Anda di halaman 1dari 29

BAB II

DASAR DASAR TEORI

2.1 PENGERTIAN PROSES PRODUKSI


Secara umum proses produksi merupakan suatu aktivitas yang
merubah suatu bahan baku (logam atau non-logam) menjadi suatu produk (jadi
atau setengah jadi)dengan memanfaatkan sumber daya (mesin, alat bantu,
manusia, dll).
Teknologi, mesin, dan peralatan pendukung serta berbagai cara pengerjaannya
direncanakan dan di gunakan untuk keperluan proses produksi. Tetapi hal ini
dilaksanakan apabila telah mempelajari rancangan produk yang akan dibuat atau
diproses. Adapun beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan
proses produksi antara lain :
1. Merencanakan operasi/proses yang diperlukan untuk pengerjaan mulai
dari penentuan bahan baku yang akan diproses sampai menjadi
produk(jadi atau setengah jadi).
2. Menetapkan langkah langkah yang tepat untuk masig masing
proses/operasi sesuai dengan kebutuhan proses.
3. Memilih alternatif pemakaian fasilitas/mesin produksi guna proses kerja
dengan memperhatikan efisiensi, efetivitas, dan produktivitasnya.
4. Merencanakan peralatan pendukung atau alat bantu guna kelancaran
Proses produksi seperti : tools, jigs, and fixture.
II - 1

Adapun model umum berupa sistim input output dari suatu sistim produksi
seperti terlihat dibawah ini :

INPUT
-

Material
Manusia
Mesin
Energi
Modal
Informasi

PROSES
- factory
- bank

OUTPUT
- produk
- jasa
- informasi

Dari model diatas, proses produksi merupakan salah satu dari kegiatan dalam
sistim produksi tersebut. Didalam proses produksi terjadi suatu proses
transformasi dari perubahan bentuk dari input baik secara fisik atau non-fisik,
yang disebut dengan pemberian nilai tambah. Dimana nilai tambah dapat dilihat
dari aspek fungsional dan nilai ekonomisnya.
Ada 2 pertanyaan mendasar untuk melakukan proses produksi :
1. Produk apa yang akan dibuat?
2. Bagaimana cara membuatnya?
Dari penjelasan diatas, dalam proses produksi terdapat 2 kata yang perlu
diingat yaitu :
-

Proses (process) dalam sistim industri/produksi merupakan cara, metode, dan


teknik-teknik bagaimana memanfaatkan sumber daya (tenaga kerja, mesin,
bahan, modal yang ada untuk memperoleh suatu tujuan/hasil).

II - 2

Produksi (production) merupakan aktivitas /kegiatan untuk menghasilkan atau


menambah kegunaan suatu barang/produk dan jasa.

Berdasarkan kata kata diatas, maka pngertian proses produksi adalah


cara/metode dan teknik untuk menciptakan ata menambah kegunaan suatu
produk dengan menggunakan sumber daya (tenaga kerja,mesin,material, dan
dana).
Proses manufaktur dilakukan setelah melakukan perancangan produk
maupun perancangan proses, olehnya itu dalam proses manufaktur beberapa hal
yang perlu diperhatikan yaitu :
-

Pemilihan bahan yang sesuai dengan Bill Of Material yang telah


direncanakan.

Pemilihan mesin / fasilitas proses yang sesuai dengan bentuk komponen


yang akan dikerjakan.

Pengerjaan akhir

Pengujian / evaluasi akhir

2.2 PERANCANGAN PRODUK


2.2.1 Latar Belakang Pemilihan Produk
Dalam bidang industrilisasi dan modernisasi pada hakikatnya bertujuan
mengurangi ketergantungan dari negara-negara industri maju. Perkembangan
zaman menuntut perkembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan agar
II - 3

pengembangan disegala bidang dapat terwujud demi meningkatkan taraf hidup


masyarakat untuk mencapai kesejahteraan, olehnya itu Berangkat dari keinginan
untuk bisa membuat suatu rancangan product tertentu memaksa orang untuk
menentukan teknik-teknik pengerjaan maupun pengelolaan material yang efektif
di dalam proses perancangan produk yang menimbulkan pertanyaan Apa yang
harus dibuat? Dan dari hasrat ingin tahu permasalahan tentang langkah-langkah
merencanakan dan mengendalikan semua langkah produksi yang lebih efisien.
Sehingga kami melakukan penelitian ini di samping menganalisa dan mempelajari
proses produksi paving blok tipe segitiga.
Secara sederhana, produk dapat diartikan sebagai keluaran (output) yang
diperoleh dari sebuah proses produksi (trasportasi) dan pertambahan nilai (added
value) yang dilakukan terhadap bahan baku (material input) yang dipergunakan
oleh manusia karena sifat dan fungsi yang dapat dilaksanakan sedangkan Ulrich
dan Effiger mendefinisikan dengan lebih seksama yaitu sesuatu yang dijual
perusahaan pada pelanggan.

2.2.2 Rencana Produk Yang Akan Dibuat


Untuk memulai rancangan suatu produk diperlukan setiap konsep
rancangan yang merupakan gagasan tersebut. Mencakup data-data secara
informasi yang dikumpulkan, diorganisasikan dan dianalisa untuk digunakan
dalam rekayasa proses dan perencanaan produksi dan kegiatan-kegiatan lain yang
saling berhubungan.
II - 4

Dengan demikian perancangan produk merupakan dasar dalam proses


perencanaan produksi sementara, macam-macam bentuk serta produk yang akan
dibuat menentukan jenis produksi yang diperlukan.
Berikut adalah komponen-komponen dari untuk produk paving type
segitiga yang kami ambil sebagai bahan penelitian kami pada CV.Sumber Galian
antara lain:
1. Pasir, di butuhkan 0,0012 m3 pasir untuk tiap unit paving blok
2. Semen, di butuhkan 0,48 Kg pasir untuk tiap unit paving blok
3. Abu batu, di butuhkan 0,0048 m3 pasir untuk tiap unit paving blok
4. Air (komponen pembantu), di takarkan berdasarkan asumsi pekerja.
Dalam pembuatan paving untuk tipe sgitiga ini, material atau komponen
paving tersebut melalui beberapa proses pengerjaan sehingga terbentuk produk
setengah jadi, selanjutnya komponen produk dikeringkan sehingga terbentuk
produk jadi.

2.3 PERANCANGAN PROSES (Process Design)


Perancangan proses (Proses Design) adalah suatu cara yang digunakan oleh
seorang designer untuk dapat merancang dan mengembangkan produk yang
sesuai dengan keinginan konsumen yang proses pengerjaannya memiliki tingkat
efisien yang rendah.
Dalam suatu perancangan proses, seorang designer dapat menuangkan
dalam bentuk rancangan khusus yang berfungsi daripada perancangan proses itu
II - 5

sendiri adalah analisa produk dan operasi produksi serta penentuan fasilitas
produksi yang dibutuhkan agar produk yang diproses dapat dikerjakan pada
tingkat efisien yang rendah.
Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam melaksanakan
perencanaan proses pada suatu produk atau alat dan umumnya tahapan teknik
perancangan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Kebutuhan (Need)
b. Ide (Idea)
c. Tujuan (Disctionation)
d. Pengerjaan (action).
Sebagai langkah awal yang harus dilakukan seorang designer atau
perancangan proses harus diawali dari pengumpulan data-data teknis spesifikasi
fungsional, mutu, menetapkan kebutuhan berkaitan dengan produk atau alat yang
akan dirancang, pembuatan peta operasi, bahkan untuk kelancaran pelaksanaan
proses produksi yang merupakan tanggung jawab perancangan proses. Selain itu
harus dilakukan development ide-ide, untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai
dengan kebutuhan selanjutnya, dan ide-ide yang masuk dilakukan riset alternatif,
sehingga dihasilkan suatu keputusan yang menghasilkan rancangan paling baik
dan

lebih efisien, selain diambil keputusan, barulah masuk kedalam tahap

pengerjaan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perancangan proses antara lain
adalah sebagai berikut :
II - 6

a. Analisa teknik, seperti kekuatan, dan ketahanan


b. Analisa ekonomi, yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan dan
manfaat atau keuntungan yang diperoleh
c. Faktor-faktor legalisasi, yang dilakukan dengan segi hukum dan hak cipta dari
suatu produk atau alat
d. Analisa pemasaran, terutama produk-produk yang dibuat dalam skala besar
Fungsi perancangan proses adalah sebagai analisa produk dan operasi
produk serta penentuan fasilitas produksi yang dibutuhkan agar produk yang
diproses dapat dikerjakan pada tingkat efisien yang rendah.
Bagian dari perancangan produk dari dalam produser perancangan produk
dapat dinyatakan sebagai berikut :
a. Analisa produk dan jasa
b. Penentuan operasi (produksi) apa yang diperlukan untuk memproduksi atau
melaksanakannya
c. Bagaimana semua itu dilaksanakan
d. Mesin, peralatan, perkakas, dan fasilitas apa yang diperlukan
e. Patokan buku apa yang akan mengatur pelaksanaan
Untuk seorang perancang proses, hal-hal yang harus dilakukan sebelum
melakukan perencanaan proses diawali dari pengumpulan data teknis, pembuatan
peta operasi bahkan untuk kelancaran pelaksanaan proses produksi yang
merupakan tanggung jawab perancang proses, selain itu harus memperkirakan
ongkos produk.
II - 7

Salah satu bagian utama informasi yang dibutuhkan oleh perancang


proses adalah volume produksi, karena banyak sekali keputusan yang didasarkan
atas apa yang dirancang dan berapa jumlah tersebut yang akan diproduksi. Dasar
bagi penentuan volume dan laju produksi adalah ramalan penjualan keduanya
untuk jangka pendek dan jangka panjang. Perencanaan proses harus
merencanakan fasilitas bukan hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek tetapi
juga harus merencanakan proses hingga dapat diubah atau mengisi pemenuhan
kebutuhan dimasa datang dengan mudah, baik volume maupun laju produksi.
Hasil langsung dari analisa volume dari laju produksi merupakan pengamatan atas
probabilitas dari pembuatan produk atau jasa.
Terdapat kebutuhan untuk analisa atau rancangan produk dan spesifikasi
produk dengan tujuan menjamin produk yang :
a. Fungsional, dapat melaksanakan fungsi sesuai yang diinginkan dengan tepat
b. Bermutu sesuai, yaitu tidak lebih baik atau buruk dari yang dituntut
Fungsi perancangan proses biasanya menghasilkan :
a. Sketsa operasi
b. Ketetapan waktu pembuatan produk
c. Biaya atau ongkos yang minimal
Ada 4 macam langkah utama yang diperlukan dalam proses perancangan, yaitu ;
a. Definisi persoalan
Persoalan

yang

paling

penting

dalam

perancangan

adalah

mendefinisikan persoalan dan menentukan tujuan-tujuan atau soal yang


II - 8

hendak dicapai. Definisi ini berarti membatasi tujuan-tujuan atau persoalanpersoalan yang hendak dipecahkan dan memberikan tujuan serta kriteria yang
digunakan untuk evaluasi.
b. Analisa
Setelah persoalan didefinisikan, lalu diadakan analisa, yaitu :
persoalan tersebut dipecah-pecah (diuraikan dalam elemen-elemen yang
kecil). Suatu group mengusulkan pemikiran yang pernah mereka alami atau
mempelajari, yang berhubungan dengan persoalan.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap dalam waktu
relatif singkat, dan kemudian didiskusikan untuk mendapatkan urutan
prioritas dalam pertimbangan.
c. Synthesa
Synthesa adalah langkah selanjutnya, setelah kita membuat analisa
brainstorming adalah teknik yang berguna karena sejumlah orang mempunyai
pengalaman dan background bertemu bersama untuk mendiskusikan problem
yang ada. Banyak pemecahan yang mungkin secara persial dan ide-ide yang
muncul dalam pertemuan group, kemudian mengkombinasikan pemecahan
dan membuatnya sangat jelas. Rancangan sitematis mencoba untuk
menentukan range pemecahan dan pembuatannya sangat jelas. Hubungan
antara pemecahan-pemecahan diatas menunjukan kemungkinan pemecahanpemecahan yang baru.
d. Evaluasi
II - 9

Tujuan utama dari evaluasi adalah untuk menyelidiki kesalahan yang


mungkin terjadi. Biasanya pembuatan keputusan tidak dilakukan oleh tim
perancang itu sendiri, tetapi dilakuakan oleh tim pembuat keputusan.
Perancangan proses adalah lanjutan dari perancangan produk, dalam
merancang proses ini kita diajarkan mengenai proses manufaktur. Selain itu
juga, kita harus menentukan jenis mesin perkakas atau alat yang akan digunakan
dalam proses pembuatan produk serta mampu membuat peta operasi yang
diperlukan dalam proses manufacturing dan dapat menjelaskannya.

2.3.1. peralatan yang digunakan


Adapun jenis jenis Mesin Konvensional yang digunakan :
Mesin Multiblok (merk Surya Baja Machinery), mesin ini mempunyai 3
elemen penting seperti :
-

Bak pencampur, yang berfungsi sebagai wadah untuk mengaduk


campuran material.

Rell, berfungsi mengantar campuran ke bagian pencetakan

Alat cetak, berfungsi memberi bentuk pada campuran sesuai dengan


bentuk paving yang diinginkan.

Alat alat yang digunakan dalam proses pembuatan produk ini yaitu :

II - 10

1. Sekop, digunakan untuk memindahkan material dari tumpukan material ke


gerobak
2. Gerobak, digunakan untuk memindahkan material dalam jumlah kecil ke bak
pencampur.
3. Truk, digunakan untuk mengangkut bahan baku dari lokasi pengambilan
bahan baku ke tempat penyimpanan bahan baku.
4. Peti kemas, digunakan sebagai tempat penyimpanan material semen.
5. Papan landasan, digunakan sebagai wadah untuk menyusun paving basah.
6. Gerobak dorong, untuk memindahkan papan landasan yang sudah berisi
paving basah ke tempat penyimpanan.
7. Mobil pengangkut, gunanya sama dengan gerobak manual namun disini
sifatnya lebih praktis dan hemat waktu.
8. Selang air, digunakan untuk menyalurkan air ke bak pencampur.

2.3.2. proses kerja


Proses kerja yang dialami dalam pembuatan produk paving blok tipe
segitiga adalah :
1.

Menyiapkan pasir, mempersiapkan pasir sesuai takaran sebanyak


0,0012 m3 untuk satu kali proses produksi

2.

Menyiapkan semen, mempersiapkan semen

sesuai takaran

sebanyak 0,48 Kg untuk satu kali proses produksi

II - 11

3.

Menyiapkan abu batu, mempersiapkan pasir

sesuai takaran

sebanyak 0,0048 m3 untuk satu kali proses produksi


4.

Memasukkan bahan baku, keempat bahan baku tadi di masukkan


ke bak pencampur pada mesin multiblok.

5.

tambahkan air secukupnya

6.

aduk bahan oleh bak pencampur yang berputar.

7.

Membawa campuran, dengan troli/ rell campuran yang sudah siap


cetak ke mesin pencetak

8.

Proses pencetakan oleh mesin pencetak

9.

Mengeluarkan hasil cetakan paving (basah), paving yang sudah


berbentuk dikeluarkan

10.

Menyusun hasil cetakan paving

11.

Memindahkan paving basah hasil cetakan ke lokasi pengeringan


& penyimpanan

12.

Pengeringan dibawah sinar matahari

13.

Di periksa apakah ada yang cacat atau tidak

14.

Penyimpanan.

2.3.3. Bill Of Material (BOM)


Bill Of Material (BOM) adalah suatu daftar komponen yang
diperlukan untuk menyusun sebuah produk rakitan lengkap. Jumlah dan
nama-nama komponen termasuk juga sumber asal perolehan material yang
II - 12

dibuat sendiri maupun dibeli. Dan perlu diketahui yang tercantum daidalam
Bill Of Material (BOM) hanyalah komponen yang langsung berkaitan
dengan produk yang akan diproses.
Struktur produk atau Bill Of Material (BOM) didefinisikan secara
jelas sebagai cara penggabungan komponen kedalam suatu produk selama
proses manufacturing. Struktur produk sering produk sering ditampilkan
dalam bentuk gambar kemudian kebanyakan produk memiliki standart atau
struktur dimana oleh banyak komponen daripada bahan baku itu sendiri
yang telah dikelola dengan baik.
Seringkali untuk keperluan peramalan dan perencanaan digunakan
pendekatan planning terhadap struktur produk atau Bill Of Material
(BOM), sehingga dikenal adanya planning Bill Of Material (BOM) ini akan
mengijinkan perencanaan untuk memenuhi tujuan-tujuan operasi maupun
konvensional yang lain. Planning Bill Of Material (BOM) ini didefinisikan
sebagai suatu pengelompokan antifikal dan kejadian-kejadian dalam format
Bill Of Material (BOM), ini diperlukan untuk memudahkan penjadwalan
produksi induk atau kebutuhan material.
Planning tidak menggambarkan produk aktual yang akan dibuat
melainkan menggambarkan komposisi produk yang diciptakan untuk
memudahkan

peramalan

penjualan, mengurangi

jumlah

komponen,

membuat proses perencanaan dan penjadwalan menjadi lebih akurat.


Menyederhanakan pemasukan pesanan pelanggan, menciptakan system
II - 13

pemeliharaan dan penyimpanan data yang efisien dan fleksibel dan


melakukan penjadwalan.

Adapun fungsi dari Bill Of Material :


-

Mengetahui jumlah mesin yang digunakan

Mengetahui ukuran-ukuran bahan yang digunakan

- Mengetahui bahan-bahan yang digunakan


-

Mengetahui bahan-bahan insert yang digunakan.

Contoh tampilan BOM :


Bill Of Material
Nama Produk : paving blok
Nomor
Nama

Nomor

Jumlah

Bahan

Keterangan

Komponen
01
02
03
04

Gambar
01001
01002
01003
01004

0,05 m3
40 Kg
0,2 m3
secukupnya

pasir
semen
Abu batu
air

Beli
Beli
Beli
Buat

Komponen
Pasir
semen
Abu batu
Air

2.3.2 Peta Kerja


Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara
sistematis dan jelas.

Peta kerja terbagi atas beberapa bagian, yaitu:


1. Peta Aliran Proses (PAP)

II - 14

Peta aliran proses adalah kombinasi antara peta operasi dengan peta
proses untuk tiap komponen produk atau rakitan.Peta ini
menggambarkan aliran grafis paling lengkap dari seluruh proses,
antara lain:
-

Peta aliran tipe bahan adalah peta yang menggambarkan kegiatan


yang dialami bahan (biasanya merupakan salah satu bagian
produk jadi) dalam prosedur atau proses.

Peta aliran tipe orang, terbagi atas dua bagian yaitu:


1. Peta aliran proses pelajaran yang menggambarkan aliran
kerja seorang operator.
2. Peta aliran proses pengerjaan yang menggambarkan aliran
kerja sekelompok manusia yang sering disebut peta proses se
kelompok kerja.

Prinsip-prinsip pembuatan peta aliran proses, sebagai berikut:


-

Seperti pada peta proses operasi, suatu peta aliran prosespun


memiliki judul, dimana bagian penting atas dari kertas di tulis
kepalanya PETA ALIRAN PROSES yang kemudian diikuti dengan
pencatatan beberapa bagian identifikasi, seperti nomor atau nama
komponen yang dipetakan, nomor gambar, peta orang atau peta
bahan. Cara sekarang atau yang diusulkan, tanggal pembuatan, dan

II - 15

nama pembuatan peta. Semua informasi dicatat disebelah kanan atas


kerja.
-

Disebelah kiri kertas berdampingan dengan informasi yang dicatat


pada bagian .

Diatas, dicatat mengenai ringkasan yang memuat jumlah total dan


waktu total dari setiap kegiatan yang terjadi dan juga mengenai jarak
total perpindahan yang dialami bahan atau orang selama prosese atau
prosedur berlangsung.

Dibagian badan diuraikan proses yang terjadi lengkap beserta


lambang-lambang informasi mengenai cara perpindahan, jumlah
yang dilayani, waktu yang dibutuhkan dan kecepatan produksi juga
ditambah dengan kolom analisa, dan tindakan yang diambil
berdasarkan analisa tersebut.

Fungsi Peta aliran proses (PAP)


-

Bisa digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktivitas orang


mulai awal masuk dalam suatu prosese atau prosedur sampai aktivitas
terakhir.

Peta bisa memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian


suatu proses atau prosedur.

II - 16

Bisa digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami


bahan atau dilakukan oleh orang selama proses atau prosedur
berlangsung.

Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan atau metode


kerja.

2. Peta Proses Operasi (OPC)


Peta proses operasi adalah peta yang menggambarkan langkah-langkah
proses yang dialami bahan baku yang di dalamnya memuat informasiinformasi lebih lanjut seperti waktu yang dihabiskan, material yang
digunakan dan tempat atau alat mesin yang dipakai.

Prinsip pembuatan peta proses operasi :


-

Pada basis kerja atas ditulis operation process chart

- Setelah itu nama produk, nama gambar, kelompok yang memetakan


dan tanggal dipetakan.
-

Material yang akan diproses beserta bahan dan ukurannya


diletakkan diatas garis horizontal yang menunjukkan bahwa material
tersebut termasuk ke dalam proses kerja.

Lambang atau simbol ASME(American Society of Mechanical


Engineers) ditempatkan dalam arah vertikal secara berurutan sebagai
prosese yang terjadi yaitu operasi dan inspeksi.

II - 17

Penomoran terhadap operasi dituliskan secara berurutan sesuai


dengan urutan operasinya yang diperlukan untuk pembuatan produk.
Penomoran terhadap kegiatan pemeriksaan (inspeksi) diberikan
tersendiri aturannya.

Agar diperoleh gambar peta proses operasi yang baik, maka produk
yang paling banyak memerlukan prosese opersi yang harus dipetakan
terlebih dahulu dan digambarlah pada garis vertikal.

Fungsi Peta proses operasi antara lain :


-

Bisa mengetahui kebutuhan mesin dan penggunaannya.

- Bisa

memperkirakan

akan

kebutuhan

bahan

baku

dengan

memperhitungkan efisiensi di setiap pemeriksaan.


- Sebagai alat untuk menentukan tata letak dari suatu pabrik
- Sebagai alat untuk melakukan suatu perbaikan cara kerja yang sedang
dipakai.

Lambang-Lambang ASME
Pada tahun 1947 American Society Of Mechanical Engineers
membuat standar lambang-lambang yang terdiri dari 9 macam lambing
yang dapat dilihat dibawah ini:
=

Operasi

II - 18

Suatu kegiatan operasi terjadi bila benda kerja mengalami


perubahan

baik

sifat

maupun

kimiawi,

mengambil

informasi,

memberikan informasi, pada suatu keadaan juga termasuk operasi untuk


sementara tanpa peralatan sampai diperlukan kambali.
Operasi merupakan kejadian yang paling banyak terjadi dalam
suatu proses dan biasanya terjadi disuatu mesin atau stasiun kerja mesin,
misalnya: pekerjaan mengerut kayu, pekerjaan mengeraskan logam,
pekerjaan merakit.
Dalam

prakteknya

lambang

ini

juga

digunakan

untuk

mengutamakan aktivitas administrasi, misalnya aktivitas perencanaan


perhitungan.

Pemeriksaan

Pemeriksaan merupakan suatu kegiatan terjadi apabila benda


kerja peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun
kuantitasnya.
Lambang ini digunakan apabila kita melakukan pemeriksaan
terhadap suatu objek atau membandingkan dengan suatu standar
pemeriksaan yang telah menguruskan suatu pula barang jadi, misalnya:

II - 19

Mengukur dimensi benda

Memeriksa warna benda

Membaca alat ukur tekanan uap pada mesin uap.

Transportasi

Suatu kegiatan transportasi apabila benda kerja, pekerja atau


perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan
bagian dari suatu operasi.

Delay (Menunggu)
Proses menunggu terjadi apabila benda kerja, pekerja mengalami
perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu proses
operasi, misalnya:
-

Objek menunggu untuk diproses atau diperiksa

Peta menunggu untuk dibongkar.

Peta menunggu untuk diangkat ketempat lain.

Storage (Penyimpanan)

Proses penyimpanan terjadi apabila benda keja disimpan untuk


jangka waktu yang cukup lama. Jika benda tersebut akan diambil
II - 20

kembali biasanya diperlukan suatu prosedur tersebut, perizinan lambang


ini digunakan untuk menyatakan suatu objek yang mengalami
penyimpanan.
Ada 2 hal yang membedakan catatan antara kegiatan menunggu
dan penyimpanan, yaitu:
-

Dokumen-dokumen atau catatan yang disimpan dalam brankas

Bahan baku disimpan dalam gudang.

Aktivitas gabungan

Kegiatan ini terjadi apabila secara aktivitas operasi dan


pemeriksaan dilakukan bersamaan pada tempat kerja.
Pada proses operasi menunjukkan diagram tentang proses produksi
yang dilalui dalam pembuatan produk pada berbagai cara untuk keperluan
perencanaan dan pengendalian.

Secara sistematik peta operasi dapat dilihat pada diagram dibawah ini.

II - 21

3. Peta Diagram Aliran (PDA)


Peta diagram aliran adalah suatu gambaran menurut skala dari susunan
lantai dan gedung, yang menunjukkan lokasi dari semua aktivitas yang
terjadi dalam peta aliran proses.

Prinsip pembuatan peta diagram aliran :


Sesuai dengan namanya peta diagram aliran berfungsi untuk
memperjelas suatu peta aliran proses. Maka biasanya gambar diagram
aliran disertakan setelah peta aliran proses dibuat. Ini berarti aktivitasaktivitas yang digambarkan dalam diagram aliran harus sesuai dengan
aktivitas yang terjadi dalam peta aliran proses.

Fungsi Peta Diagram Aliran yaitu :


-

Lebih memperjelas suatu peta aliran proses apabila arah aliran


merupakan faktor yang penting.

Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja. Diagram akan


dapat menunjukkan dimana tempat-tempat kerja dilaksanakan,

II - 22

sistem pemeriksaan, juga diagram aliran dapat menunjukkan


bagaimana arah seorang pekerja.
4. Peta Regu Kerja (PRK)
Peta regu kerja adalah kumpulan dari beberapa peta aliran proses tersebut
menunjukkan satu seri kerja dari seorang operator.

Prinsip pembuatan peta regu kerja yaitu:


-

Langkah pertama kita catat mengenai judul lengkap dengan


identifikasi ringkasannya, seperti pada PAP, hanya disini
kepalanya ditulis PETA PROSES REGU KERJA).

Tiap peta aliran proses yang menunjukkan satu seri kerja,


merupakan anggota dari satu peta proses regu kerja.

Lambang-lambang dari setiap anggota kelompok dapat diletakkan


secara

berdekatan

dan

perubahan

lambang

menunjukkan

perubahan aktivitas.

Fungsi Peta Regu Kerja


Sesuai dengan namanya peta regu kerja dapat digunakan untuk
menganalisa aktivitas kelompok kerja. Masalah utama jika terjadi
kerjasama antar sekelompok orang dimana dengan yang lainnya saling
bergantung, adalah banyaknya dijumpai aktivitas-aktivitas menunggu
(Delay).

II - 23

Dengan berkurangnya waktu menunggu berarti kita mencapai


tujuan yang lebih nyata diantaranya yaitu:
-

Bisa mengurangi ongkos produksi atau proses

Bisa mempercepat waktu penyelesaian proses atau produksi.

2.4 ESTIMASI BIAYA


Estimasi biaya merupakan langkah penting dalam pemabrikan. Seorang
perancang proses dituntut mampu menentukan alternatif perancangannya dengan
tingkat biaya produk yang minimal.
Biaya atau cost mempunyai pengertian sebagai satu pengeluaran yang
dapat diukur dengan uang. Baik yang telah, sedang maupun yang akan
dikeluarkan untuk menganalisakan untuk tujuan-tujuan tersebut.
Berkaitan

dengan

estimasi

alternatif

biaya

minimal

yang

harus

dipertimbangkan bagi perancang proses dalam pemilihan alternatif rancangan,


sedangkan hubungan antara elemen-elemen biaya seperti terlihat pada gambar di
bawah ini.

Laba
kotor
Biaya
penjualan
Corp.
Overh
Fack.
Overh

Biaya Material
Langsung

Biaya
perbaikan
Biaya
Pokok

Biaya Tenaga Kerja


Langsung

Biaya
total

Harga
Jual

Biaya Produksi

II - 24


2.4.1

Klasi

Pengelolaan Biaya
Menurut keterlibatan biaya dalam pembuatan suatu produk , biaya dapat
dikelompokkan

Menjadi :

a. Biaya bahan langsung adalah biaya yang diambil dari pemakaian semua
bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi dan dapat secara
langsung dimasukkan ke dalam perhitungan biaya produk jadi.
b. Biaya buruh langsung adalh biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan
langsung ikut dalam proses pembuatan suatu produk.
c. Biaya tak langsung adalah semua biaya yang terjadi di pabrik yang tidak
termasuk ke dalam biaya bahan langsung atau buruh langsung.
d. Biaya komersil adalah biya tak langsung yang tidak terjadi dipabrik.

Menurut Perubahan dalam volume produksi, biaya dapat digolongkan menjadi :


a. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya yang tidak langsung tergantung pada
perubahan volume produktif seperti contoh pajak bumi dan bangunan pabrik,
gaji manajer pabrik, dan premi asuransi gedung pabrik.
Jenis-jenis biaya tetap :

II - 25

1.

commited fixed cost


kadang kala disebut capacity cost, dibutuhkan untuk mempertahankan
kapasitas produksi natau untuk memenuhi komitmen legal sebelumnya.
Commited fixed cost ini juga merupakan hasil dari keputusan-keputusan
struktural menyangkut ukuran dan sifat sebuah perusahaan. Contonhya :
seperti : biaya bunga utang jangka panjang, penyusunan fasilitas pabrik,
asuransi gedung, dll.

2.

Discretgionary fixed cost


Kadang-kadang disebut biaya tetap terkelola (manaje fixed cost, bersal
dari keputusan-keputusan tahunan untuk dibelanjakan dalam bidangbidang, biaya tetap tertentu. Biaya tetap kebijakan tidak mempunyai
hubungan yang jelas dengan tingkat aktivitas keluaran, namun ditetapkan
sebagi bagian dari proses perencanaan secara periodic. Contohnya
melipiti : biaya periklanan, riset pemasaran, hubungan mayarakat, dan
lain-lain.

b. Biaya variabel (tidak tetap), yaitu biaya yang berubah sebanding dengan
perubahan volume produksi. Contohnya : komisi penjualan, biaya pokok
barang dagang, biaya operasiu pabrik,biaya tenaga kerja langsung, biaya
bahan baku langsung.
c.

Biaya semi variabel (semi berubah) yaitu biaya yang berubah dan tidak
secara proporsional terhadap perubahan volume produksi dalam analisa biaya.
Biaya ini harus dibagi menjadi biaya tetap dan biaya berubah.
II - 26

Biaya bahan langsung dan biaya buruh langsung merupakan komponen


biaya pertama yang terakumulasi dalam pembuatan biaya produk penjualan
dari kedua biaya ini disebut biaya primer. Kemudian biaya primer ditambah
dengan dengan biaya langsung pabrik, akan membentuk biaya lepas pabrik.
Dengan kata titik inilah semua pembuatan produk secara fisik terakumulasi.
Biaya produk baru terbentuk setelah pada biaya beban administrasi dan
penjualan dari total inilah biaya harga tersebut ditetapkan.

Penentuan biaya produk terkait dengan biaya-biaya langsung seperti biaya


tenaga kerja langsung, baiaya material, biaya overhead pabrik maupun
coperate pabrik. Mengapa pada harga produk, perhitungan biaya merupakan
usaha untuk mendapatkan harga pokok produksi dan biaya pemabrikan.
Sedangkan untuk menentukan harga jual produk banyak elemen yang harus
diperhatikan atau dipertimbangkan.
Berkaitan dengan estimasi biaya alternatif biaya yang minimal yang harus
dipertimbangkan

bagi

perancang

proses

dalam

pemilihan

alternatif

rancangannya. Berikut diberi salah satu dasar perhitungan untuk mengistemasi


biaya tersebut, dalam hal ini diberikan istilah biaya penyelesaian produksi dan
biaya yang timbul selama proses (cost of manufacturing and work in process).
Unsur-unsur biaya yang dimaksud terdiri dari :
A.

Biaya material
II - 27

Material atau bahan merupakan komponen yang utama dari suatu produk yang
akan di proses karena material ini merupakan bahan utama maka dikatakan
setengah bahan yang didefinisikan secara langsung dengan barang jadi yang
dihasilkan.
B.

Biaya tenaga kerja


Seperti halnya biaya bahan, maka biaya tenaga kerja secara langsung
mempunyai dua komponen yaitu yang pertama kuantitas (waktu kerja) dan
harga atau jumlah waktu kerja yang diperlukan untuk mengerjakan setiap unit
dan tariff upah tenaga kerja setiap satuan unit produk.
Biaya tenaga kerja dikenal upah biasanya ditentukan secara nasional
ataupun umum. Tetapi dilihat dari segi jenis produksi dalam hal ini industri
berat, menegah ataupun kecil. Dan kadang pula dilihat dari segi
kemakmuran atau lebih dikenal dengan pendapatan perkapita daerah
tempat beradanya industri tersebut. Penentuan upah ini dikenal dengan
nama UMR (Upah Minimum Regional).

C.

Biaya overhead (b. produksi tak langsung)


Biaya overhead didasarkan taksiran biaya yang dikeluarkan dan dasar
pembebanan tertentu pada saat produktif membagi taksiran overhead dengan
taksiran jumlah jam.

II - 28

Pengestimasian biaya yang diistilahkan sebagai penyelesaian produksi dan


biaya yang timbul selama proses. Secara sistematika, biaya-biaya untuk
menentukan biaya produksi tiap komponen yang dibuat.
Di dalam perusahaan manufactur ada empat fungsi pokok yaitu fungsi
produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi umum. Oleh karena itu
didalam perusahaan manufaktur secara umum biaya dapat dikelompokkan
menjadi 3 komponen utama, yaitu:
1.

Biaya produksi
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi
produk jadi yang siap untuk dijual.

2.

Biaya pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melakukan atau melaksanakan
kegiatan pemasaran.

3.

Biaya administrasi umum


Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan
pemasaran produk.

II - 29