Anda di halaman 1dari 4

Seminar Akuntansi Manajemen

Reaction Paper
Life Cycle Costing:
Strategic Cost Management and The Value Chain

Kelompok 14
Letifa Eka Wahyuni 1310532017
Rini

1310532046

Srida Melpa

1310532049

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Andalas
2016

Life Cycle Costing:


Strategic Cost Management and The Value Chain
Life cycle costing merupakan salah satu metode yang ditawarkan dalam rangka
penghitungan biaya yang lebih akurat dan lebih mendukung dalam pengambilan keputusan serta
dapat diaplikasikan baik pada perusahaan manufaktur ataupun perusahaan jasa. Life cycle
costing merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memonitor
biaya produk selama siklus hidupnya. Siklus hidup meliputi semua tahap, mulai dari
perancangan produk dan pembelian bahan baku hingga pengiriman dan pelayanan atas produk
yang sudah jadi. Life cycle costing memberikan perspektif jangka panjang, karena
mempertimbangkan semua biaya selama siklus hidup produk atau jasa. Dimana manajer
memperhatikan total biaya selama siklus hidup keseluruhan yang biasanya dipisahkan menjadi
tiga komponen, yaitu biaya hulu seperti riset dan pengembangan, desain yang membuat
prototype, pengujian, teknis, dan pengembangan kualitas, lalu biaya produksi seperti pembelian,
biaya produksi langsung, biaya produksi tidak langsung dan biaya hilir seperti pemasaran dan
distribusi pengemasan, pengangkutan, dan promosi. Biaya hulu dan hilir dapat dikelola dengan
cara meningkatkan hubungan dengan supplier dan distributor dan cara yang paling penting
adalah desain produk dan proses produksi.
Penerapan life cycle costing akan meningkatkan kesadaran manajemen pada faktorfaktor yang mendorong biaya dan sumber daya yang diperlukan oleh satu item, sehingga bisa
dilakukan program pengurangan biaya. Dengan menerapkan life cycle costing ini juga dapat
mengurangi operasi dan biaya pemeliharaan tanpa meningkatkan kinerja alat produksi melalui
analisis parameter kinerja dan biaya driver. Dengan penerapan ini kita juga memahami latar
belakang teoritis nilai waktu uang dan analisis risiko serta dampaknya terhadap proses
pengambilan keputusan.
Semakin kompetitifnya persaingan bisnis pada saat ini mendorong perusahaan untuk
memilih strategi yang tepat supaya dapat menyesuaikan diri dan mempertahankan usahanya
dengan situasi bisnis yang terus berubah-ubah. Salah satunya denga manajemen biaya yang baik
guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Melalui strategic cost management

perusahaan dapat mengembangkan dan mengidentifikasi strategi yang unggul yang akan
menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Dengan kemajuan teknologi informasi seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, suatu
perusahaan tidak dapat memperoleh keunggulan bersaing hanya dengan mengadopsi teknogi
baru dengan cepat atau mengelola aktiva dan kewajiban finansialnya dengan sangat baik. Selain
itu, perubahan lingkungan usaha seperti adanya deregulasi dan pencabutan proteks oleh
pemerintah menyebabkan perusahaan dalam industri yang terkait harus benar-benar bersaing
dalam hal efesiensi, inovasi, penetapan harga, pengembangan usaha dan sebagainya. Dengan
demikian perusahaan memerlukan kemampuan baru untuk dapat berhasil dalam persaingan
selain kemampuan untuk mengelola barang modal secara efesien, misalnya menghasilkan produk
dengan kualitas tinggi, memiliki konsumen yang loyal, menghasilkan invasi produk baru dan
sebagainya.
Karena kondisi diatas terjadi perubahan yang penting dalam strategic cost management
yaitu dengan adanya gabungan dari tiga tema yaitu: Value chain analysis , Strategic positioning
analysis, dan Cost driver analysis.
Value chain bagi setiap perusahaan adalah hubungan dalam value-creating activities
mulai dari bahan baku hingga produk atau jasa yang diberikan kepada konsumen. Value chain
adalah alat analisis yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk mengidentifikasi
tahapan tertentu mulai dari supplier hingga pelanggan dalam menghasilkan produk atau jasa
yang memiliki competitive advantage. Secara khusus, analisis pada value chain membantu
manajemen untuk menemukan tahapan mana atau aktivitas mana yang tidak kompetitif dan costnya dapat dikurangi. Analisis value chain juga dapat mengidentifikasi aktivitas mana yang
sebaiknya di-outsourcing-kan. Ide utama dari analisis value chain adalah perusahaan atau
organisasi harus secara hati-hati mempelajari setiap tahapan dari proses operasi untuk
menentukan bagaimana setiap tahapan berkontribusi bagi profit dan keunggulan perusahaan.
Value chain terfokus dalam usaha dari cost management yang dimulai dengan cara
bagaimana kita mengatur apa yang kita pikirkan tentang cost management. Dari fokus
eksternal akan terlihat perusahaan dalam kontex keseluruhan dari rantai nilai yang
menciptakan aktivitas yang hanya mempakan sebagian dari komponen raw material sampai
ke pengguna terakhir tersebut. Dalam kenyataannya, management accounting selalu

terfokus pada internal perusahaan. Hal tersebut dimulai dari pembeliannya, prosesnya,
fungsinya, produknya dan langganannya. Dengan kata lain management accounting
menganut perspektif value added yang dimulai dengan pembayaran pembelian kepada
supplier dan berhenti pada saat pembebanan kepada langganan dalam hal ini merupakan
penjualan

dengan

tujuan

untuk memaximumkan

perbedaan

antara pembelian dan

penjualan. Tetapi konsep value chain pada dasarnya berbeda dengan konsep value added.
Dari perspektif strategi, value added mempunyai dua permasalahan besar yaitu: Ia
mulai sangat terlambat dimana bila dimulai dari saat pembelian maka perusahaan akan
kehilang kesempatan yang akan diperolehnya melalui hubungannya dengan supplier, dan ia
berhenti sangat cepat dimana berhenti melakukan analisa cost pada penjualan akan
kehilangan semua kesempatan yang dapat diexploitasi melaui hubungan dengan langganan
perusahaan.
Perspektif life cycle cost dalam value chain akan dapat menaikkan profit melalui
adanya perhatian yang explicit terhadap postpurchase costs oleh langganan sehingga terjadi
segmen pasar yang lebih efektif dan penentuan posisi produk (product positioning). Dengan
kata lain dapat dilakukan pendesignan produk untuk mengurangi postpurchase costs pada
langganan yang dapat merupakan senjata ampuh dalam memperoleh keunggulan bersaing
(competitive advantage) Contohnya dengan rendahnya life cycle cost pada mobil Jepang
akan membantu penjelasan mengenai keberhasilannya di pasar Amerika.
Dalam kerangka SCM, mengatur cost secara efektif memerlukan fokus yang luas dipandang
dari sudut external perusahaan (Porter, 1995) yang disebut dengan value chain. Menurut
Porter, sebuah bisnis unit dapat dikembangkan dengan mempertahankan keunggulan
bersaing atas dasar cost atau difrensiasi. Fokus utama dalam strategi low-cost adalah untuk
mencapai aternatif cost yang

Rantai nilai organisasi adalah alat analisis yang digunakan untuk


mengidentifikasi langkah- langkah khusus yang diperlukan untuk
menyediakan produk atau layanan yang kompetitif kepada pelanggan.
Secara khusus, analisis rantai nilai perusahaan membantu manajemen
menemukan langkah-langkah atau kegiatan yang tidak kompetitif,
di mana biaya dapat dikurangi.