Anda di halaman 1dari 23

1.

JUDUL : EVALUASI PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) UNTUK


MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK
KERUPUK UD. SUMBER JAYA DI TANGGUL

2. Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia bisnis saat ini semakin pesat, sehingga persaingan usaha juga
semakin ketat, hal ini di sebabkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kondisi ini mendorong para pelaku bisnis, untuk mendirikan perusahaan baik dibidang
produksi barang maupun jasa, selain mendirikan perusahaan para pengusaha juga
berkompetisi agar perusahaan yang dikelolanya tetap hidup, tumbuh dan berkembang.
Pernyataan ini tentunya sangat erat kaitannya dengan tujuan perusahaaan. Pada dasarnya,
setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk mencari laba/keuntungan yang maksimal
dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang tersedia, sehingga dalam upaya
mencapai satu tujuan tersebut perusahaan harus memperkenalkan produk yang dihasilkan
kepada konsumen melalui kegiatan pemasaran dengan meningkatkan promosi, kualitas,
distribusi serta pelayanan untuk memberikan kepuasan pada konsumen.

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan – kegiatan pokok yang dilakukan
oleh perusahaan untuk mempertahankan kelansungan hidupnya, untuk berkembang, dan
mendapatkan laba. Pemasaran adalah faktor yang sangat penting dalam siklus permulaan
dan berakhir dengan kondisi konsumen tertentu dalam kegiatan suatu perusahaan.
Perusahaan harus mengidentifikasi kebutuhan kosumen untuk mengetahui informasi pasar
yang ada. Data yang tersedia akan menjadi suatu sumber informasi penting untuk
penyusunan strategi yang tepat, sehingga perusahaan dapat mengetahui dan mengevaluasi
sejauh mana perusahaan melakukan kegiatan pemasaran.

Pemasaran dalam falsafah bisnis adalah pemasaran yang berorientasi pada konsumen
( consumer oriented ), karena pada dasarnya konsep pemasaran bertujuan untuk
memberikan kepuasan tehadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Pemasaran adalah
suatu proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan
produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian
produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. (http : //lecture.brawijaya.ac.id).
Kotler (2007 : 6) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan
pihak lain.

Situasi dunia usaha seperti sekarang ini bersifat dinamis yang penuh diwarnai
dengan adanya perubahan dari waktu ke waktu dan adanya keterkaitan antara satu dengan
yang lainnya. Oleh karena itu, strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting
untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya dan bidang pemasaran khususnya.
Disamping itu strategi pemasaran yang ditetapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai
dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar, dengan demikian strategi pemasaran
harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang akan diakukan
perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa pasar
sasaran.

Perusahaan selalu berusaha untuk menjaga kualitas produk, serta berupaya untuk
mengembangkan produk baru. Persaingan dalam memasarkan produk semakin ketat dan
juga persaingan dalam menjaga kualitas produk juga semakin meningkat, maka perlu
adanya kegiatan – kegiatan yang dapat membantu pihak manajemen perusahaan untuk
mengambil kebijakan/keputusan guna menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi
persaingan itu. Salah satu sarana penting yang dibutuhkan oleh pihak manajemen dalam
menentukan strategi pemasaran adalah pengetahuan tentang Product Life Cycle, sehingga
dapat diketahui apakah produk itu masih berada pada tahap perkenalan, pertumbuhan,
pendewasaan atau sudah sampai pada tahap penurunan. Sebab strategi pemasaran produk
pada masing – masing tahapan itu berbeda. Maka kesalahan manajemen dalam membaca
tahapan produk berdasarkan Product Life Cycle akan fatal dan berdampak terhadap
kehancuran usaha yang sedang dijalankan oleh perusahaan, oleh karena itu perusahaan
selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah kebijakan untuk menentukan strategi
pemasaran.

UD. Sumber Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha
kerupuk di tanggul jember. Tentunya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan
lainnya yang memiliki kesamaan bidang usaha, UD. Sumber Jaya selalu berupaya untuk
meningkatkan kualitas serta memberikan pelayanan yang memuaskan. Kerupuk merupakan
makanan ringan dan juga makanan pelengkap sebagai pengganti lauk pauk. Sebagai
produsen kerupuk UD Sumber Jaya menunjukkan eksistensinya di dunia bisnis dalam
beberapa periode terakhir, namun hal tersebut tidak menjadi tolak ukur satu-satunya tentang
tercapainya tujuan perusahaan dari jangka panjang maupun jangka pendek. Secara teoritis
kita mengenal bahwa tujuan dari perusahaan bukan hanya pada pencapaian laba, tetapi juga
pada kelangsungan hidup suatu perusahaan, sehingga untuk mengetahui posisi produk
kerupuk UD. Sumber Jaya dengan menggunakan analisis Product Life Cycle ( PLC ).

Pendekatan Product Life Cycle meupakan salah satu sarana penting untuk
mengambil keputusan dalam memformulasikan strategi pemasaran. Konsep product life
cycle mempengaruhi pengambilan keputusan dan merupakan sarana yang ampuh dalam
pelaksanaan strategi pemasaran. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk
mengambil judul “ Evaluasi Product Life Cycle ( PLC ) untuk menentukan strategi
pemasaran pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya di tanggul “.

3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut :
1. Pada tahap manakah produk kerupuk bergerak melalui pendekatan Product Life
Cycle pada UD. Sumber Jaya Tanggul?
2. Bagaimanakah strategi pemasaran yang digunakan untuk mengembangkan usahanya
berdasarkan Product Life Cycle pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya Tanggul?
4. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

4.1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui pada tahap manakah produk kerupuk bergerak melalui


pendekatan Product Life Cycle pada UD. Sumber Jaya Tanggul.

b. Untuk mengetahui Strategi Pemasaran dalam mengembangkan usahanya


berdasarkan Product Life Cycle pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya Tanggul.

4.2 Kegunaan Penelitian

a. Bagi penulis
Untuk menambah wawasan dalam rangka menerapkan teori – teori yang diperoleh di
bangku kuliah khususnya yang berkaitan dengan masalah manajemen pemasaran.
b. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai informasi dan bahan petimbangan
bagi pimpinan perusahaan dalam pengambilan keputusan manajemen perusahaan
yang berkaitan dengan strategi pemasaran melalui pendekatan Product Life Cycle.
b. Bagi Pihak Lain
Sebagai bahan acuan dan tambahan informasi dalam proses penelitian yang mereka
lakukan.
5. TINJAUAN PUSTAKA

5.1. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Vivin Hosimah ( 2007 )


menyatakan bahwa strategi pemasaran produk Jamur Merang berada pada tahap Rapid
Growth yang ditandai dengan adanya penjualan dan laba yang meningkat dengan cepat dan
pesat. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar yang kuat dan
distribusi yang luas. Penelitian yang berjudul “ Analisis Product Life Cycle ( PLC ) untuk
menentukan strategi pemasaran pada jamur merang UD. Rahmat Jenggawah Jember “
bertujuan untuk mengetahui posisi produk Jamu Merang dan memformulasikan strategi
pemasaran berdasarkan posisi produk melalui pendekatan Product Life Cycle.

Sementara hasil penelitian yang dilakukan oleh Emilda Priyantini ( 2009 )


menyatakan bahwa strategi pemasaran produk Suwar Suwir berada pada tahap Rapid
Growth yang ditandai dengan adanya hasil penjualan dan laba yang terus meningkat.
Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar dan membangun
saluran distribusi yang baru. Penelitian yang berjudul “ Evaluasi Product Life Cycle ( PLC )
untuk menentukan Strategi pemasaran pada produk Suwar Suwir UD. Primadona di jember
“ bertujuan untuk mengetahui posisi produk Suwar Suwir dan memformulasikan strategi
pemasaran berdasarkan posisi produk melalui pendekatan Product Life Cycle.
Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah
sebagai berikut :
1. Persamaannya :
a. Menggunakan pendekatan Product Life Cycle ( PLC ) dalam penentuan strategi
pemasaran
b. Alat analisis yang digunakan adalah grafik Product Life Cycle dan formulasi
strategi pemasaran.

1. Perbedaannya :
Tabel 2.1 perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang

No. Nama Peneliti Tahun Judul Produk yang diteliti


1. Vivin Hosimah 2007 Analisis Product Life Cycle Jamur Merang
(PLC) untuk menentukan
Strategi Pemasaran pada
Jamur Merang UD. Rahmat
Jenggawah
2. Emilda Priyantini 2009 Evaluasi Product Life Cycle Suwar Suwir
(PLC) untuk menentukan
Strategi Pemasaran pada
Produk Suwar Suwir UD.
Primadona di Jember
3. Ahmad Wahyudi 2009 Evaluasi Product Life Cycle Produk Kerupuk
(PLC) untuk menentukan
Strategi Pemasaran pada
Produk Kerupuk UD. Sumber
Jaya Tanggul

5.1. Landasan Teori


5.1.1.Pengertian Manajemen Pemasaran
Menurut pendapat Dr. H.B. Siswanto ( 2005 : 7 ) Manajemen adalah ilmu dan seni
untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Sedangkan Manajemen Pemasaran adalah
penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan progam – program yang
bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk
mencapai tujuan perusahaan. Basu Swasta & Nur Handoko ( 2000 : 12 )

Jadi Manajemen Pemasaran dirumuskan sebagai suatu proses manajemen yang


meliputi ; penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemasaran
yang dilakukan oleh perusahaan.

5.3. Pengertian Strategi Pemasaran dan Manfaatnya

5.3.1. Pengertian Strategi

Menurut pendapat Philip Kotler ( 1995 : 124 ) menyatakan Strategi adalah garis
besar tindakan untuk mencapai sasaran bisnis. Sedangkan Gluech dan Jauch ( 1996 : 12 )
menegaskan bahwa strategi adalah rencana yang disatukan , menyeluruh dan terpadu yang
mengaitkan keunggulan strategi pemasaran dengan tantangan lingkungan dan dirancang
untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan melalui pelaksanaan yang tepat.
Gerry Johnson dan Kevan Scholes mendefinisikan bahwa strategi sebagai arah dan
cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi
sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan
memenuhi harapan pihak yang berkepentingan (Stakeholder).
(Strategika.wordpress.com/2007/06/04/pengertian-strategi/)

Kesimpulan dari pendapat tersebut bahwa stretegi adalah taktik atau sasaran yang
digunakan untuk mencapai tujuan akhir.

5.3.2. Pengertian Pemasaran

Menurut pendapat Philip Khotler (2002 : 9) menyatakan bahwa pemasaran adalah


suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Swasta dan Irawan (1998:5)
menjelaskan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan
usaha yang ditujukan untuk merencanakan , menentukan harga, mempromosikan dan
mendisribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik pada pembeli
yang ada maupun pada pembeli yang potensial.

H. Nistrom berpendapat bahwa pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran


barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Sedangkan menurut pendapat
WY.Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan
dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan
dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual
maupun potensial. (http : //chinmi.wordpress.com/2007/07/31/arti-definisi-pengertian-
pemasaran-menurut-para ahli/)

Semua definisi diatas, maka secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa
pemasaran bukan hanya merupakan kegiatan menjual saja, melainkan suatu proses atau
rangkaian kegiatan yang terus-menerus dan terpadu, yaitu mulai dari kegiatan untuk
mengidentifikasi produk atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen,
menentukan harga yang sesuai, menentukan cara promosi yang efektif, sampai dengan
kegiatan menyalurkan barang dan jasa tersebut kepada konsumen.

5.3.3. Pengertian Strategi Pemasaran


Menurut pendapat Philip Khotler (1995:104) Strategi pemasaran adalah serangkaian
sasaran, kebijaksanaan dan aturan yang memberikan arah kepada usaha – usaha pemasaran
dari waktu ke waktu, tingkat susunan dan alokasinya yang untuk sebagian lagi adalah
anggapan terhadap lingkungan yang sedang dalam kondisi yang kompetitif. Sedangkan
pendapat menurut Sofyan Assauri (1996:154) yang menyatakan bahwa strategi pemasaran
adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang
memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat terciptanya tujuan
pemasaran suatu perusahaan.

Strategi Pemasaran adalah pengambilan keputusan – keputusan tentang biaya pemasaran,


bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang
diharapkan dan kondisi persaingan. (majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-
konsep-definisi-pemasaran/)

Berdasarkan dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai


tujuan perusahaan diperlukan strategi-strategi pemasaran yang bermanfaat untuk memonitor
apa yang dikerjakan dan terjadi didalam perusahaan serta mengantisipasi masalah dan
kesempatan masa depan pada kondisi lingkungan perusahaan yang berubah cepat.

5.3.4. Manfaat Strategi Pemasaran

Menurut pendapat Sofyan Assauri (1996: 155) manfaat strategi pemasaran dapat
dinyatakan sebagai dasar tindakan kegiatan atau usaha perusahaan, suatu perusahaan dalam
kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah dan dapat mencapai tujuan
perusahaan. Sedangkan menurut Basu Swata & Nur Handoko (2000 : 119 ) manfaat strategi
pemasaran bukanlah merupakan sejumlah tindakan khusus tetapi lebih merupakan
pernyataan yang menunjukkan usaha – usaha pemasaran pokok yang diarahkan untuk
mencapai tujuan.

5.3.5. Konsep Product Life Cycle

Menurut Sofyan Assauri (1996: 201) konsep Product Life Cycle adalah
perkembangan hasil penjualan dan laba suatu produk yang dikaitkan dengan perkembangan
waktu yang terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan
penurunan. Sedangkan menurut Philip Khotler (1995: 442) konsep Product Life Cycle
mempengaruhi pengambilan keputusan dan merupakan sarana yang ampuh dalam
pelaksanaan strategi.

Kesimpulan dari pendapat tersebut diatas, bahwa pendekatan Product Life Cycle
merupakan salah satu sarana penting untuk mengambil keputusan dalam memformulasikan
strategi pemasaran.

5.3.6. Manfaat Product Life Cycle

1. Memprediksi permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan produk untuk tiap


tahapnya.

2. Dapat mengetahui tahap manakah produk tersebut berada atau kearah tahap manakah
suatu produk tersebut bergerak, sehingga perusahaan dapat merumuskan rencana –
rencana pemasaran.

3. Untuk mengevaluasi sejauh mana perusahaan dapat melakukan strategi yang telah
dilaksanakan.

4. Sebagai sarana untuk mengambil keputusan dalam memformulasikan strategi


pemasaran.

5.3.7. Tahap – tahap dalam Product Life Cycle

Dalam Product Life Cycle ada 4 tahapan yang harus diperhatikan yaitu, tahap
perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

a. Tahap perkenalan ( introduction )


Pada tahap ini pertunbuhan penjualan lambat karena produk baru saja diperkenalkan
kepada masyarakat. Biaya produksi sangat tinggi, sehingga tidak menghasilkan
keuntungan sama sekali.
b. Tahap pertumbuhan ( Growth )
Pada tahap ini pasar dapat menerima produk baru dengan cepat sehingga penjualan
melonjak dan menghasilkan keuntungan yang besar.
c. Tahap kedewasaan ( Maturity )
Tahap kedewasaan adalah periode dimana pertumbuhan penjualan cenderung lambat
bahkan dapat mulai menurun. Kerena produk sudah diterima oleh pasar. Profit
biasanya akan stabil atau bahkan cenderung menurun karena adanya kompetitor.
d. Tahap penurunan ( Decline )
Dalam periode ini penjualan menurun dengan tajam dan diikuti oleh menyusutnya
keuntungan.
5.3.8 Karakteristik Product Life Cycle

Menurut pendapat Philip Khotler ( 1997 : 331 ) setiap tahap product Life Cycle
mempunyai karakteristik yang berbeda – beda.

Tabel 2.2 : Karakteristik Product Life Cycle

Karakteristik Introduksi Pertumbuhan Dewasa Menurun


Penjualan Penjualan Penjualan Puncak penjualan Penurunan
rendah meningkat dengan penjualan
cepat
Biaya Biaya Biaya perkonsumen Biaya Biaya
perkonsumen sedang perkonsumen perkonsumen
tinggi rendah rendah
Laba Negatif Laba yang Laba tinggi Laba yang
meningkat menurun
Pelanggan Inovatif Pengadopsi awal Mayoritas di Orang
tengah yang
tertinggal
Pesaing Sedikit Jumlahnya Jumlahnya stabil Jumlahnya
meningkat mulai menurun menurun
Tujuan Menciptakan Memaksimalkanpan Memaksimalkan Mengurangi
Pemasaran kesadaran pangsa pasar laba sambil pengeluaran dan
akan produk mempertahankan memerah merk
dan percobaan pangsa pasar

6. Strategi Pemasaran Melalui Pendekatan Product Life Cycle

6.1. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Perkenalan

Menurut Philip Kotler (1997 : 312) dalam meluncurkan suatu produk baru,
manajemen pemasaran harus menetapkan setiap variabel pemasaran ( harga, promosi,
produk, dan distribusi ) pada tingkat yang tinggi atau rendah. Selanjutnya dapat mengikuti
salah satu dari 4 strategi sebagai berikut :

a. Strategi Menyaring Cepat

Strategi ini dilakukan dengan harga tinggi dan promosi gencar. harga
ditetpkan tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan laba kotor sebanyak mungkin.
Sedangkan promosi dilakukan dengan gencar dimaksudkan untuk meyakinkan
konsumen tentang nilai tinggi produk, meskipun harganya mahal. Strategi ini dapat
dilakukan bila (1) Sebagian besar pasar potensial belum menyadari kehadiran produk
itu, (2) Mereka yang hendak membeli mampu membayar dengan harga berapapun,
(3) perusahaan menghadapi pesaing potensial dan ingin membangun preferensi atas
mereknya.

b. Strategi Menyaring Lambat

Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga mahal dan promosi rendah. Harga
tinggi dimaksudkan agar bisa menghasilkan laba kotor per unit sebanyak mungkin.
Sedangkan promosi rendah dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar.
Strategi ini bisa berhasil bila (1) Luas pasar terbatas, (2) Sebagian pasar menyadari
kehadiran produk, (3) Pembeli mau membeli dengan harga mahal, (4) Persaingan
potensial tidak tampak.

c. Strategi Penerobosan Cepat

Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga rendah dan promosi gencar. strategi
ini diharapkan dapat menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan merangkum
bagian pasar terbesar. Strategi ini bisa tercapai bila (1) Ukuran pasar sangat luas, (2)
pasar tidak menyadari kehadiran produk, (3) Kebanyakan pembeli sangat peka
tehadap harga, (4) ada indikasi persaingan potensial yang hebat, (5) Harga pokok
produksi cenderung turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya
pengalaman produksi yang diperoleh.

d. Strategi Penerobosan Lambat

Strategi dilakukan dengan menetapkan harga dan promosi rendah. Harga rendah
dimaksudkan agar mempercepat diterimanya produk oleh konsumen, dan promosi
rendah dimaksudkan untuk memperbanyak pendapatan laba bersih bagi perusahaan.
Strategi ini dapat berhasil apabila (1) Pasar sangat luas, (2) Pasar sangat menyadari
kehadiran produk, (3) pasar sangat peka terhadap tingkat harga dan (4) Terdapat
sedikit pesaing potensial.

6.2. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Pertumbuhan

Melonjaknya hasil penjualan merupakan tanda jelas berlangsungnya pertumbuhan.


Kelompok pengadopsi ini merupakan pelopor merasa puas dengan produk baru, kemudian
diikuti oleh mayoritas konsumen. Peluang keuntungan dan produksi masal telah mengikat
banyak pesaing baru untuk ikut terjun ke pasar. Harga stabil jumlah keuntugan ikut
membumbung tinggi yang disebabkan oleh volume yang jauh lebih besar, dan oleh
banyaknya penurunan dampak kurva penjualan, maka selama dalam tahap ini beberapa
strategi dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama
mungkin.

Menurut Philip Kotler (1997 : 315 ) selama tahap pertumbuhan, perusahaan


menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat
selama mungkin.

1) Perusahaan meningkatkan kualitas produk serta menambah keistimewaan produk


baru dan gaya yang lebih baik.
2) Perusahaan menambah model – model baru dan produk – produk penyerta, yaitu
produk – produk dengan berbagai ukuran dan aroma.
3) Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
4) Perusahaan meningkatkan distribusi dan memasuki saluran distribusi
baru.
5) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif
terhadap harga.
Menurut Fandy Tjiptono (2002 : 283 ) tahap ini dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Rapid Growth

Tahap ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan dengan cepat,


mengingat produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Pendistribusian akan
dibutuhkan lebih banyak outlet untuk melayani permintaan pasar. Strategi pemasaran
pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar yang lebih kuat dan distribusi yang
luas. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas, sedangkan lini harga
rendah sampai premium untuk menarik segmen pasar baru. Promosi ditekankan
untuk membangun preferensi merk, periklanan dititikberatkan pada media masa
untuk memaksimalkan jangkaun. Pemasar akan terus mengumpulkan informasi
tentang kegiatan persaingan dan mencari segmen pasar baru, mengingat peluang
dipasar yang ada sudah mulai berkurang dengan semakin banyaknya pesaing yang
muncul.

b. Slow Growth

Tahap ini ditandai dengan penjualan yang meningkat, akan tetapi timgkat
pertumbuhannya semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena
produk perusahaan telah mulai digunakan oleh mayoritas konsumen. Strategi
pemasaran pada tahap ini sebagian besar difokuskan untuk memperkuat dan
memprtahankan posisi pasar serta membangun kesetiaan konsumen dan penyalur.
Harga menjadi alat persaingan utama untuk mempertahankan konsumen mengingat
pasar telah jenuh dan tidak tertarik pada promosi. Promosi akan bergeser dari
konsumen ke penyalur serta memberikan pelayanan purna jual. Intelijen pemasaran
mulai memfokuskan pada peningkatan produk, mencari peluang dipasar baru, serta
perbaikan dan penyegaran tema produksi.

6.3. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Kedewasaan

Menurut Philip Kotler ( 1997 : 315 ) pada tahap kedewasaan ada beberapa
perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat. Mereka memilih
mengkonsentrasikan sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk
baru. Pemasar harus mempertimbangkan secara sistematis strategi pasar sebagai berikut :

a) Modifikasi pasar, perusahaan mencoba memperluas pasar untuk mereknya yang


mapan dengan 3 cara : (1) Mengubah orang yang bukan pemakai, (2) Memasuki
segmen pasar baru, (3) Memenangkan pelanggan pesaing.
b) Modifikasi produk, manajer mampu berusaha mendorong penjualan dengan
memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan kualitas.
c) Modifikasi bauran pemasaran, manajer produk juga dapat mencoba mendorong
penjualan dengan memodifikasi penjualan dengan memodifikasi berbagai elemen
bauran pemasaran lain.
Sementara itu, menurut Fandy Tjiptono ( 2002 : 285 ) pada tahap kedewasaan dapat
digunakan dua strategi pemasaran, yaitu :

a. Defensive Strategy : tujuannya adalah mempertahankan pangsa pasar dari pesaing


dan menjaga kelompok produk dari serangan produk subtitusi. Bentuk strategi ini
adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan.
Strategi bertahan ini lebih menitik beratkan pada penekanan/pengurangan biaya
produksi dan menghilangkan kelemahan produk. Distributor memainkan peranan
penting untuk strategi ini. Sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi
oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor dibandingkan untuk
konsumen. Melalui penetapan harga yang bersaing. Walaupun merupakan alternatif
strategi yang baik defensive strategi mempunyai kelemahan pokok yaitu, sangat
mudah ditiru oleh pesaing. Terutama jika dilakukan dengan pemotongan harga,
peningkatan aktivitas pelayanan dan distriusi masal. Keuntungan yang diperoleh
tidak banyak mengingat setiap tindakan perusahaan akan mendapatkan reaksi
pesaing.
b. Offensive Strategy : titik berat pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang
lebih baik. Bentuk strategi ini berupa :
i.Modifikasi pasar : yaitu menggaet kelompok yang bukan pemakai, mengintensifkan
penawaran produk kepada non user dan merebut konsumen pesaing.
ii.Modifikasi produk : yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa
sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli dengan cara
menawarkan manfaat baru. Tujuannya adalah untuk mendorong pembelian yang
lebih banyak dan pemakai yang lebih sering.
Alternatif yang digunakan adalah strategi perbaikan mutu, strategi perbaikan ciri dan
strategi perbaikan model

Selain strategi diatas, masih terdapat pendekatan yang banyak digunakan pada tahap
kematangan, yaitu :

a. Take Off Strategy : strategi ini untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru.
Terdapat empat strategi bagi mature product yang dapat memperpanjang PLC-nya,
yaitu :
i. Mempromosikan penggunaan produk yang lebih frekuentif kepada pemakai
sekarang.
ii. Mengembangkan penggunaan atau pemanfaatan yang lebih variatif pada para
pemakai sekarang.
iii. Menarik para pemakai baru dengan jalan melakukan ekspansi pasar.
iv. Menentukan penggunaan atau pemanfaatan baru untuk basic material.
a. Dynamic Adaption : mencakup usaha – usaha perubahan dalam program pemasaran
yang ada sekarang yang cenderung mengarah pada strategi defensive dari pada
offensive. Sasarannya adalah menigkatkan penjualan dan pangsa pasar yang telah
diperoleh. Kesuksesan pendekatan ini tergatung pada dua hal, yaitu :
i. Marketting Inteligence yang baik harus dikembangkan dengan segera agar
memungkinkan manajer produk mengambil tindakan – tindakan secara tepat dan
efektif dalam menghadapi tantangan persaingan.
ii. Pemasar harus siap dan bersedia membuat perubahan dalam pendekatan yang
telah dilakukan. Tindakan yang biasanya dilakukan adalah perubahan kemasan,
periklanan yang imaginative, trade deals ( memberikan rangsangan khusus pada
Wholesaler dan retailer ) dan mengantisipasi persaingan.
a. Recycle Strategy : ditujukan untuk memelihara pangsa pasar orisinil dengan
melindunginya dari pengaruh persaingan, melalui persaingan marketting mix
terutama pada periklanan. Recycling dapat diidentifikasi dengan tiga macam
pengembangan penjualan, yaitu :
i. Akselerasi trend yang meningkat ( mirip pengaruh take off strategy ).
ii. Pembalikan terhadap trend pangsa penjualan yang menurun sebelumnya.
iii. Menahan kecendeungan penurunan pada pangsa penjualan.

6.4. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Penurunan

Pada akhirnya hasil penjualan dari hampir semua produk dan merek akan bergerak
menurun, maka sejumlah kegiatan dan keputusan harus segera diambil oleh perusahaan
untuk menangani produk yang sudah semua ini, yaitu

a. Mengidentifikasi produk yang lemah

Dalam mengidentifikasi produk yang lemah yang perlu dipehatikan, yaitu :

1. Bentuk panitia peninjau produk yang terdiri dari bagian pemasaran, produksi dan
keuangan.
2. Panitia menyusun tim sistem identifikasi produk yang lemah dipasar.
3. Bagian pembukuan menyiapkan data mengenai produk.
4. Daftar produk yang meragukan dilaporkan pada manajer yang bertanggung jawab.
5. Panitia peninjau menyimpulkan dan membuat rekomendasi atas masing – masing
produk yang meragukan.

a. Menetapkan strategi pemasaran


Dalam suatu studi yang mengenai strategi yang dijalankan pada jenis industri yang
sedang menurun. Fandy Tjiptono menyimpulkan altenatif – alternatif strategi yang
dapat dilakukan, yaitu :

1. Tambahkan investasi perusahaan.


2. Pertahankan tingkat investasi perusahaan sampai ketidakpastian tentang industri itu
terselesaikan.
3. Kurangi tingkat investasi secara selektif dengan cara meninggalkan kelompok
konsumen yang kurang menguntungkan dan pada waktu yang bersamaan terus
menambah modal untuk kelompok kecil yang tetap setia dan lebih menguntungkan.
4. Mencari pasar baru.
5. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

a. Keputusan menarik produk


Bila perusahaan telah memutuskan untuk menarik produk dari pasar ada beberapa
keputusan yang harus diambil, yaitu :

1. Merek dan formula produk dijual atau dipindahkan pada orang lain atau dihapuskan
sama sekali.
2. Penarikan produk dari pasar dilakukan dengan segera atau perlahan – lahan.
3. Harus diputuskan berapa persediaan suku cadang dan apa pelayanan yang akan
diberikan untuk konsumen yang sudah terlanjur memakai produk.
7. METODE PENELITIAN

Metode penelitian merupakan langkah – langkah dalam peneitian ilmiah yang


disusun secara sistemetis berdasarkan teori – teori yang ada. Sugiyono (2008 : 2)
menyatakan bahwa metode penelitian merupakan metode atau cara menemukan kembali
kebenaran yang dilakukan secara sistematis.

7.1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data berisi tentang cara – cara yang dipakai untuk memperoleh
data yang ada hubungannya dengan obyek yang diteliti. Adapun metode yang dipakai adalah
:

a. Interview
Interview adalah metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara
langsung terhadap obyek yang diteliti untuk mendapatkan informasi atau data yang
berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sugiyono (2008 : 137)

b. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara


mengadakan pengamatan langsung terhadap data – data yang diperlukan. Sugiyono
(2008 : 145)

c. Studi literatur

Studi literatur adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
membaca buku – buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.

7.2. Jenis Data

Jenis data yang diperoleh sesuai dengan metode yang dipergunakan adalah sebagai
berikut :

1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung pada obyek yang kita teliti atau sumber,
misalnya : pimpinan perusahaan, bagian pemasaran atau karyawan perusahaan.
2. Data Sekunder
Yaitu merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung dengan
membaca dan mempelajari bukti catatan atau laporan historis yang telah tersusun
dalam arsip. ( Indriantoro dan Bambang, 2001 )
Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder, yaitu
data yang diperoleh langsung dari pimpinan perusahaan. Sedangkan data sekunder ini
diperoleh dari perusahaan kerupuk “UD. SUMBER JAYA” Tanggul, yaitu :

a. Laporan Hasil Penjualan


b. Laporan Laba
7.3. Terminologi

a. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai
sampai dimanakah tujuan yang telah dirumuskan sudah dapat dilaksanakan.
(www.wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/14/definisi-evaluasi/)
b. Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. (
Dr. H.B. Siswanto, 2005 : 7 )
c. Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan progam – program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan
pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. ( Basu Swasta
& Nur Handoko, 2000 : 12 )
d. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak
lain. ( Philip Khotler, 2002 : 9 )
e. Strategi adalah garis besar tindakan untuk mencapai sasaran bisnis. ( Philip Kotler,
1995 : 124 )
f. Strategi Pemasaran adalah serangkaian sasaran, kebijaksanaan dan aturan yang
memberikan arah kepada usaha – usaha pemasaran dari waktu ke waktu, tingkat,
susunan dan alokasinya. ( Philip Kotler, 1995 : 104 )
g. Product Life Cycle adalah perkembangan hasil penjualan dan laba suatu produk
yang dikaitkan dengan perkembangan waktu. ( Sofyan Assauri, 3 1996 : 201 )
8. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab atau memecahkan permasalahan diatas diperlukan suatu analisis


yang dapat mendukung kebenaran dari pemecahan masalah. Metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif. Peniltian deskriptif umumnya
bertujuan mendeskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tehadap suatu populasi atau
daerah tertentu mengenai berbagai sifat dan faktor tertentu. Dr. Gempar Santoso, ( 2005 : 29
)

a. Metode Grafik Product Life Cycle

Metode Product Life Cycle dapat menunjukkan sampai tahap mana suatu produk
dalam perkembangannya sehingga dapat ditemukan strategi pemasarannya. Menurut
Philip Khotler (1997 : 307) terdapat empat tahap dalam product life cycle, yaitu
tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap penurunan. Dalam penentuan
tahap – tahap dari analisis product life cycle (PLC) yaitu hasil penjualan dan laporan
keuangan (laporan laba) yang dapat dilihat pada gambar berikut :
Penjualan 1) 2) 3) 4)
Penjualan
dan laba
penjualan

Laba
penjual

Waktu

(1) (2) (3) (4)

Perkenalan Pertumbuhan Kedewasaan Penurunan

Keterangan : Grafik pada sumbu vertikal adalah menunjukkan hasil penjualan dan laba yang
diperoleh, sedangkan sumbu horizontal pada grafik diatas menunjukkan waktu
terjadinya penjualan dan perolehan laba perusahaan.

1. Data hasil penjualan


Contoh : tabel data hasil penjualan
No Tahun Unit Harga Jual/unit ( Rp ) Total

1. 2005 xxx xxxx xxxx


2. 2006 xxx xxxx xxxx
3. 2007 xxx xxxx xxxx

1. Data Laporan Rugi Laba


Contoh : laporan Rugi Laba
Pendapatan
Penjualan Rp xxxx
HPP :
Pers. Awal brg jadi Rp xxxx
Hrg. Pokok produksi Rp xxxx +
Brg. Yg tersedia dijual Rp xxxx
Pers. Akhir brg jadi Rp xxxx –
HPP : Rp xxxx –
Laba kotor penjualan Rp xxxx
Biaya operasi Rp xxxx –
Laba bersih sblm bunga & pajak (EBIT) Rp xxxx
Bunga Rp xxxx –
Laba bersih stlh bunga Rp xxxx
Pajak Rp xxxx –
Laba bersih stlh bunga & pajak (EAT) Rp xxxx

a. Formulasi Strategi Pemasaran

Analisis Product Life Cycle sangat dibutuhkan dalam memformulasikan strategi


pemasaran. Dimana dengan analisis Product Life Cycle akan diketahui secara tepat
posisi produk dalam siklus daur hidupnya. Ketepatan manajer dalam membaca posisi
produk dibandingkan dengan pesaing dan posisi produk dalam Product Lfe Cycle-
nya sangat membantu bagi manajer dalam memformulasikan strategi pemasaran.

9. KERANGKA KONSEPTUAL

HASIL PENJUALAN

PRODUCT STRATEGI
LABA
LIFE CYCLE PEMASARAN

RUGI
DAFTAR PUSTAKA

Kotler Philip, 1995, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Pengendalian, Alih
Bahasa oleh Drs. Jaka Wasana, MSm, Penerbit Erlangga, Jakarta
---------------, 1997, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Pengendalian, jilid ke
satu diterjemahkan oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli, penerbit
Prehallindo, Jakarta
---------------,2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium I, jilid ke satu, penerbit
Pehallindo, Jakarta
---------------,2007, Manajemen Pemasaran, Jilid I, diterjemahkan Benyamin Molan, edisi
kedua belas. PT. Indeks, Jakarta
http : //lecture.brawijaya.Ac.id/pengertian-pemasaran/
Vivin Hosimah, 2007, Analisis Product Life Cycle (PLC) Untuk Menentukan Strategi
Pemasaran Pada Jamur Merang UD. Rahmat Jenggawah Jember, Fakultas
Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember
Emilda Priyantini, 2009, Evaluasi Prduct Life Cycle (PLC) Untuk Menentukan Strategi
Pemasaran Pada Produk Suwar Suwir UD. Primadona Di Jember, Fakultas
Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember
Dr.H.B. Siswanto, 2005, Pengantar Manajemen, penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta
Basu Swasta & Nur Handoko, 2000, Manajemen Pemasaran, penerbit BPFE – Yogyakarta,
anggota IKAPI.
Sofyan Assauri, 1996, Manajemen Pemasaran Modern : Dasar, Konsep, dan Strategi, edisi I,
Cetakan ke enam, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
www.Strategika.wordpress.com/2007/06/04/pengertian-strategi/
http : //chinmi.wordpress.com/2007/07/31//arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para
ahli/
Gluech William F, 1996, Manajemen Strategi Dan Kebijaksanaan Perusahaan, edisi ke tiga,
cetakan keempat, penerbit Erlangga, Jakarta
Swasta, Basu dan Irawan, 1998, Manajemen Pemasaran Modern, Yogyakarta Liberty
Fandy Tjiptono, 2002, Strategi Pemasaran, edisi kedua, cetakan keenam, penerbit Andi,
Yogyakarta
Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Alfabeta Bandung
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2001, Metodologi Penelitian Bisnis untuk
Akuntansi dan Manajemen. BPFE UGM. Yogyakarta
Dr. Gempar Santoso, 2005, Metodologi Penelitian, penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta
Wakhinuddin, 2009, Www.wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/14/definisi-evaluasi/
EVALUASI PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) UNTUK MENENTUKAN STRATEGI
PEMASARAN PADA PRODUK KERUPUK UD. SUMBER JAYA DI TANGGUL

PROPOSAL

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Umum


Menyusun Skripsi Pada Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Jember

Oleh :
AHMAD WAHYUDI
NIM 04141080

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JEMBER
2009