Anda di halaman 1dari 2

Metode Peramalan Kualitatif

Peramalan kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara
mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian
generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( indepth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif
yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Tujuan
dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap
suatu masalah.
Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian
kualitatif. umumnya bersifat subjektif dan bergantung pada pengalaman, keahlian, dan
pendapat seseorang. Metode ini lebih digunakan ketika terdapat faktor-faktor yang
menyebabkan data menjadi berubah seperti perkiraan penjualan ketika menggunakan
teknologi baru seperti internet, adanya promo penjualan bulan ke depan, atau bahkan ketika
produk baru diluncurkan.
Beberapa model peramalan yang termasuk dalam peramalan kualitatif adalah sebagai
berikut:
3. Scenario Writing
Pembuatan scenario oleh satu orang tentang kondisi dimasa yang akan dating, lalu
dilanjutkan oleh diskusi kelompok yang lain untuk mengkritisi scenario yang telah dibuat
Variasi-variasi scenario writing adalah :
1. Jury of executive opinion : Teknik peramalan yang meminta pendapat segolongan
kecil manajer tingkat tinggi dan menghasilkan estimasi permintaan kelompok. Dalam
metode ini, pendapat sekumpulan kecil manajer atau pakar tingkat tinggi, sering
dikombinasikan dengan model statistik, dikumpulkan untuk mendapatkan prediksi
kelompok.
2. Delictical inquiry : scenario dibuat dalam sebuah kelompok lalu didialogkan bersama,
sehingga menemukan titik yang terbaik.

Kelebihan dan kelemahan subjectif method

Kelebihan
1. Tidak diperlukan keahlian
matematika khusus
2. Otak manusia unik karena sering ada
informasi penting yang tergantung
pada subyektif methods (contoh :
intuisi, pengalaman)

Kelemahan
1. Solusi hamper selalu bias, karena hal
initidak bias dipertanggung jawabkan
realibiliti nya.
2. Sering tidak akurat
3. Membutuhkan pengalaman yang lama
/ bertahun- tahun untuk menjadi
forecaster yang handal.