Anda di halaman 1dari 340

Kewirausahaan

Modul 3:

Membuka Usaha

PETUNJUK PENGAJARAN
Unit Pembelajaran
Modul 3, Membuka Usaha ini terdiri atas 5 Unit Pembelajaran (Learning Unit), yaitu sebagai
berikut:
Kode
LU 3.1
LU 3.2
LU 3.3
LU 3.4
LU 3.5

Judul
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual
Modal awal dan proyeksi keuangan
Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial
Pendanaan eksternal: Bagaimana lembaga
keuangan menilai permohonan pinjaman
Menyelesaikan rencana bisnis

Minggu
14

Halaman
1 93

58
9 11
12 15

94 177
178 227
228 297

16 18

298 338

Jadual Pengajaran
Bahan ajar ini disusun untuk pengajaran 4 jam @ 60 menit per minggu dan 18 minggu per
semester tanpa memperhitungkan ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Ujian
tengah semester diprakirakan setelah Minggu 9 dan sebelum Minggu 10, dan ujian akhir
semester setelah Minggu 18. Setiap minggu, pelaksanaan pengajaran dilakukan sekaligus 4
jam, tidak diberikan dalam beberapa kali.
Metode Pengajaran
Pada dasarnya pengajaran dilakukan secara interaktif, bukan kuliah satu arah. Dari segi
alokasi waktu, hanya sebagian kecil dari pengajaran dilakukan dengan kuliah. Selebihnya
pengajaran dilakukan dengan teknik-teknik curah pendapat (brainstorming), diskusi terbuka,
kerja atau latihan kelompok, permainan peran (business game) dan studi kasus (termasuk
pembicara tamu dan tugas lapangan). Kegiatan pengajaran sebagian dilakukan di kelas (inclass), dan sebagian lagi di luar kelas (out class). Kegiatan di luar kelas bisa dilakukan di kelas
tapi tanpa pengawasan dosen. Peralatan kelas yang dipakai meliputi papan tulis, flipchart,
kartu metaplan, overhead projector, infocus, paket permainan, dsbnya.
Bahan Ajar
Bahan ajar meliputi Rencana Pelajaran (kode LP), Catatan Dosen (kode TN), Transparan
(kode TR), Handout (kode HO), Tugas Individu (kode AI) dan Tugas Kelompok (kode AG). Dua
bahan ajar yang pertama, LP dan TN, hanya untuk dosen dan TIDAK diberikan kepada
mahasiswa. Dalam bahan modul ini, untuk setiap Unit Pembelajaran bahan yang pertama
ditampilkan adalah Rencana Pelajaran (LP), disusul dengan Catatan Dosen (TN) dan lain-lain
sesuai dengan urutan kegiatan mengajar.
Penilaian Mahasiswa
Kewirausahaan merupakan suatu kompetensi yang terdiri atas tiga komponen, yaitu
pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan kepribadian (personal traits). Penilaian
mahasiswa untuk pengetahuan bisa dilakukan melalui ujian tertulis atau lisan, komponen
keterampilan melalui latihan dan penugasan-penugasan, sedangkan penilaian untuk komponen
kepribadian melalui pengamatan terhadap sikap, disiplin waktu (kehadiran), partisipasi kelas,
dsbnya. Bobot penilaian paling besar adalah pada komponen keterampilan. Untuk ujian tengah
semester dan ujian akhir semester, jumlah bobot untuk komponen keterampilan dan
kepribadian tidak kurang dari 70%, sehingga bobot untuk komponen pengetahuan tidak lebih
dari 30%.

Unit Pembelajaran
LU 3.1

Memahami dan mampu menghitung biaya serta


menetapkan harga jual
Daftar Bahan Ajar
EN-3.1-LP
EN-3.1-TN1
EN-3.1-TR1
EN-3.1-TR2
EN-3.1-TR3
EN-3.1-TN2
EN-3.1-TR4
EN-3.1-TR5
EN-3.1-TR6
EN-3.1-TR7
EN-3.1-TR8
EN-3.1-TR9
EN-3.1-TR10
EN-3.1-TR11
EN-3.1-TR12
EN-3.1-TR13
EN-3.1-TR14
EN-3.1-TR15
EN-3.1-TR16
EN-3.1-TR17
EN-3.1-TR18
EN-3.1-HO1
EN-3.1-TN3
EN-3.1-AG1
EN-3.1-TN4
EN-3.1-AG2
EN-3.1-TN5
EN-3.1-TR19
EN-3.1-TR20
EN-3.1-TR21
EN-3.1-TR22
EN-3.1-TR23
EN-3.1-TR24
EN-3.1-TR25
EN-3.1-TR26
EN-3.1-TR27
EN-3.1-TR28
EN-3.1-TR29
EN-3.1-TR30
EN-3.1-HO2
EN-3.1-AG3

Rencana pelajaran
Catatan dosen 1/5
Transparan 1/30
Transparan 2/30
Transparan 3/30
Catatan dosen 2/5
Transparan 4/30
Transparan 5/30
Transparan 6/30
Transparan 7/30
Transparan 8/30
Transparan 9/30
Transparan 10/30
Transparan 11/30
Transparan 12/30
Transparan 13/30
Transparan 14/30
Transparan 15/30
Transparan 16/30
Transparan 17/30
Transparan 18/30
Handout 1/2
Catatan dosen 3/5
Tugas kelompok 1/3
Catatan dosen 4/5
Tugas kelompok 2/3
Catatan dosen 5/5
Transparan 19/30
Transparan 20/30
Transparan 21/30
Transparan 22/30
Transparan 23/30
Transparan 24/30
Transparan 25/30
Transparan 26/30
Transparan 27/30
Transparan 28/30
Transparan 29/30
Transparan 30/30
Handout 2/2
Tugas kelompok 3/3

halaman 2, 3
halaman 4, 5, 6, 7
halaman 8
halaman 9
halaman 10
halaman 11 22
halaman 23
halaman 24
halaman 25
halaman 26
halaman 27
halaman 28
halaman 29
halaman 30
halaman 31
halaman 32
halaman 33
halaman 34
halaman 35
halaman 36
halaman 37
halaman 38 43
halaman 44 51
halaman 52 59
halaman 60
halaman 61
halaman 62 75
halaman 76
halaman 77
halaman 78
halaman 79
halaman 80
halaman 81
halaman 82
halaman 83
halaman 84
halaman 85
halaman 86
halaman 87
halaman 88 92
halaman 93
1

Kode
EN-3.1-LP
Kompetensi
Utama
Tujuan Unit
Pembelajaran

Topik

Kegiatan

Rencana Pelajaran
Unit Pembelajaran
Durasi
16 jam
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual
Minggu 1-4
Pengetahuan dan keterampilan menghitung biaya dan menetapkan harga
jual barang dan jasa
Mahasiswa mampu (i) menghitung biaya dan menetapkan harga jual
produk, (ii) memahami bahwa kalkulasi biaya produk dan penetapan harga
jual diperlukan untuk mengelola biaya, efisiensi dan produktivitas, (iii)
menghitung biaya dan menetapkan harga jual untuk ide produk mereka
sendiri.
3.1.1 Merangkum Semester 2 dan memperkenalkan Modul 3 untuk
Semester 3
3.1.2 Biaya dan struktur biaya produk
3.1.3 Teknik-teknik penetapan harga jual
3.1.4 Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan, efisiensi dan
produktivitas
3.1.5 Menilai kemampulabaan untuk ide bisnis terpilih
Uraian Kegiatan Secara
Metode
Bahan
Waktu (jam)
Urut
Minggu 1
Merangkum pelajaranpelajaran utama dalam
Semester 2 dan
memperkenalkan tujuan
dan susunan Semester 3

Di kelas
Diskusi terbuka
Kuliah

a3.1.2

Biaya produk, penetapan


harga jual dan laba-rugi

a3.1.3
a3.1.4

a3.1.1

a3.1.5

a3.1.6

a3.1.7

EN-3.1-TN1

45

Kuliah
Diskusi terbuka

EN-3.1-TN2

1 jam 30

Menghitung biaya dan laba

Latihan kelas
(5 kasus)

EN-3.1-TN3

1 jam 15

Memilih ide bisnis untuk


dikembangkan oleh
kelompok

Diskusi
kelompok

EN-3.1-TN4
EN-1.1-AG2

30

Minggu 2
Di luar kelas
Separuh kelas 1
Business Game, Modul 3
Permainan
Game
peran
Separuh kelas 2
Kunjungan lapangan:
Studi kasus
EN-1.1-AG2
Mengukur kemampulabaan
ide bisnis terpilih.
Minggu 3
Di luar kelas
Separuh kelas 1
Kunjungan lapangan:
Studi kasus
EN-1.1-AG2
Mengukur kemampulabaan
ide bisnis terpilih.

4 jam 00

4 jam 00

4 jam 00

Kegiatan

a3.1.8

Uraian Kegiatan Secara


Urut

Metode

Separuh kelas 2
Business Game, Modul 3
Permainan
peran
Minggu 4
Di kelas

Bahan

Waktu (jam)

Game

4 jam 00

a3.1.9

Masing-masing kelompok
mempresentasikan temuantemuan di kelas

Presentasi
kelompok

EN-3.1-AG2

1 jam 30

a3.1.10

Mengelola biaya,
meningktkan
kemampulabaan melalui
efisiensi dan produktivitas

Kuliah
Latihan kelas

EN-3.1-TN5

2 jam 30

Jumlah waktu

16 jam 00

Catatan khusus:

Kode
EN-3.1TN1
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.1
Minggu 1
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual
- Mengikhtisarkan Semester 2 dan memperkenalkan Modul 3

Langkah-langkah
Ucapan selamat datang dan ingatkan mahasiswa
mengenai prinsip-prinsip perkuliahan, menggunakan
EN-3.1-TR1. Juga lihat PRINSIP-PRINSIP
PERKULIAHAN di bawah ini.
Tekankan perlunya pengajaran interaktif dalam Modul
3 untuk memenuhi prindip-prinsip perkuliahan
tersebut, sebagaimana juga diterapkan dalam Modul 1
dan 2.

Waktu

Metode

Bahan

5 Diskusi
terbuka

EN-3.1-TR1

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.1-TR2, yang


menyebutkan lima unit pembelajaran dalam Modul 2
berikut tujuannya masing-masing.
Tanya kepada mahasiswa pelajaran-pelajaran apa saja
dari masing-masing unit pembelajaran yang masih
mereka ingat. Tulis jawaban-jawaban mereka pada
papan tulis atau flip chart dan bandingkan dengan
MODUL 2 di bawah ini.

25 Kuliah
Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flip
chart

Tanya kepada mahasiswa apa lagi yang perlu dibahas


agar bisa menyusun suatu rencana bisnis. Tulis
jawaban-jawaban mereka pada papan tulis atau flip
chart.
Perkenalkan tujuan dan struktur Modul 3
menggunakan TRANSPARAN EN-3.1-TR3. Lihat
catatan-catatan pada MODUL 3 berikut ini.

15 Kuliah

EN-3.1-TR2

Papan tulis
atau flip
chart
EN-3.1-TR3

PRINSIP-PRINSIP PERKULIAHAN
Pada tahap-tahap awal kuliah, penting artinya memberi kesempatan mahasiswa dan
dosen untuk berdialog dan saling mengenal. Hanya setelah peran-peran dan normanorma kelompok terbentuk dan setelah semua anggota merasakan komitmen pada
mata kuliah maka mereka akan bisa memperhatikan mata kuliah itu sendiri. Tingkat
kesepakatan dan komitmen terhadap kegiatan pembelajaran akan sangat
menentukan.
Mahasiswa datang dengan harapan yang berbeda-beda, kadang-kadang dinyatakan
secara eksplisit tapi seringkali implisit. Namun demikian harapan-harapan itu penting
artinya pada awal mata kuliah. Dengan membuat harapan-harapan itu eksplisit dan
menyelaraskannya dengan realitas dan berbagai kemungkinannya, mahasiswa akan
menerima program itu dan berpartisipasi secara aktif.
Orang akan belajar sebaik-baiknya bila mereka berpartisipasi aktif dalam proses
pembelajaran dan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan kelas seperti diskusi,
permainan, permainan peran, dsbnya. Mahasiswa harus disemangati untuk
bertanya, minta penjelasan, menyatakan ide-ide dan perasaan serta berbagi
pengalaman pribadi mereka.
Anda belajar sebagian besar dengan melakukan sesuatu:
JIKA SAYA MENDENGAR, SAYA AKAN LUPA
JIKA SAYA MELIHAT, SAYA AKAN INGAT
JIKA SAYA MENGERJAKANNYA, SAYA AKAN TAHU
Agar mahasiswa dapat berpartisipasi dan belajar, harus tercipta suasana belajar
yang optimal. Hal ini berarti:
Harus ada komunikasi dua arah. Kita bisa saling belajar, mahasiswa belajar
dari mahasiswa lain dan dari dosen dan dosen belajar dari mahasiswa!
Setiap orang harus terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran (jika Anda
mengerjakannya, Anda mengetahuinya!),
Harus ada iklim berkelompok yang baik untuk belajar, suasana terbuka di
mana:
o para mahasiswa merasa dihormati dan diterima,
o perbedaan pribadi dan pendapat dianggap baik dan patut,
o setiap individu memiliki hak untuk melakukan kesalahan,
o orang saling mendengarkan dan berusaha saling memahami,
o orang dapat menyatakan ide dan kepercayaannya tanpa rasa takut,
o orang punya rasa percaya kepada dirinya sendiri dan orang lain.

MODUL 2
Tujuan Umum:
Memperoleh keterampilan mengembangkan ide bisnis menjadi peluang bisnis yang layak.
Dengan menyelesaikan Modul 2, mahasiswa diharapkan mampu mempresentasikan peluang
bisnis dengan kriteria (1) memenuhi suatu permintaan pasar yang kongkrit, (2) semua
sumberdaya dan kompetensi yang diperlukan tersedia, dan (3) cukup besar kemungkinannya
menghasilkan imbalan positif bagi wirausahawan.
Unit Pembelajaran
LU 2.1:
Pengantar
rencana Bisnis
menilai kelayakan
Ide bisnis
LU 2.2:
Memahami pasar

LU 2.3:
Penelitian pasar
dan rencana
pemasaran

Tujuan
Mahasiswa mampu (i)
memahami mengapa rencana
bisnis banyak membantu
penciptaan bisnis, dan (ii)
mampu menyusun pokok-pokok
rencana bisnis
Mahasiswa mampu
mengidentifikasi pasar (pasar
konsumen dan pasar industri)
dan para pelaku pasar
(pelanggan, pesaing, pemasok)
Mahasiswa mampu: (i)
mengukur permintaan pasar
untuk ide produk mereka dan (ii)
menyusun rencana pemasaran

LU 2.4:
Aspek-aspek
teknis suatu bisnis

Mahasiswa mampu menilai


aspek-aspek produksi (memilih
teknologi, lokasi bisnis, merekrut
tenaga kerja, outsourcing)

LU 2.5:
Memahami
laporan keuangan

Mahasiswa mampu (i) membaca


neraca, laporan laba-rugi dan
aliran kas; dan (ii) menyusun
laporan keuangan untuk ide
bisnis mereka

Pelajaran
Peluang bisnis, kriteria kelayakan
peluang bisnis, risiko bisnis,
rencana bisnis (fungsi, implikasi,
kandungan informasi, format),
dsbnya.
Pasar (konsumen, industri,
perantara), produk, pelanggan,
pemasok, pesaing, dsbnya.
Analisi SWOT, penelitian pasar,
sasaran pemasaran, startegi
pemasaran, bauran pemasaran
(4-P), rencana pemasaran,
rencana penjualan, dsbnya.
Faktor-faktor produksi (tanah dan
sumberdaya alam, sumberdaya
manusia, modal), teknologi, likasi
bisnis, merekrut tenaga kerja,
struktur organisasi, dsbnya.
Buku kas, laporan keuangan,
proyeksi keuangan, laporan labarugi (penjualan, harga pokok
penjualan, biaya operasional),
aliran kas (penerimaan kas,
pengeluaran kas, penyusutan),
neraca (aktiva, kewajiban, modal
sendiri), dsbnya.

Catatan:
Untuk mencapai tujuan umum, Modul 2 telah cukup membahas cara-cara mencek kriteria
pertama, melalui LU 2.2 Memahami Pasar and LU 2.3 Penelitian Pasar dan Rencana
Pemasaran.
Modul 2 belum cukup membahas kriteria 2 dan 3. LU 2.4 hanya membahas aspek-aspek
teknis, atau kebutuhan bahan baku, mesin, bangunan, lokasi bisnis, karyawan langsung dan
masukan langsung lainnya untuk operasi bisnis. Aspek hukum dan tanggungjawab sosial
belum dibahas.
LU 2.5 memperkenalkan proyeksi keuangan, yang merupakan cek terakhir kemampulabaan
peluang bisnis. Untuk membuat proyeksi keuangan dan menghitung kebutuhan modal untuk
bisnis, mahasiswa perlu memahami cara menghitung biaya dan menetapkan harga jual.

MODUL 3
Tujuan Umum:
Untuk memperoleh keterampilan mendirikan bisnis nyata dari ide bisnis mahasiswa. Pada akhir
Semester 3, masing-masing mahasiswa diharapkan mampu mempresentasikan rencana bisnis
yang mencerminkan kelayakan bisnis itu dan bisa dijadikan dasar untuk menarik pembiayaan
dari luar.
Unit Pembelajaran
LU 3.1:
Memahami dan
mampu menghitung
biaya serta
menetapkan harga
jual
LU 3.2:
Modal awal dan
proyeksi keuangan

LU 3.3:
Aspek hukum dan
tanggungjawab sosial

LU 3.4:
Pembiayaan
eksternal: Bagaimana
lembaga keuangan
menilai permohonan
pinjaman
LU 3.5:
Menyelesaikan
rencana bisnis

Tujuan
Mahasiswa mampu (i) menghitung biaya
dan menetapkan harga jual produk, (ii)
memahami bahwa kalkulasi biaya produk
dan penetapan harga jual diperlukan
untuk mengelola biaya, efisiensi dan
produktivitas, (iii) menghitung biaya dan
menetapkan harga jual untuk ide produk
mereka sendiri.
Mahasiswa mampu (i) menyusun rencana
keuangan untuk membuka bisnis
(sumber-sumber dana, termasuk modal
sendiri), (ii) membuat proyeksi keuangan
untuk bisnis mereka, (iii) membuat
proyeksi laba/laba ditahan selama kurun
waktu tertentu.
Mahasiswa mampu (i) mengidentifikasi
aspek hukum dan tanggungjawab sosial
bisnis mereka, (ii) menyesuaikan rencana
bisnis untuk menampung aspek hukum
dan tanggungjawab sosial yang
diidentifikasi, (iii) menyesuaikan rencana
keuangan dan pendanaan untuk ide
bisnis terpilih mereka.
Mahasiswa mampu (i) memahami
bagaimana bank menilai permohonan
pinjaman mereka (di masa depan), (ii)
memahami mengapa bank sering ekstra
berhati-hati menghadapi permohonan
pinjaman dari bisnis kecil yang baru, (iii)
mendalami pemahaman ini dengan studi
kasus penilaian pinjaman.
Mahasiswa mampu menyelesaikan
rencana bisnis mereka dan
mempresentasikannya pada suatu komite
teknis.

Pelajaran
Biaya; biaya produk, biaya operasional;
biaya variabel, biaya tetap, biaya semivariabel; penetapan harga jual cost plus,
market-based, dan contribution pricing,
proyeksi laba rugi untuk bisnis dagang,
manufaktur dan jasa; BEP, efisiensi dan
produktivitas, nilai tambah.
Modal awal, modal investasi, modal kerja;
daur kas, periode persediaan, periode
penagihan piutang, kebutuhan modal
kerja, transaksi tunai dan non-tunai,
penyusutan, biaya dibayar dimuka;
proyeksi aliran kas; proyeksi neraca.
Stakeholder, perusahaan perseorangan,
perkongsian, perseroan terbatas,
koperasi; perizinan, pajak, kuota dagang
dan tanggungjawab hukum kepada
karyawan; tanggungjawab sosial kepada
lingkungan, pelanggan, karyawan, dan
pemegang saham; pendekatan
tanggungjawab sosial.
Bank, fungsi-fungsi bank, bank komersial,
BPR; azas kehati-hatian; simpanan dan
deposito berjangka, pinjaman bank,
jangka waktu pinjaman, pengembalian
pokok pinjaman, bunga flat, bunga
menurun, bunga efektif, agunan; tujuan
pinjaman; penilaian risiko dalam penilaian
pinjaman; 5C, 7M, 5P, 3P.
Pengemasan proyek

Catatan:
LU 3.1 dan LU 3.2 melengkapi pengecekan kriteria ketiga (kemampulabaan), sedangkan LU
3.3 melengkapi pengecekan kriteria kedua (teknis) dan menyesuaikan proyeksi pendanaan dan
keuangan yang dihasilkan dari LU 3.1 and 3.2. Dalam LU 3.4, diskusi akan ditekankan pada
bagaimana membiayai usaha baru, yang biasanya usaha berskala kecil. Dalam LU 3.5, ketiga
kriteria kelayakan itu dicerminkan dalam suatu rencana bisnis.

Kode
EN-3.1-TR1
Topik 3.1.1
Transparan 1/30

Merangkum Semester 2 dan memperkenalkan


Modul 3 untuk Semester 3

Prinsip-prinsip perkuliahan

Minggu 1

Anda belajar sebagian besar


dengan melakukan sesuatu:
JIKA SAYA MENDENGAR, SAYA
AKAN LUPA
JIKA SAYA MELIHAT, SAYA
AKAN INGAT
JIKA SAYA MENGERJAKANNYA,
SAYA AKAN TAHU

Kode
EN-3.1-TR2
Topik 3.1.1
Transparan 2/30

Merangkum Semester 2 dan memperkenalkan


Modul 3 untuk Semester 3

Modul 2

Minggu 1

Tujuan Umum:
Memperoleh keterampilan mengembangkan ide bisnis menjadi
peluang bisnis yang layak dengan kriteria (1) memenuhi suatu
permintaan pasar yang kongkrit, (2) semua sumberdaya dan
kompetensi yang diperlukan tersedia, dan (3) cukup besar
kemungkinan menghasilkan imbalan positif bagi wirausahawan.
Unit Pembelajaran
LU 2.1:
Pengantar rencana
Bisnis menilai
kelayakan Ide
bisnis
LU 2.2:
Memahami pasar
LU 2.3:
Penelitian pasar
dan rencana
pemasaran

Tujuan
Mahasiswa mampu (i)
memahami mengapa rencana
bisnis banyak membantu
penciptaan bisnis, dan (ii)
mampu menyusun pokokpokok rencana bisnis
Mahasiswa mampu
mengidentifikasi pasar dan
para pelaku pasar
Mahasiswa mampu: (i)
mengukur permintaan pasar
untuk ide produk mereka dan
(ii) menyusun rencana
pemasaran
Mahasiswa mampu menilai
aspek-aspek produksi

LU 2.4:
Aspek-aspek teknis
suatu bisnis
Mahasiswa mampu (i)
LU 2.5:
Memahami laporan membaca neraca, laporan
laba-rugi dan aliran kas; dan
keuangan
(ii) menyusun laporan
keuangan untuk ide bisnis
mereka

Pelajaran

Kode
EN-3.1-TR3
Topik 3.1.1
Transparan 3/30

Merangkum Semester 2 dan memperkenalkan


Modul 3 untuk Semester 3

Modul 3

Minggu 1

Tujuan Umum:
Pada akhir Semester 3, masing-masing mahasiswa diharapkan mampu
mempresentasikan rencana bisnis yang mencerminkan kelayakan bisnis
itu dan bisa dijadikan dasar untuk menarik pembiayaan dari luar.
Unit
Pembelajaran
LU 3.1:
Memahami dan
mampu
menghitung
biaya serta
menetapkan
harga jual
LU 3.2:
Modal awal dan
proyeksi
keuangan
LU 3.3:
Aspek hukum
dan
tanggungjawab
sosial
LU 3.4:
Pembiayaan
eksternal:
Bagaimana
bank menilai
permohonan
pinjaman
LU 3.5:
Menyelesaikan
rencana bisnis

Tujuan

Minggu

Mahasiswa mampu (i) menghitung biaya


dan menetapkan harga jual produk, (ii)
memahami bahwa kalkulasi biaya produk
dan penetapan harga jual diperlukan untuk
mengelola biaya, efisiensi dan produktivitas,
(iii) menghitung biaya dan menetapkan
harga jual untuk ide produk mereka sendiri.
Mahasiswa mampu (i) menyusun rencana
keuangan untuk membuka bisnis, (ii)
membuat proyeksi keuangan untuk bisnis
mereka, (iii) membuat proyeksi laba/laba
ditahan selama kurun waktu tertentu.
Mahasiswa mampu (i) mengidentifikasi
aspek hukum dan tanggungjawab sosial
bisnis mereka, (ii) menyesuaikan rencana
bisnis untuk menampung aspek hukum dan
tanggungjawab sosial yang diidentifikasi, (iii)
menyesuaikan rencana keuangan dan
pendanaan untuk ide bisnis terpilih mereka.
Mahasiswa mampu (i) memahami
bagaimana bank menilai permohonan
pinjaman mereka (di masa depan), (ii)
memahami mengapa bank sering ekstra
berhati-hati menghadapi permohonan
pinjaman dari bisnis kecil yang baru, (iii)
mendalami pemahaman ini dengan studi
kasus penilaian pinjaman.
Mahasiswa mampu menyelesaikan rencana
bisnis mereka dan mempresentasikannya
pada suatu komite teknis.

14

10

58

9 11

12 15

16 18

Kode
EN-3.1TN2
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.1
Minggu 1
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual
Memperkenalkan cara menghitung biaya produk, menetapkan harga
jual dan menilai kemampulabaan
Waktu

Langkah-langkah
Ingatkan mahasiswa tentang tiga kriteria kelayakan suatu
peluang bisnis, yaitu (1) Bisnis memenuhi suatu
permintaan pasar yang kongkrit, (2) Semua sumberdaya
dan kompetensi yang diperlukan tersedia, dan (3) Cukup
besar kemungkinannya menghasilkan imbalan positif
(tidak hanya dalam hal laba tapi juga aliran kas) bagi
wirausahawan.

Metode

5 Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR4

Ingatkan juga tentang arti menguntungkan, yaitu bila


pendapatan melebihi biaya.
Bagi kelas menjadi 5 (lima) kelompok. Beri setiap
kelompok beberapa kartu meta plan. Asumsikan:

25 Latihan
Papan tulis
kelompok atau flipchart

Kelompok 1 adalah toko jaket;


Kelompok 2 adalah pabrik jus jeruk;
Kelompok 3 adalah bengkel mobil;
Kelompok 4 adalah percetakan kecil; dan
Kelompok 5 adalah usaha sortasi limbah.

Meta plan

Semua bisnis baru dan berskala kecil.


Tanya kepada mahasiswa: Apakah pertanyaanpertanyaan Anda jika ingin menghitung laba bisnis Anda?
Masing-masing kelompok mungkin mengajukan lebih dari
satu pertanyaan tapi harus menulis satu pertanyaan pada
satu kartu. Kumpulkan kartu-kartu dan kelompokkan ke
dalam 3 topik, yaitu kalkulasi biaya, penetapan harga jual
dan perhitungan laba.
Jelaskan konsep-konsep (1) biaya bisnis, (2) kategori
biaya, (3) perilaku biaya, (4) metode penetapan harga
jual, (5) kalkulasi laba dan proyeksi laba-rugi untuk
usaha skala kecil, termasuk latihan-latihannya.
Pergunakan TRANSPARAN EN-3.1-TR5 sampai EN-3.1TR18 . Bagikan HANDOUT EN-3.1-HO1 untuk acuan
mahasiswa.
Pusatkan diskusi pada bagaimana (1)
mengidentifikasi biaya, (2) menetapkan harga jual
produk dan (3) menilai kemampulabaan, BUKAN pada
latar belakang teorinya.
Konsep & teori di bawah ini dapat dijadikan acuan untuk
membenarkan format laporan laba-rugi yang harus
dipelajari mahasiswa perlu disederhanakan.

11

1 jam Kuliah
00
Diskusi
terbuka
Latihan
kelas

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR5
EN-3.1-TR6
EN-3.1-TR7
EN-3.1-TR8
EN-3.1-TR9
EN-3.1-TR10
EN-3.1-TR11
EN-3.1-TR12
EN-3.1-TR13
EN-3.1-TR14
EN-3.1-TR15
EN-3.1-TR16
EN-3.1-TR17
EN-3.1-TR18
EN-3.1-HO1

Konsep & Teori


1. Biaya Bisnis
Biaya dalam bisnis adalah nilai semua masukan (atau faktor-faktor produksi) yang habis
dipakai untuk memproduksi dan menjual produk (bisa berupa barang atau jasa), dan dipulihkan
bila produk dijual. Faktor-faktor produksi mencakup bahan langsung, tenaga kerja,
bangunan, mesin, listrik, jasa, modal, dsbnya, yang juga dipakai kegiatan bisnis. Untuk
mengidentifikasi biaya barang atau jasa, ada sekurang-kurangnya tiga hal yang perlu
dipastikan, yaitu:
(a) Masukan (input) harus berkaitan dengan barang dan jasa yang diproduksi dan dijual
(pengeluaran pribadi bukan biaya bisnis). Sebagai contoh, ongkos taxi untuk mengambil
contoh produk adalah biaya, tapi biaya taxi tambahan untuk rekreasi keluarga setelah
mengambil contoh produk bukan biaya;
(b) Masukan mmenjadi biaya ketika dipakai, bukan ketika dibeli (penyusutan dan pembebanan
uang muka merupakan biaya meskipun tidak ada pembayaran). Biaya berbeda dengan
pengeluaran kas atau biaya tunai, yaitu pengeluaran kas untuk membeli dan mekai suatu
sumberdaya. Biaya adalah nilai uang sumberdaya ketika digunakan. Sebagai contoh,
pengeluaran kas terjadi ketika mesin dibeli, tetapi biaya mesin dibebankan sepanjang masa
aktif mesin, dalam bentuk penyusutan; dan
(c) Biaya dipulihkan ketika produk dijual (nilai produk yang tidak terjual terbawa pada
persediaan akhir). Sebagai contoh, harga beli 400 jaket adalah biaya bagi pedagang jaket.
Tapi jika hanya 320 unit yang dijual, hanya biaya 320 unit itu yang dipulihkan atau diganti
oleh penjualan. Laporan laba-rugi hanya menyangkut biaya yang dipulihkan.
Pada kasus toko jaket (EN-3.1-TR6), tagihan listrik rumah (5), kue ulang tahun buat istri
(8), uang sekolah anak-anak (14), dan tagihan listrik rumah (17) adalah biaya pribadi
yang tidak ada kaitannya dengan produksi dan penjualan. Pengeluaran tunai lainnya, seperti
harga beli bangunan toko (6), uang muka toko (10) dan angsuran bulanan toko (13)
bukan biaya, biaya bangunan toko hanya penyusutan bangunan toko (7).

2. Kategori Biaya
Biaya bisnis diklasifikasikan atas dasar kaitannya dengan produk (barang atau jasa) sebagai
berikut:

Biaya produk, mencakup semua biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau
jasa. Untuk bisnis perdagangan, biaya produk adalah harga beli barang dagangan.

Biaya operasional, selanjutnya diklasifikasikan ke dalam biaya penjualan (periklanan,


komisi penjualan) dan biaya administrasi dan umum (perlengkapan kantor, komunikasi,
gaju manajemen, dsbnya.)

Biaya uang, atau bunga yang dibayar untuk meminjam uang dari bank, lembaga keuangan
dan kreditur lainnya.

Biaya produk adalah jumlah dari tiga komponen, yaitu (1) bahan langsung, (2) tenaga kerja
langsung dan (3) overhead pabrik.

12

(1) Bahan langsung adalah semua bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk
jadi dan yang bisa langsung diperhitungkan dalam biaya produk. Contohnya kayu untuk
membuat mebel dan pelat baja untuk membuat bodi mobil.
(2) Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam pembuatan atau
produksi produk jadi, misalnya tenaga terampil dan tenaga kasar yang ditugaskan
memproduksi produk tertentu. Contohnya tukang kayu pada pabrik mebel dan tukang las
pada pabrik karoseri.
(3) Overhead pabrik mencakup semua biaya manufaktur yang tidak bisa dikaitkan langsung
pada sesuatu produk, atau semua biaya manufaktur kecuali bahan langsung dan tenaga
kerja langsung. Overhead pabrik meliputi (a) bahan tak langsung, (b) tenaga kerja tak
langsung dan (c) biaya-biaya tak langsung lainnya, seperti penyusutan.
(a) Bahan tak langsung adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu
produk yang jumlah pemakaiannya sangat terbatas sehingga kurang berarti bila
diperlakukan sebagai bahan langsung. Contohnya listrik, minyak pelumas, majun
pembersih, sikat di pabrik.
(b) Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja yang tidak secara langsung tampak
pada bentuk atau komposisi produk jadi. Contohnya biaya tenaga kerja pengawas,
tenaga administrasi gudang, pembersih ruangan, tenaga pemeliharaan.
(c) Penyusutan adalah beban penggunaan aktiva fisik untuk membuat produk. Biaya
penyusutan mesin adalah biaya perolehan mesin dibagi dengan jumlah tahun pada usia
penyusutannya berapapun jumlah barang yang diproduksi. Mesin, peralatan, bangunan
dan aktiva fisik lainnya, kecuali tanah, disusutkan. Untuk aktiva non-fisik atau aktiva tak
berwujud (seperti biaya hukum, perizinan, promosi awal dan biaya pra-operasi lainnya,
dsbnya.) biaya penyusutannya disebut amortisasi.
Biaya operasional (biaya komersial) terdiri atas (1) biaya penjualan (juga disebut baya
pemasaran atau biaya distribusi) dan (2) biaya administrasi dan umum (atau biaya
administrasi saja).
(1) Biaya penjualan mulai ketika biaya manufaktur (biaya produk) di atas berakhit, yaitu, ketika
produksi selesai dan produk siap dijual. Biaya penjualan mencakup biaya-biaya untuk
menjual dan menyerahkan produk. Biaya penjualan bisa mencakup gaji tenaga penjualan,
biaya perjalanan mereka, komisi penjualan, biaya pembuatan contoh, penyusutan atau
sewa kantor penjualan, biaya transportasi, periklanan, dsbnya.
(2) Biaya administrasi dan umum mencakup semua biaya untuk manajemen dan
administrasi organisasi perusahaan. Beberapa di antaranya adalah alokasi biaya overhead
pabrik atau biaya penjualan. Contohnya gaji manajemen, gaji staf kantor, alat tulis dan
cetak, komunikasi tilpun dan internet, penyusutan kantor atau sewa kantor, biaya hukum,
biaya audit, dsbnya.
Dalam bisnis kecil, seringkali sulit mengaitkan biaya dengan produk dan kegiatan operasional
tertentu, karena aktiva dan sumberdaya manusia sering dipakai untuk berbagai kegiatan dan
produk. Produksi dan penjualan dilakukan dalam satu bangunan, satu sambungan listrik, dan
kadang-kadang juga karyawan yang sama. Pekerjaan kurang terspesialisasi, karyawan
produksi juga melakukan pekerjaan lain seperti penggudangan dan penyerahan barang.
Kesulitan mengaitkan biaya pada produk merupakan alasan utama penerapan direct costing, di
mana biaya produk hanya terdiri dari biaya-biaya yang bisa langsung dikaitkan dengan produk.

13

Biaya uang, biasanya bunga pinjaman (kredit) dalam dua bentuk, yaitu bunga flat (flat rate), di
mana bunga dihitung atas dasar pokok pinjaman awal, dan bunga menurun (declining rate)
yang dihitung atas dasar sisa pinjaman. Bunga flat 12% selama 12 bulan untuk pinjaman 12
juta adalah 1% per bulan atau Rp. 120.000 per bulan atau seluruhnya Rp. 1.440.000 per tahun
meskipun pokok pinjaman terus menurun dengan pembayaran angsuran bulanan. Dengan
demikian bunga flat 12% per tahun akan sama dengan bunga menurun 22.15% per tahun.

Bulan
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
Bulan 6
Bulan 7
Bulan 8
Bulan 9
Bulan 10
Bulan 11
Bulan 12
Jumlah

Angsuran
bulanan
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
12.000.000

Bunga flat
%
Rp.
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
1,00%
120.000
12,00%
1.440.000

Sisa pinjaman
akhir bulan
11.000.000
10.000.000
9.000.000
8.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0

Bunga menurun
%
Rp.
1,85%
221.539
1,85%
203.077
1,85%
184.615
1,85%
166.154
1,85%
147.692
1,85%
129.231
1,85%
110.769
1,85%
92.308
1,85%
73.846
1,85%
55.385
1,85%
36.923
1,85%
18.462
22,15% 1.440.000

Pada kasus pabrik jus jeruk (EN-3.1-TR8), jeruk segar (1), botol (2), gaji operator mesin
pemeras (4) penyusutan mesin pemeras (7), , kontrak pemeliharaan mesin pemeras (9),
label (14) dan pemanis, vitamin dan adonan lain (17) jelas biaya produk. Sedangkan
bahan bakar mobil pengangkut (3), gaji pengemudi mobil pengangkut (5), alat-alat tulis
kantor (6), sewa mobil pengangkut (10), gaji staf administrasi (12), dan komisi penjualan
toko-toko pengecer (15) jelas biaya operasional. Sementara sewa ruang dan bangunan
pabrik (8), tagihan tilpun pabrik (11), tagihan air pabrik (13) dan tagihan listrik pabrik
(16), perlu ditinjau lebih lanjut karena kegiatan operasional dilakukan dalam pabrik itu juga.

3. Perilaku Biaya
Biaya bisnis bisa diklasifikasikan atas dasar perilaku biaya ke dalam biaya variabel, biaya
tetap dan biaya semi-variabel.
(1) Biaya variabel adalah biaya yang berubah sebanding dengan kegiatan bisnis. Contohnya
bahan baku yang pemakaiannya meningkat dengan peningkatan yang berkaitan langsung
dengan peningkatan produksi. Jika satu tempat tidur memerlukan kayu 0,4 M3,
memproduksi 2 tempat tidur membutuhkan 0,8 M3 kayu, 10 tempat tidur 4 M3 kayu, dsbnya.
Bila produksi berhenti dan tidak ada produk yang dibuat, biaya bahan baku adalah nol.
(2) Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah dengan perubahan kegiatan
bisnis, dalam periode waktu atau volume produksi tertentu. Biaya tetap oleh karena juga
disebut biaya periode (period cost). Contoh biaya tetap adalah sewa dan biaya penyusutan
yang tetap merupakan biaya meskipun produksi berhenti.
(3) Biaya semi-variabel memiliki elemen-elemen biaya variabel dan biaya tetap. Contohnya
listrik dengan beban minimum yang tetap dibayar meskipun listrik dipadamkan ketika
produksi nol. Banyak biaya termasuk dalam kategori ini, tetapi metode direct costing
menghendaki semua biaya hanya diklasifikasikan ke dalam biaya tetap atau biaya variabel.
Lihat 5.2 berikut ini.

14

Pada kasus bengkel mobil (EN-3.1-TR10), hanya cat mobil, pengencer cat (1), kawat las,
dempul (2), suku cadang mobil (4) dan minyak pelumas (5) bisa merupakan biaya
variabel. Selebihnya harus diklasifikasikan sebagai biaya tetap meskipun beberapa biaya,
seperti tagihan listrik bengkel (6), tagihan tilpun bengkel (10) dan tagihan air bengkel
(12) adalah biaya semi-variebel.

4. Metode penetapan harga jual


Penetapan harga jual (pricing) adalah proses menentukan berapa yang harus diterima
perusahaan untuk produk yang dihasilkannya. Penetapan harga jual menyangkut harga satu
botol kecap, biaya kursus montir atau ongkos perbaikan yang harus dibayar pemilik mobil.
Tujuan penetapan harga jual meliputi:
(1) Mencapai sasaran keuangan (kemampulabaan), misalnya memaksimumkan laba jangkapendek dan jangka panjang, mempertahankan pertumbuhan dan kelangsungan hidup
perusahaan, mencapai sasaran return on investment (ROI = Laba Bersih/Modal Investasi)
atau profit margin (PM = Laba Bersih/Penjualan), meningkatkan volume penjualan dan nilai
penjualan, memaksimumkan contribution margin (CM = harga jual dikurangi biaya variabel
per unit), dsbnya. ROI dan PM akan dibahas dalam Modul 4, contribution margin akan
dibahas pada butir 5 berikut ini.
(2) Untuk memastikan bahwa harga jual kompetitif dan pelanggan mau membeli produk,
misalnya berusaha agar dianggap adil oleh pelanggan dan pelanggan potensial,
menandingi harga pesaing, memperoleh keunggulan bersaing, dsbnya. Pelanggan akan
menerima harga lebih tinggi untuk mutu yang lebih baik atau pelayanan yang meningkat.
(3) Menunjang penempatan produk di pasar dan konsisten dengan variabel-variabel lain
dalam bauran pemasaran (4-Ps), misalnya memperbaiki citra perusahaan, merek, atau
produk, membuat produk tampak", mempertahankan kepemimpinan harga (price
leadership), meningkatkan pangsa pasar, memperoleh atau mempertahankan kesetiaan
dan antusiasme distributor dan tenaga penjualan lainnya, menciptakan minat dan daya tarik
produk, dsbnya. Sebagai contoh, produk untuk pelanggan berpendapatan tinggi mungkin
perlu diberi merek berbeda dan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan produk sejenis
yang dijual kepada kelompok pelanggan berpendapatan rendah.
Ada tiga metode penetapan harga jual, yang klasifikasinya berdasarkan biaya produksi dan
biaya distribusi di samping harga pasar yang berlaku.
(1) Cost-plus pricing adalah metode penetapan harga jual yang paling umum dipakai, yaitu
hanya menghitung biaya produk dan menambahkan mark-up (dinyatakan dalam angka
mutlak atau persentase) untuk mencapai harga jual. Biaya produk mencakup semua biaya
produksi dan biaya operasional; semua biaya tetap, biaya variabel dan semi-variabel. Markup harus mencakup semua biaya tambahan dan laba bagi wirausahawan.
(2) Market-based pricing yaitu penetapan harga jual dengan mempertimbangkan respon
pelanggan kepada berbagai tingkat harga, persepsi konsumen terhadap nilai produk, dan
juga respon pesaing. Respon pesaing yang mungkin adalah pemotongan harga, masuk dan
keluar dari industri.
(3) Contribution pricing pada dasarnya adalah metode yang berdasarkan biaya tetapi juga
mempertimbangkan harga pasar yang berlaku, dengan fokus memaksimumkan contribution
margin (harga jual minus biaya variabel per unit), untuk menutup biaya tetap yang besar,
meliputi biaya overhead (overhead pabrik, overhead kantor, gaji tetap, dan biaya-biaya

15

tetap lainnya). Metode contribution pricing juga dipakai untuk mencapai sasaran
kemampulabaan (profitability) dengan memaksimumkan pemanfaatan aktiva fisik
(bangunan, mesin, peralatan) dan sumberdaya manusia, karena kapasitasnya tidak bisa
disimpan atau akan habis dengan berakhirnya waktu.
Diskon harga bisa menjadi alat yang efektif untuk bisnis baru atau produk baru untuk
memasuki pasar. Diskon harga yang umum dipakai adalah harga promosi, diskon volume,
diskon perdagangan dan diskon tunai.
(1) Harga promosi adalah harga yang dikurangi untuk memperkenalkan produk baru ke
pasar yang lama atau produk lama ke pasar yang baru.
(2) Diskon volume adalah pengurangan harga untuk pembelian dalam jumlah besar untuk
memaksimumkan pemanfaatan aktiva fisik dan sumberdaya manusia.
(3) Diskon perdagangan adalah diskon harga agar para pedagang perantara (distributor,
agen, pengecer) tertarik untuk ikut memasarkan produk.
(4) Diskon tunai adalah diskon yang diberikan kepada pelanggan yang membayar tunai
atas barang yang dijual secara kredit.
Pada kasus percetakan kecil (EN-3.1-TR13), buklet (1), selebaran promosi (2), undangan
perkawinan (3) adalah produk sangat spesifik dan cost-plus pricing paling sesuai. Produk
lain seperti kartu nama (4), faktur toko (5), buku tahunan sekolah (6), label, sticker (7)
dan kepala surat (8) adalah produk bersaing dan umumnya dipesan pelanggan yang sangat
memperhatikan harga, sehingga market-based pricing paling sesuai. Sedang peta kota (9)
berdasarkan kontrak jangka-panjang dengan penerbit dan bisa dipakai untuk memanfaatkan
aktiva produktif dan sumberdaya manusia, sehingga contribution pricing lebih sesuai.

5. Kalkulasi Laba
Laba adalah pendapatan (penjualan) perusahaan dikurangi biaya-biaya seperti upah, sewa,
bahan bakar, bahan langsung, bunga dan penyusutan. Ada dua cara mengihutng laba, yaitu.
full costing (juga disebut absorption costing) dan direct costing (biaya variabeling).
5.1 Full Costing
Laporan laba-rugi berdasarkan full costing tampak sebagai berikut:
Laporan laba-rugi (Full Costing)
Pendapatan (Penjualan)
Harga pokok penjualan (Semua biaya produksi)
Laba kotor
Biaya operasional:
Biaya penjualan
Biaya administrasi dan umum
+
Jumlah biaya operasional
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)
Biaya bunga
Laba sebelum pajak (EBT)
Pajak perseroan
Laba setelah pajak (EAT) atau laba bersih

16

XXXXX
XXXXX
XXXX

XX
XX
-

XXX
XXX
XX
XXX
XX
XXX

Laporan laba-rugi full-costing adalah format yang paling lazim dan sudah diperkenalkan dalam
Unit Pemebelajaran 2.5 dari MODUL 2. Klasifikasi biaya atas dasar kaitannya dengan produk
sebagaimana dibahas pada butir 2, Kategori Biaya, di mana biaya bisnis terdiri atas biaya
produk, biaya operasional dan biaya keuangan (bunga).
Harga pokok penjualan (COGS) pada dasarnya adalah biaya produk. Dalam usaha dagang,
COGS adalah harga beli barang dagangan.
Dalam bisnis manufaktur, biaya produk terdiri dari bahan langsung, tenaga kerja langsung dan
overhead pabrik. Ketiga komponen biaya itu (termasuk overhead pabrik) harus dialokasikan
pada produk tertentu, sehingga biaya produk per unit adalah jumlah biaya bahan langsung per
unit plus biaya tenaga kerja langsung per unit plus biaya overhead per unit. Biaya produksi
adalah biaya produk per unit dikalikan dengan kuantitas produksi.
Harga pokok produksi (COGM) adalah:

Harga pokok
produksi
(COGM)

Biaya produksi

Persediaan
awal bahan
dalam
proses

Persediaan
akhir bahan
dalam proses

Untuk beberapa bisnis manufaktur, persediaan bahan dalam proses cenderung konstan
sehingga persediaan awal bahan dalam proses selalu sama dengan persediaan akhir bahan
dalam proses. Contohnya adalah pabrik yang memproduksi produk cair seperti minyak goreng,
kecap. Beberapa bisnis berusaha menyelesaikan proses produksi setiap akhir periode
sehingga persediaan bahan dalam proses cenderung nol. Contohnya adalah perusahaan
mebel yang setiap Jumat sore meminta karyawan bekerja lembur menyelsaikan produk
sehingga siap dijual Senin pagi. Dalam kedua kasus itu harga pokok produksi equals sama
dengan biaya produksi, jumlah tenaga kerja langsung, tenaga kerja langsung, biaya overhead
pabrik; atau biaya produk per unit dikalikan dengan kuantitas produksi.
Harga pokok penjualan (COGS) adalah penyesuaian terhadap COGM:
Harga pokok
penjualan
(COGS)

Harga pokok
produksi
(COGM)

Persediaan
awal
barang jadi

Persediaan
akhir barang
jadi

Perusahaan manufaktur yang beroperasi di pasar persaingan perlu memiliki persediaan barang
jadi untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pasar yang tak terduga. Dalam hal
demikian, kurang sahih berasumsi bahwa persediaan barang jadi konstan atau nol setiap akhir
periode. Bahkan jika kuantitasnya konstan, COGS bergantung kepada penilaian persediaan
karena peubahan biaya produk per unit dari waktu ke waktu.
Bisnis manufaktur berskala kecil, terutama usaha kecil yang baru dibuka, biasanya
memproduksi barang jadi sejumlah yang akan dijualnya dan membeli bahan baku sejumlah
yang dibutuhkannya, karena perusahaan kecil secara finansial terlalu lemah untuk
menyediakan persediaan penyangga (buffer stock) untuk barang jadi atau bahan baku.
Wirausahawan bisnis kecil biasanya mengantisipasi, atau memberikan respon yang cepat
terhadap fluktuasi permintaan pasar. Persediaan awal dan akhir barang jadi adalah nol.
Terlepas dari itu semua, harga pokok penjualan adalah biaya produk per unit dikalikan dengan
kuantitas penjualan, bukan kuantitas produksi.

17

Harga pokok penjualan (COGS)

Biaya produk per unit

Kuantitas penjualan

Rumus di atas bisa langsung diterapkan dalam bisnis dagang di mana biaya produk per unit
adalah harga beli barang dagangan. Untuk perusahaan manufaktur multi-produk, atau bisnis
dagang yang menangani beberapa barang dagangan, harga pokok penjualan adalah jumlah
harga pokok penjualan semua produk.
Meskipun dengan berbagai asumsi penyederhanaan mengenai persediaan di atas, kesulitan
utama dalam menghitung harga pokok penjualan dalam bisnis kecil adalah dalam mengaitkan
biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dengan produk, terutama bila
perusahaan memproduksi beberapa jenis produk. Dalam bisnis kecil, spesialisasi pekerjaan
tidak terlalu sepsifik, anggota organisasi bisa mengerjakan tugas-tugas umum selain tugas
khususnya. Banyak pekerjaan dalam perusahaan dikerjakan oleh pemilik, mitra usaha atau
pemegang saham lain yang tidak menerima upah. Karyawan direkrut dari lingkungan keluarga,
tetangga, teman, dsbnya.
Kesulitan juga timbul pada biaya overhead pabrik. Banyak komponen overhead pabrik, seperti
listrik dan penyusutan gedung bisa juga merupakan komponen biaya operasional, karena
dalam bisnis kecil pabrik, kantor dan gudang berada dalam satu bangunan. Kerumitan
meningkat jika perusahaan memproduksi beberapa produk, sehingga biaya overhead pabrik
perlu dialokasikan untuk berbagai produk. Alokasi biaya overhead pabrik yang rumit itu
sesungguhnya tidak perlu terutama untuk bisnis kecil yang menggunakan teknologi padat
karya, karena biaya overhead pabrik merupakan bagian kecil dari keseluruhan biaya.
5.2 Direct Costing
Alternatif untuk full costing adalah direct costing, yang berdasarkan perilaku biaya (lihat butir 3
di atas), bukan kaitan biaya dengan produk. Format laporan laba-rugi berdasarkan direct
costing adalah sebagai berikut:
Laporan laba-rugi (Direct Costing)
Pendapatan (Penjualan)
Biaya langsung barang:
Bahan langsung
Tenaga kerja langsung
+
Overhead pabrik variabel
Jumlah biaya variabel
Marjin kontribusi (contribution margin)
Biaya tetap:
Biaya produksi tetap
Biaya penjualan tetap
+
Biaya administrasi dan umum tetap
Jumlahbiaya tetap
Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)
Biaya bunga
Laba sebelum pajak (EBT)
Pajak perseroan
Laba setelah pajak (EAT) atau laba bersih

XXXXX
XXX
XXX
XX
XXXX

XXXX
XXXX

XX
XX
XX
XXX

XXX
XXX
XX
XXX
XX
XXX

Perbedaan antara full costing dan direct costing terletak pada apa saja yang masuk dalam
biaya produk. Dengan full costing, biaya produk mencakup bahan langsung, tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik, baik overhead pabrik variabel MAUPUN overhead pabrik

18

tetap. Dengan direct costing, biaya produk mencakup bahan langsung, plus tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik yang variabel SAJA. Biaya produk yang tetap, atau yang untuk
mudahnya diklasifikasikan ke dalam biaya tetap, dikelompokkan ke dalam biaya tetap
bersama-sama dengan biaya operasional (biaya penjualan dan biaya adminsitrasi).
Dengan full costing, pendapatan minus harga pokok penjualan disebut laba kotor. Dengan
direct costing, pendapatan minus biaya langsung produk disebut contribution margin. Dalam
bisnis kecil, di mana cukup sahih berasumsi bahwa kuantitas penjualan sama dengan kuantitas
produksi, full costing dan direct costing akan menghasilkan angka laba yang sama. Contoh
berikut ini dimodifikasi dari latihan kelas dalam Modul 2, Unit Pembelajaran 2.5:

_____________________________________________________________________
Pembuat Jaket
Dalam bulan Januari 2007, pembuat jaket memproduksi 200 buah, dan menjual juga 200 buah
dengan harga jual @ Rp. 185,000.
Setiap jaket membutuhkan bahan langsung berikut ini:

2 meter kain tahan air @ Rp. 45.000/meter;

1,2 meter bahan pelapis @ Rp. 10.000/meter; and

1 buah zipper plastik @ Rp. 7.500/buah;


Setiap jaket juga membutuhkan Rp. 18,000/buah tenaga kerja langsung untuk memotong,
menjahit, membersihkan benang, mengemas.
Biaya produks lainnya (biaya overhead) per bulan adalah:
Benang jahit, bahan kemasan Rp. 600,000 per bulan
Penyusutan (mesin jahit) Rp. 630,000 per bulan
Sewa ruangan Rp. 1,500,000 per bulan
Gaji pengawas Rp. 800,000 per bulan
Tagihan air dan listrik, dan biaya-biaya lain Rp. 470,000 per bulan
Biaya operasional untuk bulan Januari 2007 adalah Rp. 5.500.000, terdiri atas rupa-rupa biaya
penjualan Rp. 5.000.000 plus Rp. 500,000 alat tulis kantor.
Dengan full costing, biaya produk atau harga pokok penjualan per unit dihitung sebagai berikut:
Bahan langsung:
Kain tahan air
Kain pelapis
Zipper

2 mtr
1.2 mtr
1 buah

@
45,000
10,000
7,500

Tenaga kerja langsung:


Memotong, menjahit, membersihkan benang, mengemas
Overhead pabrik:
Benang jahit, bahan kemasan
Penyusutan (mesin jahit)
Sewa ruangan
Gaji pengawas
Tagihan air dan listrik, dan biaya-biaya lain
Biaya produk/unit

19

Rp.
600,000
630,000
1,500,000
800,000
470,000
4,000,000

Rp.
90,000
12,000
7,500
109,500
18,000

Units

200

Per Unit

20,000
147,500

Harga pokok penjualan (COGS) bulan Januari 2007 Rp. 147,500 x 200 = Rp. 29,500,000.
Dengan direct costing, hanya bahan langsung (kain tahan air, kain pelapis dan zipper) yang
benar-benar variabel dan dimasukkan ke dalam biaya produk.
Biaya langsung barang:
Kain tahan air
Kain pelapis
Zipper
Biaya langsung barang/unit

@
45,000
10,000
7,500

2 mtr
1.2 mtr
1 buah

Rp.
90,000
12,000
7,500
109,500

Biaya langsung barang bulan Januari 2007 Rp. 109,500 x 200 = Rp. 21,900,000.
Memotong, menjahit, membersihkan benang, mengemas dilakukan karyawan bergaji bulanan,
dan tidak tergantung kuantitas produksi. Dengan sistem penggajian ini mereka juga melakukan
tugas-tugas lain seperti pembersihan, pengangkutan, penggudangan, yang bukan kegiatan
produksi. Beberapa komponen biaya overhead pabrik mungkin bersifat semi-variabel. Untuk
mudahnya, dengan direct costing seluruh overhead pabrik diperlakukan sebagai biaya tetap:

Biaya karyawan: memotong, menjahit, membersihkan benang, mengemas


Benang jahit, bahan kemasan
Penyusutan (mesin jahit)
Sewa ruangan
Gaji pengawas
Tagihan air dan listrik, dan biaya-biaya lain
Rupa-rupa biaya penjualan
Alat tulis kantor
Jumlah biaya tetap

Rp.
3,600,000
600,000
630,000
1,500,000
800,000
470,000
5,000,000
500,000
13,100,000

Kalkulasi laba dengan full costing dan direct costing tampak pada tabel berikut ini:
Full costing
Penjualan
COGS
Laba kotor
Biaya operasional:
Biaya penjualan
Alat tulis kantor

Jumlah biaya operasional


EBIT

Direct costing
Rp.
37,000,000 Penjualan
29,500,000 Biaya variabel
7,500,000 Marjin kontribusi
Biaya tetap:
5,000,000 Memotong, menjahit,
500,000

membersihkan benang, mengemas


Benang jahit, bahan kemasan

Penyusutan (mesin jahit)


Sewa ruangan
Gaji pengawas
Tagihan air dan listrik
Biaya penjualan
Alat tulis kantor
5,500,000 Jumlah biaya tetap
2,000,000 EBIT

Rp.
37,000,000
21,900,000
15,100,000
3,600,000
600,000
630,000
1,500,000
800,000
470,000
5,000,000
500,000
13,100,000
2,000,000

____________________________________________________________________________
Direct costing bukannya tanpa masalah. Pendekatan ini menghendaki semua biaya
diklasifikasikan sebagai biaya tetap dan biaya variabel, meskipun banyak biaya dalam bisnis

20

memiliki ciri-ciri semi-variabel. Namun untuk usaha kecil, permasalahan ini tidak terlalu rumit
dibandingkan dengan alokasi biaya overhead dalam full costing, karena kegiatan produksi dan
kegiatan operasional cenderung menggunakan aktiva fisik dan sumberdaya manusia yang
sama. Alokasi biaya tenaga kerja dan biaya overhead sulit, dan sesungguhnya tidak perlu.
Bisnis baru umumnya usaha skala kecil. Pendekatan direct costing dapat memotivasi usaha
skala kecil untuk meningkatkan jumlah penjualan sejak awal operasinya karena:
(1) Kecuali untuk produk-produk yang sangat inovatif, usaha skala kecil cenderung menjadi
price takers, dan tidak bisa mempengaruhi harga pasar.
(2) Usaha skala kecil juga kurang atau tidak bisa mengendalikan harga barang dan jasa yang
dibutuhkannya, tapi tidak berarti usaha skala kecil tidak bisa mengendalikan biayanya.
(3) Sangat relevan bagi usaha kecil meningkatkan volume penjualan untuk meningkatkan
kemampulabaannya, dalam batas-batas kejenuhan pasar dan/atau kemampuan
finansialnya menjual produk secara kredit dan menyediakan persediaan antisipatif.
Untuk alasan-alasan di atas, hal-hal terpenting dalam menilai kemampulabaan usaha skala
kecil adalah:
(1) Pastikan untuk mencakup SEMUA biaya yang relevan untuk memproduksi dan menjual
produk, baik biaya produk atau biaya operasional, biaya tetap atau biaya variabel.
(2) Kemampulabaan bisa ditingkatkan tidak hanya dengan meningkatkan harga jual atau
penghematan biaya, tetapi juga dengan peningkatan JUMLAH PENJUALAN atau
KEGIATAN BISNIS.
(3) Meskipun laba per unit produk penting, khususnya dalam penetapan harga jual, LABA
MENYELURUH (laporan laba-rugi) lebih relevan untuk menilai kemampulabaan bisnis.
Pada kasus sortasi limbah (EN-3.1-TR15), laba per kg limbah plastik atau limbah kertas
sangat kurang memadai untuk menilai kemampulabaan bisnis sortasi limbah. Pertanyaannya
adalah apa biaya-biaya lain yang timbul dan berapa kg masing-masing limbah dijual.

5.3 Proyeksi laba-rugi untuk usaha skala kecil. Format umum laporan laba-rugi bisa dipakai
untuk proyeksi laba-rugi usaha skala kecil di sektor perdagangan:
Proyeksi laba-rugi Usaha perdagangan
Penjualan
Harga pokok penjualan (Harga beli barang dagangan)
Laba kotor
Biaya-biaya lain:
Upah/gaji
Penyusutan
Sewa
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
Periklanan/promosi
+
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

21

XX
XX
XX
XX
X
XX
XXX

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Jika harga beli konstan maka harga pokok penjualan adalah harga beli barang dikalikan jumlah
penjualan. Untuk usaha dagang multi-produk, harga pokok penjualan adalah jumlah harga
pokok penjualan semua produk. Usaha dagang barang konsumen seperti mini-market
menangani terlalu banyak produk untuk diperlakukan secara individual. Pendapatan dinyatakan
dalam nilai uang, dan dikelompokkan atas dasar kategori produk dan bukan masing-masing
produk. Harga pokok penjualan bisa dihitung atas dasar markup yang umum untuk masingmasing kategori produk.
Untuk usaha skala kecil di sektor manufaktur, format of proyeksi laba-rugi bisa disesuaikan
untuk menghindari permasalahan alokasi biaya. Seperti dibahas dalam pendekatan direct
costing, biaya produk hanya terdiri atas bahan langsung plus tenaga kerja langsung dan biaya
overhead variabel, disebut biaya langsung barang.
Proyeksi laba-rugi Usaha manufaktur
Penjualan
Biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya-biaya lain:
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Biaya langsung barang adalah biaya langsung barang per unit dikalikan dengan jumlah barang
yang terjual. Biaya-biaya lain mencakup semua biaya di luar biaya langsung barang.
Untuk usaha skala kecil di sektor jasa (penilai, konsultan), biaya langsung penjualan biasanya
hanya terdiri atas barang perlengkapan yang merupakan bagian kecil dari biaya produk.
Proyeksi laba-rugi Usaha jasa
Penjualan
Biaya langsung penjualan
Marjin kotor
Biaya-biaya lain:
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Biaya langsung penjualan adalah biaya langsung per unit dikalikan jumlah penjualan. Biayabiaya lain mencakup semua biaya produksi dan biaya operasional di luar biaya langsung
penjualan.

22

Kode
EN-3.1-TR4
Topik 3.1.2
Transparan 4/30

Biaya dan struktur biaya produk

Kemampulabaan Usaha Kecil

Minggu 1

Tiga kriteria kelayakan suatu peluang


bisnis:
(1)

Bisnis memenuhi suatu permintaan


pasar yang kongkrit ;

(2)

Semua sumberdaya dan kompetensi


yang diperlukan tersedia; dan

(3)

Cukup besar kemungkinannya


menghasilkan imbalan positif bagi
wirausahawan.

Suatu bisnis menguntungkan bila


PENDAPATAN
(Penjualan)

23

> BIAYA

Kode
EN-3.1-TR5
Topik 3.1.2
Transparan 5/30

Biaya dan struktur biaya produk

Biaya Bisnis

Minggu 1

Biaya dalam bisnis adalah nilai semua


masukan (atau faktor-faktor produksi)
yang habis dipakai untuk memproduksi
dan menjual produk, dan dipulihkan bila
produk dijual.
Untuk mengidentifikasi biaya bisnis:

Masukan (input) harus berkaitan


dengan barang dan jasa yang
diproduksi dan dijual;

Masukan menjadi biaya ketika dipakai,


bukan ketika dibeli; dan

Biaya dipulihkan ketika produk dijual.

24

Kode
EN-3.1-TR6
Topik 3.1.2
Transparan 6/30

Biaya dan struktur biaya produk

Mengidentifikasi biayabiaya bisnis

Minggu 1

Seorang pengecer jaket memesan jaket pendukung


sepak bola kepada seorang pengusaha konpeksi
dan menjual jaket itu di toko berlokasi strategis di
dekat rumah pribadinya.
Apakah yang tersebut di bawah ini biaya bisnis?
Ya/Bukan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Harga beli jaket yang dijual


Gaji wiraniaga toko
Tagihan listrik toko
Tas belanja
Tagihan tilpun rumah
Harga beli bangunan toko
Penyusutan bangunan toko
Kue ulang tahun buat istri
Tagihan air toko
Uang muka pembelian toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Angsuran bulanan pembelian toko
Uang sekolah anak-anak
Tagihan tilpun toko
Iuran keamanan komplek pertokoan
Tagihan listrik rumah

25

Kode
EN-3.1-TR7
Topik 3.1.2
Transparan 7/30

Biaya dan struktur biaya produk

Kategori Biaya

Minggu 1

Biaya pada umumnya diklasifikasikan ke dalam:

Biaya produk, mencakup semua biaya yang


diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa.
o Bahan langsung adalah semua bahan yang
menjadi bagian tak terpisahkan dari produk jadi
dan bisa langsung diperhitungkan dalam biaya
produk.
o Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja
yang langsung terlibat dalam pembuatan atau
produksi produk jadi.
o Overhead pabrik mencakup semua biaya
manufaktur yang tidak bisa dikaitkan langsung
pada sesuatu produk, atau semua biaya
manufaktur kecuali bahan langsung dan tenaga
kerja langsung. Overhead pabrik meliputi bahan
tak langsung, tenaga kerja tak langsung dan
biaya-biaya tak langsung lainnya (sewa ruangan,
asuransi, penyusutan).

Biaya operasional, terdiri atas


(1) Biaya penjualan, biaya-biaya untuk melakukan
penjualan dan menyerahkan produk; dan
(2) Biaya administrasi dan umum, biaya-biaya untuk
pengarahan, pengendalian, dan administrasi
perusahaan.

(3) Biaya dana, atau bunga yang dibayar untuk


meminjam uang dari bank, lembaga keuangan dan
kreditur lain.
26

Kode
EN-3.1-TR8
Topik 3.1.2
Transparan 8/30

Biaya dan struktur biaya produk

Klasifikasi biaya bisnis

Minggu 1

Pengusaha pabrik jus jeruk membeli jeruk dari


petani, memproduksi jus jeruk dalam botol di suatu
kawasan industri kecil dan menjualnya melalui tokotoko pengecer lokal.
Kelompokkan biaya-biaya berikut ini ke dalam biaya
produk, biaya operasional, atau bukan keduaduanya?
P/O
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Jeruk segar
Botol
Bahan bakar mobil pengangkut
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Alat-alat tulis kantor
Penyusutan mesin pemeras
Sewa ruang dan bangunan pabrik
Kontrak pemeliharaan mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Tagihan tilpun pabrik
Gaji staf administrasi
Tagihan air pabrik
Label
Komisi penjualan untuk toko-toko pengecer
Tagihan listrik pabrik
Pemanis, vitamin dan adonan lain

27

Kode
EN-3.1-TR9
Topik 3.1.2
Transparan 9/30

Biaya dan struktur biaya produk

Perilaku Biaya

Minggu 1

Biaya bisa diklasifikasikan ke dalam biaya variabel,


biaya tetap dan biaya semi-variabel.
Biaya variabel adalah biaya yang berubah
sebanding dengan kegiatan bisnis. Biaya variabel
per unit produk adalah konstan. Contoh biaya
variabel adalah bahan baku yang akan meningkat
sebanding dengan peningkatan produksi. Bila
produksi berhenti dan tidak ada produk yang dibuat,
biaya bahan baku adalah nol.
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak
berubah dengan perubahan kegiatan bisnis, dalam
periode waktu atau volume produksi tertentu. Biaya
tetap konstan per satuan waktu. Contoh biaya tetap
adalah biaya penyusutan yang tetap merupakan
biaya meskipun produksi berhenti.
Biaya semi-variabel memiliki elemen-elemen biaya
variabel dan biaya tetap. Contoh biaya semi-variabel
adalah listrik dengan beban minimum yang tetap
dibayar dan meningkat sejalan dengan peningkatan
produksi dan kegiatan usaha. Biaya semi-variabel
biasanya diklasifikasikan ke dalam biaya tetap atau
biaya variabel.

28

Kode
EN-3.1-TR10
Topik 3.1.2
Transparan
10/30

Biaya dan struktur biaya produk

Biaya Tetap dan Biaya


Variabel

Minggu 1

Sebuah bengkel mobil menyediakan jasa perawatan


rutin, perbaikan bodi, pengecatan bodi dan salon
mobil kepada pemilik-pemilik mobil pribadi dan
para penjual mobil bekas.
Kelompokkan biaya-biaya berikut ini hanya ke
dalam biaya tetap dan biaya variabel.
T/V
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Cat mobil, pengencer cat


Kawat las, dempul
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Suku cadang mobil (busi, sabuk, dsbnya.)
Minyak pelumas
Tagihan listrik bengkel
Penyusutan bangunan bengkel
Penyusutan pembangkit listrik
Penyusutan alat las
Tagihan tilpun bengkel
Gaji pembantu bengkel
Tagihan air bengkel
Bahan bakar pembangkit listrik
Kertas gosok, gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot cat
Peralatan bengkel lainnya
Alat-alat tulis kantor

29

Kode
EN-3.1-TR11
Topik 3.1.3
Transparan
11/30

Teknik-teknik penetapan harga jual

Penetapan harga jual

Minggu 1

Penetapan harga jual (pricing) adalah proses


menentukan berapa yang harus diterima perusahaan
untuk produk yang dihasilkannya.
Tujuan penetapan harga jual meliputi:
(1) Mencapai sasaran keuangan (kemampulabaan),
misalnya memaksimumkan laba jangka-pendek dan
jangka panjang, mempertahankan pertumbuhan dan
kelangsungan hidup perusahaan, meningkat-kan
volume
penjualan
dan
nilai
penjualan,
memaksimumkan contribution margin, dsbnya.
(2) Untuk memastikan bahwa harga jual kompetitif dan
pelanggan mau membeli produk, misalnya berusaha
agar dianggap adil oleh pelanggan dan pelanggan
potensial, menandingi harga pesaing, memperoleh
keunggulan bersaing, dsbnya.
(3) Menunjang penempatan produk di pasar dan
konsisten dengan variabel-variabel lain dalam bauran
pemasaran (4-Ps), misalnya memperbaiki citra
perusahaan, merek, atau produk, membuat produk
tampak", mempertahankan kepemimpinan harga,
meningkatkan pangsa pasar, memperoleh atau
mempertahankan
kesetiaan
dan
antusiasme
distributor dan tenaga penjualan lainnya, menciptakan minat dan daya tarik produk, dsbnya.

30

Kode
EN-3.1-TR12
Topik 3.1.3
Transparan
12/30

Teknik-teknik penetapan harga jual

Metode penetapan harga jual

Minggu 1

Cost-plus pricing adalah metode penetapan harga jual


yang paling umum dipakai, yaitu hanya menghitung biaya
produk dan menambahkan mark-up (dinyatakan dalam
angka mutlak atau persentase) untuk mencapai harga
jual. Biaya produk mencakup semua biaya produksi dan
biaya operasional.
Market-based pricing yaitu penetapan harga jual dengan
mempertimbangkan respon pelanggan kepada berbagai
tingkat harga, persepsi konsumen terhadap nilai produk,
dan juga respon pesaing. Respon pesaing yang mungkin
adalah pemotongan harga, masuk dan keluar dari industri.
Contribution pricing pada dasarnya adalah metode yang
berdasarkan biaya tetapi juga mempertimbangkan harga
pasar yang berlaku, dengan fokus memaksimum-kan
contribution margin (harga jual minus biaya variabel per
unit), untuk menutup biaya tetap yang besar, meli-puti
biaya overhead (overhead pabrik, overhead kantor, gaji
tetap, dan biaya-biaya tetap lainnya). Metode contribution
pricing
juga
dipakai
untuk
mencapai
sasaran
kemampulabaan (profitability) dengan memak-simumkan
pemanfaatan harta fisik dan sumberdaya manusia.

31

Kode
EN-3.1-TR13
Topik 3.1.3
Transparan
13/30

Metode penetapan harga jual

Penetapan harga jual

Minggu 1

Sebuah percetakan kecil menggunakan mesin cetak


yang canggih dan mempekerjakan karyawan yang
sangat terampil. Percetakan dapat memproduksi
barang-barang cetakan bermutu tinggi dan artistik,
tapi kebanyakan berdasarkan pesanan. Untuk
memaksimumkan harta yang produktif dan
sumberdaya manusia dimilikinya, usaha percetakan
kecil ini juga memproduksi barang-barang cetakan
standar yang murah.
Metode penetapan harga apakah yang paling
sesuai untuk produk-produk berikut ini?
Cost plus/marketbased/contribution
pricing
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)

32

Kode
EN-3.1-TR14
Topik 3.1.4
Transparan
14/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Kemampulabaan Usaha Kecil

Minggu 1

Bisnis menguntungkan jika

PENDAPATAN
(Penjualan)

> BIAYA

Pastikan untuk mencakup SEMUA biaya yang


relevan untuk memproduksi dan menjual produk,
apakah biaya-biaya itu adalah biaya produk atau
biaya operasional, biaya tetap atau biaya
variabel.
Kemampulabaan bisa ditingkatkan tidak hanya
dengan
peningkatan
harga
jual
atau
penghematan biaya, tetapi juga dengan
meningkatkan JUMLAH PENJUALAN atau
KEGIATAN BISNIS.
Meskipun laba per unit produk penting,
khususnya dalam penetapan harga jual, LABA
MENYELURUH (sebagaimana tercermin dalam
laporan laba-rugi) lebih relevan untuk menilai
kemampulabaan bisnis.

33

Kode
EN-3.1-TR15
Topik 3.1.4
Transparan
15/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Laba per Unit Produk: Apa


maknanya?

Minggu 1

Sebuah usaha sortasi limbah dapat


menjual limbah plastik terseleksi kepada
pabrik daur ulang plastik seharga Rp. 2.000
per kg dan limbah kertas terseleksi kepada
pabrik daur ulang kertas seharga Rp. 1.200
per kg.
1
kg
limbah
plastik
terseleksi
memerlukan 1 kg limbah plastik @ Rp.
900, atau Rp. 1.200.
1
kg
limbah
kertas
terseleksi
memerlukan 1-1/9 kg limbah kertas @
Rp. 450, atau Rp. 500.
Apakah
bisnis
menguntungkan?

sortasi

34

limbah

itu

Kode
EN-3.1-TR16
Topik 3.1.4
Transparan
16/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Proyeksi laba-rugi untuk


usaha perdagangan

Minggu 1

Proyeksi laba-rugi Usaha perdagangan


1.
2.
3.
4.

Penjualan
XXXXX
1
Harga pokok penjualan
- XXXX
Laba kotor
XXXX
2
Biaya-biaya lain :
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum
X
Bahan bakar
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
XXX
6. Bunga
X
7. Laba sebelum pajak
XX
Catatan:
1

Harga pokok penjualan = Harga beli per unit x kuantitas


penjualan
2
Semua biaya periode

35

Kode
EN-3.1-TR17
Topik 3.1.4
Transparan
17/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Proyeksi laba-rugi untuk


usaha manufaktur

Minggu 1

Proyeksi laba-rugi Usaha manufaktur


1.
2.
3.
4.

Penjualan
XXXXX
1
Biaya langsung barang
- XXXX
Marjin kotor
XXXX
2
Biaya-biaya lain :
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum
X
Bahan bakar
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
XXX
6. Bunga
X
7. Laba sebelum pajak
XX
Catatan:
1

Biaya langsung barang = Biaya langsung barang per unit x


kuantitas penjualan
Biaya langsung barang mencakup bahan baku, komponen, dan
barang-barang lain yang benar-benar berubah sebanding
dengan kuantitas produksi/penjualan.
2
Semua biaya periode

36

Kode
EN-3.1-TR18
Topik 3.1.4
Transparan
18/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Proyeksi laba-rugi untuk


usaha jasa

Minggu 1

Proyeksi laba-rugi Usaha jasa


1.
2.
3.
4.

Penjualan
XXXXX
1
Biaya langsung penjualan
- XXXX
Marjin kotor
XXXX
2
Biaya-biaya lain :
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum
X
Bahan bakar
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
XXX
6. Bunga
X
7. Laba sebelum pajak
XX
Catatan:
1

Biaya langsung penjualan = Biaya langsung penjualan per unit x


kuantitas penjualan
Biaya langsung penjualan mencakup barang perlengkapan dan
barang-barang lain yang berubah sebanding dengan kegiatan
bisnis.
2
Semua biaya periode

37

Kode
EN-3.1-HO1

Handout
Unit Pembelajaran 3.1

BIAYA, HARGA JUAL dan LABA

HO 1

1. Biaya Bisnis
Biaya dalam bisnis adalah nilai semua masukan (atau faktor-faktor produksi) yang habis
dipakai untuk memproduksi dan menjual produk (bisa berupa barang atau jasa), dan dipulihkan
bila produk dijual. Faktor-faktor produksi mencakup bahan langsung, tenaga kerja,
bangunan, mesin, listrik, jasa, modal, dsbnya, yang juga dipakai kegiatan bisnis. Untuk
mengidentifikasi biaya barang atau jasa, ada sekurang-kurangnya tiga hal yang perlu
dipastikan, yaitu:
(a) Masukan (input) harus berkaitan dengan barang dan jasa yang diproduksi dan dijual
(pengeluaran pribadi bukan biaya bisnis). Sebagai contoh, ongkos taxi untuk mengambil
contoh produk adalah biaya, tapi biaya taxi tambahan untuk rekreasi keluarga setelah
mengambil contoh produk bukan biaya;
(b) Masukan menjadi biaya ketika dipakai, bukan ketika dibeli (penyusutan dan pembebanan
uang muka merupakan biaya meskipun tidak ada pembayaran). Biaya berbeda dengan
pengeluaran kas atau biaya tunai, yaitu pengeluaran kas untuk membeli dan mekai suatu
sumberdaya. Biaya adalah nilai uang sumberdaya ketika digunakan. Sebagai contoh,
pengeluaran kas terjadi ketika mesin dibeli, tetapi biaya mesin dibebankan sepanjang masa
aktif mesin, dalam bentuk penyusutan; dan
(c) Biaya dipulihkan ketika produk dijual (nilai produk yang tidak terjual terbawa pada
persediaan akhir). Sebagai contoh, harga beli 400 jaket adalah biaya bagi pedagang jaket.
Tapi jika hanya 320 unit yang dijual, hanya biaya 320 unit itu yang dipulihkan atau diganti
oleh penjualan. Laporan laba-rugi hanya menyangkut biaya yang dipulihkan.

2. Kategori Biaya
Biaya bisnis diklasifikasikan atas dasar kaitannya dengan produk (barang atau jasa) sebagai
berikut:

Biaya produk, mencakup semua biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau
jasa. Untuk bisnis perdagangan, biaya produk adalah harga beli barang dagangan.

Biaya operasional, selanjutnya diklasifikasikan ke dalam biaya penjualan (periklanan,


komisi penjualan) dan biaya administrasi dan umum (perlengkapan kantor, komunikasi,
gaju manajemen, dsbnya.)

Biaya uang, atau bunga yang dibayar untuk meminjam uang dari bank, lembaga keuangan
dan kreditur lainnya.

Biaya produk adalah jumlah dari tiga komponen, yaitu (1) bahan langsung, (2) tenaga kerja
langsung dan (3) overhead pabrik.
(1) Bahan langsung adalah semua bahan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari produk
jadi dan yang bisa langsung diperhitungkan dalam biaya produk. Contohnya kayu untuk
membuat mebel dan pelat baja untuk membuat bodi mobil.

38

(2) Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang langsung terlibat dalam pembuatan atau
produksi produk jadi, misalnya tenaga terampil dan tenaga kasar yang ditugaskan
memproduksi produk tertentu. Contohnya tukang kayu pada pabrik mebel dan tukang las
pada pabrik karoseri.
(3) Overhead pabrik mencakup semua biaya manufaktur yang tidak bisa dikaitkan langsung
pada sesuatu produk, atau semua biaya manufaktur kecuali bahan langsung dan tenaga
kerja langsung. Overhead pabrik meliputi (a) bahan tak langsung, (b) tenaga kerja tak
langsung dan (c) biaya-biaya tak langsung lainnya, seperti penyusutan.
(a) Bahan tak langsung adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu
produk yang jumlah pemakaiannya sangat terbatas sehingga kurang berarti bila
diperlakukan sebagai bahan langsung. Contohnya listrik, minyak pelumas, majun
pembersih, sikat di pabrik.
(b) Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja yang tidak secara langsung tampak
pada bentuk atau komposisi produk jadi. Contohnya biaya tenaga kerja pengawas,
tenaga administrasi gudang, pembersih ruangan, tenaga pemeliharaan.
(c) Penyusutan adalah beban penggunaan aktiva fisik untuk membuat produk. Biaya
penyusutan mesin adalah biaya perolehan mesin dibagi dengan jumlah tahun pada usia
penyusutannya berapapun jumlah barang yang diproduksi. Mesin, peralatan, bangunan
dan aktiva fisik lainnya, kecuali tanah, disusutkan. Untuk aktiva non-fisik atau aktiva tak
berwujud (seperti biaya hukum, perizinan, promosi awal dan biaya pra-operasi lainnya,
dsbnya.) biaya penyusutannya disebut amortisasi.
Biaya operasional (biaya komersial) terdiri atas (1) biaya penjualan (juga disebut baya
pemasaran atau biaya distribusi) dan (2) biaya administrasi dan umum (atau biaya
administrasi saja).
(1) Biaya penjualan mulai ketika biaya manufaktur (biaya produk) di atas berakhit, yaitu, ketika
produksi selesai dan produk siap dijual. Biaya penjualan mencakup biaya-biaya untuk
menjual dan menyerahkan produk. Biaya penjualan bisa mencakup gaji tenaga penjualan,
biaya perjalanan mereka, komisi penjualan, biaya pembuatan contoh, penyusutan atau
sewa kantor penjualan, biaya transportasi, periklanan, dsbnya.
(2) Biaya administrasi dan umum mencakup semua biaya untuk manajemen dan
administrasi organisasi perusahaan. Beberapa di antaranya adalah alokasi biaya overhead
pabrik atau biaya penjualan. Contohnya gaji manajemen, gaji staf kantor, alat tulis dan
cetak, komunikasi tilpun dan internet, penyusutan kantor atau sewa kantor, biaya hukum,
biaya audit, dsbnya.
Biaya uang, biasanya bunga pinjaman (kredit) dalam dua bentuk, yaitu bunga flat (flat rate), di
mana bunga dihitung atas dasar pokok pinjaman awal, dan bunga menurun (declining rate)
yang dihitung atas dasar sisa pinjaman. Bunga flat 12% selama 12 bulan untuk pinjaman 12
juta adalah 1% per bulan atau Rp. 120.000 per bulan atau seluruhnya Rp. 1.440.000 per tahun
meskipun pokok pinjaman terus menurun dengan pembayaran angsuran bulanan. Dengan
demikian bunga flat 12% per tahun akan sama dengan bunga atas dasar sisa pinjaman 22.15%
per tahun.

3. Perilaku Biaya
Biaya bisnis bisa diklasifikasikan atas dasar perilaku biaya ke dalam biaya variabel, biaya
tetap dan biaya semi-variabel.

39

(1) Biaya variabel adalah biaya yang berubah sebanding dengan kegiatan bisnis. Contohnya
bahan baku yang pemakaiannya meningkat dengan peningkatan yang berkaitan langsung
dengan peningkatan produksi. Jika satu tempat tidur memerlukan kayu 0,4 M3,
memproduksi 2 tempat tidur membutuhkan 0,8 M3 kayu, 10 tempat tidur 4 M3 kayu, dsbnya.
Bila produksi berhenti dan tidak ada produk yang dibuat, biaya bahan baku adalah nol.
(2) Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah dengan perubahan kegiatan
bisnis, dalam periode waktu atau volume produksi tertentu. Biaya tetap oleh karena juga
disebut biaya periode (period cost). Contoh biaya tetap adalah sewa dan biaya penyusutan
yang tetap merupakan biaya meskipun produksi berhenti.
(3) Biaya semi-variabel memiliki elemen-elemen biaya variabel dan biaya tetap. Contoh biaya
semi-variabel adalah listrik dengan beban minimum yang tetap dibayar meskipun listrik
dipadamkan ketika produksi nol. Banyak biaya termasuk dalam kategori ini, tetapi metode
direct costing menghendaki semua biaya hanya diklasifikasikan ke dalam biaya tetap atau
biaya variabel.

4. Metode penetapan harga jual


Penetapan harga jual (pricing) adalah proses menentukan berapa yang harus diterima
perusahaan untuk produk yang dihasilkannya. Penetapan harga jual menyangkut harga satu
botol kecap, biaya kursus montir atau ongkos perbaikan yang harus dibayar pemilik mobil.
Tujuan penetapan harga jual meliputi:
(1) Mencapai sasaran keuangan (kemampulabaan), misalnya memaksimumkan laba jangkapendek dan jangka panjang, mempertahankan pertumbuhan dan kelangsungan hidup
perusahaan, mencapai sasaran return on investment (ROI = Laba Bersih/Modal Investasi)
atau profit margin (PM = Laba Bersih/Penjualan), meningkatkan volume penjualan dan nilai
penjualan, memaksimumkan contribution margin (CM = harga jual dikurangi biaya variabel
per unit), dsbnya. ROI dan PM akan dibahas dalam Modul 4, contribution margin akan
dibahas pada butir 5 berikut ini.
(2) Untuk memastikan bahwa harga jual kompetitif dan pelanggan mau membeli produk,
misalnya berusaha agar dianggap adil oleh pelanggan dan pelanggan potensial,
menandingi harga pesaing, memperoleh keunggulan bersaing, dsbnya. Pelanggan akan
menerima harga lebih tinggi untuk mutu yang lebih baik atau pelayanan yang meningkat.
(3) Menunjang penempatan produk di pasar dan konsisten dengan variabel-variabel lain
dalam bauran pemasaran (4-Ps), misalnya memperbaiki citra perusahaan, merek, atau
produk, membuat produk tampak", mempertahankan kepemimpinan harga (price
leadership), meningkatkan pangsa pasar, memperoleh atau mempertahankan kesetiaan
dan antusiasme distributor dan tenaga penjualan lainnya, menciptakan minat dan daya tarik
produk, dsbnya. Sebagai contoh, produk untuk pelanggan berpendapatan tinggi mungkin
perlu diberi merek berbeda dan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan produk sejenis
yang dijual kepada kelompok pelanggan berpendapatan rendah.
Ada tiga metode penetapan harga jual, yang klasifikasinya berdasarkan biaya produksi dan
biaya distribusi di samping harga pasar yang berlaku.
(1) Cost-plus pricing adalah metode penetapan harga jual yang paling umum dipakai, yaitu
hanya menghitung biaya produk dan menambahkan mark-up (dinyatakan dalam angka
mutlak atau persentase) untuk mencapai harga jual. Biaya produk mencakup semua biaya
produksi dan biaya operasional; semua biaya tetap, biaya variabel dan semi-variabel. Markup harus mencakup semua biaya tambahan dan laba bagi wirausahawan.

40

(2) Market-based pricing yaitu penetapan harga jual dengan mempertimbangkan respon
pelanggan kepada berbagai tingkat harga, persepsi konsumen terhadap nilai produk, dan
juga respon pesaing. Respon pesaing yang mungkin adalah pemotongan harga, masuk dan
keluar dari industri.
(3) Contribution pricing pada dasarnya adalah metode yang berdasarkan biaya tetapi juga
mempertimbangkan harga pasar yang berlaku, dengan fokus memaksimumkan contribution
margin (harga jual minus biaya variabel per unit), untuk menutup biaya tetap yang besar,
meliputi biaya overhead (overhead pabrik, overhead kantor, gaji tetap, dan biaya-biaya
tetap lainnya). Metode contribution pricing juga dipakai untuk mencapai sasaran
kemampulabaan (profitability) dengan memaksimumkan pemanfaatan aktiva fisik
(bangunan, mesin, peralatan) dan sumberdaya manusia, karena kapasitasnya tidak bisa
disimpan atau akan habis dengan berakhirnya waktu.
Diskon harga bisa menjadi alat yang efektif untuk bisnis baru atau produk baru untuk
memasuki pasar. Diskon harga yang umum dipakai adalah harga promosi, diskon volume,
diskon perdagangan dan diskon tunai.
(1) Harga promosi adalah harga yang dikurangi untuk memperkenalkan produk baru ke pasar
yang lama atau produk lama ke pasar yang baru.
(2) Diskon volume adalah pengurangan harga yang diberikan untuk pembelian dalam jumlah
besar untuk memaksimumkan pemanfaatan aktiva fisik dan sumberdaya manusia.
(3) Diskon perdagangan adalah diskon harga agar para pedagang perantara (distributor,
agen, pengecer) tertarik untuk ikut memasarkan produk.
(4) Diskon tunai adalah diskon yang diberikan kepada pelanggan yang membayar tunai atas
barang yang dijual secara kredit.

5. Kalkulasi Laba
Laba adalah pendapatan (penjualan) perusahaan dikurangi biaya-biaya seperti upah, sewa,
bahan bakar, bahan langsung, bunga dan penyusutan. Biaya meliputi biaya produk, biaya
operasional dan bunga.
Bisnis baru umumnya adalah usaha skala kecil. Pendekatan direct costing dapat memotivasi
usaha skala kecil untuk meningkatkan jumlah penjualan sejak awal operasinya karena hal-hal
berikut ini:
(1) Kecuali untuk produk-produk yang sangat inovatif, usaha skala kecil hanya bisa mengikuti
harga yang ditentukan oleh pasar atau cenderung menjadi price takers, dan tidak bisa
mempengaruhi harga pasar.
(2) Usaha skala kecil juga kurang atau tidak bisa mengendalikan harga barang dan jasa yang
dibutuhkannya (bahan langsung, upah), tapi hal ini tidak berarti usaha skala kecil tidak bisa
mengendalikan biayanya.
(3) Sangat relevan bagi usaha kecil meningkatkan volume penjualan untuk meningkatkan
kemampulabaannya, dalam batas-batas kejenuhan pasar dan/atau kemampuan
finansialnya menjual produk secara kredit dan menyediakan persediaan antisipatif.
Untuk alasan-alasan di atas, hal-hal terpenting dalam menilai kemampulabaan usaha skala
kecil adalah:

41

(1) Pastikan untuk mencakup SEMUA biaya yang relevan untuk memproduksi dan menjual
produk, apakah biaya-biaya itu adalah biaya produk atau biaya operasional, biaya tetap
atau biaya variabel.
(2) Kemampulabaan bisa ditingkatkan tidak hanya dengan peningkatan harga jual atau
penghematan biaya, tetapi juga dengan meningkatkan JUMLAH PENJUALAN atau
KEGIATAN BISNIS.
(3) Meskipun laba per unit produk penting, khususnya dalam penetapan harga jual, LABA
MENYELURUH (sebagaimana tercermin dalam laporan laba-rugi) lebih relevan untuk
menilai kemampulabaan bisnis.
Proyeksi laba-rugi untuk usaha skala kecil. Format umum laporan laba-rugi bisa dipakai
untuk proyeksi laba-rugi usaha skala kecil di sektor perdagangan, di mana harga pokok
penjualan adalah harga beli barang dagangan:
Proyeksi laba-rugi Usaha perdagangan
Penjualan
Harga pokok penjualan (Harga beli barang dagangan)
Laba kotor
Biaya-biaya lain:
Upah/gaji
Penyusutan
Sewa
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
Periklanan/promosi
+
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

XX
XX
XX
XX
X
XX
XXX

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Jika harga beli konstan maka harga pokok penjualan adalah harga beli barang dikalikan jumlah
penjualan. Untuk usaha dagang multi-produk, harga pokok penjualan adalah jumlah harga
pokok penjualan semua produk. Usaha dagang barang konsumen seperti mini-market
menangani terlalu banyak produk untuk diperlakukan secara individual. Pendapatan dinyatakan
dalam nilai uang, dan dikelompokkan atas dasar kategori produk dan bukan masing-masing
produk. Harga pokok penjualan bisa dihitung atas dasar markup yang umum untuk masingmasing kategori produk.
Untuk usaha skala kecil di sektor manufaktur, format of proyeksi laba-rugi bisa disesuaikan
untuk menghindari permasalahan alokasi biaya. Seperti dibahas dalam pendekatan direct
costing, biaya produk hanya terdiri atas bahan langsung plus tenaga kerja langsung dan biaya
overhead variabel, disebut biaya langsung barang.

42

Proyeksi laba-rugi Usaha manufaktur


Penjualan
Biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya-biaya lain:
XX
Upah/gaji
XX
Penyusutan
XX
Sewa
XX
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
X
Periklanan/promosi
+
XX
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
XXX
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Biaya langsung barang adalah biaya langsung barang per unit dikalikan dengan jumlah barang
yang terjual. Biaya-biaya lain mencakup semua biaya di luar biaya langsung barang.
Untuk usaha skala kecil di sektor jasa (penilai, konsultan), biaya langsung penjualan biasanya
hanya terdiri atas barang perlengkapan yang merupakan bagian kecil dari biaya produk.
Proyeksi laba-rugi Usaha jasa
Penjualan
Biaya langsung penjualan
Marjin kotor
Biaya-biaya lain:
Upah/gaji
Penyusutan
Sewa
Sarana umum (listrik, tilpun, air)
Periklanan/promosi
+
dsbnya.
Jumlah biaya-biaya lain
5. Laba sebelum bunga dan pajak
6. Bunga
7. Laba sebelum pajak
1.
2.
3.
4.

XX
XX
XX
XX
X
XX
XXX

XXXXX
XXXX
XXXX

XXX
XXX
X
XX

Biaya langsung penjualan adalah biaya langsung per unit dikalikan jumlah penjualan. Biayabiaya lain mencakup semua biaya produksi dan biaya operasional di luar biaya langsung
penjualan.

43

Kode
EN-3.1TN3
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.1
Minggu 1
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual
Mencek pemahaman mahasiswa tentang perhitungan biaya,
penetapan harga jual dan penilaian kemampulabaan

Langkah-langkah

Waktu

Bagi kelas menjadi 5 (lima) kelompok. Bagikan


EN-3.1-AG1. Masing-masing kelompok
mengerjakan satu kasus, konsisten dengan
pengelompokan pada sesi sebelumnya:

Metode

Bahan

45 Latihan
kelompok

Flipchart

30 Presentasi
kelompok

Papan tulis
atau flipchart

EN-3.1-AG1

Kelompok 1: Toko jaket usaha dagang


Kelompok 2: Pabrik jus jeruk bisnis manufaktur
produk tunggal
Kelompok 3: Bengkel mobil bisnis jasa
Kelompok 4: Percetakan kecil bisnis manufaktur
multi-produk
Kelompok 5: Sortasi limbah pemasok barang
industri
Tugas masing-masing kelompok sebagai berikut:
(1) Mengidentifikasi biaya (biaya produk, biaya
operasional, biaya variabel, biaya tetap)
dan menilai harga jual (cost plus, marketbased, contribution pricing);
(2) menghitung pendapatan atas dasar
rencana penjualan;
(3) menghitung biaya untuk memastikan
semua biaya tercakup dan yang bukan
biaya dikeluarkan;
(4) membuat proyeksi laba-rugi pada flipchart,
dengan format sesuai jenis bisnis masingmasing kasus; dan
(5) menilai kemampulabaan masing-masing
kasus.
Masing-masing kelompok mengacu pada EN-3.1HO1 yang dibagikan pada sesi sebelumnya.
Masing-masing kelompok mempresentasikan
kemampulabaan masing-masing kasus. Waktu
presentasi untuk masing-masing kelompok 5 - 10
menit.
Dalam sisa waktu kelompok lain dan dosen
mengulas hasil kerja masing-masing kelompok.
Jelaskan catatan-catatan pada Solusi Latihan
Kelompok di bawah ini.

44

Solusi Latihan Kelompok


Toko jaket:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penjualan
Harga pokok penjualan:
Jaket pendukung sepak bola
Tas belanja (hanya untuk penjualan biasa)
Jumlah harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya lain:
Gaji wiraniaga toko
Penyusutan bangunan toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

320
80

100.000
55.000

32.000.000
4.400.000
36.400.000

400
320

55.000
500

22.000.000
160.000
22.160.000
14.240.000
2.800.000
2.000.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
9.140.000
5.100.000

Catatan:
(1) Tas belanja:
Penjualan diskon tidak menggunakan tas belanja sehingga kuantitas yang dibutuhkan 320
buah, bukan 400 buah.
(2) Penyusutan bangunan toko:
Harga bangunan toko Rp. 240 juta. Biaya penyusutan per bulan Rp. 2 juta (Rp. 240 juta
dibagi 120 atau jumlah bulan dalam 10 tahun).
(3) Tanah:
Tanah tidak disusutkan, nilai tanah (Rp. 65 juta) akan masuk ke dalam neraca dan akan
tetap konstan.
(4) Uang muka dan angsuran bulanan:
Uang muka (Rp. 53 juta) dan angsuran bulanan (Rp. 7.000.000) adalah pembayaran tunai
tapi bukan biaya sehingga tidak dimasukkan ke dalam proyeksi laba-rugi. Biaya yang
dimasukkan adalah penyusutan bangunan toko.
(5) Kontribusi penjualan diskon:
Penjualan diskon menutup kurang-lebih separuh dari biaya-biaya tetap. Tanpa penjualan
diskon, laba sebelum pajak hanya Rp. 700.000 bukan Rp. 5.100.000.

45

Pabrik jus jeruk:


PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan kotor
Komisi penjualan (10%)
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Jeruk
Adonan
Botol
Label
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Sewa ruang dan bangunan pabrik
Penyusutan mesin pemeras
Kontrak pemeliharaan mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

6.000

15.000

90.000.000
9.000.000
81.000.000

10.800
6.000
6.000
6.000

4.200
1.500
600
100

45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
58.560.000
22.440.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
3.000.000
2.000.000
600.000
1.750.000
1.250.000
1.800.000
700.000
17.100.000
5.340.000

Catatan:
(1) Penyusutan mesin pemeras:
Harga mesin pemeras Rp. 120 juta. Biaya penyusutan per bulan Rp. 2 juta (Rp. 120 juta
dibagi 60 atau jumlah bulan dalam 5 tahun).
(2) Uang muka mesin pemeras:
Uang muka (Rp. 24 juta) dan angsuran bulanan mesin pemeras (Rp. 4 juta per bulan)
bukan biaya, melainkan pengeluaran kas. Biaya dalam proyeksi laba-rugi adalah biaya
penyusutan.
(3) Sewa ruang pabrik:
Sewa ruang pabrik sudah diabayar untuk 12 bulan (Rp. 36.000.000), biaya sewa per bulan
is Rp. 3.000.000.
(4) Kontrak pemeliharaan:
Kontrak pemeliharaan sudah dibayar di muka untuk 6 bulan (Rp. 3.600.000), biaya per
bulan Rp. 600.000.
(5) Pembelian kembali botol kosong:
Di samping keprihatinan terhadap masalah lingkungan, pembelian kembali botol kosong
juga menyangkt alasan biaya. Produk menjadi lebih murah bagi produsen maupun
konsumen.

46

Bengkel mobil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekass
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekass
Jumlah penjualan
Biaya langsung penjualan:
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil
Jumlah biaya langsung penjualan
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Penyusutan bangunan bengkel
Penyusutan pembangkit listrik
Penyusutan peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Bahan bakar pembangkit listrik
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

10
15
15
10
5
10
30

250,000
150.000
300.000
900.000
2.000.000
300.000
250.000

2,500,000
2.250.000
4.500.000
9.000.000
10.000.000
3.000.000
7.500.000
38.750.000

25
15
10
5
40

0
170.000
400.000
1.060.000
150.000

0
2.550.000
4.000.000
5.300.000
6.000.000
17.850.000
20.900.000
4.500.000
2.500.000
300.000
1.500.000
500.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
670.000
800.000
275.000
16.595.000
4.305.000

Catatan:
(1) Pedagang mobil bekas:
Pedagang mobil bekas adalah pelanggan khusus. Untuk pelanggan ini, ongkos jasa untuk
tune-up mesin dan salon mobil lebih rendah dan pembayaran tidak tunai. Hal ini
mencerminkan harapan dari wirausahawan bengkel atas penjualan besar.
(2) Tune-up mesin:
Tune-up mesin sering menyangkut penggantian suku cadang dan bengkel dapat
memperoleh komisi penjualan atau laba dari penggantian ini, sering atas beban pelanggan.
Wirausahawan bengkel ingin menunjukan kepada pelanggannya bahwa bengkel ini
memperoleh pendapatan hanya dari pelayanan yang bermutu.
(3) Biaya penyusutan bangunan bengkel, pembangkit listrik dan peralatan las:
Penyusutan bangunan bengkel Rp. 300.000 (Rp. 36 juta dibagi 120 atau jumlah bulan
dalam 10 tahun), pembangkit listrik Rp. 1.500.000 (Rp. 90 juta dibagi 60 atau jumlah

47

bulan dalam 5 tahun), dan peralatan las Rp. 500.000 (Rp. 30 juta dibagi 60 atau jumlah
bulan dalam 5 tahun).
(4) Angsuran bulanan untuk pembangkit listrik dan peralatan las:
Angsuran bulanan untuk pembangkit listrik (Rp. 10 juta) dan peralatan las (Rp. 5 juta)
adalah pengeluaran kas, bukan biaya.
(5) Alat penyemprot dan peralatan lain:
Alat penyemprot dan peralatan lain (Rp. 800.000) seharusnya disusutkan karena bisa
dipergunakan untuk jangka waktu lama. Tetapi nilainya terlalu kecil dan seluruhnya
dibebankan pada bulan pertama operasi.

48

Percetakan kecil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Jumlah penjualan
Biaya langsung barang:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Total biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Sewa bangunan toko
Penyusutan mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Computer dan peralatan lainnya
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

RP.

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

6.500
800
2.000
100
75
6.000
25
150
9.000

16.250.000
12.000.000
18.000.000
2.000.000
3.750.000
18.000.000
2.500.000
5.250.000
22.500.000
100.250.000

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

2.600
320
800
60
45
3.600
15
90
6.750

6.500.000
4.800.000
7.200.000
1.200.000
2.250.000
10.800.000
1.500.000
3.150.000
16.875.000
54.275.000
45.975.000
3.500.000
2.500.000
2.100.000
8.000.000
3.500.000
3.400.000
500.000
1.200.000
13.400.000
560.000
1.300.000
39.960.000
6.015.000

Catatan:
(1) Biaya langsung penjualan:
Biaya langsung penjualan adalah hasil estimasi yang wajar, angka-angka persentasenya
berasal dari kebijakan penetapan harga jual. Persentase yang tinggi untuk produk-produk
spesifik terkait dengan cost-plus pricing, persentase rendah untuk produk-produk standar
terkait dengan market-based pricing dan persentase terendah untuk peta kota terkait
dengan contribution pricing.

49

(2) Peta kota:


Harga rendah peta kota mencerminkan harapan wirausahawan atas pesanan berkelanjutan
atau volume penjualan yang besar. Marjin kontribusi per produk yang kecil akan
memberikan sumbangan besar untuk menutup biaya-biaya tetap jika volumenya besar.
(3) Penyusutan mesin cetak:
Biaya penyusutan mesin cetak Rp. 3.500.000 (Rp. 126 juta dibagi 36 atau jumlah bulan
dalam 3 tahun).
(4) Angsuran bulanan mesin cetak:
Angsuran bulanan mesin cetak (Rp. 42.000.000) adalah pengeluaran kas, bukan biaya.
(5) Computer dan alat penjilid, pemotong:
Computer dan alat penjilid, pemotong seharusnya disusutkan karena bisa dipergunakan
untuk jangka waktu lama. Tetapi nilainya terlalu kecil dan seluruhnya dibebankan pada
bulan pertama.

50

Sortasi limbah:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Limbah plastik
Limbah kertas
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji karyawan
Penyusutan biaya perbaikan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

RP.

18.000
2.700

2.000
1.000

36.000.000
2.700.000
38.700.000

24.000
3.000

900
450

21.600.000
1.350.000
22.950.000
15.750.000

1
1
1
1
1
1

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000
11.650.000
4.100.000

Catatan:
(1) Biaya langsung limbah plastik:
1 kg limbah plastik terseleksi memerlukan 1 kg limbah plastik @ Rp. 900, atau Rp. 1,200.
(2) Biaya langsung limbah kertas:
1 kg limbah kertas terseleksi memerlukan 1-1/9 kg limbah kertas @ Rp. 450, atau Rp. 500.
(3) Biaya peralatan Rp. 6.250.000 dibebankan pada bulan pertama.

51

Kode
EN-3.1-AG1
Topik 3.1.2-4
Tugas kelompok
1/3

Memahami dan mampu menghitung biaya serta


menetapkan harga jual

Latihan menghitung biaya dan menilai


kemampulabaan (profitability) bisnis

Minggu 1

Tujuan: Mahasiswa mampu menghitung biaya dan laba sebuah kasus bisnis.
Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Masing-masing kelompok mengerjakan satu
dari lima kasus bisnis berikut ini:

Toko jaket (jacket retailer).

Pabrik jus jeruk (orange juice bottler).

Bengkel mobil (car workshop).

Percetakan kecil (print shop).

Sortasi limbah (waste sorter).

Kelima kasus itu terlampir. Baca masing-masing kasus dengan cermat. Setiap
informasi yang terkandung di dalamnya sangat relevan, tidak hanya untuk latihan ini
tapi juga untuk latihan-latihan selanjutnya.
Tugas masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:
(1) mengidentifikasi biaya-biaya (biaya produk, biaya operasional, biaya variable,
biaya tetap) dan menilai cara penetapan harga jual (cost plus, market-based,
contribution pricing);
(2) menghitung nilai penjualan atas dasar rencana penjualan;
(3) menghitung biaya-biaya, dengan memastikan bahwa semua biaya tercakup
dan yang bukan biaya dikeluarkan;
(4) menyusun proyeksi laba-rugi pada flipchart, dengan format sesuai jenis usaha
masing-masing kasus; dan
(5) menilai kemampulabaan masing-masing kasus bisnis.
Bahan acuan adalah HANDOUT EN-3.1-HO1.
Waktu latihan adalah 45 menit, sesudah itu masing-masing kelompok harus
mempresentasikan kemampulabaan masing-masing kasus, menggunakan flipchart
yang disiapkan selama latihan kelompok.
Waktu presentasi masing-masing kelompok adalah 5 10 menit.
Setiap mahasiswa membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

52

Toko Jaket
Seorang wirausahawan membuka sebuah toko pengecer bulan depan. Produknya adalah
jaket untuk pendukung sepak bola. Dia merancang sendiri jaket itu dan memesan
produksinya pada seorang pengusaha konpeksi setempat. Harga beli jaket pendukung
sepak bola termasuk biaya angkutannya Rp. 55.000 per buah. Harga pasar jaket yang
sejenis berkisar dari Rp. 50.000 sampai Rp. 75.000, tapi wirausahawan itu yakin dia bisa
menjualnya seharga Rp. 100.000 per buah dengan rancangannya yang menarik. Alat
promosinya adalah tas belanja untuk setiap jaket. Harga tas belanja Rp. 500 per buah.
Tiga bulan ke depan adalah musim pertandingan bola. Untuk pertandingan-pertandingan
bulan depan dia telah menyiapkan 4 rancangan untuk 4 kesebelasan favorit dan memesan
400 buah untuk semua rancangan karena pengusaha konpeksi mempersyaratkan pesanan
minimum 100 buah per rancangan. Atas dasar pengalamannya bertahun-tahun sebagai
pelatih sepak bola dan sport events organizer, wirausahawan itu yakin dia bisa menjual
sekurang-kurangnya 80% dari jumlah yang dipesannya. Setelah pertandingan-pertandingan
sepak bola berakhir, dia berharap dapat menjual sisa jaket (80 buah) dengan harga beli,
yaitu Rp. 55.000 per buah (tanpa tas belanja), kepada pengecer-pengecer lain. Para
pengecer itu akan membayar dalam jangka waktu 30 hari setelah mereka menerimanya.
Wirausahawan itu membeli sebuah toko baru di komplek pertokoan dekat rumahnya. Harga
toko Rp. 305 juta, di mana Rp. 65 juta harga tanah dan Rp. 240 juta harga bangunan. Toko
sudah dilengkapi dengan sambungan air, listrik dan tilpun. Bangunan toko bisa dipakai
selama 10 tahun tanpa memerlukan pemeliharaan besar. Uang muka toko Rp. 53 juta dan
angsuran Rp. 7.000.000 per bulan selama 36 bulan.
Modal awalnya Rp. 61.300.000, di antaranya Rp. 53 juta sudah dipakai untuk membayar
uang muka toko dan Rp. 7 juta angsuran bulan pertama. Bulan depan wirausahawan itu
harus membayar angsuran bulan kedua. Bahan-bahan perlengkapan yang diperlukan toko
seperti tas belanja, faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko tersedia di pasar dan bisa
dibeli sewaktu-waktu diperlukan.
Biaya-biaya lain toko jaket meliputi:

Biaya
Gaji wiraniaga toko
Tagihan listrik
Tagihan air
Tagihan tilpun
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Biaya keamanan komplek pertokoan

53

Rp./bulan
2.800.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000

Pabrik Jus Jeruk


Sebuah pabrik jus jeruk ingin menyerap jeruk lokal yang produksinya berlimpah. Setelah
mengetahui gagasan bisnisnya menarik simpati masyarakat setempat, wirausahawan
pemiliknya membeli sebuah mesin yang dapat memproses jeruk menjadi jus jeruk dalam
botol. Harga mesin pemeras termasuk biaya pemasangannya Rp. 120 juta. Mesin itu bisa
dipakai selama 5 tahun. Wirausahawan harus membayar uang muka Rp. 24 juta, kemudian
angsuran Rp. 4 juta per bulan selama 24 bulan mulai bulan depan. Pemeliharaan mesin
dikontrakkan kepada penyalur mesin, dengan membayar Rp. 600.000 per bulan. Produksi
dilakukan di suatu kawasan industri kecil, dengan sewa pabrik Rp. 3.000.000 per bulan.
Setiap botol jus jeruk (600 cc) membutuhkan sekitar 1,8 kg jeruk @ Rp. 4,200 per kg,
karena jeruk yang dibeli dari petani harus diseleksi untuk memisahkan yang mutunya tidak
memenuhi syarat. Zat pemanis, vitamin dan adonan lain perlu ditambahkan dalam proses
produksi, dengan biaya Rp. 1.500 per botol. Harga jual setiap jus jeruk dalam botol Rp.
15.000 tetapi pabrik harus membayar komisi penjualan 10% kepada pengecer.
Wirausahawan yakin dengan harga jualnya. Harga jual jus jeruk yang diproduksi pabrikpabrik besar berkisar antara Rp. 9.500 sampai Rp. 12.500 per kaleng ukuran 300 cc,
sehingga akan berkisar antara Rp. 19.000 sampai Rp. 25.000 jika dikemas dalam botol.
Bulan depan pabrik jus jeruk akan memproduksi dan menjual 6.000 botol. Sekitar 90% dari
seluruh penjualan (Rp. 81 juta) dijual tunai sedangkan untuk 10% (Rp. 9 juta) selebihnya
pembayaran akan ditagih 30 hari setelah penyerahan. Harga botol Rp. 600 per buah. Biaya
label Rp. 100 per botol. Untuk menunjukkan keprihatinan pada masalah lingkungan, setiap
botol ditulisi dengan jelas bahwa pabrik akan membeli kembali botol kosong seharga Rp.
400 per buah. Seluruh produksi bulan depan akan menggunakan botol baru karena botolbotol pengembalian (diprakirakan sekitar 50%) akan diambil akhir bulan depan. Pabrik jus
jeruk itu akan menyewa mobil dengan sewa Rp. 1.750.000 per bulan untuk mengantarkan
jus jeruk dan menjemput botol kosong pengembalian.
Modal awal pabrik jus jeruk Rp. 65.400.000, di antaranya Rp. 24 juta sudah dipakai untuk
membayar uang muka mesin pemeras. Di samping membayar uang muka mesin, modal
awal juga dipakai untuk membayar sewa pabrik selama 1 tahun (Rp. 36.000.000) dan
kontrak pemeliharaan mesin selama 6 bulan (Rp. 3.600.000). Persyaratan yang disepakati
dalam kontrak pemeliharaan adalah bahwa kontrak pemeliharaan bisa diperpanjang sampai
satu tahun bila pemeliharaan juga mencakup pelatihan kepada para operator mesin pabrik.
Jeruk dan bahan-bahan lain seperti adonan, botol, label, bahan bakar dan alat-alat tulis
kantor adalah barang-barang yang mudah rusak dan/atau bisa dibeli sewaktu-waktu,
sehingga semuanya akan dibeli bulan depan.
Biaya-biaya lain untuk pabrik jus jeruk itu juga mencakup:

Biaya
Gaji operator mesin jus
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji tenaga administrasi
Bahan bakar untuk mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor

Rp./bulan
3.500.000
1.200.000
1.300.000
1.250.000
1.800.000
700.000

54

Bengkel Mobil
Mulai bulan depan sebuah bengkel mobil baru memberikan layanan pemeliharaan rutin
mobil (tune-up mesin, ganti oli, busi, sabuk), perbaikan bodi, pengecatan bodi dan jasa
salon mobil kepada pemilik mobil pribadi dan pedagang mobil bekas.
Layanan dan tarif yang direncanakan bulan depan adalah sebagai berikut:
Service
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil

Pelanggan
Pemilik mobil
Pedagang mobil bekas
Pemilik mobil
Pemilik mobil
Pemilik mobil
Pemilik mobil
Pedagang mobil bekas

Jumlah mobil
10
15
15
10
5
10
30

Tarif (Rp.)
250,000
150,000
300,000
900,000
2,000,000
300,000
250,000

Wirausahawan akan berfokus pada layanan perbaikan bodi, pengecatan bodi, dan
khususnya salon mobil, karena bagi masyarakat setempat kenampakan luar mobil bisa
meningkatkan citra pribadi pemiliknya. Fokus usaha ini juga untuk memanfaatkan
pengalaman kerja wirausahawan selama bertahun-tahun di bidang karoseri dan pengecatan
mobil di perusahaan perakitan mobil yang besar. Dia yakin bahwa para pedagang mobil
bekas akan membutuhkan jasa salon mobil untuk meningkatkan nilai mobil bekas. Semua
tarif untuk pemilik mobil pribadi adalah rata-rata pasar sedangkan tarif untuk pedagang
mobil bekas di bawahnya. Pedagang mobil bekas menerima tarif yang sama bila layanan
baru dibayar setelah mobil bekas laku dijual, suatu saat yang tidak pasti dan bukan pilihan
yang baik bagi bengkel mobil yang baru beroperasi. Tarif-tarif pelayanan untuk pedagang
mobil bekas di atas disepakati dengan pembayaran 30 hari setelah pelayanan.
Biaya langsung masing-masing jasa layanan adalah sebagai berikut:
Layanan
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil

Bahan langsung
Oli
Kawat las, dempul
Cat, pengencer cat
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.

Tarif per mobil (Rp.)


170.000
400.000
1.060.000
150.000

Tarif tune-up mesin hanya untuk jasanya. Semua suku cadang yang dibutuhkan seperti busi,
sabuk dan komponen lain akan dibebankan kepada pelanggan sesuai harganya. Pada
dasarnya bengkel tidak mengharapkan komisi atau keuntungan dari komponen pengganti.
Modal awal bengkel mobil Rp. 63.300.000. Seluruh dana berasal dari tabungan pribadi
wirausahawan. Modal awal itu telah dibelanjakan sebagai berikut:
Pembelanjaan

membangun bengkel
membayar angsuran pertama pembangkit listrik
membayar angsuran pertama peralatan las
membeli kawat las, dempul
membeli malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
membeli kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
membeli penyemprot cat dan peralatan lain

55

Rp.
36.000.000
10.000.000
5.000.000
4.000.000
6.000.000
670.000
800.000

Wirausahawan itu membuka bengkel di halaman rumahnya. Dia hanya perlu membuat
bangunan bengkel dengan biaya Rp. 36 juta. Bangunan itu sangat sederhana tapi
memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk mengatasi masalah lingkungan. Bangunan
bengkel bisa dipakai selama 10 tahun.
Pembangkit listrik (untuk mengelas) dibeli seharga Rp. 90 juta dan dibayar dengan 9 kali
angsuran bulanan masing-masing Rp. 10 juta. Angsuran kedua dibayar bulan depan. Mesin
pembangkit listrik bisa dipakai selama 5 tahun. Harga peralatan las Rp. 30 juta dengan
pembayaran 6 kali angsuran bulanan Rp. 5 juta. Angsuran kedua untuk peralatan las juga
harus dibayar bulan depan. Peralatan ini juga bisa dipakai selama 5 tahun.
Banyak bahan langsung yang diperlukan, yaitu kawat las, dempul, malam (wax), cairan
pembersih (cleaner), perekat (sealant), polisher, kertas gosok, batu gerinda, dsbnya. perlu
dibeli terlebih dahulu karena bengkel diharapkan sudah mulai beroperasi pada hari pertama
bulan depan. Bahan bakar dan alat-alat tulis kantor akan dibeli dalam bulan depan, karena
bisa dibeli sewaktu-waktu.
Biaya-biaya lain bengkel mobil meliputi:
Biaya
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu tukang
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Bahan bakar pembangkit listrik
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Penyemprot cat dan peralatan lain
Alat-alat tulis kantor

Rp./Bulan
4.500.000
2.500.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
670.000
800.000
275.000

Penyemprot cat (spraying gun) dan peralatan lain diasumsikan akan habis terpakai pada
bulan pertama meskipun peralatan ini bisa dipakai lama kecuali rusak atau hilang.

56

Percetakan Kecil
Seorang wirausahawati membuka sebuah percetakan kecil di suatu pusat pertokoan yang
berlokasi strategis. Dia akan mengoperasikan sebuah mesin cetak canggih yang mampu
memproduksi barang-barang cetakan bermutu tinggi dan artistik, dan mempekerjakan
seorang operator mesin yang sangat terlatih. Dia juga mempekerjakan seorang teman
dekatnya yang juga seorang desainer grafis yang baik.
Dengan pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai manajer penjualan sebuah usaha
percetakan yang besar, dia menganggap rencana penjualan untuk bulan depan atau bulan
pertama operasinya berikut ini, cukup wajar adanya (tidak terlalu optimis):
Produk
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)

Ciri-ciri
Spesifik, berdasarkan pesanan
Spesifik, berdasarkan pesanan
Spesifik, berdasarkan pesanan
Standar, berdasarkan pesanan
Standar, berdasarkan pesanan
Standar, berdasarkan pesanan
Standar, berdasarkan pesanan
Standar, berdasarkan pesanan
Kontrak dengan penerbit

Unit
Harga/unit (Rp.)
2.500
6.500
15.000
800
9.000
2.000
20.000
100
50.000
75
3.000
6.000
100.000
25
35.000
150
2.500
9.000

Pemakaian bahan langsung (kertas, tinta cetak, dsbnya.) bervariasi menurut jenis produk
yang dibuat. Buklet, selebaran promosi (promotion flyers) dan undangan perkawinan
merupakan produk spesifik dan percetakan kecil itu bisa bersaing dalam mutu dan
rancangan. Pelanggan tidak begitu memperhatikan harga jualnya. Nilai bahan langsung
yang dipakai diprakirakan 40% dari harga jual. Kartu nama, faktur toko, buku tahunan
sekolah (year books), label, sticker dan kepala surat merupakan produk standar bagi para
pelanggan yang umumnya sangat memperhatikan harga. Nilai bahan langsung untuk
produk-produk ini diprakirakan 60% dari harga jual. Peta kota (city maps) adalah produk
inovatif bagi penerbit. Meskipun disainer percetakan kecil itu memberikan sumbangan
pemikiran cukup banyak pada rancangan produknya, peta kota tidak lebih dari suatu
pekerjaan percetakan biasa. Namun wirausahawati mengharapkan kerjasama yang
berkelanjutan dengan penerbit untuk memanfaatkan kelebihan kapasitas mesinnya. Nilai
bahan langsung untuk peta kota diprakirakan 75% dari harga jual kontrak.
Biaya langsung untuk masing-masing produk yang dijual adalah sebagai berikut:
Produk
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota

Bahan langsung
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.
Kertas, tinta cetak, lem, pelapis, dsbnya.

57

Biaya per unit (Rp.)


2.600
320
800
60
45
3.600
15
90
6.750

Wirausahawati itu baru menjual mobil yang ditinggalkan almarhum suaminya. Hasil
penjualan bersih mobil, yaitu Rp. 63.500.000, adalah seluruh uang yang dimilikinya untuk
membuka usaha percetakan kecil itu. Dia beruntung karena toko yang disewanya terletak di
suatu komplek pertokoan yang sedang gencar-gencarnya dipromosikan, sehingga dia bisa
membayar sewa (Rp. 8 juta per bulan) hanya untuk 6 bulan saja. Mesin cetak yang canggih
itu semula merupakan mesin yang dua tahun menganggur pada sebuah usaha percetakan
besar. Perusahaan percetakan besar menawarkannya kepada wirausahawati itu dengan
harga Rp. 126 juta. Mesin itu bisa dipergunakan selama 3 tahun. Wirausahawati itu setuju
membelinya dengan harga yang ditawarkan jika dia bisa membayarnya dengan tiga kali
angsuran selama 3 bulan mulai bulan depan.
Modal awal itu dipergunakan sebagai berikut:
Pembelanjaan
- membayar sewa toko untuk 6 bulan
- membeli computer dan peralatan lain (penjilid, pemotong)

Rp.
48.000.000
13.400.000

Computer dan peralatan lainnya itu diasumsikan akan habis dipakai pada bulan pertama,
meskipun dalam kenyataannya akan bisa dipakai untuk waktu yang cukup lama bila dirawat
dengan baik. Bahan langsung untuk peta kota harus disediakan cukup awal agar usaha
percetakan kecil bisa mulai memproduksinya sewaktu-waktu mesin menganggur. Bahan
langsung untuk produk-produk lain bisa dipakai pada saat pesanan diterima.
Biaya-biaya lain untuk percetakan kecil juga mencakup:
Biaya
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Computer dan peralatan lainnya (penjilid, pemotong)
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain

58

Rp./Bulan
3.500.000
2.500.000
2.100.000
3.400.000
500.000
1.200.000
13.400.000
560.000
1.300.000

Sortasi limbah
Orang mula-mula akan berpikir bahwa usaha sortasi limbah (waste sorter) ini adalah
sempalan (spin-off) atau anak perusahaan sebuah pabrik daur ulang plastik (plastic
recycling factory). Wirausahawati pemiliknya dulu bekerja sebagai pengawas produksi pada
sebuah pabrik daur ulang plastik setempat. Dia memahami kesulitan pabrik memperoleh
limbah plastik dengan mutu yang tepat, semata-mata karena pabrik itu terlalu besar, atau
terlalu sibuk dengan pengembangan produk, untuk membina hubungan dengan ratusan
pemulung sampah. Dia tahu bahwa pabrik daur ulang plastik bisa beroperasi secara
menguntungkan dengan rata-rata harga beli Rp. 2.000 per kg asalkan limbah plastik yang
diperoleh, menurut istilah teknisnya, termasuk kategori #1 sampai #4. Di masa mendatang,
pabrik daur ulang plastik akan menerima harga yang berbeda untuk masing-masing
kategori. Misalnya, pabrik akan untung mengolah kategori #1 dengan harga di atas Rp.
3.000 per kg.
Sortasi limbah tahu bagaimana mengkordinasikan para pemulung sampah. Dia akan
membeli limbah plastik dengan harga yang sama, yaitu Rp. 900 per kg, tapi dengan
persyaratan yang lebih selektif. Dengan pengetahuan yang memadai mengenai sortasi
limbah plastik, dia bisa berharap dapat memperoleh jumlah limbah yang memenuhi syarat
(kategori #1 sampai #4) sekitar 75% dari limbah plastik yang dibeli. Percentase ini jauh lebih
tinggi dibandingkan rata-rata capaian pabrik, yaitu sekitar 50 sampai 60%. Pabrik daur ulang
plastik melihat ide bisnisnya dapat membantu pertumbuhan pabrik di masa mendatang.
Sebagai penghargaan atas pengabdian wirausahawati itu selama lebih dari 10 tahun,
pemilik pabrik berjanji akan menampung seluruh limbah plastik hasil sortasi dengan harga
rata-rata Rp. 2.000 per kg dengan catatan bahwa setiap bulan pabrik daur ulang plastik
akan membayar tunai untuk jumlah maksimum 7,5 ton. Bila limbah plastik hasil sortasi lebih
dari 7,5 ton, jumlah selebihnya akan dibayar dalam waktu 30 hari setelah penyerahan.
Bulan depan adalah bulan pertama sortasi limbah itu beroperasi. Wirausahawati menarik
uang Rp. 30 juta dari tabungan pribadinya. Pengeluaran pertamanya sebelum sortasi limbah
itu mulai beroperasi adalah pengeluaran untuk perbaikan atap bangunan yang diwarisi dari
almarhum ayahnya. Ayahnya meninggal dua tahun yang lalu. Ayahnya memiliki pabrik batu
bata yang ditutup 5 tahun yang lalu karena kesulitan teknis dan pemasaran. Tanah dan
bangunan pabrik sudah lima tahun terbengkalai. Biaya perbaikan atap adalah Rp. 24 juta,
dan bangunan yang telah diperbaiki itu bisa dipakai selama lima tahun.
Usaha sortasi limbah itu memerlukan sejumlah peralatan, yaitu timbangan, alat pres tangan,
sekop, dsbnya. yang akan dibelinya awal bulan depan dari toko barang bekas dengan harga
sekitar Rp. 6.250.000. Peralatan itu akan menjadi biaya bulan pertama operasi meskipun
peralatan bisa dipakai bertahun-tahun.
Bulan depan sortasi limbah itu berharap akan memperoleh 24 ton limbah plastik dari para
pemulung dan menjual 18 ton limbah plastik kepada pabrik daur ulang plastik. Jumlah ini
agak pesimis dan cukup memadai untuk bulan pertama operasinya. Dia yakin pada bulanbulan berikutnya bisa membeli lebih banyak limbah plastik. Selain limbah plastik, dia juga
akan menangani limbah kertas. Dia akan membeli limbah kertas dengan harga pasar, yaitu
Rp. 600 per kg. Bulan depan dia berharap memperoleh 3 ton limbah kertas dan menjual
90% dari jumlahnya seharga Rp. 1.200 per kg kepada pabrik daur ulang kertas setempat.
Biaya-biaya lain sortasi limbah adalah sebagai berikut:
Biaya
Gaji karyawan
Biaya pengangkutan
Tagihan listrik
Biaya-biaya lain

Rp./Bulan
2.000.000
1.400.000
900.000
700.000

59

Kode
EN-3.1TN4
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.1
Memahami dan mampu menghitung biaya serta
menetapkan harga jual

Minggu 1

Mahasiswa mampu menilai kemampulabaan ide bisnis terpilih mereka

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.1-TR1 untuk


mengingatkan mahasiswa akan arti penting
penerapan pengetahuan yang baru diperoleh
secara langsung di lapangan.
Bagi kelas ke dalam kelompok yang terdiri atas 5
sampai 6 mahasiswa, tidak perlu konsisten
dengan pembagian pada latihan kelas
sebelumnya.
Masing-masing kelompok memilih seorang ketua.
Bagikan EN-3.1-AG2. Masing-masing kelompok
harus memilih satu ide bisnis untuk dinilai
kemapulabaannya di lapangan. Ide bisnis bisa
berasal dari anggota kelompok atau ide yang
sama sekali baru.
Sejauh mungkin yang dipilih adalah ide bisnis
yang memenuhi kriteria kelayakan pertama dan
kedua, yaitu (1) memenuhi permintaan pasar
yang jelas, (2) sumberdaya dan kompetensi yang
diperlukan tersedia; atau dengan kata lain, ide
bisnis yang terpilih dan mulai dikembangkan
dalam Semester 2. Bila diperlukan pengecekan
lebih lanjut, upaya tambahannya tidak banyak
membutuhkan waktu.
Diskusi kelompok bisa dilanjutkan sebagai
kegiatan luar kelas tapi ide bisnis yang akan
dinilai kemampulabaannya harus sudah terpilih
dalam Minggu 1.
Jelaskan bahwa pada Minggu 2, separuh kelas
tinggal di kelas untuk melakukan Business Game
Module 3, separuh lainnya pergi ke lapangan
menilai kemampulabaan ide bisnis terpilih
mereka.
Pada Minggu 3, separuh kelas yang pergi ke
lapangan pada Minggu 2 kembali ke kelas
melakukan Business Game Module 3, dan
separuh kelas yang melakukan Business Game
pada Minggu 2 pergi ke lapangan.
Pada Minggu 4, masing-masing kelompok
mempresentasikan temuan-temuan mereka
(kemampulabaan ide bisnis terpilih) di kelas.
Masing-masing kelompok juga menjawab
pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi terbuka.

60

Metode

30 Diskusi
kelompok

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR1
EN-3.1-AG2

Kode
EN-3.1-AG2
Topik 3.1.5
Tugas kelompok
2/3

Memahami dan mampu menghitung biaya


serta menetapkan harga jual

Penilaian kemampulabaan (profitability)


ide bisnis terpilih

Minggu 1 4

Tujuan: Mahasiswa memahami bagaimana menghitung biaya dan menilai


kemampulabaan ide bisnis terpilih mereka.
Sebelum Kunjungan Lapangan:
Persiapan di kelas pada Minggu 1 (30 menit).
Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kerja @ 5 6 mahasiswa. Setiap kelompok
memilih ketua. Ketua kelompok membuka diskusi dengan meminta ide bisnis dari para
anggota, kemudian memilih satu ide bisnis untuk dinilai kemampulabaannya di lapangan.
Sedapat mungkin yang dipilih adalah ide bisnis yang telah memenuhi kriteria kelayakan
pertama dan kedua, yaitu bahwa (1) ide bisnis memenuhi permintaan pasar yang jelas, (2)
sumberdaya dan kompetensi yang dibutuhkan tersedia di pasar. Dengan kata lain, yang
dipilih adalah ide bisnis yang telah dikembangkan dalam Semester 2, studi pasar, rencana
pemasaran, rencana produksinya, dsbnya. sudah dibuat. Jika pengecekan lebih lanjut
diperlukan, upaya tambahannya tidak memerlukan banyak waktu.
Jika tidak ada ide bisnis dari anggota, kelompok dapat memilih ide bisnis baru.
Diskusi kelompok bisa dilanjutkan sebagai kegiatan di luar kelas tapi harus sudah tersedia
pada Minggu 1.
Selama Kunjungan Lapangan:
Pada Minggu 2 atau Minggu 3 (4 jam). Kelompok mengumpulkan semua informasi untuk
mengerjakan tugas yang mirip dengan latihan kelas pada Minggu 1 (EN-3.1-AG1), yaitu:
(1) mengidentifikasi biaya-biaya (biaya produk, biaya operasional, biaya variable, biaya
tetap) dan menetapkan harga jual (cost plus, market-based, contribution pricing);
(2) menghitung nilai penjualan atas dasar rencana penjualan;
(3) menghitung biaya-biaya, dengan memastikan bahwa SEMUA biaya tercakup dan
yang bukan biaya dikeluarkan;
(4) membuat proyeksi laba-rugi untuk jangka waktu awal operasi (1, 3, 6, 12 bulan),
dengan format sesuai dengan jenis usaha ide bisnis (lihat EN-3.1-HO1); dan
(5) menilai kemampulabaan masing-masing peluang bisnis.
Setelah Kunjungan Lapangan:
Masing-masing kelompok menyiapkan prsentasi pada Minggu 4 (2 jam). Waktu presentasi
maksimum 15 menit per kelompok. Butir-butir presentasi pada flipchart:

Metode penetapan harga yang diterapkan;

Biaya dan struktur biaya;

Rencana penjualan;

Proyeksi laba-rugi peluang bisnis;

Persiapan presentasi dan alat peraga yang diperlukan harus tersedia ketika mahasiswa
memasuki kelas.

61

Kode
EN-3.1TN5
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.1
Minggu 4
Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,
efisiensi dan produktivitas
Memperkenalkan berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,
efisiensi dan produktivitas

Langkah-langkah

Waktu Metode

Ingatkan mahasiswa tentang kelebihan dan tantangan


kewirausahaan yang telah mereka pelajari dalam
Modul 1. Tayangkan TRANSPARAN EN-3.1-TR19,
yang dikutip dari EN-1.1-TR7 (Modul 1), dengan
menyoroti hal-hal yang relevan dengan pendapatan.

5 Diskusi
terbuka

Bagi kelas menjadi 5 kelompok konsisten dengan


pengelompokan pada Minggu 1.

5 Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR19

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR19
EN-3.1-TR20

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.1-TR20, yaitu solusi


latihan kelas Minggu 1 (EN-3.1-AG1).
Tanya masing-masing kelompok: Apakah kasus
bisnis yang Anda hitung labanya menguntungkan?
Kelompok (mahasiswa) mungkin menjawab Ya
kepada pertanyaan di atas. Mereka benar bila hanya
berdasarkan pada kiteria bahwa menguntungkan
berarti pendapatan melebihi biaya. Tayangkan lagi
TRANSPARAN EN-3.1-TR19 dan ingatkan bahwa
pendapatan bisnis tidak pasti atau terjamin seperti
halnya gaji.
Kembali ke EN-3.1-TR20. Ingatkan mahasiswa bahwa
wirausahawan pada kelima kasus bisnis bukan orangorang yang baru lulus sekolah melainkan sudah
berpengalaman. Ask masing-masing kelompok: Jika
dia memiliki peluang bekerja dengan gaji tetap Rp. 2.5
juta per bulan, apakah Anda menyarankan untuk tetap
memanfaatkan peluang bisnis itu?

10 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR19
EN-3.1-TR20

Kelompok (mahasiswa) mungkin punya jawaban yang


berbeda-beda tapi semua jawaban harus dilandasi
alasan yang wajar. Lihat risk-return trade-off dalam
Konsep & teori berikut ini.
Tanya masing-masing kelompok: Apakah yang
sebaiknya dia lakukan pada bulan-bulan berikutnya
untuk meningkatkan laba?
Jawaban yang umum mungkin muncul adalah
menaikkan harga jual dan/atau mengurangi biaya.
Tapi konsep khusus yang akan diperkenalkan dalam
sesi ini adalah meningkatkan volume produksi atau
penjualan.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.1-TR21.

62

10 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.1-TR20
EN-3.1-TR21

Langkah-langkah

Waktu

Jelaskan konsep-konsep pembedaan produk,


manajemen biaya dan reduksi biaya, biaya
terkendali dan biaya tak terkendali, nilai tambah,
efisiensi dan produktivitas, dan analisis breakeven, termasuk latihan-latihan yang menyertainya.
Pergunakan TRANSPARAN EN-3.1-TR22 sampai
EN-3.1-TR30 .
Bagikan HANDOUT EN-3.1-HO2 untuk acuan
mahasiswa.
Lihat Konsep & Teori di bawah ini.
Masing-masing kelompok mengerjakan satu kasus:
Kelompok 1: Toko jaket usaha dagang
Kelompok 2: Pabrik jus jeruk bisnis manufaktur
produk tunggal
Kelompok 3: Bengkel mobil bisnis jasa
Kelompok 4: Percetakan kecil bisnis manufaktur
multi-produk
Kelompok 5: Sortasi limbah pemasok barang
industri
Tugas masing-masing kelompok adalah sebagai
berikut:
(1) Membuat analisis break-even atas dasar asumsiasumsi yang terlah dihitung;
(2) Menggambar grafik BEP;
(3) Menentukan kuantitas penjualan minimum atau
kegiatan bisnis yang harus dicapai masing-masing
kasus supaya bisnis untung;
Masing-masing kelompok mengacu pada EN-3.1HO2 yang dibagikan pada sesi sebelumnya.
Kuantitas break-even hanya bisa dihitung untuk
bisnis produk tunggal seperti kasus toko jaket dan
pabrik jus jeruk. Untuk bisnis multi-produk, seperti
kasus bengkel mobil, percetakan kecil, dan juga
sortasi limbah, hanya break-even penjualan yang
bisa dibuat, di mana bagian jumlah biaya variabel
dari pendapatan diasumsikan konstan.
Lihat Solusi Latihan Kelompok berikut ini.

63

Metode

1h00 Kuliah
Diskusi
terbuka
Latihan
kelas

Bahan
Papan tulis
atau flip chart
EN-3.1-TR22
EN-3.1-TR23
EN-3.1-TR24
EN-3.1-TR25
EN-3.1-TR26
EN-3.1-TR27
EN-3.1-TR28
EN-3.1-TR29
EN-3.1-TR30
EN-3.1-HO2

EN-3.1-AG3
1h00 Latihan
kelompok

Konsep & Teori


Memperbaiki Kemampulabaan (Profitability)
Teori risk-return trade-off mengatakan bahwa kebanyakan manusia memiliki sifat risk
averse. Hal ini berarti bahwa seorang wirausahawan bersedia memperoleh pendapatan yang
tidak pasti, tapi dia menuntut pendapatan yang lebih inggi dibandingkan dengan bila yang
diterimanya adalah pendapatan tetap (pendapatan gaji). Tingkat pendapatan yang diharapkan
bervariasi tergantung wirausahawan masing-masing.
Semua kasus bisnis dalam EN-3.1-AG1 menguntungkan, tapi apakah wirausahawan akan
menerima tingkat laba yang diproyeksikan serta memutuskan untuk membuka bisnis itu akan
tergantung pada profil risikonya masing-masing. Meski pada awal operasinya wirausahawan
mungkin bisa menerima kerugian dan meneruskan niatnya untuk membuka bisnis, pada tahaptahap berikutnya dia akan berusaha memperbaiki kemampulabaan bisnisnya.
Berdasarkan pendekatan laba per unit, bisnis dapat memperbaiki kemampulabaan dengan
meningkatkan harga jual dan/atau menurunkan biaya produk. Dewasa ini, menaikkan harga
jual dilakukan misalnya dengan memperbaiki mutu, menambah pelayanan, pembedaan produk
dan pengembangan produk; mengurangi biaya dilakukan misalnya dengan penghematan
energi, pengendalian biaya secara ketat, dan juga pengembangan produk. Mahasiswa harus
menyadari banyaknya cara tidak legal dan tidak etis dalam meningkatkan harga jual dan
menekan biaya. Konsep-konsep yang relevan adalah pembedaan produk, manajemen biaya
dan reduksi biaya, dan biaya terkendali dan tak terkendali.
Atas dasar direct costing, di mana biaya produk hanya mencakup biaya-biaya produksi
variabel, meningkatkan kemampulabaan bisa dicapai dengan meningkatkan kuantitas
penjualan atau produksi. Kuantitas yang meningkat dapat meningkatkan sumbangan untuk
menutup biaya-biaya tetap. Konsep-konsep yang rekevan adalah pendekatan nilai tambah
dan efisiensi dan produktivitas. Teknik yang relevan untuk memahami perlunya meningkatkan
kuantitas penjualan dan produksi untuk memperbaiki kemampulabaan adalah analisis breakeven (lihat di bawah ini).
Lihat EN-3.1-TR21.

1. Pembedaan produk
Pembedaan produk adalah modifikasi produk untuk membuatnya lebih menarik bagi pasar
sasaran (target market). Pada dasarnya pembedaan produk adalah teknik pemasaran untuk
memperbaiki daya saing. Tujuannya membuat konsumen melihat sesuatu produk berbeda
dengan produk sejenis di pasar. Perubahannya sangat sedikit, hanya pada kemasan
dan/atau tema iklan, sedangkan produk fisiknya sendiri tidak berubah. Pembedaan produk
terutama untuk menciptakan manfaat psikologis produk, tetapi tidak berarti tindakan ini
murah.
Perusahaan kecil yang beroperasi di suatu celah pasar (sektor pasar yang tidak dihiraukan
oleh pemasok barang atau penyedia jasa arus utama) pasti memunculkan banyak peluang
untuk membedakan produknya agar para konsumen melihat produk itu spesifik, agar
mereka tidak terlalu peka terhadap harga jual. Perusahaan kecil harus menghindari biaya
periklanan yang mahal dan harus inovatif dalam pembedaan produk. Kadang-kadang lebih
murah membuat perubahan pada produk fisiknya agar lebih unggul daripada produk lain di
pasar dalam hal manfaat kongkrit produk, terutama manfaat pemakaiannya.

64

Konsep-konsep pembedaan produk dan manfaat produk telah diperkenalkan pada Modul
2, LU 2.2.
Pada kasus bengkel mobil (EN-3.1-TR22), perbaikan bodi, pengecatan bodi dan salon
mobil lebih cenderung dibedakan untuk memperbaiki tarif jasa dibandingkan dengan jasa
tune-up mesin dan ganti oli yang bersifat standar. Mahasiswa bebas menjawab mengenai
pembedaan produknya, karena tujuan dari latihan ini adalah agar mereka menyadari
pentingnya berpikir kreatif dan melakukan inovasi yang menguntungkan.

2. Manajemen biaya dan reduksi biaya


Manajemen biaya (cost management) adalah penggunaan akuntansi biaya untuk
melaporkan atau mengendalikan biaya bisnis. Contohnya adalah keputusan-keputusan
menyangkut kuantitas dan jenis bahan yang dipakai, perubahan proses produksi pabrik dan
rancangan produk. Manajemen biaya mencakup banyak kegiatan, antara lain:
penganggaran dan pengawasan anggaran; penghematan energi; memaksimumkan
pemanfaatan kapasitas produksi; analisis rantai nilai (value chain analysis); pemeliharaan
rutin; dsbnya.
Manajemen biaya tidak selalu berarti reduksi biaya (cost reduction). Manajemen biaya
memiliki lingkup yang luas, termasuk tapi tidak terbatas pada reduksi biaya, karena tidak
semua biaya bisa ditekan. Reduksi biaya tergantung pada perilaku dan ciri-ciri biaya. Di
samping itu, reduksi biaya tidak selamanya diperlukan, karena tujuan akhirnya adalah
memaksimumkan marjin kontribusi atau nilai tambah.
Jika reduksi biaya memungkinkan, pengendalian biaya harus difokuskan pada biaya-biaya
yang paling dominan yang nilai. Jika biaya tidak bisa direduksi, perusahaan harus berusaha
meningkatkan pendapatannya tapi tidak perlu melalui peningkatan harga jual. Memaksakan
reduksi biaya pada biaya yang tidak bisa ditekan bisa mengorbankan manfaat produk atas
beban konsumen, pemasok dan masyarakat.
Pada kasus percetakan kecil (EN-3.1-TR23), prioritas pertama untuk reduksi biaya harus
diberikan pada bahan langsung (54,14%), kemudian peralatan (13,37%), gaji (8,08%), sewa
(7,98%), dsbnya. Pertanyaannya apakah biaya-biaya tiu bisa ditekan atau tidak.
Penjualan
Bahan langsung (kertas, tinta, lem, pelapis, dsbnya.)
Gaji (disainer, operator, staf)
Sewa (bangunan toko)
Penyusutan (mesin cetak)
Sarana (tilpun, air, listrik)
Peralatan (computer, penjilid, pemotong, dsbnya.)
Alat-alat tulis toko
Iuran keamanan dan biaya-biaya lain
Laba

100.250.000
54.275.000
8.100.000
8.000.000
3.500.000
5.100.000
13.400.000
560.000
1.300.000
6.015.000

100,00%
54,14%
8,08%
7,98%
3,49%
5,09%
13,37%
0,56%
1,30%
6,00%

3. Biaya Terkendali dan Biaya Tak Terkendali


Pada dasarnya hanya biaya terkendali (controllable costs) yang bisa ditekan. Biaya dapat
diklasifikasikan ke dalam engineered cost (biaya standar), discretionary cost (biaya
terkelola), committed cost dan sunk cost:

65

Engineered cost (biaya standar) adalah biaya yang dapat diestimasi dengan tingkat
andalan tinggi, atas dasar rekayasa (engineering) atau data biaya historis. Contohnya biaya
bahan langsung, tenaga kerja langsung, komponen perakitan, bahan bakar, sarana umum
(air, gas, listrik). Mengurangi engineered cost akan mengurangi mutu dan manfaat produk.
Discretionary cost (biaya terkelola) adalah biaya yang jumlahnya ditentukan atas dasar
pertimbangan manajemen sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Contohnya biaya penjualan
(biaya promosi), biaya administrasi, penelitian dan pengembangan, dan sebagian biaya
overhead pabrik (biaya pemeliharaan). Discretionary cost adalah biaya yang dianggarkan.
Committed cost adalah biaya yang timbul sebagai konsekuensi dari komitmen bisnis di
masa lampau. Contohnya biaya penyusutan untuk aktiva yang dibeli di masa lampau, biaya
sewa, asuransi, pajak, dsbnya. Committed cost hanya bisa dikurangi melalui renegosiasi.
Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak bisa dipulihkan secara berarti. Sunk
cost timbul karena perencanaan yang kurang baik atau perubahan lingkungan yang tak
terduga. Contohnya aktiva yang tidak lengkap (bangunan belum selesai) yang tidak
berfungsi dengan semestinya, atau pengembangan (produk) di masa lampau yang kini tidak
bernilai.
Berdasarkan ciri-ciri di atas, hanya discretionary cost yang bisa ditekan. Ketiga biaya lainnya
hanya bisa ditekan melalui tindakan jangka-panjang. Engineered cost hanya bisa ditekan
melalui pengembangan produk, dan proses. Committed cost seperti biaya sewa hanya bisa
ditekan bila renegosiasi bisa dilakukan. Mengenai sunk cost, satu-satunya yang bisa dilakukan
hanyalah membuat aktiva lebih produktif agar bisa memulihkan biaya yang telah dikeluarkan.
Pada kasus sortasi limbah (EN-3.1-TR24), limbah plastik, limbah kertas dan peralatan
adalah engineered costs. Gaji karyawan, biaya transportasi, tagihan listrik dan mungkin
juga biaya-biaya lain adalah discretionary costs. Penyusutan biaya perbaikan gedung
adalah committed cost. Tanah dan bangunan terbengkalai yang diwarisi dari almarhum
ayahnya, berapapun harganya, adalah contoh biaya terbenam. Peluang-peluang menekan
biaya adalah pada discretionary cost melalui pengendalian biaya.

4. Nilai Tambah
Nilai tambah (value added) adalah nilai yang ditambahkan pada nilai yang telah diciptakan di
tempat lain, atau oleh sektor lain. Nilai jeruk sudah diciptakan sektor pertanian. Memproses
jeruk menjadi jus jerus akan menambah nilai jeruk. Dengan demikian nilai tambah mengacu
pada tahap produksi atau pemasaran tertentu. Untuk perusahaan manufaktur, nilai tambah
adalah selisih antara harga bahan baku dengan harga jual produk jadi. Nilai tambah
mencakup semua biaya produksi dan biaya operasional (kecuali bahan baku), dan laba.
Meskipun nilai tambah menyangkut harga jual dan harga bahan baku, memaksimumkan
nilai tambah berbeda dengan memaksimumkan laba. Memaksimumkan laba bisa
memerlukan reduksi biaya tenaga kerja, sedangkan memaksimumkan nilai tambah
merupakan suatu pendekatan di mana wirausahawan (majikan) dan karyawan berada di
pihak yang sama (tidak berseberangan). Pendekatan nilai tambah memperkuat orientasi
perusahaan kepada peningkatan volume penjualan dan produktivitas (sumberdaya
manusia).
Pemerintah daerah akan mendukung usaha-usaha inovatif yang bisa menambah nilai pada
produk alam setempat, misalnya perusahaan mebel yang dapat memproses limbah kayu untuk
memproduksi mebel kecil. Perusahaan besar dapat menyerahkan sebagian proses atau jasa

66

lainnya kepada perusahaan kecil untuk memaksimumkan nilai tambah produk. Contohnya
sortasi komoditi pertanian untuk memperbaiki mutu (dan harga jual) produk akhir.
Pada kasus pabrik jus jeruk (EN-3.1-TR25), harga jus jeruk Rp. 4.200 per kg. Satu botol jus
membutuhkan 1,8 kg jeruk, sehingga nilai 1 kg. jeruk menjadi Rp. 8.333 dan nilai tambah Rp.
4.133 per kg. jeruk. Nilai tambah didistribusikan pada pelaku-pelaku pasar pada tabel berikut
ini. Wirausahawan dan karyawan hanya memperoleh dari seluruh nilai tambah. Peluang
yang tampak adalah menugaskan pemeliharaan mesin pada karyawan sendiri.
Pelaku pasar
Pemasok adonan, botol, label
Pemasok mesin pemeras
Kawasan industri kecil
Penyedia jasa pemeliharaan mesin
Pemasok mobil pengangkut
Perusahaan minyak negara
Perusahaan tilpun, listrik, air
Pemasok lat-alat tulis
Pengecer
Karyawan pabrik
Wirausahawan

Rp.
1.222
185
278
56
162
116
167
65
833
556
494
4.133

5. Efisiensi dan Produktivitas


Perusahaan yang mendapatkan bahwa biaya produknya terlalu tinggi untuk bersaing di
pasar memiliki dua pilihan, yaitu mengurangi jumlah karyawan, atau memanfaatkan
kelebihan tenaga kerja untuk membuka outlet di tempat-tempat jauh untuk memperbaiki
pemasaran. Opsi pertama meningkatkan efisiensi, opsi kedua meningkatkan produktivitas.
Efisiensi adalah jumlah masukan (input) yang dipakai per unit barang yang diproduksi atau
jasa yang diserahkan, produktivitas adalah jumlah keluaran (output) yang tercipta per unit
masukan yang dipakai. Secara matematis, keduanya mempunyai rumus yang sama:

Efisiensi =

Pr oduktivita s

Output
Input

Perbedaannya terletak pada faktor mana yang digarap, output atau input pada rumus di
atas. Meningkatkan efisiensi berarti menurunkan input dengan ouput konstan, sedangkan
meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan output dengan input konstan.
Untuk aktiva fisik (mesin), meningkatkan efisiensi dapat berarti mengurangi jam jalan
(delivery hours) mesin atau biaya pemeliharaan, yang bisa mengurangi biaya overhead per
unit produk. Meningkatkan produktivitas bisa berarti meningkatkan jumlah produksi,
sehingga memaksimumkan pemanfaatan kapasitas mesin dan pada akhirnya juga
menurunkan biaya overhead per unit. Untuk sumberdaya manusia, meningkatkan efisiensi
bisa berarti mengurangi jam kerja karyawan, gaji/upah atau bahkan mengurangi jumlah
tenaga kerja. Meningkatkan produktivitas bisa berarti meningkatkan produksi dan mutu
layanan, melalui perluasan (job enlargement) dan pengayaan tugas (job enrichment).
Kendala bagi peningkatan efisiensi adalah tindakan mengurangi biaya itu seringkali sulit,
bahkan mustahil dilakukan. Kendala bagi peningkatan produktivitas adalah keterbatasan
kapasitas produksi dan/atau kapasitas pemasaran.

67

Upaya peningkatan produktivitas yang telah dilakukan dalam lima kasus bisnis (EN-3.1TR26) adalah penjualan jaket yang tidak laku dengan harga pokok (toko jaket), pelatihan
karyawan pabrik untuk pemeliharaan mesin (pabrik jus jeruk), harga diskon bagi pedagang
mobil bekas (bengkel mobil), memproduksi barang standar dan contribution pricing peta kota
(percetakan kecil) dan seleksi jenis limbah padat lain (sortasi limbah). Mahasiswa
menyarankan upaya-upaya poyensial lain untuk masing-masing kasus.

6. Analysis Break-Even
Titik pulang pokok (break-even) untuk suatu produk adalah titik di mana jumlah
pendapatan yang diterima sama dengan jumlah biaya untuk memproduksi dan menjual
produk. Secara matematis, titik break-even adalah titik di mana:
Jumlah pendapatan = Jumlah biaya
Jumlah pendapatan = Biaya variabel + Biaya tetap
Penggunaan yang paling lazim analisis break-even adalah menentukan jumlah penjualan
minimum, atau nilai penjualan minimum (dalam hal perusahaan multi-produk) untuk
mencapai titik break-even, atau di mana laba sama dengan nol.
Contoh berikut ini diambil dari bagian akhir dari Modul 2, LU 2.5 (EN-2.5-AI2). Tujuannya
menentukan penjualan minimum pembuat jaket maker untuk mencapai titik break-even.

____________________________________________________________________________
BEP UNTUK PEMBUAT JAKET
Harga jual jaket Rp. 185.000. Setiap jaket membutuhkan bahan langsung:

2 meter kain waterproof @ Rp. 45.000/meter


1,2 meter kain pelapis @ Rp. 10.000/meter
1 buah zipper plastik @ Rp. 7.500/buah
Jumlah biaya variabel

Rp./Unit
90.000
12.000
7.500
109.500

Biaya-biaya lain, yang semua diasumsikan sebagai biaya tetap, adalah sebagai berikut:

Upah karyawan produksi (cutting, sewing, trimming dan packaging)


Benang jahit, bahan kemasan
Penyusutan (mesin jahit)
Sewa ruangan
Gaji pengawas
Tagian air dan listrik
Biaya penjualan
Alat-alat tulis
Jumlah

68

Rp./bulan
3.600.000
600.000
630.000
1.500.000
800.000
470.000
5.000.000
500.000
13.100.000

Laba pada berbagai tingkat kuantitas:


Kuantitas
Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

150
27.750.000
16.425.000
11.325.000
13.100.000
-1.775.000

BEP
173,5 (174)
32.099.339
18.999.338
13.100.000
13.100.000
0

175
32.375.000
19.162.500
13.212.500
13.100.000
112.500

200
37.000.000
21.900.000
15.100.000
13.100.000
2.000.000

250
46.250.000
27.375.000
18.875.000
13.100.000
5.775.000

BEP Kuantitas
50,000,000
40,000,000

Rp.

30,000,000
20,000,000
10,000,000

174 Unit

50

100

150

200

250

Kuantitas

Penjualan minimum untuk mencapai break even = 173.5 Unit 174 unit (dibulatkan).
BEP di atas biasa disebut BEP Kuantitas. Jenis BEP lain adalah BEP Sales di mana titik
break-even mengacu pada nilai penjualan bukan jumlah penjualan. BEP Sales dipakai untuk
perusahaan multi-produk di mana biaya variabel memiliki persentase konstan terhadap
penjualan. Dalam kasus pembuat jaket ini persentasenya 59,2% (109.500/185.000).
BEP Sales adalah nilai penjualan di mana laba sama dengan nol, seperti pada tabel berikut
ini:

Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

30.000.000
17.756.757
12.243.243
13.100.000
-856.757

BEP
32.099.339
18.999.338
13.100.000
13.100.000
0

69

32.375.000
19.162.500
13.212.500
13.100.000
112.500

40.000.000
23.675.676
16.324.324
13.100.000
3.224.324

50.000.000
29.594.595
20.405.405
13.100.000
7.305.405

BEP Penjualan
50,000

Rp. 000

40,000
30,000
20,000
10,000

Rp. 32 juta

0
0

10,000

20,000

30,000

40,000

50,000

Penjualan (Rp. 000)

Penjualan minimum untuk mencapai titik break even Rp. 32 juta.

____________________________________________________________________________
Asumsi-asumsi dan sekaligus juga keterbatasan-keterbatan analisis break-even adalah:
Analisis break-even mengasumsikan harga jual konstan, tidak ada diskon volume untuk
meningkatkan penjualan;
Analisis break-even mengasumsikan biaya tetap (fixed cost) konstan, tidak ada investasi
tambahan dan tidak ada divestasi aktiva jangka-panjang;
Analisis break-even mengasumsikan rata-rata biaya variabel konstan per unit produk,
tidak ada kurva belajar dalam produksi, yaitu menurunnya biaya per unit dengan
meningkatnya kuantitas produksi;
Analisis break-even mengasumsikan kuantitas barang yang diproduksi sama dengan
kuantitas barang yang dijual, yaitu tidak ada perbedaan antara persediaan awal dengan
persediaan akhir; dan
Dalam perusahaan multi-produk companies, analisis break-even mengasumsikan
perbandingan masing-masing produk yang dijual dan diproduksi konstan (atau bauran
penjualannya konstan).
Meskipun dengan berbagai keterbatasan di atas, analisis break-even merupakan alat yang
efektif untuk memotivasi penjualan. Melalui analisis break-even, perusahaan seharusnya tidak
menjual produk dengan harga yang tidak bisa diterima oleh pasar, atau mengurangi biaya
dengan akibat berkurangnya manfaat konsumen. Perusahaan dapat meningkatkan kuantitas
penjualan atau kuantitas produksi dalam batas-batas kapasitas produksi perusahaan dan
dalam batas-batas kapasitas pasar untuk menyerap produk yang dibuat.

70

Solusi Latihan Kelompok


Toko jaket:
BEP kuantitas 257 unit dan BEP penjualan Rp. 23,4 juta.
Kuantitas
Harga jual rata-rata
Biaya variebel rata-rata
Pendapatan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

200
91.000
55.400

257
91.000
55.400

300
91.000
55.400

400
91.000
55.400

500
91.000
55.400

18.200.000 23.363.482
11.080.000 14.223.482
7.120.000
9.140.000
9.140.000
9.140.000
-2.020.000
0

27.300.000
16.620.000
10.680.000
9.140.000
1.540.000

36.400.000
22.160.000
14.240.000
9.140.000
5.100.000

45.500.000
27.700.000
17.800.000
9.140.000
8.660.000

BEP - Toko Jaket


50,000,000
40,000,000

Rp.

30,000,000
20,000,000
10,000,000
0

100

200

300

Kuantitas (buah)

71

400

500

Pabrik jus jeruk:


BEP kuantitas 4.572 botol dan BEP penjualan Rp. 61,7 juta.
Kuantitas
Harga jual rata-rata
Biaya variebel rata-rata
Pendapatan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

4.000
13.500
9.760

4.572
13.500
9.760

5.000
13.500
9.760

6.000
13.500
9.760

6.500
13.500
9.760

54.000.000
39.040.000
14.960.000
17.100.000
-2.140.000

61.724.599
44.624.599
17.100.000
17.100.000
0

67.500.000
48.800.000
18.700.000
17.100.000
1.600.000

81.000.000
58.560.000
22.440.000
17.100.000
5.340.000

87.750.000
63.440.000
24.310.000
17.100.000
7.210.000

BEP - Pabrik Jus Jeruk


100,000,000
80,000,000

Rp.

60,000,000
40,000,000
20,000,000
0

1,000

2,000

3,000
Kuantitas (botol)

72

4,000

5,000

6,000

Bengkel mobil:
BEP penjualan Rp. 30,8 juta.
Pendapatan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

30.000.000
13.819.355
16.180.645
16.595.000
-2.140.000

30.768.242
14.173.242
16.595.000
16.595.000
0

35.000.000
16.122.581
18.877.419
16.595.000
1.600.000

38.750.000
17.850.000
20.900.000
16.595.000
5.340.000

40.000.000
18.425.806
21.574.194
16.595.000
7.210.000

BEP - Bengkel Mobil


40,000,000

Rp.

30,000,000
20,000,000
10,000,000
0
0

10,000,000

20,000,000
Penjualan (Rp.)

73

30,000,000

40,000,000

Percetakan kecil:
BEP penjualan Rp. 87,1 juta.
Pendapatan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

80.000.000
43.311.721
36.688.279
39.960.000
-3.271.721

87.134.095
47.174.095
39.960.000
39.960.000
0

90.000.000 100.250.000 120.000.000


48.725.686
54.275.000
64.967.581
41.274.314
45.975.000
55.032.419
39.960.000
39.960.000
39.960.000
1.314.314
6.015.000
15.072.419

BEP - Percetakan kecil


120,000,000
100,000,000

Rp.

80,000,000
60,000,000
40,000,000
20,000,000
0
0

20,000,000

40,000,000

60,000,000
Penjualan (Rp.)

74

80,000,000

100,000,000

120,000,000

Sortasi limbah:
BEP penjualan Rp. 28,6 juta.
Pendapatan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

25.000.000
14.825.581
10.174.419
11.650.000
-1.475.581

28.625.715
16.975.715
11.650.000
11.650.000
0

30.000.000
17.790.698
12.209.302
11.650.000
559.302

40.000.000
23.720.930
16.279.070
11.650.000
4.629.070

50.000.000
29.651.163
20.348.837
11.650.000
8.698.837

40,000,000

50,000,000

BEP - Sortasi Limbah


50,000,000
40,000,000

Rp.

30,000,000
20,000,000
10,000,000
0
0

10,000,000

20,000,000

30,000,000

Penjualan (Rp.)

75

Kode
EN-3.1-TR19
Topik 3.1.4
Transparan
19/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Keuntungan dan kerugian

Minggu 4

Usaha Sendiri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Keuntungan
Memimpin bukan dipimpin
Dapat mewujudkan ide-ide
Dapat berkreasi (kreatif)
Potensi pendapatan tidak
terbatas
Kemandirian
Dapat mengambil inisiatif
Mengendalikan lingkungan
kerja
Memberi perintah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tantangan
Jam kerja lama dan tidak teratur
Tanggung jawab besar
Harus mengambil resiko
Pendapatan tidak stabil dan
tidak terjamin
Tidak ada tunjangan
Selalu terlibat dalam keuangan
Dibatasi oleh waktu

8. Masa depan tidak pasti


9. Proses belajar tidak pernah
berhenti
10. Sulit mendelegasikan tugas
11. Terlalu banyak pekerjaan
administrasi
12. Bergantung kepada tindakan
karyawan.

Pekerjaan Bergaji
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Keuntungan
Tanggung jawab spesifik
(tetap)
Pendapatan teratur
Memperoleh tunjangan
Jam kerja tetap
Masa depan lebih pasti
Rentang kendali sudah
ditentukan
Risiko minimum

Tantangan
1. Harus mengikuti perintah
2.
3.
4.
5.
6.

76

Kemampuan tidak mudah diakui


Pendapatan sudah ditentukan
Tanggung jawab terbatas
Sulit mewujudkan ide-ide
Bergantung kepada majikan

Kode
EN-3.1-TR20
Topik 3.1.4
Transparan
20/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Laba Lima Kasus Bisnis

Toko
Jaket
Pendapatan

Pabrik Bengkel
Jus
Mobil
Jeruk

36.400 81.000

Biaya-biaya:
Biaya langsung
22.160 58.560
Biaya tetap
9.140 17.100
Jumlah biaya 31.300 75.660
Laba

Minggu 4

5.100

5.340

77

Percetakan
Kecil

Rp. 000
Sortasi
Limbah

38.750 100.250

38.700

17.850
16.595
34.445

54.275
39.960
94.235

22.950
11.650
34.600

4.305

6.015

4.100

Kode
EN-3.1-TR21
Topik 3.1.4
Transparan
21/30

Berbagai pendekatan kepada kemampulabaan,


efisiensi dan produktivitas

Tindakan

Meningkatkan
kemampulabaan bisnis

Metode

Memperbaiki mutu,
menambah
pelayanan,
pembedaan produk
dan pengembangan
produk
2 Menghemat Penghematan
energi,
biaya
pengendalian biaya
secara ketat, dan
juga
pengembangan
produk
3 Meningkat- Pemasaran,
promosi,
kan
memperbaiki
penjaulan
efisiensi produksi,
pemeliharaan
preventif, dsbnya.

1 Menaikkan
harga jual

Minggu 4

Konsep/
Teknik
pembedaan
produk

manajemen biaya
dan reduksi
biaya, ciri
controllability
dan
uncontrollability
dari biaya
efisiensi dan
produktivitas,
pendekatan nilai
tambah, analisis
break-even
(BEP)

Catatan: Bisnis dapat menggabungkan dua atau tiga tindakan


untuk memperbaiki kemampulabaan.

78

Kode
EN-3.1-TR22
Topik 3.1.4
Transparan
22/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Pembedaan produk

Minggu 4

Pembedaan produk adalah modifikasi produk


untuk membuatnya lebih menarik bagi pasar
sasaran (untuk membuatnya tampak berbeda,
tidak harus benar-benar berbeda).
Produk memiliki tiga manfaat pokok:
(1) manfaat pemakaian;
(2) manfaat psikologis (meningkatkan citra pribadi,
harapan, status, harga diri); and
(3) manfaat mengurangi masalah (keamanan,
kenyamanan).

Pembedaan produk terutama ditujukan pada


manfaat psikologis produk.
________________________________________
Pada kasus bengkel mobil, produk (produkproduk) mana yang cenderung dibedakan?
Perubahan apa yang Anda sarankan pada
produk?
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil
79

Kode
EN-3.1-TR23
Topik 3.1.4
Transparan
23/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Manajemen Biaya dan


Reduksi Biaya

Minggu 4

Manajemen biaya (cost management) adalah


penggunaan akuntansi biaya untuk melaporkan atau
mengendalikan biaya bisnis. Manajemen biaya tidak
selalu berarti reduksi biaya (cost reduction), karena
tidak semua biaya bisa ditekan. Di samping itu, reduksi
biaya tidak selamanya diperlukan, karena tujuan
akhirnya adalah memaksimumkan marjin kontribusi atau
nilai tambah.

________________________________________
Pada kasus percetakan kecil, biaya-biaya mana
yang Anda pertimbangkan untuk pengendalian
biaya dan reduksi biaya? Berikan alasan-alasan.
Penjualan
Bahan langsung (kertas, tinta, lem, pelapis)
Gaji (disainer, operator, staf)
Sewa (bangunan toko)
Penyusutan (mesin cetak)
Sarana (tilpun, air, listrik)
Peralatan (computer, penjilid, pemotong)
Alat-alat tulis toko
Iuran keamanan dan biaya-biaya lain
Laba

80

100.250.000
54.275.000
8.100.000
8.000.000
3.500.000
5.100.000
13.400.000
560.000
1.300.000
6.015.000

Kode
EN-3.1-TR24
Topik 3.1.4
Transparan
24/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Biaya Terkendali dan Biaya


Tak Terkendali

Minggu 4

Engineered cost (biaya standar) adalah biaya yang dapat


diestimasi dengan tingkat andalan tinggi, atas dasar rekayasa
(engineering) atau data biaya historis.
Discretionary cost (biaya terkelola) adalah biaya yang
jumlahnya ditentukan atas dasar pertimbangan manajemen.
Committed cost adalah biaya yang timbul
konsekuensi dari komitmen bisnis di masa lampau.

sebagai

Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak bisa
dipulihkan.
Lihat EN-3.1-HO2.

________________________________________
Pada kasus sortasi limbah, klasifikasikan biaya-biaya berikut ini
ke dalam engineered cost, discretionary cost, committed
cost dan sunk cost. Biaya-biaya mana yang bisa direduksi?

Rp.
E/D/
000
C/S
Limbah plastik
21.600
Limbah kertas
1.350
Gaji karyawan
2.000
Penyusutan biaya perbaikan bangunan
400
Biaya transportasi
1.400
Peralatan
6.250
Tagihan listrik
900
Biaya-biaya lain
700
Tanah dan bangunan yang terbengkalai
81

Kode
EN-3.1-TR25
Topik 3.1.4
Transparan
25/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Nilai-Tambah

Minggu 4

Nilai tambah (value added) adalah nilai yang ditambahkan


pada nilai yang telah pada tahap produksi atau melalui citra
dan pemasaran. Nilai tambah adalah selisih antara harga
bahan baku dengan harga jual produk jadi, dan mencakup
semua biaya lain plus laba.
Memaksimumkan laba bisa memerlukan reduksi biaya tenaga
kerja, sedangkan memaksimumkan nilai tambah merupakan
suatu pendekatan di mana wirausahawan yang memperoleh
laba dan karyawan yang memperoleh gaji berada di pihak
yang sama. Pendekatan nilai tambah memperkuat orientasi
pada produktivitas sumberdaya manusia.

________________________________________
Pada kasus pabrik jus jeruk, nilai tambah pada 1 kilogram jeruk
adalah Rp. 4.133. Distribusikan nilai tambah itu pada berbagai
pelaku pasar berikut ini:
Rp.
Pemasok adonan, botol, label
Pemasok mesin pemeras
Kawasan industri kecil
Penyedia jasa pemeliharaan mesin
Pemasok mobil pengangkut
Perusahaan minyak negara
Perusahaan tilpun, listrik, air
Pemasok lat-alat tulis
Pengecer
Karyawan pabrik
Wirausahawan
Bagaimana cara meningkatkan bagian dari karyawan pabrik.
82

Kode
EN-3.1-TR26
Topik 3.1.4
Transparan
26/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Efisiensi dan Produktivitas

Minggu 4

Efisiensi adalah jumlah masukan (input) yang


dipakai per unit barang yang dihasilkan atau jasa
yang diserahkan, sedangkan produktivitas
adalah jumlah keluaran (output) yang tercipta per
unit masukan yang dipakai.

Efisiensi =

Pr oduktivita s

Output
Input

Meningkatkan efisiensi berarti menurunkan input


dengan pembilang konstan, sedangkan meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan output
dengan pembagi konstan.
________________________________________
Apakah upaya-upaya peningkatan produktivitas
yang telah dan bisa dilakukan di masa mendatang
oleh masing-masing dari lima kasus bisnis:
Toko jaket
Pabrik jus jeruk
Bengkel mobil
Percetakan kecil
Sortasi limbah
83

Kode
EN-3.1-TR27
Topik 3.1.4
Transparan
27/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Titik Break-Even

Minggu 4

Titik pulang pokok (break-even) untuk suatu


produk adalah titik di mana jumlah pendapatan
yang diterima sama dengan jumlah biaya untuk
memproduksi dan menjual produk.
Jumlah pendapatan =Jumlah biaya
Jumlah pendapatan = Biaya variabel + Biaya tetap
Jumlah pendapatan Biaya variabel = Biaya tetap
Marjin kontribusi = Biaya tetap
Analisis break-even umumnya dipakai untuk
menentukan jumlah penjualan minimum, atau nilai
penjualan minimum untuk mencapai titik breakeven (laba = nol).
Asumsi (keterbatasan):
Harga jual per unit produk konstan;
Biaya tetap (fixed cost) konstan;
Rata-rata biaya variabel konstan per unit produk;
Kuantitas barang yang diproduksi sama dengan
kuantitas barang yang dijual; dan
Bauran
penjualan (perbandingan kuantitas
produk) konstan.
84

Kode
EN-3.1-TR28
Topik 3.1.4
Transparan
28/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas

Biaya Langsung dan Biaya


Tetap

Minggu 4

Bisnis pembuatan jaket dari Modul 2 (EN-2.5-AI2):


Rp.
Harga jual /unit

185.000

Bahan langsung/unit:
Kain waterproof
Kain pelapis
Zipper
Jumlah biaya variabel

90.000
12.000
7.500
109.500

Biaya tetap/bulan:
3.600.000
Upah karyawan produksi
600.000
Benang jahit, bahan kemasan
630.000
Penyusutan (mesin jahit)
1.500.000
Sewa ruangan
800.000
Gaji pengawas
470.000
Tagian air dan listrik
5.000.000
Biaya penjualan
500.000
Alat-alat tulis
Jumlah biaya tetap 13.100.000

85

Kode
EN-3.1-TR29
Topik 3.1.4
Transparan
29/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas
Minggu 4

BEP Kuantitas

BEP Kuantitas
50,000,000
40,000,000

R p.

30,000,000
20,000,000
10,000,000

174 Unit

50

100

150

200

250

Kuantitas

Kuantitas
Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

150
27.750
16.425
11.325
13.100
-1.775

BEP
173,5
32.099
18.999
13.100
13.100
0

190
35.150
20.805
14.345
13.100
1.245

200
37.000
21.900
15.100
13.100
2.000

Kuantitas penjualan minimum 173,5 174 unit.

86

250
46.250
27.375
18.875
13.100
5.775

Kode
EN-3.1-TR30
Topik 3.1.4
Transparan
30/30

Berbagai pendekatan kepada


kemampulabaan, efisiensi dan produktivitas
Minggu 4

BEP Penjualan

Biaya variabel = 59.2% dari penjualan.


BEP Penjualan
50,000

Rp. 000

40,000
30,000
20,000
10,000

Rp. 32 juta

0
0

10,000

20,000

30,000

40,000

50,000

Penjualan (Rp. 000)

Rp. 000
Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
Laba

30,000
17,757
12,243
13,100
-857

BEP
32,099
18,999
13,100
13,100
0

35,150
20,805
14,345
13,100
1,245

40,000
23,676
16,324
13,100
3,224

Nilai penjualan minimum Rp. 32,099,399 Rp. 32 juta.

87

50,000
29,595
20,405
13,100
7,305

Kode
EN-3.1-HO2

Handout
Unit Pembelajaran 3.1

MENINGKATKAN KEMAMPULABAAN

HO 2

Bisnis dapat meningkatkan kemampulabaannya dengan menaikkan harga jual dan/atau


reduksi biaya produk. Dewasa ini, peningkatan harga jual dilakukan dengan memperbaiki mutu,
menambah pelayanan, pembedaan produk dan pengembangan produk; mengurangi biaya
dilakukan dengan penghematan energi, pengendalian biaya, dan juga pengembangan produk.
Karena peningkatan harga jual dan reduksi biaya tidak selamanya layak dilakukan,
peningkatan kemampulabaan juga dilakukan dengan meningkatkan penjualan atau produksi.

1. Pembedaan produk
Pembedaan produk adalah modifikasi produk untuk membuatnya lebih menarik bagi pasar
sasaran (target market). Pada dasarnya pembedaan produk adalah teknik pemasaran untuk
memperbaiki daya saing. Tujuannya membuat konsumen melihat sesuatu produk berbeda
dengan produk sejenis di pasar. Perubahannya sangat sedikit, hanya pada kemasan
dan/atau tema iklan, sedangkan produk fisiknya sendiri tidak berubah. Pembedaan produk
terutama untuk menciptakan manfaat psikologis produk, tetapi tidak berarti tindakan ini
murah. Pembedaan produk dan manfaat produk telah diperkenalkan pada Modul 2, LU 2.2.
Perusahaan kecil yang beroperasi di suatu celah pasar (sektor pasar yang tidak dihiraukan
oleh pemasok barang atau penyedia jasa arus utama) pasti memunculkan banyak peluang
untuk membedakan produknya agar para konsumen melihat produk itu spesifik, agar
mereka tidak terlalu peka terhadap harga jual. Perusahaan kecil harus menghindari biaya
periklanan yang mahal dan harus inovatif dalam pembedaan produk. Kadang-kadang lebih
murah membuat perubahan pada produk fisiknya agar lebih unggul daripada produk lain di
pasar dalam hal manfaat kongkrit produk, terutama manfaat pemakaiannya.

2. Manajemen biaya dan reduksi biaya


Manajemen biaya (cost management) adalah penggunaan akuntansi biaya untuk
melaporkan atau mengendalikan biaya bisnis. Contohnya adalah keputusan-keputusan
menyangkut kuantitas dan jenis bahan yang dipakai, perubahan proses produksi pabrik dan
rancangan produk. Manajemen biaya mencakup banyak kegiatan, antara lain:
penganggaran dan pengawasan anggaran; penghematan energi; memaksimumkan
pemanfaatan kapasitas produksi; analisis rantai nilai (value chain analysis); pemeliharaan
rutin; dsbnya.
Manajemen biaya tidak selalu berarti reduksi biaya (cost reduction). Manajemen biaya
memiliki lingkup yang luas, termasuk tapi tidak terbatas pada reduksi biaya, karena tidak
semua biaya bisa ditekan. Reduksi tergantung pada perilaku dan ciri-ciri biaya. Di samping
itu, reduksi biaya tidak selalu diperlukan, karena tujuan akhirnya memaksimumkan
contribution margin atau nilai tambah Memaksakan reduksi pada biaya yang tidak bisa
ditekan bisa mengorbankan manfaat produk atas beban konsumen, pemasok, masyarakat.

3. Biaya Terkendali dan Biaya Tak Terkendali


Pada dasarnya hanya biaya terkendali (controllable costs) yang bisa ditekan. Biaya dapat
diklasifikasikan ke dalam engineered cost (biaya standar), discretionary cost (biaya
terkelola), committed cost dan sunk cost:

88

Engineered cost (biaya standar) adalah biaya yang dapat diestimasi dengan tingkat
andalan tinggi, atas dasar rekayasa (engineering) atau data biaya historis. Contohnya biaya
bahan langsung, tenaga kerja langsung, komponen perakitan, bahan bakar, sarana umum
(air, gas, listrik). Mengurangi engineered cost akan mengurangi mutu dan manfaat produk.
Discretionary cost (biaya terkelola) adalah biaya yang jumlahnya ditentukan atas dasar
pertimbangan manajemen sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Contohnya biaya penjualan
(biaya promosi), biaya administrasi, penelitian dan pengembangan, dan sebagian biaya
overhead pabrik (biaya pemeliharaan). Discretionary cost adalah biaya yang dianggarkan.
Committed cost adalah biaya yang timbul sebagai konsekuensi dari komitmen bisnis di
masa lampau. Contohnya biaya penyusutan untuk aktiva yang dibeli di masa lampau, biaya
sewa, asuransi, pajak, dsbnya. Committed cost hanya bisa dikurangi melalui renegosiasi.
Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak bisa dipulihkan secara berarti. Sunk
cost timbul karena perencanaan yang kurang baik atau perubahan lingkungan yang tak
terduga. Contohnya aktiva yang tidak lengkap (bangunan belum selesai) yang tidak
berfungsi dengan semestinya, atau pengembangan (produk) di masa lampau yang kini tidak
bernilai.
Berdasarkan ciri-ciri di atas, hanya discretionary cost yang bisa ditekan. Ketiga biaya lainnya
hanya bisa ditekan melalui tindakan jangka-panjang. Engineered cost hanya bisa ditekan
melalui pengembangan produk, dan proses. Committed cost seperti biaya sewa hanya bisa
ditekan bila renegosiasi bisa dilakukan. Mengenai sunk cost, satu-satunya yang bisa dilakukan
hanyalah membuat aktiva lebih produktif agar bisa memulihkan biaya yang telah dikeluarkan.

4. Nilai Tambah
Nilai tambah (value added) adalah nilai yang ditambahkan pada nilai yang telah diciptakan di
tempat lain, atau oleh sektor lain. Nilai jeruk sudah diciptakan sektor pertanian. Memproses
jeruk menjadi jus jerus akan menambah nilai jeruk. Dengan demikian nilai tambah mengacu
pada tahap produksi atau pemasaran tertentu. Untuk perusahaan manufaktur, nilai tambah
adalah selisih antara harga bahan baku dengan harga jual produk jadi. Nilai tambah
mencakup semua biaya produksi dan biaya operasional (kecuali bahan baku), dan laba.
Meskipun nilai tambah menyangkut harga jual dan harga bahan baku, memaksimumkan
nilai tambah berbeda dengan memaksimumkan laba. Memaksimumkan laba bisa
memerlukan reduksi biaya tenaga kerja, sedangkan memaksimumkan nilai tambah
merupakan suatu pendekatan di mana wirausahawan (majikan) dan karyawan berada di
pihak yang sama (tidak berseberangan). Pendekatan nilai tambah memperkuat orientasi
perusahaan kepada peningkatan volume penjualan dan produktivitas (sumberdaya
manusia).
Pemerintah daerah akan mendukung usaha-usaha inovatif yang bisa menambah nilai pada
produk alam setempat, misalnya perusahaan mebel yang dapat memproses limbah kayu untuk
memproduksi mebel kecil. Perusahaan besar dapat menyerahkan sebagian proses atau jasa
lainnya kepada perusahaan kecil untuk memaksimumkan nilai tambah produk. Contohnya
sortasi komoditi pertanian untuk memperbaiki mutu (dan harga jual) produk akhir.

5. Efisiensi dan Produktivitas


Perusahaan yang mendapatkan bahwa biaya produknya terlalu tinggi untuk bersaing di
pasar memiliki dua pilihan, yaitu mengurangi jumlah karyawan, atau memanfaatkan

89

kelebihan tenaga kerja untuk membuka outlet di tempat-tempat jauh untuk memperbaiki
pemasaran. Opsi pertama meningkatkan efisiensi, opsi kedua meningkatkan produktivitas.
Efisiensi adalah jumlah masukan (input) yang dipakai per unit barang yang dihasilkan atau
jasa yang diserahkan, sedangkan produktivitas adalah jumlah keluaran (output) yang
tercipta per unit masukan yang dipakai. Secara matematis, keduanya mempunyai rumus
yang sama:

Efisiensi =

Pr oduktivita s

Output
Input

Perbedaannya terletak pada faktor mana yang digarap, pembilang (output) atau pembagi
(input) pada rumus di atas. Meningkatkan efisiensi berarti menurunkan input dengan
pembilang konstan, sedangkan meningkatkan produktivitas berarti meningkatkan output
dengan pembagi konstan.
Untuk aktiva fisik (mesin), meningkatkan efisiensi dapat berarti mengurangi jam jalan
(delivery hours) mesin atau biaya pemeliharaan, yang pada akhirnya akan mengurangi biaya
overhead per unit produk. Meningkatkan produktivitas bisa berarti meningkatkan jumlah
produksi, sehingga memaksimumkan pemanfaatan kapasitas mesin dan pada akhirnya juga
menurunkan biaya overhead per unit. Untuk sumberdaya manusia, meningkatkan efisiensi
bisa berarti mengurangi jam kerja karyawan, gaji/upah atau bahkan mengurangi jumlah
tenaga kerja. Meningkatkan produktivitas bisa berarti meningkatkan jumlah produksi dan
memperbaiki mutu layanan. Kendala bagi peningkatan efisiensi adalah tindakan mengurangi
biaya itu seringkali sulit, bahkan mustahil dilakukan. Kendala bagi peningkatan produktivitas
adalah keterbatasan kapasitas produksi dan/atau kapasitas pemasaran.

6. Analysis Break-Even
Titik pulang pokok (break-even) untuk suatu produk adalah titik di mana jumlah
pendapatan yang diterima sama dengan jumlah biaya untuk memproduksi dan menjual
produk. Secara matematis, titik break-even adalah titik di mana:
Jumlah pendapatan = Jumlah biaya
Jumlah pendapatan = Biaya variabel + Biaya tetap
Penggunaan yang paling lazim analisis break-even adalah menentukan jumlah penjualan
minimum, atau nilai penjualan minimum (dalam hal perusahaan multi-produk) untuk
mencapai titik break-even, atau di mana laba sama dengan nol.
Contoh berikut ini diambil dari bagian akhir dari Modul 2, LU 2.5 (EN-2.5-AI2). Tujuannya
menentukan penjualan minimum pembuat jaket maker untuk mencapai titik break-even.

____________________________________________________________________________
BEP UNTUK PEMBUAT JAKET
Harga jual jaket Rp. 185.000. Setiap jaket membutuhkan bahan langsung:

2 meter kain waterproof @ Rp. 45.000/meter


1,2 meter kain pelapis @ Rp. 10.000/meter
1 buah zipper plastik @ Rp. 7.500/buah
Jumlah biaya variabel

90

Rp./Unit
90.000
12.000
7.500
109.500

Biaya-biaya lain, yang semua diasumsikan sebagai biaya tetap, adalah sebagai berikut:

Upah karyawan produksi (cutting, sewing, trimming dan packaging)


Benang jahit, bahan kemasan
Penyusutan (mesin jahit)
Sewa ruangan
Gaji pengawas
Tagian air dan listrik
Biaya penjualan
Alat-alat tulis
Jumlah

Rp./bulan
3.600.000
600.000
630.000
1.500.000
800.000
470.000
5.000.000
500.000
13.100.000

Laba pada berbagai tingkat kuantitas:


Kuantitas
Penjualan
Biaya variabel
Contribution margin
Biaya tetap
Laba

150
27.750.000
16.425.000
11.325.000
13.100.000
-1.775.000

BEP
173,5 (174)
32.099.339
18.999.338
13.100.000
13.100.000
0

175
32.375.000
19.162.500
13.212.500
13.100.000
112.500

200
37.000.000
21.900.000
15.100.000
13.100.000
2.000.000

250
46.250.000
27.375.000
18.875.000
13.100.000
5.775.000

BEP Quantity
50,000,000
40,000,000

Rp.

30,000,000
20,000,000
10,000,000

174 Unit

50

100

150

200

250

Kuantitas

Penjualan minimum untuk mencapai break even = 173.5 Unit 174 unit (dibulatkan).
BEP di atas biasa disebut BEP Quantity. Jenis BEP lain adalah BEP Sales di mana titik
break-even mengacu pada nilai penjualan bukan jumlah penjualan. BEP Sales dipakai untuk
perusahaan multi-produk di mana biaya variabel memiliki persentase konstan terhadap
penjualan. Dalam kasus pembuat jaket ini persentasenya 59,2% (109.500/185.000).
BEP Sales adalah nilai penjualan di mana laba sama dengan nol, seperti pada tabel berikut
ini:

91

Penjualan
Biaya variabel
Contribution margin
Biaya tetap
Laba

30.000.000
17.756.757
12.243.243
13.100.000
-856.757

BEP
32.099.339
18.999.338
13.100.000
13.100.000
0

32.375.000
19.162.500
13.212.500
13.100.000
112.500

40.000.000
23.675.676
16.324.324
13.100.000
3.224.324

50.000.000
29.594.595
20.405.405
13.100.000
7.305.405

BEP Sales
50,000

Rp. 000

40,000
30,000
20,000
10,000

Rp. 32 juta
0
0

10,000

20,000

30,000

40,000

50,000

Penjualan (Rp. 000)

Penjualan minimum untuk mencapai titik break even Rp. 32 juta.

____________________________________________________________________________
Asumsi-asumsi dan sekaligus juga keterbatasan-keterbatan analisis break-even adalah:
Analisis break-even mengasumsikan harga jual konstan, tidak ada diskon volume untuk
meningkatkan penjualan;
Analisis break-even mengasumsikan biaya tetap (fixed cost) konstan, tidak ada investasi
tambahan dan tidak ada divestasi aktiva jangka-panjang;
Analisis break-even mengasumsikan rata-rata biaya variabel konstan per unit produk,
tidak ada kurva belajar dalam produksi, yaitu menurunnya biaya per unit dengan
meningkatnya kuantitas produksi;
Analisis break-even mengasumsikan kuantitas barang yang diproduksi sama dengan
kuantitas barang yang dijual, yaitu tidak ada perbedaan antara persediaan awal dengan
persediaan akhir; dan
Dalam perusahaan multi-produk companies, analisis break-even mengasumsikan
perbandingan masing-masing produk yang dijual dan diproduksi konstan (atau bauran
penjualannya konstan).
Meskipun dengan berbagai keterbatasan di atas, analisis break-even merupakan alat yang
efektif untuk memotivasi penjualan. Melalui analisis break-even, perusahaan seharusnya tidak
menjual produk dengan harga yang tidak bisa diterima oleh pasar, atau mengurangi biaya
dengan akibat berkurangnya manfaat konsumen. Perusahaan dapat meningkatkan kuantitas
penjualan atau kuantitas produksi dalam batas-batas kapasitas produksi perusahaan dan
dalam batas-batas kapasitas pasar untuk menyerap produk yang dibuat.

92

Kode
EN-3.1-AG3
Topik 3.1.4
Tugas Kelompok
3/3
Tujuan:

Memahami dan mampu menghitung biaya serta


menetapkan harga jual

Berbagai Pendekatan Kepada


Kemampulabaan (Profitability) Bisnis

Minggu 4

Mahasiswa memahami cara melakukan analisis break-even (BEP) untuk


menemukan cara-cara memperbaiki kemampulabaan bisnis.

Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Masing-masing kelompok mengerjakan satu


dari lima kasus berikut ini:

Toko jaket (jacket retailer).

Pabrik jus jeruk (orange juice bottler).

Bengkel mobil (car workshop).

Percetakan kecil (print shop).

Sortasi limbah (waste sorter).

Kelima kasus itu terlampir pada EN-3.1-AG1. Baca kasus dengan cermat.
Tugas masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:
(1) membuat analisis breakeven dengan informasi yang dihitung sebelumnya;
(2) menggambar grafik BEP (BEP-Jumlah atau BEP Penjualan);
(3) menentukan jumlah atau nilai minimum penjualan yang harus dicapai untuk
memperoleh laba;
dengan asumsi-asumsi:
Harga jual konstan;
Biaya tetap (fixed cost) konstan;
Rata-rata biaya variable konstan;
Jumlah produk yang diproduksi sama dengan jumlah produk yang dijual; dan
Bauran penjualan (sales mix) konstan (untuk bengkel mobil, percetakan kecil dan
sortasi limbah).

Bahan acuan adalah HANDOUT EN-3.1-HO2.


Waktu latihan 30 menit, kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan
kemampulabaan kasus, menggunakan flipchart yang dipersiapkan selama latihan
kelompok. Flipchart bisa seperti TRANSPARAN EN-3.1-TR29 atau EN-3.1-TR30.
Waktu presentasi masing-masing kelompok 5 10 menit.
Mahasiswa harus membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

93

Unit Pembelajaran
LU 3.2

Modal awal dan proyeksi keuangan


Daftar Bahan Ajar
EN-3.2-LP
EN-3.2-TN1
EN-3.2-TR1
EN-3.2-TN2
EN-3.2-TR2
EN-3.2-TR3
EN-3.2-TR4
EN-3.2-HO1
EN-3.2-TN3
EN-3.2-TR5
EN-3.2-TR6
EN-3.2-TR7
EN-3.2-TR8
EN-3.2-HO2
EN-3.2-TR9
EN-3.2-TR10
EN-3.2-TR11
EN-3.2-TR12
EN-3.2-TR13
EN-3.2-HO3
EN-3.2-HO4
EN-3.2-TN4
EN-3.2-AG1
EN-3.2-TN5
EN-3.2-TR14
EN-3.2-TR15
EN-3.2-TR16
EN-3.2-TR17
EN-3.2-TR18
EN-3.2-TN6
EN-3.2-TR19
EN-3.2-HO5
EN-3.2-TR20
EN-3.2-HO6
EN-3.2-TN7
EN-3.2-AG2
EN-3.2-AG3
EN-3.2-TN8

Rencana pelajaran
Catatan dosen 1/8
Transparan 1/20
Catatan dosen 2/8
Transparan 2/20
Transparan 3/20
Transparan 4/20
Handout 1/6
Catatan dosen 3/8
Transparan 5/20
Transparan 6/20
Transparan 7/20
Transparan 8/20
Handout 2/6
Transparan 9/20
Transparan 10/20
Transparan 11/20
Transparan 12/20
Transparan 13/20
Handout 3/6
Handout 4/6
Catatan dosen 4/8
Tugas kelompok 1/3
Catatan dosen 5/8
Transparan 14/20
Transparan 15/20
Transparan 16/20
Transparan 17/20
Transparan 18/20
Catatan dosen 6/8
Transparan 19/20
Handout 5/6
Transparan 20/20
Handout 6/6
Catatan dosen 7/8
Tugas kelompok 2/3
Tugas kelompok 3/3
Catatan dosen 8/8

halaman 95
halaman 96 97
halaman 98
halaman 99 101
halaman 102
halaman 103
halaman 104
halaman 105
halaman 106 108
halaman 109
halaman 110
halaman 111
halaman 112
halaman 113 116
halaman 117
halaman 118
halaman 119
halaman 120
halaman 121
halaman 122 123
halaman 124 126
halaman 127 133
halaman 134
halaman 135
halaman 136
halaman 137
halaman 138
halaman 139
halaman 140
halaman 141 144
halaman 145
halaman 146 149
halaman 150
halaman 151 153
halaman 154 161
halaman 162 175
halaman 176
halaman 177

94

Rencana Pelajaran
Unit Pembelajaran

Kode
EN-3.2-LP

Durasi
16 jam
Minggu 5-8
Pengetahuan dan keterampilan merencanakan pendanaan dan membuat
proyeksi keuangan untuk ide bisnis terpilih
Mahasiswa mampu (i) menyusun rencana keuangan untuk membuka bisnis
(sumber-sumber dana, termasuk modal sendiri), (ii) membuat proyeksi
keuangan untuk bisnis mereka, (iii) membuat proyeksi laba/laba ditahan
selama kurun waktu tertentu.
3.2.1 Mengulas laporan keuangan
3.2.2 Proyeksi modal awal (modal investasi dan modal kerja)
3.2.3 Daur kas (cash cycle)
3.2.4 Proyeksi aliran kas dan neraca
3.2.5 Proyeksi pendanaan dan proyeksi keuangan untuk ide bisnis terpilih
Uraian Kegiatan Secara
Metode
Bahan
Waktu (jam)
Urut

Modal awal dan proyeksi keuangan

Kompetensi
Utama
Tujuan Unit
Pembelajaran
Topik

Kegiatan
a3.2.1
a3.2.2
a3.2.3

Minggu 5
Perlunya proyeksi keuangan
secara lengkap
Memperkenalkan modal awal

a3.2.5

Menghitung jumlah modal


awal dan memperkenalkan
daur kas (cash cycle) untuk
menghitung kebutuhan modal
kerja
Latihan menghitung modal
awal
Minggu 6
Format laporan keuangan

a3.2.6

Membuat proyeksi keuangan

a3.2.7

Membuat proyeksi laba-rugi,


aliran kas dan neraca
Minggu 7
Kunjungan lapangan
Minggu 8
Presentasi hasil kunjungan
lapangan dan pembahasan
Ulasan proyeksi pendanaan
dan proyeksi keuangan

a3.2.4

a3.2.8
a3.2.9
a3.2.10

Di kelas
Diskusi terbuka
Kuliah
Diskusi terbuka
Kuliah
Kuliah
Diskusi terbuka
Latihan kelas
Latihan kelas
Di kelas
Diskusi terbuka
Kuliah
Kuliah
Diskusi terbuka
Latihan kelas
Di luar kelas
Studi kasus
Di kelas
Presentasi
Diskusi terbuka
Kuliah

EN-3.2-TN1

30

EN-3.2-TN2

45

EN-3.2-TN3

1 jam 15

EN-3.2-TN4

1 jam 30

EN-3.2-TN5

1 jam 00

EN-3.2-TN6

1 jam 30

EN-3.2-TN7

1 jam 30

EN-3.2-AG3

4 jam 00

EN-3.2-AG3

2 jam 00

EN-3.2-TN8

2 jam 00

Jumlah waktu

Catatan khusus:

95

16 jam 00

Kode
EN-3.2-TN1
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit pembelajaran 3.2

Perlunya Proyeksi Keuangan yang


Lengkap

Minggu 5

Mahasiswa memahami perlunya membuat ketiga proyeksi


keuangan untuk menilai kemampulabaan bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.2-TR1, yang


merupakan kutipan EN-3.1-TR20. Angka-angkanya
adalah jawaban latihan kelas dalam LU 3.1 (EN-3.1AG1 dan EN-3.1-AG3).

30 Diskusi
terbuka

Tanya masing-masing kelompok yang mengerjakan


latihan EN-3.1-AG1 dan EN-3.1-AG3:
Dapatkah wirausahawan mengambil pendapatannya
pada akhir bulan pertama untuk kebutuhan pribadinya?
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan atau
flipchart. Jawaban yang benar seharusnya dalam
bentuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
Berapa jumlah uang yang dimiliki perusahaan pada
akhir bulan? (saldo kas akhir); dan
Berapa jumlah uang yang seharusnya dimiliki
perusahaan pada akhir bulan agar bertahan pada
bulan-bulan berikutnya? (misalnya mulai membeli
bahan baku).
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat
ditemukan pada proyeksi aliran kas dan proyeksi
neraca.
Diskusi terbuka harus berakhir dengan kesimpulan
bahwa (1) laba saja tidak cukup, harus ada kas dalam
jumlah yang memadai, dan (2) untuk menilai
kemampulabaan juga dibutuhkan proyeksi aliran kas
dan proyeksi neraca.
Lihat Konsep & teori di bawah ini.

96

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-TR1

Semua kasus bisnis memperoleh laba (positif) pada


bulan pertama operasinya. Ingatkan mahasiswa bahwa
masing-masing wirausahawan dapat memperoleh
penghasilan tetap Rp. 2,5 juta per bulan jika bekerja
sebagai karyawan.

Jumlah

Metode

30

Konsep & teori


Unit Pembelajaran 3.1 menekankan bahwa meskipun laba per unit penting artinya,
kemampulabaan menyeluruh perusahaan sebagaimana dinyatakan dengan proyeksi
laba-rugi jauh lebih relevan. Kemampulabaan dapat ditingkatkan tidak hanya dengan
meningkatkan harga jual atau mengurangi biaya, tetapi juga dengan meningkatkan
kuantitas penjualan atau kegiatan bisnis. Analisis break-even menunjukkan bahwa
setiap bisnis harus mencapai kuantitas atau tingkat penjualan minimum untuk
mencapai titik break even, dan melebihi tingkat itu untuk memperoleh laba yang
memadai agar wirausahawan termotivasi untuk membuka usaha dan selanjutnya
tetap bertahan dalam bisnis. Kuantitas penjualan bisa ditingkatkan asal perusahaan
memiliki kapasitas untuk memproduksi dan pasar memiliki kapasitas untuk
menyerap hasil produksinya. Kapasitas pasar seharusnya sudah diukur ketika
wirausahawan melakukan studi pasar (market studi). Kapasitas produksi seharusnya
sudah direncanakan ketika dia melakukan studi teknis (technical study).
Kendala lain untuk meningkatkan kemampulabaan adalah kapasitas keuangan
bisnis. Kendala ini perlu dipahami oleh semua wirausahawan, bahkan oleh
wirausahawan yang baru membuka bisnis agar tidak terkejut melihat bisnis yang
menguntungkan (atas dasar proyeksi laba-rugi) ternyata berhenti beroperasi karena
kekurangan modal kerja untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo,
seperti membeli bahan baku, membayar upah dan gaji, melakukan penjualan kredit
yang terpaksa ditempuh untuk bertahan hidup, mengadakan persediaan antisipatif,
membayar uang muka biaya, membayar utang dagang, mengembalikan pinjaman,
dsbnya. hal ini tidak jarang terjadi, atau bahkan merupakan kejadian umum, pada
bisnis baru dan usaha skala kecil.
Unit Pembelajaran 3.1 mencakup latihan menghitung laba dengan menggunakan ke
lima kasus bisnis, yaitu toko jaket, pabrik jus jeruk, bengkel mobil, percetakan
kecil dan usaha sortasi limbah. Proyeksi laba-rugi untuk ke lima kasus itu
menunjukkan bahwa semua kasus bisnis menguntungkan seperti tampak pada
TRANSPARAN EN-3.2-TR1. Namun ketika ditanyakan apakah masing-masing
wirausahawan dapat mengambil labanya pada akhir bulan pertama untuk keperluan
pribadi, masalahnya apakah ada cukup saldo kas (positif) pada akhir bulan. Laba
saja tidak cukup, harus ada kas dengan jumlah yang memadai.
Proyeksi aliran kas dan neraca untuk kelima kasus itu menjawab tidak hanya
pertanyaan apakah masing-masing wirausahawan dapat mengambil (sebagian) laba
bisnis yang merupakan haknya, tetapi juga pertanyaan apakah bisnis-bisnis baru
yang menguntungkan dapat bertahan atau memiliki potensi menguntungkan dalam
jangka-panjangnya. Mahasiswa perlu mengulas tiga laporan keuangan yang
diperkenalkan secara singkat dalam Modul 2, serta penyesuaian proyeksi keuangan
pada LU 3.1. LU 3.2 ini memberikan latihan membuat proyeksi keuangan untuk
periode awal operasi, khusunya proyeksi aliran kas dan neraca atas dasar proyeksi
laba-rugi yang dibuat pada LU 3.1. Latihan-latihan ini diberikan setelah
memperkenalkan suatu faktor yang tak kalah pentingnya, yaitu modal awal.

97

Kode
EN-3.2-TR1
Topik 3.2.1
Transparan
1/20

Mengulas laporan keuangan

Laba Lima Kasus Bisnis

Toko
Jaket
Pendapatan

Pabrik Bengkel
Jus
Mobil
Jeruk

36.400 81.000

Biaya-biaya:
Biaya langsung
22.160 58.560
Biaya tetap
9.140 17.100
Jumlah biaya 31.300 75.660
Laba

Minggu 5

5.100

5.340

IDR 000
Perce- Sortasi
takan Limbah
Kecil

38.750 100.250

38.700

17.850
16.595
34.445

54.275
39.960
94.235

22.950
11.650
34.600

4.305

6.015

4.100

Dapatkah wirausahawan mengambil laba bisnis


pada akhir bulan pertama untuk keperluan
pribadinya?

98

Kode
EN-3.2TN2
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Memperkenalkan Modal Awal

Minggu 5

Mahasiswa mampu mengidentifikasi komponen-komponen modal


awal

Langkah-langkah

Waktu

Tanya masing-masing kelompok yang mengerjakan


latihan EN-3.1-AG1:

Brrapa jumlah dana yang disediakan oleh


masing-masing wirausahawan untuk memulai
bisnisnya?

Dari mana dana itu berasal?

Bagaimana masing-masing wirausahawan


membelanjakannya (untuk membeli atau
membayar apa saja)?

Metode

15 Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-TR2

Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis


atau flipchart dan bandingkan dengan
TRANSPARAN EN-3.2-TR2.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Perkenalkan modal awal (start-up capital) dengan
menggunakan TRANSPARAN EN-3.2-TR3 dan EN3.2-TR4.

30 Diskusi
terbuka
Kuliah

Bagikan handout EN-3.2-HO1.


(1) Minta mahasiswa mengelompokkan pengeluaran
modal pemilik ke dalam modal investasi dan
modal kerja.
(2) Tanya juga kepada mahasiswa apakah
pengeluaran itu sudah mencakup komponenkomponen yang diperlukan, dengan mengacu
pada TRANSPARAN EN-3.2-TR4.
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis
atau flipchart.
Jawaban mahasiswa untuk pertanyaan yang
kedua harus dicatat karena jawaban ini akan
dibahas dalam LU 3.3 setelah LU 3.2 ini.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Jumlah

99

45

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-TR3
EN-3.2-TR4
EN-3.2-HO1

Konsep & teori


Modal Awal Untuk Membuka Bisnis
Modal awal dan pengeluaran pada lima kasus bisnis latihan EN-3.1-AG1 tampak pada tabel
berikut ini:
Toko jaket

Pabrik jus
jeruk

Bengkel
Mobil

Percetakan kecil

Rp. 000
Sortasi
limbah

Modal awal

61.300

65.400

63.300

63.500

30.000

Pengeluaran:
Tanah & bangunan
Mesin
Peralatan
Bahan baku
Perlengkapan
Jasa
Jumlah

60.000
60.000

36.000
24.000
3.600
63.600

36.000
15.000
800
10.670
62.470

48.000
13.400
61.400

24.000
24.000

1.300

1.800

830

2.100

6.000

Sisa

Sisa modal setelah semua pengeluaran menjadi saldo kas awal untuk meulai operasi.
Kelima kasus bisnis merupakan contoh-contoh pembukaan bisnis kecil dan menengah tanpa
modal awal yang besar, karena para wirausahawannya cukup beruntung melihat
kesempatan memperoleh aktiva fisik mahal dengan pembelian kredit atau pembayaran
angsuran. Modal awal akan jauh lebih besar seandainya para wirausahawan harus membeli
aktiva-aktiva itu secara tunai.
Semua mereka memulai bisnis mereka menggunakan uang mereka senditi, yang
dibelanjakan tidak hanya untuk modal investasi (MI) tetapi juga untuk modal kerja (MK)
seperti tampak pada tabel berikut ini (Rp. 000):
Toko jaket:

membayar uang muka dan angsuran pertama bangunan toko


saldo kas awal1

MI
MK

60,000
1,300
61,300

MI
MI
MK
MK

24,000
36,000
3,600
1,800
65,400

Jumlah
Pabrik jus jeruk:

uang muka mesin pemeras


membayar sewa pabrik untuk 1 tahun2
membayar kontrak pemeliharaan untuk 6 bulan
saldo kas awal1
Jumlah

100

Bengkel mobil:

membangun bengkel
membayar angsuran pertama for pembangkit listrik
membayar angsuran pertama for peralatan las
membeli kawat las, dempul
membeli malam, cleaner, perekat, pemoles, dsbnya.
membeli kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
membeli alat penyemprot dan peralatan lainnya3
saldo kas awal1

MI
MI
MI
MK
MK
MK
MK
MK

36,000
10,000
5,000
4,000
6,000
670
800
830
63,300

MI
MK
MK

48,000
13,400
2,100
63,500

MI
MK

24,000
6,000
30,000

Jumlah
Percetakan kecil:

membayar sewa toko 6 bulan4


membeli computer dan alat penjilid, pemotong
saldo kas awal1
Jumlah

Sortasi limbah:

perbaikan atap
saldo kas awal1
Jumlah

Catatan:
1
) Saldo kas awal adalah bagian dari modal kerja, karena uang ini akan dipakai untuk membeli
bahan, membayar upah serta kewajiban-kewajiban lain dalam operasi awal bisnis.
2
) Sewa pabrik biasanya diklasifikasikan sebagai modal kerja jika dibayaw bulanan. Tapi jika
sewa pabrik harus dibayar untuk beberapa bulan, sewa mungkin menyangkut uang muka yang
cukup besar bagi bisnis baru. Di samping itu, pengeluaran ini merupakan alternatif dari
pembelian aktiva.
3
) Alat penyemprot dan peralatan lainnya diklasifikasikan sebagai modal kerja because karena
seluruh biaya dibebankan pada periode pertama.
4
) Sewa toko bisa juga diklasifikasikan sebagai modal investasi karena menyangkut
pembayaran uang muka dalam jumlah besar dan merupakan alternatif pembelian aktiva.
Bila dibandingkan dengan TRANSPARAN EN-3.2-TR4, mahasiswa akan memperhatikan
bahwa beberapa komponen modal awal belum dipertimbangkan dalam kelima kasus bisnis
itu, seperti biaya hukum, upacara pembukaan, dsbnya. Biarkan rasa keingin-tahuan
mahasiswa berlanjut sampai Unit Pembelajaran 3.3, yang membahas aspek hukum dan
aspek tanggungjawab sosial yang juga perlu dipertimbangkan dalam menghitung modal
awal dan membuat proyeksi keuangan bisnis.

101

Kode
EN-3.2-TR2
Topik 3.2.2
Transparan
2/20

Proyeksi modal awal


Minggu 5

Modal Awal Untuk Membuka


Bisnis
Toko
jaket

Pabrik
jus
jeruk

Modal awal

61.300

65.400

63.300

63.500

30.000

Pengeluaran:
Tanah &
bangunan
Mesin
Peralatan
Bahan baku
Perlengkapan
Jasa
Jumlah

60.000
60.000

36.000
24.000
3.600
63.600

36.000
15.000
800
10.670
62.470

48.000
13.400
61.400

24.000
24.000

1.300

1.800

830

2.100

6.000

Sisa

102

Bengkel
Mobil

Percetakan
kecil

Sortasi
limbah

Kode
EN-3.2-TR3
Topik 3.2.2
Transparan
3/20

Proyeksi modal awal

Modal Awal

Minggu 5

Modal awal adalah sejumlah uang yang harus


dibelanjakan
sebelum
kegiatan
bisnis
menghasilkan pendapatan melalui penjualan.
Modal awal memiliki dua fungsi:
(1) Pengeluaran pra-operasi, yaitu uang yang
harus dibayarkan oleh wirausahawan yang
membuka bisnis sebelum bisnis mulai
beroperasi. Jumlah uang yang diperlukan
untuk pengeluaran-pengeluaran ini juga
disebut modal investasi.
(2) Pengeluaran operasi awal, yaitu sejumlah
uang yang dibutuhkan wirausahawan untuk
berbagai
pengeluaran
awal
sebelum
pendapatan dari penjualan masuk ke dalam
bisnis. Jumlah uang yang diperlukan untuk
pengeluaran-pengeluaran ini disebut modal
kerja.

103

Kode
EN-3.2-TR4
Topik 3.2.2
Transparan
4/20

Proyeksi modal awal

Modal Investasi dan Modal


Kerja

pra-operasi

Awal
bisnis

Minggu 5

operasi awal
(beberapa minggu
atau bulan)
Pendapatan
pertama

Modal Investasi
tanah
bangunan
bengkel
mesin
perkakas
peralatan
perabot kantor
computer
sambungan air
sambungan listrik
sambungan tilpun
biaya hukum, perizinan
papan nama
publikasi
upacara pembukaan
dsbnya.

Modal Kerja

sewa
biaya pemeliharaan
bahan baku
bahan dalam proses
barang jadi
perlengkapan kantor
promosi penjualan
upah dan gaji
asuransi
bahan bakar
tagihan air
tagihan listrik
tagihan tilpun
biaya bunga
biaya transportasi
dsbnya.

MODAL AWAL

104

Kode
EN-3.2-HO1

Handout
Unit Pembelajaran 3.2

Modal awal

HO 1

Membuka bisnis membutuhkan sejumlah uang yang harus dikeluarkan sebelum kegiatan
bisnis mulai menghasilkan uang melalui penjualan. Seringkali para wirausahawan potensial
menghitung terlalu sedikit jumlah yang dibutuhkan karena mereka hanya memperhitungkan
pengeluaran untuk investasi seperti mesin dan peralatan, mobil dan sebagainya. Mereka tidak
menyadari bahwa selama beberapa minggu atau bulan pertama operasi bisnis (perdagangan,
manufaktur atau jasa) pendapatan penjualan belum menutup pengeluaran-pengeluaran untuk
menjalankan bisnis. Hal ini dapat menimbulkan masalah likiditas di mana wirausahawan
tidak mampu membayar gaji atau membeli perlengkapan.
Jumlah yang diperlukan sebagai modal awal biasanya lebih banyak daripada jumlah uang
yang dimiliki oleh para calon pengusaha. Karena kekurangannya harus diperoleh dari sumber
lain, penting artinya mengetahui berapa jumlah uang yang dibutuhkan.
Jika seorang wirausahawan ingin memulai bisnis dia harus mengetahui bahwa selama proses
pendirian diperlukan sejumlah uang untuk berbagai pengeluaran sebelum bisnis memperoleh
pendapatannya sendiri.
Modal awal memiliki dua fungsi:
(1) Pengeluaran pra-operasi, yaitu uang yang harus dibayarkan oleh wirausahawan yang
membuka bisnis sebelum bisnis mulai beroperasi. Pengeluaran-pengeluaran itu meliputi
pembelian tanah, pembangunan bengkel, pembelian mesin, perkakas, peralatan, perabot
kantor, di samping biaya hukum, perizinan, sambungan air, listrik dan tilpun, publikasi
dan periklanan sebelum bisnis dibuka, dsbnya. Jumlah uang yang diperlukan untuk
pengeluaran-pengeluaran ini juga disebut modal investasi.
(2) Pengeluaran operasi awal, yaitu sejumlah uang yang dibutuhkan wirausahawan untuk
berbagai pengeluaran awal sebelum pendapatan dari penjualan masuk ke dalam bisnis.
Rentang waktunya (time span) bergantung kepada sifat dari bisnis yang dibuka, satu
bulan untuk kegiatan perdagangan dan beberapa bulan untuk kegiatan manufaktur.
Pengeluaran-pengeluaran ini mencakup pembelian bahan baku, upah dan gaji,
transportasi, komunikasi, bunga, dsbnya. Jumlah uang yang diperlukan untuk
pengeluaran-pengeluaran ini disebut modal kerja.
Modal awal untuk sebuah bisnis baru adalah jumlah semua pengeluaran untuk investasi
maupun modal kerja. Jumlah modal awal merupakan suatu indikator bagi para calon
wirausahawan mengenai jumlah uang yang mereka butuhkan untuk investasi berasal dari
modal sendiri (tabungan, harta pribadi) dan berapa jumlah uang yang harus mereka pinjam
(atau mereka peroleh dari mitra usaha).

105

Kode
EN-3.2-TN3
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Minggu 5

Menghitung Modal Awal

Mahasiswa mampu menghitung modal awal yang dibutuhkan untuk


membuka bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Jelaskan bagaimana menghitung kebutuhan modal


awal menggunakan Transparan EN-3.2-TR5, EN-3.2TR6, EN-3.2-TR7 dan EN-3.2TR8.

Metode

30 Kuliah
Diskusi
terbuka

Bagikan EN-3.2-HO2.
Tekankan:
metode memperoleh aktiva tetap dalam
menghitung modal investasi, dan
lamanya waktu sampai pendapatan dari
penjualan kembali ke dalam bisnis dalam bentuk
penerimaan kas dalam menghitung modal kerja.

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-TR5
EN-3.2-TR6
EN-3.2-TR7
EN-3.2-TR8
EN-3.2-HO2

Kedua hal di atas digarisbawahi pada TRANSPARAN


EN-3.2-TR5.
TRANSPARAN EN-3.2-TR6 adalah kutipan dari EN2.4-TR10 pada Modul 2.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.2-TR9 dan tanya
kepada mahasiswa berapa modal investasinya harus
ditambah jika wirausahawan harus membeli secara
tunai aktiva tetap yang diperlukan.

15 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-TR9

Lihat Konsep & teori berikut ini.


Katakan kepada mahasiswa: Hari ini Anda membeli
bahan baku dan kebutuhan input lainnya untuk
membuat produk. Anda akan memperoleh kembali
uang Anda di masa mendatang.

30 Kuliah
Diskusi
terbuka

Tanya mahasiswa: Kegiatan-kegiatan apa yang


perlu Anda lakukan dan berapa lama waktu yang
diperlukan untuk memperoleh kembali uang Anda?
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis
atau flipchart dan bandingkan dengan TRANSPARAN
EN-3.2-TR10. Jumlah semua periode adalah
lamanya waktu sampai pendapatan dari penjualan
kembali ke dalam bisnis dalam bentuk penerimaan
kas, atau daur kas.
Jelaskan daur kas menggunakan Transparan EN-3.2TR11 sampai EN-3.2-TR13. Bagikan handout EN3.2-HO3 dan EN-3.2-HO4.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Jumlah

106

1 jam 15

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-TR10
EN-3.2-TR11
EN-3.2-TR12
EN-3.2-TR13
EN-3.2-HO3
EN-3.2-HO4

Konsep & teori


Memprakirakan Modal Awal
Modal awal terdiri dari modal investasi dan modal kerja. Komponen modal awal dan faktorfaktor yang mempengaruhi jumlah modal awal dapat dirangkum sebagai berikut:
Modal investasi
Komponen
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Tanah, bangunan, mesin & peralatan,
Jenis produk, teknologi, kapasitas produksi,
kendaraan, sambungan sarana umum,
lokasi bisnis, daerah pemasaran, kegiatan
dsbnya.
bisnis, metode pemerolehan, dsbnya.
Komponen
Bahan baku, upah, gaji, bahan bakar,
tagihan sarana umum, promosi
penjualan, biaya transportasi, dsbnya.

Modal kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Volume produksi/penjualan, mutu bahan baku,
keterampilan karyawan, lokasi bisnis, daerah
pemasaran, kegiatan bisnis, lamanya waktu
sampai pendapatan dari penjualan kembali ke
dalam bisnis dalam bentuk penerimaan kas,
dsbnya.

Jumlah modal investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis tidak hanya bergantung
kepada kapasitas produksi dan kapasitas penjualan yang direncanakan, jenis proses dan
teknologi, dan lokasi bisnis, tapi juga metode pemerolehan (yaitu apakah aktiva dibeli atau
disewa, apakah dibayar tunai atau dibeli secara kredit, apakah aktiva diperoleh melalui
leasing atau dibayar tunai menggunakan pinjaman).
Metode memprakirakan kebutuhan modal investasi diuraikan dalam handout EN-3.2-HO2.
Banyak aktiva tetap disewa atau dibeli dengan angsuran bulanan, sehingga jumlah
kebutuhan modal investasi akan jauh lebih sedikit.
_________________________________________________________________________
Jika wirausahawan masing-masing bisnis harus membeli tunai semua aktiva tetap yang
diperlukan, modal investasi harus ditingkatkan untuk menutup harga beli aktiva tetap itu:
Kasus bisnis

Aktiva tetap

Toko jaket
Pabrik jus jeruk
Bengkel mobil

Bangunan toko
Mesin pemeras
Pembangkit listrik
Peralatan las

Percetakan kecil
Sortasi limbah

Mesin cetak
Tanah dan bangunan

Harga aktiva
305.000.000
120.000.000
90.000.000
30.000.000
120.000.000
126.000.000
(?)

Modal
investasi
60.000.000
24.000.000
10.000.000
5.000.000
15.000.000
24.000.000

Tidak ada data mengenai harga tanah dan bangunan tetapi wirausahawati sortasi limbah itu
akan memerlukan lebih banyak modal awal untuk membeli aktiva itu. (Jika kemudian tanah
dan bangunan menjadi aktiva bisnis, nilainya akan menambah aktiva dan juga modal pemilik
dalam neraca perusahaan.)
_________________________________________________________________________
Jumlah modal kerja yang diperlukan untuk memulai operasi bisnis tidak hanya tergantung
pada volume produksi dan penjualan, jenis proses dan teknologi, lokasi bisnis, tapi juga

107

pada lamanya waktu sampai pendapatan dari penjualan kembali ke dalam bisnis dalam
bentuk penerimaan kas.
Jika bisnis memproduksi barang dengan kuantitas sama dengan penjualan, menjual barang
jadi secara tunai dan membeli semua kebutuhan inputnya juga tunai, maka lamanya waktu
itu banyak tergantung pada jenis produk, proses produksi, dan teknologi yang dipakai.
Produk barang umumnya memerlukan waktu yang lebih lama daripada jasa, industri
pertanian umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama daripada industri manufaktur,
teknologi padat karya memerlukan waktu yang lebih lama daripada teknologi padat modal.
Jika bisnis mengadakan persediaan barang jadi untuk mengantisipasi peningkatan
permintaan pasar yang tak terduga, sebagian dari barang yang diproduksi akan tersimpan
lebih lama dalam perusahaan, menunda penerimaan kas dari penjualan barang itu. Pada
akhir periode pelaporan barang-barang itu tetap berada dalam persediaan untuk dijual
(dicairkan) dalam periode berikutnya. Dengan demikian persediaan akan memperpanjang
waktu menunggu sampai kas diterima, sehingga menambah jumlah kebutuhan modal kerja.
Jika bisnis menjual (sebagian dari) produknya secara credit, penerimaan kas untuk sebagian
dari penjualannya akan tertunda. Bagian dari penjualan yang belum dibayar akan
merupakan piutang dagang pada akhir periode pelaporan, untuk ditagih dalam periode
berikutnya. Piutang dagang juga akan memperpanjang waktu menunggu sampai kas
diterima, sehingga juga menambah kebutuhan modal kerja.
_________________________________________________________________________
Meskipun aktiva-aktiva mahal itu bisa diperoleh dengan modal investasi yang kecil, modal awal
masing-masing dari kelima kasus bisnis itu TIDAK cukup untuk memenuhi kebutuhan modal
kerja masing-masing kasus (EN-3.1-AG1). Jika dibuat proyeksi aliran kasnya akan
menghasilkan saldo kas akhir negatif, suatu hal yang kontra-produktif bagi pemahaman
mahasiswa terhadap proyeksi keuangan.
Kebutuhan modal kerja seharusnya dihitung terlebih dahulu, dan masalah kekurangan modal
awal diatasi sebelum membuat proyeksi keuangan. Untuk sementara perlu ditekankan pada
dua hal sebagai berikut:

Wirausahawan harus menyediakan modal awal dengan jumlah yang memadai, tidak hanya
memperhitungkan pengeluaran-pengeluaran untuk investasi seperti mesin dan peralatan,
kendaraan dan sebagainya, tetapi juga jumlah yang dibutuhkan untuk modal kerja.

Apakah bisnis bisa mulai beroperasi dan melanjutkan operasinya banyak bergantung
kepada kapasitas keuangannya, salah satu di antaranya adalah tersedianya modal kerja
yang cukup untuk melaksanakan penjualan kredit, mengadakan persediaan bahan,
persediaan barang jadi, dsbnya.
_________________________________________________________________________

Metode memprakirakan kebutuhan modal kerja juga diuraikan dalam EN-3.2-HO2. Dalam
metode ini perlu menghitung lamanya waktu sampai masing-masing pembayaran diganti
oleh penjualan. Untuk perusahaan produk tunggal metode ini sangat mungkin, tapi tidak
untu perusahan multi-produk. Kesulitan terjadi pada alokasi biaya, terutama biaya overhead,
di antara berbagai produk. Metode alternatif untuk bisnis multi-produk adalah menggunakan
rata-rata daur kas, yang diuraikan dalam handout EN-3.2-HO3 dan EN-3.2-HO4.

108

Kode
EN-3.2-TR5
Topik 3.2.2
Transparan
5/20

Proyeksi modal awal

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Jumlah Modal Awal

Minggu 5

Modal investasi
Komponen
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Tanah, bangunan,
Jenis produk, teknologi,
mesin & peralatan,
kapasitas produksi, lokasi
kendaraan,
bisnis, daerah pemasaran,
sambungan sarana
kegiatan bisnis, metode
pemerolehan, dsbnya.
umum, dsbnya.
Modal kerja
Komponen
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Bahan baku, upah,
Volume produksi/penjualan,
gaji, bahan bakar,
kualitas bahan baku,
tagihan sarana umum, keterampilan tenaga kerja,
penjualan promosi,
lokasi bisnis, daerah
biaya transportasi,
pemasaran, kegiatan bisnis,
dsbnya.
jangka waktu yang diperlukan
sampai pendapatan dari
penjualan kembali ke dalam
bisnis dalam bentuk arus kas
masuk, dsbnya.

109

Kode
EN-3.2-TR6
Topik 3.2.2
Transparan
6/20

Faktor
Produksi
Tanah

Bangunan

Proyeksi modal awal

Input Bisnis dan Metode


Pemerolehan
Sumber
Pemilik tanah,
kawasan industri,
pasar terorganisasi,
inkubator bisnis
Pemilik tanah,
kawasan industri,
pasar terorganisasi,
inkubator bisnis,
pengembang

Cara
Pemerolehan
Beli
(tunai/kredit),
sewa
Beli
(tunai/kredit),
sewa,
membangun
sendiri
Beli
(tunai/kredit),
sewa, leasing
Beli
(tunai/kredit)

Mesin dan
peralatan

Pemasok, lessor

Bahan
baku

Pemasok bahan
baku, industri hulu,
kontraktor
Perusahaan fasilitas Berlangganan,
umum, pengebor,
membor sumur
pemasok bahan
pengeboran

Air

Listrik,
sambunga
n telpon
Tenaga
kerja
Modal

..

Perusahaan
sarana umum

Berlangganan

Pasar tenaga
kerja

Memperkerjakan
, merekrut
Investasi sendiri,
pinjam,
partisipasi
modal
..

Tabungan sendiri,
bank pemberi
pinjaman, mitra
bisnis, pemodal
.

110

Minggu 5

Biaya
Harga tanah,
sewa
Harga, sewa,
biaya pembangunan
Harga, sewa,
pembayaran
leasing
Harga
Tarif, biaya
pengeboran,
harga bahan
pengeboran
Tarif
Upah, gaji
Bunga,
dividen
(pembagian
keuntungan)
..

Kode
EN-3.2-TR7
Topik 3.2.2
Transparan
7/20

Proyeksi modal awal

Menghitung Kebutuhan
Modal Investasi

Jenis investasi
Tanah
Bangunan
Sambungan listrik
Sambungan air
Sambungan tilpun
Mesin/Peralatan
.
.
Kendaraan:
..
..
Perabot kantor


Peralatan kantor


Perizinan
Pelatihan staf
Jasa konsultasi
Selebaran pembukaan
Upacara pembukaan

Jumlah investasi

Spesifikasi

111

Minggu 5

Jumlah

Kode
EN-3.2-TR8
Topik 3.2.2
Transparan 8/20

Proyeksi modal awal

Menghitung Kebutuhan
Modal Kerja

Pembayaran

Jumlah per
minggu/bulan

Sewa (jika dibayar


mingguan atau
bulanan)
Persediaan awal
Bahan baku
Produk setengah
jadi
Barang
Perlengkapan
kantor
Asuransi
Bahan bakar mobil
Tagihan listrik
Tagihan air
Tagihan tilpun
Promosi
Gaji pemilik
Upah staf
Pelatihan staf
Biaya-biaya bank

Jumlah modal kerja

112

Minggu 5

Kebutuhan
operasi awal

Kode
EN-3.2-HO2

Handout
Unit Pembelajaran 3.2

Memprakirakan Modal Awal

HO 2

Setelah mengambil keputusan mengenai jenis bisnis, produk, pelanggan dan market
are made, the wirausahawan harus mempelajari aspek-aspek teknis bisnis. Dia
harus mengidentifikasi input-input yang dibutuhkan, mencari sumber-sumber input,
mengetahui harga dan menentukan cara pemerolehan input untuk memulai sebuah
bisnis. Tujuan studi teknis adalah untuk memastikan apakah semua input yang
dibutuhkan tidak hanya tersedia, tapi juga bisa diperoleh serta menguntungkan.
Studi teknis telah dibahas pada Learning Unit 2.4 dalam Modul 2. Hasil studi ini
seperti tampak pada tabel berikut ini. Lihat TRANSPARAN EN-2.4-TR11.
Faktor Produksi
Tanah
Bangunan

Sumber
Pemilik tanah, kawasan
industri, pasar terorganisasi,
inkubator bisnis
Pemilik tanah, kawasan
industri, pasar terorganisasi,
inkubator bisnis, pengembang

Mesin dan
peralatan

Pemasok, lessor

Bahan baku

Pemasok bahan baku, industri


hulu, kontraktor
Perusahaan fasilitas umum,
pengebor, pemasok bahan
pengeboran
Perusahaan fasilitas umum

Air
Listrik,
sambungan
telpon
Tenaga kerja
Modal
..

Pasar tenaga kerja


Tabungan sendiri, bank
pemberi pinjaman, mitra bisnis,
pemodal
.

Cara
Pemerolehan
Beli (tunai/kredit),
sewa
Beli (tunai/kredit),
sewa,
membangun
sendiri
Beli (tunai/kredit),
sewa, leasing
Beli (tunai/kredit)
Berlangganan,
membor sumur
Berlangganan
Memperkerjakan,
merekrut
Investasi sendiri,
pinjam, partisipasi
modal
..

Biaya
Harga tanah, sewa
Harga, sewa, biaya
pem-bangunan
Harga, sewa,
pembayaran
leasing
Harga
Tarif, biaya
pengeboran, harga
bahan pengeboran
Tarif
Upah, gaji
Bunga, dividen
(pembagian
keuntungan)
..

Modal awal adalah sejumlah uang yang diperlukan wirausahawan untuk berbagai
pengeluaran sebelum kegiatan bisnis mulai menghasilkan uang melalui penjualan.
Modal awal memiliki dua fungsi:
(1) Pengeluaran pra-operasi, yaitu uang yang harus dibayarkan seorang
wirausahawan yang membuka bisnis sebelum bisnis mulai beroperasi. Jumlah
uang yang diperlukan ini juga disebut modal investasi.
(2) Pengeluaran operasi awal, yaitu sejumlah uang yang dibutuhkan wirausahawan
untuk pengeluaran-pengeluaran awal sebelum pendapatan dari penjualan masuk
113

ke dalam bisnis. Jumlah uang yang diperlukan untuk pengeluaran-pengeluaran


ini disebut modal kerja.
Komponen-komponen modal awal dan faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah
modal awal dapat dikhtisarkan sebagai berikut:
Modal investasi
Komponen
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Types of produk, teknologi, kapasitas
Tanah, bangunan, mesin &
produksi, lokasi bisnis, daerah pemasaran,
peralatan, kendaraan, sambungan
kegiatan bisnis, metode pemerolehan,
sarana umum, dsbnya.
dsbnya.
Komponen
Bahan baku, upah, gaji, bahan
bakar, tagihan sarana umum,
penjualan promosi, biaya
transportasi, dsbnya.

Modal kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Volume produksi/penjualan, kualitas bahan
baku, keterampilan tenaga kerja, lokasi
bisnis, daerah pemasaran, kegiatan bisnis,
jangka waktu yang diperlukan sampai
pendapatan dari penjualan kembali ke
dalam bisnis dalam bentuk arus kas masuk,
dsbnya.

Modal investasi adalah jumlah dana yang diperlukan untuk membeli aktiva fisik
(tanah, bangunan, mesin & peralatan, kendaraan, sambungan sarana umum, mebel,
peralatan kantor, dsbnya.) dan aktiva non-fisik (perizinan, pelatihan dasar, jasa
konsultasi, selebaran pembukaan, upacara pembukaan). Nilai dari semua aktiva ini
biasanya terlalu besar untuk dibebankan pada tahun pertama operasi bisnis. Aktiva
fisik akan dibebankan sebagai biaya penyusutan dan aktiva non-fisik akan
dibebankan sebagai biaya amortisasi sepanjang usia pemakaiannya. Metode
menghitung biaya penyusutan dan amortisasi dibahas pada LU 2.5 dalam Modul 2.
Ketika melakukan studi teknis, wirausahawan menentukan jenis produk (barang,
jasa atau kombinasi dari keduanya), tingkat kualitas, kapasitas produksi, teknologi
yang dipakai (padat karya, padat modal), tingkat keterampilan tenaga kerja, lokasi
bisnis, daerah pemasaran, apakah bisnis akan melakukan penjualan langsung
kepada konsumen atau memasarkan produknya melalui perantara. Semua faktor ini
mempengaruhi jenis, kualitas dan kapasitas aktiva yang diperlukan.
Faktor yang cukup penting, sebagaimana dicontohkan oleh kelima kasus bisnis itu
adalah metode pemerolehan. Jika semua aktiva aktiva yang diperlukan dibayar
tunai, jumlah modal investasinya sama dengan harga semua aktiva itu.
Wirausahawan harus menyediakan dana yang besar dari tabungan sendiri, dia
harus mencari mitra usaha di antara teman atau saudara, atau dia harus meminjam
uang dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Sebagai alternatif, wirausahawan
dapat memperoleh aktiva dengan menyewa, leasing atau membeli secara kredit,
hanya menyediakan uang muka dan/atau (angsuran) pembayaran pertama, yang
jumlahnya hanya merupakan bagian kecil dari harga aktiva.

114

Tabel berikut ini bisa dipakai untuk memprakirakan jumlah modal investasi yang
diperlukan. Kolom pertama adalah daftar jenis investasi. Wirausahawan harus
memastikan bahwa SEMUA jenis yang dibutuhkan masuk dalam daftar dan jenis
investasi yang tidak dibutuhkan keluar dari daftar. Kolom kedua tidak hanya
berisikan spesifikasi teknis seperti tipe, ukuran, kualitas, tapi juga metode
pemerolehannya (apakah aktiva dibeli, tunai atau
credit, dipinjam, disewa,
dibangun, dsbnya.).
Jenis investasi
Tanah
Bangunan
Sambungan listrik
Sambungan air
Sambungan tilpun
Mesin/Peralatan
.
.
Kendaraan:
..
..
Perabot kantor


Peralatan kantor


Perizinan
Pelatihan staf
Jasa konsultasi
Selebaran pembukaan
Upacara pembukaan

Jumlah investasi

Spesifikasi

Jumlah

Modal kerja adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku,
perlengkapan, membayar upah dan gaji, tagihan sarana umum (listrik, air, tilpun),
bahan bakar, biaya transportasi, promosi, dsbnya. selama periode awal sampai
perusahaan menerima uang tunai dari penjualannya. Jumlah modal kerja yang
dibutuhkan bergantung kepada kuantitas dan kualitas input yang pada gilirannya
juga bergantung kepada volume produksi/penjualan, kualitas bahan baku,
keterampilan tenaga kerja, lokasi bisnis, daerah pemasaran, kegiatan bisnis.
Karena kuantitas input harus cukup sampai bisnis mampu membelinya, faktor yang
sangat penting adalah jangka waktu yang diperlukan sampai pendapatan dari
penjualan kembali ke dalam bisnis dalam bentuk arus kas masuk. Periode meliputi
beberapa bagian, yaitu (1) waktu menunggu sampai bahan baku siap diproses atau
waktu menunggu sampai pesanan barang diterima, (2) lamanya proses, (3) waktu
menunggu sampai produk dijual kepada pelanggan, dan (4) waktu untuk menagih
pembayaran dari pelanggan.
115

Tabel berikut ini dapat dipakai untuk memprakirakan modal kerja yang dibutuhkan
untuk membuka bisnis. Kolom pertama berisi semua input yang diperlukan, juga
berdasarkan studi teknis. Di sini juga wirausahawan harus memastikan bahwa
SEMUA jenis input yang diperlukan masuk dalam daftar dan jenis input yang tidak
diperlukan keluar dari daftar.
Pembayaran

Jumlah per
minggu/bulan

Kebutuhan operasi
awal

Sewa (jika dibayar mingguan atau


bulanan)
Persediaan awal
Bahan baku
Produk setengah jadi
Barang
Perlengkapan kantor
Asuransi
Bahan bakar mobil
Tagihan listrik
Tagihan air
Tagihan tilpun
Promosi
Gaji pemilik
Upah staf
Pelatihan staf
Biaya-biaya bank

Jumlah modal kerja


CATATAN PENTING:
Pembayaran di sini berarti pembayaran tunai:

Pembayaran tidak mencakup biaya-biaya bukan tunai seperti penyusutan aktiva


fisik, amortisasi aktiva non-fisik, sewa dan biaya-biaya lain yang pembayarannya
sudah dilakukan.

Pembayaran mencakup pengeluaran bukan biaya seperti angsuran pembayaran


aktiva.

Kolom kedua menyebutkan jumlah rata-rata per hari, per minggu atau per bulan
untuk masing-masing pembayaran. Kolom ketiga menyebutkan jumlah yang perlu
tersedia untuk masing-masing pembayaran, yaitu kolom 2 dikalikan dengan jangka
waktu yang diperlukan sampai bisnis memperoleh uang tunai dari penjualan. Jangka
waktu ini juga disebut daur kas (cash cycle). Prakiraan modal kerja yang
dibutuhkan adalah jumlah kolom ketiga.
Lihat handout EN-3.2-HO3 untuk daur kas, dan handout EN-3.2-HO4 untuk contoh
menghitung kebutuhan modal awal.

116

Kode
EN-3.2-TR9
Topik 3.2.2
Transparan
9/20

Proyeksi modal awal

Memperoleh Aktiva Tetap


Toko
jaket

Investasi:
Tanah & bangunan 60.000
Mesin
Jumlah 60.000
Modal Kerja:
Alat
Bahan baku
Perlengkapan
Jasa
Saldo kas awal
Jumlah
Jumlah modal

1.300
1.300
61.300

Pabrik
jus
jeruk

Bengkel
Mobil

Minggu 5

Perce- Sortasi
takan limbah
kecil

36.000 36.000 48.000 24.000


24.000 15.000
60.000 51.000 48.000 24.000
800 13.400
- 10.670
3.600
1.800
830 2.100
5.400 12.300 15.500

6.000
6.000

65.400 63.300 63.500 30.000

Berapa banyak modal investasi harus ditambah


jika wirausahawan harus membeli tunai kebutuhan
aktiva tetapnya?

117

Kode
EN-3.2-TR10
Topik 3.2.3
Transparan
10/20

Kegiatan

Daur kas

Waktu untuk memperoleh


kembali uang yang
ditanamkan

Tahap atau periode

Pengadaan
Waktu yang diperlukan
dan
sampai bahan siap untuk
penggudangan diproses
bahan baku
Produksi

Minggu 5

Hari

......

Waktu yang diperlukan


untuk memproses produk

......

Penggudangan Waktu yang diperlukan


produk jadi,
sampai produk jadi dijual
penjualan

......

Penagihan
pembayaran

Waktu yang diperlukan


sampai produk yang
terjual dibayar
Jumlah

......
......

lamanya waktu sampai pendapatan dari


penjualan kembali ke dalam bisnis dalam bentuk
penerimaan kas

118

Kode
EN-3.2-TR11
Topik 3.2.4
Transparan
11/20

Daur kas

Daur kas

Minggu 5

Daur kas (cash cycle) adalah lamanya waktu


mulai dari saat uang dibayar (kas keluar untuk
membeli bahan, perlengkapan, membayar upah,
dsbnya.) sampai saat uang diterima kembali (kas
masuk dari penjualan).
Waktu yang
diperlukan sampai
bahan siap untuk
diproses
Waktu yang
diperlukan untuk
memproses produk
Waktu yang
diperlukan sampai
produk jadi dijual
Waktu yang
diperlukan sampai
produk yang terjual
dibayar

Periode
persediaan
bahan baku
Periode
Periode
persediaan
persediaan
bahan dalam
proses
Persediaan
persediaan
barang jadi
Periode
penagihan

119

Periode
penagihan

Kode
EN-3.2-TR12
Topik 3.2.4
Transparan
12/20

Daur kas

Daur Kas Untuk Berbagai


Jenis Bisnis

Minggu 5

Daur Kas
Jenis bisnis
Periode
Periode
Persediaan
Penagihan
Bisnis
Waktu
Waktu
manufaktur
menunggu
menunggu
sampai produk
bahan baku
jadi yang
diproses
Waktu produksi terjual dibayar
oleh pelanggan
Waktu
menunggu
sampai produk
jadi terjual
Bisnis
Waktu menunggu Waktu
perdagangan sampai barang
menunggu
dagangan terjual
sampai barang
dagangan yang
terjual dibayar
oleh pelanggan
Bisnis jasa
Waktu menunggu Waktu
sampai jasa
menunggu
terjual, waktu
sampai jasa
operasi (produksi) yang terjual
dibayar oleh
pelanggan

120

Kode
EN-3.2-TR13
Topik 3.2.4
Transparan
13/20

Daur kas

Kebutuhan Modal Kerja

Minggu 5

Seorang pencukur rambut membelanjakan Rp.


25.000 per hari untuk berbagai pengeluaran dan
mengharapkan pelanggan-pelanggan pertama
pada hari ke-5.
Pencukur rambut itu akan terus membelanjakan
Rp. 25.000 per hari sampai hari ke-5 sehingga
membutuhkan modal kerja Rp. 125.000.
_________________________________________
Seorang pembuat jaket membelanjakan rata-rata
sekitar Rp. 2 juta per hari untuk biaya produksi dan
biaya operasional serta pengembalian pinjaman
dan harus menunggu 6 hari sampai kuantitas
produksi cukup untuk penyerahan kepada para
pengecer.
Pembuat jaket itu terus membelanjakan sekitar
Rp. 2 juta per hari sampai hari ke-6 sehingga
membutuhkan modal kerja sekitar Rp. 12 juta.

121

Kode
EN-3.2-HO3

Handout
Unit Pembelajaran 3.2

Daur Kas (Cash Cycle)

HO 3

Jumlah modal kerja yang dibutuhkan bergantung kepada jangka waktu sampai pendapatan
dari penjualan kembali ke dalam bisnis dalam bentuk arus kas masuk, atau suatu periode
yang juga disebut daur kas. Daur kas adalah jangka waktu antara arus kas keluar (membeli
bahan baku, membayar upah, dsbnya.), dan arus kas masuk, atau pembayaran atas produk
jadi yang dijual, biasanya diukur dalam jumlah hari atau minggu. Lihat TRANSPARAN EN3.2-TR10 dan EN-3.2-TR11.
Di antara pembayaran yang pertama kali dilakukan peusahaan adalah pembelian bahan baku.
Setelah dibeli, bahan baku yang diterima berstatus sebagai persediaan bahan baku, menunggu
diproses menjadi produk jadi. Jangka waktunya bergantung antara lain kepada kebijakan
persediaan bahan baku, yang bertujuan mengurangi risiko keterlambatan pengadaan yang
bisa menyebabkan tertundanya produksi.
Proses produksi memerlukan beberapa jam, beberapa hari atau beberapa minggu untuk
mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Jangka waktunya bergantung antara lain kepada
teknologi yang dipakai dan manajemen produksi perusahaan. Selama period ini, bahan baku
berada dalam persediaan bahan dalam proses.
Produk jadi disimpan dalam persediaan barang jadi, menunggu dijual dan diserahkan kepada
pelanggan. Jangka waktunya bergantung antara lain kepada kebijakan persediaan barang jadi,
untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar yang tak terduga.
Jumlah hari mulai dari pembayaran bahan baku sampai penjualan produk jadi disebut periode
persediaan, terdiri atas periode persediaan bahan baku, periode persediaan bahan dalam
proses dan periode persediaan barang jadi. Untuk perusahaan yang memproduksi barang atas
dasar pesanan, periode persediaan bisa sangat pendek tapi jarang sekali nol. Periode
persediaan bisa timbul karena transportasi dan administrasi pembelian dan penjualan yang
panjang. Barang-barang besar (produk pertanian atau pertambangan) memerlukan waktu
lama untuk transportasinya.
Jika penjualan dilakukan secara tunai, maka arus kas masuk diterima pada saat produk jadi
diserahkan. Kadang-kadang perusahaan harus melakukan penjualan kredit untuk
meningkatkan volume penjualan. Bila demikian maka diperlukan beberapa hari sampai
produk jadi yang diserahkan dibayar oleh pelanggan. Arus kas masuk diterima beberapa hari
setelah penjualan, dan periode disebut periode penagihan. Periode penagihan bisa juga terjadi
karena prosedur penagihan dan pembayaran yang panjang.
Daur kas adalah periode persediaan plus periode penagihan, diukur dalam hari. Bagi
kebanyakan bisnis, daur kas tidak pernah nol. Perusahaan mungkin tidak perlu memiliki
persediaan bahan baku karena bahan baku tersedia di pasar lokal dan bisa diperoleh sewaktuwaktu. Produksinya hanya memerlukan waktu beberapa jam. Perusahaan juga tidak perlu
memiliki persediaan barang jadi karena beroperasi hanya untuk memenuhi pesanan. Produk
yang dijual dibayar tunai. Daur kas perusahaan ini juga bukan nol, karena setiap penyerahan
produk harus dilakukan dalam jumlah minimum yang memerlukan waktu 6 hari
memproduksinya. Maka daur kas perusahaan ini 6 hari.

122

Periode persediaan bahan baku


Periode persediaan bahan dalam proses
Periode persediaan barang jadi

Periode persediaan
Periode penagihan
Daur kas

6
6

Bisnis perdagangan membeli dan menjual barang dagangan tanpa melakukan kegiatan
produksi. Periode persediaan timbul karena kebijakan persediaan perusahaan, atau sematamata karena waktu menunggu sampai pelanggan datang dan membeli barang dagangan.
Jenis bisnis
Bisnis manufaktur

Bisnis perdagangan

Bisnis jasa

Daur kas
Periode persediaan
Time to wait until bahan
baku diproses (kebijakan
persediaan, kuantitas
pembelian minimum)
Waktu produksi (teknologi)
Waktu menunggu sampai
produk jadi terjual
(kebijakan persediaan,
kuantitas penyerahan
minimum)
Waktu menunggu sampai
barang dagangan terjual

Waktu menunggu sampai jasa


terjual, waktu operasi
(produksi)

Periode penagihan
Waktu menunggu sampai produk
jadi yang terjual dibayar oleh
pelanggan (kebijakan kredit,
prosedur penagihan dan
pembayaran)

Waktu menunggu sampai barang


dagangan yang terjual dibayar oleh
pelanggan (kebijakan kredit,
prosedur penagihan dan
pembayaran)
Waktu menunggu sampai jasa
yang terjual dibayar oleh
pelanggan (kebijakan kredit,
prosedur pembayaran)

Operasi (produksi) jasa dilakukan bersama-sama dengan penyerahan jasa itu, dan jasa yang
tak terjual tidak bisa disimpan (lihat handout EN-2.2-HO3 dari Modul 2). Periode persediaan
untuk bisnis jasa terdiri terutama atas waktu menunggu sampai jasa terjual, dan waktu operasi
(produksi) jasa itu sendiri.
Sebagaimana disebutkan pada handout EN-3.2-HO2, rata-rata pengeluaran kas berganung
kepada volume produksi/penjualan, kualitas bahan baku, keterampilan tenaga kerja, lokasi
bisnis, daerah pemasaran, kegiatan bisnis. Modal kerja yang dibutuhkan adalah rata-rata
pengeluaran kas per hari dikalikan dengan panjangnya daur kas yang diukur dalam hari. Hal
ini berarti dengan rata-rata pengeluaran kas yang sama, semakin panjang daur kas, semakin
besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan.

123

Handout
Unit Pembelajaran 3.2
Kode
EN-3.2-HO4

Memprakirakan Kebutuhan Modal Kerja


Dengan Menggunakan Daur kas

HO 4

Modal kerja mencakup pengeluaran untuk membayar bahan baku, perlengkapan, sarana
umum, upah, gaji, asuransi, dsbnya. Lihat TRANSPARAN EN-3.2-TR8.
Pembayaran

Jumlah per
minggu/bulan

Kebutuhan operasi awal

Sewa (jika dibayar mingguan/ bulanan)


Persediaan awal
Bahan baku
Produk setengah jadi
Barang
Perlengkapan kantor
Asuransi
Bahan bakar mobil
Tagihan listrik
Tagihan air
Tagihan tilpun
Promosi
Gaji pemilik
Upah staf
Pelatihan staf
Biaya-biaya bank

Jumlah modal kerja

Catatan mengenai pembayaran:


(1) Semua pembayaran adalah pengeluaran kas. Pembayaran tidak mencakup biaya
penyusutan dan amortisasi yang bukan pengeluaran kas. Pembayaran mencakup
pengeluaran kas bukan biaya, seperti pelunasan pinjaman. Namun tidak mencakup
penggunaan aktiva yang sudah dibayar, seperti biaya sewa yang dibayar di muka.
(2) Masing-masing pembayaran memiliki daur kas yang berbeda. Meskipun titik akhirnya
sama (tertagihnya pembayaran atas produk yang dijual), titik awalnya mungkin berbeda.
Misalnya, bahan baku dan perlengkapan mungkin harus dibayar awal bulan, tapi gaji dan
sarana umum baru dibayar akhir bulan, mungkin setelah bisnis menerima arus kas yang
pertama.
Kebutuhan modal kerja masing-masing pembayaran adalah pengeluaran kas masing-masing
pembayaran dikalikan daur kasnya masing-masing. Jumlah kebutuhan modal kerja adalah
jumlah kebutuhan modal kerja semua pembayaran. Hasilnya akan kurang lebih sama dengan
jumlah pengeluaran kas dikalikan rata-rata daur kas. Metode yang kedua ini lebih sederhana,
tidak perlu menentukan daur kas untuk masing-masing pembayaran, terutama untuk bisnis
multi-produk yang memerlukan alokasi biaya overhead yang cukup rumit (lihat LU 3.1).
124

______________________________________________________________________________
Contoh:
Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 4 minggu (20 hari kerja) dalam satu bulan, rata-rata
daur kas untuk kasus Pembuat Jaket dalam Modul 2 (EN-2.5-AI2) adalah 6 (enam) hari
karena alasan-alasan sebagai berikut:

Pembuat jaket tidak perlu memiliki persediaan bahan baku, karena semua bahan dapat
diperoleh sewaktu-waktu, maka periode persediaan bahan baku adalah nol;
Pembuat jaket tidak perlu memiliki persediaan barang jadi. Tapi jumlah penjualan
minimum yang diserahkan kepada pengecer adalah 60 jacket yang akan siap dalam 6
(enam) hari kerja (rata-rata produksi 200 unit dibagi 20 hari kerja);
Semua penjualan dilakukan secara tunai, sehingga periode penagihan adalah nol.

Rata-rata pengeluaran per hari dihitung sebagai berikut:


Pembayaran

Per Unit

Kain waterproof
Kain pelapis
Zipper
Upah karyawan produksi
Benang jahit, bahan kemasan
Gaji pengawas
Tagihan listrik dan air
Biaya penjualan
Alat-alat tulis
Pengembalian pinjaman

90.000
12.000
7.500

Total

Per Bulan
(20 hari)
18.000.000
2.400.000
1.500.000
3.600.000
600.000
800.000
470.000
5.000.000
500.000
9.000.000
41.870.000

Per Hari
900.000
120.000
75.000
180.000
30.000
40.000
23.500
250.000
25.000
450.000
2.093.500

Kebutuhan bulanan bahan langsung (kain waterproof, kain pelapis dan zipper) adalah
kebutuhan per unit dikalikan kuantitas produksi (200 unit).
Perlu diingat bahwa pembayaran tidak mencakup biaya-biaya non-tunai seperti penyusutan
dan sewa ruangan karena pembayaran untuk mesin jahit dan sewa sudah dilakukan.
Rata-rata pengeluaran kas adalah Rp. 2.093.500 dan kebutuhan modal kerja adalah 6 x Rp.
2.093.500 = Rp. 12.561.000.
Hasil perhitungannya akan kurang-lebih sama dengan bila perhitungan dilakukan
menggunakan metode yang pertama, yaitu menentukan daur kas untuk masing-masing
pembayaran. Tapi harus dicatat bahwa bahan langsung (kain waterproof, kain pelapis, zipper,
benang jahit dan bahan kemasan) harus disediakan lebih awal, sedangkan gaji pengawas dan
pengembalian pinjaman akan dibayarkan akhir bulan, atau setelah kas masuk dari penjualan
lot yang pertama dan kedua diterima.
Lihat tabel berikut ini.

125

Pembayaran
Kain waterproof
Kain pelapis
Zipper
Upah karyawan produksi
Benang jahit, bahan kemasan
Gaji pengawas
Tagihan listrik dan air
Biaya penjualan
Alat-alat tulis
Pengembalian pinjaman

Per Unit
900.000
120.000
75.000
180.000
30.000
40.000
23.500
250.000
25.000
450.000
2.093.500

Daur kas
9
9
9
6
9
0
0
6
6
0

Modal kerja
8.100.000
1.080.000
675.000
1.080.000
270.000
0
0
1.500.000
150.000
0
12.855.000

______________________________________________________________________________

126

Kode
EN-3.2-TN4
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Minggu 5

Menghitung Modal Awal

Mahasiswa mempu menghitung jumlah kebutuhan modal awal untuk


memulai bisnis baru.

Steps

Time

Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok untuk


mengerjakan masing-masing dari lima kasus,
dengan pengelompokan yang berbeda dengan
pengelompokan pada LU 3.1, misalnya sebagai
berikut:

Methods
45 Diskusi
terbuka

Materials
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-AG1
EN-3.2-HO2
EN-3.2-HO3
EN-3.2-HO4

Kelompok 5: Toko jaket.


Kelompok 4: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 3: Bengkel mobil.
Kelompok 2: Percetakan kecil.
Kelompok 1: Sortasi limbah.
Bagikan EN-3.2-AG1. Bahan acuannya EN-3.2HO2, EN-3.2-HO3, dan EN-3.2-HO4.
Tugas masing-masing kelompok adalah
menghitung modal awal yang dibutuhkan (baik
modal investasi maupun modal kerja).
Dosen harus meninjau semua kelompok untuk
memberikan bantuan seperlunya.
Masing-masing kelompok menulis perhitungan
pada flipchart untuk presentasi pada sesi
berikutnya.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Masing-masing kelompok harus mempresentasikan
kebutuhan modal awal untuk masing-masing
kasus. Waktu presentasi untuk tiap kelompok 5
10 menit.

45 Presentasi
kelompok

Lihat Solusi latihan kelompok berikut ini.


Jumlah

127

1 jam 30

Papan tulis
atau
flipchart

Konsep & teori


Modal pemilik dan pembelanjaan pada kelima kasus dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Toko
jaket

Pabrik jus
jeruk

Bengkel
Mobil

Percetakan
kecil

Sortasi
limbah

Investasi:
Tanah & bangunan
Mesin
Jumlah

60.000
60.000

36.000
24.000
60.000

36.000
15.000
51.000

48.000
48.000

24.000
24.000

Modal Kerja:
Alat
Bahan baku
Perlengkapan
Jasa
Saldo kas awal
Jumlah

1.300
1.300

3.600
1.800
5.400

800
10.670
830
12.300

13.400
2.100
15.500

6.000
6.000

61.300

65.400

63.300

63.500

30.000

Jumlah modal

Modal awal di atas tidak cukup karena proyeksi aliran kas dengan modal awal di atas akan
menghasilkan saldo kas yang negatif. Masing-masing kelompok harus memprakirakan
kebutuhan modal awal dengan menggunakan metode-metode yang diuraikan pada handout
EN-3.2-HO2, EN-3.2-HO3 dan EN-3.2-HO4. Catatan-catatan berikut ini perlu ditekankan
ketika memberikan bantuan pada masing-masing kelompok:
(1) Masing-masing kelompok harus mendaftar semua pengeluaran kas untuk modal kerja,
yaitu tidak mencakup biaya-biaya non-tunai seperti penyusutan dan sewa dibayar di
muka, tapi mencakup pengeluaran kas bukan biaya seperti pembayaran angsuran.
(2) Semua kasus tidak perlu memiliki persediaan barang jadi, sehingga bagian paling
penting dalam periode persediaan adalah waktu menunggu sampai produk jadi terjual
atau sampai kuantitas barang jadi cukup untuk penyerahan.
(3) Akhir dari daur kas adalah saat pertama kali bisnis menerima kas masuk dari penjualan,
sehingga jika sebagian besar penjualan dijual tunai maka arus kas masuk yang pertama
dapat dipakai untuk menutup pengeluaran-pengeluaran kas sesudahnya. Hanya dalam
kasus sortasi limbah rata-rata periode penagihan perlu dihitung.
(4) Kebutuhan modal awal itu hanya suatu prakiraan, sehingga tidak perlu tepat. Yang lebih
penting, modal awal tidak boleh terlalu kecil sehingga berakhir dengan saldo kas akhir
yang negatif tapi tidak boleh terlalu besar sehingga terlalu banyak dana menganggur
(idle fund) dalam bisnis.
(5) Semua kelompok mungkin memperoleh hasil perhitungan yang berbeda dengan hasil
perhitungan pada Solusi latihan kelompok berikut ini, karena lamanya daur kas banyak
bergantung kepada berbagai asumsi, khususnya mengenai lamanya waktu menunggu
sampai bisnis menjual untuk pertama kalinya.

128

Solusi latihan kelompok


Toko jaket:
Pengeluaran kas per hari dihitung sebagai berikut:
Pengeluaran
Pembayaran jaket yang dipesan
Pembelian tas belanja
Gaji untuk wiraniaga toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Angsuran kedua bangunan toko
Jumlah

Per bulan
22.000.000
160.000
2.800.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
7.000.000
36.300.000

Per hari
1.100.000
8.000
140.000
40.000
17.500
65.000
17.000
40.000
37.500
350.000
1.815.000

Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 20 hari per bulan, rata-rata pengeluaran kas per hari
Rp. 1.815.000. Dengan asumsi bahwa toko mulai menjual pada minggu kedua setelah
pembukaan, rata-rata periode persediaan 5 hari. Pembayaran diharapkan pada hari yang
sama. Meskipun 20% dari kuantitas penjualan akan dibayar dalam 30 hari, sebagian besar
penerimaan kas berasal dari 80% kuantitas penjualan, dijual tunai mulai minggu kedua atau
5 6 hari setelah toko dibuka. Dengan demikian lamanya daur kas 5 6 hari.
Kebutuhan modal kerja 5 x Rp. 1.815.000 = Rp. 9.075.000 atau dibulatkan menjadi Rp.
10.000.000, dan jumlah modal awal Rp. 70.000.000 bukannya Rp. 63.300.000.

Modal kerja
Modal investasi
Modal awal

Rp.
10.000.000
60.000.000
70.000.000

129

Pabrik jus jeruk:


Pengeluaran kas per hari dihitung sebagai berikut:
Pengeluaran
Komisi penjualan
Pembelian jeruk
Pembelian adonan
Pembelian botol
Pembelian label
Gaji untuk operator mesin pemeras
Gaji untuk pengemudi mobil pengangkut
Gaji untuk staf administrasi
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Angsuran mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Jumlah

Per bulan
9.000.000
45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
1.250.000
1.800.000
700.000
4.000.000
1.750.000
83.060.000

Per hari
450.000
2.268.000
450.000
180.000
30.000
175.000
60.000
65.000
62.500
90.000
35.000
200.000
87.500
4.153.000

Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 20 hari per bulan, rata-rata pengeluaran kas per hari
Rp. 4.153.000. Dengan asumsi lain bahwa pabrik mulai menyerahkan lot pertama jus jeruk
[ada hari kedua, dan menagih pembayaran lot pertama itu pada hari ketiga, rata-rata daur
kas 3 hari. Meskipun 10% penjualan akan tertagih dalam 30 hari setelah penyerahan,
sebagian besar penjualan dibayar tunai.
Kebutuhan modal kerja 3 x Rp. 4.153.000 Rp. 12.100.000, dan jumlah modal awal Rp.
72.100.000 bukannya Rp. 65.400.000.

Modal kerja
Modal investasi
Modal awal

Rp.
12.100.000
60.000.000
72.100.000

130

Bengkel mobil:
Pengeluaran kas per hari dihitung sebagai berikut:
Pengeluaran
Membeli minyak pelumas
Membeli cat, pengencer
Gaji untuk tukang las, tukang cat dan mechanics
Gaji untuk tenaga pembantu bengkel
Angsuran kedua untuk pembangkit listrik
Angsuran kedua untuk peralatan las
Tagihan listrik toko
Tagihan tilpun toko
Tagihan air toko
Membeli bahan bakar untuk pembangkit listrik
Membeli alat-alat tulis kantor
Jumlah

Per bulan
2.550.000
5.300.000
4.500.000
2.500.000
10.000.000
5.000.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
275.000
35.675.000

Per hari
127.500
265.000
225.000
125.000
500.000
250.000
125.000
37.500
40.000
75.000
13.750
1.783.750

Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 20 hari per bulan, rata-rata pengeluaran kas per hari
Rp. 1.783.750. Dengan asumsi lain bahwa bengkel mulai mulai menjual jasa pada minggu
kedua setelah pembukaan, periode persediaan adalah 6 hari. Sebagian besar penjualan
adalah tunai, tapi 25% dari penjualan akan tertagih dalam 30 hari, sehingga periode
penagihan 5 sampai 6 hari perlu ditambahkan pada daur kas. Rata-rata daur kas sekitar 11
sampai 12 hari.
Kebutuhan modal kerja 11,5 x Rp. 1.783.750 atau sekitar Rp. 20,5 juta, dan jumlah modal
awal Rp. 71.470.000 bukannya Rp. 63.300.000.

Modal kerja
Modal investasi
Modal awal

Rp.
20.470.000
51.000.000
71.470.000

131

Percetakan kecil:
Pengeluaran kas per hari dihitung sebagai berikut:
Pengeluaran
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Pembelian perlengkapan untuk produk lain
Angsuran pertama mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Alat-alat tulis toko
Iuran keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah

Per bulan
3.500.000
2.500.000
2.100.000
54.275.000
42.000.000
3.400.000
500.000
1.200.000
560.000
1.300.000
111.335.000

Per hari
175.000
125.000
105.000
2.713.750
2.100.000
170.000
25.000
60.000
28.000
65.000
5.566.750

Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 20 hari per bulan, rata-rata pengeluaran kas per hari
Rp. 5.566.750. Dengan asumsi lain bahwa percetakan kecil itu mulai menyerahkan produk
pada hari ketiga, dan pengihan pembayaran memerlukan waktu 2 3 hari, maka rata-rata
daur kas 5 sampai 6 hari.
Kebutuhan modal kerja 5,5 x Rp. 5.566.750 Rp. 30.400.000, dan jumlah modal awal Rp.
78.400.000 bukannya Rp. 63.500.000.

Modal kerja
Modal investasi
Modal awal

Rp.
30.400.000
48.000.000
78.400.000

132

Sortasi Limbah:
Pengeluaran kas per hari dihitung sebagai berikut:
Pengeluaran
Pembelian limbah plastik
Pembelian limbah kertas
Gaji karyawan
Biaya transportasi
Tagihan listrik
Perkakas
Biaya-biaya lain
Jumlah

Per bulan
21.600.000
1.350.000
2.000.000
1.400.000
900.000
6.250.000
700.000
34.200.000

Per hari
1.080.000
67.500
100.000
70.000
45.000
312.500
35.000
1.710.000

Dengan asumsi 5 hari per minggu dan 20 hari per bulan, rata-rata pengeluaran kas per hari
Rp. 1.710.000. Dengan asumsi lain bahwa usaha sortasi limbah itu mulai menyerahkan
limbah terpilih pada hari pertama, tapi periode penagihannya 12 hari, dengan sebagian
besar penjualan (sekitar 55%) dibayar dalam 30 hari setelah penyerahan.
Kebutuhan modal kerja 12 x Rp. 1.710.000 = Rp. 20.520.000 atau dibulatkan menjadi Rp.
21.000.000, dan jumlah modal awal Rp. 45.000.000 bukannya Rp. 30.000.000.

Modal kerja
Modal investasi
Modal awal

Rp.
21.000.000
24.000.000
45.000.000

133

Kode
EN-3.2-AG1
Topik 3.2.2-3
Tugas kelompok
1/3

Modal awal dan proyeksi keuangan

Latihan kelas menghitung modal awal

Minggu 5

Tujuan: Mahasiswa mampu menghitung modal awal yang dibutuhkan.

Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok untuk mengerjakan kelima kasus yang
diuraikan dalam EN-3.1-AG1, dengan pengelompokan yang berbeda dengan
pengelompokan pada LU 3.1, misalnya sebagai berikut:
Kelompok 5: Toko jaket.
Kelompok 4: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 3: Bengkel mobil.
Kelompok 2: Percetakan kecil.
Kelompok 1: Sortasi limbah.
Tugas masing-masing kelompok adalah menghitung modal awal yang dibutuhkan
(baik modal investasi maupun modal kerja) berdasarkan masing-masing kasus
tersebut di atas.
Bahan acuannya EN-3.2-HO2, EN-3.2-HO3, dan EN-3.2-HO4.
Waktu latihan kelompok maksimum 45 menit, kemudian masing-masing kelompok
harus mempresentasikan modal kerja yang dibutuhkan masing-masing kasus,
menggunakan flipchart yang disiapkan selama latihan kelompok.
Waktu presentasi masing-masing kelompok 5 10 menit.
Setiap mahasiswa membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

134

Kode
EN-3.2TN5
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2
Minggu 6

Format Laporan Keuangan


Mahasiswa mengulas format laporan keuangan

Langkah-langkah

Waktu

Minta mahasiswa menyebutkan tiga laporan


keuangan dan perbedaannya satu sama lain
sebagaimana dibahas dalam LU 2.5 pada Modul 2.

Metode

15 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-TR14

Tulis jawaban mahasiswa pada papan tulis atau


flipchart dan adakan penyegaran dengan
TRANSPARAN EN-3.2-TR14.
Minta tiga mahasiswa untuk menuliskan format
umum laporan laba-rugi, aliran kas dan neraca pada
papan tulis atau flipchart.

Bahan

30 Diskusi
terbuka
Kuliah

Adakan penyegaran dengan TRANSPARAN EN-3.2TR15, EN-3.2-TR16 dan EN-3.2-TR17.

Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-TR15
EN-3.2-TR16
EN-3.2-TR17

Bahas angka-angka penghubung, yaitu laba bersih


(sebelum pajak) pada laporan laba-rugi dan laba
ditahan pada neraca, saldo kas akhir pada laporan
aliran kas dan kas pada neraca.
Tekankan bahwa ketiga laporan keuangan
berkaitan satu sama lain.
Ingatkan mahasiswa bahwa LU 3.1 membahas
berbagai format laporan laba-rugi untuk berbagai
jenis bisnis.

15 Diskusi
terbuka

EN-3.2-TR18

Minta tiga mahasiswa untuk menuliskan format


laporan laba-rugi untuk perusahaan dagang,
perusahaan manufaktur dan perusahaan jasa pada
papan tulis atau flipchart.
Bandingkan dengan TRANSPARAN EN-3.2-TR18.
Jumlah

135

Papan tulis
atau
flipchart

1 jam 00

Kode
EN-3.2-TR14
Topik 3.2.4
Transparan
14/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Tiga Laporan Keuangan Utama

Minggu 6

Laporan laba-rugi, aliran kas dan neraca

Laporan laba-rugi for 2008


Laporan aliran kas for 2008

Neraca akhir per 31


Desember 2008

Neraca awal per 31


Desember 2007
(1)

Laporan
laba-rugi
menceritakan
apakah
suatu
perusahaan memperoleh laba (jika pendapatan melebihi
biaya) atau rugi (jika biaya melebihi pendapatan) selama
periode tertentu, misalnya dari 1 Januari sampai 31
Desember 2008.

(2)

Laporan aliran kas menunjukkan seberapa jauh aliran


kas masuk (penerimaan kas) dari penjualan, pinjaman
serta sumber-sumber lain ke dalam perusahaan cukup
untuk
membeli
bahan
baku,
membayar
gaji,
mengembalikan utang dan pembayaran-pembayaran tunai
lainnya (pengeluaran kas) selama periode tertentu,
misalnya from 1 Januari sampai 31 Desember 2008.

(3)

Neraca menunjukkan posisi keuangan, yaitu aktiva dan


kewajiban (sumber-sumber dana) suatu perusahaan pada
saat tertentu, misalnya 31 Desember 2007 (neraca awal)
atau 31 Desember 2008 (neraca akhir).

136

Kode
EN-3.2-TR15
Topik 3.2.4
Transparan
15/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Laporan Laba-Rugi

Minggu 6

Pembuat jaket
Laporan laba-rugi
Januari 2007
Pendapatan
Harga pokok penjualan (COGS)
Laba kotor
Biaya operasional:
Biaya penjualan
Biaya administrasi & umum
Laba sebelum bunga dan pajak
Biaya bunga
Laba sebelum pajak

137

Rp. 000
35.150
28.025
7.125
5.000
500

5.500
1.625
1.625

Kode
EN-3.2-TR16
Topik 3.2.4
Transparan 16/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Laporan Aliran Kas

Minggu 6

Pembuat jaket
Laporan aliran kas
Januari 2007
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan tunai
Pinjaman
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian-pembelian
Biaya penjualan
Tagihan air dan listrik
Upah (karyawan langsung)
Gaji pengawas
Pengembalian pinjaman
Saldo kas akhir

138

Rp. 000
8.550
35.150
950
5.000
470
3.600
800
9.000

35.150
43.700

19.820
23.880

Kode
EN-3.2-TR17
Topik 3.2.4
Transparan
17/20

Proyeksi aliran kas dan neraca


Minggu
6

Neraca
Pembuat Jaket
Neraca
Per 31 Januari 2007

Rp. 000
Aktiva

Kewajiban & Modal Sendiri


23.880 Utang dagang
- Pinjaman paman
45.000

Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kain
2.250
Kain pelapis
600
Zipper
750
Jaket
1.475
Total 5.075
Mesin jahit
37.170 Modal sendiri
Sewa ruangan
16.500 Laba ditahan
Jumlah kewajiban &
Jumlah aktiva
82.625 modal sendiri

139

36.000
1.625
82.625

Kode
EN-3.2-TR18
Topik 3.2.4
Transparan
18/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Format Proyeksi Keuangan


untuk Berbagai Jenis Bisnis

Minggu 6

Proyeksi laba-rugi untuk lima kasus bisnis:

Pendapatan
Harga pokok
penjualan
Laba kotor
Biaya
operasional:
Biaya penjualan
Biaya
administrasi &
umum
EBIT
Bunga
EBT
Pajak
EAT

Usaha
Usaha
dagang
manufaktur
Toko jaket Pabrik jus
jeruk,
percetakan
kecil

Bengkel mobil,
sortasi limbah

Penjualan
Harga
pokok
penjualan
Laba kotor

Penjualan
Biaya
langsung
barang
Marjin kotor

Penjualan
Biaya
langsung
penjualan
Marjin kotor

Biayabiaya
lainnya

Biaya-biaya
lainnya

Biaya-biaya
lainnya

EBIT
Bunga
EBT
Pajak
EAT

EBIT
Bunga
EBT
Pajak
EAT

EBIT
Bunga
EBT
Pajak
EAT

140

Usaha Jasa

Kode
EN-3.2TN6
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Membuat Proyeksi Keuangan

Minggu 6

Mahasiswa mampu membuat proyeksi keuangan

Langkah-langkah

Waktu

Tulis empat kata berikut ini pada papan tulis atau


flipchart:
Pendapatan

Penerimaan kas

Biaya

Pengeluaran kas

Metode

15 Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-TR19

Sebutkan empat pernyataan berikut ini:


(1) Tidak semua pendapatan adalah penerimaan
kas. Sebagian pendapatan bukan penerimaan
kas.
(2) Tidak
semua
penerimaan
kas
adalah
pendapatan. Sebagian penerimaan kas bukan
pendapatan.
(3) Tidak semua biaya adalah pengeluaran kas.
Beberapa biaya bukan pengeluaran kas.
(4) Tidak semua pengeluaran kas adalah biaya.
Sebagian pengeluaran kas bukan biaya.
Minta mahasiswa menyebut contoh untuk masingmasing pernyataan di atas. Tuliskan jawabanjawaban mahasiswa pada papan tulis atau
flipchart.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.2-TR19 dan
minta mahasiswa mengisi tabel dan mencek
jawaban mereka dengan empat pernyataan di atas.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Bagikan handout EN-3.2-HO5.
Beri kesempatan mahasiswa membaca handout ini
dan mengajukan. Cek (recek) pemahaman mereka,
khususnya mengenai penyusutan dan sewa
ruangan yang merupakan biaya-biaya non-tunai.

141

30 Diskusi
terbuka
Kuliah

Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-HO5

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.2-TR20,


neraca awal dan neraca akhir pembuat jaket.

Metode

15 Diskusi
terbuka

Tanya mahasiswa:

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.2-TR20

(1) Apakah yang dicerminkan oleh sisi kiri


neraca?
(2) Apakah yang dicerminkan oleh sisi kanan
neraca?
(3) Mengapa jumlah pada sisi kiri sama dengan
jumlah pada sisi kanan?
(4) Mengapa neraca akhir berbeda dengan
neraca awal?
(5) Bagaimana neraca awal dan akhir berkait
dengan laporan laba-rugi dan aliran kas?
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Bagikan handout EN-3.2-HO6.
Beri kesempatan mahasiswa membaca handout
dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Cek
(recek) pemahaman, khususnya mengenai
kaitan antara ketiga laporan keuangan.
Jumlah

142

30 Diskusi
terbuka
Kuliah

1 jam 30

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.2-HO6

Konsep & teori


LAPORAN ALIRAN KAS

Pendapatan dan biaya adalah rekening-rekening laporan laba-rugi, pendapatan


bersifat menambah dan biaya bersifat mengurangi. Kedua transaksi mencerminkan
kegiatan bukan penerimaan dan pengeluaran kas. Penerimaan kas dan pengeluaran
kas adalah rekening-rekening laporan aliran kas, penerimaan kas bersifat menambah
dan pengeluaran kas bersifat mengurangi. Kedua transaksi inilah yang mencerminkan
penerimaan dan pengeluaran kas.
(1) Pendapatan yang bukan penerimaan kas: penjualan kredit.
(2) Penerimaan kas yang bukan pendapatan: hasil penagihan piutang dagang,
penerimaan pinjaman.
(3) Biaya yang bukan pengeluaran kas: penyusutan, pemakaian bahan yang sudah
tersedia.
(4) Pengeluaran kas yang bukan biaya: pembayaran utang dagang, pengembalian
pinjaman.
Contoh-contoh di atas dapat diverifikasi dengan tabel berikut ini, R = pendapatan
(revenue), C = biaya (cost), I = penerimaan kas (cash inflow), O = pengeluaran kas
(cash outflow):
Transaksi
menjual produk
menjual produk secara tunai
menjual produk secara kredit
menagih piutang dagang
menerima pinjaman bank
menerima modal dari pemilik
membeli peralatan secara tunai
membeli peralatan secara kredit
penyusutan untuk peralatan di atas
membeli bahan baku secara tunai
membeli bahan baku secara kredit
menggunakan persediaan untuk produksi
membayar upah dan gaji
harga pokok penjualan (COGS)
membayar premi asuransi
membayar sewa untuk 2 tahun
membebankan sewa bulanan atas sewa dibayar di muka
membayar utang dagang
mengembalikan pinjaman bank
penarikan modal pemilik

I
?

Prosedur pembuatan laporan aliran kas untuk pembuat jaket diuraikan dalam
handout EN-3.2-HO5.

143

NERACA
Sisi kiri neraca mewakili aktiva, atau pada aktiva apa dana diinvestasikan. Pada
neraca awal, sisi kiri mencerminkan bagaimana modal awal dibelanjakan, yaitu Rp.
37,8 juta untuk mesin jahit, Rp. 18 juta untuk sewa ruangan, Rp. 25,65 juta untuk
persediaan dan Rp. 8,55 juta untuk saldo kas awal.
Sisi kanan neraca mewakili kewajiban dan modal sendiri, atau sumber-sumber dana
perusahaan. Pada neraca awal, sisi kanan menyebutkan bahwa Rp. 36 juta adalah
modal pemilik dan Rp. 54 juta pinjaman dari paman.
Jumlah pada sisi kiri harus sama dengan jumlah pada sisi kanan karena kedua sisi
membahas dana yang sama, yaitu Rp. 90 juta. Sisi kiri menceritakan untuk apa dana
itu atau ke mana perginya uang, dan sisi kanan menceritakan siapa yang
memilikinya atau dari mana uang berasal.
Neraca akhir berbeda dengan neraca awal karena transaksi tunai dan transaksi nontunai berikut ini:
Penerimaan kas dan pengeluaran kas yang mengubah saldo kas (lihat Laporan
Aliran Kas);
Penjualan dan pemakaian bahan mengubah rekening persediaan;
Biaya penyusutan mengurangi rekening mesin jahit;
Biaya sewa ruangan mengurangi rekening sewa ruangan;
Pengembalian pinjaman mengurangi rekening pinjaman paman (lihat Laporan
Aliran Kas); dan
Laba sebelum pajak menambah rekening laba ditahan (lihat Laporan Laba Rugi).
Transaksi-transaksi di atas menjelaskan bagaiman neraca awal dan neraca akhir
berkaitan dengan laporan laba-rugi dan laporan aliran kas. Yang paling jelas adalah
laba pada laporan laba-rugi menambah laba ditahan pada neraca akhir, saldo kas
awal pada laporan aliran kas berasal dari saldo kas pada neraca awal, saldo kas
akhir pada laporan aliran kas menjadi saldo kas pada neraca akhir.
Prosedur pembuatan neraca untuk kasus pembuat jaket diuraikan pada handout EN3.2-HO6.

144

Kode
EN-3.2-TR19
Topik 3.2.1
Transparan
19/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Transaksi Tunai dan


Transaksi Non-Tunai

Minggu 6

Apakah transaksi-transaksi berikut ini, pendapatan


(revenue), biaya (cost), penerimaan kas (cash inflow),
pengeluaran kas (cash outflow)?
Transaksi
menjual produk
menjual produk secara tunai
menjual produk secara kredit
menagih piutang dagang
menerima pinjaman bank
menerima modal dari pemilik
membeli peralatan secara tunai
membeli peralatan secara kredit
penyusutan untuk peralatan di atas
membeli bahan baku secara tunai
membeli bahan baku secara kredit
menggunakan persediaan untuk produksi
membayar upah dan gaji
harga pokok penjualan (COGS)
membayar premi asuransi
membayar sewa untuk 2 tahun
penggunaan sewa dibayar di muka
membayar utang dagang
mengembalikan pinjaman bank
penarikan modal pemilik

145

Handout
Unit Pembelajaran 3.2

Kode
EN-3.2-HO5

HO 5

Membuat Laporan Aliran Kas

Perbedaan antara laporan laba-rugi dan laporan aliran kas dapat dilihat pada tabel
berikut ini, yang dikutip dari TRANSPARAN EN-2.5-TR9 pada Modul 2:
Laporan laba-rugi

Aliran kas

Penambahannya disebut pendapatan,


pengurangannya disebut biaya,
selisihnya disebut laba atau rugi

Penambahannya disebut penerimaan kas,


pengurangannya disebut pengeluaran kas,
selisihnya disebut surplus atau defisit pada saldo kas

Pendapatan:
Penjualan (tunai & kredit)
Pendapatan lain

Penerimaan kas:
Penjualan tunai
Pendapatan lain (tunai)
Hasil penagihan piutang dagang
Pinjaman yang diterima
Modal yang diterima dari pemilik
Pengeluaran kas:
Pembelian tunai bahan
Pembayaran upah karyawan langsung
Biaya overhead di luar biaya penyusutan
Biaya operasional di luar biaya penyusutan
Pembayaran biaya bunga
Pembayaran utang dagang
Pengembalian pinjaman
Penarikan modal pemilik
Surplus/defisit kas

Costs:
Biaya bahan langsung
Biaya karyawan langsung
Biaya overhead
Biaya operasional
Biaya bunga

Laba/rugi

Laporan laba-rugi pembuat jaket dapat dilihat pada tabel berikut, yang dikutip dari
TRANSPARAN EN-3.2-TR15:
Pembuat jaket
Laporan laba-rugi
Januari 2007
Pendapatan
Harga pokok penjualan (COGS)
Laba kotor
Biaya operasional:
Biaya penjualan
Biaya administrasi & umum
Laba sebelum bunga dan pajak
Biaya bunga
Laba sebelum pajak

5.000
500
-

Lihat juga EN-2.5-AI2 pada Modul 2.

146

Rp. 000
35.150
28.025
7.125
5.500
1.625
1.625

Seluruh penjualan dilakukan secara tunai sehingga angka Rp. 35.150.000 adalah
pendapatan dan juga penerimaan kas.
Harga pokok penjualan adalah biaya produk 190 jaket yang terjual @ Rp. 147.500,
yang meliputi bahan langsung, karyawan langsung dan overhead pabrik:
Biaya
produk
Per Unit
Bahan langsung:
Kain waterproof
Kain pelapis
Zipper
Karyawan langsung
Overhead pabrik:
Benang jahit, bahan kemasan
Penyusutan (mesin jahit)
Sewa ruangan
Gaji pengawas
Biaya sarana umum

Harga pokok
penjualan
190 unit

Biaya
produksi
200 unit

90.000
12.000
7.500
109.500
18.000

17.100.000 18.000.000
2.280.000
2.400.000
1.425.000
1.500.000
20.805.000 21.900.000
3.420.000
3.600.000

3.000
3.150
7.500
4.000
2.350
20.000
147.500

570.000
600.000
598.500
630.000
1.425.000
1.500.000
760.000
800.000
446.500
470.000
3.800.000
4.000.000
28.025.000 29.500.000

Uraian harga pokok penjualan:


Bahan langsung (kain waterproof, kain pelapis dan zipper) adalah biaya tapi
bukan pengeluaran kas, karena bahan-bahan ini sudah dibeli bulan Desember
2006.
Karyawan langsung adalah biaya dan juga bagian dari arus kas keluar. Jumlah
arus kas keluar untuk karyawan langsung adalah Rp. 3.600.000.
Benang jahit adalah biaya tapi bukan arus kas keluar, karena benang jahit dibeli
bulan Desember 2006.
Bahan kemasan adalah biaya dan juga bagian dari arus kas keluar. Jumlah arus
kas keluar untuk pembelian bahan kemasan Rp. 450.000.
Penyusutan (mesin jahit) adalah biaya tapi bukan arus kas keluar. Mesin jahit
dibeli dalam bulan Desember 2006. Penyusutan adalah biaya non-tunai. Lihat
EN-2.5-AI2 pada Modul 2.
Sewa ruangan adalah biaya tapi bukan arus kas keluar. Pembayaran sewa 18bulan dilakukan pada bulan Desember 2006. Juga merupakan biaya non-tunai.
Lihat EN-2.5-AI2 pada Modul 2.
Gaji pengawas adalah biaya dan juga bagian dari arus kas keluar. Jumlah arus
kas keluarnya Rp. 800.000.
Sarana umum adalah biaya dan juga bagian dari arus kas keluar. Jumlah arus
kas keluarnya Rp. 470.000.
Uraian biaya operasional:
Biaya penjualan adalah biaya dan juga pengeluaran kas.
Biaya administrasi & umum adalah biaya dan juga pengeluaran kas (pembelian alatalat tulis).
147

Semua penerimaan kas dan pengeluaran kas masuk ke laporan aliran kas. Laporan
aliran kas pembuat jaket dapat dilihat pada tabel berikut ini, yang dikutip dari
TRANSPARAN EN-3.2-TR16:
Pembuat jaket
Laporan aliran kas
Januari 2007
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan tunai
Pinjaman
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian (bahan kemasan dan alat-alat tulis)
Biaya penjualan
Tagihan air dan listrik (sarana umum)
Upah (karyawan langsung)
Gaji pengawas
Pengembalian pinjaman
Saldo kas akhir

Rp. 000
8.550
35.150
950
5.000
470
3.600
800
9.000

35.150
43.700

19.820
23.880

Saldo kas awal (Rp. 8.550.000) berasal dari saldo kas neraca awal, di mana sisi kiri
neraca mencatat semua pengeluaran dari modal awal.
Penjualan tunai (Rp. 35.150.000) sama dengan pendapatan pada laporan laba-rugi,
karena semua penjualan dilakukan secara tunai.
Pembelian (Rp. 950,000) adalah pengeluaran untuk membeli bahan kemasan dan
alat-alat tulis.
Biaya penjualan (Rp. 5.000.000), tagihan air dan listrik (Rp. 470.000), upah (Rp.
3.600.000) dan gaji pengawas (Rp. 800.000) adalah biaya-biaya tunai, sehingga
biaya biaya itu muncul pada laporan laba-rugi dan laporan aliran kas.
Pengembalian pinjaman (Rp. 9.000.000) adalah arus kas keluar tapi bukan biaya,
sehingga tidak tampak pada laporan laba-rugi.
Saldo kas akhir akan menjadi kas pada neraca akhir.
Hubungan antara laporan laba-rugi dan laporan aliran kas dapat juga dilihat pada
gambar berikut ini.

148

Hubungan Antara Laporan Laba-Rugi dan Laporan Aliran Kas


Rp. 000
Proyeksi laba-rugi
Penjualan
35.150
Harga pokok penjualan
28.025
Laba kotor
7.125
Biaya operasional
5.500
Laba seb. bunga & pajak
1.625

Proyeksi aliran kas


Saldo awal
Penerimaan kas:
Penjualan
Jumlah
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian
Biaya penjualan
Tagihan air, listrik
Upah
Gaji pengawas
Pengembalian pinjaman
Jumlah
Saldo akhir

149

8.550
35.150
35.150
43.700

950
5.000
470
3.600
800
9.000
19.820
23.880

Kode
EN-3.2-TR20
Topik 3.2.4
Transparan
20/20

Proyeksi aliran kas dan neraca

Neraca

Minggu 6

Neraca Awal (31/12/2006)


Aktiva
Kas
Piutang dagang

Persediaan
Sewa ruangan
Mesin jahit
Jumlah aktiva

Kewajiban & Modal


Sendiri
8.550
25.650
18.000
37.800

Utang dagang
Pinjaman paman

54.000

Modal pemilik
Laba ditahan

36.000
-

90.000

Jumlah kewajiban &


modal sendiri

90.000

Neraca Akhir (31/1/2007)


Aktiva
Kas
Piutang dagang

Persediaan
Sewa ruangan
Mesin jahit
Jumlah aktiva

Kewajiban & Modal


Sendiri
23.880
5.075
16.500
37.170

Utang dagang
Pinjaman paman

45.000

Modal pemilik
Laba ditahan

36.000
1.625

82.625

Jumlah kewajiban &


modal sendiri

82.625

150

Handout
Unit Pembelajaran 3.2

Kode
EN-3.2-HO6

HO 6

Membuat Neraca

Neraca menunjukkan investasi perusahaan pada sisi kiri dan sumber dana yang
dipakai untuk investasi pada sisi kanan. Jumlah pada sisi kiri harus sama dengan
jumlah pada sisi kanan karena neraca membahas dana yang sama tapi dilihat dari
sisi yang berbeda. Hal ini jelas pada kasus modal awal pada neraca awal.
Pada kasus bisnis pembuatan jaket (EN-2.5-AI2 Unit Pembelajaran 2.5 dari Modul
2) wirausahawan memulai bisnis dengan jumlah modal awal Rp. 90 juta, di mana
Rp. 36 juta adalah modal sendiri dan Rp. 54 juta adalah pinjaman dari pamannya.
Modal awal dipakai untuk pengeluaran-pengeluaran berikut ini:

membeli mesin jahit


membayar sewa ruangan selama satu tahun
membeli bahan:
kain
kain pelapis
zippers
benang jahit
Jumlah pengeluaran

37.800.000
18.000.000
20.250.000
3.000.000
2.250.000
150.000

25.650.000
81.450.000

Sisa Rp. 8.550.000 (Rp. 90.000.000 Rp. 81.450.000) menjadi kas pada neraca
awal. Pengeluaran lain juga menjadi aktiva perusahaan.
Neraca awal tampak pada tabel berikut ini. Sisi kanan menunjukkan modal awal dan
sisi kiri menunjukkan pengeluaran awal dari modal awal. Jumlah ada kedua sisi
sama, yaitu Rp. 90,000,000.
Rp. 000
Neraca 31 Desember 2006
8.550 Utang dagang
- Pinjaman paman

Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kain
Kain pelapis
Zipper
Benang jahit
Total
Mesin jahit
Sewa ruangan
Jumlah aktiva

20.250
3.000
2.250
150
25.650
37.800 Modal pemilik
18.000 Laba ditahan
90.000 Jumlah kewajiban & modal sendiri

54.000

36.000
90.000

Selama Januari 2007, beberapa transaksi tunai dan non-tunai (tampak atau
direfleksikan pada laporan laba-rugi dan laporan aliran kas) mengubah posisi
keuangan pada neraca:
151

(1) Jumlah penerimaan kas Rp. 35.150.000 dan pengeluaran kas Rp. 18.920.000
(lihat laporan aliran kas) mengubah saldo kas menjadi Rp. 23.880.000.
(2) Pembelian dan pemakaian bahan untuk produksi (lihat handout EN-3.2-HO5),
mengubah persediaan bahan pada neraca:

Kain waterproof
Kain pelapis
Zippers
Benang jahit, bahan kemasan

Persediaan Pembelian
awal
20.250
3.000
2.250
150
450
25.650
450

Pemakaian
18.000
2.400
1.500
600
22.500

Persediaan
akhir
2.250
600
750
3.600

(3) Menjual 190 jaket dari 200 jaket yang diproduksi, menambahkan 10 jaket @ Rp.
147.500 atau Rp. 1.475.000 pada persediaan akhir.
(4) Pembebanan biaya penyusutan Rp. 630.000 (lihat handout EN-3.2-HO5),
mengurangi nilai mesin jahit dari Rp. 37.800.000 menjadi Rp. 37.170.000.
(5) Pembebanan sewa ruangan Rp. 1.500.000 (lihat handout EN-3.2-HO5),
mengurangi sewa dibayar di muka dari Rp. 18.000.000 menjadi Rp. 16.500.000.
(6) Angsuran pengembalian pinjaman yang pertama Rp. 9.000.000 (lihat laporan
aliran kas), mengurangi pinjaman paman dari Rp. 54.000.000 menjadi Rp.
45.000.000.
(7) Laba sebelum pajak Rp. 1.625.000 (lihat laporan laba-rugi), menambah laba
ditahan dari nol menjadi Rp. 1.625.000.
Neraca akhir dapat dilihat pada tabel berikut. Sisi kiri menunjukkan nilai aktiva pada
akhir Januari 2007. Sisi kanan menunjukkan struktur baru sumber-sumber dana,
pinjaman berkurang dan modal sendiri bertambah sebesar Rp. 1.625.000, atau
sebesar laba yang diperoleh bulan Januari 2007.
Rp. 000
Neraca 31 Januari 2007
Kas
23.880 Utang dagang
Piutang dagang
- Pinjaman paman
45.000
Persediaan:
Kain
2.250
Kain pelapis
600
Zipper
750
Jaket
1.475
Total
5.075
Mesin jahit
37.170 Modal sendiri
36.000
Sewa ruangan
16.500 Laba ditahan
1.625
Jumlah aktiva
82.625 Jumlah kewajiban & modal sendiri
82.625
Hubungan antara laporan laba-rugi, laporan aliran kas dan neraca dapat juga dilihat
pada gambar berikut ini.

152

Hubungan Antara Ketiga Laporan Keuangan


Rp. 000
Proyeksi laba-rugi
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya operasional
Laba seb. bunga & pajak

35.150
28.025
7.125
5.500
1.625

Proyeksi aliran kas


8.550

Saldo awal
Penerimaan kas:
Penjualan
Jumlah
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian
Biaya penjualan
Tagihan air, listrik
Upah
Gaji pengawas
Pengembalian pinjaman
Jumlah
Saldo akhir

35.150
35.150
43.700
950
5.000
470
3.600
800
9.000
19.820
23.880

Neraca awal
Aktiva
Cash
Piutang dagang
Persediaan
Sewa ruangan
Mesin jahit
Jumlah aktiva

Kewajiban & modal sendiri


8,550
25,650
18,000
37,800
90,000

Utang dagang
Pinjaman paman

54,000

Modal sendiri
Laba ditahan

36,000
90,000

Jumlah kewajiban & modal sendiri

Neraca akhir
Aktiva

Kewajiban & modal sendiri


23.880
5.075
16.500
37.170
82.625

Cash
Piutang dagang
Persediaan
Sewa ruangan
Mesin jahit
Jumlah aktiva

153

Utang dagang
Pinjaman paman

45.000

Modal sendiri
Laba ditahan

36.000
1.625
82.625

Jumlah kewajiban & modal sendiri

Kode
EN-3.2TN7
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Proyeksi Aliran Kas dan Proyeksi


Neraca Untuk Berbagai Jenis Bisnis

Minggu 6

Mahasiswa mampu membuat proyeksi aliran kas dan proyeksi


neraca atas dasar proyeksi laporan laba-rugi yang sudah tersedia

Langkah-langkah

Waktu

Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok. Bagikan


EN-3.1-AG2. Masing-masing kelompok
mengerjakan satu dari lima kasus dengan
peningkatan modal awal sebagai berikut:

Metode

45 Latihan
kelompok

Bahan
Flipchart
EN-3.2-AG2
EN-3.2-HO5
EN-3.2-HO6

Kelompok 5: Toko jaket modal awal Rp. 70 juta.


Kelompok 4: Pabrik jus jeruk modal awal Rp.
72,1 juta.
Kelompok 3: Bengkel mobil modal awal Rp.
71,47 juta.
Kelompok 2: Percetakan kecil modal awal Rp.
78,4 juta.
Kelompok 1: Sortasi limbah modal awal Rp. 45
juta.
Tugas masing-masing kelompok adalah membuat
proyeksi aliran kas dan proyeksi neraca atas dasar
proyeksi laba-rugi yang sudah dibuat pada LU 3.1.
Kedua proyeksi itu dibuat pada flipchart.
Bahan acuan adalah handout EN-3.2-HO1 dan EN3.2-HO2 yang dibagikan pada sesi sebelumnya.
Masing-masing kelompok mempresentasikan
proyeksi aliran kas dan proyeksi neraca masingmasing kasus. Waktu presentasi masing-masing
kelompok 5 10 menit.

30 Presentasi
kelompok

Pada sisa waktu kelompok lain dan dosen harus


mengulas hasil kerja masing-masing kelompok.
Lihat Solusi Latihan Kelompok berikut ini.
Jumlah

154

1 jam 15

Papan tulis
atau
flipchart

Solusi Latihan Kelompok


Toko Jaket:
PROYEKSI ALIRAN KAS
Rp.
10.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembayaran jaket yang dipesan
Pembayaran tas belanja
Gaji wiraniaga toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Angsuran kedua bangunan toko
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

32.000.000
0
32.000.000
42.000.000
22.000.000
160.000
2.800.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
7.000.000
36.300.000
5.700.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

155

10.000.000
65.000.000
240.000.000
315.000.000
245.000.000
70.000.000
315.000.000
5.700.000
4.400.000
65.000.000
238.000.000
313.100.000
238.000.000
70.000.000
5.100.000
313.100.000

Pabrik jus jeruk:


PROYEKSI ALIRAN KAS
Rp.
8.500.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Penjualan
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Komisi penjualan (10%)
Pembelian jeruk
Pembelian adonan
Pembelian botol
Pembelian label
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Angsuran mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

81.000.000
81.000.000
89.500.000
9.000.000
45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
1.250.000
1.800.000
700.000
4.000.000
1.750.000
83.060.000
6.440.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Mesin pemeras payable
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Utang mesin pemeras
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

156

8.500.000
36.000.000
3.600.000
120.000.000
168.100.000
96.000.000
72.100.000
168.100.000
6.440.000
9.000.000
33.000.000
3.000.000
118.000.000
169.440.000
92.000.000
72.100.000
5.340.000
169.440.000

Bengkel mobil:
PROYEKSI ALIRAN KAS
Rp.
9.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekas
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekas
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian minyak pelumas
Pembelian cat, pengencer cat
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Angsuran kedua pembangkit listrik
Angsuran kedua peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Pembelian bahan bakar pembangkit listrik
Pembelian alat-alat tulis kantor
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

157

2.500.000
0
4.500.000
9.000.000
10.000.000
3.000.000
0
29.000.000
38.000.000
2.550.000
5.300.000
4.500.000
2.500.000
10.000.000
5.000.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
275.000
35.675.000
2.325.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain

9.000.000
0

Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

158

4.000.000
6.000.000
670.000
800.000
11.470.000
36.000.000
90.000.000
30.000.000
156.000.000
176.470.000
80.000.000
25.000.000
71.470.000
0
176.470.000
2.325.000
9.750.000
0
0
0
0
0
35.700.000
88.500.000
29.500.000
153.700.000
165.775.000
70.000.000
20.000.000
71.470.000
4.305.000
165.775.000

Percetakan kecil:
PROYEKSI ALIRAN KAS
Rp.
17.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)

16.250.000
12.000.000
18.000.000
2.000.000
3.750.000
18.000.000
2.500.000
5.250.000
22.500.000
Jumlah penerimaan kas 100.250.000
117.250.000

Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Gaji untuk desainer
3.500.000
Gaji untuk operator mesin cetak
2.500.000
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
2.100.000
Pembelian bahan perlengkapan untuk produk-produk lain
54.275.000
Angsuran pertama mesin cetak
42.000.000
Tagihan listrik toko
3.400.000
Tagihan air toko
500.000
Tagihan tilpun toko
1.200.000
Alat-alat tulis toko
560.000
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
1.300.000
Jumlah pengeluaran kas 111.335.000
Saldo kas akhir
5.915.000

159

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak

17.000.000
48.000.000
13.400.000
126.000.000
Jumlah aktiva 204.400.000
126.000.000
78.400.000

Utang mesin cetak


Modal sendiri
Laba ditahan

Jumlah kewajiban dan modal sendiri 204.400.000


NERACA AKHIR
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak
Utang mesin cetak
Modal sendiri
Laba ditahan

5.915.000
40.000.000
0
122.500.000
Jumlah aktiva 168.415.000
84.000.000
78.400.000
6.015.000
Jumlah kewajiban dan modal sendiri 168.415.000

160

Sortasi limbah:
PROYEKSI ALIRAN KAS
Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi

21.000.000

Jumlah penerimaan kas


Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian limbah plastik
Pembelian limbah kertas
Gaji karyawan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

15.000.000
2.700.000
17.700.000
38.700.000
21.600.000
1.350.000
2.000.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000
34.200.000
4.500.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

161

21.000.000
0
24.000.000
45.000.000
45.000.000
0
45.000.000
4.500.000
21.000.000
23.600.000
49.100.000
45.000.000
4.100.000
49.100.000

Kode
EN-3.2-AG2
Topic 3.2.4
Tugas kelompok
2/3

Modal awal dan proyeksi keuangan

Latihan kelas membuat proyeksi aliran kas


dan proyeksi neraca

Minggu 6

Tujuan: Mahasiswa mampu membuat proyeksi aliran kas dan proyeksi neraca dari
proyeksi laba-rugi.
Kelas dibagi menjadi 5 (lima) kelompok untuk mengerjakan lima kasus yang diuraikan
dalam EN-3.1-AG1. Masing-masing kelompok mengerjakan satu dari lima kasus
dengan peningkatan modal awal untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sebagai
berikut:
Kelompok 5: Toko jaket modal awal Rp. 70 juta.
Kelompok 4: Pabrik jus jeruk modal awal Rp. 72,1 juta.
Kelompok 3: Bengkel mobil modal awal Rp. 71,47 juta.
Kelompok 2: Percetakan kecil modal awal Rp. 78,4 juta.
Kelompok 1: Sortasi limbah modal awal Rp. 45 juta.
Tugas masing-masing kelompok adalah membuat proyeksi aliran kas dan proyeksi
neraca atas dasar proyeksi laba-rugi yang sudah dibuat pada Unit Pembelajaran 3.1.
Proyeksi laba-rugi tersebut tertera pada halaman-halaman berikut ini.
Bahan acuan adalah handout EN-3.2-HO1 dan EN-3.2-HO2.
Waktu latihan kelompok maksimum 45 menit, kemudian masing-masing kelompok
harus mempresentasikan proyeksi aliran kas dan proyeksi neraca masing-masing
kasus, menggunakan flipchart yang disiapkan selama latihan kelompok.
Waktu presentasi masing-masing kelompok 5 10 menit.
Setiap mahasiswa membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

162

Toko jaket:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penjualan
Harga pokok penjualan:
Jaket pendukung sepak bola
Tas belanja (hanya untuk penjualan biasa)
Jumlah harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya lain:
Gaji wiraniaga toko
Penyusutan bangunan toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

320
80

100.000
55.000

32.000.000
4.400.000
36.400.000

400
320

55.000
500

22.000.000
160.000
22.160.000
14.240.000
2.800.000
2.000.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
9.140.000
5.100.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembayaran jaket yang dipesan
Pembayaran tas belanja
Gaji wiraniaga toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Angsuran kedua bangunan toko
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

163

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

164

Pabrik jus jeruk:


PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan kotor
Komisi penjualan (10%)
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Jeruk
Adonan
Botol
Label
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Sewa ruang dan bangunan pabrik
Penyusutan mesin pemeras
Kontrak pemeliharaan mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

165

Rp.

6.000

15.000

90.000.000
9.000.000
81.000.000

10.800
6.000
6.000
6.000

4.200
1.500
600
100

45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
58.560.000
22.440.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
3.000.000
2.000.000
600.000
1.750.000
1.250.000
1.800.000
700.000
17.100.000
5.340.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Komisi penjualan (10%)
Pembelian jeruk
Pembelian adonan
Pembelian botol
Pembelian label
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Angsuran mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

166

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Utang mesin pemeras
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Utang mesin pemeras
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

167

Bengkel mobil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekas
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekas
Jumlah penjualan
Biaya langsung penjualan:
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil
Jumlah biaya langsung penjualan
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Penyusutan bangunan bengkel
Penyusutan pembangkit listrik
Penyusutan peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Bahan bakar pembangkit listrik
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

168

Rp.

10
15
15
10
5
10
30

250,000
150.000
300.000
900.000
2.000.000
300.000
250.000

2,500,000
2.250.000
4.500.000
9.000.000
10.000.000
3.000.000
7.500.000
38.750.000

25
15
10
5
40

0
170.000
400.000
1.060.000
150.000

0
2.550.000
4.000.000
5.300.000
6.000.000
17.850.000
20.900.000
4.500.000
2.500.000
300.000
1.500.000
500.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
670.000
800.000
275.000
16.595.000
4.305.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekas
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekas
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian minyak pelumas
Pembelian cat, pengencer cat
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Angsuran kedua pembangkit listrik
Angsuran kedua peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Pembelian bahan bakar pembangkit listrik
Pembelian alat-alat tulis kantor
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

169

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

170

Percetakan kecil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

6.500
800
2.000
100
75
6.000
25
150
9.000

16.250.000
12.000.000
18.000.000
2.000.000
3.750.000
18.000.000
2.500.000
5.250.000
22.500.000
100.250.000

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

2.600
320
800
60
45
3.600
15
90
6.750

6.500.000
4.800.000
7.200.000
1.200.000
2.250.000
10.800.000
1.500.000
3.150.000
16.875.000
54.275.000
45.975.000

Jumlah penjualan
Biaya langsung barang:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Total biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Sewa bangunan toko
Penyusutan mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Computer dan peralatan lainnya
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

171

Rp.

3.500.000
2.500.000
2.100.000
8.000.000
3.500.000
3.400.000
500.000
1.200.000
13.400.000
560.000
1.300.000
39.960.000
6.015.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Pembelian bahan perlengkapan untuk produk-produk lain
Angsuran pertama mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

172

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak
Jumlah aktiva
Utang mesin cetak
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak
Jumlah aktiva
Utang mesin cetak
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

173

Sortasi limbah:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Limbah plastik
Limbah kertas
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji karyawan
Penyusutan biaya perbaikan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

18.000
2.700

2.000
1.000

36.000.000
2.700.000
38.700.000

24.000
3.000

900
450

21.600.000
1.350.000
22.950.000
15.750.000

1
1
1
1
1
1

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000
11.650.000
4.100.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian limbah plastik
Pembelian limbah kertas
Gaji karyawan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

174

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

175

Kode
EN-3.2-AG3
Topik 3.2.5
Tugas kelompok
3/3

Modal awal dan proyeksi keuangan

Proyeksi pendanaan dan proyeksi


keuangan untuk ide bisnis terpilih

Minggu 7 8

Tujuan: The mahasiswa harus mampu menghitung modal awal serta membuat
proyeksi keuangan ide bisnis mereka.
Dalam Unit Pembelajaran 3.1 mahasiswa membentuk kelompok-kelompok ide bisnis
yang terdiri dari 5 6 mahasiswa. Masing-masing kelompok memilih satu ide bisnis dan
membuat proyeksi laba rugi untuk masing-masing ide bisnis terpilih. Hasilnya telah
dipresentasikan dan dibahas di kelas.
Dalam Unit Pembelajaran 3.2, mahasiswa seharusnya sudah mempelajari bahwa proyeksi
laba-rugi tidak cukup untuk menilai kemampulabaan bisnis. Proyeksi aliran kas dan
proyeksi neraca harus juga dibuat, dan untuk memastikan keberlanjutan keuangan bisnis,
modal awal bisnis harus memadai jumlahnya.
Selama Kunjungan Lapangan:
Dalam Minggu 7 (4 jam). Mahasiswa harus mengumpulkan semua informasi yang
diperlukan untuk tugas-tugas berikut ini:
(1) melakukan cek dan ricek atas semua input yang dibutuhkan, hasil dari studi aspekaspek teknis (lihat TRANSPARAN EN-3.2-TR6), khususnya metode pemerolehan
aktiva tetapnya;
(2) membahas dan menyepakati asumsi-asumsi mengenai jangka waktu yang
diperlukan sampai pendapatan dari penjualan kembali ke dalam bisnis dalam
bentuk aliran kas masuk atau daur kas untuk semua komponen modal kerja;
(3) menghitung kebutuhan modal awal untuk masing-masing ide bisnis terpilih;
(4) membuat proyeksi aliran kas untuk periode awal operasi (1, 3, 6, 12 bulan), dengan
mengacu pada handout EN-3.2-HO5; dan
(5) membuat proyeksi neraca pada akhir periode awal operasi, dengan mengavu pada
handout EN-3.2-HO6.
Setelah Kunjungan lapangan:
Masing-masing kelompok menyiapkan presentasi pada Minggu 8 (2 jam). Waktu
presentasi maksimum 15 menit per kelompok. Butir-butir presentasi pada flipchart meliputi:

Metode pemerolehan aktiva tetap;

Asumsi-asumsi mengenai daur kas;

Proyeksi aliran kas;

Proyeksi neraca untuk peluang bisnis;

Persiapan presentasi dan alat peraga yang diperlukan harus tersedia ketika mahasiswa
memasuki kelas.

176

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.2

Kode
EN-3.2-TN8
Tujuan:

Mengulas Modal Awal dan Proyeksi


Keuangan

Minggu 8

Mahasiwa menyadari perlunya mencek komponen-komponen


modal awal yang belum tercakup.

Langkah-langkah

Waktu

Beri kesempatan semua kelompok saling


bertukar informasi mengenai:

Peluang memperoleh input-input yang


dibutuhkan dengan modal awal yang lebih
sedikit, seperti leasing, menyewa, membeli
dengan angsuran, menggunakan mesin
bekas, memanfaatkan aktiva terbengkalai,
penggunaan kembali bahan, dsbnya.

faktor-faktor yang mempengaruhi daur kas


normal untuk ide bisnis mereka, seperti cara
pembayaran, lot penyerahan minimum,
waktu transportasi, cara-cara populer
memperpendek daur kas, dsbnya.

Beri kesempatan mahasiswa untuk membaca


handout EN-3.2-HO1 sampai EN-3.2-HO6 dan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Beri
kesempatan mahasiswa lain menjawabnya.

perlunya proyeksi keuangan yang lengkap


untuk menilai kemampulabaan bisnis (dan
mencek kecukupan modal awal);

perlunya modal awal yang memadai untuk


memulai bisnis, tidak terlalu berlebih
sehingga menyisakan terlalu banyak dana
menganggur dan tidak terlalu kurang
sehingga menghasilkan saldo kas negatif;

perlunya informasi yang relevan mengenai


metode-metode memperoleh aktiva tetap,
dan daur kas normal untuk bisnis sejenis;

perlunya komponen modal investasi dan


modal kerja yang lengkap dalam modal awal
(dibahas lebih lanjut pada LU 3.3);

perlunya sumber-sumber tambahan modal


awal (dibahas lebih lanjut pada LU 3.4).
Jumlah

177

Bahan

1 jam 00 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart

1 jam 00 Diskusi
terbuka
Kuliah

Papan tulis
atau flipchart

Rangkum secara interaktif beberapa hal penting


mengenai modal awal dan proyeksi keuangan
untuk suatu bisnis:

Metode

2 jam 00

EN-3.2-HO1
EN-3.2-HO2
EN-3.2-HO3
EN-3.2-HO4
EN-3.2-HO5
EN-3.2-HO6

Unit Pembelajaran
LU 3.3

Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial

Daftar Bahan Ajar


EN-3.3-LP
EN-3.3-TN1
EN-3.3-TR1
EN-3.3-TR2
EN-3.3-TN2
EN-3.3-TR3
EN-3.3-TR4
EN-3.3-TR5
EN-3.3-TR6
EN-3.3-TR7
EN-3.3-HO1
EN-3.3-TR8
EN-3.3-TR9
EN-3.3-TR10
EN-3.3-TN3
EN-3.3-TR11
EN-3.3-TR12
EN-3.3-TR13
EN-3.3-TR14
EN-3.3-HO2
EN-3.3-TN4
EN-3.3-TR15
EN-3.3-AG1
EN-3.3-AG2
EN-3.3-TN5

Rencana pelajaran
Catatan dosen 1/5
Transparan 1/15
Transparan 2/15
Catatan dosen 2/5
Transparan 3/15
Transparan 4/15
Transparan 5/15
Transparan 6/15
Transparan 7/15
Handout 1/2
Transparan 8/15
Transparan 9/15
Transparan 10/15
Catatan dosen 3/5
Transparan 11/15
Transparan 12/15
Transparan 13/15
Transparan 14/15
Handout 2/2
Catatan dosen 4/5
Transparan 15/15
Tugas kelompok 1/2
Tugas kelompok 2/2
Catatan dosen 5/5

halaman 179
halaman 180 183
halaman 184
halaman 185
halaman 186 188
halaman 189
halaman 190
halaman 191
halaman 192
halaman 193
halaman 194 196
halaman 197
halaman 198
halaman 199
halaman 200 202
halaman 203
halaman 204
halaman 205
halaman 206
halaman 207 208
halaman 209 211
halaman 212
halaman 213 225
halaman 226
halaman 227

178

Kode
EN-3.3-LP
Kompetensi
Utama
Tujuan Unit
Pembelajaran
Topik

Kegiatan
a3.3.1
a3.3.2

Rencana Pelajaran
Unit Pembelajaran

Aspek hukum and aspek tanggungjawab


sosial

Pengetahuan dan keterampilan merencanakan bisnis yang legal dan


bertanggungjawab sosial
Mahasiswa mampu: (i) mengidentifikasi aspek hukum and aspek
tanggungjawab sosial bisnis mereka, (ii) menyesuaikan rencana bisnis untuk
menampung aspek-aspek hukum dan tanggungjawab sosial, (iii)
menyesuaikan proyeksi keuangan dan pendanaan ide bisnis mereka.
3.3.1 Mengulas aspek-aspek teknis
3.3.2 Aspek-aspek hukum bisnis
3.3.3 Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis
3.3.4 Konsekuensi pendanaan dan biaya
3.3.5 Aspek-aspek hukum dan tanggungjawab sosial ide bisnis terpilih

Uraian Kegiatan Secara


Urut

Metode

Minggu 9
Mengulas aspek-aspek
teknis
Aspek-aspek hukum bisnis

Di Kelas
Diskusi terbuka
Latihan kelas
Kuliah
Diskusi terbuka
Latihan kelas
Kuliah
Diskusi terbuka
Latihan kelas
Latihan kelas

a3.3.3

Aspek-aspek tanggungjawab
sosial bisnis

a3.3.4

Dampak aspek-aspek
hukum dan tanggungjawab
sosial pada biaya dan modal
awal
Minggu 10
Kunjungan lapangan
Minggu 11
Presentasi hasil kunjungan
lapangan dan pembahasan
umum
Mengulas dampak aspekaspek hukum dan
tanggungjawab sosial pada
proyeksi keuangan dan
pendanaan

a3.3.5
a3.3.6
a3.3.7

Durasi
12 jam
Minggu 9-11

Di Luar Kelas
Studi kasus
Di Kelas
Presentasi
Diskusi terbuka
Diskusi terbuka
Kuliah

Bahan
EN-3.3-TN1

1 jam 00

EN-3.3-TN2

1 jam 00

EN-3.3-TN3

45

EN-3.3-TN4

1 jam 15

EN-3.3-AG2

4 jam 00

EN-3.3-AG2

2 jam 00

EN-3.3-TN5

Jumlah waktu

Catatan khusus:

179

Waktu (jam)

2 jam 00

12 jam 00

Catatan Pengajaran Dosen


Unit pembelajaran 3.3

Kode
EN-3.3TN1
Tujuan:

Mengulas aspek-aspek teknis


bisnis

Minggu 9

Mahasiswa mengulas aspek-aspek teknis bisnis dan berbagai pihak


yang harus dilayani perusahaan.

Langkah-langkah

Waktu

Buka kelas dengan mengingatkan mahasiswa bahwa


mereka telah mempelajari aspek-aspek teknis bisnis
dalam upaya menjawab apakah sumberdaya dan
kompetensi yang diperlukan tersedia di pasar
(kriteria kelayakan kedua peluang bisnis).

Metode

15 Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau flipchart
EN-3.3-TR1

Tanya mahasiswa apa yang telah mereka pelajari


dari Unit Pembelajaran 2.4 Aspek-aspek teknis
bisnis dalam Modul 2 Semester 2.
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis
atau flipchart dan bandingkan TRANSPARAN EN3.3-TR1, yang mengikhtisarkan topik-topik pada LU
2.4 dalam Modul 2.
Bagi kelas ke dalam lima kelompok untuk lima kasus
bisnis yang diperkenalkan dalam LU 3.1 dan LU 3.2
tapi dengan pengelompokan yang berbeda:
Kelompok 4: Toko jaket.
Kelompok 5: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 1: Bengkel mobil.
Kelompok 2: Percetakan kecil.
Kelompok 3: Sortasi limbah.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.3-TR2, dan
tanyakan kepada masing-masing kelompok
keputusan-keputusan apa yang diambil masingmasing bisnis dalam memilih input, teknologi, lokasi
bisnis dan pemasok/penyedia, dan dalam
mempekerjakan karyawan.
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis
atau flipchart dan buat ulasan dengan cara interaktif.
Lihat Konsep & Teori berikut ini.

180

30 Diskusi
terbuka
Latihan
kelas

Papan tulis
atau flipchart
EN-3.3-TR2

Langkah-langkah

Waktu

Tanya mahasiswa apakah keputusan-keputusan itu


sudah memuaskan pihak-pihak berikut ini:

15 Diskusi
terbuka

pelanggan,
karyawan,
pemodal (pemegang saham/pemilik),
pemasok input dan penyedia jasa
kreditur
pemerintah
masyarakat setempat

Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis


atau flipchart.
Lihat Konsep & Teori berikut ini..
Beri kesempatan mahasiswa menyimpulkan bahwa
semua kasus bisnis perlu membuat keputusankeputusan lain (di sampingkeputusan-keputusan
mengenai aspek-aspek teknis) untuk memuaskan
semua pihak di atas.
Jumlah

181

Metode

1 jam 00

Bahan
Papan tulis
atau flipchart

Konsep & Teori


Keputusan masing-masing kasus bisnis mencakup, tapi tidak terbatas pada, yang
disebutkan pada tabel berikut:
Toko Jaket

Pabrik Jus
Jeruk

Bengkel
Mobil

Percetakan kecil

Sortasi
limbah

Memilih input

Jaket

Jeruk lokal,
kontrak
pemeliharaa
n mesin

Perlengkapan,
komponen,
peralatan

Kertas, tinta,
perekat,
pelapis

Limbah
plastik dan
limbah
kertas

Memilih
teknologi*

(Tidak ada
produksi)

Padat
modal

Padat karya

Padat modal

Padat
karya

Memilih lokasi
bisnis

Komplek
pertokoan

Kawasan
industri kecil

Rumah sendiri

Komplek
pertokoan

Tanah dan
bangunan
sendiri

Memilih
pemasok
barang/
penyedia jasa

Pengusaha
konpeksi lokal,
pengembang
komplek
pertokoan

Petani lokal,
penjual
mesin,
kawasan
industri

Toko-toko lokal Pemasok


lokal,
pengemban
g komplek
pertokoan

Pengumpul
sampah

Mempekerjakan karyawan
(merekrut)

Struktur
sederhana,
karyawan
sedikit

Struktur
sederhana,
karyawan
sedikit

Struktur
sederhana,
karyawan
sedikit

Struktur
sederhana,
karyawan
sedikit

Struktur
sederhana,
karyawan
sedikit

*Mahasiswa dapat menilai apakah teknologi yang dipilih teknologi tepat-guna.

Ketujuh kelompok itu disebut stakeholder, yaitu pihak atau kelompok yang punya
kepentingan terhadap bisnis. Konsep stakeholder akan diperkenalkan pada sesi
berikutnya. Dalam sesi ini, mahasiswa harus mulai menyadari bahwa setiap bisnis tidak
hanya melayani pihak-pihak yang jelas kaitannya, seperti pelanggan, karyawan, pemilik
dan pemasok barang dan penyedia jasa, tetapi juga pihak-pihak lain yang juga
berkepentingan langsung, atau menerima dampak pemunculan dan pertumbuhan
bisnis, seperti kreditur, pemerintah dan masyarakat setempat.
Mahasiswa bebas memberikan jawaban karena mungkin ini pertama kalinya mereka
melihat semua pelaku penting dalam lingkungan dekat bisnis. Namun jawaban-jawaban
mereka diharapkan kurang lebih konsisten dengan uraian berikut ini.
(1)

Pelanggan:
Pelanggan umumnya akan puas karena masing-masing bisnis merencanakan
berbagai upaya (termasuk seleksi input dan teknologi) untuk menyerahkan
produk dengan manfaat yang diharapkan dengan harga bersaing.

182

(2)

Karyawan:
Karyawan umumnya akan dipuaskan karena masing-masing bisnis
merencanakan memastikan upah dan gaji. Masing-masing bisnis tidak
menyerap karyawan dengan jumlah melebihi yang diperlukan, karena bisnis
baru harus memulai dengan skala kecil, juga dalam hal jumlah karyawan.

(3)

Pemodal (pemegang saham/pemilik):


Wirausahawan akan puas karena berdasarkan proyeksi keuangan pada LU 3.1
dan 3.2 semua bisnis itu menguntungkan meskipun modal awalnya kecil.

(4)

Pemasok barang dan penyedia jasa:


Pemasok barang dan penyedia jasa akan menyambut baik pemunculan bisnis
yang akan menyerap produk mereka. Khususnya para petani jeruk dalam pabrik
jus jeruk, dan pengembang komplek pertokoan dalam percetakan kecil.

(5)

Kreditur:
Tidak satu pun dari kelima bisnis itu memakai pinjaman bank untuk modal
awalnya. Bank-bank yang kelebihan dana pun akan menghargai keputusan ini.
Memberikan pinjaman kepada bisnis baru yang belum terbukti kelayakannya
sangat riskan bagi bank. Meskipun saat ini bukan pelanggan, bank akan melihat
mereka sebagai pelanggan potensial di masa mendatang.

(6)

Pemerintah:
Lembaga-lembaga pemerintah akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut
ini karena informasi yang tersedia sangat minimum atau bahkan tak tersedia
dalam kasus atau dalam proyeksi keuangannya:
Apakah bisnis itu akan didaftarkan sebagai badan hukum melalui notaris?
Apakah bisnis itu akan memperoleh perizinan yang diperlukan?
Apakah lokasi bisnis itu sesuai dengan tata kota? Khususnya bengkel mobil
dan sortasi limbah?
Apakah bisnis itu akan mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku
dalam mempekerjakan karyawan, seperti upah minimum, asuransi tenaga
kerja, fasilitas kesehatan?
Apakah bisnis akan membayar pajak pertambahan nilai?
Apakah bisnis akan membayar pajak perseroan?

(7)

Masyarakat setempat:
Hanya pabrik jus jeruk yang jelas akan disambut baik oleh masyarakat
setempat, khususnya petani jeruk. Untuk bisnis lainnya perlu dipertanyakan:
Apakah bisnis itu akan ikut mengendalikan pencemaran lingkungan (air,
udara, tanah dan suara)? Khususnya bengkel mobil dan sortasi limbah?
Sortasi limbah berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah nasional, atau
bahkan universal, limbah plastik, tapi bisa menimbulkan bau tidak sedap bagi
masyarakat sekitar?
Apakah toko jaket justru akan meningkatkan masalah sosial para pecandu
sepak bola?
Apakah percetakan kecil itu, yang menggunakan mesin cetak moderen,
merebut pasar yang kini dimiliki usaha percetakan tradisional?

183

Kode
EN-3.3-TR1
Topik 3.3.1
Transparan
1/15

Mengulas aspek-aspek teknis

Keputusan Aspek-Aspek
Teknis

Minggu 9

Keputusan-keputusan mengenai
ketersediaan sumberdaya dan kompetensi
untuk memulai bisnis:

Memilih input, teknologi, dan lokasi


bisnis;

Memilih pemasok barang dan penyedia


jasa; dan

Mempekerjakan (merekrut) karyawan.

184

Kode
EN-3.3-TR2
Topik 3.3.1
Transparan
2/15

Mengulas aspek-aspek teknis

Keputusan Aspek-Aspek
Teknis Kelima Kasus Bisnis

Minggu 9

Toko
Jaket

Pabrik
Jus
Jeruk

Bengkel
Mobil

Memilih input

Memilih
teknologi*

Memilih
lokasi bisnis

Memilih
pemasok
barang/
penyedia
jasa

Mepekerjakan
karyawan
(merekrut)

*Teknologi tepat guna?

185

Percetak Sortasi
-an kecil limbah

Kode
EN-3.3-TN2
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.3

Minggu 9

Aspek-aspek hukum bisnis


Mahasiswa memahami aspek-aspek hukum bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Perkenalkan konsep stakeholder dan kepentingan


mereka dalam bisnis baru dengan menayangkan
TRANSPARAN EN-3.3-TR3 untuk dibandingkan
dengan hasil diskusi terbuka pada sesi sebelumnya
(lihat EN-3.3-TN1).

Metode

15 Kuliah
Diskusi
terbuka

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.3-TR3
EN-3.3-TR4

Tanya mahasiswa kepentingan masing-masing


stakeholder pada bisnis baru sebelum
menayangkan EN-3.3-TR4.
Ingatkan juga bahwa berdasarkan diskusi pada sesi
sebelumnya, sangat sedikit petunjuk bahwa kelima
kasus bisnis itu mempertimbangkan pemerintah dan
masyarakat setempat sebagai stakeholder.
Perkenalkan aspek-aspek hukum bisnis
menggunakan TRANSPARAN EN-3.3-TR5, EN-3.3TR6 dan EN-3.3-TR7.

15 Kuliah

Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.3-TR5
EN-3.3-TR6
EN-3.3-TR7
EN-3.3-HO1

Bagikan EN-3.3-HO1.
Tekankan bahwa tujuan sesi ini bukan membuat
mahasiswa memahami secara rinci hukum bisnis,
tapi membuat mereka memahami bagaimana
membuka bisnis yang legal dan beroperasi secara
legal.
Lihat Konsep & Teori berikut ini.
Cek pemahaman dengan TRANSPARAN EN-3.3TR8, EN-3.3-TR9 dan EN-3.3-TR10.

30 Latihan
kelas

Kasus 1 (EN-3.3-TR8) dan Kasus 2 (EN-3.3-TR9)


dimaksudkan untuk memberikan pemahaman dasar
mengenai badan hukum. Kasus 3 (EN-3.3-TR10)
dimaksudkan untuk memotivasi mahasiswa mencari
informasi yang dibutuhkan mengenai aspek-aspek
hukum bisnis mereka.

EN-3.3-TR8
EN-3.3-TR9
EN-3.3-TR10

Lihat Konsep & Teori berikut ini.


Jumlah

186

Papan tulis
atau
flipchart

1 jam 00

Konsep & Teori


Dalam sesi sebelumnya, mahasiswa seharusnya sudah memahami bahwa aspekaspek teknis bisnis (input, teknologi, lokasi bisnis, pemasok dan tenaga kerja) belum
mempertimbangkan semua stakeholder bisnis, khususnya pemerintah dan masyarakat
setempat. Di samping aspek-aspek teknis, aspek-aspek hukum dan tanggungjawab
sosial juga harus dipelajari sebelum membuka bisnis. Aspek hukum dan aspek
tanggungjawab sosial juga akan menyangkut biaya dan modal awal.
Aspek hukum terutama membahas hubungan bisnis dengan pemerintah (daerah),
meliputi badan hukum dan tanggungjawab hukum. Ada empat badan hukum untuk
bisnis, yaitu perusahaan perseorangan, perkongsian, perseroan terbatas, dan koperasi.
Keuntungan dan kerugian masing-masing badan hukum bisnis diuraikan dalam
handout EN-3.3-HO1. Keuntungan dan kerugian umum masing-masing badan hukum
mencerminkan perbedaan-perbedaan pokok di antara keempat badan hukum. Yaitu
perbedaan dalam hal (1) jumlah pemilik, (2) motif kerjasama, (3) tanggungjawab
pemilik, (4) potensi memperoleh dana, dan (5) perpajakan.
Dalam Kasus 1 (TRANSPARAN EN-3.3-TR8), dengan jumlah pemilik lebih dari
seorang, badan hukum yang mungkin adalah perkongsian, perseroan terbatas dan
koperasi. Karena motif di balik kerjasamanya adalah non-keuangan, perkongsian
(partnership) mungkin merupakan badan hukum yang paling sesuai untuk bisnis itu.
Badan hukum tidak ada kaitannya dengan skala bisnis. Perusahaan perseorangan
tidak khusus untuk perusahaan kecil dan perseroan terbatas tidak khusus untuk
perusahaan besar. Meskipun kebanyakan perusahaan besar berbentuk perseroan
terbatas, hal ini tidak berarti bahwa bisnis baru tidak bisa mengambil bentuk ini,
khususnya bila pendanaan merupakan masalah utama. Lembaga keuangan biasanya
lebih suka berurusan dengan perseroan terbatas. Pengertian perseroan terbatas
sering disalah-artikan bahkan oleh para pengusaha berpengalaman.
Kasus 2 (TRANSPARAN EN-3.3-TR9) menjelaskan pengertian perseroan terbatas.
Jika pemasok itu perusahaan perseorangan, maka pemilik tunggalnya harus
bertanggung jawab atas seluruh sisa utang (Rp. 80 juta). Jika pemasok itu
perkongsian dari dua orang dengan pemilikan 50%/50%, maka masing-masing pemilik
harus bertanggungjawab atas separuh sisa utang (Rp. 40 juta). Jika pemasok itu
perseroan terbatas, tidak seorang pun dari kelima pemegang saham harus
bertanggungjawab membayar sisa utang. Kewajiban (tanggungjawab) mereka
terbatas pada jumlah modal yang mereka investasikan.
Kasus 2 tidak berarti bahwa dengan bentuk perseroan terbatas para pemilik bisa
dengan mudah menghindari kewajiban mereka. Dengan bentuk perseroan terbatas
perusahaan merupakan entitas yang terpisah dari para pemiliknya. Bentuk hukum ini
harus mematuhi lebih banyak peraturan dan harus diadministrasikan dengan sistem
pencatatan yang baku. Namun perseroan terbatas biasanya tumbuh lebih cepat
dengan potensi yang lebih besar untuk memperoleh pendanaan. Pasar modal hanya
mengizinkan perseroan terbatas menjual saham untuk menarik dana dari masyarakat.

187

Dalam badan hukum koperasi, kewajiban para pemiliknya tidak terbatas, tetapi
operasinya yang terbatas pada dari, oleh dan untuk anggota koperasi. Koperasi
adalah bentuk social bisnis, tapi koperasi dapat menikmati banyak fasilitas dari
pemerintah yang tidak berlaku bagi badan hukum bisnis lainnya.
Badan hukum merupakan indikasi bahwa bisnis didirikan secara legal, tapi tidak
menjamin bahwa bisnis yang legal itu akan beroperasi secara legal. Bisnis beroperasi
secara legal bila melaksanakan tanggungjawab hukumnya. Tanggungjawab hukum
dapat dibagi menjadi empat bidang, yaitu lisensi (perizinan), perpajakan, kuota
perdagangan dan tanggungjawab hukum kepada karyawan, sebagaimana diuraikan
dalam EN-3.3-HO1.
Bisnis melaksanakan tanggungjawab hukum bila bisnis itu mematuhi semua peraturan
dan perundangan yang berlaku bagi bisnis. Perlu dicatat bahwa:

Peraturan dan perundangan bisnis berubah sewaktu-waktu. Contohnya adalah


pemendekan masa berlaku suatu lisensi.
Peraturan dan perundangan bisnis tidak hanya dikeluarkan oleh pemerintah pusat
tetapi juga oleh pemerintah daerah. Contohnya adalah rencana tata kota yang
mengatur kawasan bisnis, kawasan industri, kawasan pemukiman.
Peraturan dan perundangan bisnis mengikuti kemajuan teknologi dan
perkembangan praktek bisnis. Contohnya peraturan mengenai hak cipta intelektual
dan waralaba (franchising), dan izin-izin khusus untuk bisnis baru.
Peraturan dan perundangan bisnis menjadi penunjang dari yang sebelumnya hanya
merupakan kode etik bisnis. Contohnya persyaratan melakukan studi dampak
lingkungan dan perlindungan tenaga kerja.

Peraturan dan perundangan bisnis (termasuk yang mengatur badan hukum)


bergantung kepada tempat, waktu dan kondisi. Yang penting bukan pemahaman
menyeluruh mengenai hukum bisnis, melainkan informasi mutakhir mengenai aspekaspek hukum yang relevan mengenai bisnis. Lisensi adalah indikasi pertama bahwa
bisnis akan beoperasi secara legal. Lisensi mungkin menghendaki bisnis memiliki
badan hukum tertentu. Dalam proses mengajukan permohonan izin, pembuka bisnis
akan memperoleh informasi yang relevan untuk membuka bisnis. Informasi yang
mutakhir akan memberanikan para wirausahawan untuk memperoleh lisensi bisnis,
yang prosedur permohonannya semakin sederhana dan semakin singkat.
Dalam Kasus 3 (TRANSPARAN EN-3.3-TR10), wirausahawan disarankan untuk
mengajukan permohonan memperoleh lisensi-lisensi yang diperlukan, dan
memperoleh peraturan dan perundangan mutakhir yang berlaku bagi bisnis mereka
dari lembaga pemerintah (daerah), bisnis sejenis, asosiasi dagang, perpustakaan,
website, konsultan (hukum) bisnis, dsbnya.
Sejauh ini masyarakat masih berfokus pada perilaku hukum dari perusahaanperusahaan besar. Namun dengan makin besarnya perhatian pada perlindungan
konsumen, kesejahteraan karyawan, pendapatan negara, perlindungan hak cipta
intelektual, peraturan hukum yang dewasa ini hanya berlaku untuk perusahaan besar
ddi masa mendatang juga akan berlaku bagi perusahaan-perusahaan kecil.
Wirausahawan yang membuka bisnis harus memasukkan persyaratan hukum yang
relevan dalam proyeksi biaya dan modal awal mereka.
188

Kode
EN-3.3-TR3
Topik 3.3.2-3
Transparan
3/15

Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial


bisnis

Stakeholder Bisnis

Minggu 9

Stakeholder adalah kelompok, individu dan


organisasi yang secara langsung dipengaruhi oleh
praktek-praktek organisasi bisnis (perusahaan).
Stakeholder memiliki pertaruhan (kepentingan)
dalam kinerja organisasi bisnis sehingga juga
mempengaruhi organisasi bisnis.
Stakeholder mencakup tujuh kelompok
berikut ini:
(1) pelanggan,
(2) karyawan,
(3) pemodal (pemegang saham/pemilik),
(4) pemasok barang dan penyedia jasa
(5) kreditur
(6) pemerintah
(7) masyarakat setempat

189

utama

Kode
EN-3.3-TR4
Topik 3.3.2-3
Transparan
4/15

Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial


bisnis

Kepentingan Stakeholder

Minggu 9

Stakeholder

Contoh kepentingan

Pelanggan

Nilai, mutu, pelayanan pelanggan, manfaat


produk, harga yang setara dengan mutu
produk

Karyawan

Lapangan kerja, tingkat gaji, upah


minimum, jaminan kerja, kondisi kerja

Pemilik,
pemegang
saham

Laba, kinerja

Pemasok

Pasar baru (captive) untuk produk mereka

Kreditur

Pelanggan potensial, sumber potensial


pendapatan bunga dan non-bunga,
likiditas

Kesempatan kerja baru, peluang investasi


Masyarakat baru, keterlibatan dalam menyelesaikan,
setempat
atau sekurang-kurangnya tidak
menciptakan masalah lingkungan baru
Pemerintah

Pajak pertambahan nilai, pajak perseroan,


pembangunan ekonomi (lokal)

190

Kode
EN-3.3-TR5
Topik 3.3.2
Transparan
5/15

Aspek-aspek hukum bisnis

Emat badan hukum bisnis

Minggu 9

Perusahaan perseorangan (sole proprietorship) adalah


bisnis yang dimiliki dan biasanya dioperasikan oleh satu
orang yang bertanggungjawab atas seluruh utang
perusahaan itu. Kewajiban mencakup semua harta pribadi
dan aktiva pemilik.
Perkongsian (partnership) adalah bisnis dengan dua
orang pemilik atau lebih yang berbagi dalam operasi
perusahaan serta kewajiban keuangan atas utang
perusahaan. Kewajiban mencakup semua harta pribadi
dan aktiva pemilik.
Perusahaan perseroan terbatas (limited liability
company) adalah perusahaan yang secara hukum
dianggap sebagai entitas terpisah dari para pemiliknya
dan bertanggungjawab sendiri atas utangnya. Kewajiban
pemilik hanya sebatas jumlah yang diinvestasikan dalam
perusahaan. Meskipun para pemegang saham bisa
kehilangan seluruh dana yang diinvestasikan dalam
perusahaan, mereka tidak bisa dipaksa membayar utang
perusahaan dengan uang tambahan dari dana pribadi
mereka.
Koperasi (cooperative) adalah bentuk kepemilikan di
mana sekelompok perusahaan perseorangan dan/atau
perkongsian sepakat bekerjasama untuk kepentingan
bersama. Setiap anggota bertanggungjawab penuh atas
utang koperasi.
191

Kode
EN-3.3-TR6
Topik 3.3.2
Transparan
6/15

Badan
Hukum
Perusahaan
perseorangan

Aspek-aspek hukum bisnis

Keuntungan dan kerugian masing-masing


badan hukum

Keuntungan

Minggu 9

Kerugian

1 Biaya pembentukan murah


2 Peraturan minimum
3 Pengendalian bisnis secara
langsung
4 Kebutuhan modal kerja rendah
5 Keuntungan pajak
6 Pemilik menerima seluruh laba
Perkong- 1 Mudah pembentukannya
sian
2 Biaya pembentukan rendah
daripada perseroan terbatas
3 Sumber modal bertambah
4 Manajemen bersama
5 Kemungkinan keuntungan
pajak
Perusa- 1 Kewajiban terbatas
haan
2 Manajemen bisa berspesialisi
perseroan
3 Pemilikan bisa dialihkan
terbatas 4 Eksistensi berkelanjutan
5 Entitas legal
6 Potensi keuntungan pajak
7 Mudah menambah modal
1 Memberdayakan orang miskin
Koperasi 2 Alat swadaya bersama
3 Struktur organisasi membantu
semua anggota
4 Pengambilan risiko terbagi
5 Mudah menambah modal
6 Menggabungkan keahlian
individu
6 Menggabungkan keahlian
individu

192

1 Kewajiban tak terbatas


2 Tidak berkelanjutan
3 Sulit mengadakan modal
4 Bertanggungjawab atas
semua keputusan
1 Kewajiban tak terbatas
2 Tidak berkelanjutan
3 Kewenangan bersama
4 Sulit menambah modal
5 Sulit menemukan mitra
usaha yang sesuai
1 Diatur secara ketat
2 Biaya pembentukan
paling mahal
3 Aturan akte yang
mengikat
4 Perlu pencatatan lengkap
5 Pajak ganda (pajak
perseroan dan pajak
pribadi)
1 Sulit mempertahankan
tenaga yang ahli
2 Sumbangan anggota
kepada koperasi tidak
sama
3 Kewenangan bersama
4 Masalah kesetaraan
gender

Kode
EN-3.3-TR7
Topik 3.3.2
Transparan
7/15

Aspek-aspek hukum bisnis

Tanggungjawab Hukum

Minggu 9

Lisensi adalah izin beroperasi. Paling umum adalah surat


izin perdagangan umum, di mana bisnis harus memiliki
kesepakatan formal dengan masyarakat sekitar jika
kegiatan bisnis di luar kawasan bisnis. Perusahaan jasa
(akuntan publik, klinik kesehatan, apotik) memerlukan izin
khusus.
Pajak mencakup pajak pertambahan nilai untuk produk
yang dibeli dan produk yang dijual (kewajiban memungut),
pajak perseroan (untuk perseroan terbatas), pajak pribadi
(pemilik dan karyawan), dan tarif untuk produk impor.
Kuota perdagangan dikeluarkan oleh pemerintah (lokal)
untuk produk-produk tertentu dan untuk periode tertentu.
Kuota menyatakan jumlah maksimum barang ayng
diproduksi dan dijual, misalnya produk kayu.
Tanggungjawab hukum kepada karyawan mencakup
upah minimum yang dikeluarkan oleh pemerintah (lokal),
dan sistem perlindungan hukum karyawan yang mengatur
jam kerja, cuti tahunan, cuti hamil, bonus, pembentukan
serikat buruh, pemberitahuan PHK secara dini, asuransi
kesehatan, fasilitas kesehatan, dsbnya.

193

Kode
EN-3.3-HO1

Handout
Unit Pembelajaran 3.3
Aspek-aspek hukum bisnis

HO 1

Aspek-aspek hukum terutama menyangkut hubungan antara bisnis dengan pemerintah


(lokal). Aspek-aspek hukum meliputi badan hukum (badan hukum) dan kewajiban
hukum (tanggungjawab hukum) bisnis.
Badan Hukum
Ada empat badan hukum bisnis yang umum:
(1) Perusahaan perseorangan (perusahaan perseorangan) adalah bisnis yang dimiliki
dan biasanya dioperasikan oleh satu orang yang bertanggungjawab atas seluruh
utang perusahaan itu. Kewajiban mencakup semua harta pribadi dan aktiva pemilik.
(2) Perkongsian (perkongsian) adalah bisnis dengan dua orang pemilik atau lebih
yang berbagi dalam operasi perusahaan serta kewajiban keuangan atas utang
perusahaan. Kewajiban mencakup semua harta pribadi dan aktiva pemilik.
(3) Perusahaan perseroan terbatas (perusahaan perseroan terbatas) adalah
perusahaan yang secara hukum dianggap sebagai entitas terpisah dari para
pemiliknya dan bertanggungjawab sendiri atas utangnya. Kewajiban pemilik hanya
sebatas jumlah yang diinvestasikan dalam perusahaan. Meskipun para pemegang
saham bisa kehilangan seluruh dana yang diinvestasikan dalam perusahaan,
mereka tidak bisa dipaksa membayar utang perusahaan dengan uang tambahan
dari dana pribadi mereka.
(4) Koperasi (koperasi) adalah bentuk kepemilikan di mana sekelompok perusahaan
perseorangan dan/atau perkongsian sepakat bekerjasama untuk kepentingan
bersama. Setiap anggota bertanggungjawab penuh atas utang koperasi.
Wirausahawan harus memilih badan hukum yang sesuai untuk bisnisnya. Yang paling
lazim untuk bisnis baru adalah perusahaan perseorangan, tetapi wirausahawan bisa
memilih bentuk lain yang sesuai untuk bisnis barunya. Faktor yang paling utama adalah
jumlah pemilik.
Jika seorang wirausahawan ingin bekerjasama dengan orang lain, dia bisa
mempekerjakan orang lain itu sebagai karyawan yang bergaji. Tapi jika orang lain itu
juga seorang wirausahawan, yang ingin berbagi laba maupun risiko bisnis, maka orang
lain itu lebih suka ikut memiliki bisnis tersebut. Perusahaan perseorangan jelas bukan
bentuk yang sesuai karena bisnis dimiliki oleh lebih dari satu orang. Badan hukum yang
mungkin adalah perkongsian, perusahaan perseroan terbatas dan koperasi,
bergantung kepada motif di balik kerjasama itu dan kondisi bisnis saat ini serta
prospeknya di masa mendatang.

194

Pemilihan badan hukum pada saat membuka bisnis atau di masa mendatang harus
berdasarkan pada keuntungan dan kerugian umum masing-masing badan hukum
sebagaimana diuraikan dalam tabel berikut ini:
Badan
Hukum
Perusahaan
perseorangan

Perkongsian

Perusahaan
perseroan
terbatas

Koperasi

Keuntungan

Kerugian

1 Biaya pembentukan murah


2 Peraturan minimum
3 Pengendalian bisnis secara
langsung
4 Kebutuhan modal kerja rendah
(manajemen kas langsung oleh
pemilik)
5 Keuntungan pajak
6 Pemilik menerima seluruh laba
1 Mudah pembentukannya
2 Biaya pembentukan rendah
daripada perseroan terbatas
3 Sumber modal bertambah
4 Manajemen bersama
5 Kemungkinan keuntungan pajak
1 Kewajiban terbatas
2 Manajemen bisa berspesialisi
3
4
5
6
7
1
2
3

Pemilikan bisa dialihkan


Eksistensi berkelanjutan
Entitas legal
Potensi keuntungan pajak
Mudah menambah modal
Memberdayakan orang miskin
Alat swadaya bersama
Struktur organisasi membantu
semua anggota
4 Pengambilan risiko terbagi
5 Mudah menambah modal
6 Menggabungkan keahlian individu

1 Kewajiban tak terbatas


2 Tidak berkelanjutan
3 Sulit mengadakan modal

4 Bertanggungjawab atas
semua keputusan
1 Kewajiban tak terbatas
2 Tidak berkelanjutan
3 Kewenangan bersama
4 Sulit menambah modal
5 Sulit menemukan mitra
usaha yang sesuai
1 Diatur secara ketat
2 Biaya pembentukan paling
mahal
3 Aturan akte yang mengikat
4 Perlu pencatatan lengkap
5 Pajak ganda (pajak
perseroan dan pajak pribadi)
1 Sulit mempertahankan
tenaga yang ahli
2 Sumbangan anggota kepada
koperasi tidak sama
3 Kewenangan bersama
4 Masalah kesetaraan gender

Tanggungjawab hukum:
Tanggungjawab hukum bisnis umumnya adalah lisensi, pajak, kuota perdagangan dan
tanggungjawab hukum kepada karyawan.
Lisensi adalah izin beroperasi. Paling umum adalah surat izin perdagangan umum, di
mana bisnis harus memiliki kesepakatan formal dengan masyarakat sekitar jika
kegiatan bisnis di luar kawasan bisnis. Perusahaan jasa (akuntan publik, klinik
kesehatan, apotik) memerlukan izin khusus.
195

Pajak mencakup pajak pertambahan nilai untuk produk yang dibeli dan produk yang
dijual (kewajiban memungut), pajak perseroan (untuk perseroan terbatas), pajak pribadi
(pemilik dan karyawan), dan tarif untuk produk impor.
Kuota perdagangan dikeluarkan oleh pemerintah (lokal) untuk produk-produk tertentu
dan untuk periode tertentu. Kuota menyatakan jumlah maksimum barang ayng
diproduksi dan dijual, misalnya produk kayu.
Tanggungjawab hukum kepada karyawan mencakup upah minimum yang
dikeluarkan oleh pemerintah (lokal), dan sistem perlindungan hukum karyawan yang
mengatur jam kerja, cuti tahunan, cuti hamil, bonus, pembentukan serikat buruh,
pemberitahuan PHK secara dini, asuransi kesehatan, fasilitas kesehatan, dsbnya.
Setelah menentukan badan hukum yang paling sesuai, bisnis baru itu harus segera
mengajukan permohonan memperoleh lisensi. Lisensi adalah indikasi pertama bahwa
sebuah bisnis akan beroperasi secara legal. Dalam proses memperoleh lisensi
wirausahawan akan banyak belajar tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang
dilarang dalam mengoperasikan bisnis. Dewasa ini banyak kemajuan dalam
menyederhanakan dan mempersingkat prosedur permohonan lisensi bisnis, nomor
pokok wajib pajak, dsbnya. Hal ini merupakan upaya membangkitkan investasi. Di
samping lisensi, wirausahawan dapat memperoleh informasi mengenai peraturan dan
perundangan bisnis yang mutakhir dari lembaga pemerintah (lokal), bisnis sejenis,
asosiasi dagang, perpustakaan, website, konsultan (hukum) bisnis, dsbnya.

196

Kode
EN-3.3-TR8
Topik 3.3.2
Transparan
8/15

Aspek-aspek hukum bisnis

Badan hukum apakah yang


paling sesuai untuk bisnis
baru ini?

Minggu 9

Kasus 1:
Badan hukum bisnis milik seorang wirausahawan
adalah perusahaan perseorangan. Setelah bisnis
tumbuh,
wirausahawan
itu
ingin
membagi
keberhasilannya dengan seorang teman dekat yang
sangat dipercaya, yang dulu menyarankan ide bisnis
yang sekarang dikembangkan itu.
Baik wirausahawan maupun mitrausahanya sepakat
bahwa modal bukan masalah penting bagi bisnis,
dan bukan alasan utama untuk kerjasama mereka.
Dengan kerjasama ini, bisnis diharapkan akan
tumbuh lebih cepat.
Badan hukum apakah yang paling sesuai untuk
bisnis baru ini?

197

Kode
EN-3.3-TR9
Topik 3.3.2
Transparan
9/15

Aspek-aspek hukum bisnis

Siapa yang bertanggungjawab


atas sisa utang?

Minggu 9

Kasus 2:
Sebuah pemasok produk pertanian ke pasar-pasar
swalayan baru-baru ini bangkrut, dengan utang Rp.
200 juta kepada petani hortikultura. Semua aktiva
perusahaan, yang terdiri dari tanah, bangunan
kantor dan gudang, mebel, alat pengemas, telah
dijual dan laku Rp. 120 juta. Hasil penjualan dipakai
untuk membayar utang, menyisakan Rp. 80 juta
yang masih harus dilunasi.
Siapa yang bertanggungjawab atas sisa utang Rp.
80 juta:
(1) jika pemasok adalah perusahaan perseorangan
dengan seorang wirausahawan sebagai pemilik
tunggal?
(2) jika pemasok adalah suatu perkongsian dengan
seorang wirausahawan dan pamannya sebagai
50%/50% pemiliknya?
(3) jika pemasok adalah perseoran terbatas,
dengan 5 pemegang saham masing-masing
memiliki 20% saham?
198

Kode
EN-3.3-TR10
Topik 3.3.2
Transparan
10/15

Aspek-aspek hukum bisnis

Bagaimana membuka bisnis


yang legal dan beroperasi
secara legal?

Minggu 9

Kasus 3:
Seorang wirausahawan sedang merencanakan
untuk membuka sebuah toko khusus yang menjual
produk perawatan kesehatan kepada penduduk usia
lanjut di kotanya, termasuk obat tradisional dan
makanan suplemen. Dia memiliki komitmen kuat
untuk membuka bisnis legal dan menjual produk
yang legal pula. Tapi dia belum tahu apakah dia
bisa membuka toko di lokasi yang dipilihnya, dan dia
belum
mengetahui
semua
peraturan
dan
perundangan yang berlaku mengenai bisnisnya
(lisensi, perpajakan, dsbnya.).
Apa yang harus dilakukannya untuk memperoleh
informasi hukum yang dibutuhkannya?

199

Kode
EN-3.3-TN3
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.3

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

Minggu 9

Mahasiswa memahami aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.3-TR11 dan minta


mahasiswa menjawab pertanyaan pada Kasus 4.

Metode

15 Diskusi
terbuka

Tuliskan jawaban-jawaban mahasiswa pada papan


tulis atau flipchart.

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.3-TR11

Arahkan diskusi pada kesimpulan-kesimpulan:

Bisnis yang secara hukum bertanggungjawab


belum tentu merupakan bisnis yang
bertanggungjawab sosial.

Aspek hukum membedakan antara perilaku yang


benar dengan perilaku yang salah, tapi
tanggungjawab sosial memilih dari beberapa
perilaku yang semuanya secara hukum benar.

Dengan meningkatnya perhatian pada masalah


tanggungjawab sosial, maka perilaku bisnis yang
dulu secara hukum benar sekarang bisa
merupakan perilaku yang secara hukum salah.

Lihat Konsep & teori berikut ini.


Perkenalkan aspek-aspek tanggungjawab sosial
bisnis dengan menggunakan TRANSPARAN EN-3.3TR12, EN-3.3-TR13 dan EN-3.3-TR14.

30 Kuliah

EN-3.3-TR12
EN-3.3-TR13
EN-3.3-TR14
EN-3.3-HO2

Bagikan EN-3.3-HO2.
Tekankan bahwa sesi ini berfokus pada aspek-aspek
tanggungjawab sosial yang mempengaruhi biaya dan
modal awal. Tanggungjawab sosial bisnis merupakan
pokok bahasan yang luas dan akan ditinjau lagi pada
Modul 4 (Corporate Tanggungjawab sosial).
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Jumlah

200

Papan tulis
atau
flipchart

45

Konsep & teori


Laba adalah aspek penting bagi organisasi bisnis, karena organisasi bisnis
memproduksi barang dan jasa untuk memperoleh laba. Namun untuk kelangsungan
hidup jangka-panjangnya, setiap bisnis harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan
dan keinginan dari lingkungan sekitarnya. Organisasi bisnis perlu berbuat lebih dari
sekedar memproduksi dan menjual produk untuk memperoleh laba dengan memenuhi
persyaratan hukum minimum, tapi organisasi bisnis harus memperlakukan secara adil
dan jujur lingkungan sosialnya. Lingkungan sosial terdiri atas stakeholder, yaitu
pelanggan, karyawan, pemodal (pemegang saham/pemilik), pemasok, kreditur,
pemerintah, dan masyarakat setempat di sekitar organisasi bisnis.
Dalam Kasus 4 (EN-3.3-TR11), pabrik mebel itu memperoleh semua perizinan yang
diperlukan 20 yanglalu, ketika dampak lingkungan bisnis belum merupakan masalah
besar. Demi kelangsungan hidup jangka-panjangnya, pabrik mebel itu tidak hanya
memenuhi persyaratan hukum minimum, tetapi juga memperhatikan lingkungan
sosialnya, khususnya pada dampak lingkungan dari kegiatan produksinya.
Persyaratan hukum bisa berubah sewaktu-waktu.
Tanggungjawab sosial menyangkut cara organisasi bisnis menjaga keseimbangan
komitmennya pada kelompok dan individu yang relevan dalam lingkungan sosialnya.
Organisasi bisnis tidak hanya bertanggungjawab pada pemegang sahamnya, tetapi
juga kepada stakeholder, yaitu kelompok, individu dan organisasi yang secara
langsung dipengaruhi oleh praktek oragnisasi bisnis, dan oleh karenanya memiliki
kepentingan dalam kinerja organisasi bisnis sehingga mereka juga bisa
mempengaruhinya.
Tanggungjawab sosial mencakup berbagai bidang tapi umumnya mencakup empat
bidang tanggungjawab sosial, yaitu lingkungan, pelanggan, karyawan dan pemegang
saham. Perusahaan memiliki pendekatan yang berbeda kepada tanggungjawab sosial,
mulai sikap membandel (obstructionist stance) sampai sikap proaktif (proactive stance).
Lihat EN-3.3-HO2.
Aspek-aspek tanggungjawab sosial akan dibahas lebih rinci dalam Modul 4 dengan
topik CSR (Corporate Social Responsibility). Keprihatinan pada tanggungjawab
sosial pada tahun-tahun belakangan terus meningkat dengan masalah-masalah baru
seperti perlindungan konsumen, kesejahteraan karyawan, pendapatan negara,
menipisnya cadangan sumberdaya alam (hutan, minyak) dan permasalahan lingkungan
lainnya (pemanasan global). Sebagaimana disebutkan ketika membahas aspek-aspek
hukum, persyaratan hukum bisnis berubah sewaktuwaktu, mengikuti perkembangan
teknologi, dan semakin menjadi pendukung dari perilaku yang sebelumnya merupakan
perilaku sosial. Sikap defensif tidak lagi merupakan posisi yang aman dalam waktu
dekat.
Seperti halnya dalam aspek-aspek hukum, sebegitu jauh masyarakat masih
memusatkan perhatian mereka pada perilaku sosial perusahaan-perusahaan besar.
Tapi dengan meningkatnya keprihatinan pada perlindungan konsumen, kesejahteraan
karyawan, pendapatan negara, menipisnya cadangan sumberdaya alam (hutan,
minyak) dan permasalahan lingkungan lainnya (pemanasan global), dalam waktu dekat
perusahaan-perusahaan kecil juga akan diharapkan (atau diharuskan) untuk
201

memperhatikan lingkungan sosialnya. Para wirausahawan yang membuka bisnis baru


harus mempertimbangkan aspek-aspek sosial dalam biaya dan modal awal mereka
(sikap proaktif).
Wirausahawan yang membuka bisnis baru harus menyadari aspek-aspek sosial yang
berlingkup universal, nasional dan lokal. Pengumpulan informasi mengenai
permasalahan sosial penting artinya. Beberapa biaya dapat ditekan bila diantisipasi
secara cukup dini. Di beberapa tempat mungkin ada sistem insentif untuk bisnis
dengan kesadaran yang tinggi pada masalah sosial, khususnya masalah lingkungan.
Contohnya kawasan industri kecil untuk relokasi industri kecil.
Studi mengenai aspek-aspek tanggungjawab sosial penting artinya bagi pembuka
bisnis. Studi ini bisa menghasilkan tidak hanya informasi tentang apa yang perlu dia
lakukan dalam membuka bisnisnya, tetapi juga informasi mengenai peluang bisnis bagi
perusahaan kecil. Contohnya usaha daur ulang limbah.

202

Kode
EN-3.3-TR11
Topik 3.3.3
Transparan
11/15

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

Apakah perusahaan ini


memiliki tanggungjawab
sosial?

Minggu 9

Kasus 4:
Sebuah pabrik mebel telah beroperasi secara
menguntungkan selama 20 tahun. Pabrik ini
terdaftar sebagai perusahaan perseroan terbatas,
memiliki semua izin bisnis yang dipersyaratkan,
membayar pajak secara teratur, membayar upah
minimum kepada karyawan dan tidak pernah
membeli kayu ilegal serta terlibat dalam tindakan
melanggar hukum lainnya. Namun demikian,
perusahaan ini berlokasi di daerah pemukiman, di
mana sistem sanitasi dan pembuangan limbahnya
kurang memadai untuk mengakomodasi industri
yang mencemarkan lingkungan. Masyarakat sekitar
tidak bisa berbuat apa-apa karena pabrik mebel itu
telah memenuhi semua persyaratan hukum yang
diperlukan.
Apakah pabrik mebel itu akan berkelangsungan
hidup pada jangka-panjangnya?

203

Kode
EN-3.3-TR12
Topik 3.3.3
Transparan
12/15

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

Aspek-aspek tanggungjawab
sosial bisnis

Minggu 9

Bisnis perlu berbuat lebih dari sekedar memproduksi dan


menjual produk untuk memperoleh laba dengan
memenuhi persyaratan hukum minimum, tapi harus juga
berbuat adil dan jujur pada lingkungan sosialnya, atau
pada stakeholder (pelanggan, karyawan, pemodal,
pemasok, kreditur, pemerintah, masyarakat setempat).
Tanggungjawab sosial menyangkut cara bisnis menjaga
keseimbangan komitmennya pada kelompok dan individu
yang relevan dalam lingkungan sosialnya. Bisnis tidak
hanya bertanggungjawab pada pemegang sahamnya,
tetapi juga pada stakeholder perusahaan.
Tanggungjawab sosial harus mencakup, tapi tidak
terbatas pada sikap memenuhi kode etik bahwa bisnis
tidak merebut pelanggan setia dari pesaing dengan cara
curang (menyebarkan desas-desus). Tanggungjawab
sosial berarti menjaga keseimbangan antara komitmen
pada pemegang saham (laba) dengan komitmen pada
masyarakat, di mana pesaing merupakan bagiannya.
Masalah sosial penting yang perlu diperhatikan
perusahaan dewasa ini adalah perlindungan konsumen,
kesejahteraan
karyawan,
pendapatan
negara,
menipisnya cadangan sumberdaya alam (minyak) dan
permasalahan lingkungan (termasuk pemanasan
global).

204

Kode
EN-3.3-TR
Topik 2.3.3
Transparan
13/15

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

Empat bidang
tanggungjawab sosial

Minggu 9

Kepada lingkungan adalah peran serta dalam


mengendalikan pencemaran (udara, air, tanah dan
suara), dengan membatasi emisi zat-zat berbahaya
(carbon monoksida, zat kimia, limbah beracun) kepada
lingkungan, mendaur ulang limbah menjadi produkproduk berguna, memakai energi terbarukan.
Kepada pelanggan adalah menyediakan produk
bermutu dengan harga wajar, memperhatikan hak-hak
konsumen (hak atas produk yang aman, hak
memperoleh informasi mengenai produk, hak untuk
didengar, dan hak memilih), melakukan penetapan
harga yang wajar dan mematuhi etika periklanan.
Kepada karyawan tidak hanya memenuhi persyaratan
hukum dalam merekrut, mempekerjakan, melatih,
mempromosikan dan memberikan kompensasi, tetapi
juga memperbaiki motivasi kerja dan produktivitas
(tempat
kerja
aman,
perlindungan
kesehatan,
peningkatan keterampilan, memperlakukan secara layak
karyawan yang di-PHK).
Kepada pemegang saham tidak hanya memperoleh
laba untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang
saham, tetapi juga menyelenggarakan akuntansi serta
manajemen keuangan yang memadai sehingga para
pemegang saham menerima laba yang wajar (legal).

205

Kode
EN-3.3-TR14
Topik 3.3.3
Transparan
14/15

Sikap
membandel

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

Berbagai pendekatan
kepada tanggungjawab
sosial

Sikap defensif

Minggu 9

Sikap
akomodatif

Sikap proaktif

Perusahaan
berbuat
seminimum
mungkin dan
melakukan
upaya-upaya
menyangkal
dan menutupi
pelanggaran

Perusahaan
hanya
memenuhi
persyaratan
hukum
minimum
dalam
komitmennya
kepada
lingkungan
sosial

Jika diminta,
perusahaan
akan melebihi
persyaratan
hukum
minimum dalam
komitmennya
kepada
lingkungan
sosial

Perusahaan
secara aktif
mencari
peluang untuk
menyumbang
kan sesuatu
untuk
kesejahteraan
lingkungan
sosialnya

Produk
makanan
yang
mengandung
terlalu
banyak zat
non-organik
murahan

Peringat pada
kotak rokok
mengenai
bahaya
merokok

Dana sosial
dalam
anggaran
perusahaan,
tapi hanya
dikeluarkan bila
diminta

Program
beasiswa bagi
mahasiswa
miskin

206

Kode
EN-3.3-HO2

Handout
Unit Pembelajaran 3.3

Aspek-aspek tanggungjawab sosial bisnis

HO 2

Laba memang aspek penting bagi organisasi bisnis, karena organisasi bisnis
memproduksi barang dan jasa untuk memperoleh laba. Laba adalah pendapatan bagi
wirausahawan. Untuk memperoleh laba wirausahawan menerapkan kompetensi
kewirausahaannya. Namun untuk kelangsungan hidup jangka-panjangnya, setiap
bisnis harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan keinginan dari lingkungan
sekitarnya. Organisasi bisnis perlu berbuat lebih dari sekedar memproduksi dan
menjual produk untuk memperoleh laba dengan memenuhi persyaratan hukum
minimum, tapi organisasi bisnis harus memperlakukan secara adil dan jujur lingkungan
sosialnya. Apa yang akan terjadi pada laba yang diperoleh secara legal jika karena
perusahaan mengabaikan masalah sosial, masyarakat mulai enggan membeli produk
legal dari perusahaan legal itu.
Tanggungjawab sosial menyangkut cara organisasi bisnis menjaga keseimbangan
komitmennya pada kelompok dan individu yang relevan dalam lingkungan sosialnya.
Organisasi bisnis tidak hanya bertanggungjawab pada pemegang sahamnya, tetapi
juga kepada stakeholder, yaitu kelompok, individu dan organisasi yang secara
langsung dipengaruhi oleh praktek organisasi bisnis, dan oleh karenanya memiliki
kepentingan dalam kinerja organisasi bisnis sehingga mereka juga bisa
mempengaruhinya.
Tanggungjawab sosial tidak terbatas pada tanggungjawab hukum. Tanggungjawab
sosial tidak sekedar membedakan antara perilaku yang benar dengan perilaku yang
salah, seperti halnya tanggungjawab hukum. Tanggungjawab sosial menyangkut
pemilihan dari beberapa perilaku yang semuanya benar. Perusahaan memiliki
komitmen pada pemegang saham, pelanggan dan karyawan, serta stakeholder lainnya.
Semua komitmen itu secara hukum benar tapi harus berimbang untuk disebut
tanggungjawab sosial.
Empat bidang tanggungjawab sosial adalah lingkungan, pelanggan, karyawan dan
pemegang saham.
(1)

Kepada lingkungan. Bisnis harus berperan serta dalam mengendalikan


pencemaran (udara, air, tanah dan suara), dengan membatasi emisi zat-zat
berbahaya (carbon monoksida, zat kimia, limbah beracun) kepada lingkungan,
mendaur ulang limbah menjadi produk-produk berguna, memakai energi
terbarukan (renewable energy). Dewasa ini, semakin tinggi keprihatinan
terhadap emisi carbon dioksid (pemanasan global).

(2)

Kepada pelanggan. Bisnis tidak hanya menyediakan produk bermutu dengan


harga wajar, memperhatikan hak-hak konsumen (hak atas produk yang aman,
hak memperoleh informasi mengenai produk, hak untuk didengar, dan hak
memilih), melakukan penetapan harga yang wajar dan mematuhi etika
periklanan. Semakin tinggi perhatian masyakarat pada perlindungan konsumen.

207

(3)

Kepada karyawan. Bisnis tidak hanya memenuhi persyaratan hukum dalam


merekrut, mempekerjakan, melatih, mempromosikan dan memberikan
kompensasi (pembayaran upah minimum), tetapi juga memperbaiki motivasi
kerja dan produktivitas (tempat kerja aman, perlindungan kesehatan,
peningkatan keterampilan, memperlakukan secara layak karyawan yang diPHK). Semakin tinggi perhatian masyakarat pada kesejahteraan karyawan.

(4)

Kepada pemegang saham. Bisnis tidak hanya memperoleh laba untuk


meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, tetapi juga menyelenggarakan
akuntansi serta manajemen keuangan yang memadai sehingga para pemegang
saham menerima laba yang wajar (legal). Hanya sedikit atau tidak ada sangsi
hukum untuk laba abnormal yang besar. Konsumen mungkin tidak menyadari
hal ini, tapi laba abnormal yang tinggi pasti mengundang persaingan. Seperti
halnya konsumen, pesaing adalah bagian dari lingkungan sosial perusahaan.

Perusahaan memiliki pendekatan yang berbeda-beda kepada tanggungjawab sosial,


mulai dari sikap membandel (obstructionist stance) sampai sikap proaktif (proactive
stance) seperti diuraikan sebagai berikut:

Sikap membandel

Sikap defensif

Sikap akomodatif

Perusahaan
berbuat
seminimum
mungkin dan
melakukan upayaupaya
menyangkal dan
menutupi
pelanggaran

Perusahaan hanya
memenuhi
persyaratan hukum
minimum dalam
komitmennya
kepada lingkungan
sosial

Jika diminta,
perusahaan akan
melebihi persyaratan
hukum minimum
dalam komitmennya
kepada lingkungan
sosial

Perusahaan
secara aktif
mencari peluang
untuk
menyumbangkan
sesuatu untuk
kesejahteraan
lingkungan
sosialnya

Produk makanan
yang
mengandung
terlalu banyak zat
non-organik
murahan

Peringat pada
kotak rokok
mengenai bahaya
merokok

Dana sosial dalam


anggaran
perusahaan, tapi
hanya dikeluarkan
bila diminta

Program beasiswa
bagi mahasiswa
miskin

208

Sikap proaktif

Kode
EN-3.3-TN4
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.3
Minggu 9
Konsekuensi Pendanaan dan Biaya
Mahasiswa mampu memperhitungkan aspek-aspek hukum dan
tanggungjawab sosial pada biaya dan modal awal.

Langkah-langkah

Waktu

Kelas dibagi menjadi lima kelompok untuk lima


kasus bisnis dengan pengelompokan yang
berbeda dengan pada LU 3.1 dan LU 3.2,
misalnya sebagai berikut:

Metode

30 Latihan
kelompok

Bahan
Papan tulis atau
flipchart
EN-3.3-TR15
EN-3.3-AG1

Kelompok 4: Toko jaket.


Kelompok 5: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 1: Bengkel mobil.
Kelompok 2: Percetakan kecil.
Kelompok 3: Sortasi limbah.
Bagikan EN-3.3-AG1.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.3-TR15, yang
merupakan salinan dari EN-3.2-TR4.
TRANSPARAN menunjukkan komponenkomponen modal awal yang lebih lengkap.
Tugas mahasiswa adalah mengidentifikasi
aspek-aspek hukum dan tanggungjawab sosial
untuk masing-masing kasus bisnis, dan
menyesuaikan modal awal dan proyeksi
keuangannya.
Dosen harus membantu masing-masing
kelompok mengidentifikasi aspek-aspek hukum
dan tanggungjawab sosial yang relevan, serta
memprakirakan konsekuensinya pada
pendanaan dan biaya.
Mahasiswa mengacu pada handout EN-3.3HO1 dan EN-3.3-HO2.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Masing-masing kelompok harus
mempresentasikan aspek-aspek hukum dan
tanggungjawab sosial yang diperlukan, serta
modal awal dan proyeksi keuangan masingmasing kasus bisnis yang telah disesuaikan.

45 Presentasi
kelompok

Waktu presentasi maksimum 10 menit per


kelompok.
Lihat Solusi Latihan Kelompok berikut ini.
Jumlah

209

1 jam 15

Board or
flipchart

Solusi Latihan Kelompok


Mahasiswa harus menggunakan pengetahuan umum mereka untuk mengidentifikasi
aspek-aspek hukum dan tanggungjawab sosial dan memprakirakan konsekuensi biaya
dan pendanaannya. Tujuan utama latihan ini adalah menyadari bahwa mereka tidak akan
mengabaikan aspek-aspek hukum dan tanggungjawab sosial dalam menghitung modal
awal dan dalam membuat proyeksi keuangan untuk ide bisnis mereka.
Komponen-komponen aspek hukum yang perlu dicek untuk kelima kasus bisnis itu adalah
sebagai berikut:
Toko
jaket

Pabrik
jus jeruk

Car
Workshop

Percetakan
kecil

Sortasi
limbah

Perizinan:
Akte notaris
Pembukaan rekening bank
Nomor pokok wajib pajak
Surat izin usaha perdagangan1
Izin-izin khusus2

Pajak:
Pajak perseroan
Pajak pertambahan nilai3
Pajak pribadi

Kuota perdagangan

Karyawan:
Upah minimum
Asuransi sosial tenaga kerja4

Berikut ini adalah angka-angka resmi biaya tanggungjawab hukum bisnis:


Biaya membuka bisnis:
Akte Notaris5
Nomor pokok wajib pajak
Pembukaan rekening bank 6
Permohonan surat izin usaha perdagangan
Permohonan asuransi sosial tenaga kerja (untuk perusahaan
yang mempekerjakan lebih dari 10 karyawan)
1

Rp. 10 million
Tidak ada biaya
Tidak ada biaya
Rp. 40,000
Tidak ada biaya

Dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan.


Pabrik jus jeruk mungkin memerlukan izin khusus dari Departemen Kesehatan, bengkel mobil mungkin
memerlukan izin khusus dari Departemen Tenaga Kerja.
3
Hanya perusahaan yang ditunjuk sebagai Wajip Pungut.
4
Untuk perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 karyawan.
5
Biaya ini untuk badan hukum perseroan terbatas.
6
Perusahaan diharuskan menaruh simpanan.
2

210

Pajak perseroan:

10% untuk pendapatan kena pajak7 sampai dengan Rp. 50 juta.


15% untuk pendapatan kena pajak antara Rp. 50 sampai 100 juta.
30% untuk pendapatan kena pajak lebih dari Rp. 100 juta.

Pajak pribadi:
Pendapatan (Juta Rupiah)
Sampai 25
25 - 50
50 - 100
100 - 200
Lebih dari 200

Tarif Pajak (%)


5
10
15
25
35

Pajak pertambahan nilai:


PPn berlaku untuk sebagian besar barang dan jasa dengan tarif 10%, bisa disesuaikan
sampai minimum 5% dan maksimum 15%. Pajak ini umumnya ditarik oleh perusahaan
kena pajak (entitas yang menyerahkan barang dan jasa kena pajak). Barang dan jasa
berikut ini dibebaskan dari PPn:

Produk pertambangan dan pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya,


misalnya minyak bumi
Komoditi pokok seperti beras
Makanan dan minuman yang dijual di hotel, restoran, toko makanan dan sejenisnya
Uang, emas batangan dan surat utang
Jasa hiburan dan seni yang kena pajak pertunjukan
Jasa layanan kesehatan
Layanan sosial, dsbnya.

Komponen-komponen aspek tanggungjawab sosial yang perlu dicek untuk kelima


kasus bisnis itu adalah sebagai berikut:

Lingkungan8
Pelanggan9
Karyawan10
Pemegang saham

Toko jaket

Pabrik
jus jeruk

Car Workshop

Percetakan
kecil

Sortasi
limbah

Aspek tanggungjawab sosial bisa menyangkut tambahan biaya bisa juga tidak,
beberapa di antaranya sudah masuk dalam rencana semula. Misalnya, bangunan
bengkel mobil sudah dirancang dengan mempertimbangkan masalah lingkungan.

Pendapatan kena pajak = laba sebelum pajak


Bengkel mobil dan sortasi limbah berlokasi di luar kawasan bisnis.
9
Hanya usaha sortasi limbah yang menjual produk kepada industri.
10
Karyawan pada percetakan kecil mendapat perlakuan cukup baik.
8

211

Kode
EN-3.3-TR15
Topik 3.3.4
Transparan
15/15

Konsekuensi Pendanaan dan Biaya

Modal Awal

pra-operasi

Awal
bisnis

Minggu 9

operasi awal
(beberapa minggu
atau bulan)
Pendapatan
pertama

Modal Investasi
tanah
bangunan
bengkel
mesin
perkakas
peralatan
perabot kantor
computer
sambungan air
sambungan listrik
sambungan tilpun
biaya hukum, perizinan
papan nama
publikasi
upacara pembukaan
dsbnya.

Modal Kerja

sewa
biaya pemeliharaan
bahan baku
bahan dalam proses
barang jadi
perlengkapan kantor
promosi penjualan
upah dan gaji
asuransi
bahan bakar
tagihan air
tagihan listrik
tagihan tilpun
biaya bunga
biaya transportasi
dsbnya.

MODAL AWAL

212

Kode
EN-3.3-AG1
Topik 3.3.4
Tugas
Kelompok 1/2

Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial

Konsekuensi Aspek Hukum dan Aspek


Tanggungjawab Sosial Pada Pendanaan
dan Biaya

Minggu 5

Objective: Mahasiswa harus menyadari aspek hukum dan aspek tanggungjawab


sosial serta dampaknya pada modal awal dan proyeksi keuangan.
Kelas dibagi menjadi lima kelompok untuk lima kasus bisnis dengan pengelompokan
yang berbeda dengan pada LU 3.1 dan LU 3.2, misalnya sebagai berikut:
Kelompok 4: Toko jaket.
Kelompok 5: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 1: Bengkel mobil.
Kelompok 2: Percetakan kecil.
Kelompok 3: Sortasi limbah.
Tugas masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:
mencoba mengidentifikasi aspek hukum dan aspek tanggungjawab sosial yang
harus dipertimbangkan masing-masing bisnis;
mencoba memprakirakan kebutuhan biaya dan pendanaan untuk memenuhi aspek
hukum dan aspek tanggungjawab sosial; dan
merevisi modal awal dan proyeksi keuangan dengan komponen-komponen
tambahan itu.
Versi terakhir proyeksi keuangan (EN-3.2-AG3) tampak pada halaman-halaman berikut
ini.
Bahan acuan adalah HANDOUT EN-3.3-HO1 dan EN-3.3-HO2.
Waktu untuk latihan kelompok 30 menit, kemudian masing-masing kelompok harus
mempresentasikan proyeksi keuangan masing-masing kasus, menggunakan flipchart
yang dipersiapkan selama latihan kelompok.
Waktu presentasi masing-masing kelompok maksimum 10 menit.
Setiap mahasiswa membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

213

Toko jaket:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penjualan
Harga pokok penjualan:
Jaket pendukung sepak bola
Tas belanja (hanya untuk penjualan biasa)
Jumlah harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya lain:
Gaji wiraniaga toko
Penyusutan bangunan toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

Rp.

320
80

100.000
55.000

32.000.000
4.400.000
36.400.000

400
320

55.000
500

22.000.000
160.000
22.160.000
14.240.000
2.800.000
2.000.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
9.140.000
5.100.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
10.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Penjualan biasa
Penjualan diskon
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembayaran jaket yang dipesan
Pembayaran tas belanja
Gaji wiraniaga toko
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Faktur, label harga, dan alat-alat tulis toko
Biaya pemasaran
Iuran keamanan komplek pertokoan
Angsuran kedua bangunan toko
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

214

32.000.000
0
32.000.000
42.000.000
22.000.000
160.000
2.800.000
800.000
350.000
1.300.000
340.000
800.000
750.000
7.000.000
36.300.000
5.700.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Tanah
Bangunan toko
Jumlah aktiva
Utang bangunan toko
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

215

10.000.000
65.000.000
240.000.000
315.000.000
245.000.000
70.000.000
315.000.000
5.700.000
4.400.000
65.000.000
238.000.000
313.100.000
238.000.000
70.000.000
5.100.000
313.100.000

Pabrik jus jeruk:


PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan kotor
Komisi penjualan (10%)
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Jeruk
Adonan
Botol
Label
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Sewa ruang dan bangunan pabrik
Penyusutan mesin pemeras
Kontrak pemeliharaan mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

216

Rp.

6.000

15.000

90.000.000
9.000.000
81.000.000

10.800
6.000
6.000
6.000

4.200
1.500
600
100

45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
58.560.000
22.440.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
3.000.000
2.000.000
600.000
1.750.000
1.250.000
1.800.000
700.000
17.100.000
5.340.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
8.500.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Penjualan
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Komisi penjualan (10%)
Pembelian jeruk
Pembelian adonan
Pembelian botol
Pembelian label
Gaji operator mesin pemeras
Gaji pengemudi mobil pengangkut
Gaji staf administrasi
Bahan bakar mobil pengangkut
Tagihan tilpun, air dan listrik pabrik
Alat-alat tulis kantor
Angsuran mesin pemeras
Sewa mobil pengangkut
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

81.000.000
81.000.000
89.500.000
9.000.000
45.360.000
9.000.000
3.600.000
600.000
3.500.000
1.200.000
1.300.000
1.250.000
1.800.000
700.000
4.000.000
1.750.000
83.060.000
6.440.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Utang mesin pemeras
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Sewa dibayar di muka
Pemeliharaan dibayar di muka
Mesin pemeras
Jumlah aktiva
Utang mesin pemeras
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

217

8.500.000
36.000.000
3.600.000
120.000.000
168.100.000
96.000.000
72.100.000
168.100.000
6.440.000
9.000.000
33.000.000
3.000.000
118.000.000
169.440.000
92.000.000
72.100.000
5.340.000
169.440.000

Bengkel mobil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekass
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekass
Jumlah penjualan
Biaya langsung penjualan:
Tune-up mesin
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil
Jumlah biaya langsung penjualan
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Penyusutan bangunan bengkel
Penyusutan pembangkit listrik
Penyusutan peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Bahan bakar pembangkit listrik
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain
Alat-alat tulis kantor
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

218

Rp.

10
15
15
10
5
10
30

250,000
150.000
300.000
900.000
2.000.000
300.000
250.000

2,500,000
2.250.000
4.500.000
9.000.000
10.000.000
3.000.000
7.500.000
38.750.000

25
15
10
5
40

0
170.000
400.000
1.060.000
150.000

0
2.550.000
4.000.000
5.300.000
6.000.000
17.850.000
20.900.000
4.500.000
2.500.000
300.000
1.500.000
500.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
670.000
800.000
275.000
16.595.000
4.305.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
9.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Tune-up mesin - pemilik mobil
Tune-up mesin - pedagang mobil bekas
Ganti oli
Perbaikan bodi
Pengecatan bodi
Salon mobil - pemilik mobil
Salon mobil - pedagang mobil bekas
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian minyak pelumas
Pembelian cat, pengencer cat
Gaji tukang las, tukang cat dan montir
Gaji pembantu bengkel
Angsuran kedua pembangkit listrik
Angsuran kedua peralatan las
Tagihan listrik bengkel
Tagihan tilpun bengkel
Tagihan air bengkel
Pembelian bahan bakar pembangkit listrik
Pembelian alat-alat tulis kantor
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

219

2.500.000
0
4.500.000
9.000.000
10.000.000
3.000.000
0
29.000.000
38.000.000
2.550.000
5.300.000
4.500.000
2.500.000
10.000.000
5.000.000
2.500.000
750.000
800.000
1.500.000
275.000
35.675.000
2.325.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain

9.000.000
0

Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Persediaan:
Kawat las, dempul
Malam, cleaner, perekat, polisher, dsbnya.
Kertas gosok, batu gerinda, dsbnya.
Alat penyemprot dan peralatan lain

4.000.000
6.000.000
670.000
800.000
11.470.000
36.000.000
90.000.000
30.000.000
156.000.000
176.470.000
80.000.000
25.000.000
71.470.000
0
176.470.000
2.325.000
9.750.000

Jumlah persediaan
Aktiva tetap:
Bangunan bengkel
Pembangkit listrik
Peralatan las
Jumlah aktiva tetap
Jumlah aktiva
Utang pembangkit listrik
Utang peralatan las
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

220

0
0
0
0
0
35.700.000
88.500.000
29.500.000
153.700.000
165.775.000
70.000.000
20.000.000
71.470.000
4.305.000
165.775.000

Percetakan kecil:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Jumlah penjualan
Biaya langsung barang:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Total biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Sewa bangunan toko
Penyusutan mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Computer dan peralatan lainnya
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

221

RP.

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

6.500
800
2.000
100
75
6.000
25
150
9.000

16.250.000
12.000.000
18.000.000
2.000.000
3.750.000
18.000.000
2.500.000
5.250.000
22.500.000
100.250.000

2.500
15.000
9.000
20.000
50.000
3.000
100.000
35.000
2.500

2.600
320
800
60
45
3.600
15
90
6.750

6.500.000
4.800.000
7.200.000
1.200.000
2.250.000
10.800.000
1.500.000
3.150.000
16.875.000
54.275.000
45.975.000
3.500.000
2.500.000
2.100.000
8.000.000
3.500.000
3.400.000
500.000
1.200.000
13.400.000
560.000
1.300.000
39.960.000
6.015.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
17.000.000

Saldo kas awal


Penerimaan kas:
Buklet
Selebaran promosi
Undangan perkawinan
Kartu nama
Faktur toko
Buku tahunan sekolah
Label, sticker
Kepala surat
Peta kota (city map)
Jumlah penerimaan kas
Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Gaji untuk desainer
Gaji untuk operator mesin cetak
Gaji untuk staf penjualan dan administrasi
Pembelian bahan perlengkapan untuk produk-produk lain
Angsuran pertama mesin cetak
Tagihan listrik toko
Tagihan air toko
Tagihan tilpun toko
Alat-alat tulis toko
Biaya keamanan dan biaya-biaya lain
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

222

16.250.000
12.000.000
18.000.000
2.000.000
3.750.000
18.000.000
2.500.000
5.250.000
22.500.000
100.250.000
117.250.000
3.500.000
2.500.000
2.100.000
54.275.000
42.000.000
3.400.000
500.000
1.200.000
560.000
1.300.000
111.335.000
5.915.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak
Jumlah aktiva
Utang mesin cetak
Modal sendiri
Laba ditahan

17.000.000
48.000.000
13.400.000
126.000.000
204.400.000
126.000.000
78.400.000
0

Jumlah kewajiban dan modal sendiri

204.400.000

Jumlah aktiva

5.915.000
40.000.000
0
122.500.000
168.415.000
84.000.000
78.400.000
6.015.000
168.415.000

NERACA AKHIR
Kas
Sewa dibayar di muka
Computer dan peralatan lainnya
Mesin cetak
Utang mesin cetak
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

223

Sortasi limbah:
PROYEKSI LABA-RUGI
Kuantitas
Penjualan:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi
Penjualan bersih
Biaya langsung barang:
Limbah plastik
Limbah kertas
Jumlah biaya langsung barang
Marjin kotor
Biaya lain:
Gaji karyawan
Penyusutan biaya perbaikan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah biaya lain
Laba sebelum pajak

RP.

18.000
2.700

2.000
1.000

36.000.000
2.700.000
38.700.000

24.000
3.000

900
450

21.600.000
1.350.000
22.950.000
15.750.000

1
1
1
1
1
1

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000

2.000.000
400.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000
11.650.000
4.100.000

PROYEKSI ALIRAN KAS


Rp.
Saldo kas awal
Penerimaan kas:
Penjualan limbah plastik terseleksi
Penjualan limbah kertas terseleksi

21.000.000

Jumlah penerimaan kas


Kas tersedia
Pengeluaran kas:
Pembelian limbah plastik
Pembelian limbah kertas
Gaji karyawan
Biaya transportasi
Peralatan
Tagihan listrik
Biaya lain
Jumlah pengeluaran kas
Saldo kas akhir

224

15.000.000
2.700.000
17.700.000
38.700.000
21.600.000
1.350.000
2.000.000
1.400.000
6.250.000
900.000
700.000
34.200.000
4.500.000

PROYEKSI NERACA
Rp.
NERACA AWAL
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri
NERACA AKHIR
Kas
Piutang dagang
Perbaikan bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri
Laba ditahan
Jumlah kewajiban dan modal sendiri

225

21.000.000
0
24.000.000
45.000.000
45.000.000
0
45.000.000
4.500.000
21.000.000
23.600.000
49.100.000
45.000.000
4.100.000
49.100.000

Kode
EN-3.3-AG2
Topik 3.3.5
Tugas Kelompok
2/2
Tujuan:

Aspek hukum and aspek tanggungjawab sosial

Aspek hukum and aspek


tanggungjawab sosial dari ide bisnis
terpilih

Minggu 10 11

Mahasiswa mampu mengidentifikasi aspek hukum dan aspek


tanggungjawab sosial dari ide bisnis terpilih dan merevisi modal awal dan
proyeksi keuangan.

Dalam Unit Pembelajaran 3.1 dan 3.2, masing-masing kelompok menghitung modal awal dan
membuat proyeksi keuangan untuk masing-masing ide bisnis terpilih. Hasil perhitungannya
juga telah dipresentasikan dan dibahas di kelas.
Masing-masing kelompok harus mencek (recek) apakah mereka telah mempertimbangkan
aspek hukum dan aspek tanggungjawab sosial dalam studi lapangan mereka pada LU 3.1
dan LU 3.2. Jika tidak maka mereka harus merevisi modal awal and proyeksi keuangan
mereka dengan konsekuensi pendanaan dan biaya dari aspek-aspek tersebut.
Selama kunjungan lapangan:
Dalam Minggu 10 (4 jam). Masing-masing kelompok harus melakukan tugas-tugas berikut
ini:
(1) mengumpulkan informasi mengenai peraturan dan perundangan mutakhir yang
berlaku untuk ide bisnis terpilih mereka;
(2) mengumpulkan informasi mengenai masalah sosial dan lingkungan yang relevan
untuk ide bisnis terpilih mereka;
(3) memprakirakan biaya tambahan untuk melaksanakan tanggungjawab hukum dan
tanggungjawab sosial;
(4) merevisi modal awal; dan
(5) merevisi proyeksi keuangan untuk ide bisnis terpilih mereka.
Setelah kunjungan lapangan:
Masing-masing kelompok menyiapkan presentasi untuk Minggu 11 (2 jam). Waktu
presentasinya maksimum 15 menit per kelompok. Butir-butir yang dipresentasikan pada
flipchart:

Aspek hukum dan aspek tanggungjawab sosial yang diperlukan;

Kebutuhan modal awal yang telah direvisi; dan

Proyeksi keuangan yang telah direvisi.

Bahan presentasi dan alat peraga harus sudah siap ketika mahasiswa memasuki kelas.

226

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.3

Kode
EN-3.3-TN5
Tujuan:

Mengulas aspek hukum dan aspek


tanggungjawab sosial bisnis

Minggu 11

Memperjelas aspek hukum dan aspek tanggungjawab sosial


bisnis serta konsekuensi pendanaan dan baiyanya.

Langkah-langkah

Waktu

Metode

Bahan

Beri kesempatan semua kelompok untuk saling


bertukar informasi mengenai peraturan dan
perundangan mutakhir mengenai perizinan dan
perpajakan, dan masalah-masalah sosial yang
mereka kumpulkan di lapangan.

1 jam 00 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau
flipchart

1h00 Diskusi
terbuka
Kuliah

Papan tulis
atau
flipchart

Mahasiswa perlu memiliki informasi yangsama


mengenai perizinan, perpajakan dan masalahmasalah sosial (lingkungan) yang perlu mereka
miliki untuk membika bisnis mereka.
Beri kesempatan mahasiswa membaca EN-3.3HO1 dan EN-3.3-HO2 serta mengajukan
pertanyaan-pertanyaan. Minta mahasiswa lain
menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

EN-3.3-HO1
EN-3.3-HO2

Simpulkan dengan cara interaktif hal-hal penting


mengenai aspek hukum dan aspek sosial bisnis:

perlunya bisnis baru (kecil) memilih badan


hukum yang sesuai dengan sumberdaya
mereka yang terbatas;

perlunya bisnis baru (kecil) memperoleh izin


yang diperlukan, membayar pajak yang
berlaku dan memperlakukan tenaga kerja
secara legal;

perlunya bisnis baru (kecil) membuat laporan


(proyeksi) keuangan sesuai dengan azasazas akuntansi yang baku;

perlunya bisnis baru (kecil) melaksanakan


tanggangjawab sosial meskipun hingga saat
ini hanya perusahaan-perusahaan besar
yang dituntut tanggungjawab sosialnya;

perlunya bisnis baru (kecil) menyesuaikan


modal awal dan proyeksi keuangan untuk
rencana bisnis mereka.
Jumlah

227

2 jam 00

Unit Pembelajaran
LU 3.4
Pendanaan eksternal:
Bagaimana lembaga keuangan menilai permohonan pinjaman
Daftar Bahan Ajar
EN-3.4-LP
EN-3.4-TN1
EN-3.4-TR1
EN-3.4-HO1
EN-3.4-TN2
EN-3.4-TR2
EN-3.4-TN3
EN-3.4-TR3
EN-3.4-TR4
EN-3.4-TR5
EN-3.4-TR6
EN-3.4-TR7
EN-3.4-HO2
EN-3.4-HO3
EN-3.4-TR8
EN-3.4-TR9
EN-3.4-TR10
EN-3.4-HO4
EN-3.4-TN4
EN-3.4-TR11
EN-3.4-HO5
EN-3.4-AG1
EN-3.4-TN5
EN-3.4-TR12
EN-3.4-HO6
EN-3.4-TN6
EN-3.4-AG2
EN-3.4-TN7
EN-3.4-TR13
EN-3.4-TR14
EN-3.4-TR15
EN-3.4-TR16
EN-3.4-TR17
EN-3.4-TR18
EN-3.4-TR19
EN-3.4-TR20
EN-3.4-TR21
EN-3.4-TR22
EN-3.4-TR23
EN-3.4-AG3
EN-3.4-AG4
EN-3.4-TN8
EN-3.4-TR24

Rencana pelajaran
Catatan dosen 1/8
Transparan 1/24
Handout 1/7
Catatan dosen 2/8
Transparan 2/24
Catatan dosen 3/8
Transparan 3/24
Transparan 4/24
Transparan 5/24
Transparan 6/24
Transparan 7/24
Handout 2/7
Handout 3/7
Transparan 8/24
Transparan 9/24
Transparan 10/24
Handout 4/7
Catatan dosen 4/8
Transparan 11/24
Handout 5/7
Tugas kelompok 1/4
Catatan dosen 5/8
Transparan 12/24
Handout 6/7
Catatan dosen 6/8
Tugas kelompok 2/4
Catatan dosen 7/8
Transparan 13/24
Transparan 14/24
Transparan 15/24
Transparan 16/24
Transparan 17/24
Transparan 18/24
Transparan 19/24
Transparan 20/24
Transparan 21/24
Transparan 22/24
Transparan 23/24
Tugas kelompok 3/4
Tugas kelompok 4/4
Catatan dosen 8/8
Transparan 24/24

halaman 229
halaman 230 232
halaman 233
halaman 234
halaman 235 236
halaman 237
halaman 238 241
halaman 242
halaman 243
halaman 244
halaman 245
halaman 246
halaman 247 248
halaman 249 250
halaman 251
halaman 252
halaman 253
halaman 254 255
halaman 256 258
halaman 259
halaman 260 261
halaman 262 263
halaman 264 267
halaman 268
halaman 269 270
halaman 271 272
halaman 273
halaman 274 279
halaman 280
halaman 281
halaman 282
halaman 283
halaman 284
halaman 285
halaman 286
halaman 287
halaman 288
halaman 289
halaman 290
halaman 291 294
halaman 295
halaman 296
halaman 297
228

Rencana Pelajaran
Learning Unit

Kode
EN-3.4-LP

Pendanaan eksternal: Bagaimana lembaga


keuangan menilai permohonan pinjaman

Pengetahuan dan keterampilan memperoleh pendanaan eksternal dan


menyiapkan permohonan pinjaman

Kompetensi
Utama
Tujuan Unit
Pembelajaran

Mahasiswa (i) memahami bagaimana bank menilai permohonan pinjaman


mereka (di masa mendatang), (ii) memahami mengapa bank sangat berhatihati menghadapi permohonan pinjaman dari bisnis kecil yang baru, (iii)
memperdalam pemahaman ini dengan mengerjakan studi kasus penilaian
pinjaman.
3.4.1 Sumber-sumber pendanaan untuk bisnis baru
3.4.2 Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian
3.4.3 Mengapa bisnis memerlukan pendanaan
3.4.4 Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman
3.4.5 Rencana pendanaan untuk ide bisnis terpilih

Topik

Kegiatan
a3.4.1
a3.4.2
a3.4.3
a3.4.4
a3.4.5
a3.4.6
a3.4.7

a3.4.8
a3.4.9
a3.4.10
a3.4.11

Durasi
16 jam
Minggu 12-15

Uraian Kegiatan Secara


Urut

Metode

Minggu 12
IC
Sumber-sumber pendanaan
Diskusi terbuka
untuk modal awal
Sumber-sumber pendanaan
Diskusi terbuka
untuk bisnis baru yang
tumbuh cepat
Bank sebagai sumber
Diskusi terbuka
pendanaan
Kuliah
Kebutuhan pendanaan bisnis: Diskusi terbuka
Pinjaman modal kerja
Latihan kelas
Minggu 13
OC
Kebutuhan pendanaan bisnis: Diskusi terbuka
Mengidentifikasi kegunaan
Kuliah
pinjaman
Proyeksi pendanaan
Latihan kelas
Penilaian permohonan
Diskusi terbuka
pinjaman
Kuliah
Studi kasus
Minggu 14
OC
Pembicara tamu
Wawancara
Kunjungan lapangan
Studi kasus
Minggu 15
IC
Presentasi hasil kunjungan
Presentasi
lapangan dan pembahasan
Diskusi terbuka
Mengulas peluang dan
Diskusi terbuka
kemampuan memperoleh
Kuliah
pendanaan eksternal

Bahan
EN-3.4-TN1

1 jam 00

EN-3.4-TN2

30

EN-3.4-TN3

1 jam 15

EN-3.4-TN4

1 jam 15

EN-3.4-TN5

1 jam 15

EN-3.4-TN6
EN-3.4-TN7

1 jam 00
1 jam 45

EN-3.4-AG4
EN-3.4-AG4

2 jam 00
2 jam 00

EN-3.4-AG4

2 jam 30

EN-3.4-TN8

Jumlah waktu

Catatan khusus:

229

Waktu (jam)

1 jam 30
16 jam 00

Kode
EN-3.4-TN1
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4

Sumber-sumber pendanaan modal awal

Minggu 12

Mahasiswa mampu mengidentifikasi sumber-sumber dana untuk


membuka bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Buka kelas dengan menayangkan TRANSPARAN EN3.4-TR1.

Metode

15 Diskusi
terbuka

Tanya kepada mahasiswa:


(1) Berapa banyak dana tambahan yang diperlukan oleh
masing-masing kasus bisnis untuk memenuhi
kebutuhan modal kerja?
(2) Berapa banyak dana tambahan yang diperlukan oleh
masing-masing kasus bisnis jika wirausahawan harus
membeli tunai aktiva fisik yang dibutuhkan?
(3) Dari mana wirausahawan masing-masing kasus
bisnis dapat memperoleh dana tambahan itu?

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.4-TR1

Minta mahasiswa menuliskan jawaban mereka pada


papan tulis atau flipchart.
Lihat Konsep & teori di bawah ini.
LU 2.4 dari Modul 2 memperkenalkan lima jenis modal,
yaitu modal sendiri, utang (pinjaman), modal ventura,
leasing dan kredit perdagangan (lihat handout EN-2.4HO1).

30 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.4-HO1

Bagikan handout EN-3.4-HO1 dan beri kesempatan


mahasiswa membaca handout ini selama 5 10 menit.
Cek pemahaman dengan minta mahasiswa
mengelompokkan kelima jenis modal itu menurut:

Sumber modal (wirausahawan sendiri, pemodal


lainnya);
Jenis modal (modal keuangan dan modal riil);
jangka waktu (jangka-pendek, jangka-panjang, tak
terbatas);
biaya dana; dan
ketersediaannya untuk modal awal.

Buat tabel pada papan tulis atau flipchart. Lihat Konsep


& teori di bawah ini.
Beri kesempatan mahasiswa mengulas jawaban mereka
kepada pertanyaan ketiga (Dari mana masing-masing
kasus bisnis dapat memperoleh dana tambahan itu?).

15 Diskusi
terbuka

Simpulkan dengan cara interaktif sumber dana yang


tersedia untuk modal awal.
Lihat Konsep & teori di bawah ini.
Total

230

1 jam 00

Papan tulis
atau
flipchart

Konsep & teori


Dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan membeli aktiva fisik
secara tunai tampak pada tabel berikut ini:
Toko
Jaket

Pabrik Jus
Jeruk

Bengkel
Mobil

Rp. 000
Sortasi
Limbah

Percetakan
Kecil

Dana sendiri

61.300

65.400

63.300

63.500

30.000

Dibelanjakan untuk
aktiva fisik
Sisa dana

60.000
1.300

60.000
5.400

51.000
12.300

48.000
15.500

24.000
6.000

Kebutuhan modal
kerja

10.000

12.100

20.470

30.400

21.000

Harga aktiva fisik

305.000

120.000

120.000

126.000

n.a.

Dana tambahan
untuk modal kerja

8.700

6.700

8.170

14.900

15.000

245.000

60.000

69.000

78.000

n.a.

Dana tambahan
untuk membeli
aktiva fisik

Dari kunjungan lapangan dan informasi sekunder mahasiswa seharusnya bisa


mengusulkan agar wirausahawan harus melihat apakah dia bisa menambah modal
awalnya dari tabungannya sendiri. Kemudian dia melihat apakah dana tambahan itu
bisa diperolehnya dari famili atau teman dekatnya. Peluang memperoleh aktiva tetap
melalui pembayaran angsuran itu harus dimanfaatkan.
Handout EN-2.4-HO1 dari Modul 2 menyebutkan lima cara memperoleh input bisnis,
yaitu modal sendiri, utang, modal ventura, leasing dan kredit perdagangan. Definisi
kelima jenis modal itu ditulis ulang pada handout EN-3.4-HO1. Mahasiswa seharusnya
bisa mengklasifikasikannya menurut sebagai berikut:
(1) Sumber modal:
Wirausahawan
sendiri
Modal sendiri

Lainnya
Famili atau teman
dekat
Modal sendiri
(pemegang saham)
Utang (pinjaman)

Bank
Utang

231

Lembaga
keuangan lainnya
Modal ventura
(pemodal ventura)
Leasing (lessor)

Pemasok
Kredit
perdagangan

(2) Jenis modal:


Modal keuangan
(uang)
Modal sendiri
Pinjaman
Modal ventura

Modal riil
Aktiva tetap (tanah, bangunan,
peralatan)
Modal sendiri (aktiva tetap yang dipakai
untuk bisnis)
Leasing (bangunan, kendaraan)
Kredit perdagangan

Bahan baku,
jasa
Kredit
perdagangan

(3) Jangka waktu:


Jangka-pendek
(setahun atau kurang)
Pinjaman (pinjaman modal
kerja)
Kredit perdagangan (bahan
baku)

Jangka-panjang
(lebih dari setahun)
Pinjaman (pinjaman investasi)

Tak terbatas
(tidak disebutkan)
Modal sendiri

Kredit perdagangan
(peralatan)
Modal ventura
Leasing

(4) Biaya dana:


Bunga
Pinjaman

Pembagian keuntungan
Modal sendiri
Modal ventura

Tidak disebutkan
(implisit)
Kredit perdagangan
Leasing

(5) Ketersediaan untuk modal awal:


Umumnya hanya modal sendiri atau dana dari famili atau teman dekat (dalam bentuk
modal sendiri atau pinjaman) yang tersedia untuk modal awal. Modal ventura tersedia
untuk memulai bisnis yang sangat inovatif dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
Kredit perdagangan, dan juga leasing, bisa disediakan untuk bisnis baru yang dibuka
oleh pengusaha-pengusaha yang sudah mapan seperti para wirausahawan beberapa
kasus bisnis (toko jaket, pabrik jus jeruk, bengkel mobil dan percetakan kecil). Bank
mungkin menyediakan pinjaman sebagai bagian dari modal awal tapi dengan kondisi
khusus atau program khusus.
Diskusi di atas mempertegas usul sebelumnya bahwa para wirausahawan kelima
kasus bisnis itu harus memanfaatkan kapasitas mereka memperoleh aktiva tetap
melalui kredit perdagangan, dan mencari dana tambahan dari tabungan mereka sendiri
atau famili atau teman dekat mereka.

232

Kode
EN-3.4-TR1
Topik 3.4.1
Transparan
1/24

Sumber-sumber pendanaan untuk bisnis baru


Minggu 12

Kebutuhan Dana
Toko
Jaket

Pabrik
Jus
Jeruk

Dana sendiri

61.300

65.400

63.300

63.500

30.000

Dibelanjakan
untuk aktiva
fisik
Sisa dana

60.000
1.300

60.000
5.400

51.000
12.300

48.000
15.500

24.000
6.000

Kebutuhan
modal kerja

10.000

12.100

20.470

30.400

21.000

120.000 126.000

n.a.

Harga aktiva
fisik
Dana
tambahan
untuk modal
kerja

305.000 120.000

Bengkel
Mobil

Percetakan
Kecil

Rp. 000
Sortasi
Limbah

8.700

6.700

8.170

14.900

15.000

Dana
tambahan
untuk membeli
aktiva fisik
245.000

60.000

69.000

78.000

n.a.

233

Kode
EN-3.4-HO1

Handout
Unit Pembelajaran 3.4

Memperoleh Input dan Aktiva Bisnis

HO 1

Modal bisa berarti modal keuangan dan modal riil. Modal keuangan mengacu pada
dana (uang) yang disediakan pemilik modal bagi wirausahawan untuk membeli modal
riil (peralatan produksi). Modal riil mengacu kepada barang tahan lama yang sudah
tersedia untuk dipakai sebagai faktor produksi. Contohnya mesin sekop (peralatan) dan
bangunan kantor (gedung). Modal keuangan dijual pemilik modal dengan harga
tertentu, yaitu bunga. Bagi peminjam, bunga merupakan biaya modal.
Modal sendiri adalah modal, baik modal keuangan (uang) maupun modal riil (tanah,
bangunan, peralatan) yang disediakan pemilik perusahaan. Pada awal bisnis, para
pemiliknya menempatkan dana dalam bisnis untuk membiayai aktiva bisnis. Sebagai
imbalannya, pemilik akan memperoleh (bagian dari) laba tetapi juga kerugian bisnis.
Utang adalah sejenis pinjaman. Bila pinjaman mengacu pada semua barang yang
dipinjamkan, utang hanya mengacu pada modal keuangan (uang). Peminjam pada
awalnya menerima sejumlah uang dari pemberi pinjaman. Dalam jangka waktu
pinjaman yang telah disepakati peminjam akan mengembalikan utang, biasanya tapi
tidak selalu dengan angsuran yang seragam, kepada pemberi pinjaman. Peminjam
juga membayar bunga dengan jumlah yang disepakati.
Modal ventura adalah sejenis modal sendiri (biasanya dalam bentuk uang) yang
secara khusus disediakan oleh pemodal (investor) luar kepada bisnis baru yang
tumbuh cepat. Modal ventura biasanya diberikan kepada perusahaan baru dengan
potensi pertumbuhan yang tinggi. Perusahaan-perusahaan semacam itu cenderung
mampu memberikan imbalan (pembagian keuntungan) yang tinggi dan penarikan
modal (exit) dalam jangka waktu tertentu (biasanya 3-7 tahun).
Leasing adalah hak menggunakan aktiva (bangunan, kendaraan, sistem computer)
yang diberikan oleh perusahaan leasing (lessor) kepada orang atau perusahaan lain
(biasanya disebut lessee atau tenant) selama jangka waktu tertentu. Selama jangka
waktu itu lessee menggunakan aktiva dengan imbalan serangkaian pembayaran. Pada
akhir jangka waktu leasing, lessee memiliki opsi untuk membelinya aktiva itu. Leasing
merupakan alternatif dari meminjam uang dari bank lalu membeli aktiva, dan membeli
aktiva secara kredit (lihat kredit perdagangan).
Kredit perdagangan adalah cara memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan di
mana wirausahawan memperoleh barang dan jasa, dan pada saat yang bersamaan ia
setuju untuk membayar kepada pemasok atau penyedia dalam jangka waktu tertentu
(misalnya 2 atau 3 minggu, sebulan, dsbnya.). Bagi banyak bisnis, penundaan
pembayaran hanya seminggu saja sudah memiliki arti penting bagi operasi
perusahaan. Dari segi kreditur (pemasok, penyedia), kredit perdagangan diberikan
untuk meningkatkan penjualan. Sehingga kreditur memandang penting pembayarannya
dan memberikan kredit hanya kepada pelanggan (perusahaan) yang mereka kenal
baik. Kredit perdagangan berlaku tidak hanya untuk modal kerja seperti bahan baku,
bahan perlengkapan, tetapi juga barang modal seperti peralatan, kendaraan.

234

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4

Kode
EN-3.4-TN2
Tujuan:

Sumber-sumber pendanaan untuk


bisnis baru yang tumbuh cepat

Minggu 12

Mahasiswa mampu mengidentifikasi sumber-sumber pendanaan


untuk bisnis baru yang tumbuh cepat.

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR2.


Diasumsikan bahwa setelah jangka waktu tertentu
(beberapa bulan), penjualan masing-masing dari
kelima kasus bisnis itu telah berkembang sampai
suatu tingkat sehingga memerlukan dana tambahan
di luar kemampuan pribadi semua pemegang
saham perusahaan.

30 Diskusi
terbuka

Jenis-jenis modal apakah (pinjaman bank, kredit


perdagangan, leasing) yang harus dicari oleh
masing-masing kasus bisnis?
Simpulkan dengan cara interaktif bahwa untuk
alasan fleksibilitas, pinjaman bank merupakan
sumber pembiayaan bisnis yang paling lazim.
Wirausahawan harus menyispkan bisnis mereka
menjadi bankable dalam waktu yang sesingkat
mungkin, sehingga mereka bisa segera
memperoleh pendanaan bank untuk pertumbuhan
usahanya di masa mendatang.
Lihat Konsep & Teori berikut ini.

235

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.4-TR2

Tanya kepada mahasiswa:

Jumlah waktu

Metode

30

Konsep & Teori


Dana tambahan dipakai untuk kegunaan-kegunaan berikut ini:

Modal
kerja

Toko Jaket

Pabrik Jus
Jeruk

Membeli
lebih banyak
jaket dan
tekstil
lainnya*

Membeli
lebih banyak
jeruk

Membayar
lebih banyak
karyawan

Modal
Membeli
investasi mobil
pickup*

Percetakan
Kecil

Sortasi
Limbah

Membeli
lebih banyak
bahan
perlengkapan*

Membeli
lebih banyak
bahan
kertas*

Membeli
lebih
banyak
limbah
plastik dan
limbah
kertas

Menambah
penjualan
kredit
kepada
pengecer

Membayar
lebih banyak
montir dan
tukang cat

Membayar
lebih banyak
wiraniaga

Membeli
mesin
grading

Membeli a
tyre changer
dan wheel
balancer

Mengimpor
mesin cetak
moderen

Memba Membeli
ngun gudang mobil pickup
kecil
refrigerasi*

Bengkel Mobil

Membeli
mesin
daur ulang
limbah
kertas

Melapis jalan
masuk dan
halaman parkir

Hanya yang diberi tanda (*) yang bisa diperoleh dengan leasing dan/atau kredit
perdangangan. Petani kecil jeruk dan pengumpul limbah harus dibayar tunai agar
bertahan dengan bisnis mereka. Mesin grading jeruk, mesin cetak moderen dan mesin
daur ulang limbah kertas mungkin terlalu spesific untuk diperoleh melalui leasing atau
kredit perdagangan. Hampir semua bisnis membutuhkan modal yang fleksibel, diterima
dalam bentuk uang, yaitu pinjaman bank.
Pada dasarnya, bank akan memberikan pinjaman kepada bisnis yang bankable, atau
bisnis yang dipercaya pasti akan mendatangkan keuntungan bagi bank dan pasti akan
mengembalikan pinjamannya. Wirausahawan harus memahami bagaimana bank akan
melihat bisnisnya. Wirausahawan harus mengetahui jawaban atas pertanyaanpertanyaan berikut ini:

Apakah bank? Apa saja jenis-jenis bank di sekitarnya?


Apakah fungsi bank?
Bagaimana bank bekerja?
Mengapa bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential principles)?
Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman?

236

Kode
EN-3.4-TR2
Topik 3.4.1
Transparan
2/24

Sumber-sumber pendanaan untuk bisnis baru

Kebutuhan Dana Bisnis


Baru yang Tumbuh Cepat

Minggu 12

Kegunaan dana
Toko
Jaket

Pabrik Jus
Jeruk

Bengkel
Mobil

Percetak
-an Kecil

Sortasi
Limbah
Membeli
lebih
banyak
limbah
plastik dan
limbah
kertas

Modal Membeli
kerja
lebih
banyak
jaket dan
tekstil
lainnya

Membeli
lebih
banyak
jeruk

Membeli
lebih banyak
bahan
perlengkapan

Membeli
lebih
banyak
bahan
kertas

Membayar lebih
banyak
karyawan

Menambah
penjualan
kredit
kepada
pengecer

Membayar
lebih banyak
montir dan
tukang cat

Membayar lebih
banyak
wiraniaga

Modal Membeli
inves- mobil
tasi
pickup

Membeli
mesin
grading

Membeli a
tyre changer
dan wheel
balancer

Mengimpor
mesin
cetak
moderen

Membangun
gudang
kecil

Membeli
mobil
pickup
refrigerasi

Melapis
jalan masuk
dan
halaman
parkir

237

Membeli
mesin
daur ulang
limbah
kertas

Kode
EN-3.4-TN3
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4

Bank sebagai sumber pendanaan

Minggu 12

Mahasiswa mampu memahami fungsi bank dan azas kehatihatian yang harus diterapkan oleh bank.

Langkah-langkah

Waktu

Minta mahasiswa menyebutkan beberapa bank di


lingkungan mereka.

Metode

Bahan

15 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart

30 Kuliah
Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart

Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis


atau flipchart dengan mengelompokkannya ke dalam
bank komersial, bank perkreditan rakyat, dan kantor
cabang BI.
Tanya mahasiswa: Mengapa orang pergi ke bank?
Apa keperluan mereka?
Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis
atau flipchart, dan cek dengan mahasiswa apakah
alasan pergi ke bank bisa diterapkan untuk masingmasing kelompok di atas (bank komersial, bank
perkreditan rakyat, dan kantor cabang BI).
Perkenalkan bank, jenis-jenis bank, fungsi bank, dan
Bank Indonesia dengan TRANSPARAN EN-3.4-TR3,
EN-3.4-TR4, EN-3.4-TR5, EN-3.4-TR6, dan EN-3.4TR7.
Bagikan handout EN-3.4-HO2 dan EN-3.4-HO3.
Cek pemahaman mahasiswa dengan pertanyaanpertanyaan berikut ini:

Mengapa orang menempatkan uangnya pada


bank?
Bisakah orang menempatkan pada kantor cabang
Bank Indonesia setempat?
Jika bank memberikan pinjaman kepada
masyarakat (individu, perusahaan), siapa yang
memiliki uang yang dipinjamkan itu?
Mengapa BPR bisa bersaing dengan pinjaman
bunga flatnya?

Apakah subsidi suku bunga cukup


membantu bagi UKM?

Lihat Konsep & Teori di bawah ini.

238

EN-3.4-TR3
EN-3.4-TR4
EN-3.4-TR5
EN-3.4-TR6
EN-3.4-TR7
EN-3.4-HO2
EN-3.4-HO3

Langkah-langkah

Waktu

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR8. Buka diskusi


dengan mengatakan bahwa neraca bank pada
dasarnya sama dengan neraca perusahaanperusahaan lainnya.

30 Diskusi
terbuka
Kuliah

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.4-TR8
EN-3.4-TR9
EN-3.4-TR10
EN-3.4-HO4

Tanya kepada mahasiswa:

Metode

Apakah yang dicerminkan oleh sisi aktiva neraca?


Apakah yang dicerminkan oleh sisi kewajiban dan
modal sendiri neraca?
Pada aktiva apa saja bank menginvestasikan
sebagian besar dananya?
Siapa yang memiliki sebagian besar dana itu?
Apakah ciri-ciri dari sebagian besar investasi bank?
Apakah ciri-ciri dari sebagian besar kewajiban
bank?

Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR9 dan jelaskan


dalam kondisi bagaimana bank bekerja, kondisi yang
memaksa bank untuk berhati-hati.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR10 dan jelaskan
azas kehati-hatian (prudential principles) yang harus
diterapkan oleh bank, dan tanya mahasiswa implikasi
dari azas-azas tersebut pada bisnis baru dengan
potensi pertumbuhan tinggi.
Bagikan handout EN-3.4-HO4.
Simpulkan dengan cara interaktif, bahwa pada
dasarnya para calon debitur harus meyakinkan bank
bahwa bisnis mereka akan mengembalikan pinjaman
berikut bunganya.
Lihat Konsep & Teori di bawah ini.
Jumlah

1 jam 15

Konsep & Teori


Di Indonesia, yang dimaksud bank adalah bank komersial dan bank perkreditan rakyat
(BPR). Bank berfungsi sebagai agen pembayaran nasabah, meminjam dan
meminjamkan uang. Bank Indonesia adalah bank sentral. Tugas-tugas Bank Indonesia
antara lain mengawasi baik bank komersial maupun bank perkreditan rakyat. Cabang
setempat Bank Indonesia tidak melayani nasabah bank. Orang pergi ke bank komersial
atau bank perkreditan rakyat untuk membayar, meminjam dan meminjamkan uang.
Meskipun bank tampak lebih aktif berfungsi sebagai agen pembayaran (cek, transfer,
ATM), bisnis utama bank adalah meminjam uang dari sebagian masyarakat (deposan,
kreditur) dan meminjamkannya kepada kalangan masyarakat lainnya (peminjam atau
debitur). Bank membayar bunga kepada deposan dan membebankan bunga yang lebih
tinggi kepada peminjam. Pendapatan utama bank adalah pendapatan bunga dari
spread, atau selisih antara bunga pinjaman dengan bunga deposito. Pendapatan dari
kegiatan sebagai agen pembayaran disebut pendapatan bukan bunga, menunjukkan
sumbangannya yang lebih kecil kepada pendapatan keseluruhan.
239

Ada 6 jenis bunga seperti diuraikan pada handout EN-3.4-HO3. Untuk sukubunga
nominal yang sama, bunga flat (flat interest) lebih tinggi daripada bunga menurun
(declining balance interest). Tetapi BPR cukup kompetitif dengan pinjaman bunga
flatnya, karena:
(1) Masyarakat lebih mementingkan akses yang cepat pada pinjaman daripada
sukubunga yang paling rendah;
(2) Bank komersial tidak suka memberikan pinjaman kecil; sehingga masyarakat
kurang memiliki akses pada pinjaman bunga menurun;
(3) Masyakarat mengira (tidak selalu benar) bahwa biaya transaksi pinjaman BPR
lebih rendah; dan
(4) Masyarakat menyukai pengembalian pinjaman dengan angsuran bulanan
dengan jumlah sama.
Sesungguhnya bunga tidak merupakan masalah besar kalau peminjam bisa
menjalankan bisnis yang berhasil dan bisa memperoleh laba tinggi untuk membayar
bunga. Selalu ada pertanyaan apakah subsidi sukubunga pinjaman untuk UKM akan
benar-benar membantu.
Umumnya pemerintah berpendapat (juga di Indonesia) bahwa UKM membutuhkan
bantuan dalam bentuk subsidi sukubunga, untuk membuat biaya pinjaman lebih
rendah. Selanjutnya, UKM akan mengambil lebih banyak pinjaman untuk membeli
peralatan dan kebutuhan lainnya. Namun umumnya hal ini tidak benar: UKM
mengambil pinjaman untuk investasi tambahan karena mereka mengharapkan
keuntungan lebih tinggi dari permintaan pasar yang kuat atas produk mereka; bukan
karena pinjaman menjadi lebih murah dengan subsidi sukubunga. Sehingga, hanya
dalam kondisi tertentu, subsidi sukubunga akan membantu bila pinjaman yang
diberikan adalah pinjaman jangka-panjang untuk investasi yang inovatif.
Neraca salah satu bank terbesar di Indonesia (lihat TRANSPARAN EN-3.4-TR8)
menunjukkan bahwa sebagian besar (77%) dari dana bank berasal dari tabungan dan
deposito masyarakat, yang pada dasarnya bisa ditarik sewaktu-waktu. Dana ini
mencakup deposito berjangka yang dikenakan denda kecil bila ditarik lebih awal. Dari
segi masyarakat, bank harus merupakan tempat yang aman (atau dipercaya) untuk
menyimpan dan menabung uang.
Di pihak lain, banyak dari dana yang dikuasai bank (38% dalam kasus bank ini)
dipinjamkan kepada masyarakat sebagai pinjaman. Pinjaman adalah suatu investasi
yang paling berisiko, terutama pinjaman kepada perusahaan-perusahaan dengan
kinerja yang belum terbukti seperti perusahaan baru. Dengan demikian ketika
meminjamkan uang kepada masyarakat, bank harus selalu ingat bahwa uang yang
dipinjamkan intu bukan uangnya sendiri, tetapi uang yang dipercayakan oleh
masyarakat kepada bank. Dana bank sendiri (modal sendiri) hanya merupakan bagian
kecil dari seluruh dana yang ada pada bank (hanya 11% dalam kasus bank ini).
Kondisi di mana bank bekerja dapat dirangkum sebagai berikut:

240

Dana yang dipercayakan (deposito on call dan deposito berjangka) pada dasarnya
disa ditarik oleh masyarakat sewaktu-waktu; dan

Sebagian besar dari dana itu dipakai untuk pinjaman, yang pengembaliannya dan
ketepatan waktu pengembaliannya, tidak pernah terjamin sepenuhnya.

Lihat TRANSPARAN EN-3.4-TR9.


Kondisi pertama memaksa bank untuk likid atau selalu memiliki cukup uang tunai untuk
membayar semua kewajiban jangka-pendek yang jatuh tempo, termasuk pengembalian
kepada para deposan yang menaik tabungan mereka. Kondisi kedua memaksa bank
memperoleh laba untuk tumbuh dan menutup kerugian yang timbul karena pinjaman
macet. Tetapi bank juga harus berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada
nasabah mereka.
Kedua kondisi itu memaksa bank untuk prudent. Secara harafiah, kata prudent
berarti berhati-hati (waspada), menyadari keadaan, memikirkan kepentingan orang lain,
menghormati kerahasiaan, menggunakan pertimbangan yang baik serta pemikiran
yang wajar, mengingat hari depan, mencegah pemborosan. Seseorang yang prudent
selalu menunjukkan kepekaan, pertimbangan yang wajar dan pandangan ke depan
yang jauh. Berhati-hati tidak berarti enggan menanggung risiko, tetapi berarti
menghindari risiko-risiko yang tidak perlu.
Azas kehati-hatian (prudential principles) yang harus diterapkan bank dalam
memberikan pinjaman adalah:
(i)

Sebagian besar dari nasabah pinjaman bank harus nasabah risiko rendah,
atau nasabah yang cenderung akan mengembalikan pinjaman; dan

(ii)

Pinjaman jangka-panjang tidak boleh dibiayai dengan tabungan dan deposito


jangka-pendek (menurut istilah teknisnya: funds should match)

Namun sebagian dari nasabah pinjaman risiko tinggi bisa diterima secara selektif. Jika
berhasil, kelompok nasabah semacam ini sering merupakan nasabah yang paling
menguntungkan. Sebagian dari keuntungan bank dipakai untuk menutup kerugian dari
pinjaman macet.
Nasabah risiko tinggi serta jumlah pinjaman mereka harus selalu merupakan bagian
kecil dari seluruh pinjaman yang diberikan.
Lihat TRANSPARAN EN-3.4-TR10.
Meskipun bank selalu menyambut baik orang yang ingin menyimpan uangnya, bank
sangat selektif dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat. Wirausahawan perlu
mengetahui bagaimana bank menilai permohonan pinjaman. Prosedur penilaian
pinjaman mencerminkan bagimana bank melihat bisnis. Karena permohonan pinjaman
kurang lazim dilakukan ketika membuka bisnis, maka wirausahawan harus menyiapkan
bisnis mereka menjadi bankable dalam waktu secepatnya. Istilah bankable dalam
konteks ini semata-mata berarti mampu menjamin keberhasilan bisnis di samping
mampu memastikan pengembalian pinjaman.
241

Kode
EN-3.4-TR3
Topik 3.4.2
Transparan
3/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Bank dan Fungsi-Fungsi


Bank

Minggu 12

Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi sebagai


agen pembayaran bagi nasabah (cek, transfer, ATM), dan
meminjam serta meminjamkan uang. Berdasarkan UU
Perbankan No. 10 Tahun 1998, bank adalah entitas bisnis
yang menghimpun dana dari masyarakat (tabungan,
deposito), yang kemudian menempatkan dana itu kembali
pada masyarakat dalam bentuk pinjaman serta bentuk
penempatan lainnya (membeli SBI, obligasi pemerintah).
Dua Jenis Bank di Indonesia
(1) Bank umum (bank komersial), dan
(2) Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Fungsi:
Kedua jenis bank diperkenankan menghimpun tabungan
(deposito on call dan deposito berjangka) dan membayar
bunga. Bank memanfaatkan (menginvestasikan) dana
tabungan itu umumnya pada aktiva sebagai berikut:
Untuk dipinjamkan kepada nasabah (pinjaman);
Membeli obligasi pemerintah; dan
Membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
dan menerima bunga yang lebih tinggi dari investasinya.
Perbedaan antara bunga yand diterima dengan bunga
yang dibayarkan disebut spread, dan spread
merupakan pendapatan utama bank.
242

Kode
EN-3.4-TR4
Topik 3.4.2
Transparan
4/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Perbedaan antara Bank Umum


dengan BPR

Bank Umum
Diperkenankan
memberikan layanan
rekening koran dan
transfer uang
Diperkenankan
menangani transaksi
Rupiah dan mata uang
asing
Bisa membuka kantor
cabang di seluruh
Indonesia
Harus menerapkan
metode bunga menurun
(declining balance
interest) dalam
menghitung bunga

Minggu 12

Bank Perkreditan Rakyat


(BPR)
Tidak diperkenankan
memberikan layanan
rekening koran dan
transfer uang
Hanya diperkenankan
menangani tabungan dan
pinjaman Rupiah saja
Terbatas di tingkat
Kabupaten
Diperkenankan
menerapkan metode
bunga flat (flat interest)
dalam menghitung bunga

243

Kode
EN-3.4-TR5
Topik 3.4.2
Transparan
5/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian


Minggu 12

Bank Indonesia

Bank Indonesia adalah bank sentral dengan tujuan


tunggal mencapai dan mempertahankan stabilitas nilai
Rupiah, yaitu stabilitas nilai Rupiah terhadap inflasi dan
stabilitias nilai tukar.
Untuk mencapai tujuan di atas,
melaksanakan tiga tugas berikut ini:

Bank

Indonesia

(1) merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan


moneter (mengawasi kebijakan nilai tukar, SBI);
(2) mengatur dan menjamin kelancaran sistem
pembayaran (menerbitkan, mendistribusikan dan
menarik mata uang Rupiah, clearing antar-bank
clearing); dan
(3) mengatur dan mengawasi sistem perbankan nasional
(bank umum dan BPR).

244

Kode
EN-3.4-TR6
Topik 3.4.2
Transparan
6/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian


Minggu 12

Sukubunga

Perhitungan Bunga Pinjaman Flat:


Pinjaman sebesar Rp. 6.000.000 selama 6 bulan, dengan
angsuran bulanan Rp. 1.000.000, dengan bunga flat 2% per
bulan.
Bulan
1
2
3
4
5
6
Jumlah

Saldo
pinjaman
awal bulan
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000

Angsuran
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
6.000.000

Saldo
pinjaman
akhir bulan
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0

Bunga

Jumlah

120.000
120.000
120.000
120.000
120.000
120.000
720.000

1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
6.720.000

Perhitungan Bunga Atas Saldo Pinjaman Menurun:


Pinjaman sebesar Rp. 6.000.000 selama 6 bulan, dengan
angsuran bulanan Rp. 1.000.000, dengan bunga 2% per bulan
atas saldo pinjaman yang menurun.
Bulan
1
2
3
4
5
6
Jumlah

Saldo
pinjaman
awal bulan
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000

Angsuran
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
6.000.000

Saldo
pinjaman
akhir bulan
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0

245

Bunga

Jumlah

120.000
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
420.000

1.120.000
1.100.000
1.080.000
1.060.000
1.040.000
1.020.000
6.420.000

Kode
EN-3.4-TR7
Topik 3.4.2
Transparan
7/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Sukubunga Efektif

Minggu 12

Jika biaya transaksi untuk BPR (bunga flat) adalah Rp.


200.000 dan biaya transkasi bank umum (bunga
menurun) adalah Rp. 300.000, bunga 6 bulan untuk
kedua bank adalah:
Bunga flat
Tanpa biaya transaksi:
Bunga
Pokok pinjaman
Bunga
Dengan biaya transaksi:
Bunga
Pokok pinjaman
Bunga

Bunga menurun

720.000
6.000.000
12%

420.000
6.000.000
7%

720.000
5.800.000
12,41%

420.000
5.700.000
7,37%

246

Kode
EN-3.4-HO2

Handout
Unit Pembelajaran 3.4

Bank

HO 2

Bank
Bank adalah lembaga keuangan yang berfungsi sebagai agen pembayaran bagi
nasabah (cek, transfer, ATM), dan meminjam serta meminjamkan uang. Orang datang
ke bank untuk melakukan pembayaran (mentransfer uang) atau memperoleh
pembayaran (menguangkan cek orang lain), menyimpan uang atau mengajukan
permohonan pinjaman.
Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998, bank adalah entitas
bisnis yang menghimpun dana dari masyarakat (disebut tabungan dan deposito, atau
dana yang dipercayakan), yang kemudian menempatkan dana itu kembali pada
masyarakat dalam bentuk pinjaman serta bentuk penempatan lainnya; dan hal ini
dilakukan untuk berperan serta dalam upaya meningkatkan pendapatan kesejahteraan
masyarakat.
Dua Jenis Bank di Indonesia
Ada dua jenis bank di Indonesia, yaitu (1) Bank umum (bank komersial), dan (2) Bank
Perkreditan Rakyat (BPR).
Kedua jenis bank diperkenankan menghimpun tabungan dari masyarakat. Tabungan
meliputi deposito on call dan deposito berjangka. Bank memanfaatkan
(menginvestasikan) dana tabungan itu umumnya pada aktiva sebagai berikut:

Untuk dipinjamkan kepada nasabah (bisnis dan perseorangan/konsumen


pribadi);

Membeli obligasi pemerintah, sehingga Pemerintah memiliki dana untuk


membiayai proyek-proyek prasarana, dsbnya.; dan

Membeli Sertifikat Bank Indonesia, sehingga memberikan surplus likuditas


kepada BI.

Secara populer dikatakan: Bank mengambil uang orang lain, membayar bunga atas
uang itu, mentransfer uang itu ke orang lain lagi, yang membayar bunga yang lebih
tinggi kepada bank, sementara bank memiliki modal atau dana sendiri yang terbatas.
Perbedaan antara bunga yand diterima dengan bunga yang dibayarkan disebut
spread, dan spread merupakan pendapatan utama bank.
Pada bulan Agustus 2007, di Indonesia terdapat sekitar 120 bank umum dan 2.300
BPR. Semua bank dipantau oleh bank sentral, yaitu Bank Indonesia.

247

Beberapa bank umum berskala besar, memiliki banyak kantor cabang (misalnya Bank
Mandiri, BNI, BRI, BCA), sementara beberapa bank umum lainnya berskala relatif kecil
(misalnya NISP, Hagakita).
BPR sering merupakan bank kecil yang berdiri sendiri(tidak punya kantor cabang), tapi
sejumlah BPR adalah BPR kelompok, milik beberapa pemegang saham.
Perbedaan antara bank umum dengan BPR adalah sebagai berikut:
i

Bank umum menyediakan layanan rekening koran dan transfer uang; BPR tidak
diperkenankan;

ii

BPR hanya menangani tabungan dan pinjaman mata uang Rupiah, tidak
diperkenankan menangani transaksi mata uang asing (FOREX);

iii Bank umum pada dasarnya bisa membika kantor cabang di seluruh Indonesia; BPR
tidak diperkenankan, dan hanya dibatasi pada tingkat Kabupaten;
iv BPR diperkenankan menerapkan metode perhitungan bunga flat, sedangkan bank
umum harus menerapkan metode sukubunga menurun atau declining loan
balance (Lihat handout EN-3.4-HO3).
Perbedaan fungsional antara bank umum dengan BPR menyebabkan mengapa BPR
berfokus pada penabung-penabung kecil dan nasabah kredit mikro, yang sebagian
besar membutuhkan pinjaman jangka-pendek, yaitu pinjaman yang harus dikembalikan
dalam waktu satu tahun. Bank-bank kecil juga bisa menjadi kuat, tidak hanya bankbank besar, dan bank-bank besar bisa merupakan bank-bank lemah.
Bank Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 1999, sebagai bank sentral, Bank
Indonesia memiliki tujuan tunggal mencapai dan mempertahankan stabilitas nilai
Rupiah, yaitu stabilitas nilai Rupiah terhadap barang dan jasa (laju inflasi), stabilitias
nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Untuk mencapai tujuan di atas, Bank Indonesia melaksanakan tugas berikut ini:
(1) merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan moneter (mengawasi kebijakan
nilai tukar, SBI);
(2) mengatur dan menjamin kelancaran sistem pembayaran (menerbitkan,
mendistribusikan dan menarik mata uang Rupiah, clearing antar-bank clearing); dan
(3) mengatur dan mengawasi sistem perbankan nasional (bank umum dan BPR).
Meskipun Bank Indonesia memiliki cabang di seluruh Indonesia, Bank Indonesia tidak
langsung melayani nasabah bank seperti halnya bank umum dan BPR.

248

Handout
Kode
EN-3.4-HO3

Unit Pembelajaran 3.4

Bunga Bank

HO 3

Enam Jenis Bunga Bank


Jenis Bunga
Sukubunga
tabungan

Sukubunga deposito

Sukubunga flat

Sukubunga menurun
Sukubunga efektif

Sukubunga efektif
netto

Pengertian
Sukubunga ini menentukan berapa pendapatan penabung
atas deposito on call; misalnya 1% per bulan. Jika penabung
menarik uangnya setelah 2 bulan, maka penabung
memperoleh sedikit di atas 102% dari jumlah yang ditabung,
karena bunga untuk bulan kedua juga diperhitungkan atas
bunga bulan pertama. Deposito on call bisa ditarik sewaktuwaktu.
Sukubunga ini menentukan berapa pendapatan penabung
dari deposito berjangka; misalnya 1.25% per bulan. Jika
penabung menarik uangnya setelah 6 bulan, tanpa
menerima bunga sebelumnya, dia akan menerima di atas
107.5% dari jumlah yang didepositokan, karena bunga
diperhitungkan atas bunga. Jika deposito berjangka ditarik
sebelum tanggal jatuh tempo (sebelum 1,2,3 bulan) maka
berlaku potongan denda administrasi.
Sukubunga flat, misalnya 2 % per bulan, diperhitungkan
terhadap pokok pinjaman, terlepas apakah pinjaman sudah
dikurangi dengan angsuran pinjaman atau belum. BPR
diperkenankan memberlakukan sistem bunga flat untuk
kredit kecil dan mikro.
Sukubunga
menurun,
misalnya
16%
per
tahun,
diperhitungkan atas sisa pinjaman, yaitu jumlah yang belum
dibayar.
Untuk memperoleh pinjaman timbul biaya transaksi; biaya
transportasi ke bank, membayar akte notaris, dsbnya.
Dengan adanya biaya transaksi, sukubunga riil secara efektif
lebih tinggi daripada sukubunga nominal (sukubunga
terhadap saldo pinjaman yang menurun).
Biasanya timbul inflasi dalam perekonomian; misalnya 1%
per bulan; 1 kg beras harganya sekarang Rp. 5.000, dan Rp.
5.050 sebulan kemudian. (i) Hal ini berarti bahwa nilai
tabungan dan deposito berkurang, kecuali bila sukubunga
nominal di atas laju inflasi: Secara net efektif, bunga
pinjaman dan deposito di bawah sukubunga nominalnya. (ii)
Pinjaman, dengan jumlah nominal diterima sekarang, bisa
membeli lebih banyak sekarang daripada di masa
mendatang dengan adanya inflasi: Secara net efektif, bunga
pinjaman lebih rendah daripada sukubunga nominalnya.

249

Perhitungan Bunga Pinjaman Flat


Pinjaman sebesar Rp. 6.000.000 selama 6 bulan, dengan angsuran bulanan Rp.
1.000.000, dengan bunga flat 2% per bulan.
Bulan
1
2
3
4
5
6
Jumlah

Saldo
pinjaman
awal bulan
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000

Angsuran
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
6.000.000

Saldo
pinjaman
akhir bulan
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0

Bunga
120.000
120.000
120.000
120.000
120.000
120.000
720.000

Jumlah
1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
1.120.000
6.720.000

Perhitungan Bunga Atas Saldo Pinjaman Menurun


Pinjaman sebesar Rp. 6.000.000 selama 6 bulan, dengan angsuran bulanan Rp.
1.000.000, dengan bunga 2% per bulan atas saldo pinjaman yang menurun.
Bulan
1
2
3
4
5
6
Jumlah

Saldo
pinjaman
awal bulan
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000

Angsuran
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
6.000.000

Saldo
pinjaman
akhir bulan
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0

250

Bunga
120.000
100.000
80.000
60.000
40.000
20.000
420.000

Jumlah
1.120.000
1.100.000
1.080.000
1.060.000
1.040.000
1.020.000
6.420.000

Kode
EN-3.4-TR8
Topik 3.4.2
Transparan
8/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Neraca Bank

Minggu 12

Neraca Sebuah Bank Besar di Indonesia


per 30 September 2007
Rp. Milyar
Aktiva
Kas
4.165
2%
Penempatan di bank lain
34.273 13%
Sekuritas
102.395 39%
Pinjaman
98.420 38%
Investasi lain
14.096
5%
Aktiva tetap dan aktiva lainnya
6.518
3%
Jumlah 259.867 100%
Kewajiban & Modal Sendiri
199.820 77%
Tabungan dan deposito masyarakat
31.990 12%
Penerbitan sekuritas & pinjaman lain
Modal sendiri
28.057 11%
Jumlah 259.867 100%

251

Kode
EN-3.4-TR9
Topik 3.4.2
Transparan
9/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Kondisi Kerja Bank

Minggu 12

Bank bekerja dalam kondisi berikut ini:


Dana yang dipercayakan (deposito on call
dan deposito berjangka) pada dasarnya
bisa diminta sewaktu-waktu;
Banyak dari dana ini dipakai untuk
pinjaman, yang tidak bisa sepenuhnya
dijamin bahwa pinjaman akan kembali
dan kembali tepat pada waktunya.

Bank harus berhati-hati (prudent)

252

Kode
EN-3.4-TR10
Topik 3.4.2
Transparan
10/24

Bank, fungsinya dan azas kehati-hatian

Azas Kehati-hatian

Minggu 12

Azas kehati-hatian (prudential principles) yang harus


diterapkan bank dalam memberikan pinjaman
adalah:
(i) Sebagian besar dari nasabah pinjaman bank
harus nasabah risiko rendah, nasabah yang
cenderung mengembalikan pinjaman; dan
(ii) Pinjaman jangka-panjang tidak boleh dibiayai
dengan tabungan dan deposito jangkapendek.
Namun sebagian dari nasabah pinjaman risiko tinggi
bisa diterima secara selektif. Nasabah risiko tinggi
serta jumlah pinjaman mereka harus selalu
merupakan bagian kecil dari jumlah nasabah dan
seluruh pinjaman yang diberikan.

Bisnis harus meyakinkan bank bahwa mereka akan


mengembalikan pinjaman berikut bunganya

253

Handout
Unit Pembelajaran 3.4
Kode
EN-3.4-HO4

Mengapa Bank Harus Menerapkan Azas Kehatihatian

HO 4

Neraca salah satu bank terbesar di Indonesia per 30 September 2007 tampak sebagai
berikut:
Rp. juta
Aktiva
Kas
Penempatan - BI
Penempatan bank lain
SBI
Sekuritas
Obligasi pemerintah
Pinjaman
Piutang
Pembayaran di muka
Investasi pada saham
Aktiva tetap
Aktiva lainnya
Jumlah

4.165
20.041
14.232
6.983
4.751
90.660
98.420
6.399
5.259
2.438
4.734
1.784
259.867

2%
8%
5%
3%
2%
35%
38%
2%
2%
1%
2%
1%
100%

Kewajiban dan Modal Sendiri


Deposito on call
51.277
Deposito tabungan
65.734
Deposito berjangka
82.808
Deposito bank lain
4.872
Penerbitan sekuritas
5.025
Pinjaman j. tempo lain
5.706
Pinjaman dana
6.141
Kewajiban lain
7.314
Pinjaman subordinasi
2.932
Modal saham
10.375
Modal sendiri lainnya
9.945
Laba ditahan
7.738
Jumlah
259.867

20%
25%
32%
2%
2%
2%
2%
3%
1%
4%
4%
3%
100%

Neraca di atas menunjukkan pada sisi kanan, atau sisi sumber dana , bahwa lebih dari
75% (pada bank di atas 77%) dari dana yang tersedia adalah deposito on call, deposito
berjangka dan deposito berjangka. Dana tersebut tidak dimiliki bank, tetapi milik
masyarakat. Dengan hal ini maka dana tersebut disebut dana yang dipercayakan. Sisi
kiri neraca, atau sisi di kemanakan dana, menunjukkan hampir 40% (normalnya 65%)
dari dana yang tersedia dipakai untuk pinjaman kepada nasabah dalam masyarakat,
kepada perusahaan dan perseorangan.
Bank ini, yang mewakili kebanyakan bank di Indonesia, menggunakan 75% dari dana
yang didepositokan yaitu bukan dana milik bank untuk memberikan pinjaman
kepada bisnis dan nasabah perseorangan (hampir 40% dari seluruh aktivanya), dan
bank tidak bisa meyakini bahwa semua pinjaman yang diberikan itu akan kembali,
dengan pembayaran tepat pada waktunya.
Bank bekerja dalam kondisi sebagai berikut:
Dana yang dipercayakan (deposito on call dan deposito berjangka) pada dasarnya
bisa diminta sewaktu-waktu;
Banyak dari dana ini dipakai untuk pinjaman, yang tidak bisa sepenuhnya dijamin
bahwa pinjaman akan kembali dan kembali tepat pada waktunya.
Misalnya saja 10% dari pinjaman itu tidak kembali, maka pembayaran kepada deposan
menjadi berisiko, dan hanya akan aman bila bank memperoleh keuntungan besar dari
90% pinjaman yang kembali. Namun laba besar bukan suatu kejadian yang normal,
karena bank juga beroperasi di dunia yang bersaing.
Suatu contoh dapat diambil dari bank di atas: Misalnya hanya 1% dari seluruh
pinjaman yang diberikan sebesar Rp. 98 trilyun adalah kredit macet yang harus
dihapuskan dari buku: Dengan demikian hampir Rp. 1 trilyun harus dihapuskan. Maka
254

bank perlu menambah laba bersihnya sekurang-kurangnya Rp. 1 trilyun, atau sekitar
sepertiga dari labanya tahun 2007 yaitu sekitar Rp. 3 trilyun (tidak tercantum dalam
neraca). Jika tidak, bank akan menanggung kerugian. .. Keuntungan dicapai sedikit
demi sedikit, Rupiah demi Rupiah, tapi kredit macet harus langsung dihapuskan .
Kesimpulan dari pembahasan di atas:
Bank harus berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada bisnis dan konsumen:
Hanya membiayai pemohon pinjaman yang cenderung mengmbalikan pinjaman.
Memberikan pinjaman hanya kepada mereka yang dianggap berisiko rendah dalam
hal kegagalan bisnis dan kelalaian mengembalikan pinjaman.
Bank yang kurang berhati-hati dalam memberikan pinjaman akan menanggung
risiko yaitu cukup besar % dari pinjaman yang diberikan tidak kembali. Pinjaman
yang tidak kembali harus dianggap sebagai suatu kerugian, sehingga pinjaman
macet memakan sebagian, atau bahkan seluruh laba.
Bank adalah perusahaan, seperti halnya perusahaan-perusahaan lain. Maka agar
bisnisnya berhasil bank harus:
Tetap likid atau memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi semua kewajiban yang
jatuh tempo, termasuk pembayaran tunai kepada para deposan yang ingin menarik
tabungan mereka; dan
Memperoleh laba, untuk memastikan bahwa modal sendiri bank tumbuh pesat, dan
pinjaman-pinjaman yang tidak kembali bisa dikurangkan dari laba tersebut.
Kesimpulan lebih lanjut:
Agar likid dan untung, penting artinya bahwa aktiva produktif (earning asset) bank
berisiko rata-rata rendah, atau berkualitas tinggi, di mana aktiva produktif bank
adalah: Jumlah pinjaman berjalan + Dana yang ditnamkan pada Obligasi
Pemerintah + Penempatan dana lainnya; misalnya pada Bank Indonesia (sekitar
95% pada bank di atas).
Aktiva non-produktif bank meliputi kas dan investasi pada bangunan dan peralatan
bank. Aktiva non-produktif ini juga penting artinya. Tetapi karena tidak
menghasilkan, sebaiknya aktiva itu tetap optimal; tidak lebih dari yang diperlukan
(hanya sekitar 5% pada bank di atas).
Kesimpulan menyeluruh:
(1) Bank harus menerapkan Azas Kehati-hatian (Prudential Principle), yang berarti:
(i)
Sebagian besar dari nasabah pinjaman bank harus nasabah risiko rendah;
dan
(ii)
Pinjaman jangka-panjang tidak boleh dibiayai dengan tabungan dan deposito
jangka-pendek (menurut istilah teknisnya: funds should match).
(2) Secara selektif, sebagian dari nasabah pinjaman risiko tinggi bisa diterima. Karena
jika berhasil, mereka ini sering merupakan nasabah yang paling menguntungkan.
Tetapi nasabah risiko tinggi dan jumlah pinjamannya harus merupakan bagian kecil
dari jumlah seluruh nasabah dan jumlah seluruh pinjaman.
Bila bank mengabaikan azas kehati-hatian, krisis moneter akan terjadi seperti di
Indonesia beberapa waktu yang lalu, di mana bank memberikan terlalu banyak
pinjaman dalam mata uang asing kepada beberapa nasabah besar, dan terlalu banyak
pinjaman jangka-panjang yang berasal dari dana jangka-pendek.
255

Kode
EN-3.4-TN4
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4
Minggu 12
Mengapa bisnis membutuhkan pendanaan
Mahasiswa mampu menghitung kebutuhan perusahaan atas dana
pinjaman.

Langkah-langkah

Waktu

Tanya kepada mahasiswa:


Setelah mengalami pertumbuhan yang nyata dalam
penjualan, sebuah pabrik konpeksi menerima
pinjaman bank untuk membeli tambahan bahan kain.
Pinjaman itu harus dikembalikan dalam tempo 6 bulan.
Tapi pabrik konpeksi itu menggunakan uang
pinjamannya untuk membeli mesin baru bukan bahan
baku, dan akhirnya tidak mampu mengembalikan
pinjamannya. MENGAPA?

Metode

Bahan

15 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau
flipchart

15 Kuliah

EN-3.4-TR11
EN-3.4-HO5

45 Latihan
kelas

EN-3.4-AG1

Tulis jawaban-jawaban mahasiswa pada papan tulis


atau flipchart, dan beri tanda pada jawaban yang
paling relevan, yaitu bahwa pinjaman itu tidak
dipergunakan sesuai dengan tujuan pengajuannya.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR11, yang
merupakan kutipan dari TRANSPARAN EN-3.2-TR5.
Ingatkan mahasiswa bahwa faktor yang paling banyak
mempengaruhi kebutuhan modal kerja adalah
peningkatan penjualan. Setelah bisnis tumbuh,
kebutuhan modal kerja meningkat.
Bagikan handout EN-3.4-HO5.
Bagi kelas ke dalam beberapa kelompok, masingmasing terdiri atas maksimum lima mahasiswa.
Bagikan EN-3.4-AG1.
Beri kesempatan masing-masing kelompok
mempresentasikan dan menjelaskan hasil perhitungan
mereka.
Lihat Solusi latihan kelompok berikut ini.
Jumlah

256

1 jam 15

Konsep & teori


Banyak sekali penyebab kegagalan mengembalikan pinjaman. Di antaranya,
perusahaan peminjam tidak memiliki uang tunai untuk mengembalikan pinjaman,
wirausahawanterlalu sibuk untuk pergi ke bank, bank terlalu sibuk untuk menagih
pembayaran, perusahaan tidak bisa menjual produk, pelanggan bisnis tidak membayar,
terjadi hambatan produksi, kebakaran, pencurian, dsbnya. Namun yang paling relevan
dengan kasus ini adalah karena uang pinjaman tidak dipakai sebagaimana
dimaksudkan semula, atau pinjaman tidak dipakai untuk memenuhi tujuan pengajuan
pinjamannya.
Meskipun bank dan perusahaan peminjam memikirkan serta mengantisipasi masalahmasalah lain, bank (dan juga perusahaan peminjam sendiri) harus memperhatikan
tujuan pinjaman. Selama proses permohonan pinjaman bank harus tahu persis bahwa
pinjaman diajukan atas dasar suatu kebutuhan nyata dan tidak boleh dipakai untuk
tujuan-tujuan lain meskipun tujuan lain itu juga nyata. Bank ingin memastikan bahwa
tujuan yang disebutkan dalam permohonan pinjaman adalah suatu kebutuhan nyata
yang ingin dicapai dengan pinjaman itu.
Pertumbuhan penjualan biasanya memerlukan tambahan modal kerja (misalnya untuk
membeli bahan baku) mapun tambahan modal investasi (misalnya untuk membeli
mesin baru). Wirausahawan konpeksi tersebut harus menyadari bahwa kedua
kebutuhan itu membutuhkan pinjaman yang berbeda. Apa yang dia peroleh dari bank
adalah pinjaman modal kerja jangka-pendek yang harus dikembalikan dalam waktu 6
bulan. Bank setuju memberikan pinjaman atas dasar asumsi bahwa pabrik konpeksi
mampu mengembalikan pinjaman karena jangka waktu pinjaman berlipat kali daur kas
normal pabrik konpeksi.
Mesin baru juga penting, dan mesin baru juga akan menunjang peningkatan penjualan.
Membeli mesin merupakan suatu pengeluaran kas, yang untuk memperolehnya
kembali diperlukan waktu yang lebih panjang. Pabrik konpeksi itu harus mengajukan
pinjaman investasi dengan jangka waktu pengembalian yang jauh lebih lama. Karena
uang pinjaman itu dipakai untuk membeli mesin baru dan bukan kain tambahan, maka
wirausahawan tidak bisa meningkatkan produksinya, atau bahkan malah mengurangi
produksinya karena kurang cukup tersedianya bahan baku.

257

Solusi latihan kelompok


Defisit kas kumulatif pabrik konpeksi tampak pada tabel berikut ini:
Lot Produksi and Penjualan

Hari

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

(1)
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat

Lot 1

Lot 2

Lot 3

Lot 4

Lot 5

(2)
-140

(3)

(4)

(5)

(6)

100

-140

100

100

-140

100

100

-210

100

150

-210

150

150

Rp. 000
Kas
Surplus/
Kumukeluar
Defisit
latif
Lot 6
lainnya
kas
(7)
(8)
(9)
(10)
-12
-152
-152
-12
-12
-164
-12
-12
-176
-12
-12
-188
-12
-12
-200
-12
-52
-252
-12
-12
-264
-12
-12
-276
-12
-12
-288
-12
-12
-300
-12
48
-252
-12
-12
-264
-12
-12
-276
-12
-12
-288
-12
-12
-300
-18
-28
-328
-18
-18
-346
-18
-18
-364
-18
-18
-382
-18
-18
-400
-18
22
-378
-18
-18
-396
-18
-18
-414
-18
-18
-432
-18
-18
-450
-210
-18
72
-378
-18
-18
-396
-18
-18
-414
-18
-18
-432
-18
-18
-450

Kebutuhan modal kerja adalah defisit kas kumulatif terbesar, yaitu Rp. 300 juta
sebelum peningkatan penjualan, dan Rp. 450 juta setelah peningkatan penjualan.
Pinjaman modal kerja yang harus diperoleh dari bank dengan peningkatan penjualan
itu adalah Rp. 150 juta.
Rata-rata pengeluaran kas per hari adalah Rp. 40 juta sebelum peningkatan penjualan,
dan Rp. 60 juta setelah peningkatan penjualan. Dengan daur kas tetap 7 hari, maka
kebutuhan modal kerja adalah Rp. 300 juta sebelum peningkatan penjualan dan Rp.
450 juta setelah peningkatan penjualan.

258

Kode
EN-3.4-TR11
Topik 3.2.2
Transparan
11/24

Mengapa bisnis memerlukan pendanaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Kebutuhan Modal Awal

Minggu 12

Modal investasi
Komponen
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Tanah, bangunan,
Jenis produk, teknologi,
mesin & peralatan,
kapasitas produksi, lokasi
kendaraan, sambungan bisnis, daerah pemasaran,
sarana umum, dsbnya. kegiatan bisnis, metode
pemerolehan, dsbnya.
Modal kerja
Komponen
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Bahan baku, upah, gaji, Volume produksi/penjualan,
bahan bakar, tagihan
kualitas bahan baku,
sarana umum,
keterampilan tenaga kerja,
penjualan promosi,
lokasi bisnis, daerah
biaya transportasi,
pemasaran, kegiatan bisnis,
dsbnya.
jangka waktu yang diperlukan
sampai pendapatan dari
penjualan kembali ke dalam
bisnis dalam bentuk arus kas
masuk, dsbnya.

259

Kode
EN-3.4-HO5

Handout
Unit Pembelajaran 3.4

Pinjaman modal kerja

HO 5

Bank selalu memperhatikan tujuan perusahaan dan konsumen membutuhkan


pinjaman. Apakah tujuan yag disebutkan dalam pemohonan pinjaman bank? Beberapa
tujuan cukup jelas, seperti membeli bahan baku untuk memenuhi pesanan khusus,
atau membeli mesin (pinjaman kepada perusahaan); atau membeli sepeda motor atau
mampu merenovasi rumah pribadi (pinjaman konsumen).
Baik pinjaman kepada perusahaan maupun pinjaman kepada konsumen sangat
membantu upaya menciptakan kesejahteraan. Namun demikian hanya pinjaman
kepada perusahaan yang disebut pinjaman produktif, sedangkan pinjaman konsumen
disebut pinjaman non-produktif. Pinjaman kepada UKM (Usaha Kecil dan Menengah)
bisa sangat produktif, jika pinjaman kecil dipakai sesuai dengan tujuan pengajuan
pinjaman. Tujuan pinjaman yang sering diabaikan adalah pinjaman untuk memenuhi
peningkatan kebutuhan modal kerja.
Misalnya perusahaan yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan menjual
produknya sebagian secara tunai dan sebagian lagi secara kredit, akan memiliki daur
kas terdiri atas sekurang-kurangnya empat daerah operasional, dua menyangkut
pengeluaran kas dan dua menyangkut penerimaan kas seperti diuraikan pada tabel
berikut ini:
Daur Operasional (Daur kas)
Dua pengeluaran kas dan dua penerimaan kas
Pengeluaran kas
Penerimaan kas
(untuk menciptakan nilai tambah)
(untuk memperoleh nilai tambah)
Pembelian
bahan baku,
energi dan input
lainnya

Minggu/Bulan 1

Produksi barang
dan jasa,
membutuhkan
pembayaran staf
dsbnya.

Penjualan tunai
barang dan jasa

Menerima dan
mengumpulkan kas
dari penjualan nontunai (piutang dagang)

Pembelian bahan
baku, energi dan
input lainnya

Produksi barang
dan jasa,
membutuhkan
pembayaran staf
dsbnya.

Penjualan tunai barang


dan jasa

Minggu/Bulan 2

Waktu
Minggu/Bulan 3

Minggu/Bulan 4

Pada banyak perusahaan, daur kas bisa memakan waktu beberapa minggu atau
beberapa bulan. Pengeluaran kas dilakukan pada minggu atau bulan pertama (1),
sedangkan penerimaan kas terjadi pada mingggu atau bulan keempat (4). Dalam
keadaan demikian, beberapa minggu atau bulan berlalu sebelum ada penerimaan kas
dari penjualan.

260

Biasanya uang keluar dulu, sebelum nanti kembali sebagai pendapatan dari penjualan.
Jangka waktunya bisa beberapa minggu atau beberapa bulan, sementara kas
diperlukan untuk penjualan selanjutnya. Dalam kasus di atas, pada minggu atau bulan
2 perusahaan harus membeli lagi bahan baku, energi dan input lainnya untuk diproses
pada minggu atau bulan 3, dan dijual pada minggu atau bulan 4. Dengan demikian
uang terikat, dan bila kas yang dimiliki tidak mencukupi maka timbul kebutuhan kas dari
sumber luar, misalnya pinjaman bank.
Setelah perusahaan tumbuh, ketika perusahaan menjual lebih banyak, bulan demi
bulan, maka perusahaan membutuhkan lebih banyak uang untuk memproduksi lebih
banyak, sementara kas dari penjualan berasal dari tingkat penjualan yang lebih rendah
beberapa bulan sebelumnya. Akibatnya timbul kekurangan kas yang perlu dihindari: (i)
Dengan meningkatkan modal sendiri, atau (ii) Dengan menarik pinjaman dari sumber
luar, seperti dari bank.
Penggunaan daur kas untuk menghitung kebutuhan modal kerja diperkenalkan pada
LU 3.2. Modal kerja tidak hanya bergantung pada lamanya daur kas tetapi juga volume
produksi/penjualan. Kebutuhan modal kerja, dan peningkatan kebutuhan modal kerja,
yang harus dibiayai dengan pinjaman modal kerja, sering diabaikan oleh
wirausahawan. Pendalaman pemahamannya penting artinya, misalnya dengan
mengerjakan latihan kelompok EN-3.4-AG1.

261

Kode
EN-3.4-AG1
Topik 3.4.3
Tugas
Kelompok 1/4

Pendanaan eksternal: Bagaimana bank menilai


permohonan pinjaman

Pinjaman Modal Kerja

Minggu 12

Tujuan: Mahasiswa harus mampu menghitung pinjaman modal kerja yang dibutuhkan
untuk menunjang peningkatan penjualan.
Bagi kelas menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari lima mahasiswa. Semua
kelompok membaca dan mengerjakan kasus berikut ini:
Sebuah pabrik konpeksi bekerja 5 hari per minggu. Setiap Senin, pabrik itu membeli
bahan baku (kain) dan input lainnya (energi, dsbnya) untuk produksi selama seminggu,
Rp. 140 juta. Setiap hari pabrik itu mengeluarkan uang Rp. 12 juta untuk membayar
upah dan biaya-biaya tunai lainnya. Produknya selesai sebelum akhir pekan dan
diserahkan kepada pelanggan hari Senin minggu berikutnya.
Jumlah pengeluaran untuk setiap lot Rp. 200 juta. Separuh lot dibayar tunai dan
separuh lainnya dibayar satu minggu setelah penyerahan. Untuk lot pertama, separuh
pengeluaran kas (Rp. 100 juta) diperoleh kembali pada hari Senin Minggu 2 dan
separuh lainnya (Rp. 100 juta) diperoleh kembali pada hari Senin Minggu 3. Sementara
itu, pada hari Senin Minggu 2 pabrik konpeksi itu membeli bahan baku dan input
lainnya (Rp. 140 juta) untuk produksi pada Minggu 2 dan penjualan pada Minggu 3, etc.
Lihat tabel pada halaman berikutnya. Pengeluaran kas dengan tanda negatif dan
penerimaan kas dengan tanda positif. Jumlah penerimaan kas untuk setiap lot jelas
lebih dari Rp. 200 juta. Perbedaan antara penerimaan kas dengan pengeluaran kas
mencakup penyusutan dan biaya-biaya non-tunai lainnya, dan dipakai untuk membayar
kewajiban lain yang jatuh tempo.
(1)

Kerjakan tabel untuk Minggu 1 sampai Minggu 3 (Hari 1 sampai 15). Berapa
kebutuhan modal kerja pabrik ini atas dasar tabel tersebut? Hitung kebutuhan
modal kerja dengan menggunakan metode daur kas yang dibahas pada LU 3.2
dan bandingkan hasilnya. Rata-rata daur kas adalah 7,5 hari kerja (rata-rata
antara 5 dan 10 hari kerja).

Dari Minggu 4, penjualan meningkat 50%, sehingga pembelian bahan baku dan inputinput lainnya, serta belanja hariannya juga meningkat 50%, menjadi berturt-turut Rp.
210 juta per minggu dan Rp. 18 juta per hari.
(2)

Kerjakan tabel untuk Minggu 4 sampai Minggu 6 (Hari 16 sampai 30). Berapa
kebutuhan modal kerja pabrik ini dengan peningkatan penjualan itu? Cek ulang
dengan menghitung kebutuhan modal kerja dengan peningkatan penjualan itu
menggunakan metode daur kas. Berapa jumlah pinjaman modal kerja yang
harus diajukan untuk menunjang peningkatan penjualan itu? Rata-rata dari kas
tetap 7,5 hari kerja.

262

Kebutuhan Modal Kerja


Lot Produksi and Penjualan

Hari

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

(1)
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat

Lot 1

Lot 2

Lot 3

Lot 4

Lot 5

(2)
-140

(3)

(4)

(5)

(6)

100

-140

100

100

-140

100

100

-210

100

150

-210

150

150

Rp. 000
Kas
Surplus/
Kumukeluar
Defisit
latif
Lot 6
lainnya
kas
(7)
(8)
(9)
(10)
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-12
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-210
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..
-18
..
..

Catatan:
Kolom 2 sampai 7, adalah pengeluaran dan pemasukan kas untuk Lot 1 sampai 6.
Kolom 8 adalah pengeluaran harian untuk upah dan biaya-biaya tunai lainnya.
Kolom 9 surplus dan defisit kas harian, jumlah kolom 2 sampai 8.
Kolom 10 adalah surplus atau defisit kas kumulatif harian.

263

Kode
EN-3.4-TN5
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4
Mengapa bisnis memerlukan pendanaan
Mahasiswa mampu mengidentifikasi tujuan pinjaman.

Langkah-langkah

Waktu

Minta mahasiswa menuliskan laporan laba-rugi dan


neraca dengan format baku pada papan tulis atau
flipchart. Lengkapi kedua laporan keuangan dengan
rekening-rekening yang belum ada. Kelompokkan
rekening neraca ke dalam aktiva lancar, aktiva tetap,
kewajiban lancar dan modal sendiri.

Metode

30 Diskusi
terbuka

Minggu 13

Bahan
Papan tulis
atau
flipchart
EN-3.4-TR12

Cek pemahaman mahasiswa mengenai beberapa


rekening, misalnya harga pokok penjualan, biaya
operasional, piutang dagang, persediaan, aktiva
tetap, utang dagang, pinjaman, modal sendiri,
laba ditahan, dan pengelompokan rekening.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-TR12. Tanya
mahasiswa: Apa yang terjadi pada rekening-rekening
laporan laba-rugi dan neraca jika:
(1) penjualan perusahaan meningkat?
(2) perusahaan memperpanjang jangka waktu kredit
untuk penjualan?
(3) pemegang saham menarik uang (sebagian modal
mereka) dari perusahaan?
(4) perusahaan membayar semua utang dagangnya
untuk memperoleh diskon tunai dari pemasok?
(5) perusahaan mengembalikan pinjaman bunga
tingginya?
Mahasiswa harus memberi tanda peningkatan rekening
dengan dan penurunan rekening dengan pada
laporan keuangan di papan tulis atau flipchart.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Minta pendapat mahasiswa tentang pinjaman yang
mungkin untuk menunjang perubahan berbagai
rekening laporan laba-rugi dan neraca yang ditandai
dengan dan . Tulis jawaban mahasiswa pada
papan tulis atau flipchart.

45 Diskusi
terbuka

EN-3.4-HO6

Bagikan handout EN-3.4-HO6. Bandingkan handout ini


dengan jawaban mahasiswa pada papan tulis atau
flipchart dan bahan perbedaannya. Beberapa konsep
baru (marjin laba, raio lancar, leverage, dsbnya akan
dibahas dalam Modul 4).
Simpulkan bahwa mengaitkan tujuan pinjaman dengan
rekening-rekening keuangan akan membantu mencek
tujuan pinjaman.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Jumlah

264

Papan tulis
atau
flipchart

1 jam 15

Konsep & teori


Dampak dari kelima perkembangan itu pada rekening laporan laba-rugi dan neraca
adalah sebagai berikut:

Laporan laba-rugi:
Penjualan
Harga pokok penjualan
Biaya penjualan
Biaya administrasi
Bunga
Neraca:
Kas
Piutang dagang
Persediaan
Aktiva tetap:
Tanah
Bangunan
Mesin
Utang dagang
Kewajiban lain
Pinjaman jangka-panjang
Saham biasa
Laba ditahan

Peningkatan
penjualan

Perpanjangan
jangka
waktu kredit

Penarikan
modal
sendiri

Diskon
tunai

Pengembalian
pinjaman

Tujuan pinjaman yang timbul dari peningkatan dan penurunan rekening laporan labarugi dan neraca adalah pinjaman (a) sampai (n) pada tabel berikut ini:
Peningkatan/penurunan rekening
Peningkatan harga pokok penjualan
Peningkatan biaya penjualan
Peningkatan biaya administrasi

Peningkatan kas
Peningkatan piutang dagang
Peningkatan persediaan
Peningkatan tanah
Peningkatan bangunan
Peningkatan mesin
Penurunan utang dagang
Penurunan kewajiban lain
Penurunan pinjaman jangka-panjang
Penurunan saham biasa
Penurunan laba ditahan

Tujuan pinjaman
membeli bahan baku
menyelenggarakan kampanye promosi
mengembangkan produk atau sistem
computer
(d) meningkatkan kas
(e) meningkatkan penjualan kredit
(f)
meningkatkan persediaan
(g) to expand the factory
(h) membangun gudang
(i)
meningkatkan produksi capacity
(j)
memanfaatkan diskon tunai
(k) membayar utang pajak atau utang bunga
(l)
melunasi pinjaman bunga tinggi
(m) mengganti modal sendiri
(n) membayar dividen
(a)
(b)
(c)

265

Tujuan pinjaman diuraikan lebih rinci pada handout EN-3.4-HO6, meliputi 12 (dua
belas) tujuan pinjaman, 6 (enam) tujuan yang berkaitan dengan pinjaman jangkapendek, sedangkan 6 (enam) tujuan dengan pinjaman jangka-panjang.
No.

7
8

Tujuan pinjaman
Pinjaman jangka-pendek
Sebuah UKM membutuhkan pinjaman jangka-pendek, untuk membeli
lebih banyak bahan baku dengan meningkatnya penjualan. Karena
tambahan kas dengan pertumbuhan penjualan baru akan diperoleh
kemudian, sementara untuk memproduksi lebih banyak saat ini UKM
sudah memerlukan kas lebih banyak. Tidak cukup aliran kas untuk
membiayai pertumbuhan penjualan.
Penjualan sebuah UKM sebagian bersifat musiman. Tambahan kas (dari
pinjaman jangka-pendek) diperlukan untuk membayar input dan biayabiaya lain ketika tingkat penjualan rendah sementara kas dari tingkat
penjualan tinggi baru akan diperoleh nanti.
Sebuah UKM menginginkan kas dari pinjaman bank, untuk membayar
tunai bahan baku dari pemasok. UKM memperoleh harga input yang lebih
rendah, dengan penurunan harga yang lebih besar dibandingkan biaya
bunga pinjaman.
Sebuah UKM membutuhkan kas dari pinjaman, karena pemasok UKM
memperketat jangka waktu kreditnya; dari misalnya 6 menjadi 3 minggu.
UKM memerlukan kas tambahan untuk membiayai sebagian aktiva lancar
(bahan baku) yang selama ini dibiayai kredit pemasok.
Sebuah UKM memerlukan kas dari pinjaman untuk membayar pajak
perusahaan, membayar dividen kepada pemilik perusahaan, atau
membayar gaji ke-13 kepada karyawan. UKM ini akan menghasilkan
aliran kas yang cukup untuk segera mengembalikan pinjaman itu, hanya
saat ini belum memilikinya.
Sebuah UKM membutuhkan kas dari pinjaman, untuk mempertahankan
Current Asset Activity Ratio (Aktiva lancar Kewajiban lancar), yang
cenderung menurun. Sebagai contoh, diperlukan lebih banyak kas untuk
membeli bahan baku (harga naik), atau kas terikat lebih lama pada
piutang dagang (penjualan kredit dengan persyaratan kredit longgar).
Pinjaman jangka-panjang
Sebuah UKM butuh pinjaman untuk mengganti mesin lama dengan mesin
baru yang lebih produktif. Masin lama sudah disusutkan, tapi aliran
kasnya masih terikat pada aktiva lain, belum tersedia dalam bentuk kas.
Sebuah UKM ingin mengganti pinjaman jangka-panjangnya dengan
pinjaman jangka-panjang yang lain. Misalnya, UKM ini memiliki pinjaman
Rp. 120 juta dari saudara pemilik perusahaan. Dari pinjaman ini, Rp. 75
masih perlu dikembalikan dalam 2 tahun mendatang, tapi saat ini pemberi
pinjaman membutuhkan uangnya kembali. Untuk mengembalikan
pinjaman, UKM memerlukan pinjaman bank Rp. 75 juta. Jika bank tidak
menyetujui, UKM harus menghasilkan uang Rp. 75 juta; misalnya dengan
mempercepat penagihan piutang, menjual persediaan dengan harga
diskon, minta perpanjangan kredit pemasok, atau kegiatan lain yang
kontra-produktif dengan operasi UKM.
Seluruh aktiva UKM 100% dibiayai dengan modal sendiri, dan usahanya
cukup menguntungkan. UKM ini sekarang ingin mengambil suatu
pinjaman jangka-panjang; sebesar 25% dari modal sendiri. Dengan
demikian maka kas dari pinjaman dapat dikeluarkan dari perusahaan.
Pemilik dapat menggunakannya untuk (i) membeli dana pensiun, atau (ii)
membuka usaha baru yang lain.

266

Keterangan
Lihat
pinjaman
(a) di atas

Lihat
pinjaman
(f) di atas
Lihat
pinjaman
(j) di atas
Lihat
pinjaman
(a) dan (j)
di atas
Lihat
pinjaman
(k) di atas
Lihat
pinjaman
(a), (d), (e)
dan (f) di
atas
Lihat
pinjaman
(i) di atas
Lihat
pinjaman
(l) di atas

Lihat
pinjaman
(m) di atas

No.

Tujuan pinjaman
Pinjaman jangka-panjang
10 Penjualan sebuah UKM tumbuh dengan mantab. Maka UKM ingin
meningkatkan kapasitas produksinya dengan membeli mesin tambahan.
Sementara ini UKM tidak bisa memanfaatkan tambahan aliran kas
dengan meningkatnya penjualan, karena pertumbuhan penjualan
sendiri berarti UKM membutuhkan lebih banyak aliran kas untuk
membiayai pembelian bahan baku dan pembayaran upah yang terus
meningkat, serta makin banyak aliran kas yang terikat pada piutang
dagang. Dengan demikian, untuk membeli mesin tambahan UKM
membutuhkan pinjaman jangka-panjang.
11 Dalam sebuah UKM biaya produk meningkat, karena kenaikan harga
energi dan bahan baku utama. Harga jual UKM juga perlu dinaikkan.
Produk perusahaan kompetitif, yang berarti UKM bisa mempertahankan
% mark-upnya. UKM ini bahkan masih bisa meningkatkan volume
penjualannya. Oleh karena itu diperlukan pinjaman bank jangka
panjang, agar tetap mampu membeli bahan baku yang lebih mahal dan
membayar tagihan energi tepat waktu.
12 Agar tetap kompetitif, sebuah UKM perlu menurunkan % laba dari
penjualannya, atau profit margin-nya. Dengan demikian masih ada
pertumbuhan dalam jumlah penjualan, meskipun dengan laju yang lebih
rendah. Dengan demikian, laba bersih masih memuaskan meskipun %
laba dari penjualan turun. Aliran kas yang tersedia akan relatif kurang,
dan UKM membutuhkan pinjaman bank jangka-panjang: (i) untuk
memastikan bahwa pembelian inputnya tetap terbayar, dan (ii) untuk
tetap kompetitif piutang dagang perlu tumbuh juga.

Keterangan
Lihat
pinjaman (i)
di atas

Pinjaman
membiayai
modal kerja
permanen

Pinjaman
membiayai
modal kerja
permanen

Catatan untuk Tujuan Pinjaman 10:


Karena UKM ini cukup menguntungkan maka perubahan dalam struktur modal juga akan
menguntungkan pula: Diasumsikan bahwa laba bersih satu tahun diharapkan 18% dari jumlah
aktiva; maka laba bersih diproyeksikan Rp. 360 juta dengan jumlah aktiva Rp. 2 milyar, dan
sukubunga pinjaman bunga 15%. Maka dengan pinjaman itu, laba bersih dalam % dari jumlah
aktiva bahkan akan naik di atas 18%. Peningkatan laba dengan meminjam uang disebut
dampak leverage dari pinjaman. (Catatan: Peningkatan laba melalui leverage hanya akan
terjadi bila laba bersih dalam % dari jumlah aktiva pada akhir tahun benar-benar melebihi
sukubunga pinjaman).

267

Kode
EN-3.4-TR12
Topik 3.4.3
Transparan
12/24

Mengapa bisnis memerlukan pendanaan

Rekening-Rekening Keuangan

Minggu 13

Laporan Laba-Rugi
Rp. 000

Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Biaya operasional:
Biaya penjualan
Biaya administrasi

360.000
216.000
144.000

Jumlah biaya operasional


EBIT
Bunga
EBT

36.000
54.000
90.000
54.000
7.200
46.800

Neraca
Aktiva
Kas
Piutang dagang
Persediaan
Aktiva lancar
Aktiva tetap:
Tanah
Bangunan
Mesin
Jumlah aktiva tetap
Aktiva lainnya
Jumlah aktiva

Rp. 000
Kewajiban & modal sendiri
6.500 Utang dagang
18.500
15.000 Kewajiban lainnya
10.500
21.000
Kewajiban lancar 29.000
42.500
Utang jangka-panjang
90.000
43.500
72.000 Modal sendiri:
70.000 Modal saham
100.000
185.500 Laba ditahan
21.000
12.000
Jumlah modal sendiri 121.000
Jumlah kewajiban &
240.000 modal sendiri
240.000

268

Kode
EN-3.4-HO6

Handout
Learning Unit 3.4

Tujuan Pinjaman Bank (UKM)

HO 6

Pada umumnya, tujuan pinjaman yang diajukan perusahaan dan yang ditawarkan oleh bank
sebagai produk pinjaman berkaitan dengan rekening-rekening neraca dan laporan laba-rugi
usaha kecil dan menengah (UKM).

Neraca:
Rekening penggunaan dana
Aktiva lancar (kas, persediaan bahan baku dan barang jadi, piutang dagang, dsbnya.); dan
Aktiva tetap (peralatan kantor, mesin, bangunan, tanah).
Rekening sumber dana
Kewajiban lancar (utang dagang, pinjaman bank jangka-pendek, utang gaji pemilik, utang
bunga yang jatuh tempo, pengembalian utang jangka-panjang yang jatuh tempo, dsbnya.)
Kewajiban jangka-panjang (obligasi dan pinjaman jangka-panjang lainnya)
Laba ditahan (laba bersih tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebagai dividen
kepada pemilik)
Modal ditempatkan (bagian dari modal sendiri yang disediakan untuk dipergunakan)
Rekening laporan laba-rugi

Pendapatan dari penjualan


Harga pokok penjualan (biaya-biaya yang membutuhkan kas dan penyesuaian)
Laba sebelum bunga dan pajak ( = EBIT)
Biaya jasa keuangan dan pajak perseroan
Laba bersih atau rugi bersih

Pada dasarnya kelompok-kelompok aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya itu bisa menjadi
alasan mengajukan permohonan pinjaman (= tambahan kebutuhan kas). Keempat kelompok
itu mencakup berbagai tujuan pengajuan pinjaman.
Dari 12 tujuan pinjaman berikut ini 6 (enam) tujuan pinjaman menyangkut pinjaman jangkapendek yang harus dikembalikan dalam setahun, dan 6 (enam) tujuan pinjaman lainnya
menyangkut pinjaman jangka-panjang, untuk dikembalikan dalam waktu lebih dari setahun.
Enam contoh pinjaman jangka-pendek:
1) Sebuah UKM membutuhkan pinjaman jangka-pendek, untuk membeli lebih banyak bahan
baku dengan meningkatnya penjualan. Karena tambahan kas dengan pertumbuhan
penjualan baru akan diperoleh kemudian, sementara untuk memproduksi lebih banyak saat
ini UKM sudah memerlukan kas lebih banyak. Tidak cukup aliran kas untuk membiayai
pertumbuhan penjualan.
2) Penjualan sebuah UKM sebagian bersifat musiman. Tambahan kas (dari pinjaman jangkapendek) diperlukan untuk membayar input dan biaya-biaya lain ketika tingkat penjualan
rendah sementara kas dari tingkat penjualan tinggi baru akan diperoleh nanti.
3) Sebuah UKM menginginkan kas dari pinjaman bank, untuk membayar tunai bahan baku
dari pemasok. UKM memperoleh harga input yang lebih rendah, dengan penurunan harga
yang lebih besar dibandingkan biaya bunga pinjaman.

269

4) Sebuah UKM membutuhkan kas dari pinjaman, karena pemasok UKM memperketat jangka
waktu kreditnya; dari misalnya 6 menjadi 3 minggu. UKM memerlukan kas tambahan untuk
membiayai sebagian aktiva lancar (bahan baku) yang selama ini dibiayai kredit pemasok.
5) Sebuah UKM memerlukan kas dari pinjaman untuk membayar pajak perusahaan,
membayar dividen kepada pemilik perusahaan, atau membayar gaji ke-13 kepada
karyawan. UKM ini akan menghasilkan aliran kas yang cukup untuk segera mengembalikan
pinjaman itu, hanya saat ini belum memilikinya.
6) Sebuah UKM membutuhkan kas dari pinjaman, untuk mempertahankan Current Asset
Activity Ratio (Aktiva lancar Kewajiban lancar), yang cenderung menurun. Sebagai
contoh, diperlukan lebih banyak kas untuk membeli bahan baku (harga naik), atau kas
terikat lebih lama pada piutang dagang (persyaratan kredit longgar).
Enam contoh pinjaman jangka-panjang:
7) Sebuah UKM butuh pinjaman untuk mengganti mesin lama dengan mesin baru yang lebih
produktif. Masin lama sudah disusutkan, tapi aliran kasnya masih terikat pada aktiva lain,
belum tersedia dalam bentuk kas.
8) Sebuah UKM ingin mengganti pinjaman jangka-panjangnya dengan pinjaman jangkapanjang yang lain. Misalnya, UKM ini memiliki pinjaman Rp. 120 juta dari saudara pemilik
perusahaan. Dari pinjaman ini, Rp. 75 masih perlu dikembalikan dalam 2 tahun mendatang,
tapi saat ini pemberi pinjaman membutuhkan uangnya kembali. Untuk mengembalikan
pinjaman, UKM memerlukan pinjaman bank Rp. 75 juta. Jika bank tidak menyetujui, UKM
harus menghasilkan uang Rp. 75 juta; misalnya dengan mempercepat penagihan piutang,
menjual persediaan dengan harga diskon, minta perpanjangan kredit pemasok, atau
kegiatan lain yang kontra-produktif dengan operasi UKM.
9) Seluruh aktiva UKM 100% dibiayai dengan modal sendiri, dan usahanya cukup
menguntungkan. UKM ini sekarang ingin mengambil suatu pinjaman jangka-panjang;
sebesar 25% dari modal sendiri. Dengan demikian maka kas dari pinjaman dapat
dikeluarkan dari perusahaan. Pemilik dapat menggunakannya untuk (i) membeli dana
pensiun, atau (ii) membuka usaha baru yang lain.
10) Penjualan sebuah UKM tumbuh dengan mantab. Maka UKM ingin meningkatkan kapasitas
produksinya dengan membeli mesin tambahan. Sementara ini UKM tidak bisa
memanfaatkan tambahan aliran kas dengan meningkatnya penjualan, karena pertumbuhan
penjualan sendiri berarti UKM membutuhkan lebih banyak aliran kas untuk membiayai
pembelian bahan baku dan pembayaran upah yang terus meningkat, serta makin banyak
aliran kas yang terikat pada piutang dagang. Dengan demikian, untuk membeli mesin
tambahan UKM membutuhkan pinjaman jangka-panjang.
11) Dalam sebuah UKM biaya produk meningkat, karena kenaikan harga energi dan bahan
baku utama. Harga jual UKM juga perlu dinaikkan. Produk UKM kompetitif, sehingga UKM
bisa mempertahankan % mark-upnya. UKM ini bahkan masih bisa meningkatkan volume
penjualannya. Oleh karena itu diperlukan pinjaman bank jangka panjang, agar tetap mampu
membeli bahan baku yang lebih mahal dan membayar tagihan energi tepat waktu.
12) Agar tetap kompetitif, sebuah UKM perlu menurunkan % laba dari penjualannya, atau profit
margin-nya. Dengan demikian masih ada pertumbuhan dalam jumlah penjualan, meskipun
dengan laju yang lebih rendah. Dengan demikian, laba bersih masih memuaskan meskipun
% laba dari penjualan turun. Aliran kas yang tersedia akan relatif kurang, dan UKM
membutuhkan pinjaman bank jangka-panjang: (i) agar pembelian inputnya tetap terbayar,
dan (ii) untuk tetap kompetitif piutang dagang perlu tumbuh juga.

270

Kode
EN-3.4-TN6
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4
Minggu 13
Mengapa bisnis memerlukan pendanaan
Mahasiswa mampu melihat kebutuhan pendanaan setelah periode
pembukaan bisnis.

Langkah-langkah

Waktu

Bagi kelas menjadi lima kelompok untuk lima


kasus bisnis. Pengelompokannya berbeda
dengan pengelompokan pada LU 3.1, LU 3.2
and LU 3.3, misalnya sebagai berikut:

Metode

30 Latihan
kelompok

Bahan
Papan tulis atau
flipchart
EN-3.4-AG2
EN-3.4-HO1
EN-3.4-HO2
EN-3.4-HO3
EN-3.4-HO4
EN-3.4-HO5
EN-3.3-HO6

Kelompok 3: Toko jaket.


Kelompok 4: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 5: Bengkel mobil.
Kelompok 1: Percetakan kecil.
Kelompok 2: Sortasi limbah.
Bagikan EN-3.4-AG2.
Tugasnya mengidentifikasi tujuan pinjaman
untuk masing-masing kasus bisnis setelah
periode pembukaan atau setelah bisnis
beroperasi selama satu atau dua tahun.
Bahan referensi untuk semua kelompok adalah
handout EN-3.4-HO1 melalui EN-3.4-HO6.
Semua kelompok HANYA mengasumsikan
peningkatan penjualan atau perkembangan
pertama yang dibahas pada sesi sebelumnya.
Mengenai pembiayaan spontan, lihat Konsep
dan Teori berikut ini.
Masing-masing kelompok harus
mempresentasikan tujuan pinjaman yang
teridentifikasi untuk masing-masing kasus.

30 Presentasi Papan tulis atau


kelompok flipchart

Waktu presentasi 5 10 menit per kelompok.


Jumlah waktu

271

1 jam 00

Konsep & Teori


Pada sesi sebelumnya, mahasiswa diminta mengidentifikasi perubahan pada rekeningrekening laporan laba-rugi dan neraca jika:
(1) penjualan perusahaan meningkat?
(2) perusahaan memperpanjang jangka waktu kredit untuk penjualan?
(3) pemegang saham menarik uang (sebagian modal mereka) dari perusahaan?
(4) perusahaan membayar semua utang dagangnya untuk memperoleh diskon tunai
dari pemasok?
(5) perusahaan mengembalikan pinjaman bunga tingginya?
Mahasiswa diminta memberi tanda peningkatan rekening dengan dan penurunan
rekening dengan .
Untuk latihan ini perkembangan yang paling diharapkan dari bisnis baru adalah
perkembangan pertama dan kedua, dengan perkembangan kedua (perjangan jangka
waktu penjualan kredit) pada dasarnya menunjang perkembangan yang pertama
(peningkatan penjualan).
Pada latihan ini, semua kelompok harus mengasumsikan bahwa penjaulan masingmasing kasus bisnis meningkat sekurang-kurangnya 100%, menganalisis dampaknya
(perubahan pada rekening-rekening laporan laba-rugi dan neraca), serta
mengidentifikasi tujuan pinjaman untuk menunjang peningkatan penjaulan itu.
Setelah beroperasi selama beberapa bulan, peningkatan penjualan dapat
meningkatkan utang dagang setelah perusahaan memperoleh kepercayaan dari para
pemasok. Perubahan ini merupakan hasil dari pembiayaan spontan (spontaneous
financing), yaitu mencari dana dari pemasok bahan, suatu fenomena yang majar dalam
dunia usaha. Perkembangan keempat (peusahaan memperoleh pinjaman untuk
memperoleh diskon tunai dari pemasok) akan relevan hanya setelah perusahaan
mengembangkan pembiayaan spontannya.
Semua kelompok mungkin hanya menyimpulkan beberapa tujuan pinjaman tapi yang
benar-benar berdasarkan atas kebutuhan nyata perusahaan. Yang terpenting bukan
jumlah tujuan pinjaman yang berhasil diidentifikasi, melainkan alasan untuk
mengajukan permohonan pinjaman. Masing-masing kelompok harus membedakan
antara pinjaman jangka-pendek dengan pinjaman jangka-panjang.

272

Kode
EN-3.4-AG2
Topik 3.4.3
Tugas
Kelompok 2/4
Tujuan:

Mengapa bisnis memerlukan pendanaan

Tujuan pinjaman setelah periode


pembukaan bisnis

Minggu 13

Mahasiswa mampu memprakirakan kebutuhan pendanaan di masa


mendatang dan mengidentifikasi tujuan pinjaman yang mungkin setelah
periode pembukaan bisnis.

Bagi kelas menjadi lima kelompok untuk lima kasus bisnis. Pengelompokannya
berbeda dengan pengelompokan pada LU 3.1, LU 3.2 and LU 3.3, misalnya sebagai
berikut:
Kelompok 3: Toko jaket.
Kelompok 4: Pabrik jus jeruk.
Kelompok 5: Bengkel mobil.
Kelompok 1: Percetakan kecil.
Kelompok 2: Sortasi limbah.
Tugas masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:
Mengasumsikan penjualan meningkat sekurang-kurangnya 100%;
Mengidentifikasi perubahan pada rekening-rekening laporan laba rugi dan neraca
dengan peningkatan penjualan itu; dan
Mengidentifikasi tujuan pinjaman yang mungkin.
Bahan referensinya HANDOUT EN-3.4-HO1 sampai EN-3.4-HO6.
Waktu latihan kelompok 30 menit, kmudian masing-masing each kelompok harus
mempresentasikan tujuan pinjaman yang mungkin dan diklasifikasikan ke dalam
pinjaman jangka-pendek dan pinjaman jangka-panjang.
Waktu presentasi untuk masing-masing kelompok 5 10 menit.
Masing-masing mahasiswa harus membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya
kasus kelompoknya sendiri.

273

Kode
EN-3.4-TN7
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.4
Minggu 13
Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman
Mahasiswa mampu mempersipkan permohonan pinjaman.

Langkah-langkah

Waktu

Pada sesi sebelumnya, mahasiswa telah belajar


mengidentifikasi tujuan pinjaman atas dasar kebutuhan
nyata perusahaan. Mahasiswa mungkin sudah tahu
seberapa jauh bank bisa membantu bisnis baru.

Metode

Bahan

15 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau
flipchart

30 Kuliah

Papan tulis
atau
flipchart

Tanya mahasiswa:
Seberapa jauh bank bisa membantu bisnis baru Anda?
Tulis jawaban mahasiswa pada papan tulis atau flipchart,
minta mereka mengembangkan dan menyimpan daftar
itu untuk tugas kelompok pada Minggu 14.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Perkenalkan bagaimana bank menilai permohonan
pinjaman. Diskusinya meliputi tiga bagian, yaitu

ciri-ciri pokok pinjaman bank, pergunakan


TRANSPARAN EN-3.4-TR13, juga sebagai referensi
untuk mengembangkan daftar pertanyaan (lihat sesi
sebelumnya di atas).

pendekatan pengukuran risiko, pergunakan


TRANSPARAN EN-3.4-TR14 sampai EN-3.4-TR18,
dengan masing-masing TRANSPARAN diawali
dengan pertanyaan untuk menciptakan pembelajaran
interaktif.

metode pengukuran risiko, pergunakan


TRANSPARAN EN-3.4-TR19 sampai EN-3.4-TR23.

EN-3.4-TR13
EN-3.4-TR14
EN-3.4-TR15
EN-3.4-TR16
EN-3.4-TR17
EN-3.4-TR18
EN-3.4-TR19
EN-3.4-TR20
EN-3.4-TR21
EN-3.4-TR22
EN-3.4-TR23
EN-3.4-HO7

Bagikan handout EN-3.4-HO7.


Bagikan EN-3.4-AG3.
Beri kesempatan mahasiswa mengerjakan studi kasus
dengan mengikuti petunjuknya. Berikan solusi setelah
mereka melakukan upaya memecahkan masalah.

1 jam 00 Studi
kasus

EN-3.4-AG3

Lihat Solusi Latihan Kelompok berikut ini untuk Kunci


Jawaban kedua kasus.
Simpulkan secara interaktif bahwa aspek terpenting
kewirausahaan adalah mengambil risiko atas dana
sendiri, terutama dalam menyediakan modal awal. Juga
setelah bisnis tumbuh, penting artinya seorang
wirausahawan memupuk laba ditahan, dengan
mengurangi dan/atau menunda penarikan laba.
Lihat Konsep & teori berikut ini.
Jumlah

274

Papan tulis
atau
flipchart

1 jam 45

Konsep & teori


Dengan azas kehati-hatian, bank cenderung melakukan investasi pada orang-orang
yang mereka kenal dengan baik. Di antara orang-orang yang dikenal dengan baik oleh
bank adalah nasabah tabungan dan deposan bank itu sendiri. Setelah bank melihat
rekening yang aktif, bank mungkin menawarkan pinjaman kepada pelanggan, atau
sekurang-kurangnya bank akan lebih mengutamakan mereka daripada pemohon
pinjaman yang tidak memiliki rekening di bank itu.
Pembuka bisnis baru mungkin pertama kali perlu mengetahui persyaratan membuka
rekening tabungan dan deposito di bank. Sesudah itu mereka perlu mengetahui apakah
bank bisa memberikan pinjaman kepada bisnis baru, dan berapa lama bisnis harus
beroperasi sebelum bisa mengajukan permohonan pinjaman. Untuk Usaha Kecil dan
Menengah (UKM), bank biasanya menawarkan paket pinjaman dengan persyaratan
standar mengenai jumlah pinjaman, jangka waktu kredit, jadual pengembalian, bunga,
biaya transaksi, agunan serta persyaratan lain seperti kelengkapan, pengalaman bisnis
minimum, dan sektor atau sub sektor bisnis (perdagangan, manufaktur, jasa,
pertanian), serta skala perusahaan (nilai aktiva, pendapatan) yang diperkenankan.
Mahasiswa harus mengembangkan dan menyimpan daftar tersebut untuk tugas
kelompok pada Minggu 14, di mana mahasiswa harus menyiapkan suatu daftar
pertanyaan untuk mewawancarai seorang pejabat bank. Kemudian mahasiswa juga
harus memprakirakan kebutuhan pendanaan untuk ide bisnis terpilih mereka.
Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman diuraikan pada handout EN-3.4-HO7
dan EN-3.4-AG3. Handout ini memuat banyak konsep yang tidak bagi mahasiswa
untuk memahaminya sebelum mereka memasuki dunia bisnis. Mahasiswa dapat
menyimpan handout ini untuk referensi mereka di masa mendatang. Namun dari
handout ini mahasiswa dapat menyimpulkan aspek penting kewirausahaan adalah
mengambil risiko atas dana sendiri, yang secara teknis disebut modal sendiri. Hal ini
terutama menyangkut penyediaan modal awal (start-up capital).
Setelah bisnis tumbuh, bagian dari modal sendiri harus cukup besar untuk memasuki
sel risiko rendah dari matriks pengukuran risiko pinjaman dan peminjam (basic loan
and borrower risk assessment matrix) yang digambarkan pada TRANSPARAN EN-3.4TR15. Modal sendiri tumbuh dengan pemupukan laba ditahan, dengan mengurangi
dan/atau menunda penarikan laba.
Mahasiswa harus diingatkan kembali pada suatu pertanyaan pada awal LU 3.2 (EN3.2-TN1), yaitu Dapatkah wirausahawan mengambil pendapatannya pada akhir bulan
pertama untuk kebutuhan pribadinya?. Jawabannya tidak hanya bergantung kepada
tersedianya kas pada akhir periode sebagaimana ditunjukkan oleh saldo kas akhir pada
proyeksi aliran kas, tetapi juga prakiraan kebutuhan pendanaan setelah bisnis tumbuh.

275

Solusi Latihan kelompok


Kasus 1: TOKO KELONTONG RITA
KUNCI JAWABAN
1)

2)

Anda membuat analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman).


+

Kekuatan:
Penjualan kredit (tidak mungkin di pasar
swalayan), kepribadian menarik Rita,
toko yang terletak di daerah ramai
Peluang:
Banyak pengunjung pasar swalayan
melewati toko itu: Mungkin dengan harga
lebih murah (margin laba lebih kecil)
mereka akan mampir dan beli.

Kelemahan:
Piutang dagang dan persediaan yang
tinggi. Terlalu tinggi % dari laba yang
dipakai untuk kebutuhan keluarga.
Ancaman:
Kemungkinan bahwa pasar swalayan
(juga) akan menurunkan harga untuk
menarik lebih banyak pelanggan.

Tindakan yang perlu diambil untuk menutup kelemahan:


Kekuatan

Peluang

Sistem penjualan kredit (pasar swalayan menjual tunai). Jadi


kebijakan ini perlu diteruskan, tapi piutang dagang jangan
pernah lagi mencapai 1 bulan (30 hari) penjualan.
Kepribadian Rita yang disenangi banyak orang, dia pada
dasarnya dapat menarik banyak pelanggan.
Banyak orang mengunjungi pasar swalayan melewati toko
Rita, yang sebagian kecil dapat menjadi pelanggan Rita, jika
dia menurunkan sedikit harganya.
Dengan mengurangi harga (% marjin laba lebih rendah),
penjualan akan sedikit meningkat. Sehingga laba bersih dalam
Rupiah dapat dipertahankan.

Kelemahan
Piutang dagang tinggi, mencerminkan
penjualan satu bulan (30 hari), jangka
waktu kredit yang panjang.
Persediaan barang-barang tahan
lama adalah investasi non-produktif,
tidak bergerak atau gerakannya
lambat.

Tahun 2006 laba bersih menurut


perhitungan Rp. 60 juta. Namun
penggunaan keluarga (penarikan kas)
jauh lebih tinggi daripada Rp. 144 juta.
Bila laba Rp. 60 juta itu masih ada
mungkin Rita tidak perlu mengajukan
permohonan pinjaman.

Tindakan
Segera menagih sebagian
dari piutang dagang, misalnya
diperoleh Rp. 30 juta.
Segera menjual barang tahan
lama itu dengan harga diskon,
misalnya menghasilkan
tambahan Rp. 15 juta pada
dana dari dalam perusahaan.
Kas segera tersedia
Mengurangi penarikan kas
untuk konsumsi keluarga,
yaitu selama beberapa bulan
dalam tahun 2007. Jumlah
pengurangannya misalnya
Rp. 15 juta.
Jumlah kas tersedia

276

Rp.
30,000,000

15,000,000
45,000,000

15,000,000
60,000,000

3)

Bila Anda seorang bankir, apakah Anda akan menyetujui permohonan pinjaman Rita
sebesar Rp. 65.000.000?:
(1) Sebagai bankir sebaiknya Anda tidak menyetujui permohonan pinjamannya, tetapi
memberikan saran bisnis yang tepat: (i) Pertama, tambahan kas dapat diperoleh Rita
dengan mengurangi kas yang terikat pada piutang dagang, serta persediaan yang
lakunya lambat, (ii) Kedua, tambahan kas lagi bisa dihasilkan dengan mengurangi
penarikan laba oleh keluarga, (iii) Ketiga, rencana peningkatan penjualan sebesar
misalnya 20% (persediaan yang dibeli dengan uang pinjaman) terlalu ambisius
dengan situasi persaingan yang dihadapi Rita.
Dengan demikian Rita sebaiknya memperbaiki manajemen modal kerjanya
(memperpendek daur kas operasinya), dan selanjutnya meningkatkan penjualannya
secara bertahap.
Pinjaman bank sesungguhnya tidak diperlukan. Dengan kata lain, sebaiknya Rita
tidak menempuh cara mudah dengan menjual secara kredit, tapi menahan sebagian
labanya dalam bisnis, untuk membiayai pembelian-pembelian yang diperlukan untuk
pertumbuhan penjualan yang bertahap.
(2) Akan terlalu riskan bagi bank untuk memberikan pinjaman Rp. 65 juta: Bank bisa
menyatakan piutang dagang dan persediaan sebagai agunan. Namun bank tidak
hanya mengutamakan kepentingan bank sendiri, tetapi juga kepentingan nasabah.
Dalam kasus ini, persetujuan atas permohonan pinjaman itu tidak etis dari segi Kode
Etik bank. Sebagai bankir sebaiknya Anda berfungsi sebagai konsultan (konselor)
bisnis. Mungkin suatu saat nanti Rita akan kembali dengan permohonan pinjaman
yang lebih nyata.

277

Kasus 2: MEMBIAYAI PENGAMBIL-ALIHAN PERUSAHAAN


KUNCI JAWABAN
(1) APAKAH BANK BERMINAT MENUTUP KESENJANGAN PEMBIAYAAN ANDA
DENGAN MEMBERIKAN PINJAMAN?
(i) Pada dasarnya bank tidak akan mengatakan tidak setuju, tetapi akan dengan hatihati menilai permohonan Anda: Bank jelas tidak akan langsung menyetujui
permohonan Anda, karena kesenjangan pembiayaan (finance gap) yang ingin Anda
tutup dengan pinjaman adalah 59% dari jumlah neraca Anda! Bank juga tidak akan
langsung menolak permohonan Anda, karena Anda sangat berpengalaman, dan bisnis
Anda adalah bisnis yang berjalan lancar.
(ii) Antara lain bank akan menilai kesenjangan keuangan yang Anda hitung: Apakah
Rp. 144 juta yang Anda proyeksikan realistis? Misalnyta bank akan menghitung
kembali kebutuhan modal kerja Anda sebagai berikut:
Prakirakan penjualan sebelum pengambil-alihan: 360/1,15% = 313,04. Penjualan per
hari = 0,87. Biaya bahan = 313,04 x 0,4 = 125,22. Biaya bahan produk per hari = 0,35

Perkiraan (rekening)
Persediaan
Piutang dagang
Utang dagang
Jumlah

Perhitungan kebutuhan modal kerja:


Proyeksi
Perhitungan ulang
kebutuhan modal
kebutuhan modal kerja
Rp.
Jumlah Jumlah
Per hari
Rp. juta
juta
hari
hari
40
115
90
0,35
31,3
36
41
30
0,87
26,1
30
86
90
0,35
31,3

Penurunan
modal kerja
8,7
9,9
1,3
19,9

PERHITUNGAN KEMBALI KESENJANGAN PEMBIAYAAN:


Kesenjangan pembiayaan semula
Kas hasil dari pengurangan modal kerja:
Pengurangan investasi pada persediaan
Pengurangan investasi pada piutang dagang
Peningkatan utang dagang (investasi pemasok)
Jumlah
Kesenjangan pembiayaan yang dihitung kembali (kotor)
Tambahan pinjaman (dari paman, atau sumber lain non-bank)
Jumlah
Kesenjangan pembiayaan yang dihitung kembali (bersih)

144,0
8,7
9,9
1,3
19,9
10,0
10,0

19,9
124,1
10,0
114,1

Dengan penghitungan kembali itu kesenjangan pembiayaan Anda sekarang 46,7 %


dari jumlah neraca. Dengan kata lain: (i) Anda akan membiayai 46,7% dari jumlah
aktiva dengan pinjaman bank, atau dengan beberapa pinjaman bank, dan (ii) Bank
cenderung tidak ingin memberi Anda pinjaman dengan jumlah di atas 50% dari jumlah
aktiva. Oleh karena itu bank akan mendukung bila Paman Anda menyediakan dana
bukan pinjaman bank misalnya Rp. 10 juta.
278

(2) PENILAIAN RISIKO APAKAH ANDA TERMASUK NASABAH RISIKO RENDAH


ATAU RISIKO TINGGI?
(i) Anda membutuhkan pinjaman Rp. 114,1 juta, yang harus Anda kembalikan dari
aliran kas yang dihasilkan. Ini diproyeksikan Rp. 28,16 juta pada tahun 1 (laba bersih +
penyusutan), dan Rp. 39,74 juta pada tahun 2. (Biaya bunga sudah diperhitungkan
terpisah). Dengan asumsi Anda dapat menggunakan Rp. 15 juta dari aliran kas
tahunan untuk mengembalikan pinjaman, Anda membutuhkan pinjaman jangka
panjang untuk 114.1 : 15 = 7,6 tahun.
(ii) Berdasarkan data di atas, bank menilai Anda sebagai nasabah risiko tinggi: (1)
Pinjaman jangka panjang pada awalnya membiayai 46,7% dari jumlah aktiva Anda, (2)
Meskipun bisnis Anda bukan bisnis baru sudah berjalan, hasil pengambil-alihan
Anda (Basuki) adalah baru sebagai pemilik dan sebagai wirausahawan, dan (3) Anda
juga baru sebagai nasabah baru.
(3) DAPATKAH DIBUAT SUATU PAKET PINJAMAN YANG MENJADIKAN ANDA
NASABAH RISIKO MODERAT?
(i) Neraca Anda menunjukkan bahwa Ansa membeli tanah dan bengkel, senilai Rp. 96
juta. Aktiva ini dapat dibiayai dengan misalnya pinjaman jangka-panjang 20-tahun,
sebesar Rp. 80 juta. Tanah dan bengkel itu kemudian dijadikan agunan untuk pinjaman
jangka-panjang itu. Selanjutnya Anda hanya membutuhkan aliran kas rata-rata Rp. 4
juta per tahun, untuk mngembalikan pinjaman itu selama 20 tahun (dengan biaya
bunga atas saldo pinjaman yang menurun).
(ii) Dengan pinjaman jangka-panjang itu, Anda masih memerlukan pinjaman komersial
sebesar Rp. 34,1 juta (114,1 80), untuk melakukan pengambil-alihan bisnis. Bank
seharusnya bersedia memberi Anda pinjaman tambahan, karena besarnya hanya
sekitar 28% dari oerhitungan kembali nilai peralatan + persediaan + piutang dagang,
yaitu aktiva yang akan dijadikan agunan pinjaman komersial itu; (64+40+36
(8,7+9,9)) = 121,1 34,1 = 28% dari 121,1). Mungkin bank menghendaki Anda
mengembalikan pinjaman ini selama 3 tahun, yang berarti Anda membutuhkan aliran
kas per tahun Rp. 11,4 juta. Hal ini seharusnya bisa.
Dengan paket pinjaman ini, Anda (Basuki) telah beralih dari nasabah risiko tinggi
menjadi nasabah risiko moderat; dengan memilah kebutuhan pinjaman Anda menjadi
pinjaman jangka-panjang dan pinjaman komersial berjangka-menengah.
Dalam hal ini juga, seperti halnya pada kasus Toko Kelontong Rita, bankir tidak hanya
berfungsi sebagai bankir murni, tetapi juga sebagai konselor bisnis.

279

Code
EN-3.4-TR13
Topik 3.4.4
Transparan
13/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Ciri-ciri pokok pinjaman


bank

Minggu 13

Ciri-ciri pokok pinjaman bank meliputi:


(1) jumlah pinjaman,
(2) jangka waktu pinjaman (jangka pendek dan
jangka panjang),
(3) jadual pengembalian (angsuran bulanan),
(4) bunga (flat, saldo pinjaman menurun),
(5) biaya transaksi (biaya administrasi, saldo
minimum),
(6) agunan (tanah, kendaraan); and
(7) persyaratan lain seperti
(a) kelengkapan dokumen,
(b) pengalaman bisnis minimum,
(c) sektor atau sub sektor bisnis (perdagangan,
manufaktur, jasa, pertanian) yang
diperkenankan, dan
(d) skala perusahaan (nilai aktiva, pendapatan) yang
diperkenankan.

Meskipun tujuan pinjaman yang disebutkan sesuai,


dan perusahaan memenuhi semua persyaratan di
atas tidak langsung berarti pemohon pinjaman akan
memperoleh pinjaman dari bank.

280

Kode
EN-3.4-TR14
Topik 3.4.4
Transparan
14/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Informasi penting untuk


penilaian pinjaman

Minggu 13

Umumnya bank perlu mengetahui hal-hal berikut ini:


Tujuan pinjaman: Apa yang akan diperbuat
dengan uang pinjaman;
Alamat perusahaan dan jenis badan hukum;
Data pokok keuangan bisnis dan indikator kinerja;
trend terakhir dan sasaran;
Prospek pasar; dan
Kompetensi pemilik dan manajer perusahaan.
Pemohon pinjaman harus
memperoleh informasi di atas.

281

membantu

bank

Kode
EN-3.4-TR15
Topik 3.4.4
Transparan
15/24

Peminjam/
pinjaman

Jenis
Bisnis

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Basic loan and borrower risk


assessment matrix
Peminjam
pertama/
baru

Jenis
Pinjaman

Minggu 13

Peminjam
ulang

Pinjaman
jangkaBisnis yang
pendek
sudah
Pinjaman
berjalan
jangkapanjang
Pinjaman
jangkapendek
Bisnis baru
Pinjaman
jangkapanjang

Sel mana untuk pinjaman dengan risiko terendah?


Sel mana untuk pinjaman risiko tertinggi?

282

Kode
EN-3.4-TR16
Topik 3.4.4
Transparan
16/24

Peminjam/
pinjaman

Jenis
Bisnis

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Pinjaman risiko terendah dan


risiko tertinggi
Peminjam
pertama/
baru

Jenis
Pinjaman

Minggu 13

Peminjam
ulang

Pinjaman
risiko
terendah

Pinjaman
jangkaBisnis yang
pendek
sudah
Pinjaman
berjalan
jangkapanjang
Pinjaman
jangkapendek
Bisnis baru
Pinjaman
jangkapanjang

Pinjaman
risiko
tertinggi

Bagaimana peluang memperoleh pinjaman bank


untuk modal awal?

283

Kode
EN-3.4-TR17
Topik 3.4.4
Transparan
17/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Logika dalam penilaian risiko

Minggu 13

Logika bankir dalam penilaian risiko:


(1) Pinjaman jangka-pendek kepada peminjam
yang sudah dikenal baik oleh bank (pernah
meminjam
sebelumnya),
dan
yang
mengoperasikan bisnis yang sudah berjalan
(bukan bisnis baru) merupakan pinjaman yang
(jauh) lebih aman daripada pinjaman jangkapanjang kepada seseorang yang belum pernah
meminjam, dan yang menggunakan pinjaman
untuk membuka bisnis baru.
(2) Penilaian pinjaman menyangkut penggunaan
metode-metode penilaian (5C, 7M, 5P yang
diuraikan di bawah), tapi juga menyangkut
kepercayaan. Bank jelas lebih mudah
mempercayai
orang-orang
yang
pernah
bekerjasama dengan bank sebelumnya (dan
sukses) daripada orang-orang yang belum
pernah bekerjasama dengan bank.

284

Kode
EN-3.4-TR18
Topik 3.4.4
Transparan
18/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Peluang bisnis baru memperoleh


pinjaman bank

Minggu 13

Peluang bisnis baru memperoleh pinjaman bank bergantung


kepada hal-hal berikut ini:
(1)

Berapa jumlah modal sendiri yang dipertaruhkan oleh


pembuka bisnis sendiri? Jika jumlahnya hanya sedikit
dibandingkan dengan pinjaman yang diminta, maka
pinjaman jelas merupakan pinjaman risiko tinggi.

(2)

Seberapa jauh dapat dipastikan bahwa bisnis baru itu akan


memperoleh pesanan-pesanan pertamanya, yang segera
menghasilkan aliran kas untuk membayar pinjaman? Bukti
kuat akan adanya pesanan-pesanan pertama, dan/atau
pesanan-pesanan pertama berasal dari bisnis-bisnis yang
juga nasabah bank akan membuat pinjaman lebih rendah
risikonya.

(3)

Bagaimana startegi bank? Apakah bank secara aktif


mencari nasabah pinjaman kecil baru, dengan harapan
bahwa nasabah yang kecil sekarang akan menjadi nasabah
besar di masa mendatang? Bila demikian bank lebih
bersungguh-sungguh dalam menilai permohonan pinjaman.

(4)

Adakah tersedia fasilitas kuangan lainnya?


(a)

Adakah tersedia sistem penjaminan pinjaman (Loan


Guarantee System)?

(b)

Adakah perusahaan modal ventura (di mana bank


memiliki saham)? Jika perusahaan semacam ini ada,
bank akan cenderung menyarankan penyertaan modal
oleh perusahaan modal ventura itu.

285

Kode
EN-3.4-TR19
Topik 3.4.4
Transparan
19/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Metode 5 C

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Tiga metode penilaian risiko


pinjaman

Metode 7 M

Minggu 13

Metode 5 P

Tujuh bidang risiko perusahaan


Prospek pasar produk yang dijual: Permintaan
meningkat? Persaingan semakin ketat?
Tingkat penjualan sekarang: Marjin labanya
normal?
Kapasitas
produksi
termanfaatkan
sepenuhnya?
Rantai distribusi: Rantainya panjang? Langsung ke
konsumen akhir?
Faktor-faktor produksi: Mudah diperoleh? Mutunya
memadai?
Teknologi dan proses produksi: Rumit atau
sederhana? Suku cadang mudah diperoleh?
Dampak lingkungan?
Manajemen: Kompetensi mereka? Komitmen
mereka? Integritas mereka?
Tahap perkembangan perusahaan: Perusahaan
baru dibuka? Perusahaan muda dengan catatan
kinerja yang baik? Perusahaan sudah mapan dan
matang?

Dengan ketiga metode itu bank ingin memperjelas dan


mengkuantifikasikan risiko bahwa perusahaan tidak
mampu:
(i) membayar bunga,
(ii) mengembalikan pokok pinjaman; dan
(iii) membayar tepat pada waktunya.
286

Kode
EN-3.4-TR20
Topik 3.4.4
Transparan
20/24

5C
Collateral
(agunan)
Condition
(kondisi)

Cash flow
(aliran kas)
Character
(karakter)
Capital
(modal)

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Metode 5C

Minggu 13

Uraian faktor risiko


Agunan apa yang tersedia? Berapa harga
bila agunan terpaksa dijual (forced-sale
value)?
Kondisi perekonomian umumnya, dan di
sektor ekonomi perusahaan khususnya;
stabil, pasarnya berkembang atau
menyusut?, persaingan semakin ketat atau
bagaimana?
Bagaimana aliran kas sekarang sebelum
adanya pinjaman? Bagaimana proyeksi
aliran kas dengan adanya pinjaman?
Karakter wirausahawan/pemilik UKM: Kuat
komitemen pada tujuan perusahaan?
Semangat kewirausahaannya? Reputasinya
dalam jaringan?
Berapa modal sendiri dalam % dari jumlah
dana pada neraca? Tanpa pinjaman, dan
dengan pinjaman?

Tiga pertanyaan:
(a)
(b)
(c)

Apakah daftar 5C itu lengkap? Perlukah ditambah dengan C


lainnya?
Bagaimana dengan urutan C itu? Apakah urutan di atas
sesuai untuk penilaian pinjaman UKM?
Seberapa penting C untuk agunan (Collateral)?

287

Kode
EN-3.4-TR21
Topik 3.4.4
Transparan
21/24

7M
Management
(manajemen)
Manpower
(tenaga
kerja)
Market
(pasar)

Material
(bahan)
Money
(uang)

Machinery
(mesin)

Method
(metode)

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Metode 7M

Minggu 13

Uraian faktor risiko


Kompetensi, komitmen, usia
Kompetensi (keterampilan, sikap, pengetahuan),
tenaga kerja wanita dalam posisi staf puncak?
Usia tenaga kerja kunci.
Apakah pasarnya meningkat, stabil atau
menurun? Dapatkah permintaan dipertahankan
hanya dengan harga terendah? Apakah
beberapa pembeli cukup dominan, atau
konsentrasi pembelinya rendah?
Apakah input yang dibutuhkan mudah diperoleh?
Apakah mutu dan harganya sering berfluktuasi?
Bagaimana kinerja keuangan selama 2-3 tahun
terakhir (misalnya EBIT dan EAT dalam % dai
jumlah aktiva)? Bagaimana indikator-indikator ini
diproyeksikan dalam kondisi dengan pinjaman?
Bagaimana Debt Service Capacity perusahaan?
Apakah aliran kasnya cukup untuk
mengembalikan pinjaman ini dan sisa pinjaman
sebelumnya?
Apakah teknologi kuncinya cepat berubah, atau
bagaimana? Apakah pasok sukucadang bisa
diandalkan? Apakah mesin terawat baik, atau
membutuhkan pemeliharaan besar dalam waktu
secepatnya?
Apakah ada SOP (standard operational
procedure) dan diikuti? Adakah sistem sumber
daya manusia yang spesifik? Apakah
perusahaan memiliki sertifikasi ISO? Jika tidak,
mengapa tidak?

288

Kode
EN-3.4-TR22
Topik 3.4.4
Transparan
22/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Metode penilaian risiko 5P

5P
People
(sumberdaya
manusia)

Minggu 13

Uraian faktor risiko


Bagaimana sumberdaya manusia dalam
perusahaan?: Kemampuan?, Berapa lama
tenaga kunci berada dalam perusahaan?
Usia pemilik dan tenaga kunci? Apakah
kebijakan pengembangan sumberdaya
manusia dilaksanakan?
Purpose
Apakah tujuan pinjaman yang disebutkan
(tujuan
memiliki risiko tinggi atau risiko rendah?
pinjaman)
Apakah ada risiko pinjaman tidak dipakai
sesuai tujuan yang disebutkan?
Payment
Apakah kemungkinan aliran kas yang
(pembayaran) dihasilkan tidak tersedia tepat waktu untuk
membayar bunga dan angsuran (untuk
melunasi utang)? Apakah proyeksi aliran
kasnya realistis dan bisa dicapai?
Protection
Apakah perusahaan telah
(perlindungan) mengasuransikan semua risiko yang bisa
diasuransikan? Apakah agunan kongkrit
yang dimiliki mencukupi, sebagaimana
dinyatakan dalam nilai penjualan paksa?
Perspectives Bagaimana prospek pasar produk?: Pasar
(prospek)
berkembang?, Kejenuhan pasar, dengan
persaingan harga dan mutu yang ketat?

289

Kode
EN-3.4-TR23
Topik 3.4.4
Transparan
23/24

Bagaimana bank menilai permohonan pinjaman

Persyaratan pinjaman 3P

Minggu 13

Ada bank yang secara spesifik berfokus pada 3P:


Permohonan pinjaman ditolak bila perusahaan tidak
mematuhi 3P itu.
People
(sumberdaya
manusia)
Mengapa? Lihat di
atas: Hanya
manusia yang
membuat segala
sesuatu terjadi.
Selanjutnya, tidak
diberikan
pinjaman: Jika (i)
perusahaan
mempekerjakan
anak-anak, (ii)
membayar di
bawah ketentuan
upah minimum.

Planet (lingkungan)

Profit (laba)

Perilaku
perusahaan harus
bertanggungjawab,
kalau tidak
permohonan
ditolak: Apakah
produknya aman,
untuk tujuan
damai? Apakah
perusahaan
menggunakan
bahan daur ulang?
Menggunakan
energi terbarukan
(renewable
energy)? Sistem
pengolahan air dan
limbah memadai?

Aliran kas
jangka pendek
penting artinya.
Tapi aliran kas
jangka panjang
ditentukan
terutama oleh
laba.

290

Kode
EN-3.4-AG3
Topik 3.4.3
Tugas
Kelompok 3/4
Tujuan:

Pembiayaan eksternal: Bagaimana bank menilai


permohonan pinjaman

Penilaian Permohonan Pinjaman

Minggu 13

Mahasiswa mampu memahami bagaimana bank menilai permohonan


pinjaman.

Bagi kelas menjadi dua kelompok untuk mengerjakan dua kasus.


Kelompok 1: Toko Kelontong Rita.
Kelompok 2: Membiayai pengambil-alihan perusahaan.
Tugas masing-masing kelompok adalah mengerjakan dengan mengikuti petunjukpetunjuk pada kasus.
Bahan referensinya HANDOUT EN-3.4-HO1 sampai EN-3.4-HO7.
Waktu untuk latihan kelompok 30 - 45 menit, kemudian kedua kelompok
mempresentasikan solusi studi kasusnya masing-masing.
Waktu presentasi masing-masing kelompok 5 10 menit.
Masing-masing mahasiswa membuat catatan untuk semua kasus, tidak hanya kasus
kelompoknya sendiri.

291

Kasus 1: TOKO KELONTONG RITA


Andaikan Anda sebagai mahasiswa politeknik bekerja pada bagian pinjaman UKM di
sebuah bank. Anda menerima permohonan pinjaman dari Rita Handayani, yang memiliki
dan menjalankan sebuah toko kelontong kecil, dan Anda harus menilai permohonannya.
Rita menjual barang-barang konsumen. Tokonya berlokasi di daerah perkotaan yang
padat penduduknya. Sebuah pasar swalayan dibuka dua tahun yang lalu di jalan utama
daerah itu. Rita melihat pasar swalayan itu telah menyedot sebagian dari nasabah dan
nesabah potensialnya. Orang pergi ke pasar swalayan untuk rekreasi dan melihat-lihat
saja, tapi sebagian sudah mulai berbelanja. Dia merasa dia harus berbuat sesuatu, sebab
pendapatan tokonya merupakan sumbangan besar pada pendapatan keluarganya.
Dia merasa perlu mengambil pinjaman bank: Untuk membeli persediaan agar bisa
menawarkan barang yang lebih lengkap kepada pelanggan, dan untuk membuat tokonya
lebih menarik. Dengan berbuat demikian, dia berharap dapat meningkatkan penjualannya
20% pada akhir tahun depan. Ini sasaran utamanya. Dia memprakirakan kebutuhan
pinjaman Rp. 65.000.000. Rita membuka toko itu beberapa tahun yang lalu dengan modal
sendiri ditambah pinjaman dari teman-temannya. Sekarang, akhir 2006, semua pinjaman
sudah dikembalikan. Sehingga seluruh modal toko adalah modalnya sendiri..
Untuk penilaian pinjaman, Rita menyediakan kebutuhan informasi Anda, dan Anda bisa
menyusun laporan berikut ini:
Laporan laba-rugi, 2006
Penjualan

Rp. juta
1.200

Neraca, 31.12.2006
Kas

Rp. juta
16

Pembelian barang dagangan

960

Piutang dagang

Nilai tambah

240

Persediaan:

Biaya-biaya

36

Barang laku keras

70

Laba operasional

204

Barang laku lambat

20

Laba untuk pendapatan keluarga

144

Peralatan

Laba bersih

60

Toko/bangunan
Jumlah aktiva
Modal sendiri

100

6
88
300
100%

Sebagai bankir Anda memperlihatkan laporan itu kepada Rita. Dia menyetujui, meskipun
dia sendiri belum pernah membuat laporan laba-rugi dan neraca. Tetapi dari
pengalaman dia tahu bahwa laporan itu memberi gambaran yang tepat mengenai
bisnisnya.
Pertanyaan/tugas:
1) Dari informasi di atas (hasil diskusi dengan Rita), tentukan kekuatan dan kelemahan
serta peluang dan anacaman-anacamannya.
2) Tindakan-tindakan apa yang diperlukan untuk mengurangi kelemahannya.
3) Sebagai bankir, apakah Anda dapat menyetujui permohonan pinjamannya Rp.
65.000.000 itu.

292

Kasus 2: MEMBIAYAI PENGAMBIL-ALIHAN PERUSAHAAN


Andaikan Anda sebagai mahasiswa sedang mengajukan permohonan pinjaman, untuk
mengambil-alih perusahaan dari paman Anda. Sekarang coba bayangkan bagaimana
bank menilai permohonan pinjaman Anda.
Anda adalah Basuki, seorang pengawas produksi yang berpengalaman, berusia tiga
puluh sembilan tahun. Anda bekerja sebagai pengawas, dan kemudian sebagai
intrapreneur/kordinator bengkel di sebuah perusahaan manufaktur yang memasok
produk logam ke industri pertanian. Di samping itu, pada hari Sabtu atau petang hari
Anda bekerja di perusahaan paman Anda; lihat di bawah. Dengan demikian Anda
sudah memiliki hubungan luas di pasar industri, bukan pasar konsumen.
Telah lama Anda berpikir untuk memiliki usaha sendiri. Untuk mengantisipasinya, Anda
telah memupuk tabungan sejumlah Rp. 40 juta. Rp. 20 juta tabungan Anda berupa
deposito di bank dan Rp. 20 juta lagi dalam bentuk saham di bengkel reparasi paman
Anda: Selama bertahun-tahun Anda memperoleh saham ini, senilai Rp. 20 juta,
dengan bekerja paruh waktu tanpa dibayar.
Paman Anda ingin pensiun dari usahanya. Karena anak-anak paman tidak berminat
meneruskan usahanya maka paman Anda telah lama berdiskusi dengan Anda
mengenai kemungkinan Anda mengambil-alih bisnisnya. Anda juga berminat, dan
dengan bekerja pada petang hari dan hari Sabtu maka Anda tahu benar seluk-beluk
bisnis paman Anda.
Anda berharap dapat mengambil-alih bisnis itu dengan persyaratan seringan mungkin
dan paman Anda jelas akan menyetujuinya tetapi bibi Anda serta dua orang anaknya
akan berkeberatan dengan persyaratan yang tidak menguntungkan mereka.
Penawaran paman serta bibi Anda dan anak mereka sekarang adalah sebagai berikut:
-

Semua aktiva dinilai sesuai dengan nilai buku pada neraca.


Paman Anda melepaskan bisnisnya dengan utang bunga rendah kepada Anda,
sebesar Rp. 30 juta untuk dikembalikan dalam 10 kali angsuran.
Perusahaan tidak boleh memiliki utang lain pada saat diambil-alih, selain utang
dagang.

(Pada kenyataannya tidak ada pinjaman, karena paman Anda selalu membiayai
usahanya dengan modal sendiri dengan menanamkan kembali laba ditahan.)
Pada dasarnya Anda, Basuki, menyetujui persyaratan ini. Anda sekarang pergi ke
bank, membahas apakah bank dapat menyetujui pinjaman Anda. Seperti halnya paman
Anda, hingga saat Anda belum pernah menerima pinjaman dari bank, tapi sekarang
Anda merasa membutuhkan pinjaman, bila tidak Anda tidak bisa mengambil-alih usaha
paman Anda. Anda sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dengan menyediakan
informasi berikut ini kepada bank:
Tanah dan bangunan bengkel disewa, sehingga tidak tercatat sebagai aktiva pada
neraca paman Anda. Anda tidak suka tergantung kepada pemilik tanah dan Anda tahu
bahwa pemilik tanah ingin menjual tanah dan bangunan itu.
293

Paman Anda meninggalkan bisnis hanya dengan piutang dagang dan peralatan pada
sisi aktiva, keduanya dicatat dengan nilai buku. Anda sudah menyusun proyeksi
neraca, yang sudah mencakup tanah dan bangunan yang dibeli, plus persediaan dan
kas cukup untuk menjaga kelancaran bisnis. Proyeksi neraca itu sebagai berikut:
Neraca Usaha Basuki awal Tahun 1 (Tahun depan)
(Rp. juta)
Tanah dan bengkel
Peralatan
Persediaan
Piutang dagang
Kas dan bank
Jumlah aktiva

96
64
40
36
8
244

Modal sendiri
Pinjaman Paman
Utang dagang

40
30
30

Kesejangan keuangan/pinjaman
Jumlah kewajiban

144
244

Anda juga membuat proyeksi keuangan, atas dasar asumsi yang kuat bahwa mulai
tahun depan penjualan akan meningkat 15% per tahun. Proyeksi laporan laba-rugi
yang Anda buat untuk 2 tahun mendatang adalah sebagai berikut:
Proyeksi laporan laba-rugi
Penjualan Nominal (tidak termasuk PPn)
Pembelian bahan/suku cadang
Gaji 2 karyawan
Biaya umum
Penyusutan (bangunan dan peralatan)
Bunga untuk kesenjangan keuangan
Pendapatan pribadi (untuk Anda, Basuki)
Pendapatan bisnis
Pajak perseroan 40%
Laba bersih

Tahun 1
360,00
144,00
216,00
80,00
136,00
10,00
126,00
8,00
118,00
14,40
103,60
70,00
33,60
13,44
20,16

(Rp. juta)
Tahun 2
414,00
165,60
248,40
83,00
165,40
11,00
154,40
8,00
146,40
13,50
132,90
80,00
52,90
21,16
31,74

Di samping itu Anda menjelaskan kepada bankir bahwa bisnis sejenis


mempertahankan persediaan suku cadang cukup untuk penjualan 3 bulan, piutang
dagang penjualan 1 bulan dan utang dagang juga untuk penjualan 3 bulan.
Pertanyaan yang Anda ajukan kepada bankir adalah: Biasakah saya memperoleh
pinjaman Rp. 144 juta?
(1)
Apakah bank berminat menutup kesenjangan keuangan dengan menyetujui
permohonan pinjaman Anda?
(2)
Apakah bank akan menilai Anda sebagai nasabah risiko tinggi atau risiko
rendah?
(3)
Bisakah dirancang suatu Paket Pinjaman yang bisa membuat Anda nasabah
risiko sedang (moderate-risk)?
294

Kode
EN-3.4-AG4
Topik 3.3.5
Tugas Kelompok
4/4
Tujuan:

Pembiayaan eksternal: Bagaimana bank


menilai permohonan pinjaman

Rencana pendanaan untuk ide bisnis


terpilih

Minggu 14
15

Mahasiswa memahami apa yang bisa dilakukan bank untuk bisnis baru
dan mampu mengidentifikasi kemungkinan tujuan pinjaman (loan
purpose) untuk ide bisnis terpilih mereka.

Pada Unit Pembelajaran 3.1, 3.2, dan 3.3 masing-masing kelompok telah menghitung
biaya produk, menghitung modalawal, membuat proyek keuangan dan
memperhitungkan aspek hukum dan tanggungjawab sosial berikut konsekuensi biaya
dan pendanaannya pada ide bisnis terpilih mereka. Hal ini berarti masing-masing
kelompok telah menghitung kemampulabaan (profitability) bisnis dan seluruh dana
yang diperlukan untuk membuka bisnis.
Pada Unit Pembelajaran 3.4, mahasiswa mempelajari apa yang bisa dilakukan bank
untuk perusahaan baru dan bagaimana bank menilai permohonan pinjaman. Masingmasing kelompok harus mencek (mencek ulang) apakah bank setempat memberikan
jasa yang diperlukan. Atas dasar informasi ini maka masing-masing kelompok dapat
membuat proyeksi keuangan untuk ide bisnis terpilih mereka dengan mengidentifikasi
tujuan pinjaman (loan purpose) yang potensial.
Minggu 14:
Mahasiswa melakukan dua tugas berikut ini:
(1)

Kelas (bersama-sama dengan kelas-kelas lainnya) mengudang seorang


pejabat bank sebagai pembicara tamu di auditorium sekolah untuk
menjelaskan jasa-jasa apa yang bisa diberikan banknya untuk membuka bisnis
baru. Masing-masing kelompok harus menyiapkan pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan kepada pembicara tamu. Waktu untuk penjelasan pembicara
tamu termasuk tanya-jawab sekitar 2 (dua) jam.

(2)

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pembicara tamu, masing-masing


kelompok mengidentifikasi tujuan pinjaman yang potensial setelah ide bisnis
terpilih berkembang dan tumbuh di masa mendatang. Waktu untuk diskusi
kelompok sekitar 2 (dua) jam.

Minggu 15:
Masing-masing kelompok menyiapkan presentasi untuk Minggu 15 (2 jam). Waktu
presentasi maksimum 15 menit per kelompok. Pokok-pokok yang dipresentasikan
pada flipchart:

Informasi penting yang dipelajari dari pembicara tamu; dan

Tujuan pinjaman yang potensial untuk ide bisnis terpilih masing-masing


kelompok.

Bahan presentasi dan alat peraga harus sudah siap ketika mahasiswa memasuki
kelas.

295

Kode
EN-3.4-TN8
Tujuan:

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran Unit 3.4
Pembiayaan Eksternal: Bagaimana Lembaga
Minggu 15
Keuangan Menilai Permohonan Pinjaman
Merangkum berbagai pelajaran penting mengenai pembiayaan
bank.

Langkah-langkah

Waktu

Tanya mahasiswa:
Kecil kemungkinan bisnis baru memperoleh
pinjaman bank untuk modal awalnya. Meskipun
demikian, apa perlunya bisnis baru menjadi
nasabah bank mulai awal pembukaannya?

Metode

Bahan

30 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart

1h00 Diskusi
terbuka

Papan tulis
atau flipchart

Tulis pokok-pokok jawaban mahasiswa pada


papan tulis atau flipchart dan bahas secara
singkat.
Simpulkan dengan cara interaktif bahwa bisnis
baru perlu dikenal bank melalui pembukaan
rekening tabungan dan deposito pada bank
sebelum bisnis baru bisa memperoleh pinjaman
dari bank.
Tayangkan TRANSPARAN EN-3.4-24 dan
tanya mahasiswa:

EN-3.4-24

Dapatkan wirausahawan menarik laba pada


akhir bulan pertama untuk keperluan pribadi?
Jawaban mahasiswa sekarang tidak hanya
bergantung kepada saldo kas akhir tetapi juga
pada proyeksi pendanaan setelah bisnis
tumbuh dan berkembang. Wirausahawan
seharusnya tidak menarik seluruh laba
perusahaan meskipun dia bisa melakukannya
dengan saldo kas akhir yang positif. Akumulasi
laba ditahan harus menjadi pertimbangan lain
dalam menarik laba dari bisnis.
Simpulkan dengan cara interaktif bahwa untuk
mengantisipasi kebutuhan pembiayaan
eksternal (bank) setelah bisnis tumbuh dan
berkembang, penting artinya mempertahankan
agar modal sendiri setiap saat tetap
merupakan bagian yang cukup besar dari
seluruh modal perusahaan.
Jumlah

296

1 jam 30

Kode
EN-3.4-TR24
Topic 3.4.1-5
Transparency
24/24

Pembiayaan Eksternal: Bagaimana Lembaga


Keuangan Menilai Permohonan Pinjaman
Week 13

Akumulasi laba ditahan

Data Keuangan Lima Kasus Bisnis


Bulan Pertama
Toko
Jaket
Laba
Modal investasi
Modal kerja
Modal awal
Saldo kas

5.100
60.000
10.000
70.000
5.700

Pabrik
Jus
Jeruk
5.340

Bengkel
Mobil
4.305

Rp. 000
Perce- Sortasi
takan Limbah
Kecil
6.015

4.100

60.000 51.000 48.000 24.000


12.100 20.470 30.400 21.000
72.100 71.470 78.400 45.000
6.440

2.325

5.915

4.500

Dapatkan wirausahawan menarik laba pada akhir


bulan pertama untuk keperluan pribadi?

297

Unit Pembelajaran
LU 3.5

Menyelesaikan Rencana Bisnis

Daftar Bahan Ajar


EN-3.5-LP
EN-3.5-AG
EN-3.5-TN
EN-3.5-HO

Rencana pelajaran
Tugas kelompok
RENCANA BISNIS
Catatan dosen
Handout

halaman 299
halaman 300 301
halaman 302 332
halaman 333 334
halaman 335 338

298

Rencana Pelajaran
Code
EN-3.5-LP
Kompetensi
Utama
Tujuan Unit
Pembelajaran
Topik

Durasi
12 jam

Learning Unit
Menyelesaikan Rencana Bisnis

Minggu 16-18

Memahami bagaimana menyelesaikan rencana bisnis


Mahasiswa mampu menilai rencana bisnis mereka dan memikirkan langkahlangkah berikutnya sebelum membuka bisnis
T3.5.1. Mengulas studi pasar, rencana pemasaran dan sasaran penjualan
T3.5.2. Menyelesaikan rencana bisnis
T3.5.3. Presentasi kepada komisi teknis, dan umpan balik

Kegiatan

Uraian Kegiatan Secara


Urut
Minggu 16

A3.5.1.

Latihan kelompok

Menyelesaikan rencana
bisnis
Presentasi Rencana Bisnis

Waktu (jam)

EN-3.5-AG

4 jam 00

EN-3.5-AG

4 jam 00

EN-3.5-TN

4 h 00

Di kelas/di luar kelas

Latihan kelompok

Week 18

A3.5.3.

Bahan

Di kelas/di luar kelas

Menyelesaikan rencana
bisnis
Minggu 17

A3.5.2.

Metode

Di kelas

Presentasi

Jumlah waktu
Catatan khusus:

299

12 jam 00

Kode
EN-3.5-AG

Menyelesaikan Rencana Bisnis

Tugas Kelompok
1/2

Mengemas proyek

Minggu
16 & 17

Tujuan: Mahasiswa
Memahami arti penting mengemas proyek dalam menyiapkan rencana bisnis;
Menerapkan aturan dasar laporan teknis yang baik;
Melengkapi rencana bisnis untuk presentasi kepada bankir.
Dalam tugas kelompok ini, mahasiswa menghimpun semua informasi yang telah
dikumpulkan untuk menyusun rencana bisnis. Latihan ini membantu mereka
mengintegrasikan semua informasi yang dikumpulkan dan pelajaran yang diperoleh
dari semua latihan dan menggbungkannya dalam satu laporan. Mereka tidak hanya
membuat laporannya, tetapi juga bahan presentasi kepada bankir.
Setelah pengenalan tugas, bagi kelas menjadi kelompok-lekompok ide bisnis dan
bagikan format Rencana Bisnis.
Dosen menyediakan diri selama pengemasan (waktu mahasiswa mengerjakan rencana
mereka), tapi dosen hanya membimbing mahasiswa dengan memberikan dukungan
logistik (Lihat Petunjuk bimbingan di bawah ini). Dalam proses perencanaan, dosen
mencek hasil kerja mahasiswa dan memberikan umpan balik.
Langkah-langkah
Perkenalkan tugas kelompok ini dengan mengingatkan mahasiswa bahwa mereka telah
mempelajari semua aspek rencana bisnis selama
semester kedua dan ketiga. Semester ini akan
membantu merke mengumpulkan semua
informasi yang dikumpulkan dan dipelajari dari
semua latihan sebelumnya dan memadukan
semua informasi itu dalam satu laporan.
Tugas ini terdiri atas dua bagian: Penyusunan
kemasan proyek dan persiapan bahan untuk
presentasi kepada komite teknis.
Tayangkan lagi format rencana bisnis dalam
TRANSPARAN.

300

Waktu
Metode
30 Kuliah
Diskusi
terbuka

Bahan
Rencana
Bisnis

Langkah-langkah
Mahasiswa mengerjakan rencana bisnis mereka
dalam kelompok (di kelas dan/atau di luar kelas).
Dosen membimbing kelompok satu per satu.
Jika tidak mungkin menyediakan satu dosen
pembimbing per kelompok, dosen harus
menyediakan untuk semua kelompok. Bimbingan
tidak hanya diberikan kepada kelompokkelompok yang meminta saran.
Kelompok boleh meninggalkan kelas untuk
melengkapi informasi yang, tapi sebagian besar
informasi seharusnya sudah ada.
Kegiatan ini harus selesai dalam minggu 16 dan
17, sampai semua kelompok menyelasaikan
tugasnya.
Jumlah waktu

Waktu

Metode

Bahan

7 jam 30 Latihan
kelompok

8 jam 00

Petunjuk bimbingan, rambu-rambu dan larangan-larangan


Sebelum sesi ini, umumkan kepada semua mahasiswa bahwa mereka harus
membawa ke kelas rencana pemasaran, rencana produksi, rencana organisasi dan
manajemen serta rencana keuangan mereka yang dalam sesi ini akan dipadukan.
Ketika membimbing kerja kelompok, dosen harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Jangan menjauhkan mahasiswa dari kesempatan untuk mengambil keputusan
mengenai ide bisnis usulan bisnis mereka;
b) Perlakukan setiap mahasiswa dengan menjaga kerahasiaan mereka dan jangan
membocorkan penemuan satu kelompok kepada kelompok lainnya (jika perlu, bagi
kerahasiaan dengan para anggota kelompok dengan cara yang umum);
c) Fokuskan bantuan
perhitungan;

pada

penjelasan

terminologi,

penyusunan

format

dan

d) Jangan mengerjakan tugas mahasiswa, tapi berikan saran mengerjakan saja;


e) Berikan dukungan logistik kepada mahasiswa ketika menyusun bahan presentasi.

301

Rencana Bisnis

302

RINGKASAN EKSEKUTIF
Rencana bisnis ini adalah proyeksi untuk periode dari

____ / ____ / 20_

sampai

____ / ____ / 20__

Nama perusahaan:
Alamat:

Telpon:

Jenis usaha:

Badan
hukum :

Pabrik pembuat produk-produk berikut ini:

Penyedia jasa-jasa berikut ini:

Pengecer dengan jenis toko sebagai berikut:

Pedagang besar untuk perdagangan sebagai berikut:

Lainnya (jelaskan), dengan bisnis sebagai berikut:

Pemilik:

Kualifikasi dan pengalaman pada Riwayat Hidup terlampir

Sumber modal awal:

Pelanggan:

Staf:

303

Jumlah:

IDE BISNIS

Nama perusahaan:
Jenis bisnis:
Manufaktur Jasa Pengecer Pedagang besar Lainnya:
Perusahaan akan melakukan :

Keterampilan teknis akan berasal dari :


Calon pelanggan :

Perusahaan akan memenuhi kebutuhan pelanggan sebagai berikut :

Perusahaan akan menjual dengan cara sebagai berikut :

Motivasi pribadi saya mempertahankan ide bisnis ini:

304

2.1 RISET PASAR DAN SEGMENTASI PASAR


Segmen
pasar

Identifikasi pelanggan potensial

Kebutuhan dan preferensi pelanggan

305

Analisis pesaing

2.2 RENCANA PEMASARAN


PRODUK
Produk, Jasa atau Kisaran Produk:
1: .

2: .

Spesifikasi:
Mutu
Warna
Ukuran
Kemasan
Sukucadang
Reparasi
.
.
.
.
.
.

306

3: .

4: .

2.3 RENCANA PEMASARAN


HARGA (tidak termasuk PPn)
Produk, Jasa atau Kisaran produk:
1: .

2: .

Pelanggan mau membayar:


Harga pesaing (atau kebijakan harga wajib):

Tertinggi
Terendah

Harga kompetitif sementara:


Harga pokok (dari langkah 8):
Harga jual:
Alasan menetapkan harga jual itu:

307

3: .

4: .

2.4 RENCANA PEMASARAN


DISTRIBUSI
Lokasi:
Status bangunan Sewa Milik saya sendiri Dibangun Lainnya (jelaskan):
Lokasi usaha bisa diuraikan sebagai berikut:

Lokasi dipilih untuk alasan-alasan berikut ini:

Lokasi ini memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut:


Biaya bulanan lokasi adalah:

Biaya-biaya itu meliputi:

Metode distribusi:
Perusahaan akan menjual langsung kepada: Pedagang besar,
Individu,

Pengecer,

Pelanggan internet dan/atau Lainnya (jelaskan):

Cara distribusi dipilih dengan alasan sebagai berikut:

Biaya bulanan tambahan adalah:

Biaya-biaya itu meliputi:

308

transportasi,

2.5 RENCANA PEMASARAN


PROMOSI
Promosi lisan (word of mouth):
Saya akan mempengaruhi desas-desus mengenai bisnis saya sebagai berikut:

Mengiklankan usaha saya:


Saya akan mengiklankan usaha saya sebagai berikut:

JENIS IKLAN

RINCIAN

BIAYA

Promosi penjualan:
Saya akan melakukan promosi penjualan sebagai berikut:

PROMOSI
PENJUALAN
Penjualan Kredit

RINCIAN
Dibayar dalam .. hari:

BIAYA
..(kredit macet)

309

3 RENCANA PENJUALAN BULANAN (tidak termasuk PPn)


Bulan

10

11

Produk / Jasa / Kisaran produk 1: _______________

Harga: _______________

Produk / Jasa / Kisaran produk 2: _______________

Harga: _______________

Produk / Jasa / Kisaran produk 6: _______________

Harga: _______________

Produk / Jasa / Kisaran produk 4: _______________

Harga: _______________

Kuantitas
Nilai penjualan

Kuantitas
Nilai penjualan

Kuantitas
Nilai penjualan

Kuantitas
Nilai penjualan
Jumlah nilai penjualan semua produk (jika jumlahnya lebih dari 4 produk)
Nilai penjualan

Jumlah nilai penjualan semua produk


Nilai penjualan

310

12

JUMLAH

4.1 RENCANA PRODUKSI Produk 1 (tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa
Produk / Jasa 1: _______________
Bulan

10

11

12

JUMLAH

Rencana produksi (berdasarkan rencana penjualan) dalam jumlah unit yang diproduksi atau dipasok
Kuantitas
Pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
1 Jenis bahan =

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
2 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
3 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
4 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
5 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
Jumlah nilai pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
Jumlah

311

4.2 RENCANA PRODUKSI Produk 2 (tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa
Produk / Jasa 2: _______________
Bulan

10

11

12

JUMLAH

Rencana produksi (berdasarkan rencana penjualan) dalam jumlah unit yang diproduksi atau dipasok
Kuantitas
Pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
1 Jenis bahan =

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
2 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
3 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
4 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
5 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
Jumlah nilai pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
Jumlah

312

4.3 RENCANA PRODUKSI Produk 3 (tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa
Produk / Jasa 3: _______________
Bulan

10

11

12

JUMLAH

Rencana produksi (berdasarkan rencana penjualan) dalam jumlah unit yang diproduksi atau dipasok
Kuantitas
Pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
1 Jenis bahan =

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
2 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
3 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
4 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
5 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
Jumlah nilai pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
Jumlah

313

4.4 RENCANA PRODUKSI Produk 4 (tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa
Produk / Jasa 4: _______________
Bulan

10

11

12

JUMLAH

Rencana produksi (berdasarkan rencana penjualan) dalam jumlah unit yang diproduksi atau dipasok
Kuantitas
Pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
1 Jenis bahan =

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas kebutuhan per unit =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
2 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
3 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
4 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
5 Jenis bahan =
Kuantitas
Nilai
Jumlah nilai pembelian bahan baku (sesuai rencana produksi):
Jumlah

314

4.5 RENCANA PRODUKSI Semua produk (tidak termasuk PPn)


Bahan lain
Untuk usaha manufaktur dan jasa
Semua produk dan jasa
Bulan

10

11

12

JUMLAH

Pembelian bahan lain (sesuai rencana produksi semua produk):


1 Jenis bahan =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
2 Jenis bahan =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
3 Jenis bahan =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
4 Jenis bahan =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
5 Jenis bahan =

Harga satuan = . / .

Kuantitas
Nilai
Jumlah nilai pembelian bahan lain (sesuai rencana produksi semua produk):
Jumlah

315

4.6 RENCANA PRODUKSI Semua produk (tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa
Bulan

10

Produk / Jasa 1: _______________ (dari langkah 4.1)


Kuantitas
Nilai
pembelian
Produk / Jasa 2: _______________ (dari langkah 4.2)
Kuantitas
Nilai
pembelian
Produk / Jasa 3: _______________ (dari langkah 4.3)
Kuantitas
Nilai
pembelian
Produk / Jasa 4: _______________ (dari langkah 4.4)
Kuantitas
Nilai
pembelian
Bahan lain (dari langkah 4.5)
Nilai
pembelian
Jumlah Nilai pembelian bahan baku dari semua produk atau jasa
Jumlah

316

11

12

JUMLAH

4.7 RENCANA PEMBELIAN (tidak termasuk PPn)


Untuk pengecer dan pedagang besar
Bulan

10

11

Produk 1: _______________

Unit: _______________

Harga beli/unit: _______________

Produk 2: _______________

Unit: _______________

Harga beli/unit: _______________

Produk 3: _______________

Unit: _______________

Harga beli/unit: _______________

Produk 4: _______________

Unit: _______________

Harga beli/unit: _______________

Kuantitas
Nilai
pembelian

Kuantitas
Nilai
pembelian

Kuantitas
Nilai
pembelian

Kuantitas
Nilai
pembelian
Jumlah nilai pembelian
Jumlah

317

12

JUMLAH

5.1 KEBUTUHAN DAN BIAYA STAF


POSISI

KONTRIBUSI
MAJIKAN

GAJI KOTOR
PER BULAN

KUALIFIKASI

1 Saya: manajer

12 bulan

2
3
4
5
6
7
Kontribusi pemilik untuk dirinya sendiri jika badan hukumnya perusahaan perorangan:
Jumlah biaya gaji (per bulan):

Rekrutmen:
Prosedur rekrutmen staf sebagai berikut:

Biaya rekrutmen staf:

JANGKA
WAKTU
KONTRAK

Biaya meliputi:

318

5.2 STRUKTUR ORGANISASI


Tugas dan tanggungjawab akan dipihal sebagai berikut:

STAF
1 Saya sendiri

POSISI

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

Manajer

2
3
4
5
6
7
Struktur organisasi perusahaan akan tampak sebagai berikut:
MANAJER

319

6.1 LEMBAR PENYUSUTAN 1&2 (Tidak termasuk PPn)


Aktiva 1:

Aktiva 2:

Tanggal pembelian:

Tanggal pembelian:

Biaya pembelian:

Biaya pembelian:

Usia pemakaian: ___ tahun

(Persentase: ___ %)

Penyusutan per
tahun:
Tahun

Penyusutan per
tahun

Usia pemakaian: ___ tahun

(Persentase: ___ %)

Penyusutan per tahun:


Akumulasi
penyusutan

Sisa yang masih


perlu dihapuskan

Tahun

10

10

320

Penyusutan per
tahun

Akumulasi
penyusutan

Sisa yang masih


perlu dihapuskan

6.1 LEMBAR PENYUSUTAN 3&4 (Tidak termasuk PPn)


Aktiva 3:

Aktiva 4:

Tanggal pembelian:

Tanggal pembelian:

Biaya pembelian:

Biaya pembelian:

Usia pemakaian: ___ tahun

(Persentase: ___ %)

Penyusutan per tahun:


Tahun

Penyusutan per
tahun

Usia pemakaian: ___ tahun

(Persentase: ___ %)

Penyusutan per tahun:


Akumulasi
penyusutan

Sisa yang masih


perlu
dihapuskan

Tahun

10

10

321

Penyusutan per
tahun

Akumulasi
penyusutan

Sisa yang masih


perlu dihapuskan

6.2 INVESTASI AND PENYUSUTAN (Tahun pertama)


Kebutuhan investasi (pembukaan bisnis, tanah, bangunan, renovasi, mesin, kendaraan, mebel, dsbnya.)

JENIS INVESTASI

SPESIFIKASI

TANGGAL
PEMBELIAN

BIAYA
PEMBELIAN
(tidak termasuk
PPn)

JUMLAH PPN

1
2
3
4
5
6
7
8
Jumlah setahun:
Rata-rata penyusutan bulanan dalam tahun pertama:

322

PENYUSUTAN
TAHUN
PERTAMA*

7.1 BIAYA-BIAYA BISNIS (tidak termasuk PPn)


Untuk semua produk / Jasa / Kisaran produk
Bulan

Sebelum

10

Biaya-biaya bisnis lain (selain biaya bahan baku, gaji, penyusutan dan modal)

Jumlah

323

11

12

JUMLAH

7.2 RENCANA PENJUALAN DAN BIAYA (tidak termasuk PPn)


Untuk semua produk / Jasa / Kisaran produk
Bulan

Sebelum

10

11

12

JUMLAH

Jumlah nilai penjualan semua produk dan/atau jasa (dari langkah 3) dan subsidi
Nilai penjualan

Subsidi

+
Jumlah nilai pembelian bahan baku dan/atau barang jadi (dari langkah 4.6 or 4.7)

Nilai pembelian

Persediaan awal

Persediaan akhir

Laba kotor

=
Semua biaya lainnya

Gaji

Penyusutan

Biaya lain

Biaya modal

Laba bersih

Sebelum pajak

Pajak atas laba


-

Pajak
Laba bersih

Setelah pajak

324

7.3 CATATAN PPN


Bulan

Sebelum

PPN penjualan

PPN @ _________ %

PPN @ _________ %

PPN @ _________ %

A: PPN YANG DIPUNGUT:

=
PPN pembelian

PPN pembelian

PPN investasi

PPN sewa

PPN listrik

PPN air

PPN jasa

PPN .

PPN .

PPN .

PPN lain

B: PPN YANG DIKLAIM:

=
Dilaporkan pada proyeksi aliran kas

Utang PPn (A > B): A-B


Pengembalian PPN (A < B): B-A

325

10

11

12

7.4 PROYEKSI ALIRAN KAS (termasuk PPN)


Bulan

Sebelum

Kas dari penjualan tuani

Kas dari penjualan kredit

Kas dari semua subsidi

Kas dari pinjaman

Pengembalian PPN

Kas masuk lainnya

A: JUMLAH KAS MASUK:

Kas untuk pembelian

Kas untuk gaji staf

Pemakaian sendiri

Kas untuk pengembalian


pinjaman

Utang PPn

Kas keluar lainnya

B: JUMLAH KAS KELUAR:

KAS AWAL BULAN:

KAS MASUK (A > B): A-B

KAS KELUAR (A < B): B-A

KAS AKHIR BULAN:

326

10

11

12

8 PERHITUNGAN BIAYA PRODUK (Tidak termasuk PPn)


Untuk usaha manufaktur dan jasa dengan lebih dari satu produk
PRODUK 1

Pemilahan biaya tak langsung:

Biaya bahan

100 %

Langsung
=
+
Tak langsung

PRODUK 2

PRODUK 3

PRODUK 4

Langsung
+
Tak langsung

Penyusutan

Tak langsung

Biaya-biaya lain

Tak langsung

Biaya modal

Tak langsung

Biaya karyawan

Jumlah biaya
tahunan

Volume produksi (dalam unit):


Biaya per unit*:

* Dimasukkan ke dalam Rencana Pemasaran Langkah 2.3

327

9.1 KEBUTUHAN MODAL AWAL


MODAL KERJA

INVESTASI

(untuk _____ bulan pertama)


Disusutkan (investasi dari langkah 6.1)

Tidak disusutkan

Biaya pembelian:

Biaya gaji

Peralatan:

Biaya lainnya:

Perizinan:

Biaya modal:

..

..

A: Jumlah modal investasi:

B: Jumlah kebutuhan modal kerja

KEBUTUHAN MODAL AWAL


(A+B)

328

9.2 SUMBER MODAL AWAL


KEBUTUHAN MODAL AWAL

C: KEBUTUHAN MODAL AWAL (dari langkah 9.1):

SUMBER MODAL AWAL


Modal pemilik
Pinjaman dari teman dan famili

Sumber lain:

Sumber lain:

Kebutuhan pinjaman:

D: SUMBER MODAL AWAL:

( C D HARUS NOL )

AGUNAN (jika mengajukan permohonan pinjaman):


1.
2.
3.
4.

329

9.3 NERACA SEDERHANA


Neraca awal (prakiraan untuk ____ / ____ / 20____ )
AKTIVA

KEWAJIBAN DAN MODAL SENDIRI

Investasi +

Modal +

Persediaan +

Subsidi investasi +

Bank +

Pinjaman +

Kas +

Jumlah neraca =

Jumlah neraca =

Neraca akhir (prakiraan untuk ____ / ____ / 20____ )


AKTIVA

Lainnya:

KEWAJIBAN DAN MODAL SENDIRI

Investasi +

Modal +

Penyusutan -

Laba bersih +

Persediaan +

Subsidi investasi +

Nasabah +

Pinjaman +

PPn untuk dilunasi +

Utang PPn +

Bank +

Pemasok +

Kas +

Utang lainnya +

. +

Bank overdraft +

Lainnya:

Jumlah neraca =

+
Jumlah neraca =

Catatan mengenai perubahan neraca:

330

10.1 BADAN HUKUM USAHA


Perusahan akan beroperasi sebagai:

Perusahaan
perorangan

Perkongsian

Bentuk lain:

Alasan memilih badan hukum ini

Pemilik perusahaan:
PEMILIK 1

PEMILIK 2

Nama:

Nama:

Posisi dalam perusahaan:

Posisi dalam perusahaan:

Saham/investasi modal awal:

Saham/investasi modal awal:

PEMILIK 3

PEMILIK 4

Nama:

Nama:

Posisi dalam perusahaan:

Posisi dalam perusahaan:

Saham/investasi modal awal:

Saham/investasi modal awal:

331

10.2 TANGGUNGJAWAB HUKUM


Tahun pembukuan mulai ____ / ____ / 20____

sampai

____ / ____ / 20____

Laporan keuangan diserahkan kepada:

Paling lambat:

Laporan keuangan meliputi:


Pajak-pajak yang berlaku bagi perusahaan:

Peraturan-peraturan yang berlaku bagi karyawan:

Perusahaan memerlukan lisensi dan perizinan sebagai berikut:

Perusahaan akan menutup asuransi sebagai berikut:

Tanggungjawab hukum lainnya:

332

____ / ____ / 20____

Catatan Pengajaran Dosen


Unit Pembelajaran 3.5

Kode
EN-3.5-TN
Tujuan:

Presentasi Rencana Bisnis

Minggu 18

Mahasiswa
Mempresentasikan rencana bisnis mereka kepada suatu komite teknis,
Memperoleh tanggapan dan saran praktis dari bankir lokal untuk
memperbaiki dan mengimplementasikan rencana bisnis mereka.

Presentasi rencana bisnis adalah latihan terakhir penyusunan rencana bisnis. Mahasiswa
mempresentasikan proyek mereka kepada suatu komite yang anggotanya diundang dan
sebelumnya telah diberitahu tujuan dari latihan ini.
Anggota komite bisa meliputi
- Dosen kewirausahaan
- Mahasiswa tahun sebelumnya
- Bankir atau wakil dari lembaga keuangan
- Wirausahawan
- Nara sumber lain.
Karena banyaknya kelompok dari beberapa kelas dalam Politeknik yang akan
mempresentasikan rencana bisnis mereka, semua dosen harus mengkordinasikan tempat
untuk latihan ini. Anggita komite mungkin tidak bisa menghadiri beberapa hari/sesi. Oleh
karena itu, para dosen harus merencanakan dan mengkordinasikan beberapa komite teknis
untuk semua kelas. Kelas-kelas dapat dikelompokkan agar masing-masing komite dapat
mengawasi banyak presentasi kelompok.
Bankir dan anggota komite lain harus diundang jauh-jauh hari. Pada hari sesi mereka harus
datang satu jam lebih awal sebelum sesi dimulai, agar bisa diberi penjelasan singkat. Pada
awal sesi para anggota komite juga perlu memperkenalkan diri dan lembaga yang diwakilinya
kepada para mahasiswa. Presentasi bank atau lembaga keuangan bisa mencakup pengenalan
program pemberian pinjaman.
Presentasi mahasiswa dievaluasi melalui pengamatan dan umpan balik dari bankir.
Langkah-langkah

Waktu

Pendahuluan: pengenalanan anggota


komite kepada mahasiswa.

Metode
15 Kuliah

Jelaskan prosedurnya: masing-masing


kelompok punya 15 menit untuk
mempresentasikan proyek/rencana bisnis
mereka. Setelah presentasi, 15 menit untuk
pertanyaan, tanggapan, saran, dsbnya.

5 Kuliah

Bagikan lembar Evaluasi Rencana Bisnis


(EN-3.5-HO1) kepada anggota komite.
Anggota menerima lembar evaluasi untuk
setiap presentasi.

5 Kuliah

Semua kelompok mempresentasikan


rencana bisnis mereka kepada komite teknis
dan langsung menerima umpan balik.

Bahan

Bergantung
kepada jumlah
presentasi

333

Presentasi

EN-3.5-HO1

Flip chart,
power point atau
lainnya yang dipilih
mahasiswa

Variasi
Di beberapa Politeknik, karena jumlah kelas atau alasan lain, mungkin sulit meyakinkan
nara sumber dari luar seperti bankir untuk berpartisipasi dalam komite teknis.
Dalam hal demikian, Komite hanya bersifat internal Politeknik, meliputi:
-

Diretur Politeknik atau Wakil Direktur


Dosen kewirausahaan
Dosen lain
Mahasiswa kakak-kelas
Mahasiswa dari kelas kewirausaahan lain, untuk membuat presentasi silang
antar kelas.

334

Kode
EN-3.5-HO

Handout
Unit Pembelajaran 3.5

Lembar Evaluasi Rencana Bisnis

HO

Nama mahasiswa: __________________ Proyek: _________________________

Pergunakan sistem penilaian untuk menyatakan respon Anda terhadap faktor-faktor


yang disebutkan pada Nomor 1, 2 dan 3.
1 Negatif

2 Meragukan

4 Sangat memuaskan

5 - Istimewa

3 -Memuaskan

Nilai potensial maksimum 100 point.


Ruang yang disediakan memungkinkan Anda memberikan tanggapan atau saran
tambahan.
1. KELAYAKAN PROYEK (maksimum 35 point)
1.1. Kelayakan pemasaran
___________________________________________________ ( )
1.2. Kelayakan teknis/produksi
__________________________________________________ ( )
1.3. Kelayakan organisasi & manajemen
___________________________________________________ (...)
1.4. Kelayakan keuangan
___________________________________________________ (...)
1.5. Kelayakan pembiayaan
___________________________________________________ (...)
1.6. Kelayakan strategi proyek
___________________________________________________ (...)
1.7. Kelayakan keseluruhan proyek
___________________________________________________ (...)

335

2. KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA (maksimum 45 point)


2.1. Pengenalan proyek
___________________________________________________ (...)
2.2. Pengalaman kewirausahaan/bisnis
___________________________________________________ (...)
2.3. Strategi kewirausahaan
___________________________________________________ (...)
2.4. Keyakinan kewirausahaan
___________________________________________________ (...)
2.5. Keberanian mengambil risiko kewirausahaan
___________________________________________________ (...)
2.6. Kejelasan tujuan/visi
___________________________________________________ (...)
2.7. Posisi keuangan
___________________________________________________ (...)
2.8. Keterampilan negosiasi dan presentasi
___________________________________________________ (...)
2.9. Kompetensi kewirausahaan menyeluruh
___________________________________________________ (...)

336

3. KONTRIBUSI PROYEK KEPADA PEREKONOMIAN (maksimum 20 point)


3.1. Perluasan lapangan kerja
___________________________________________________ (...)
3.2. Kemungkinan ekspor
___________________________________________________ (...)
3.3. Kemungkinan substitusi impor
___________________________________________________ (...)
3.4. Kontribusi lainnya, jelaskan
___________________________________________________ (...)

4. INDIKASI RESPON BANKIR (Beri tanda & jelaskan)


4.1. Sangat mungkin dipertimbangkan
___________________________________________________ (...)
4.2. Mungkin dipertimbangkan
___________________________________________________ (...)
4.3. Berminat mempertimbangkan tapi rencana bisnis perlu revisi dalam hal:
___________________________________________________ (...)
4.4. Tidak beminat karena alasan:
___________________________________________________ (...)

337

5. TANGGAPAN LAIN DAN REKOMENDASI


____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________

________________________
(Tandatangan Penilai)

_____________
(Tanggal)

338