Anda di halaman 1dari 20

PAPER SATUAN OPERASI DAN MESIN INDUSTRI PANGAN

PENGECILAN UKURAN ALAT PENGGILING HAMMER MILL

Paper ini disusun untuk memenuhi nilai tugas

Dosen :
Moh. Sabariman, Ir., M.Si

Disusun Oleh :

Fardhan Syaputra

2013340020

Theresia Vintania

2013340036

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


TEKNOLOGI PANGAN
UNIVERSITAS SAHID JAKARTA
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul
Pengecilan Ukuran Alat Penggiling Hammer Mill ini dengan lancar. Penulisan paper ini
bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen matakuliah Satuan
Operasi dan Mesin Industri Pangan, Bapak Moh. Sabariman Ir., Msi
Paper ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku
panduan yang berkaitan dengan pengecilan ukuran, serta infomasi dari media massa yang
berhubungan dengan alat penggiling hammer mill, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih
kepada pengajar matakuliah Satuan Operasi dan Mesin Industri Pangan atas bimbingan dan
arahan dalam penulisan paper ini serta kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung
sehingga dapat diselesaikannya paper ini.
Penulis berharap, dengan membaca paper ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,
dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai alat penggiling hammer mill, khususnya
bagi penulis. Memang paper ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Jakarta, April 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................

BAB I

TEORI
1.1. Pengecilan Ukuran .....................................................................

1.2. Jenis-Jenis Alat Pengecilan Ukuran ............................................

1.3. Pengertian Hammer Mill ............................................................

1.4. Keuntungan dan Kerugian Hammer Mill ....................................

BAB II PRINSIP KERJA PERALATAN


2.1. Prinsip Kerja Hammer Mill ........................................................

2.2. Bagian-Bagian Hammer Mill ......................................................

2.3. Cara Kerja Hammer Mill ............................................................ 14


BAB III APLIKASI PADA PANGAN
3.1. Hammer Mill Penepung .............................................................. 15
3.2. Hammer Mill Bongkol Jagung .................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
TEORI

1.1. Pengecilan Ukuran


Pengecilan ukuran secara umum digunakan untuk menunjukkan pada suatu operasi,
pembagian atau pemecahan bahan secara mekanis menjadi bagian yang berukuran kecil
(lebih kecil) tanpa diikuti perubahan sifat kimia. Pengecilan ukuran dilakukan untuk
menambah permukaan padatan sehingga pada saat penambahan bahan lain pencampuran
dapat dilakukan secara merata. Pengecilan ukuran dapat diartikan juga sebagai suatu
bentuk proses penghancuran dari pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih
kecil oleh gaya mekanik.

Terdapat empat cara menurut Mc. Cabe, et. al. (1976), yang dapat diterapkan pada mesinmesin pengecilan ukuran, yaitu
1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras;
2) impact atau pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar;
3) attrition, digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan;
4) cutting, digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu.

Menurut Brennan et. al. (1974), pengecilan ukuran bertujuan untuk :


1. Membantu proses ekstraksi
2. Memperkecil bahan sampai dengan ukuran tertentu untuk maksud tertentu
3. Memperbesar luas permukaan bahan untuk proses lebih lanjut
4. Membantu proses pencampuran

Menurut Henderson dan Perry (1982), pada prinsipnya pengecilan ukuran


diklasifikasikan menurut produk akhir yang dihasilkan. Yang pertama adalah pengecilan
ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi ukuran bahan secara signifikan, misalnya
penggilingan dan penggerusan. Kedua adalah pengecilan bahan yang menghasilkan ukuran
produk yang masih berdimensi besar atau nisbah produk akhir dengan awalnya tidak terlalu
signifikan, misalnya pada proses pemotongan dan pengemasan.
3

Semua cara yang digunakan untuk memotong partikel zat padat dan dipecahkan
menjadi kepingan kepingan yang lebih kecil dinamakan size reduction atau pemecahan/
pengecilan ukuran. Di dalam industri pengolahan, zat padat diperkecil dengan berbagai
cara yang sesuai dengan tujuannya. Produk produk komersial biasanya harus memenuhi
spesifikasi yang sangat ketat dalam hal ukuran maupun bentuk partikelnya yang sangat
berpengaruh terhadap reaktifitas zat padat tersebut. Pemecahan ini juga dapat memisahkan
komponen yang mungkin tidak diinginkan dengan cara mekanik, serta dapat juga
memperkecil bahan bahan berserat untuk memudahkan proses penanganannya.

Secara umum tujuan dari size reduction atau pemecahahan ini adalah:

Menghasilkan padatan dengan ukuran maupun spesifik permukaan tertentu,

Memecahkan bagian dari mineral atau kristal dari persenyawaan kimia yang terpaut
pada padatan tertentu,

Mempermudah ekstraksi unsur tertentu dan struktur komposisi,

Penyesuaian dengan kebutuhan spesifikasi produk atau mendapatkan bentuk tertentu,

Untuk menambah luas permukaan padatan,

Mempermudah pencampuran bahan secara merata.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alat size reduction:

Ukuran umpan,

Size reduction ratio,

Distribusi ukuran partikel dii arus produk,

Kapasitas,

Sifat bahan, seperti hardness, abrasiveness, stickiness, densitas, flammability,

Kondisi basah atau kering.

Beberapa cara untuk memperkecil ukuran zat padat dapat dilakukan dengan menggunakan
berbagai cara, yaitu:

Kompresi (tekanan)
Prinsip kerja dari kompresi adalah dengan tekanan yang kuat terhadap buah,
Biasannya, penghancuran ini untuk menghancurkan buah yang keras. Alat dari
4

kompresi ini dinamankan chrushing rolls. Proses ini dilakukan dengan memberikan
gaya tekan yang besar sambil dilakukan penggesekan pada suatu permukan padat,
sehingga bahan terpecah dengan bentuk yang tidak tertentu. Umumnya, permukaan
alat dibuat dengan kekerasan tertentu, sehingga dapat membentuk pencabikan bahan.

Impak (pukulan)
Pemukulan adalah operasi pengecilan ukuran dengan memanfaatkan gaya impact,
yaitu pemberian gaya yang besar dalam waktu yang singkat. Prinsip kerja dari impact
adalah dengan memukul buah. Alat yang biasa digunakan yaitu hammer mill. Alat ini
untuk menghasilkan bahan dengan ukuran kasar, sedang, dan halus. Bahan yang
berserat atau kenyal tidak dapat dikecilkan ukurannya dengan cara pemukulan, karena
gaya impact tidak dapat menyebabkan pecahnya bahan menjadi bagian yang lebih
kecil. Demikian pula bahan yang besar, tidak dapat dikecilkan ukuranya dengan cara
pemukulan karena akan merusak bentuk asal. Jika pemukulan dilakukan dengan
penahan, maka dikatakan terjadi peristiwa atau proses penggerusan atau penumbukan.
Sebaliknya, jika tanpa penahan dikatakan proses pemukulan saja. Pemukulan cocok
dilakukan pada bahan yang keras tetapi rapuh dalam kondisi kering. Sedangkan untuk
bahan yang rapuh dan sedikit berserat seperti biji-bijian dilakukan dengan cara
penggerusan. Selain itu, penggerusan dapat dilakukan pada bahan kering ataupun
basah. Umumnya, pada bahan yang basah dilakukan dengan penambahan air sebagai
media pendingin alat penggerus.

Atrisi (gesekan)
Atrisi menghasilkan zat yang sangat halus dari bahan yang lunak dan tidak abrasif.

Pemotongan
Merupakan cara pengecilan ukuran dengan menghantamkan ujung suatu benda tajam
pada bahan yang dipotong. Struktur permukaan yang terbentuk oleh proses
pemotongan relatif halus, pemotongan lebih cocok dilakukan untuk sayuran dan
bahan lain yang berserat. Perajangan biasanya hanya dilakukan pada bahan yang
ukurannya agak besar dan tidak lunak seperti akar, rimpang, batang, buah dan lainlain. Ukuran perajangan tergantung dari bahan yang digunakan dan berpengaruh
terhadap kualitas simplisia yang dihasilkan. Perajangan bahan dapat dilakukan secara
manual dengan pisau yang tajam dan terbuat dari stainlees ataupun dengan mesin
5

pemotong/perajang. Bentuk irisan split atau slice tergantung tujuan pemakaian. Untuk
tujuan mendapatkan minyak atsiri yang tinggi, bentuk irisan sebaiknya adalah
membujur (split) dan jika ingin bahan lebih cepat kering bentuk irisan sebaiknya
melintang (slice). Perajangan terlalu tipis dapat mengurangi zat aktif yang terkandung
dalam bahan. Sedangkan jika terlalu tebal, maka pengurangan kadar air dalam bahan
agak sulit dan memerlukan waktu yang lama dalam penjemuran dan kemungkinan
besar bahan mudah ditumbuhi oleh jamur.

1.2. Jenis-Jenis Alat Pengecilan Ukuran


Peralatan pemecahan atau pengecilan ukuran zat padat dapat dibedakan berdasarkan
bagaimana tenaga pemecah dilakukan, yaitu sebagai berikut:

Antara dua permukaan padatan, seperti crushing dan shearing.

Pada satu permukaan padatan, seperti pukulan (impact).

Tidak pada permukaan padatan tertentu tetapi sebagai media disekitar padatan, seperti
coloid mill.

Tidak dengan energi mekanik melainkan menggunakan thermal shock, explosive


shattering, electrohydroulyc.

Berdasarkan ukuran zat padat yang akan dikecilkan (umpan) maka peralatan pemecah atau
pengecil ukuran zat padat dibedakan atas:

Pemecahan kasar, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran umpan 2 - 96 inchi.

Pemecahan antara (intermediate), yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran antara


2-3 inchi.

Pemecah halus, yaitu menghasilkan padatan dengan ukuran 0.25-0.5 inchi.

Berdasarkan cara kerja dan ukuran produk yang diperoleh, maka peralatan size reduction
dapat dibedakan menjadi empat kelompok yaitu:
1) Crusher (mesin pemecah)
2) Grinder (mesin giling)
3) Ultrafine Grinder (mesin giling ultra halus)
4) Cutting machine (mesin pemotong).
6

1.3. Pengertian Hammer Mill


Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Penggiling palu (
Hammer Mill ) merupakan penggiling yang serbaguna, dapat digunakan untuk bahan
kristal padat, bahan berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala industri penggiling
ini digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula dan lain-lain (Wiratakusumah,
1992).
Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat dari gigi
penggiling yaitu gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya dan gigi penggiling
tidak dapat berayun bebas pada porosnya (statis). Kedua tipe hammer mill tersebut dalam
operasinya tidak mempunyai banyak perbedaan, yang penting diperhatikan adalah jumlah
ketebalan dari gigi-gigi penggiling.
Jenis mesin ini, pada hakekatnya merupakan mesin yang daya kerjanya menghaluskan
bahan apapun. Jadi, secara teknis, bukan hanya sebagai penghalus bahan terigu, namun
juga bisa digunakan untuk menghaluskan bahan-bahan lain. Mesin hammer mill bisa
dijumpai dalam berbagai bentuk tergantung pada produsennya. Namun prinsip kerjanya
sama, yakni menghaluskan target.
Bahan-bahan yang bisa dihaluskan oleh mesin hammer mill ini adalah biji-bijian seperti
biji jagung, buah pala, singkong, bebijian gandum, batok kelapa serta masih banyak lagi
lainnya. Istimewanya, mesin hammer mill ini juga bisa digunakan untuk membuat bubuk
kayu, tepung untuk pellet ayam atau pakan ayam, bahkan bisa juga untuk menghaluskan
biji batu. Pada fungsi terakhir, hammer mill telah mengalami modifikasi sehingga dayanya
kuat untuk memecah bebatuan. Jenis hammer tersebut juga umumnya dikenal dengan nama
Hammer Crusher. Selain bebatuan, hammer crusher juga dikenal mampu menghasilkan
pasir, serbuk batu jenis kapur, dolomite, sandblasting, serta gelana.
Para produsen mesin hammer mill kebanyakan memilih bahan stainless steel sehingga
mesin tidak mudah berkarat dan tentunya awet. Mesin hammer mill standar memiliki
kapasitas 300 kg/jam dan menggunakan tenaga motor listrik 10 HP. Ukuran normalnya
sekitar 50x100x120 sentimeter. Untuk mesin hammer mill tipe standar ini dibandrol kurang
lebih Rp.15.000.000. Harga ini bisa berkurang di bawah Rp.10.000.000 jika mesin hammer
mill yang ingin dibeli hanya berkapasitas produksi 100 kg per jam.

Sementara itu, mesin hummer mill/crusher memiliki daya dan tenaga lebih kuat karena
memang sumber penggeraknya berupa bearing elektromotor dengan daya mencapai 20 HP.
Kehalusan yang bisa dicapai jenis mesin ini sebesar 80 hingga 100 mesh. Sementara itu
jumlah produksi hammer crusher per jam-nya bisa mencapai 5 ton. Hal ini bergantung lagi
pada jenis bebatuan yang hendak dihaluskan. Hammer crusher tentu jauh lebih mahal
ketimbang hammer mill. Harganya kurang lebih sekitar Rp.20.000.000.

1.4. Keuntungan dan Kerugian Hammer Mill


Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa keuntungan
antara lain :
1. Konstruksi mesin cukup sederhana,
2. Dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-macam ukuran,
3. Tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan beroperasi tanpa
bahan,
4. Biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr mill

Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain :


1. Biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang rata atau seragam,
2. Biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr mill,
3. Untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang relatif besar
sampai batas-batas tertentu.

BAB II
PRINSIP KERJA PERALATAN

2.1. Prinsip Kerja


Adalah hammer mills berbahan dasar baja drum berisi poros berputar vertikal atau
horizontal atau drum yang dipasang palu. Rotor dengan kecepatan tinggi di dalam drum
akan memutar palu-palu pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan yang masuk melalui
sreen akan terpukul oleh palu yang berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau
sesama bahan. Akibatnya akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus
hingga didapatkan bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat.

2.2. Bagian-Bagian Mesin Hammer Mill


Desain Umum komponen utama dari hammer mill ini, ditunjukkan dalam gambar dibawah,
termasuk sebuah alat yang digunakan untuk memasukan material yang akan digiling
menjadi melewati jalur hammer. Sebuah rotor terdiri dari serangkaian mesin disk terpasang
pada poros horisontal melakukan tugas untuk menghancurkan material yang masuk. Palu
bebas-ayun yang tersuspensi dari batang paralel pada poros dan melalui disk rotor. Palu
melaksanakan fungsi smashing pada bahan yang masukan dalam hammer untuk
mengurangi ukuran partikel mereka. Screen yang berlubang membuat penyaringan partikel
lebih baik dan fleksibel karena dibantu oleh udara dan getaran gravitasi dari mesin rotor,
untuk memastikan partikel memenuhi ukuran maksimal tertentu.

Delivery Device
Bahan dimasukkan ke dalam dilivery device dari palu oleh vena feeder kecepatan
variabel. Jenis feeder dapat memiliki motor bekerja keras dengan pengontrol yang
dapat diprogram untuk motor penggerak utama dari hammer mill. Kecepatan
operasional feeder dikendalikan untuk mempertahankan beban ampere optimal dari
motor utama.
Palu desain dan konfigurasi
Desain dan penempatan palu ditentukan oleh parameter-parameter operasi seperti
kecepatan rotor, tenaga kuda motor, dan area terbuka di ruang palu. Palu Optimal
desain dan penempatan akan memberikan kontak maksimum dengan bahan industri
Hammer mills di mana kecepatan rotor adalah sekitar 1.800 rpm, harus menggunakan
palu yang sekitar 25cm (~ 10 inci) panjang, 6.35cm (~ 2,5 inci) lebar, dan 6.4mm
(0,25 inci) tebal. Untuk kecepatan rotor sekitar 3.600 rpm, palu harus 15 sampai 20
cm (~ 6-8 inci, 5 cm (~ 2 inci) lebar, dan 6,4 mm (0,25 inci) tebal.
Jumlah palu digunakan untuk pabrik palu dari 1.800 rpm, harus 1 untuk setiap
tenaga kuda 2,5-3,5, dan untuk 3.600 rpm, satu untuk setiap tenaga kuda 1 sampai 2.
Palu harus seimbang dan ditata pada batang sehingga mereka tidak jejak satu sama
lain. Jarak antara palu dan layar harus 12 sampai 14 untuk pengurangan ukuran butir
serealia (~ 1 / 2 inci) mm.
Dampak adalah kekuatan utama yang digunakan dalam sebuah hammermill.
Apapun yang meningkatkan kemungkinan tabrakan antara palu dan target,
meningkatkan besarnya tumbukan, atau memperbaiki materi take-away memberikan
keuntungan dalam pengurangan ukuran partikel. Besarnya tumbukan dapat meningkat
dengan meningkatkan kecepatan palu.
Desain Layar (screen)
Jumlah daerah terbuka di layar palu pabrik menentukan ukuran partikel dan
efisiensi grinding. Layar harus dirancang untuk mempertahankan integritas dan
memberikan jumlah terbesar dari daerah terbuka. Screen bukaan (lubang) yang
diselaraskan dalam pola terhuyung 60 derajat daerah terbuka mengoptimalkan sambil
mempertahankan kekuatan layar. Metode ini akan menghasilkan sebuah area terbuka
40 persen menggunakan 3,2 mm (1 / 8 inci) lubang berjajar dalam 4,8 mm (3 / 16
10

inci) pusat. Feed produsen perlu membayar perhatian khusus pada rasio area layar
terbuka untuk tenaga kuda. rasio Direkomendasikan untuk biji-bijian akan menjadi 55
cm2 (~ 8-9 inci persegi) per tenaga kuda (Bliss, 1990). Tidak cukup terbuka luas per
hasil tenaga kuda pada generasi panas. Bila panas yang dihasilkan melebihi 44C ke
46C (120-125F), kapasitas mungkin akan menurun sebanyak 50 persen.
Penghapusan material berukuran dari hammermill adalah fitur desain kritis.
output yang tepat dari bahan tidak hanya mempengaruhi efisiensi operasi, tetapi juga
ukuran partikel. Ketika rasio yang benar area layar untuk tenaga kuda yang digunakan
dan jarak yang tepat antara layar palu dan wajah dijaga, sebagian besar berukuran
partikel benar akan keluar layar secara tepat waktu. Anderson (1994) menyatakan
bahwa partikel yang tidak melewati lubang layar menjadi bagian dari fluidized bed
bahan menyapu sepanjang muka layar oleh rotasi tinggi kecepatan palu. Seperti
partikel-partikel ini bergesekan layar dan satu sama lain ukuran mereka terus-menerus
dikurangi dengan putus sekolah. Pengurangan ukuran ini berlebihan kontraproduktif.
Energi terbuang dalam produksi panas, throughput dibatasi, dan partikel menjadi
terlalu kecil.
Hammer mill baru kebanyakan dilengkapi dengan udara-membantu sistem yang
menarik udara ke hammer mill dengan produk yang akan tanah. Sistem ini dirancang
untuk memberikan tekanan rendah di sisi keluar dari layar untuk mengganggu
fluidized bed material di muka layar, sehingga memungkinkan partikel untuk keluar
melalui lubang layar. Beberapa lingkaran penuh palu pabrik dirancang sehingga layar
berada pada dua potong. Hal ini dimungkinkan untuk menggunakan ukuran lubang
yang lebih besar pada busur ke atas dari palu untuk mengurangi jumlah bahan di
muka layar

11

Mesin pada gambar diatas berfungsi untuk menghancurkan berbagai bahan keras. Adapun
spesifikasi mesin ini adalah sebagai berikut :

Kapasitas

: 100kg/jam

Dimensi (pxlxt)

: 800x400x1200mm

Material rangka

: Canal U-50

Material body

: Plate SPHD 3mm

Penggerak

: Diessel, 8 PK

Uk. mesh

: 20, 40, 60, 100, dll (optional)

Proses

: Sistem hammer dengan 12 pisau

Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong pengeluaran,
motor penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan :
Corong pemasukan
Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong
pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan bagian
bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm dengan kemiringan dinding corong
40o.

12

Pemukul
Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang pemukul
yang juga terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah antara 100 mm x
25 mm x 5 mm dan pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini bertujuan agar sisi
pemukul yang satu dapat menggantikan sisi pemukul yang sudah tumpul dengan cara
membalik posisi. Pemukul dipasang dengan posisi horizontal dengan jumlah lima
pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang terbuat dari stainless steel dengan
berdiameter 10 mm dipasang vertikal.
Saringan
Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada hammer mill
saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir biji-bijian,
saringan dapat diganti-ganti tergantung dati besar ukuran butir hasil gilingan yang
dikehendaki.
Corong pengeluaran
Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut
terpancung pada posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter
bawahnya adalah 120 mm.
Ayakan
Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm yang mana konstruksinya terbuat dari kayu
dengan bentuk seperti trapezium dan kostruksi penyangga terbuat dari plat siku 25
mm x 25 mm x 2.5 mm dengan ukurannya sama dengan ukuran ayakan. Posisi
ayakan ini adalah miring dengan kemiringan 10o, ini bertujuan untuk memudahkan
gerak dari transmisi yang menggerakkan ayakan dan mempercepat proses
pengayakan.
Motor penggerak
Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan
putaran berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan yang
terbuat dari baja plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang dipasang dengan
sebuah engsel. Fungsi engsel adalah jarak antara poros terhadap motor dengan poros
utama dapat diatur untuk memperoleh tegangan sabuk yang diinginkan.

13

2.3. Cara Kerja Mesin Hammer Mill

1) Bahan dimasukkan ke dalam hammer mills dan turun ke ruang palu melalui gaya
gravitasi akibat getaran rotor.
2) Palu yang umumnya potongan persegi panjang yang terbuat dari baja yang
dikeraskan dan melekat pada suatu poros yang berputar dengan kecepatan tinggi di
dalam ruangan akan menghancurkan material yang masuk melalui dilivery device
dan terus berulang ulang menumbuk material sampai halus.
3) Sreen logam berlubang, atau bar pengayak meliputi pembukaan debit mills
mempertahankan kasar bahan untuk lebih memaksimalkan hasil yang keluar
sementara memungkinkan bahan dengan ukuran besar untuk di tumbuk lagi sampai
halus dan menghasilkan produk.
4) Material yang tidak bisa dihalusakan oleh palu seperti kaca, batu atau logam akan
keluar dari mills melalui gravitasi. Pneumatik hisap yang kita gunakan untuk
membantu dalam pembuangan material yang lebih ringan seperti kayu, kertas atau
bahan yang belum halus dipisahkan dengan bahan yang telah halus.

14

BAB III
APLIKASI PADA PANGAN
3.1. Mesin Hammer Mill Penepung
Fungsi Hammer Mill Penepung
Yaitu merubah ukuran suatu bahan baku produksi menjadi butiran butiran tepung
yang sangat halus. Mesin penepung ini biasanya digunakan dalam industri dan pabrik
yaitu pada proses penggilingan gandum, pakan ternak, jus buah, penghancur kertas,
penghancur kompos organik dan sebagainya.
Prinsip Kerja
Bahan baku yang dimasukkan ke dalam mesin selanjutnya akan dibawa oleh sebuah
pelat ke bagian penghancuran. Setelah bahan baku dihancurkan, lantas kemudian bahan
pun akan dipotong dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga menjadi tepung.
Proses ini juga menimbulkan tekanan udara di dalam akan mengalir keluar. Dengan
kata lain bahan baku yang berupa tepung akan terbang keluar melewati saringan. Bahan
yang masih berukuran besar akan diproses kembali hingga berbentuk tepung halus.
Bagian-Bagian Hammer Penepung

Ada 5 struktur yang terdapat pada mesin hammer mill ini, yaitu
1) Foundation
Ini merupakan bagian paling dasar mesin yang berguna untuk menghubungkan
dan menopang seluruh bagian mesin serta bertindak sebagai tempat hasil
produksi keluar.
15

2) Rotor
Bagian ini berfungsi sebagai penggerak utama kinerja mesin. Terdiri dari poros
utama, piringan bingkai, piringan penghancur dan landasan. Bagian ini juga
bekerja dengan kecepatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan
pemeriksaan keseimbangan setiap bagian sebelum mesin dijalankan.
3) Operating door
Bagian ini berfungsi sebagai pintu untuk melihat dan memeriksa komponenkomponen yang berada di dalam mesin. Hal ini memungkinkan kita untuk
membersihkan saringan dan mengganti pisau penghancur dengan lebih mudah.
4) Casing bagian atas
Bagian ini berfungsi sebagai penghubung antara bagian atas mesin dengan
bagian bawahnya. Selain itu, casing ini juga berfungsi sebagai pengapit saringan
dan memberikan ruangan produksi yang cukup bersama-sama dengan rotor.
5) Feeding guide structur
Bagian ini berfungsi sebagai pintu masuk bahan baku produksi.
Cara Kerja
Secara umum, mesin ini berbentuk sebuah tabung besi yang memiliki poros di bagian
vertikal atau horizontal. Rotor berputar di bagian dalam mesin yang akan
menggerakkan mesin penepung. Bahan baku yang telah diproses oleh mesin akan
keluar sesuai besar ukuran yang telah dipilih melalui saringan atau plat penyaring.
Mesin hammer mill ini juga bisa digunakan sebagai mesin stone crusher sekunder dan
tersier. Karena prinsip kerjanya yang menggunakan aliran udara untuk memisahkan
partikel kecil dan besar, maka mesin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih hemat
energi.

16

3.2. Mesin Hammer Mill Penghancur Bongkol Jagung


Bagian-Bagian Hammer Mill

Keterangan:
1. Hooper masuk
2. Body mesin
3. Bearing dan house bearing
4. Poros mesin
5. Baut pengunci
6. Engsel
7. Saluran keluar
8. Rangka mesin
9. V-belt
10. Motor diessel
11. Saringan atau plat penyaring
12. Hammer dinamis
13. Hammer statis
Cara Kerja
Adapun mekanisme kerja mesin hammer mill penghancur bongkol jagung seperti pada
gambar diatas sebagai berikut :

17

1) Saat motor pengerak utama (motor diessel) dihidupkan, pulley pada motor
penggerak utama berputar mentransmisikan putaran ke pulley pada mesin
hammer mill melalui sabuk v-belt.
2) Pulley pada mesin hammer mill kemudian memutar poros mesin yang ada
hammer dinamisnya dengan 8 hammer dinamis I dan 4 hammer dinamis L.
3) Bongkol jagung masuk melalui hooper kemudian pemalu bekerja menghancurkan
bongkol jagung.
4) Serpihan bongkol jagung akan tersaring oleh plat penyaring yang berlubang
dengan ukuran diameter tiap-tiap lubang 1 mm.
5) Serpihan yang sudah berukuran 1 mm atau lebih kecil akan melewati alat
penyaring dan keluar melalui saluran keluar. Adapun yang belum berukuran 1mm
akan terus terpotong hingga berukuran 1 mm atau lebih kecil.

18

DAFTAR PUSTAKA

Khurmi RS Gupta, JK., 2005, Text Book of Machine Design Eurasia, Publising House, ltd Ram
Nagar, New Delhi.
Sularso, K. Suga., 2002, Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin, PT.Pradnya
Paramita, Jakarta
Niemann G., A. Budiman dan Priambodo, 1986, Elemen Mesin Jilid II, Erlangga, Jakarta

http://domas09.blogspot.com/2013/02/hammer-mill.html Diakses 5 maret 2015.

Wibawa,Indra. 2012. Alat Pengecil Ukuran.


http://indrawibawads.wordpress.com/2012/01/06/alat-pengecil-ukuran-size-reduction/.
Diakses pada tanggal 5 maret 2015.

Anonim. 2012. Pengecilan Ukuran. www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg. Diakses


pada tanggal 5 maret 2015.

19