Anda di halaman 1dari 5

LANDASAN TEORI

Respirasi atau oksidasi glukosa secara lengkap merupakan proses pembentukan energi yang
utama untuk kebanyakan sel. Pada waktu glukosa dipecah dalam suatu rangkaian reaksi
enzimatis, beberapa energi dibebaskan dan diubah menjadi bentuk ikatan fosfat bertenaga tinggi
(ATP) dan sebagian lagi hilang menjadi panas. Proses keseluruhan dari respirasi merupakan
reaksi oksidasi reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap
direduksi membentuk H2O. pati, fruktan, sukrosa, atau gula lainnya, lemak, asam organic,
protein dapat bertindak sebagai substrat respirasi. Respirasi umum glukosa, dapat ditulis sebagai
berikut:
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + energy (ATP + panas)
Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen respirasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.

Respirasi aerob

Yang menggunakan O2 sebagai terminal electron akseptor (respirasi yang memerlukan oksigen,
penguraian lengkap sampai dihasilkan CO2 + H2O oksidasi sempurna).
Reaksinya : C6H12O6
2.

6CO2 + 6H2O + ATP

Respirasi anaerob

Yang tidak memerlukan oksigen tetapi asam organic sebagai electron akseptor (respirasi yang
tidak memerlukan oksigen, penguraian bahan organic tidak lengkap oksidasi tidak sempurna )
Reaksinya : C6H12O6

2C2H5OH + 2CO2 + ATP


Respirasi pada serangga
Kelas

hexapoda

seringkali

disebut

sebagai insecta atau serangga. Serangga


merupakan hewan yang paling sukses
hidup di dunia karena dapat beradaptasi
dengan

segala

kondisi

lingkungan.

Insekta dipelajari dalam ilmu khusus yaitu entomologi.

Sistem respirasi pada insecta


Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthopoda
lainya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksosleketon)
yang disebut spirakel. Pada ummunya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup
saat serangga beristirahat.
Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluhpembuluh trakea dan selanjutnya trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang
disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.
Trakeolus tidak

berlapis

kitin,

berisi

cairan,

dan

dibentuk

oleh

sel

yang

disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini
mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada
vertebrata.
Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut :
Jika otot perut belalang berkontraksi, maka trekea mexrupih sehingga udara kaya
CO2 keluar. Sebaliknya, kerja otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume
semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai
akibatnya udara di luar yang kaya O2 masuk ke trakea.
Sistem trakea berfungsi mengangkut O2 dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan
sebaliknya mengangkut CO2 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian,
darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut
gas pernapasan.

PEMBAHASAN
Dari data yang diambil melalui uji coba dengan respirometer sederhana. Mengukur kecepatan
respirasi jangkrik dengan eosin. Data diambil dengan cara mengamati kedudukan eosin pada
skala respirometer tiap 3 menit. Hal ini dipastikan karena eosin yang bergerak tersebut

disebabkan oleh aktivitas jangkrik dan KOH. Peran KOH adalah menyerap CO2 dan H2O hasil
respirasi, karena KOH bersifat hidrofil (hydrofilic) maka CO2 dan H2O hasil dari respirasi akan
diserap oleh KOH. Maka dari itu KOH dilapisi kapas agar sifat kaustik dari KOH tidak terlalu
berefek pada makhluk hidup yang ada di dalam tabung ketika melakukan ekspirasi, CO2 dari sisa
metabolisme jangkrik akan diikat oleh KOH menjadi K2CO3 dan H2O. 2KOH + CO2 K2CO3 +
H2O Dimana CO2 memiliki volume terbesar karena merupakan gas. Sedangkan K2CO3 sendiri
berbentuk padat. Akibatnya, volume CO2 dalam tabung kaca berisi jangkrik akan terus berkurang
karena CO2 diikat menjadi K2CO3. Volume udara yang berkurang akan menyebabkan adanya
tekanan negatif yang menyebabkan eosin bergerak menuju tabung kaca yang berisi jangkrik.
Sehingga semakin banyak udara yang dibutuhkan maka semakin cepat laju respirasinya, maka
eosin juga akan lebih cepat bergerak ke arah tabung.
Laju respirasi pada jangkrik pada praktikum repirasi kali ini menggunakan jangkrik yang
dimasukkan ke dalam respirometer. Jangkrik ini dimasukkan ke dalam tabung respirometer
kemudian dimasukkan KOH yang berfungsi untuk mengikat CO2, namun KOH harus dilapisi
dengan menggunakan kapas setelah dimasukkan ke dalam tabung. Hal ini dimaksudkan untuk
memisahkan jangkrik dengan zat kimia. Kemudian pada ujung pipa kapiler diberi cairan
eosin sebagai indikator sekaligus memisahkan udara yang ada di dalam tabung dan udara yang
ada di luar tabung.

GANTI INI DENGAN HASIL PERCOBAANNYA


a.

Belalang 0.7 gram adalah berat belalang yang diujikan dalam praktikum kali ini . Dalam hasil
praktikum tercatat belalang memiliki kecepatan respirasi paling lambat dibanding dengan
belalang uji yang lain . Hal ini disebabkan oleh aktivitas belalang besar yang lebih cenderung
diam. Meskipun berat tubuh mempengaruhi laju metabolisme dan yang kemudian juga
mempercepat respirasi, itu tidak berlaku jika tubuh dalam keadaan diam laju metabolisme dan
respirasi dapat terkontrol dengan teratur.

b.

Belalang 0.8 gram adalah berat belalang yang diujikan dalam praktikum kali ini. Dalam hasil
praktikum kali ini belalang memiliki kecepatan respirasi paling cepat di banding dengan
belalang yang lainnya. Hal ini disebabkan belalang berukuran besar dan

lebih banyak

melakukan aktivitas (bergerak) sehingga dapat meningkatkan suhu tubuh yang juga akan
membuat membutuhkan O2 yang lebih untuk pembentukan energi, aktivitas juga.
c.

Belalang 0,9 gram adalah berat belalang yang diujikan dalam praktikum kali ini. Dalam hasil
praktikum kali ini belalang berukuran lebih besar dari belalang pada percobaan B, namun
kecepatan respirasi belalang C lebih kecil dari kecepatan respirasi belalang pada percobaan B.
hal ini disebabkan karena kurangnya aktivitas (bergerak) sehingga suhu tubuh dari belalang C
lebih kecil dari dari suhu tubuh belalang B yang juga akan membutuhkan O2 yang lebih kecil dari
belalang B.

Pertanyaan :
1) Apa sebabnya sebelum ditetesi eosin pipa harus ditutup dengan ibu jari?
Jawab :
2) Faktor apakah yang mempengaruhi kedudukan eosin dalam percobaan tersebut.
Jawab :
Kesimpulan :
Dari percobaan di atas yang kelompok kami lakukan, dapat di simpulkan beberapa hal terkait
dengan pernafasan pada jangkrik yaitu;

KOH berfungsi sebagai peningkat suhu agar respirasi terpicu menjadi cepat. Selain itu KOH
juga berfungsi sebagai pengikat CO2. Kristal KOH dapat mengikat CO2 karena bersifat
hidroskopis. Reaksi antara KOH dengan CO2, sebagai berikut:
(i)

KOH + CO2 KHCO3

(ii)

KHCO3 + KOH K2CO3 + H2O

Respirasi dipengaruhi oleh massa tubuh, suhu dan jenis hewan/tumbuhan.

Pada proses respirasi menghasilkan karbondioksida (CO2), uap air (H2O) dan sejumlah energi.