Anda di halaman 1dari 4

ANANDA INDRAWAN PRABOWO

110 2009 027



Edema Laring
Definisi Edema Laring
Edema laring adalah pembengkakan yang dapat diamati dari akumulasi cairan yang
terdapat di daerah laring. Pembengkakan adalah akibat dari akumulasi cairan yang berlebihan
dibawah kulit dalam ruang-ruang didalam jaringan-jaringan.
Edema merupakan manifestasi umum kelebihan volume cairan yang membutuhkan
perhatian khusus.Pembentukan edema, sebagai akibat dari perluasan cairan dalam kompartemen
cairan intertisial, dapat terlokalisir, contohnya pada pergelangan kaki;dapat berhubungan dengan
rematoid arthritis; atau dapat menyeluruh, seperti pada gagal jantung atau ginjal, edema
menyeluruh yang berat disebut anasarka(Brunner and Sudarth, 2001).
Etiologi Edema Laring
Penyebab lain yang mungkin edema laring meliputi peningkatan tekanan kapiler akibat sindrom
vena kava superior, ligasi vena jugularis internal, kegagalan osmotik menurunkan plasma
disebabkan oleh gagal ginjal, gangguan aliran limfatik, dan peningkatan permeabilitas kapiler
terhadap protein. (From Paparella et al., Otolaryngology, 3d ed, p2253) (Dari Paparella dkk.,
THT, 3d ed, p2253).

Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis dari edema laring antara lain:
Kesulitan untuk bernafas, bahkan bisa menyebabkan tidak bisa bernafas.
Takikardia
Peningkatan tekanan darah, tekanan nadi, dan tekanan vena sentral
Peningkatan berat badan
Nafas pendek dan Mengi
Retensi Cairan
Pemeriksaan Diagnostik
Laboratorium: urinalisa, urem, creatinin, darah lengkap, elektrolit, protein (albumin),
analisa gas darah, gula darah
Radiology: foto laring
Biopsy jaringan di sekitar laring
Penatalaksanaan konservatif
Meliputi pengaturan diet, cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit
dan asam basa, mengendalikan hiperensi, penanggulangan asidosis, pengobatan neuropati,
deteksi dan mengatasi komplikasi.
D. Benda Asing di Saluran Nafas
Benda asing jalan nafas adalah benda asing yang secara tidak sengaja terhirup masuk ke jalan
nafas ( laring, trakea dan bronkus ).Sering terjadi pada anak-anak dibawah 6 tahun yang
pertumbuhan gerahamnya belum terbentuk sempuma. Jenis benda asing: kacang, kecik,
sempritan mainan dll. Masuknya benda asing ke dalam laring, trakea/bronkus terjadi ketika
benda berada di dalam mulut penderita, penderita menghirup nafas ( inspirasi ) dengan mulut
terbuka (waktu tertawa atau menangis ), sehingga benda tersebut terhisap masuk ke dalam laring
atau trakea / bronkus.

Diagnosis
1.Anamnesis:
Pada awalnya timbul batuk mendadak, hebat, bertubi-tubi dan dapat sampai biru
(sianosis).Kemudian diikuti dengan fase tenang, tidak batuk, sebab benda asing berhenti pada
salah satu cabang bronkus. Bila "lepas", dapat timbul batuk -batuk lagi.
Sesak nafas terjadi bila ada penyumbatan pada laring atau trakea.
Anamnesis yang cermat,sangat penting dalam menegakkan diagnosis.
2.Pemeriksaan fisik:
Kadang-kadang tidak dapat diternukan gejala yang jelas.
Bila ada penyumbatan jalan napas atas, tampak gelisah, sesak dan stridor inspirasi
Retraksi supraklavikuler, interkostal, epigastrial, supra steroal biru (sianosis)
Bila benda asing berhenti pada salah satu cabang bronkus:
Gerak nafas satu sisi berkurang
Suara nafas satu sisi berkurang
Pada fase tenang, mungkin gejala tersebut di atas tidak ada.
3.Pemeriksaan tambahan:
X-foto toraks, hanya dikerjakan pada kasus-kasus tertentu, karena bila masih baru dan bendanya
non radio opaqe, sering tidak tampak kelainan. Foto di ambil dengan tehnik antero lateral

Diagnosis banding
1. Asma bronkial: didapatkan stridor ekspiratoir.
2. Laringitis akut.
3. Trakeitis
4. Bronkitis
5. Pneumoni
Penyulit
Penyumbatan total laring/trakea meninggal
Bronkitis
Pneumoni
Emfisema, terjadi bila timbul "check valve mechanism", di mana udara dapat masuk
tetapi tak dapat keluar.
Atelektasis, terjadi bila timbul penyumbatan total pada salah satu cabang bronkus.
Terapi
Ekstraksi benda asing melalui bronkoskopi
Bila sesak dapat dilakukan trakeotomi.
Bila penderita apatis dan tidak tersedia peralatan tersebut, dapat dilakukan "Heimlich
manouvre".
Cara-cara pengiriman penderita:
Duduk, miring ke sisi obstruksi ( anak dipangku ibunya ).
Jangan banyak bergerak atau menangis, sebab benda asing dapat cepat dibatukkan dan
mungkin dapat terjepit pada rima glotis sehingga menimbulkan penyumbatan jalan nafas yang
fatal
Diberikan oksigen.
Sebaiknya disertai paramedis yang dapat melakukan'Heimlich
Penanggulangan Sumbatan laring
Dalam penanggulangan sumbatan laring pada prinsipnya diusahakan supaya jalan nafas lancar
kembali . Tindakan konservatif dengan pemberian anti inflamai, anti alergi,antibiotika, serta
pemberian oksigen intermitten dilakukan pada sumbatan laring stadium 1 yang disebabkan
peradangan.

Tindakan operatif atau resusitasi untuk membebaskan saluran nafas ini dapat dengan cara
memasukkan pipa endotrakea melalui mulut (intubasi orotrakea) atau melalui hidung (intubasi
nasotrakea), membuat trakeostomi atau melakukan krikotirotomi.
Intubasi endotrakea dan trakeostomi dilakukan pada pasien dengan sumbatan laring stadium 2
dan 3, sedangkan krikotirotomi dlakukan pada sumbatan laring stadium 4.

Tindakan operatif atau resusitasi dapat dilakukan berdasarkan analisa gas darah (pemeriksaan
astrup). Bila fasilias tersedia, maka intubasi endotrakea merupakan pilihan pertama, sedangkan
jika ruangan perawatan intensif tidak tersedia, sebaiknya dilakukan trakeostomi.
Indikasi intubasi endotrake adalah :
1. Untuk mengatasi sumbatan saluran nafas bagian atas
2. Membantu ventilasi
3. Memudahkan mengisap sekret dari traktus trakeo-bronkial
4. Mencegah aspirasi sekret yang ada di rongga mulut atau yang berasal dari lambung.
Secara umum dapat dikatakan bahwa intubasi endotrakea jangan melebihi 6 hari dan untuk
selanjutnya sebaiknya dilakukan trakeostomi. Komplikasi yang dapat timbul adalah stenosis
laring atau trak