Symtomps
a. Gejala dan keluhan somatik multple, dengan
riwayat medis yang menyulitkan.
b. Keluhan paling sering adalah nyeri,
gastrointestinal sesxual dan neurologis. I
c. de ide suicide sering ada, tapi suicide jarang.
d. Depresi dan anxietas dapat terjadi, problem
interpersonal sering.
Etiologi
1. Psikososial
Supremasi/Represi rasa marah kepada orang
lain, dan mengarahkan rasa marah tersebut
pada diri sendri. Sering mersa rendah diri.
Identifikasi dengan orang tua yang menjadi
model peran sakit .Beberapa dinamikanya
seperti dinamika depresi.
2. Genetika
Riwayat keluarga positif. TErdapat dalam 10%-
26% ibu dan saudara perempuan pasien.Angka
Persesuaian 29% pada kembar monozygot ada
10% pada kembar diszgot.

Perjalanan & Prognosis
Khronis dengan sedikit remisi.
Kekersan gejala Fluktuatif Komplikasi meliputi tidakan
bedahyang tidak perlu, ketergantungan zat, depresi sering.
Epidemiologi
a. Prevalensi 0,1% - 0,5% populasi umum
b. Wanita/pria = 5/1
c. Lebih sering orang yang kurang pendidikan
dan sosioekonomi lemah.
Diferensial Diagnosis
a. Skizofrenia
b. Serangan Panik
c. Gangguan Konversi
d. Gangguan Nyeri
e. Gangguan factatious

Terapi
a. Farmakoterapi
- Anti anxietas
- Anti Depresant
b. Psikoterapi
- Psikoterapi berorientasi insight
- Psikoterapi supprtif
2. Gangguan Konversi
Signs & Symptoms
Gejala dan keluhan yang khas adalah perubahan atau limitasi
fungsi secara tidak sadar sebagai suatu hasil dari konflik
psikologik atau kebutuhan .( dulu disebut Hysteria)
a. Fungsi motorik abnormal : Paralysis, ataxia, dysfag, muntah,
afonia
b. Gejala kejang : Pseudoseizure,unconsciouness
c. Gangguan Sensorik : buta, tuli anosmia, anestesis, analgesia,
diplopia, anestesia, sarung tangan dan kaos kaki.
d. Hubungan temporal yang erat antara gejala dan stress atau emosi
yang intens.
e. Gejala sisi kiri lebih sering daripada sisi kanan
Etiologi
1. Biologik
a. Gejala tergantung pada aktivitas dari mekanisme otak
inhibitoris.
b. Cetusan kertikal yang banyak mengahmbat mekanisme
CNS pada Sypnasis, batang otak, sistem aktivasi
retikuler yang dapat bertanggung jawab untuk defisit
sensorik.
c. Meningkat kelemahan pada pasien dengan trauma
lobus Frontalis atau defisit neurologis.


2. Fisikologik
a. Ekspresi konflik psikologik tak sadar yang direpressi.
b. Gangguan kepribadian premorbid : avoidant,
hysterionik. Disamarkan / disembunyikan melalui
gejala-gejala.
c. Identifikasi dengan anggota-anggota keluarga yang
mempunyai gejala yang sama yang disebabkan oleh
penyakit sebenarnya: dipelajari pada masa kanak-
kanak.
Psikodinamik
a. La Belle Infference : suatu kehilangan perhatian
mengenai penyakitnya, terdapat pada beberapa
pasien.
b. Prima Gain : berhubung dengan reduksi anxietas
oleh represssi impuls yang tidak bisa diterima.
Simbolisasi impuls kepada gejala (seperti
paralysis lengan mencegah ekspresi impuls
agrressi)
c. Secondary Gain : Berhubungan dengan
keuntungan dari sakit (seperti Kompensasi dari
perkara hukum, menghindari kerja,
ketergantungan pada keluarga ). Pasien biasanya
kehilangan insight mengenai dinamika ini.
d. Defence Mechanism yang lain : reaction
formation, denial, displacement.
Perjalanan & Prognosis
Cenderung rekurrent, episode, dipisah oleh periode asimptatis.

Epidemiologi
a. Insidensi & Prevelensi : 10% dari pasien rumah sakit, 5
% - 15 % dari senua pasien rawat jalan psikiatrik
b. Umur : fase anak awal, dapat terjadi umur tua atau
umur pertegahan.
c. Wanita/pria : 2/1
d. Lebih sering dalam anggita keluarga
e. Lebih sering pada status sosioekonomi rendah dan
status pendidikan rendah
Differsial Diagnosis
a. Paralysis
b. Ataxia
c. Buta
d. Tuli
e. Sensoris
f. Hysterical
g. Pseudoseizure
h. Skizofrenia
i. Gangguan moodMalingering & gangguan Factitious

Terapi
a. Farmakoterapi
- antianxietas
- antidepressant
b. Psikoterapi
- Terapi berorientasi insight
- behavior terapy
- Hypnosis
- Narkoanalisis
3. Gangguan hypochondriasis
Signs & Symptoms
Ketakutan abnormal /tak wajar atau keyakinan bahwa
seseorang mempunyai penyakit yang serius walaupun
sesungguhnya tak ada.
a. Suatu organ atau sistem fungsional biasa terkena: yang
paling sering : sistem gastrointestinal dan cardovasculer
b. Pasien percaya bahwa penyakit atau malfungsi ada.
c. Pwemeriksaan fisik negatif atau hasil test
labormenentramkan pasien tapi hanya sebentar, gejala
kemudian kembali. (pada delusi somatik pasien tidak bisa
ditentramkan.
d. Gangguan berl;angsung sedikitnya 6 bulan
e. Keyakinan tidak seintensif delusi
ETIOLOGI
a. Beberapa pasien mempunyai hipersensitifitas konginetal
terhadap fungsi tubuh dan sensasi tubuh, dan ambang
batas rendah utuk nyeri atau ketidak nyamanan fisik.

b. Ketakutan penyakit fisikdapat mempunyai arti simbolik
penting.

c. Psikogenik : repressi rasa marah terhadap orang lain :
displacement rasa marah kearah diri sendiri dengan
perkembangan gejala/keluhan fisik, penggunaan rasa
nyeri dan penderitaan sebagai punisment untuk impuls
rasa bersalah yang tidak dapat diterima.

Perjalanan & Pronognosis

Khronis dengan remisi, Eksaserbasi biasanya berhubungan
dengan stress kehidupan yang dapat Diidentifikasi.

Pronogsisi baik bila kepribadian premorbid
minimal,Pronogsis
jelek bila didahului atau teracampur dengan gangguan fisik
EPIDEMIOLOGI
a. Prevalensi : 10% dari semua pasien medis
b. Wanita/pria sama
c. Terjadi pada semua umur, puncaknya 30
tahun pada pria, 40 tahun pada wanita.
d. Tampak pada kembar monozygot dan
keluarga derajat pertama
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

a. DEPRESSI
b. GANGGUAN ANXIETAS
c. GANGGUAN SOMATIK
d. GANGGUAN NYERI
e. MALINGERING &GANGGUAN FACTITIOUS
f. DYSFUNGSI SEXUAL
TERAPI

a. FARMAKOTERAPI
Anti anxietas
Antidepressant
b) PSIKOTERAPI
Psikoterapi berorientasi insight
Hypnosis
Behavior therapy : relaksasi
4. GANGGUAN DYSMORPHIK TUBUH
SIGNS & SYMPTOMS

Keyakinan imajinatif (bukan delusi) bahwa satu defek/cacad dalam
penampilan seluruh atau sebagian tubuh ada.
Keluhan keluhan cacad pasien (seperti Kulit keriput,kehilangan rambut, dada
dan penis kecil, bintik-bintik ketuaan, badan tinggi)

Keluhan diluar proporsi terhadap abnormalitas yang objektif.

Bila ada anomali fisik ringan, perhatian pasien sangat besar/berlebiahn, tapi
keyakinan bukan intensitas delusional.

Pasien dapat mengakui kemungkinan bahwa ia dapat membesar besarkan
defek/cacd atau bahwa disana mungkin tidak ada cacad samasekali.

Pada gangguan delusional keyakinan sudah terfiksir dan tidak persoalan
terhadap reality testing.
ETIOLOGI
a. BIOLOGIK
Reaksi terhadap agent serotonergik memberi kesan keterlibatan
serotonin atau kawan-kawannya terhadap gangguan mental lainnya
b. PSIKOLOGIK
Mencari konflik tidak sadar yang berhubungan dengan bagian tubuh
yang mengalami distorsi.
b. Psikodinamik
Mekanisme defensif meliputireprssi, distorsi, dan simboliksasi (bagian
tubuh), dan projeksi (keyakinan bahwa orang lain juga melihat
defermitas imaginatif

PERJALANAN & PROGNOSIS
Khronis, sering mengunjungi dokter, operasi plastik atau
dermatologist.
Depresi sekunder dapat terjadi.
Dalam beberap kasus distorsi body-image berlanjut jadi
keyakinan delusional
EPIDEMIOLOGI
a. Onzet dari remaja sampai dawasa awal
b. Wanita = pria
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
a. Skizofrenia
b. Gangghuan mood
c. Gangguan medis
d. Anorexia nernosa
e. Bulimia nervosa
f. Gangguan obsessif-konpulsif
g. Gangguan identitas gender
h. Koro
TERAPI
a. FARMAKOTERAPI
Serotininergic drug : fluoxetine
Clomipramine : anafranil
Terapi bedah, dertmatologist jarang sukses.
b. PSIKOTERAPI
GANGGUAN NYERI
Preokupasi dengan nyeri, dengan absennya penyakit fisik, ia
tidak mengikuti Distribusi neuroanatomi. stress dan konflik dapat
berhubungan erat dengan inisiasi atau eksaserbasi rasa nyeri.

a. Nyeri yang cukup keras pada /lebih tempat anatomis
b. Nyeri yang menyebabkan distress yang berarti secara klinis atau
gangguan fungsi sosial dan peklerjaan atau fungsi pentiong lainnya.
c. Faktor psikologis diduga mempunyai suatu peranan penting dalam
onzet, kekersan, eksaserbasi atau menetapnya rasa nyeri
d. Gejala/defist tidak secara sengaja dibuat atau berpura-pura (seperti
dalam gangguan factitious atau malingering)
e. Nyeri tidak lebih baik diterangklan oleh gangguan mood, gangguan
anxietas, gangguan psikotik

Spesifikasi bila :
Akut : durasi kurang adari 6 bulan
Khronis : durasi 6 bulan atau lebih
ETIOLOGI
1. BEHAVIORAL
Perilaku sakit/nyeri ini diperkuat apabila diberi
reward (contoh: gejala nyeri jadi intensif
apabila diikuti perilkau atensi dari orang lain
atau menghindari aktivitas-aktivitas yang tidak
disukai
2. INTERPERSONAL
Nyeri adalah suatu cara untuk memanipuasi
dan mengambil keuntungan dalam suatu
hubungan (contoh: untuk menstabilkan suatu
perkawianan yang rapuh)
3. BIOLOGIK
Disebabkan struktural sensorik dan limbik
atau abnormalitas kimiawi yang
memprodisposisi mereka untuk nyeri

4. PSIKODINAMIK
Pernyataan simbolik suatu konflik
intrapsikik melalui tubuh. Orang dapat
secara tidak sadar memandang nyeri
emosiopnal sebagai kelemahan dan
menggesernya ke tubuh
Nyeri bisa menjadi metode untuk
mendapatkan cinta atau bisa
dipergunakan sebagai punishment.
Mekanisme defensif yang terlibat meliputi
displacement, substitusi, dan repressi
PERJALANAN & PROGNOSIS
Bervariasi, tapi cenderung khronik
Pasien dengan comrbid depressi mempunyai Prognosis
jelek
EPIDEMIOLOGI
a. ONZET BISA SETIAP UMUR, TAPI KHUSUS UMUR 30 -40
TAHUN
b. WANITA LEBIH DARI PRIA
c. SAUDARA BIOLOGIS DERAJAT PERTAMA MEMPUNYAI
ANGKA INSIDENSI TINGGI UNTUK NYERI, DEPRESSI DAN
ALKOLISME.
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
a. Nyeri fisik oleh karena kondisi medik.
b. Hypochondriasis
c. Gangguan conversi
TERAPI
1. FARMAKOTERAPI
Antideressant : SSRIs
Amphetamin (sebagai tambahan dosis kecil)
Hindari opioid
2. PSIKOTERAPI
Terapi Psikodinamik
Lain-lain pendekatan : hypnosis, biofeedback, acupuncture,
massage