Anda di halaman 1dari 22

TEKNIK PEWARNAAN

Titi Lasmini

Memberi warna pada sel-sel atau


bagian-bagian lain, sehingga menambah
daya kontras dan tampak jelas
Menunjukkan struktur sel
Menunjukkan distribusi dan susunan
kimia sel
Membedakan mikroba satu dengan
lainnya

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

Macam-macam pewarnaan
1. Pewarnaan sederhana
a. Pewarnaan asam (pewarnaan positif)

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

b. Pewarnaan basa (pewarnaan negatif)


Tujuan: mewarnai latar belakang sehingga latar
tampak gelap dan sel tampak transparan
Cat nigrosin atau tinta cina

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

2. Pewarnaan diferensial
menggunakan lebih dari satu zat pewarna berdasarkan
sifat kimia dan fisik dinding sel mereka

a. Pewarnaan Gram
Metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi
dua kelompok besar: gram-positif dan gram-negatif
berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding selnya.
Menggunakan 4 bahan:
Zat warna utama: kristal violet/ gentin violet
Mordan: larutan Iodin/ lugol
Pencuci / peluntur zat warna: alcohol/ aseton
Zat warna kedua / cat penutup: safranin

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

Prosedur pewarnaan gram

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

Kesalahan dalam pewarnaan Gram


ARTEFAK

Presipitasi kristal violet disangka sebagai gram positif c


08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

Gram positif Gram negatif

Bacillus
Clostridium
Streptococcus
Staphylococcus

Neisseria
E. coli
Salmonella
Psedomonas

Faktor-faktor yang
pewarnaan gram

mempengaruhi

keberhasilan

Umur biakan > 24-48 jam


Over staining
Over decolorizing
Kondisi zat pewarna: kemurnian zat, kadaluarsa
dll

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

b. Pewarnaan Bakteri Tahan Asam


Contoh: bakteri Mycobacterium dan Nocardia
Dinding sel BTA mengandung banyak lemak
sehingga impermeable terhadap zat warna
tertentu.
Metode yang umum digunakan > Ziehl-Neelsen
Zat pewarna yang digunakan > carbol fuchsin
dan methylen blue

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

10

Prosedur pewarnaan BTA

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

11

Tujuan pemberian carbol fuchsin 0,3% adalah untuk


mewarnai seluruh sel bakteri.
Tujuan pemberian alkohol asam 3% adalah
meluruhkan warna dari carbol fuchsin, tetapi pada
golongan BTA tidak terpengaruh pemberian alkohol
asam 0,3% karena memiliki lapisan lipid yang
sangat tebal sehingga alkohol sukar menembus
dinding sel bakteri tersebut dan warna merah
akibat pemberian carbol fuchsin tidak hilang.
Tujuan pemberian methylen blue adalah memberi
warna background dan sel-sel bakteri lain yang
tidak tahan asam

Hasil pewarnaan BTA

sel Mycobacterium menahan zat warna utama


dengan erat, tidak terpucatkan sekalipun oleh
asam alkohol (yaitu 3% HCL dalam etanol 95%),
oleh sebab itu disebut bakteri tahan asam (BTA).
08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

13

Skala IUATLD (International Union Against


Tuberculosis and Lung Disease) :
Negatif: apabila tidak ditemukan BTA.
Positif: apabila terdapat 1 9 BTA / 100 lapang
pandang.
Positif 1: apabila terdapat 10 99 BTA / 100
lapang pandang.
Positif 2: apabila terdapat 1 10 BTA / 1 lapang
pandang.
Positif 3: apabila terdapat > 10 BTA / 1 lapang
pandang.

3. Pewarnaan Khusus
a. Pewarnaan Kapsul
Menggunakan larutankristal violet panas, lalu
larutan tembaga sulfat sebagai pembilasan.
Garam tembaga juga memberi warna pada latar
belakangyang berwana biru gelap

Karakteristik kapsul
Tidak larut air dan tidak berwarna
Komposisi kimiawi berbeda tiap spesies
Contoh bakteri berkapsul: Bacillus anthracis, B.
disentri, B. subtilis, Diplococcus pneumoniae,
Klebsiella, Acetobacter xylinium, Staphylococcus
sp., & Leuconostoc mesentroides

Fungsi kapsul
Melindungi sel dari fagositosis (faktor virulensi)
Cadangan makanan
Perlindungan dari kekeringan/ dehidrasi

Pewarnaan Kapsul

METODE PEWARNAAN
KAPSUL
Metode Burry Gins

Cat yang dipakai : Nigrosin, Methilene Blue,


Safranin

Metode Hiss
Cat yang dipakai : Basic Fucsin (dengan pencuci
alcohol)

Metode Welch
Cat yang dipakai : Carbol Fuchsin ( dengan pencuci
NaCl)

Metode Anthony
Cat yang dipakai : Kristal Violet (dengan pencuci
CuSO4 20%)

b. Pewarnaan spora

Dinding spora relatiftidak permeable, namun zat warna bisa


menembusnya dengan cara memanaskan preparat.
Contoh: Clostridium, Desulfomaculatum, danBacillus
Pewarna: malachite green dan safranin
Metode : Schaefer Fulton

Prosedur
endospora

pewarnaan

Buat hapusan bakteri


Fiksasi
Tuangi malachite
green
Panaskan 5
Bilas air
Tuangi safranin
Bilas air
keringkan

08/31/15

BAHAN AJAR PEWARNAAN

19

Prinsip pewarnaan endospora

c. Pewarnaan flagel
Pewarnaan flagel dengan memberi suspensikoloid
garam asam tanat, sehingga terbentuk presipitat tebal
pada dinding sel dan flagel

Quiz
1. Gambarkan struktur sel bakteri dan
sebutkan bagian-bagiannya
2. Sebutkan bentuk-bentuk bakteri dan
contohnya masing-masing
3. Apa yang dimaksud dengan difusi dan
osmosis?
4. Jelaskan prosedur kerja pewarnaan
gram dan kesalahan dalam pewarnaan
5. Jelaskan prinsip pewarnaan endospora