Anda di halaman 1dari 4

BAB 11

PERBAIKAN MASALAH MYOPIA


Myopic dalam pengambilan keputusan disebabkan karena adanya penggunaan
pengendalian hasil yang menekankan pada laba akuntansi periode berjalan yang dapat
menyebabkan manajaer memiliki orientasi jangka pendek secara berlebihan. Myopia
merupakan efek samping yang merugikan dari suatu sistem pengendalian hasil.
Manajer puncak seharusnya memahami keteganganyang ada antara hasil
jangka pendek dan jangka panjang, serta hati-hati terhadap tradeoff yang berisiko.
Manajer akan cenderung mengambil langkah untuk mempertahankan kelancaran pola
pertumbuhan pendapatan yang kuat, dan untuk memenuhi atau melebihi ekspektasi
pendapatan pasar pada hampir semua biaya.
Bertindak secara myopic merupakan salah satu respon umum terhadap tekanan
yang muncul dari kepercayaan tentang kebutuhan untuk menopang laba jangka
pendek. Respon umum lainnya adalah terikat pada sportifitas seperti mengubah
penilaian mengenai cadangan, yang didiskusikan pada Bab 15. Myopia dan sportifitas
merupakan dua hal yang paling umum mengenai apa yang biasanya merujuk pada
manajemen pendapatan.
Beberapa perusahaan menerapkan sistem manajemen pendapatan. Namun,
beberapa CEO tetap kukuh menolak tekanan-tekanan untuk memperlancar atau
mengelola pendapatan sehingga kinerja saham perusahaan jangka panjang mereka
tidak terlalu dirugikan oleh hal tersebut. Meskipun demikian, tetap ada tekanan untuk
memperlancar atau mengelola pendapatan. Ada beberapa sistem pendekatan
pengendalian manajemen yang dapat membantu mengurangi myopia yang akan
dijelesakan sebagai berikut.
Mengurangi Tekanan Terhadap Laba Jangka Pendek
Salah satu solusi untuk menghindari myopia adalah dengan melonggarkan
tekanan untuk menghasilkan laba jangka pendek. Penurunan tekanan dapat
dipengaruhi dua hal. Pembobotan yang ditempatkan pada target laba tahunan dapat
dikurangi bahkan hingga menjadi nol, sementara yang lain yakni kinerja jangka
panjang.
Secara alternatif, target laba jangka pendek dapat dibuat lebih mudah untuk
dicapai. Target laba yang lebih tinggi untuk dicapai menciptakan beberapa ruang bagi
manajer unutk menangani inisiatif jangka panjang. Namun risiko untuk melakukannya
adalah mengurangi tekanan laba jangka panjang yang mungkin memicu kelambanan.
Oleh karena itu, ketika tekanan jangka pendek dikurangi, manajer yang melakukan

tekanan harus dipercayai, atau sebaliknya tekanan yang dibutuhkan harus diberikan
dengan cara yang lain.
Pengendalian Investasi dengan Kajian Pratindakan
Beberapa perusahaan merasa perlu untuk menggunakan pengendalian hasil
keuangan untuk memperbaiki imbalan dalam kinerja operasi jangka pendek. Biaya
investasi jangka panjang dipertimbangkan berdasarkan batas bawah laporan laba rugi
untuk tanggung jawab yang dipegang manajer sehingga manajer tidak merasa
tertekan, atau mengurangi godaan untuk memotong investasi sehingga dapat
mendorong laba jangka panjang.
Beberapa perusahaan menggunakan variasi dalam pendekatan ini, seperti
dengan tidak mengisi unit operasi untuk beberapa biaya pengembangan yang
bermanfaat bagi mereka. Mereka mendanai jenis pengembangan bisnis pasti oada
level organisasi yang lebih tinggi sampai investasi dimulai untuk menghasilkan
pendapatan dengan tujuan untuk melindungi pendapatan entitas pada level yang lebih
rendah dari pengaruh biaya.
Dua kelemahan dari pendekatan untuk pemisahan dan perlindungan biaya
pengembangan, yaitu :
1. Tidak adanya pembedaan yang jelas antara pengeluaran operasional dan
pengeluaran pengembangan, atau perbedaan yang ada dapat disamarkan.
2. Kebijakan final mengenai pengeluaran pengembangan untuk mendanai
perusahaan manajemen relatif terhadap seluruh manajer, manajer perusahaan
besar yang beraneka ragam khususnya, hampir pasti dilaporakan kurang baik
mengenai prospek masing-masing bisnis secara spesifik dan tipe serta level
pendanaan yang diinginkan.
Perpanjangan Waktu Pengukuran (Penggunaan Insentif Jangka Panjang)
Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan memperpanjang periode
pengukuran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian pengukuran kinerja
akuntansi. Semakin panjang periode pengukuran maka semakin membuat pengukuran
akuntansi kinerja lebih sesuai dengan pendapatan ekonomi. Pendapatan akuntansi per
tahun, umumnya merupakan sebuah indikator yang baik dari pendapatan ekonomi
tahunan dibandingan dengan pendapatan akuntansi kuartalan, dan pendapatan
akuntansi tiga tahun merupakan indikator yang lebih baik dibandingkan dengan
pendapatan akuntansi tahunan.
Insentif jangka panjang memiliki pengaruh yang diinginkan untuk
memperpanjang jangkauan manajerial dan dinilai dapat mengurangi myopia

manajemen. Memperluas periode pengukuran dapat menghindarkan beberapa masalah


kesesuaian dari pengukuran kinerja akuntansi. Namun, untuk memiliki pengaruh
motivasi positif yang nyata, pembayaran yang diharapkan dari insentif jangka panjang
harus menggambarkan tambahan penurunan bahwa karyawan yang berlaku untuk
kompensasi yang ditangguhkan.
Perluasan waktu insentif memerlukan biaya yang lebih tinggi. Isu lain terkait
desain rencana insentif jangka panjang adalah mengenai standar kinerja dimana
perusahaan biasanya menggunakan jumlah yang termasuk dalam rencana strategi
jangka panjang sebagai standarnya. Praktik ini dapat menyebabkan masalah karena
dapat mendorong berbagai pemikiran kreatif di luar rencana strategis.
Perubahan Pengukuran Nilai Secara Langsung
Alternatif lain untuk memperbaiki masalah myopia manajemen adalah dengan
mencoba untuk mengukur laba ekonomi atau kreasi nilai pemegang saham secara
langsung dengan memperkirakan aliran kas dan diskonto pada nilai sekarang.
Pengukuran langsung dari nilai sebuah entitas dapat dibuat di awal ataupun di akhir
periode.
Ide dari pengukuran langsung laba ekonomi dan penggunaannya dalam sistem
pengendalian hasil keuangan berfungsi untuk memotivasi perilaku manajer yang
penuh dengan berbagai kesulitan. Memperkirakan aliran kas di masa yang akan
datang bukanlah konsep manajemen yang baru. Sebagian besar perusahaan memiliki
pengalaman dalam mempersiapkan perkiraan aliran kas di masa yang akan datang dan
mengkaji kelayakan estimasi. Hal penting dalam pengukuran nilai secara langsung
adalah masalah ketepatan pengukuran dan objektivitas.
Peningkatan Pengukuran Akuntansi
Alternatif berikutnya untuk mengatasi masalah myopia manajemen adalah
dengan melibatkan perubahan peraturan pengukuran untuk membuat pengukuran
pendapatan akuntansi menjadi lebih baik, hal ini lebih sesuai dengan konsep laba
ekonomi. Perbaikan ini menunjukkan satu atau lebih deviasi antara laba akuntansi dan
laba ekonomi. Beberapa perbaikan pengukuran memberikan kesesuaian yang lebih
baik bagi pendapatan dan pembiayaan.
Beberapa perbaikan pengukuran mengakui adanya laba yang lebih cepat, yang
membuat indikator kinerja menjadi lebih tepat waktu. Perubahan nilai yang dikenal
sangat cepat dapat mereka ukur atau estimasi, dibandingkan dengan hanya menunggu
untuk menyelesaikan transaksi yang ada. Variasi dari konsep ini sudah diterapkan oleh
beberapa perusahaan, seperti contohnya pada akuntansi mark to market (perhitungan

nilai pasar sesungguhnya) yakni ketika aset tertentu pada laporan posisi keuangan
berpegang pada nilai pasar daripada historical cost, sehingga menyebabkan laba dan
rugi dicatat ketika terjadi perubahan pada nilai yang diamati dan tidak hanya ketika
aset akan dijual.
Pengukuran Rangkaian Pendorong Nilai
Penambahan pengukuran akuntansi dengan beberapa kombinasi pendorong
nilai dapat digunakan untuk mengurangi tendensi manajer untuk menopang
pengukuran keuangan jangka pendek pada pembiayaan kinerja masa yang akan
datang. Salah satu kombinasi pengukuran yang umum digunakan adalah pengukuran
pasar dan akuntansi. Kombinasi pengukuran khusus ini sering kali merupakan elemen
kunci dari saham pencapaian atau pilihan pencapaian.
Kombinasi pengukuran kedua yang umum digunakan melibatkan penggunaan
baik itu ringkasan pengukuran maupun secara khusus yaitu elemen keuangan yang
terpisah, dengan beberapa angka pengukuran nonkeuangan. Kombinasi ini dapat
disederhanakan dengan melibatkan parameter kedua pada kontrak insentif., contohnya
bonus bagi manajer divisi.
Balance Scorecard Kaplan dan Norton mengusulkan kombinasi dari
pengukuran jangka pendek dan membawa indikator pada kerangka yang mengikuti
empat perspektif berikut :
- Perspektif keuangan
- Perspektif konsumen
- Perspektif internal
- Perspektif inovasi dan pembelajaran