Anda di halaman 1dari 7

JURNAL MIKROBIOLOGI ( STERILISASI )

20.46

Urief Maulana
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sterilisasi adalah suatu usaha untuk membebaskan alat-alat atau bahan dari segala bentuk
kontaminasi dari mikroba. Proses sterilisasi alat dan medium dalam kegiatan praktikum atau
penanganan sampel mikroba sangat dibutuhkan sterilisasi. Apabila teknik sterilisasi tidak
diterapkan maka hasil yang dicapai tidak maksimal dan menimbulkan berbagai kontaminasi baik
dari alat maupun media tumbuh mikroba (Dwidjoseputro, 1994).
Sterilisasi alat gelas dan metal dapat dilakukan dengan pemanasan melalui oven.
Agar terbebas dari bakteri yang resisten dan partikel spora, pemanasan harus dapat dilakukan
terus menerus dalam waktu yang panjang. Perlu diketahui sumber kontaminan juga sangat
mempengaruhi hal tersebut, dalam satu genus bakteri ketahanan terhadap panasnya pun berbeda.
Seandainya kontaminasi terjadi sangat parah dan sering terjadi maka disarankan semua peralatan
dan botol kultur disterilisasi pada suhu 160-180 oC selama 3 hari dan ruang transfer, ruang kultur
juga dibersihkan dan disterilisasi kembali. Lalu alat di autoclaf dengan suhu 121OC selama 1
jam. Sinar UV digunakan untuk sterilisasi ruangan (Santoso, 2002).
Alat yang akan digunakan dalam suatu penenlitian atau praktikum harus disterilisasi
terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan atau peralatan tersebut dari semua bentuk
kehidupan. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat
pada suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas
(pemijaran dan udara panas), penyaringan, dan penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asam
perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Hadiotoetomo, 1993).
Pada teknologi bioproses, alat-alat fermentasi, pipa, dan alat penunjang serta nutrient dan
substrat harus disterilisasi terlebih dahulu. Sterilisasi adalah proses panas untuk mematikan
semua mikroba dan merusak spora, sehingga produk bebas dari mikroba pathogen dan lama daya

awet.

Sterilisasi

adalah

pengurangan

mikroba

kontaminan

sampai

tingkat

tertentu

(Suharto,1995).
Dewasa ini beberapa media kultur jaringan dapat dibeli dalam bentuk bubuk yang telah
dipersiapkan. Tergantung dari media kultur jaringan ada yang hanya mengandung garam makro
serta vitamin, ada juga yang lengkap sampai hormon dan gula. Formula ini memang
memudahkan pekerjaan. Namun, suatu penelitian atau pembuatan media untuk komoditi (jenis
tanaman) yang memerlukan perubahan komposisi dalam satu atau beberapa komponen maka
pemisahan komponen-komponen penyusun media perlu dilakukan (Nugroho, 2000).
Tujuan Praktikum
Untuk mengenal cara-cara sterilisasi alat-alat laboratorium.

TINJAUAN PUSTAKA
Sterilisasi adalah segala proses dimana suatu objek, material atau lingkungan di jadikan
steril. Steril adalah kondisi benda atau objek yang bebas dari segala jenis sel hidup, spora dan
virus. Metode sterilisasi dapat di kategorikan menjadi 3, yaitu metode fisik, metode kimia, dan
kombinasi fisik dan kimia. Metode fisik antara lain mencakup pemanasan, pembakaran,
penyaringan, penggunaan radiasi, dan pengguna gelombang ultrasonik. Pemanasan adalah
metode yang paling lazim digunakan. Efek mematikan panas adalah mendenaturasi protein dan
asam amino dari suatu organisme. Pada suhu sterilisasi, membran akan menjadi labil, asam
amino akan terdeaminasi, terdepurinasi atau terdegradasi. Metode sterilisasi kimia menggunakan
disinfektan atau mikrosida untuk membunuh mikrobia. Disinfektan tersebut antar lain alkohol,

etilon oksida, klor dan formaldehid. Penggunaan dan dosis disinfektan ini bervariasi tergantung
jenis mikrobia yang akan di bunuh (Monrow, 2011)
Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik
dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya
batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak
jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga di
jadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembesan kuman. Tetapi
pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses
sterilisasi. Bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfektan dan sangat
menentukan efektifitas dan fungsi serta target mikroorganisme yang akan di matikan (Rikedian,
2012)
Serilisasi dengan panas adalah unit oprasi dimana bahan di panaskan dengan suhu yang cukup
tinggi dan waktu yang cukup lama untuk merusak mikrobia dan aktifitas enzim. Sebagai
hasilnya, bahan yang disterilisasikan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada
suhu ruangan. Contoh proses sterilisasi adalah produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden
dan sebagainya. Perkembangan teknologi prosesing yang memiliki tujuan mengurangi kerusakan
nutrien dan komponen sensoris dan juga mengurangi waktu prosesing menjadi teknik sterilisasi
terus di kembangkan. Lamanya waktu sterilisasi yang dibutuhkan bahan di pengaruhi oleh:
resistensi mikroorganisme dan enzim terhadap panas, kondisi pemanasan, Ph bahan, ukuran
wadah atau kemasan yang di sterilkan, keadaan fisik bahan (Budhiyanto, 2012)
Hampir semua tindakan yang dilakukan dalam diagnosa mikrobiologi, sterilisasi sangant
diutamakan baik alat-alat yang di pakai mau pun medianya. Bila penanaman spesimen dalam
media,petri, ose maupun media yang digunakan tidak steril, maka sangat tidak mungkin untuk

membedakan apakah kuman yang berhasil diisolasi tersebut berasal dari penderita atau
merupakan hasil kontamisasi dari alat-alat atau media yang di gunakan. Suatu alat atau bahan
dikatakan steril bila alat/bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun
spora. Tindakan untuk membebaskan alat atau media dari jasad renik disebut sterilisasi. Ada
beberapa cara sterilisasi, untuk pemilihannya tergantuung dari bahan/alat yang akan di sterilkan.
Secara garis besar sterilisasi dapat dibagi seabagai berikut : pemanasan, filtrasi, penyinaran
dengan sinar gelombang pendek (radiasi), kimia (khemis) (indra, 2011)
Sterilisasi merupakan salah satu faktor utama dalam fermentasi. Kita tentu mengharapkan
tidak terjadi kontaminasi dimana mikroorganisme yang tidak diinginkan tumbuh dan
mengganggu proses fermentasi. Teknik sterilisasi berbeda-beda tergantung pada jenis material.
Bagian pertama akan menjelaskan secara singkat dan sederhana bagaimana sterilisasi cairan dan
padatan.oada sterilisasi cairan, cairan yang disterilisasikan umumnya adalah media fermentasi
yang mengandung gula, garam, fosfat, ammonium, trace metals, vitamin, dan lain-lain. Pada
sterilisasi padatan yang umumnya disterilkan adalah glassware, biosafety cabinet, dan beberapa
jenis tabung dan kontainer. Pada glassware dan plastik tahan panas umumnya dilakukan dengan
autoclave mirip seperti sterilisasi cairan, namun ditambah proses pengeringan. Biosafety cabinet
disterilkan dengan bantuan radiasi sinar UV dan disemprot dengan ethanol 70% (Yalun, 2009)

BAHAN DAN METODE PRAKTIKUM


Tempat dan waktu
Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Pertanian pada tanggal 09
Oktober 2013 pada pukul 13.00 sampai dengan selesai.

Bahan dan Alat


Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu : Alkohol 96%, tissue, air, spritus.
Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah kertas ubi, erlenmeyer, cawan petri,
gunting, bunsen, autoclaf.
Cara Kerja
1. Disediakan alat-alat yang disterilkan
2. Diisi kedalam ember lalu di campur dengan larutan bayclin sebanyak 2 tutup botol.
3. Dimasukkan objek seperti Erlenmeyer,cawan petri kedalam rendaman air. Untuk Cawan petri,
4.
5.
6.
7.

bagian atas dan bagian bawah di bungkus.


Direndam objek selama 15 menit atau lebih.
Di cuci bersih, kemudian di tiriskan.
Bersihkan kembali objek dengan Alkohol 96% kemudian dibersihkan dengan tissue.
Objek yang sudah kering di lap bersih, kemudian permukannya dibakar dengan api lampu

bunsen.
8. Objek khususnya Erlenmeyer pada bagian atas mulutnya disumbat dengan kapas. Pada Cawan
petri dibungkus dengan kertas ubi atau kertas biasa. Selain itu objek tersebut di kukus dengan
menggunakan dandang. Setelah itu disterilkan objek dimasukkan ke dalam inkubator.

PEMBAHASAN

Sterilisasi adalah segala proses dimana suatu objek, material atau lingkungan dijadikan
steril (Monrow, 2011). Dalam menggunakan alat-alat laboratorium kita perlu memperhatikan
kebersihan alat yang akan kita pakai. Ini semua memiliki tujuan untuk memusnahkan semua
bentuk kehidupan mikroorganisme patogen termasuk spora yang mungkin telah ada pada
peralatan, sehingga bila kita menggunakan alat-alat laboratorium yang telah steril kemungkinan
kemunculan mikroba yang tidak di inginkan pun sangat kecil. Karna, jika kita menggunakan

suatu media dan peralatannya tidak steril maka ada kemungkinana media yang kita gunakan akan
tumbuh jasad mikro lain yang seharusnya tidak kita inginkan. Dalam mensterilkan alat-alat
laboratorium, cara kerjanya harus sesuai dengan alat yang disterilkan. Sesuai dengan pendapat
dari (Yalun, 2009) yaitu teknik sterilisasi berbeda-beda tergantung pada jenis materialnya.
Tujuannya agar setiap alat yang disterilkan, semua bagian alatnya sudah dapat dipastikan bebas
dari mikroorganisme yang tumbuh disekitarnya.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Setiap alat yang akan disterilisasi terlebih dahulu dicuci dengan air yang dicampur bayclean.
Setiap alat yang akan di kukus harus dilapisi dengan kertas ubi.
Alat-alat yang akan disterilkan umumnya terbuat dari kaca.
Setiap alat yang akan disterilkan memiliki teknik yang berbeda pula dengan alat lainnya.
Saran
Alangkah baiknya materi yang disampaikan lebih diperjelas agar praktikan dapat
memahami isi dari praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Hadiotoetomo, 1993. Sterialisasi, Desinfeksi,Aseptik.http://blognyachami.blogspot.com
/2010/10/sterilisasi-desinfeksi-aseptik-dan.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober
2013.
Dwidjoseputro, S. 1994. Sterilisasi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Indra, 2011. Sterilisasi Dan Desinfeksi. http://indra4u.blogspot.com/2011/07/sterilisasi- dandesinfeksi.html. diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.
Monrow, 2011. Sterilisasi. http://monrow.wordpress.com/2011/06/18/sterilisasi/. Diakses
pada tanggal 10 Oktober 2013.
Nugroho, A dan Heru, S. 2000. Pedoman Pelaksanaan Tenik Kultur Jaringan.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Rikedian, 2012. Konsep Dasar Sterilisasi Dan Desinfeksi. http://rikedianhusada.
blogspot.com/2012/03/konsep-dasar-sterilisasi-dan -desinfeksi.html. diakses
pada tanggal 10 Oktober 2013.
Suharto, 1995. Bioteknologi dalam Dunia Industri. Andi Offset. Yogyakarta.
Santoso, U 2002. Kultur Jaringan Tanaman. Umm-Press, Jakarta.
Yalun,
2009.
Teknik-Teknik
Sterilisasi
Bagian
I
Cairan
Dan
Padatan.
http://yalun.wordpress.com/2009/01/09/teknik-teknik-sterilisasi-bagian-1-cairan-dan-padatan/.
Diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.
Budhiyanto, 2012. Pengertian Sterilisasi Dan Macam. http://www.budhiyanto.com
/2012/07/pengertian-sterilisasi-dan-macam.html. diakses pada tanggal 10 Oktober 2013.