Anda di halaman 1dari 18

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB

MEDIA DAN TEKNIK PENDINGINAN IKAN


Oleh :
RAJIS
1004114302
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

PENDAHULUAN
Salah satu cara penanganan ikan mati
agar kesegaran tetap maksimal adalah
dengan menurunkan suhu tubuh ikan
(pendinginan). semakin besar panas ikan
yang di serap maka suhu ikan akan
semangkin rendah. Pada suhu rendah
(dingin atau beku), proses-proses
biokimia yang berlangsung dalam tubuh
ikan yang mengarah pada kemunduran
mutu ikan menjadi lebih lambat. Selain
itu, pada kondisi suhu rendah

Adapun syarat-syarat yang harus terpenuhi dari media


pendinginan adalah:
1.
2.
3.
4.

Tidak meninggalkan zat racun atau zat


berbahaya lainnya.

Mempunyai kemampuan untuk menyerap


panas dari tubuh ikan.

Mudah dan praktis dalam penggunaannya.


Ekonomis.

Es yang digunakan sebagai media pendingin sebaiknya


dibuat dari air bersih sebagai mana persyaratan untuk
air minum. Es yang digunakan untuk media pendingin
mempunyai suhu antara -12C sampai -18C (es
matang). Es yang matang memiliki beberapa sifat:
1. Butiran-butiran es nya lebih kecil bila di hancurkan.
2. Waktu peleburannya lebih lama.
3. Tidak mudah membentuk masa padat seperti es
biasa.

Untuk mendapat hasil yang maksimal dari penggunaan es


sebagai media pendingin dalam penanganan ikan segar, berikut
beberapa hal yang harus di perhatikan:

1. Jumlah es yang digunakan


Jumlah es yang di gunakan harus di sesuaikan
dengan jumlah ikan yang akan di tangani akan di
peroleh suhu pendinginan yang optimal. Jika jumlah
es terlalu sedikit dibandingkan jumlah ikannya maka
suhu pendinginan yang dihasilkan tidak cukup dingin
untuk mempertahankan kesegaran ikan dalam waktu
yang di tentukan.

Tabel. Waktu yang diperlukan untuk


mencapai suhu 1,5C dari 10C pada
berbagai ketebalan lapisan ikan.
Tebal lapisan ikan (cm)

Waktu (jam)

2,5

10

12,5

6,5

15

25

24

60

120

2. Lama Pemberian Es

Kecepatan es mecair atau melebur di pengaruhi oleh


beberapa faktor yaitu:
1. Volume kotak atau wadah yang di gunakan.
2. Bahan atau material wadah.
3. Penggunaan isolasi dan jenis isolasi.
4. Suhu lingkungan di luar wadah atau kotak pendinginan.

WWW.UNIQUEPLACES.COM

3. Ukuran dan jenis wadah yang digunakan


Volume kotak yang lebih luas akan mempercepat
pencairan es. Hal ini dengan jumlah panas yang masuk
ke dalam kotak melalui permukaannya. Semakin besar
luas permukaan maka panas yang masuk ke dalam
kotak semakin besar pula.

4. Kondisi fisik ikan

Kondisi fisik ikan sebelum


penanganan ( sebelum di eskan ) harus di
perhatikan. Ikan-ikan yang kondisi
fisiknya jelek, misalnya lecet-lecet,
memar, sobek, atau luka pada kulit,
sebaiknya dipisahkan dari ikan yang
kondisi fisiknya baik.

2. Pendinginan Ikan Menggunakan Es


Ditambah Garam

Media pendinginan es yang di tambah


garam (NaCl) juga banyak di gunakan dalam
penanganan ikan segar. Media pendinginan
ini terutama digunakan oleh para pedagang
pengencer ikan untuk menyimpan ikan yang
tidak terjual pada penjualan hari pertama. Es
yang ditambah garam dapat menyerap panas
dari tubuh ikan lebih besar dari pada media
es saja.

Tabel. perbandingan jumlah es yang melebur antara es yang ditambah yang


ditambah garam dengan es yang tidak ditambah garam pada pendinginan ikan
kembung dalam berbagai kemasan.
Jenis kemasn

Media pendingin es

Media pendingin es + garam

Styrofoam

3,67 kg

3,24 kg

Tong plastik

8,26 kg

7,95 kg

Keranjang bambu

9,72 kg

9,12 kg

Konsentrasi garam(berat/berat)

Titik beku 0c

1,0

-0,593

2,0

-1,186

3,0

-1,790

4,0

-2,409

5,0

-3,046

3. Pendinginan Ikan Menggunakan Es Di Tambah Es


Kering (Co2 Padat
Padat))

Penggunaan media pendingin es di


tambah es kering dalam penanganan ikan
segar masih terbatas di kalangan tertentu
saja. Umumnya penggunaan es di tambah
es kering hanya untuk pengangkutan
udang windu dan jenis ikan bernilai
ekonomis tinggi saja.hal ini di sebabkan
harga es kering masih relatif mahal.

4. PENDINGINAN IKAN MENGGUNAKAN AIR


DINGIN
AIR DINGIN MERUPAKAN MEDIA PENDINGIN YANG
MEMANFAATKAN AIR YANG DI DINGINKAN UNTUK
MENYERAP PANAS. SEBAGAI MEDIA PENDINGIN, AIR
MEMPUNYAI KEMAMPUAN LEBIH BESAR DARIPADA ES
UNTUK BERSINGGUNGAN ATAU MELAKUKAN KONTAK
LANGSUNG DENGAN SELURUH PERMUKAAN IKAN.
DENGAN DEMIKIAN, MEDIA AIR DINGIN INI DAPAT
MENYERAP PANAS LEBIH BESAR DARI DALAM TUBUH
IKAN SEHINGGA SUHU TUBUH IKAN LEBIH CEPAT DINGIN.

1)
2)
3)
4)
5)
6)

Air tawar di dinginkan dengan es (chilled fresh water,CFW),


Air laut di dinginkan dengan es (chilled sea water,CSW),
Air laut di dinginkan secara mekanis (refrigerated sea water,RSW),
Air tawar di dinginkan secara mekanis (refrigerated fresh water,RFW),
Air garam di dinginkan dengan es (chilled brine, CB),
Air garam di dinginkan secara mekanis (refrigerated brine, RB).

5. Udara Dingin

Penggunaan median pendingin dengan udara


dingin banyak digunakan untuk
pengangkutan ikan dengan mobil-mobil boks,
kontainer, atau gerbong-gerbong kereta.
Penggunaan media udara dingin di atas
kapal hanya terbatas pada kapal-kapal ikan
yang berukuran besar yang lama berlayarnya
sampai berbulan-bulan.

kesimpulan
1.

Semua media pendinginan dalam transportasi ikan


hidup sangat bagus tergantung cara penggunaannya
dan mana yang lebih mudah dan menekan biaya,
serta bagaimana pemanfaatnya bagi ikan itu sendiri

2.

ada beberapa media pendingin yang dapat


digunakan diantaranya es, es ditambah garam, es
ditambah es kering, air laut yang di dinginkan dengan
es, air laut yang di dinginkan secara mekanis, dan
udara dingin

SEKIAN TERIMA KASIH


Wassalam