Anda di halaman 1dari 6

Pembahasan

Pengertian inflamasi di buku


Pengertian Antiinflamasi di jurnal ,

Obat antiinflamasi digolongkan mnenjadi 2 yaitu anti inflamasi non steroid (Ains) dan
antiinflamasi steroid.nsaid memiliki mekanisme kerja. Aktivitas antiinflamasi obat AINS
mempunyai mekanisme kerja melalui penghambatan seluruh aktivitas jalur siklooksigenase dan
seluruh sintesis prostaglandin. Terdapat 2 bentuk siklooksigenase (COX) yang disebut dengan
COX-1 dan COX-2. COX-1 diekspresikan pada mukosa lambung. Penghambatan COX-1 dan
COX-2 mengurangi inflamasi dengan menghambat sintesis prostaglandin . Contoh obat ains
adalah . Sedangkabn antiinflamasi steroid bekerja dengan menghambat enzim fosfolipase A2
sehingga pembentukan asam arakhidonat yang merupakan substrat bagi enzim COX dan
lipoksigenase menjadi terhambat dengan demikian pelepasan mediator inflamasi juga terhambat.
Contoh obat antiinflamasi steroid diantaranya, hidrokortison, deksametason, metil
prednisolon, kortisonasetat, betametason, triamsinolon, prednison, fluosinolon
asetonid, prednisolon, triamsinolon asetoniddan fluokortolon

Penyebab inflamasi di jurnal

Mekanisme terjadinya inflamasi di jurnal

Tujuan dari percobaan ini adalah mempelajari daya antiinflamasi obat pada binatang dengan
radang buatan.Percobaan ini dilakukan dengan cara mengukur volume udem yang
ditimbulkan setelah pemberian karagenin secara subplantar dengan penambahan asam
mefenamat prednisone dan aquadest .. Dosis obat yang digunakan yaitu untuk asam
mefenamat sebesar 500mg/kg BB dan untuk prednisone sebesar 5mg/kg BB. Sedangkan
banyaknya karagenin 1 % yang digunakan sebanyak 0,1 mL sedangkan untuk volume
pemberian obat diperoleh melalui perhitungan berdasarkan berat badan masing-masing
tikus. Volume pemberian adalah salah satu faktor yang harus di perhatikan karena akan
menentukan berapa banyak dosis obat yang akan diberikan agar tidak melebihi dosis
maksimal.

,
sebelumnya mencit dibagi menjadi 3 kelompook. kelompok 1 sbg control - diberi
aquadest fungsinya yaitu untuk mengetahui apakah pelarut obat memiliki efek, kelompok 2
diberi asam mefenamat dan kelompok 3 diberi prednisone. Fungsi pemberian kedua obat
terbsebut adalah untuk mengetahui daya antiinflamasi yang dimilki oleh kedua obat tersebut
kemudian dibandingkan.
Awal percobaan ditimbang beratnya untuk menentukan dosis obat dan volume
pemberian obat. Dosis obat dan volume pemberian harus tepat agar dapat menimbulkan efek
dan juga menjaga agar obat tidak melebihi batas dan menjadi toksik. Setelah itu masing
masing mencit

diberi obat secara oral laliu kaki kiri belakang mencit diukur dengan

menggunakan tali yang dililitkan lalu diukur lilitan tali tersebut dan ditetpkan sebagai
panjang kaki normal.
Kemudian ketiga mencit dibiarkan selama 30 menit. Dalam waktu ini diharapkan
masing-masing obat telah mencapai sistemik dan telah diedarkan ke seluruh tubuh termasuk
pembuluh darah pada kaki kiri belakang mencit.Setelah 30 menit , karagenin disuntikkan ke
kaki kiri belakang masing-masing mencit secara subplantar. Penyuntikkan karagenin secara
subplantar menyebabkan udem yang terjadi hanya terlokalisasi di daerah penyuntikkan yaitu
pada daerah telapak kaki. Keuntungan lain pemberian secara subplantar ialah rute
absorbsinya pendek sehingga cepat menimbulkan efek. voloume kaki segera diukur
kemudian., pengukuran hanya dilakukan dua kali saja yaitu pada menit ke-10 dan menit ke20 saja .
berat mencit

yang digunakan adalah sebesar 11,6, 10,8 dan 14,1 g . Dari hasil

pengamatan volume udem pada kaki tikus diperoleh data volume udem selama 0-20 menit
dengan selang waktu pengamatan 10 menit. . Volume udem yang di dapat yaitu pada
kelompok diberi aquadest memiliki volume udem awal 1.3 cm setelah ditambah karagen
pada menit ke 10 menjadi 2 cm pada menit ke 20 menjadi 2,3 cm. volume udem pada
kelompok diberi asam mefenamat memiliki volume udem awal 1 cm setelah ditambah
karagen pada menit ke 10 menjadi 2 cm pada menit ke 20 menjadi 1,5 sedangkan Volume
udem pada kelompok diberi prednison memiliki volume udem awal 1,2 cm setelah ditambah
karagen pada menit ke 10 menjadi 1,6 cm pada menit ke 20 menjadi 1,8 cm.

setelah semua volume udem didapat kemudian dilakukan perhitungan persen


kumulatif volume udem dan hasil yang didapat yaitu mencit yang diberi aquadest
mengalami peningkatan % kvu dimanaa pada menit ke 10 yaitu 53,84% menjadi 76,92%
pada menit ke 20 . hal ini sesuai dengan teori yang ada. Untuk mencit yang diberi asam
mefenamat mengalami penurunan % kvu dimanaa pada menit ke 10 yaitu 100% menjadi
50% pada menit ke 20. Hal ini sudah sesuai dengan teori yang ada. Namun mencit yang
diberi prednisone malah mengalami peningkatan % kvu dimanaa pada menit ke 10 yaitu
33,33% menjadi 50% pada menit ke 20. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada karena
seharusnya mencit yang diberi obat mengalami penurunan % kumutalif volume udem.
Sehingga daei diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa prednisone tidak menimbulkan
efek pada hewan coba . oleh karenayta pada percobaan ini tidak dapat dilakukan
perbandingan efek dari kedua obat yang digunakan karena hasil prednisone mengalami
penyimpangan. Penyimpangan

tersbut dapat terjadi karena obat yang diberikan tidak

semuanya masuk dalam tubuh mencit atau mengalami pengurangan volume . selain itu
waktu penyerapan obat yang digunkana dalam praktikum ini juga cukup singkat sehingga
obat tidak =mencapai sistemik dan tidak diedarkan ke seluruh tubuh termasuk pembuluh
darah pada kaki kiri belakang mencit
Menurut teori yang ada mekanisme kerja obat dari prednisone adalah dengan
bekerja prednisone memiliki efek kerja yang sama dengan glukokortikoid, akan
menghambat pembentukan asam arakhidonat secra tidak langsung. Obat ini maenghambat
enzim phospholipase sehingga pembentukan asam arakhidonat tidak terjadi. Glukokortikoid
dapat mencegah terjadinya perubahan lanjutan seperti poliferasi kapiler, fibroblast dan
kolagen. Juga diberikan sebagai imunopresen untuk menekan gejala klinis pada reaksi imun.
Sedangkan mekanisme kerja asam mefenamat adalah Mekanisme kerja
asam mefenamat yaitu dengan cara menghalangi efek enzim yang disebut
siklooksigenase (COX). Enzim ini membantu tubuh untuk memproduksi
bahan kimia yang disebut prostaglandin. Nah, prostaglandin ini yang
menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi efek enzim
COX, maka prostaglandin yang diproduksi akan lebih sedikit, sehingga rasa
sakit dan peradangan akan mereda atau membaik. Sehingga lebih efektif

prednisone daripada asam mefemat karena prednisone mengurangi atau


mebgjuilangkan radang dengan

menghambat lebih awal pada proses

terjadinya inflamasi daripada asam mefenamat

Penutup
1. Inflamasi adalah di buku
2. Antiinflamasi adalah di jurnal

3. Obat antiinflamasi dibagi menjadi nonsteroid dan steroid.


4. Asam mefenamat adalah salah satu Obat antiinflamasi Nonsteroid yang secara
kimia heterogen menghambat aktivitas siklooksigenase, menyebabkan penurunan sintesis
prostaglandin dan prekursor tromboksan dari asam arakidonat. Prednisone adalah salah
satu Obat antiinflamasi steroid yang bekerja dengan Menghambat enzim fospolipase a2
sehingga menghambat pembentukan prostaglandin maupun leukotrien.
5. Persen kumulatif volume udem mencit yang diberi prednisone pada t 10
adalah 33,33% dan pada t20 adalah 50%. Sedangakan persen kumulatif
volume udem mencit yang diberi asam mefenamat pada t10 adalah 100%
dan pada t 20 adalah 50%.

6.

Dari hasil perbandingan persen kumulatif volume udem menunjukkan prednisone


mengalami kenaikan persen kumulatif volume udem hasil tersebut tidak sesuai dengan
teori yang ada sehingga tidk dapat dilakukan perbandingan efektifitas antara kedua obat

yabng digunakan.
7. Menurut teori prednisone memiliki efek yang lebih poten daripada easam mefenamat
karena prednisone bekerja dengan mennghambat pembentukan asam arakhidonat
(mediator inflamasi) melalui penghambatan tidak langsung enzim fosfolipase A2.

Daftar pustaka
Di hp

Pertanyaan

1. Setelah pemberian karagenin mengapa pengukuran volume udema di ulang 3 jam kemudian?
Karagenin merupakan polisakarida yang disusun oleh monomer unit galaktosa.
Karagenin mampu menginduksi reaksi inflamasi yang bersifat akut,non imun,dapat diamati
dengan baik,dan mempunyai reprodusibilitas yang tinggi. Karagenin akan menginduksi
cedera sel dengan dilepaskannya mediator yang mengawali proses inflamasi. Udem
maksimal terjadi setelah pelepasan mediator maksimal dan mampu bertahan sampai
beberapa jam. Udem yang disebabkan induksi karagenin dapat bertahan sampai 6 jam dan
berangsur selama 24 jam. Waktu laten pada karagenin kurang lebih 1 jam sebelum terjadi
pembentukan udem, pembentukan udem maksimal terjadi setelah 2-3 jam.
2. Tentukan obat yang paling poten dalam menghambat peradangan karena karagenin.jelaskan
jawaban saudara.
Prednisone merupakan obat golongan SAID (steroid) yang bekerja dengan menghambat enzim
fosfolipase a2 .enzim ini diperlukan dalam pembentukan asam arakidonat. Karagenin merupakan
suatu senyawa yang menginduksi inflamasi dengan menyebabkan pelepasan asam arakidonat
dari fosfolipid dengan dikatalisis enzim fosfolipase. Dengan bantuan prednison,enzim
fosfolipase dihambat dan asam arakidonat tidak berbentuk. Dengan tidak adanya asam
arakidonat maka prostaglandin,prostasiklin,tromboksan,dan leukoterin tidak disintesis sehingga
tidak terjadi inflamasi.
3. jelaskan kelebihan dan kekurangan obat antiinflamasi golongan steroid dan non steroid
ditinjau dari efektifitas antiinflamssi dan efek sampingnya.
Obat golongan steroid
Kelebihan
mekanisme kerja obat dari golongan steroid lebih efektif daripada golongan ains
karena mekanisme kerja obat ini adalah menghambat enzim fospolifase a2 yang
merupakan enzim yang memicu pembentukan asam arakidonat yang merupakan
mediator radang.
kekurangan
Penggunaan obat antiinflamasi steroiddalam jangka waktu lama tidak boleh
dihentikan secara tiba-tiba karena dapatmenimbulkan tukak lambung, osteoforosis,
retensi cairan dan gangguan elektrolit

Obat golongan non steroid


Kelebihan

NSAID merupakan golongan obat yang relatif aman digunakan. Karena efek
samping yang ditimbulkan tergantung pada dosis yang digunakan. efek
samping sering muncul pada saluran pencernaan (mual, muntah, diare,
pendarahan lambung, dan dispepsia) serta pada ginjal (penahanan garam
dan cairan, dan hipertensi)..
Kekurangan

mekanisme kerja obat dari golongan ains kurang efektif daripada golongan steroid
karena mekanisme kerja obat ini adalah menghambat enzim COX-1 dan COX-2

Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan


prostaglandin dan tromboksan dari asam arakidonat. Prostaglandin
merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi (radang).
Sehingga lebih efektif golongan steroid karena golongan steroid menghambat
lebih awal pada proses terjadinya inflamasi daripada golongan ains