Anda di halaman 1dari 108

ARISTOTELES

(384 SM-322 SM)


Aristoteles adalah

seorang filsuf Yunani, murid


dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung yang
hidup antara 384 SM sampai 322 SM. Ia menulis tentang
berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika,
metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan,
etnis,
biologi
dan
zoologi.
Bersama
dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang
di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di
pemikiran Barat.
RIWAYAT HIDUP
Aristoteles lahir tahun 384
SM di Stagira, kota di wilayah
Chalcidice9, Thracia, Yunani
(dahulunya termasuk wilayah
Makedonia tengah). Ayahnya
adalah tabib pribadi Raja
Amyntas dari Makedonia. Pada
usia 17 tahun, Aristoteles menjadi murid Plato.
Belakangan ia meningkat menjadi guru di
Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles
meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal,
dan menjadi guru bagi Alexander dari Macedonia.

Aristoteles
kembali ke Athena
Alexander
Lahir: 384 SM Stagira, Chalcidice saat
Meninggal: 322 SM (umur 61 atau berkuasa
pada
62) Euboea
tahun 336 SM.
Dengan dukungan
Era: Filsafat kuno
dan bantuan dari
Tradisi:
Sekolah
Peripatetik,
Alexander,
ia
Aristotelianisme
kemudian
Minat utama: Fisika, Metafisika, mendirikan
Puisi, Teater, Musik, Retorika, akademinya
Politik,
Pemerintahan,
Etika, sendiri yang diberi
Biologi, Zoologi
nama
Lyceum,
Gagasan penting: Golden mean, yang dipimpinnya
Logika, Silogisme
sampai tahun 323
SM. Perubahan politik seiring jatuhnya Alexander
menjadikan dirinya harus kembali kabur dari Athena
guna menghindari nasib naas sebagaimana dulu
dialami Socrates. Aristoteles meninggal tak lama setelah
pengungsian tersebut. Aristoteles sangat menekankan
empirisme
untuk
menekankan
pengetahuan.
ARISTOTELES

PEMIKIRAN
Filsafat Aristoteles berkembang dalam tiga tahapan yang
pertama ketika dia masih belajar di Akademi Plato ketika
gagasannya masih dekat dengan gurunya tersebut,
kemudian ketika dia mengungsi, dan terakhir pada waktu
ia memimpin Lyceum mencakup enam karya tulisnya
yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai
karya-karyanya
yang
paling
penting,
selain

kontribusinya di bidang Metafisika, Fisika, Etika,


Politik, Ilmu Kedokteran, Ilmu Alam dan karya seni.
Di bidang ilmu alam - ia merupakan orang
pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan
spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini
menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis,
dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan
pada alam.
Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak
mungkin tanpa bentuk karena ia ada(eksis), hal tersebut
berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang
bentuk-bentuk ideal benda. Pemikiran lainnya adalah
tentang gerak dimana dikatakan semua benda bergerak
menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan
bercorak teleologis. Karena benda tidak dapat bergerak
dengan sendirinya maka harus ada penggerak dimana
penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya
hingga tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak
yang kemudian disebut dengan theos, yaitu yang dalam
pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti
Tuhan.
Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir
deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat
ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran
tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam
penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya
observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive
thinking).
Hal lain dalam kerangka berpikir yang menjadi
sumbangan penting Aristoteles adalahsilogisme yang

dapat digunakan dalam menarik kesimpulan yang baru


yang tepat dari dua kebenaran yang telah ada. Misalkan
ada dua pernyataan (premis):
1. Setiap manusia pasti akan mati (premis
mayor).
2. Sokrates adalah manusia (premis minor),
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Sokrates pasti
akan mati. Di bidang politik - Aristoteles percaya bahwa
bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk
demokrasi dan monarki. Karena luasnya lingkup karyakarya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap
berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana
kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat
beragam sekali seperti Fisika, Astronomi, Biologi,
Psikologi, Metafisika (misalnya studi tentang prisipprinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam),
logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika
dan puisi.
Di
bidang
seni,
Aristoteles
memuat
pandangannya tentang keindahan dalam buku Poetike.
Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk
menekankan pengetahuan. Ia mengatakan bahwa
pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan
penglihatan. Menurut Aristoteles keindahan menyangkut
keseimbangan ukuran yakni ukuran material. Menurut
Aristoteles sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan
artistik yang merupakan hasil chatarsis disertai dengan
estetika. Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan

perasaan yang dicurahkan ke luar. Kumpulan perasaan


itu disertai dorongan normatif. Dorongan normatif yang
dimaksud adalah dorongan yang akhirnya memberi
wujud khusus pada perasaan tersebut. Wujud itu ditiru
dari apa yang ada di dalam kenyataan. Aristoteles juga
mendefinisikan pengertian sejarah yaitu Sejarah
merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian
sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada
masa yang sama, menurut beliau juga Sejarah adalah
peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan,
rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.
PENGARUH
Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang
dikembangkannya terasa lebih merupakan penjelasan
dari hal-hal yang masuk akal (common-sense
explanation), banyak teori-teorinya yang bertahan
bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini
terjadi karena teori-teori tersebut dianggap masuk akal
dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada
umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teoriteori tersebut salah total karena didasarkan pada asumsiasumsi yang keliru.
Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles
sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran
keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran
Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo
Thomas Aquinas di abad ke-13, dengan teologi Yahudi
oleh Maimonides (1135 1204), dan dengan teologi
Islam oleh Ibnu Rusyid (1126 1198). Bagi manusia

abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap


sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan
metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber
utama dari ilmu pengetahuan, atau "the master of those
who know", sebagaimana yang kemudian dikatakan oleh
Dante Alighieri.
RINGKASAN PEMIKIRAN ARISTOTELES
Hidup bijaksana merupakan hidup menurut rasio
sebagai praksis keutamaan untuk mencapai kebahagiaan.
Kebahagiaan itu bersifat objaktef yaitu hidup yang
bermutu dan bernilai yang dibimbing oleh akal budi
bukan sekedar nafsu kesenangan belaka. Hidup bijaksana
berarti juga memperjuangkan kebahagiaan, keadaan
dimana jiwa tidak memerlukan hal material lagi. Orang
yang mau hidup bijaksana itu menempatkan kebahagiaan
sebagai tujuan hidup secara utuh.Untuk bisa mencapai
kepada kebahagiaan perlu pemahaman awal bahwa
kebahagiaan
itu
buah dari
perjuangan
dan
pengaktualisasi potensi. Kebahagiaan dialami ketika
orang dengan ketetapan hati memperjuangkan nilai
luhur. Supaya bahagia, perlu fokus pada sikap dan
perbuatan yang bermakna. Mengembangkan polis dan
berfilsafat merupakan sikap dan tindakan berani
menghadapi tantangan akal budi untuk memperoleh
kebahagiaan. Merenungkan hal luhur, menumbuhkan
sifat kritis, terbuka, berdialog, dan rendah hati dalam
hidup sebagai cara dan jalan mencapai kebahagiaan.

FRANCESCO REDI
(1626 -1697)

rancesco Redi (1626 -1697) adalah seorang


dokter, ahli bedah, dan ilmuwan yang terkenal
dengan eksperimennya yang menentang teori
generasi spontan (Spontaneous Generation). Ia
juga dikenal sebagai seorang penulis soneta, salah satu
karyanya yang terkenal berjudul Bacco in Toscano
(1685).
BIOGRAFI

Francesco Redi lahir 18 Februari 1626 di Arezzo,


Italia dari pasangan
bangsawan
Cecelia Lahir: 18 Februari 1626 Arezzo
de'Ghinci dan Gregorio Meninggal: 1 Maret 1697 (umur
Redi.
71) Pisa, Italia
Ayahnya adalah dokter Kebangsaan: Tuscany
yang bekerja untuk Bidang: Kedokteran,
Adipati (Grand Duke) entomologi,
Ferdinand
II
dan parasitologi, linguistik
putranya, Casimo III. Lembaga: Florence
Di masa mudanya, Alma mater: University of Pisa
Redi dididik oleh imam Dikenal:
Yesuit yang ajarannya Percobaan penentang generasi
berp egangan pada spontania
filosofi
Aristoteles.
Setelah dewasa, Redi menempuh pendidikan kedokteran
di Universitas Pisa dan juga menjadi dokter di
pengadilan setelah mendapatkan panggilan dari Adipati.
Setelah mengunjungi
Roma,
Naples,
Bologna,
Padua, dan Venice, Redi
memulai
praktik
sebagai
dokter di Florence. Dari tahun
1657 hingga 1667, Redi
menjadi anggota dari Akademi
Eksperimen (Accademia del
Cimento).
Selanjutnya, dia juga
menjadi
anggota
aktif
"Trusca",
"Arcadia",
membantu penyusunan kamus Tuscan, mengajar bahasa
Tuscan di Florence (1666). Beberapa karya sastra yang

ditulis oleh Redi selama hidupnya adalah Letters, pujipujian Bacco in Toscana, dan Arianna Inferma. Karya
sastranya yang paling puitis, Bacco in Toscana dianggap
sebagai salah satu karya sastra terbaik pada abad ke-17.
Mendekati akhir hidupnya, kondisi kesehatan Redi
semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada
1 Maret 1967 di Pisa.
PERCOBAAN
Francesco Redi hidup di era yang penuh ajaran
Aristoteles, namun pemikirannya dipengaruhi oleh teori
Galileo serta Bruno dan Kepler. Ketertarikannya
terhadap penelitian ilmiah terinspirasi setelah membaca
tulisan Giuseppe Aromatari dari Assisi dan William
Harvey yang membantah teori generasi spontan
(abiogenesis).

Aromatari
dan
Harvey mengemukakan teori
yang menyatakan bahwa
serangga, cacing, dan katak
tumbuh dari benih atau telur
yang terlalu kecil untuk
dilihat. Pada masa itu,
belatung dipercaya muncul
dari daging busuk sesuai teori
generasi
sponatan
yang
dipengaruhi
oleh
ajaran
Aristoteles. Redi tertarik
untuk mencari tahu tentang kebenaran hal tersebut, dia
menyimpan berbagai macam daging ke dalam tabung
satu per satu dan mengamati belatung yang memakan
daging busuk dan menemukan bahwa belatung tersebut
berkembang menjadi lalat. Sebelum belatung muncul,
dia mengamati bahwa lalat terlebih dahulu mengerumuni
daging busuk tersebut dan dari sana, ditarik kesimpulan
bahwa ada sesuatu yang menyebabkan terjadi produksi
belatung.
PUBLIKASI
Pada tahun 1688, Redi mempublikasikan hasil
penelitiannya yang berjudul "Percobaan pada asal usul
serangga". Eksperimen dalam buku tersebut berhasil
mematahkan teori abiogenesis (kehidupan berasal dari
benda mati) dan memunculkan teori biogenesis.
Pernyataan Omne vivum ex ovo (Semua
kehidupan berasal dari telur) dicetuskan berdasarkan
percobaan yang dilakukan Redi. Teori biogenesis
mengemukakan bahwa kehidupan berasal dari kehidupan

sebelumnya. Dalam percobaanya, dia menggunakan dua


wadah berisi daging, yang pertama dibiarkan terbuka,
sedangkan yang lainnya ditutup. Pada wadah yang
terbuka, belatung tumbuh pada daging sedangkan pada
wadah lainnya tidak ada pertumbuhan belatung.
Konsep biogenesis tersebut belum sepenuhnya
dapat diterima hingga muncul percobaan yang dilakukan
oleh Louis Pasteur pada tahun 1859.
Semasa hidupnya, Redi juga mematahkan
kesalahpahaman dan kepercayaan tentang ular berbisa.
Eksperimen yang dilakukannya menunjukkan bahwa
empedu ular berbisa tidak beracun, menelan bisa atau
gigi ular tidak berbahaya, namun apabila bisa tersebut
masuk melalui luka terbuka atau diinjeksikan ke bawah
kulit maka akan berakibat fatal. Selain itu, redi juga
menyatakan bahwa bisa ular adalah cairan kuning yang
diproduksi oleh kelenjar pada bagian kepala ular dan
diinjeksikan hanya melalui dua gigi, bukan diproduksi
oleh roh liar. Dia juga mematahkan mitos yang
menyatakan bahwa kekuatan bisa ular dipengaruhi oleh
makanannya, ular meminum anggur, dan beberapa mitos
yang salah lainnya. Namun, pemikirannya tidak
sepenuhnya diterima hingga publikasi yang dilakukan
oleh Felice Fontana pada tahun 1781, dimana
kesimpulan Redi dapat diterima sepenuhnya.

ANTONY VAN
LEEUWENHOEK
(1632-1723)

ntonie Philips van Leeuwenhoek (24


Oktober 1632 - 26 Agustus 1723) adalah
seorang
berkebangsaan
Belanda,
pedagang dan ilmuwan. Dia dikenal
sebagai " Bapak Mikrobiologi ", dan
dianggap sebagai yang pertama menekuni ilmu
mikrobiologi. Ia juga dikenal untuk karyanya pada
peningkatan mikroskop dan untuk kontribusi terhadap
pembentukan mikrobiologi.
Dibesarkan
di
Delft,
Belanda,
di
masa
mudanya Leeuwenhoek
bekerja sebagai pedagang
kain, dan tahun 1654
mendirikan toko sendiri.
Dia membuat nama untuk
dirinya sendiri dalam
politik kota, dan akhirnya
mengembangkan
minat
dalam lensmaking.

Menggunakan mikroskop buatan tangan, dia


adalah orang pertama yang mengamati dan
mendeskripsikan organisme bersel tunggal, yang
awalnya disebut sebagai animalcules, dan yang sekarang
disebut sebagai mikroorganisme. Dia juga yang pertama
merekam pengamatan mikroskopis serat otot, bakteri,
spermatozoa, dan darah mengalir di kapiler (kecil
pembuluh darah). Penemuan Leeuwenhoek terungkap
melalui korespondensi dengan Royal Society, yang
menerbitkan surat-suratnya.
AWAL KEHIDUPAN DAN KARIR
Antony van Leeuwenhoek lahir di Delft, Belanda
, pada 24 Oktober 1632. Dibaptis Thonis, ayahnya,
Philips Antonysz van Leeuwenhoek, adalah pembuat
keranjang yang meninggal ketika Antony berusia lima
tahun. Ibunya, Margaretha (Bel van den Berch). Antony
memiliki empat kakak perempuan, Margriete, Geertruyt,
Neeltge, dan Catharina.
Antony bersekolah di dekat Leyden untuk waktu
yang singkat sebelum dikirim untuk tinggal di
Benthuizen dengan pamannya, seorang pengacara
dan petugas kota.
Pada bulan Juli 1654 Ia menikah dengan Barbara
de Mey, dan memiliki satu anak perempuan, Maria
(empat anak lainnya meninggal saat masih bayi).
Barbara meninggal pada tahun 1666, kemudian pada
1671 Leeuwenhoek menikah lagi dengan Cornelia
Swalmius. Antony bekerja sebagai bendahara untuk
sheriff Delft 'ruang perakitan pada tahun 1660, posisi
tersebut bertahan selama hampir 40 tahun. Pada tahun

1669 ia diangkat menjadi surveyor oleh Pengadilan


Belanda; kemudian ia "wine-Gauger" yang bertanggung
jawab atas impor anggur kota..
PENEMUAN LENSA OPTIK
Kendati perangkat mikroskop sudah ditemukan
orang sebelum Leeuwenhoek lahir, namun Ia tidak
menggunakannya. Sebaliknya, dengan cermat dan tepat
ia menggosok lensa berukuran kecil. Leeuwenhoek
mampu menghasilkan mikroskop yang punya daya
kekuatan pengamatan yang jauh lebih baik dari
mikroskop yang sudah ada. Salah satu dari lensa yang
masih
ada
memiliki
kapasitas
membesarkan
sekitar 270 kali, bahkan ada
tanda-tanda
bahwa
ia
berhasil membuat lebih
sempurna dari itu.

Leeuwenhoek membuat lebih dari 500 lensa optik.


Dia juga menciptakan sedikitnya 25 mikroskop, dari
jenis yang berbeda, yang hanya sembilan bertahan.
Mikroskopnya terbuat dari frame perak atau tembaga,
dengan lensa buatan tangan. Antony van Leeuwenhoek
mampu membuat perbesaran hingga 275 kali. Bukan
mustahil bila Leeuwenhoek memiliki beberapa
mikroskop
yang
dapat
Replika Mikroskop
memperbesar hingga 500 kali.
Leeuwenhoek
Mikroskop
adalah
perangkat yang relatif kecil,
yang terbesar memiliki panjang sekitar 5 cm. Mikroskop
tersebut digunakan dengan menempatkan lensa yang
sangat dekat di depan mata, sambil melihat ke arah
matahari. Sisi lain dari mikroskop memiliki pin, di mana
sampel telah terpasang agar tetap dekat dengan lensa.
Ada juga tiga sekrup yang memungkinkan untuk
memindahkan pin, dan sampel, sepanjang tiga sumbu:
satu sumbu untuk mengubah fokus, dan dua sumbu lain
untuk menavigasi melalui sampel.
Adapun Penemuan dari Antony Van Leeuwenhoek
adalah:

The Infusoria (protists in modern zoological


classification), in 1674

The Bacteria, (e.g. large Selenomonads from the


human mouth), in 1676

The Spermatozoa in 1677. Van Leeuwenhoek had


troubles with Dutch theologists about his
practice.

The Banded Pattern of Muscular Fibers, in 1682.

Pada tahun 1687 dia meneliti biji kopi. Dia merebus


biji kopi, dan memotong menjadi beberapa bagian dan
melihat spons didalamnya, ia belum pernah melihat
gejala ini sebelumnya. Biji tersebut ditekan dan setelah
itu minyak keluar dari biji tersebut. Kemudian direbus
lagi dengan air sebanyak dua kali, sisihkan (dan
mungkin meminumnya perlahan-lahan).

KEMATIAN DAN WARISAN


Pada akhir hidupnya, Leeuwenhoek telah menulis
sekitar 560 surat kepada Masyarakat dan lembagalembaga ilmiah lainnya tentang pengamatan dan
penemuannya. Bahkan ketika dalam keadaan sakit,
Leeuwenhoek
terus
mengirim
surat
pengamatan penuh ke London. Beberapa surat terakhir
berisi deskripsi yang tepat dari penyakitnya sendiri. Dia
menderita penyakit langka, gerakan tak terkendali dari
perut, yang kini bernama penyakit Van Leeuwenhoek. Ia
meninggal pada usia 90, pada 26 Agustus 1723 dan
dimakamkan empat hari kemudian di Oude Kerk (Delft).
Pada tahun 1981 microscopist Inggris Brian J. Ford
menemukan bahwa spesimen asli Leeuwenhoek selamat
dalam koleksi dari Royal Society of London. Spesimen

tersebut ditemukan berkualitas tinggi, dan semua


terpelihara dengan baik. Ford melakukan pengamatan
dengan berbagai mikroskop, menambah pengetahuan
kita tentang pekerjaan Leeuwenhoek

CAROLUS LINNAEUS
(1707-1778)

arolus Linnaeus atau Carl (von) Linn


adalah seorang ilmuwan Swedia yang
meletakkan dasar tatanama biologi. Ia
dikenal sebagai "bapak taksonomi
modern" dan juga merupakan salah satu
bapak ekologi modern.

Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati


pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan
bahasanya. Selain menjadi ahli botani, Linnaeus juga
ahli dalam zoologi dan adalah seorang dokter.
BIOGRAFI
Carolus Linnaeus lahir 23 Mei 1707 di Paroki
Stenbrohult (sekarang termasuk wilayah administrasi
lmhult), di bagian selatan Swedia. Ia terlahir dari
pasangan Nils Ingemarsson Linnaeus, ayahnyas dan
bernama Christina Brodersonia, ibunya. Sejak kecil
Linnaeus dilatih menjadi seorang anggota gereja yang
setia, sebagaimana ayahnya dan kakeknya (dari ibu)
namun ia kurang bersemangat mengikuti kegiatan
tersebut.
Saat berusia 7 tahun, Nils menggaji seorang tutor
bernam Johan Telander
untuk Linnaeus. Pada
1717,
Linnaeus
dikirimkan ke Lower
Grammar School di
Vxj, disana ia sering
berkelana
Carolus Linnaeus
ke pedesaan
untuk
mencari
tumbuhan.
Kepala sekolah yang
juga guru Linnaeus di
tahun seniornya, Daniel
Lannerus,
melihat
ketertarikan Linnaeus di
bidang botani dan memperkenalkannya kepada Johan

Rothman, seorang dokter sekaligus guru di Vxj.


Rothman memperluas ketertarikan Linnaeus di bidang
botani dan bahkan kedokteran. Linnaeus akhirnya
mendaftar di Universitas Lunduniversitas terdekat,
kemudian pindah ke Universitas Uppsala setelah satu
tahun atas saran Rothman.
Dalam masa-masa ini Linnaeus mempunyai
keyakinan bahwa dalam benang sari dan putik bunga
terkandung dasar-dasar klasifikasi tumbuhan, maka ia
menuliskan sebuah makalah singkat pada suatu mata
kuliah yang berhasil membuatnya menjadi pembantu
profesor. Tahun 1732 Badan Akademik Ilmu
Pengetahuan Alam di Uppsala membiayai ekspedisinya
untuk meneliti Laplandia. Hasilnya adalah tulisan
berjudul Flora Laponica yang dicetak tahun 1737.
Pada tahun 1735 Linnaeus pindah ke Belanda. Di
sana ia mendapatkan gelar dokter dari Universitas
Harderwijk. Gelar ini ialah satu-satunya gelar akademik
yang berhasil didapatkan Linnaeus, dan ia
memperolehnya hanya dalam waktu enam hari, termasuk
tiga hari mencetak catatan-catatan botaninya dalam
bahasa Latin.
Carolus Linnaeus meninggal dunia di Hammarby,
Danmark paroki (di luar Uppsala), Swedia pada 10
Januari 1778 (umur 70).

Lahir: 23 Mei 1707 Rshult,


Stenbrohult paroki (sekarang dalam
Kota lmhult), Swedia
Meninggal: 10 Januari 1778 (umur 70)
Hammarby, Danmark paroki (di luar
Uppsala), Swedia
Tempat Tinggal: Swedia
Kebangsaan: Swedia
Bidang: Botani ; Biologi ; Ilmu hewan
Almamater: Universitas Lund ; Univer
sitas Uppsala ; Universitas Harderwijk
Dikenal untuk: Taksonomi ; Ekologi ;
Botani
PENAMAAN DAN KLASIFIKASI
Pada tahun 1735 pula,Carolus Linnaeus
menemukan sebuah sistem penamaan organisme/
makhluk hidup, sistem ini dikenal dengan nama
Binominal Nomenclature. Setiap nama organisme terdiri
dari dua nama dalam bahasa latin, karena bahasa latin
atau yunani merupakan bahasa yang banyak dipakai di
sekolah-sekolah atau lembaga akademik pada saat itu.
Nama yang pertama disebut sebagai Genus dan nama
yang kedua adalah nama spesies dari organisme tersebut
dan tidak ditulis dengan huruf kapital. Genus dan spesies
ditulis dengan memberikan garis bawah atau dengan
huruf miring. Sebagai contoh, Staphylococcus aureus
adalah
bakteri
yang
sudah
umum
dikenal.
Staphylococcus adalah Genus dari bakteri tersebut dan
aureus adalah nama spesies nya. Dalam Kasus ini, Genus

menggambarkan keadaan nyata atau keadaan yang


nampak dari sel tersebut. Staphylo artinya susunannya
bergerombol kecil seperti buah anggur dan coccus
menandakan bahwa bentuk selnya bulat. Dengan kata
lain, Staphylococcus berarti segerombolan sel yang
berbentuk seperti bola/ bulatan bulatan. Aureus adalah
bahasa latin untuk emas, ini berarti Staphylococcus
aureus adalah segerombolan sel yang berbentuk seperti
bola/ bulatan bulatan dan memiliki corak emas.
PERNIKAHAN
Pada tahun 1739 Linnaeus menikah dengan Sara
Elisabeth Morea di Stockholm. Tujuh bulan setelahnya
Sara melahirkan putra sulung mereka, Carl. Dua tahun
kemudian lahir seorang putri Elisabeth Christina, lalu
Sara Magdalena di tahun berikutnya yang meninggal
pada usia 15 hari. Pasangan ini mempunya empat anak
lagi: Lovisa, Sara Christina, Johannes, dan Sophia.
Nama von Linne berakhir pada Carl, yang tidak
menikah, sementara putra Linnaeus yang lain, Johannes,
meninggal saat berusia tiga tahun.
Linnaeus diangkat sebagai profesor dalam bidang
kedokteran di Universitas Uppsala pada tahun 1741 dan
ia pindah ke sana, tetapi tidak berapa lama kemudian
beralih menjadi profesor di bidang botani. Linnaeus
meneruskan kerja dalam sistem klasifikasi serta
memperluas pula pada Kerajaan (Regnum) Hewan dan
Kerajaan Mineral. Pada tahun 1757 ia mendapat gelar
kebangsawanan (von) dari Raja Swedia Adolf Fredrik,
sehingga dapat menggunakan nama Carl von Linn.
Di Belanda Linnaeus bertemu dengan ahli botani
Jan Frederik Gronovius dan memperlihatkannya

rancangan makalahnya mengenai taksonomi, yang


berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan
deskripsi resmi - physalis amno ramosissime ramis
angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti olehnya
menjadi nama genus-species yang ringkas dan akrab
pada zaman sekarang - Physalis angulata - dan
penggolongan taksa lebih tinggi dibuat secara berurutan.
Meskipun sistem ini, tatanama binomial (nomenklatur
binomial), dikembangkan oleh Bauhin bersaudara,
Linnaeus dapat dikatakan sebagai yang mempeloporinya.
AKHIR HAYAT
Pada akhir hidupnya, Linnaeus sering menderita
sakit, seperti encok dan sakit gigi. Ia terkena serangan
stroke dua kali, yaitu pada tahun 1774 dan 1776, hingga
kehilangan fungsi bagian tubuhnya bagian kanan.
Linnaeus meninggal dunia pada 10 Januari 1778 di
Uppsala pada suatu upacara di Katedral Uppsala dan
kemudian ia dimakamkan di katedral tersebut.
TATANAMA LINNAEUS
Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi
ialah pembuatan konvensi penamaan organisme hidup
yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah
karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal tatanama
biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama
pengembangan besar pengetahuan sejarah alam pada
abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi
Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang kini
digunakan secara luas dalam biologi.

Sistem Linnaeus mengklasifikasikan alam dalam


hirarki atau tingkatan-tingkatan, dimulai dengan tiga
"kerajaan". Kerajaan dibagi ke dalam Kelas dan masingmasing Kelas terbagi dalam Ordo, yang dibagi dalam
Genera (bentuk tunggal: genus), yang dibagi dalam
Spesies. Di bawah tingkatan spesies, Linnaeus kadang
menyebutkan takson yang tidak diberinya nama (untuk
tumbuhan, hal ini sekarang dinamai "varietas").
Linnaeus menamai taksa dengan sesuatu yang
mengena pada ciri khusus taksa tersebut. Sebagai
contoh, manusia adalah Homo sapiens, tetapi ia juga
menyatakan bahwa ada species manusia kedua, Homo
troglotydes (bermakna "orang goa", yang ia maksudkan
untuk simpanse dan sekarang ditempatkan dalam genus
berbeda (bukan Homo) melainkan Pan troglotydes).
Kelompok mamalia dinamai berdasarkan kelenjar susu
(mammae) karena salah satu definisi karakteristik
mamalia adalah bahwa mereka merawat bayinya. (Dari
beberapa perbedaan antara mamalia dan hewan lain,
Linnaeus lebih memilih hal ini karena pandangannya
pada pentingnya keberadaan induk betina.)
Hanya sistem pengelompokan hewan oleh
Linnaeus yang masih tetap digunakan hingga kini, dan
pengelompokan itu sendiri sudah banyak berubah sejak
dicetuskan oleh Linnaeus sebagaimana prinsip-prinsip
yang melandasi pengelompokan itu juga banyak
berubah.
Namun, Linnaeus tetap dianggap berjasa
mengembangkan gagasan struktur hirarki klasifikasi
yang didasari oleh sifat-sifat teramati. Rincian dasar
tentang hal yang dapat dianggap sah secara ilmiah untuk
disebut 'sifat teramati' itu sendiri telah berubah seiring

bertambahnya pengetahuan (contohnya, DNA yang pada


masa hidup Linnaeus tidak dikenal telah terbukti
bermanfaat dalam mengklasifikasikan dan menentukan
hubungan organisme hidup satu dengan lainnya), namun
prinsip-prinsip dasarnya tetap masuk akal.

JAN
EVANGELISTA PURKYN

(1787-1869)

an Evangelista Purkyn (atau Johannes


Evangelists Purkinje) adalah seorang ahli anatomi
dan ahli faal (fisiologi) berkebangsaan Ceko. Ia
salah satu ilmuwan paling terkenal di masanya.
Pada 1839, ia menciptakan istilah "protoplasma" untuk
substansi cairan dari sebuah sel.
Ia memiliki seorang putra yang merupakan
pelukis terkenal, yaitu Karel Purkyn. Karena
ketenarannya, ketika orang-orang dari luar Eropa
mengirim
surat
kepadanya,
mereka
cukup
mencantumkan alamat "Purkyn, Europe".
Lahir: 17 Desember 1787
Libochovice, Bohemia, Monarki
Austria
Meninggal: 28 Juli 1869 (umur
81) Praha, Austria-Hongaria
Kewarganegaraan: Austria
Kebangsaan: Ceko
Bidang: Anatomi, fisiologi
Institusi: Universitas Breslau
Alma mater: Universitas Praha
Dikenal karena: Sel Purkinje
Purkyn dilahirkan di Libochovice, Bohemia.
Pada 1818, ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di
Universitas Praha. Di universitas ini kelak ia ditunjuk

menjadi profesor ilmu faal setelah menyelesaikan


disertasi doktoralnya. Saat ia bekerja di universitas, ia
menemukan efek Purkinje, yaitu dalam cahaya redup,
sentivitas mata manusia jauh berkurang pada cahaya
merah dibandingkan dengan cahaya biru. Ia menerbitkan
dua karya ilmiah, Observasi dan Percobaan Investigasi
Fisiologi Indera dan Laporan Subjektif Baru mengenai
Penglihatan. Karyanya merupakan sumbangan besar
untuk ilmu psikologi eksperimental. Ia mendirikan
Jurusan Fisiologi pertama di Universitas Breslau, Prussia
pada 1839 dan laboratorium fisiologi pertama di dunia
pada 1842.
Penemuannya yang sangat terkenal adalah sel
Purkinje, sebuah sel saraf besar yang memiliki banyak
cabang dendrit. Sel ini dapat ditemukan di otak kecil. Ia
juga dikenal atas penemuan serat Purkinje pada 1839.
Serat Purkinje merupakan jaringan fibrosa yang dapat
mengonduksi impuls listrik dari nodus atrioventrikular
menuju semua bagian ventrikel jantung. Penemuan
lainnya adalah citra Purkinje, pencerminan objek dari
struktur mata.
Purkinje merupakan tokoh yang pertama kali
menggunakan mikrotom untuk membuat lapisan jaringan
yang tipis yang dapat dipergunakan dalam pemeriksaan
mikroskopis. Ia mendeskripsikan efek dari kampor,
belladonna, opium, dan turpentin pada manusia saat
1829, menemukan kelenjar keringat pada 1833, dan

menggunakan sidik jari sebagai salah satu metode


identifikasi pada 1823.

Flix Dujardin
(1802-1860)

lix Dujardin adalah seorang ahli biologi


Perancis . Dia dikenang untuk penelitiannya
tentang
protozoa,
konsepnya
tentang
Protoplasma dan invertebrata lainnya. Pada
tahun 1850 dia adalah orang pertama yang
menggambarkan badan jamur seranga yang merupakan
kunci dalam sistem struktur saraf serangga.
Felix Dujardin lahir 5 April 1802 di Tours,
Perancis. Ia merupakan anggota dari akademi sains yang
terkenal di Prancis. Pada tahun 1840 ia ditunjuk sebagai
profesor dari geologi dan
mineralogi
di
Universitas
Toulouse. Dan pada tahun
1841, dia juga menjadi seorang
profesor dari zoology dan
botani di Rennes. Sebagian
besar
latar
belakang
pendidikannya didapat secara
otodidak.
Ia
dikenal
dikenal
karena
karyanya
dalam
kehidupan binatang mikroskopis. Pada tahun 1834 ia
mengusulkan bahwa kelompok baru organisme bersel
satu yang disebut " Rhizopoda "; yang berarti "akarkaki". Nama itu kemudian berubah menjadi " Protozoa ".
Dia membantah konsep seorang naturali,s Christian
Gottfried Ehrenberg yang menyebutkan bahwa
organisme mikroskopis "organisme lengkap" yang mirip
dengan hewan yang lebih tinggi. Selain studi tentang
mikroskopis, ia melakukan penelitian yang luas dari

kelompok invertebrata termasuk echinodermata, cacing


dan cnidari.
Pada tahun 1835 Felix Dujardin menyatakan
bahwa bagian terpenting dalam sel adalah protoplasma,
yang merupakan cairan yang terdapat di dalam lumen
(ruang) sel. Peryataan ini merupakan penegasan dari
pendapat MaxSchultze (1825-1914) yang menyatakan
bahwa protoplasma merupakan struktur dasar
organisme dan merupakan bagian penting dari sel.bDi
Foraminifera, ia menemukan zat hidup yang tak
berbentuk yang ia beri nama "sarcode ", kemudian
berganti nama menjadi protoplasma oleh Hugo von Mohl
(1805-1872).
Setelah meneliti protozoa, Felix Dujardin berani
membantah konsep naturalis Gottfries Ehrenberg yang
menyatakan bahwa mikro organisme adalah organisme
lengkap yang mirip dengan makro organisme. Felix
Dujardin menyatakan bahwa mikroorganisme adalah
suatu organisme bersel satu yang tidak memiliki
kelengkapan organ dan sistem organ seperti makhlukmakhluk makrokospis bersel banyak. Felix Dujardin
juga melakukan penelitian yang luas, termasuk
penelitian terhadap kelompok hewan tidak bertulang
punggung (Invertebrata) Echinoderms, Helminths dan
Cnidarians. Flix Dujardin meninggal pada 8 April 1860.

JOHANNES VON
HANSTEIN
(1822-1880)

ohannes Ludwig Emil Robert von Hanstein (15 Mei


1822 - 27 Agustus 1880) adalah ahli botani Jerman
yang berasal dari Potsdam.
Ia belajar di Grtnerlehranstalt (Institut
Hortikultura) di Potsdam, kemudian belajar ilmu di
Berlin dan mencapai gelar doktor pada tahun 1848. Pada
tahun 1855 ia menjadi dosen
botani di University of
Berlin,
enam
tahun
kemudian menjadi kurator
dari kerajaan herbarium.
Pada tahun 1865 ia diangkat
sebagai profesor botani di
Universitas
Bonn
dan
direktur kebun raya.
Hanstein dikenang untuk
studi pada anatomi dan
morfologi tanaman.
Pada
tahun
1868
ia
memperkenalkan
"teori histogen"untuk
menjelaskan perilaku pucuk apeks
pada
tanaman.
Bersama teman dekatnya, Natanael Pringsheim (18231894), ia melakukan penelitian awal mengenai proses
pembuahan pada pakis.

Capsella bursa-pastoris karya Johannes von Hanstein

GREGOR JOHANN
MENDEL
(1822-1884)

regor Johann Mendel adalah ilmuwan yang


meraih ketenaran sebagai pendiri ilmu
genetika modern. Ia lahir tahun 1822 di kota
Heinzendorf di daerah daulat kerajaan
Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia.
Meskipun selama berabad-abad para petani sudah
mengetahui bahwa dari persilangan hewan dan

tumbuhan dapat diketahui sifat tertentu seperti yang


diinginkan, namun hasil percobaan Mendel pada kacang
yang dilakukannya antara tahun 1856 dan 1863
menghasilkan banyak aturan keturunan yang sekarang
disebut sebagai hukum keturunan/pewarisan Mendel.
Mendel bekerja dengan tujuh karakteristik
tanaman kacang: tinggi tanaman, bentuk polong dan
warna, bentuk biji dan warna, dan posisi bunga dan
warna. Dengan warna biji, ia menunjukkan bahwa ketika
kacang kuning dan kacang hijau dibiakkan bersamasama maka keturunan mereka selalu kuning. Namun,
pada generasi berikutnya kacang hijau muncul kembali
pada rasio 1:3. Untuk menjelaskan fenomena ini, Mendel
menciptakan istilah "resesif "dan" dominan "mengacu
pada ciri-ciri tertentu. (Dalam contoh sebelumnya,
kacang hijau adalah resesif dan kacang polong kuning
yang dominan.) Ia menerbitkan karyanya pada tahun
1866, menunjukkan tindakan tak terlihat "faktor"sekarang disebut gen sebagai faktor penentu sifat
keturunan.
Makna mendalam dari karya Mendel tidak diakui
sampai abad ke-20. namun dengan ditemukannya
kembali hukum-hukum Mendel oleh Erich von
Tschermak, Hugo de Vries, Carl Correns, dan William
Jasper Spillman yang berhasil memverifikasi beberapa
temuan eksperimental Mendel, mengantarkan era
genetika modern.
BIOGRAFI
Johann Mendel lahir 20 Juli 1822, Heinzendorf
bei Odrau, Kekaisaran Austria (sekarang Hynice,
Republik Ceko). Dia diberi nama Gregor ketika ia

bergabung dengan para biarawan Augustinian. Ia


merupakan putra dari Anton dan Rosine (Schwirtlich)
Mendel, dan memiliki satu kakak, Veronika, dan satu
yang lebih muda, Theresia. Mereka tinggal dan bekerja
di sebuah peternakan yang telah dimiliki oleh keluarga
Mendel selama 130 tahun. Sejak masa kecil Mendel
bekerja sebagai tukang kebun dan belajar perlebahan.
Saat usia muda ia menghadiri gimnasium di Opava, di
sana dia sempat berhenti selama 4 bulan karena sakit.
Dari 1840-1843, ia belajar filsafat praktis dan teoritis
seerta fisika di Universitas Olomouc Fakultas Filsafat.
Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru,
tetapi gagal dan mendapat angka terburuk dalam biologi.
Selanjutnya Mendel belajar ke Universitas Wina, dari
tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu
pengetahuan lainnya. Mendel tak pernah berhasil
mengantongi ijasah guru resmi, tetapi dari tahun 18541868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah
modern kota Brunn.
Mendel memulai studinya pada keturunan
menggunakan tikus. Dia berada di Abbey St Thomas
tetapi uskupnya tidak suka salah satu biarawannya
mempelajari hewan, sehingga Mendel beralih ke
tanaman. Mendel juga dibesarkan di sebuah rumah lebah
yang dibangun untuk dia. Ia juga mempelajari astronomi
dan meteorologi, mendirikan
'Austria
Meteorological
Society' pada tahun 1865.
Sebagian besar karya-karyanya
diterbitkan terkait dengan
meteorology.

PERCOBAAN PADA HIBRIDISASI TANAMAN


Gregor Mendel, yang dikenal sebagai "bapak
genetika modern", terinspirasi oleh kedua profesornya di
Universitas Olomouc (Friedrich Franz & Johann Karl
Nestler) dan rekan-rekannya di biara (misalnya, Franz
Diebl) untuk mempelajari variasi dalam tanaman, dan
dia melakukan penelitian di biara dengan 2 hektar (4,9
hektar) kebun percobaan. Dalam penelitiannya Mendel
memfokuskan pada tanaman. Setelah percobaan awal
dengan tanaman kacang polong, Mendel menetap pada
mempelajari tujuh sifat yang tampaknya mewarisi sifat
independen lainnya: bentuk biji, warna bunga, biji
mantel warna, bentuk polong, warna polong mentah,
lokasi bunga, dan tinggi tanaman. fokus awalnya pada
bentuk benih yang baik. Antara 1856 dan 1863 Mendel
membudidayakan dan menguji 29.000 tanaman kacang
(yaitu, Pisum sativum). Studi ini menunjukkan bahwa
satu dari empat tanaman kacang memiliki ras resesif alel,
dua dari empat yang hybrid dan satu dari empat ras yang
dominan. Eksperimen membawanya untuk membuat dua
generalisasi, para Hukum Segregasi dan Hukum
Independen Assortment, yang kemudian dikenal sebagai
Hukum Warisan/keturunan Mendel.
Mendel
mempresentasikan
makalahnya,
Versuche ber Pflanzenhybriden (Percobaan pada
Tanaman Hibridisasi), pada dua pertemuan dari Natural
History Society of Brno di Moravia pada 8 Februari dan
8 Maret 1865. Hal ini diterima baik dan menghasilkan
laporan di beberapa surat kabar lokal. Ketika kertas
Mendel diterbitkan pada tahun 1866 di Verhandlungen

des naturforschenden Vereins Brnn, terlihat sebagai


dasar dari hibridisasi daripada warisan dan memiliki
dampak yang kecil dan dikutip sekitar tiga kali selama
tiga puluh lima tahun ke depan. Menurut Jacob
Bronowski (The Ascent of Man), peneliti terkenal
seperti Charles Darwin tidak menyadari kertas Mendel.
hasil penelitian Mendel yang saat itu banyak dikritik,
sekarang dianggap sebagai sebuah karya.
KEHIDUPAN SETELAH PERCOBAAN KACANG
Setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan
kacang polong, Mendel beralih ke bereksperimen dengan
lebah madu untuk memperpanjang karyanya tentang
hewan. Dia menghasilkan strain hibrida namun gagal
untuk menghasilkan gambaran yang jelas tentang
keturunan
mereka
karena
kesulitan
dalam
mengendalikan perilaku lebah ratu. Dia juga
menggambarkan
spesies
tanaman
baru,
yang
dilambangkan dengan singkatan penulis botani
"Mendel".
Pada tahun 1868 ia diangkat sebagai kepala biara
dan sebagian besar karya ilmiahnya berakhir, Mendel
meninggal pada tanggal 6, 1884, pada usia 61 tahun, di
Brno, Moravia, Austria-Hungaria (sekarang Republik
Ceko), dari kronis nephritis. Setelah kematiannya, kepala
biara berhasil membakar semua dokumen dalam koleksi
Mendel, untuk menandai diakhirinya sengketa
perpajakan.
PENEMUAN KEMBALI KARYA MENDEL

Pada awalnya komunitas ilmiah menolak Karya


Mendel, dan tidak diterima hingga kematiannya. Namun
Hasil penelitian Mendel diketemukan kembali tahun
1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbedabeda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda, Carl Correns
dari Jerman dan Erich von Tschermak dari Austria.
Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan
artikel Mendel.
Masing-masing mereka sudah punya pengalaman
sendiri di bidang botani. Masing-masing secara
tersendiri menemukan hukum Mendel. Dan masingmasing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama
mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula
menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat
pendapat Mendel. Pada tahun itu juga, William Bateson,
ilmuwan berkebangsaan Inggris, menemukan kertas
kerja Mendel yang asli dan segera mengenalkan kepada
dunia ilmu pengetahuan. Di penghujung tahun, Mendel
mendapat sambutan meriah dan penghargaan atas karyakarya yang dilakukan selama masa hidupnya.
PERCOBAAN HIBRIDISASI
Pada tahun 1854, Mendel memulai percobaan
hibridisasi nya. Dia fokus pada asal-usul variabilitas
tanaman. Dia menguji kemurnian varietas yang dipilih
dari Pisum dan kemudian mulai percobaan dengan
pembuahan buatan. Data eksperimen Mendel
menggambarkan bahwa ia telah menguji 28.000 tanaman
Pisum selama tahun 1856-1863.

MAX SCHULTZE
(1825-1874)
Max Johann Sigismund Schultze adalah seorang
Ilmuwan mikroskopis anatomi Jerman yang terkenal
karena karyanya pada teori sel.
BIOGRAFI
Max Schultze lahir di Freiburg di Breisgau
(Baden) pada 25 Maret 1825. Ia belajar kedokteran di
Greifswald dan Berlin, dan diangkat sebagai profesor
luar biasa di Halle pada 1854 dan lima tahun kemudian
profesor biasa anatomi dan histologi dan direktur Institut
Anatomi di Bonn.

Max Schultze belajar kedokteran dengan


naturalis Fritz Mller naturalisasi Brasil. Max dikirim
secara berkala ke literatur ilmiah T eman Mller, seperti
juga dia yang disajikan dengan mikroskop kecil
diproduksi di Berlin, Jerman, oleh Friedrich Wilhelm
Schiek (1857); berkat mikroskop ini, Mller dapat
mempelajari krustasea buku kenangan FrDarwin, yang
publikasi juga Johann yang tersedia; buku ini secara
empiris menguatkan teori Seleksi Naural Charles
Darwin.
Max Schultze meninggal di Bonn pada 16
Januari 1874. Dia adalah kakak
dari dokter kandungan Bernhard
Sigmund Schultze (1827-1919).
Namanya sangat dikenal
karena karyanya pada teori sel.
Dengan
menggabungkan
teoriFelix Dujardin dari konsep
sarcode pada binatang dengan
Hugo
von
Mohl
dengan
protoplasma pada sayuran, ia
menyatukan keduanya, dan
dua hal itu termasuk di
Max Johann Sigismund
bawah
nama
umum
Schultze
protoplasma, mendefinisikan
sel sebagai nucleated massa Lahir: 25 Maret 1825
dari protoplasma dengan Freiburg
atau tanpa sel-dinding (Das Meninggal: 16 Januari
Protoplasma der Rhizopoden 1874
und der Pflanzenzellen; ein Kebangsaan: Jerman
Beitrg zur Theorie der Bidang: ahli pengurai
Zelle, 1863).
tubuh manusia
Alma mater: Halle

PENGERTIAN SEL MENURUT MAX SCHULTZE


Schultze menegaskan bahwa protoplasma
merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma
bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga merupakan
bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksireaksi kimia kehidupan. Protoplasma juga merupakan
tempat terjadinya proses hidup.
Karya:
Beitrge zur Naturgeschichte der Turbellarien
(1851)
Uber den Organismus der Polythalamien (1854)
Beitrge zur Kenntnis der Landplanarien (1857)
Zur Kenntnis der elektrischen der organe Fische
(1858)
Ein heizbarer Objecttisch und seine Verwendung
bei Untersuchungen des Blutes (1865, di mana
deskripsi pertama yang diketahui dari platelet )
Zur Anatomie und Physiologie der Retina (1866)

AUGUST WEISMANN
(1834-1914)

riedrich Leopold August Weismann adalah


seorang ahli biologi evolusi berkebangsaan
Jerman. Ernst Mayr menempatkannya sebagai
ahli teori evolusi terpenting kedua abad ke-19
setelah Charles Darwin. Weismann menjadi Direktur
Zoological Institute dan profesor pertama Zoologi di
Universitas Freiburg.
KEHIDUPAN AWAL
Weismann lahir sebagai seorang putra dari guru
SMA, Johann (Jean) Konrad Weismann (1804-1880),
lulusan bahasa kuno dan teologi, dan istrinya Elise
(1803-1850), ne Lbbren, putri dari dewan kabupaten
dan walikota dari Stade, pada 17 Januari 1834 di
Frankfurt am Main. Ia memiliki pendidikan borjuis abad

ke-19 yang khas, menerima pelajaran musik dari usia


empat tahun, dan mendapat pelajaran melukis dari Jakob
Becker (1810-1872) di Frankfurter Stdelsche Institut
dari usia 14. guru pianonya adalah kolektor setia kupukupu dan memperkenalkannya kepada pengumpulan
imago dan ulat. Seorang teman keluarga, Friedrich
Whler (1800-1882), menganjurkan belajar kedokteran.
Sebuah yayasan dari warisan ibu Weismann
memungkinkan dia untuk mengambil studi di Gttingen.
Setelah lulus tahun 1856, ia menulis disertasinya pada
sintesis asam hipurat dalam tubuh manusia.

Studi:
Medical School: Universitas Gttingen (1852-1856)
Scholar: Universitas Giessen
August
Weismann
Profesor:
Universitas
Freiburg (1863-1912)
Penghargaan
Darwin Medal 1908
Buku:

Studi dalam Teori Descent (1882, biologi, 2 jilid.)


Esai pada Keturunan dan Masalah Biologi Kindred
(1889, biologi)
Para plasma germinal: A Theory Keturunan (1893,
biologi)
Teori Evolusi (1904, biologi)

Lahir:
17 Januari 1834 Frankfurt am Main, Jerman
Meninggal:
5 November 1914 (umur 80) Freiburg
Dikenal: teori plasma nutfah
Penghargaan:
Darwin-Wallace Medal (Silver, 1908)
Ayah: Johann Konrad Weismann (b. 1804, d. 1880)
Ibu:
Elise Lbbren (b. 1803, d. 1850)
Istri:
Marie Dorothea Gruber (m. 1867, empat anak
perempuan, satu anak laki-laki)
Anak:
Julius Weismann (b. 1879)
KARIR
Setelah lulusa dari universitas, Weismann
menjadi asisten di Stdtische Klinik (klinik kota) di
Rostock. Weismann berhasil menyerahkan dua naskah,
satu tentang asam hipurat dalam herbivora, dan satu
tentang kandungan garam dari Laut Baltik, dan
memenangkan dua hadiah. Makalah tentang kandungan
garam membuatnya menjadi seorang ahli kimia, karena
ia merasa dirinya kurang dalam akurasi apothecarial.
Setelah kunjungan studi untuk melihat museum
dan klinik Wina, ia lulus sebagai dokter dan menetap di
Frankfurt dengan praktek medis pada tahun 1868.
Selama perang antara Austria, Perancis dan Italia pada

tahun 1859, ia menjadi Kepala Dinas Kesehatan di


militer. Selama cuti dari tugas, ia berjalan melalui Italia
Utara dan Kabupaten Tyrol. Setelah cuti di Paris, ia
bekerja dengan Rudolf Leuckart di University of
Giessen. Dia kembali ke Frankfurt sebagai dokter pribadi
untuk mengusir Archduke Stephen dari Austria di
Schaumburg
Kastil
1861-1863.
KONTRIBUSI UNTUK BIOLOGI EVOLUSI
August Weismann mencoba untuk menerapkan
teori Darwin dalam peristiwa genetika. Dia berpendapat
bahwa evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap
faktor-faktor genetik.
Weismann berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak
dipengaruhi oleh lingkungan. Ia membuktikan
pendapatnya dengan mengawinkan dua tikus yang
dipotong ekornya. Hingga generasi ke-21, semua anak
tikus yang dilahirkan dari keturunan kedua tikus tadi
berekor panjang. Weismamn pun menyimpulkan bahwa:

Perubahan sel tubuh karena pengaruh


lingkungam tidak akan diwariskan ke generasi
berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa teori
evolusi Lamarck tidak benar.

Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen


melalui sel kelam!n, atau evolusi adalah gejala
seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

TEORI PLASMA NUTFAH


Kontribusi utama August adalah teori plasma
nutfah, yang menurut teori ini, pewarisan pada

organisme mulitseluler hanya terjadi melalui sel nutfah


seperti sel telur dan sel sperma. Sel-sel lainnya pada
tubuh (sel somatik) tidak berfungsi sebagai agen
pewarisan. Akibatnya adalah, sel nutfah yang
memproduksi sel somatik tidak dipengaruhi oleh
kemampuan baru apapun yang sel somatik dapatkan
selama hidupnya. Informasi genetik tidak dapat
diwariskan melalui plasma soma ke plasma nutfah
ataupun dari generasi ke generasi. Ini disebut sebagai
sawar Weismann.
Gagasan mengenai sawar Weismann ini berperan
penting dalam sintesis evolusi modern. Menurut
Weismann, proses mutasi acak yang terjadi pada gamet
merupakan satu-satunya sumber perubahan pada
makhluk hidup yang diseleksi oleh seleksi alam.
Gagasan Weismann ini muncul sebelum karya Gregor
Mendel ditemukan kembali.
August Weismann meninggal pada 5 November
1914 (umur 80) di Freiburg Jerman. Ia meninggalkan
Istri, Marie Dorothea Gruber, empat anak perempuan,
dan satu anak laki-laki, Julius Weismann.

CAMILLO GOLGI
(1843-1926)

amillo Golgi adalah seorang dokter Italia, ahli


patologi, ilmuwan, dan pemenang Nobel.
Beberapa struktur dan fenomena dalam
anatomi dan fisiologi diberi nama untuknya,
termasuk aparatus Golgi, para tendon organ Golgi, dan
Golgi tendon refleks.
Camillo Golgi lahir 7 Juli 1843 di desa Corteno, di
provinsi Brescia ( Lombardy ), bagian dari Kekaisaran
Austria. Desa ini sekarang bernama Corteno Golgi untuk
menghormatinya. Ayahnya adalah seorang dokter dan
petugas medis kabupaten.
PENDIDIKAN

Camillo belajar kedokteran di Universitas Pavia,


di mana status Golgi sebagai mahasiswa intern di Institut
Psikiatri yang dipimpin oleh Cesare Lombrosso (1835
1909). Ia juga bekerja di laboratorium penelitian patologi
milik Giulio Bizzozero (1846-1901), seorang professor
muda brilian dalam bidang ilmu jaringan atau histologi
dan patologi dan Bizzozero yang telah memperkenalkan
kepada Golgi ilmu dan penelitian dalam teknik
pembuatan sample atau
preparat
jaringan
Lahir: 7 Juli 1843
hidup.
Corteno, Kerajaan
Golgi lulus pada tahun
Lombardy-Venetia,
1865,
Ia
banyak
Austria Empire
menghabiskan
masa
Meninggal: 21 Januari
kariernya
dengan
1926 (umur 82) Pavia,
meneliti
sistem
saraf
Italia
pusat. Kemudian ikut
Kewarganegaraan: K
melawan
penjajah
ekaisaran Austria,
Negaranya
selama
lima
Italia
tahun terakhir, sampai
Kebangsaan: Italia
Italia
memperoleh
BIdang: Neuroscience
Institusi: University of kemerdekaannya pada
tahun 1870.
PENELITIAN
Ketika bekerja sebagai
kepala petugas kedokteran di
sebuah rumah sakit jiwa, ia
mencoba memasukkan logam pada
jaringan saraf, terutama dengan logam perak (pengotoran
perak atau silver staining). Ia menemukan sebuah

metode pengotoran jaringan saraf yang akan


mengotorkan beberapa sel secara acak. Hal ini
membuatnya dapat mengamati jalur-jalur pada sel-sel
saraf di otak untuk pertama kalinya. Ia menyebut
penemuannya sebagai "reaksi hitam" (dalam bahasa
Italia: reazione nera). Metode ini dikenal sebagai metode
Golgi atau pengotoran Golgi. Alasan mengapa terjadi
pengotoran acak masih belum dapat dijelaskan.
Hipokampus dikotori dengan
metode perak nitart.
Gambar oleh Golgi.

Pada reaksi hitam terjadi fiksasi partikel perak


kromat pada membran neuron (sel saraf) yang disebut
neurilemma dengan mereaksikan perak nitrat dengan
kalium dikromat. Reaksi ini menghasilkan suatu zat
hitam pada badan sel saraf, akson, dan dendrit.
Golgi juga menemukan organ sensorik tendon
yang nantinya disebut reseptor Golgi. Ia mempelajari
siklus hidup dari Plasmodium falciparum dan
membandingkan masa demam yang terjadi pada pasien
malaria dengan siklus hidup organisme ini. Dengan
menggunakan teknik pengotorannya, Golgi berhasil
mengidentifikasi sebuah bagian dalam sel pada 1898.
Bagian itu sekarang dikenal sebagai benda Golgi.

Golgi dan Santiago Ramn y Cajal menerima Hadiah


Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1906
untuk penelitiannya mengenai sistem saraf.
KARIR
Golgi memulai karirnya sebagai seorang peneliti
pada tahun 1869 karena terpengaruh oleh tulisan
Lombrosso yang menyatakan bahwa penyakit mental
dapat disebabkan oleh lesi atau melemahnya komponen
organik pada jaringan sel syaraf pusat. Sejak saat itu, ia
meninggalkan ilmu kejiwaan (psikiatri) yang dulu
ditekuninya, dan lebih berkonsentrasi pada penelitian
struktur jaringan sistem syaraf.
Pada pertengahan abad 19, teknik pembuatan
preparat (sampel) jaringan hidup seperti Fiksasi,
Hematoxylin, dan Carmine mulai diperkenalkan.
Kendati demikian, teknik pembuatan preparat seperti ini
tidak bisa diterapkan karena hasilnya tidak akurat. Juga
tidak memuaskan untuk mengetahui struktur jaringan
pada sistem syaraf yang memiliki struktur lebih
kompleks dan sistem organisasi yang khas dan berbeda
dengan jaringan lainnya.
Pada 1872, karena ada masalah keuangan, Golgi
berhenti melakukan kegiatan penelitian dan menerima
pekerjaan sebagai Kepala Pegawai Kesehatan di Rumah
Sakit Chronically III , Abbiategrasso, dekat Pavia dan
Milan. Di tempat ini, ia menyulap sebuah dapur kecil
menjadi laboratorium yang seadanya untuk melanjutkan
penelitiannya mengenai teknik pewarnaan jaringan
syaraf yang baru.

Pada tahun 1873, Golgi mempublikasikan tulisan


singkat di Gazzetta Medica Italiana yang berjudul
Struktur Otak Daerah Kelabu. Ini adalah penemuan
pertama reaksi gelap (reazione nera), yang diperoleh dari
jaringan syaraf yang dikeraskan dengan potassium
bikromat kemudian diisi dengan perak nitrat.
Penemuan teknik pewarnaan ini kemudian dinamakan
sesuai namanya yaitu, Pewarnaan Golgi dan sampai
saat ini masih digunakan untuk pewarnaan jaringan
syaraf.
Pada 1875, ia mempublikasikan artikel mengenai
bulbus olfaktorius. Dalam artikel ini, ia menggambarkan
struktur syaraf yang divisualisasikan dengan teknik yang
ia temukan pada 1885 untuk pertama kalinya. Golgi
menyodorkan risalah anatomi organ syaraf pusat yang
diilustrasikan dengan bagus sekali.
Pada tahun yang sama, ia kembali ke Pavia. Dan
pada 1876, ia ditunjuk sebagai profesor ahli histologi.
Satu tahun kemudian, ia menikah dengan keponakan
Bizozzero, Lina Aletti. Mereka tidak memiliki anak, dan
mengadopsi keponakan Golgi, Carolina. Pada 1900, ia
pernah menjadi senator. Pensiun pada 1918 dan
meninggal di Pavia pada 21 Januari 1926

EDUARD ADOLF
STRASBURGER
(1844-(1912)

duard Adolf Strasburger adalah seorang


profesor Polandia - Jerman yang merupakan
salah satu ahli botani dari abad ke-19 yang
paling terkenal.

BIOGRAFI
Ia lahir pada 1 Februari 1844 di Warsawa,
Polandia, Kekaisaran Rusia
[sekarang di Polandia]. Ia putra
dari
Edward
Bogumil
Strasburger (1803-1874). Pada
tahun 1870, ia menikah dengan
Aleksandra Julia Wertheim
(1847-1902), dan memiliki dua
anak: Anna (b 1870.) Dan
Julius (1871-1934).
Strasburger belajar ilmu
biologi di Paris , Bonn dan
Jena, menerima gelar PhD pada
tahun 1866 setelah bekerja dengan Natanael Pringsheim.
Pada tahun 1868 ia mengajar di Universitas Warsawa.
Pada tahun 1869 ia diangkat sebagai profesor botani di

University of Jena. Sejak 1881 ia adalah kepala


Botanisches Institut di Universitas Bonn. Strasburger
meninggal di Bonn, Jerman pada 18 Mei 1912.
PRESTASI
Strasburger adalah pendiri der Lehrbuch terkenal
Botanik fr Hochschulen (Textbook of Botany), yang
pertama kali muncul pada tahun 1894. Strasburger
adalah orang pertama memberikan gambaran yang
akurat dari kantung embrio pada gymnosperma (seperti
konifer) dan Angiosperma (tanaman berbunga) bersama
dengan demonstrasi fertilisasi ganda pada angiosperma.
Dia menetapkan prinsip-prinsip dasar mitosis
dalam bukunya ber Zellbildung und Zelltheilung
(1876; "Pada Pembentukan Sel dan Cell Division"), dan
di setiap edisi berikutnya ia menjelaskan dan
memodifikasi proses deskripsi sampai di edisi ketiga
(1880) ia diucapkan salah satu hukum modern sitologi
tanaman: bahwa inti baru bisa muncul hanya dari divisi
inti lainnya.
Pada tahun 1882 ia menciptakan istilah sitoplasma dan
nukleoplasma untuk menggambarkan masing-masing sel
tubuh dan nukleus. Berikutnya, ia menunjukkan bahwa
selama pembuahan pada tanaman berbunga inti adalah
struktur utama yang bersangkutan pada keturunan. Pada
tahun 1888 ia menerangkan bahwa inti dari sel germinal
angiospermae menjalani meiosis- yaitu, sebuah divisi
pengurangan menghasilkan inti dengan setengah jumlah
kromosom dari inti asli. Bersama dengan Walther
Flemming, dan Edouard van Beneden ia menjelaskan
distribusi kromosom selama pembelahan sel.

Kemudian pekerjaan Strasburger pada gerakan ke


atas dari getah membuktikan bahwa proses ini fisik
daripada fisiologis. Dengan ahli botani yang luar biasa
lainnya, ia menulis Lehrbuch der Botanik (1894;
"Textbook of Botany"). Eduard Adolf Strasburger
dianugerahi Linnean Society of London yakni DarwinWallace Medal pada tahun 1908.
Karya:
Tentang Pembentukan Sel dan bagian Sel, 1876 sebuah buku di mana ia menetapkan prinsipprinsip dasar mitosis
Ueber das Verhalten des Pollens und die
Befruchtungsvorgnge bei den Gymnospermen:
Schwrmsporen,
Gameten,
pflanzliche
Spermatozoiden und das Wesen der Befruchtung.
Gustav Fischer Verlag, Jena, 1892.
Lehrbuch der Botanik fr Hochschulen, 1st ed,
1894; 4th ed, 1900, edisi digital dengan ULB
Dsseldorf; edisi ke-5, 1902, dengan ULB
Dsseldorf; 8 ed, 1906, oleh ULB Dsseldorf; 16
ed 1923, tersedia di BHL. Ed ke-33., 1991.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Estonia, Italia,
Jepang, Polandia, Rusia, Serbo-Kroasia, dan
Spanyol. Daftar lengkap edisi dan terjemahan
hingga 1994 diberikan dalam Finke et al. (1994)
Sebuah Textbook botani, 1st ed., 1898,
terjemahan bahasa Inggris dari Jerman ed 2.
(1895), tersedia di BHL. Macmillan, London.
Das kleine Botanische Praktikum fr Anfnger:
Anleitung
zum
Selbststudium
der
mikroskopischen Botanik und Einfhrung in die

mikroskopische Technik, 4th ed, 1902., edisi


digital oleh ULB Dsseldorf.

CHARLES LOUIS
ALPHONSE LAVERA
(1845-1922)
Charles Louis Alphonse Lavera adalah seorang dokter,

fisikawan,
patolog,
dan
parasitolog
Perancis
yang
memenangkan Hadiah Nobel
dalam
Fisiologi
atau
Kedokteran pada tahun 1907
atas penemuannya yakni parasit
protozoa sebagai agen penyebab
penyakit menular malaria dan
trypanosomiasis pada manusia.
Ia
mengambil
kedokteran
militer sebagai profesi. Ia
memperoleh gelar medisnya
dari University of Strasbourg pada tahun 1867.

Lahir: 18 Juni 1845 Paris, Prancis


Meninggal: 18 Mei 1922 (umur 76) Paris, Prancis
Tempat peristirahatan: Cimetire du Montparnasse.
Koordinat: 48 50'N 2 20'E / 48.84 N 2,33 E
Kebangsaan: Perancis
Bidang: Kedokteran tropis, Parasitologi
Institusi: Sekolah Kedokteran Militer Val-de-Grace,
Pasteur Institute
Alma mater: University of Strasbourg
Dikenal karena: Trypanosomiasis, malaria
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi
atau Kedokteran (1907)
Istri: Sophie Marie Pidancet
Ia menjadi dokter bedah selama Perang Perancis-Prusia
(18701871) dan mempraktekkan serta mengajarkan
pengobatan militer sampai 1897, di mana ia menjadi
anggota Institut Pasteur, Paris. Laveran adalah seorang
peneliti soliter tapi berdedikasi, ia menulis lebih dari 600
komunikasi ilmiah.
PENEMUAN
Pada tahun 1880, saat bekerja di rumah sakit
militer di Constantine, Aljazair, ia menemukan bahwa
penyebab malaria adalah protozoa, setelah mengamati
parasit dalam darah yang diambil dari seorang pasien
yang baru saja meninggal karena malaria. Ia menemukan
organisme penyebab penyakit yakni protozoa yang ia
beri nama Oscillaria malariae, namun kemudian berganti
nama menjadi Plasmodium. Ini adalah pertama kalinya

bahwa protozoa terbukti menjadi penyebab segala


penyakit. Oleh karena itu, penemuan tersebut merupakan
validasi dari teori penyakit kuman.

ELIE METCHNIKOFF
(1845-1916)

lya Ilyich Mechnikov, juga disebut sebagaiElie


Metchnikoff adalah seorang ilmuwan biologi,
zoologi dan protozoologist Rusia, yang dikenal
dengan penelitiannya mengenai sistem kekebalan
tubuh. Secara khusus, Mechnikov dikreditkan dengan
penemuan makrofag pada tahun 1882. Bersama dengan
Paul Ehrlich Mechnikov ia menerima Hadiah Nobel
Kedokteran pada tahun 1908 untuk karyanya pada
fagositosis. Dia juga dikreditkan oleh beberapa sumber
dalam istilah gerontologi pada tahun 1903, untuk studi
tentang penuaan dan umur panjang.
BIOGRAFI

Mechnikov lahir pada 15


Mei [ OS 3 Mei] 1845 di Idesa
Ivanovka dekat Kharkov, Rusia
Empire (sekarang dekat Kharkiv
di Ukraina) putra bungsu Ilya
Mechnikov, seorang petugas
penjaga.
Ayahnya
adalah
keturunan dari Kanselir Yuri
Stefanovich, c ucu Nicolae
Milescu
Sebagai seorang anak
Mechnikov
mengembangkan
keinginan untuk sejarah alam serta biologi dan botani.
Dia memberikan ceramah pada tesis mata pelajaran
untuk saudara-saudaranya dan anak-anak kecil lainnya.
Ketika buku Charles Darwin, Origin of Species,
diterbitkan, ia ingin sekali mempelajari teori evolusi.
Ia belajar ilmu alam di Universitas Kharkov,
menyelesaikan masa kuliah empat tahunnya dalam
waktu dua tahun saja. Kemudian ia menuju Jerman
untuk mempelajari ilmu hewan bahari di Pulau
Heligoland dan kemudian di Universitas Giessen,
Universitas Gottingen, dan Akademi Munich. Pada 1867,
ia kembali ke Rusia dan pada 1870 ia diangkat menjadi
profesor tituler zoologi dan anatomi perbandingan di
Universitas Odessa.
Istri pertamanya, Ludmilla Feodorovitch
meninggal pada 1873 akibat menderita tuberkulosis.
Kematiannya menyebabkan Mechnikov depresi dan
kemudian ia mengonsumsi opium. ia menikah lagi pada

1875 dengan isteri keduanya, Olga. Olga menderita tifus


pada 1880 dan kembali membuat Mechnikov depresi.
Elie Metchnikoff meninggal di Paris, Prancis pada 15
Juli 1916 saat berumur 71 tahun akibat gagal jantung.

Lahir: 15 Mei [ OS 3 Mei] 1845 Ivanovka, Kharkov


Governorate, Kekaisaran Rusia (sekarang Kupiansk Raion,
Kharkiv Oblast, Ukraina)
Meninggal: 15 Juli 1916 (umur 71) Paris, Prancis
Kebangsaan: Kekaisaran Rusia
Bidang: Zoopathology, Imunologi, Gerontology
Almamater: University of Kharkiv, University of Giessen,
University of Gttingen, Munich Academy.
Dikenal dalam: Fagositosis
Penghargaan: Copley Medal (1906), Penghargaan Nobel
dalam Kedokteran (1908) , Albert Medal (1916)
PENELITIAN
Mechnikov menjadi tertarik dengan penelitian mikroba,
terutama sistem immun. Pada 1882, ia mundur dari
jabatannya di Universitas Odessa dan membangun
laboratorium pribadi di Messina untuk mempelajari
embriologi perbandingan. Di sini ia menemukan
fagositosis setelah meneliti larva bintang laut.
Dia menyadari bahwa proses pencernaan dalam mikroorganisme pada dasarnya sama dengan yang dilakukan
oleh sel darah putih. Teorinya menyatkan bahwa

beberapa sel darah putih bisa menelan dan


menghancurkan zat berbahaya seperti bakteri. Pawa
waktu itu, para ahli bakteri percaya bahwa sel-sel darah
putih memakan patogen dan kemudian menyebarkannya
lebih lanjut melalui tubuh.
Vaksin Pasteur untuk rabies - Mechnikov kembali ke
Odessa sebagai direktur sebuah lembaga yang dibentuk
untuk melaksanakan vaksin Pasteur terhadap rabies,
namun karena beberapa kesulitan, pada tahun 1888 ia
pergi ke Paris untuk mencari nasihatLouis Pasteur. Louis
Pasteur memberinya janji di Pasteur Institute, di mana ia
tinggal selama sisa hidupnya.
PENEMUAN
Karena Karya Mechnikov di fagosit dia
memenangkan Hadiah Nobel pada tahun 1908. Dia
bekerja dengan mile Roux pada kalomel, salep untuk
mencegah orang tertular sfilis, sebuah penyakit menular
seksual .
Mechnikov juga mengembangkan teori bahwa
penuaan disebabkan oleh bakteri beracun dalam usus dan
asam laktat dapat memperpanjang hidup. Berdasarkan
teori ini, ia minum susu asam setiap hari.
Ia sempat menulis tiga buku: Immunity in Infectious
Diseases, The Nature of Man, dan The Prolongation of
Life: Optimistic Studies.
Seorang ilmuwan Jepang Minoru Shirota,
terinspirasi penemuan Mechnikov untuk menyelidiki
hubungan kausal antara bakteri dan kesehatan usus yang

baik, yang akhirnya mengarah pada pemasaran minuman


susu fermentasi, atau probiotik di seluruh dunia. Pada
akhirnya Minoru Shirota dikenal sebagai ilmuwan
penemu "Yakult."
Untuk menghormati peneliti besar dan terkenal
ini, Kekaisaran Rusia menciptakan Mechnikov Medical
Academy di St Petersburg. Salah satu lembaga yang
paling bergengsi dalam pelatihan dokter dan senior
profesional di Rusia.

CHARLES ROBERT
RICHET
(1850-1935)

harles Robert Richet adalah seorang ahli ilmu


fisiologi Perancis yang memulai berbagai
penelitian
seperti
neurokimia,
sistem
pencernaan, termoregulasi hewan berdarah
panas atau Homoiterm, dan sistem pernafasan. Ia
memenangkan Hadiah Nobel "sebagai pengakuan atas
karyanya pada anafilaksis "pada tahun 1913. Dia juga
mengabdikan
waktunya
bertahun-tahun
untuk
mempelajari fenomena spiritualis.
KEHIDUPAN DAN KARIR

Selama
studinya,
Richet
menghabiskan
waktumagang di rumah sakit Salpetriere di Paris, di
mana ia mengamati karya Jean-Marie Charcot dengan
pasien histeris.
Ia diberi gelar
profesor di bidang ilmu Lahir: 25 Agustus 1850
fisiologi oleh Collge de Paris, Perancis
France pada tahun 1887 Meninggal: 4 Desember
dan menjadi anggota 1935 (umur 85) Paris
Acadmie de Mdecine Penghargaan: Pengharga
pada 1898. Pada 1914, an Nobel dalam Fisiologi
ia bergabung dengan atau Kedokteran (1913)
Acadmie des Sciences.
Ia memenangkan Hadiah Nobel untuk bidang
fisiologi dan kedokteran pada 1913 dengan karyanya
mengenai anafilaksis (istilah darinya untuk kondisi
reaksi alergi). Penelitian ini membantu menerangkan
berbagai masalah medis seperti asma dan menjelaskan
beberapa kasus intoksikasi dan kematian mendadak yang
sebelumnya tidak dapat dimengerti. Pada tahun 1914 ia
menjadi
anggota
dari
Acadmie des Sciences.
Charles Robert Richet
adalah sosok yang memiliki
ketertarikan pada berbagai
disiplin
ilmu
termasuk
sejarah, sosiologi, filsafat,
psikologi, serta drama teater
dan puisi.
Dia juga memiliki minat yang
mendalam dalam persepsi
ekstra-indrawi dan hipnosis.

Pada 1891, Richet menyelesaikan Annales des sciences


psychiques. Ia juga memiliki hubungan dengan para ahli
supranatural pada masanya seperti Albert von SchrenckNotzing dan Frederic William Henry Meyers.
Pada tahun 1905 Richet menjadi ketua dari
Society for Psychical Research di Inggris. Ia kemudian
bereksperimen dengan Marthe Braud, Elisabette
D'Esprance, William Eglinton dan Stefan Ossowiecki,
dari hasil temuannya ia menciptakan istilah
"ektoplasma".
Pada tahun 1919 ia menjadi presiden kehormatan dari
Institut Mtapsychique Internasional di Paris, dan, pada
tahun 1929, presiden full-time.

MARTINUS WILLEM
BEIJERINCK
(1851-1931)

illem
Martinus
Beijerinck adalah
seorang ahli mikrobiologi dan ahli
botani Belanda. Lahir di Amsterdam
pada 16 Maret 1851 dan meninggal pada
1 Januari 1931 Dia belajar di Sekolah Teknik dan
dianugerahi gelar Tehnik Kimia pada tahun 1872. Meraih

gelar Doctor of Science dari Universitas Leiden, Jerman


pada tahun 1877.
Pada saat itu di Delft, sebuah Politeknik tidak
memiliki hak untuk memberikan gelar doktor, sehingga
Leiden menjadi seorang guru mikrobiologi di Sekolah
Pertanian di Wageningen (sekarang Wageningen
University) dan kemudian di Polytechnische Hogeschool
Delft (Delft Politeknik, saat ini Delft University of
Technology) (dari 1895).

Dia mendirikan Delft School of Mikrobiologi. untuk


bidang studi mikrobiologi pertanian dan mikrobiologi
industri yang menghasilkan penemuan fundamental
dalam bidang biologi. Prestasinya dibayang-bayangi oleh
Lahir: 16 Maret 1851 Amsterdam, Belanda
Meninggal: 1 Januari 1931 (umur 79) Gorssel,
Belanda
Bidang: Mikrobiologi
Lembaga: Wageningen University, Delft
School of Mikrobiologi (pendiri)
Almamater: Leiden University
Dikenal
untuk: Siklus
nitrogen,
Chemoautotrophy, Virologi, Sulfat-Bakteri,
Budidaya bakteri
Pengaruh: Sergei Winogradsky
Penghargaan: Leeuwenhoek Medal (1905)
orang-orang sezamannya seperti Robert Koch dan Louis
Pasteur, karena tidak seperti mereka, Beijerinck tidak
pernah belajar penyakit manusia.
PENEMUAN
Willem Martinus Beijerinck dianggap sebagai
salah satu pendiri virologi. Pada tahun 1898, ia
menerbitkan hasilnya setelah melalui percobaan
penyaringan menunjukkan bahwa penyakit mosaik
tembakau disebabkan oleh agen infeksi lebih kecil dari
bakteri.

Hasilnya sesuai dengan pengamatan serupa yang


ditemukan oleh Dmitri Ivanovsky pada tahun 1892.
Ivanovsky, Adolf Mayer dan Beijerinck mangatakan
bahwa agen infeksi tidak bisa disaring, namun Beijerinck
menyimpulkan bahwa agen dapat mereplikasi dan
berkembang biak pada tanaman hidup. Dia
memberi nama baru virus patogen untuk menunjukkan
sifat non-bakteri tersebut. Beijerinck menyatakan bahwa
virus itu agak cair di alam, ia menyebutnya " contagium
vivum fluidum "(cairan menular hidup). Tidak sampai
kristal pertama dari virus mosaik tembakau (TMV) yang
diperoleh Wendell Stanley pada tahun 1935, mikrograf
elektron pertama TMV diproduksi pada tahun 1939 dan
analisis kristalografi sinar-X pertama TMV dilakukan
pada tahun 1941 membuktikan bahwa virus itu
partikulat.
Beijerinck juga menemukan Nitrogen fiksasi,
proses dimana diatomik gas nitrogen diubah menjadi ion
amonium dan berguna bagi tanaman. Bakteri melakukan
fiksasi nitrogen, tinggal di dalam bintil akar dari
tanaman tertentu (kacang-kacangan). Selain menemukan
reaksi biokimia penting untuk kesuburan tanah dan
pertanian,
Beijerinck
mengungkapkan
contoh
archetypical ini simbiosis antara tanaman dan bakteri.
Beijerinck menemukan fenomena bakteri reduksi sulfat,
suatu bentuk respirasi anaerobik. Dia telah mempelajari
bahwa bakteri bisa menggunakan sulfat sebagai pusat
akseptor elektron, bukan oksigen. Penemuan ini
memiliki dampak penting pada pemahaman kita tentang
siklus biogeokimia, Spirillum desulfuricans, bakteri-

pereduksi sulfat pertama kali dikenal, diisolasi dan


dijelaskan oleh Beijerinck.
Beijerinck
menemukan budaya
pengayaan
(enrichment culture), metode fundamental yang
mempelajari mikroba dari lingkungan. Dia sering salah
dikreditkan dengan membingkai gagasan ekologi
mikroba bahwa "segala sesuatu di mana-mana, tapi yang
memilih lingkungan", yang dinyatakan oleh Lourens
Baas Becking.
Beijerinck adalah sosok eksentrik sosial. Dia
kasar secara verbal kepada siswa, tidak pernah menikah,
dan memiliki beberapa kolaborasi profesional. Ia juga
dikenal karena pertapa gaya hidup dan pandangannya
tentang ilmu pengetahuan dan pernikahan yang tidak
kompatibel. Popularitas rendah dengan murid-muridnya
secara berkala menekannya, karena ia sangat senang
untuk menyebarkan antusiasme biologi di kelas.

CHARLES SCOTT
SHERRINGTON
(1857-1952)

ir Charles Scott Sherrington adalah seorang


neurofisiologi (fisiolog saraf), histolog,
bakteriolog , dan ahli patologi asal Inggris,
pemenang Nobel dan presiden Royal Society
pada awal tahun 1920 . Ia menerima Penghargaan Nobel
dalam Fisiologi atau Kedokteran dengan Edgar Adrian,
1st Baron Adrian, pada tahun 1932 untuk pekerjaan
mereka pada fungsi neuron. Sebelum karya Sherrington
dan Adrian diterima secara luas, diketahui bahwa terjadi
aktivitas refleks terisolasi dalam lengkung refleks.
Sherrington menerima hadiah untuk menunjukkan
bahwa refleks memerlukan aktivasi terintegrasi dan
menunjukkan persarafan timbal balik otot (Hukum
Sherrington).
PENDIDIKAN DAN KARIR
Sherrington belajar kedokteran di Universitas
Cambridge, dan lulus pada tahun 1885. Kemudian ia
melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert

Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straburg di bawah F.


Goltz.

Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan


St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian
ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di
Brown Institution, bagian kedokteran hewan di
Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat
sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia
menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada
tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara
tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand
Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit
pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik
pada tahun 1936, emudian menulis karya-karya
bernafaskan puisi, sejarah, dan filsafat.
PENELITIAN
Pada tahun 1891, Sherrington diangkat sebagai
pengawas dari Brown Institute for Advanced Fisiologis
dan Penelitian patologis dari University of London,
Lahir: 27 November 1857 Islington, London, Inggris
sebuah pusat untuk penelitian fisiologis dan patologis
Meninggal: 4 Maret 1952 (umur 94) Eastbourne, Suss3x,
manusia dan hewa. Sherrington berhasil bekerja pada
Inggris
distribusi segmental dorsal tulang belakang dan akar
Kebangsaan:
Inggris Rayasensorik dermatom, dan pada
ventral, ia memetakan
Bidang:
histologi,
neurologi,
tahun Fisiologi,
1892 patologi,
menemukan
bahwa
otot bakteriologi
spindle
Alma
mater:
Ipswich
School,
Royal
College
of Surgeonsiniof
memprakarsai
refleks
stretch.
Lembaga
England,
GonvilleSherrington
dan Caius College,
Cambridge
memungkinkan
untuk belajar
banyak hewan,
Penasehat
Michael
Newport
Langley
baik kecilakademik:
maupun besar.
TheFoster,
BrownJohn
Institute
memiliki
Doktor
siswa:
John
Farquhar
Fulton,
John
Carew
Eccles,
cukup ruang untuk bekerja dengan primata besar seperti
Alfred
kera. Frhlich
Pengaruh:
Pekerjaan
Johannespertama
Mller, Sherrington
Thomas Ashe,
sebagai
WH Gaskell,
pengajar
penuh
setelahRudolf
Holt diangkat
David
Ferrier,
Virchowsebagai Profesor Fisiologi di
Liverpool
pada
tahun
1895,
menggantikan
Francis
Terpengaruh: Sir John Eccles,
Ragnar
Granit, Howard
Gotch.EM
Sherrington
mengadakan
pada belahan
Florey,
Tansey, Archibald
Bukit,penelitian
Wilder Penfield.
otak
buinatang
seperti
kucing,
anjing,
monyet,
dan
kera,
Penghargaan: Royal Medal (1905), Copley Medal
(1927),
Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1932)

dia menemukan bahwa refleks harus mempertimbangkan


kegiatan terpadu dari total organisme, bukan hanya hasil
dari
kegiatan
yang
disebut
refleksbusur
yamng

merupakan konsep yang berlaku umum. Di sana ia


melanjutkan karyanya pada refleks dan persarafan timbal
balik. Makalah pada subjek yang disintesis ke dalam
kuliah Croonian tahun 1897.
Sherrington menunjukkan bahwa eksitasi otot itu
berbanding terbalik dengan penghambatan kelompok
otot yang berlawanan. Sherrington melanjutkan karyanya
pada persarafan timbal balik selama tahun di Liverpool.
Tahun 1913, Sherrington mampu mengatakan bahwa
"proses eksitasi dan inhibisi dapat dipandang sebagai
kutub yang berlawanan. Karya Sherrington pada
persarafan timbal balik adalah kontribusi penting untuk
pengetahuan dari sumsum tulang belakang.

Sementara di Oxford, Sherrington terus membuat


ratusan mikroskop slide dalam kotak khusus berlabel
"Sir Charles Sherrington's Histology Demonstration
Slides". Serta slide demonstrasi, kotak berisi slide yang
mungkin berhubungan dengan terobosan asli seperti
lokalisasi kortikal di otak; slide yang sezaman seperti
Angelo Ruffini dan Gustav Fritsch ; dan slide dari rekanrekannya di Oxford seperti John Burdon Sanderson- pertama Waynflete Ketua Fisiologi - dan Derek DennyBrown ., yang bekerja dengan Sherrington di Oxford
Box of microscope slides carrying the plaque:"Sir Charles Sherrington's
Histology Demonstration Slides: St Thomas's Hospital: 18861895; Liverpool
University: 18951915; Oxford University: 19141935"

(1924-1928))
PRESTASI DAN PENGHARGAAN

1899 Baly Gold Medal of the Royal College of


Physicians of London
1905 Royal Medal of the Royal Society of
London
1922 Knight Grand Cross of the Most Excellent
Order of the British Empire
1924 Order of Merit
1932 Nobel Prize for Physiology or Medicine

Pada saat kematiannya Sherrington menerima


gelar Doktor honoris causad dari 22 universitas: Oxford,
Paris, Manchester, Strasbourg, Louvain, Uppsala, Lyon,

Budapest, Athens, London, Toronto, Harvard, Dublin,


Edinburgh, Montreal, Liverpool, Brussels, Sheffield,
Bern, Birmingham, Glasgow, dan University of Wales.

KARL LANDSTEINER
(1868-1943)

arl Landsteiner adalah seorang biologiwan


dan dokter Austria. Ia dikenal karena yang
pertama membedakan golongan darah pada
tahun 1900, mengembangkan sistem

klasifikasi modern golongan darah dari identifikasi


keberadaan aglutinin dalam darah, dan setelah
mengidentifikasi bersama Alexander S. Wiener
menemukan faktor Rhesus pada tahun 1937.
Penbemuannya memungkinkan dokter untuk transfusi
darah tanpa membahayakan kehidupan pasien. Dengan
Constantin Levaditi dan Erwin Popper, ia menemukan
virus polio pada tahun 1909. Pada tahun 1930 ia
menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau
Kedokteran. Dia dianugerahi Penghargaan Lasker pada
tahun 1946 dan diakui sebagai bapak transfusi
kedokteran.
BIOGRAFI
Karl Landsteiner lahir pada 14 Juni 1868 di
Baden bei Wien, dekat Wina, Austria-Hungaria. ayahnya
bernama Leopold (1818-1875), seorang jurnalis Wina
terkenal yang merupakan editor-in-chief dari Die Presse,
meninggal pada usia 56 tahun saat Karl berusia 6 tahun.
Hal ini menyebabkan hubungan erat antara Landsteiner
dan ibunya, Fanny (ne Hess; 1837-1908).
Landsteiner menikah dengan Helen Wlasto pada 1916.
Sebelum menikah, dia adalah anak seorang hakim yang
juga bekas wartawan terkenal.
Dia mendapat pendidikan dalam
bidang
pengobatan
di
Universitas of Vienna. Minatnya
terhadap pengobatan sudah
dirasakannya sejak sekolah.
Hingga
tahun
1891,
dia
menerbitkan kertas kajiannya
mengenai
pengaruh
diet

terhadap komposisi
darah. Untuk mendalami
pengetahuannya dalam bidang kimia, Lansteiner
melanjutkan pelajarannya di Zurich dan juga di Munich
selama lima tahun. Karl Landsteiner meninggal pada 26
Juni 1943 (umur 75) di New York City setelah diserang
penyakit jantung.

KARIR
Setelah lulus dengan ujian Matura dari sebuah
sekolah menengah Wina, ia mengambil studi kedokteran
Lahir: 14 Juni 1868 Baden bei Wien, dekat Wina,
Austria-Hungaria
Meninggal: 26 Juni 1943 (umur 75) New York City
Tempat Tinggal: AS
Kebangsaan: AS
Bidang: Obat-obatan, virologi
Lembaga: University of Vienna. Rockefeller Institute for
Medical Research, New York
Alma mater: University of Vienna
Dikenal untuk: Pengembangan sistem golongan darah,
penemuan faktor Rh, penemuan virus polio
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau
Kedokteran (1930) - Lasker-DeBakey Clinical Medis
Research Award (1946 anumerta)

di University of Vienna dan menulis tesis doktornya


pada tahun 1891. Saat masih mahasiswa ia menerbitkan
sebuah esai tentang pengaruh diet pada komposisi darah.

Dari 1891-1893, Landsteiner belajar kimia di Wrzburg


dalam bimbingan Hermann Emil Fischer, di Mnchen
bawah Eugen Bamberger dan di Zrich bawah Arthur
Rudolf Hantzsch.
Prof. Landsteiner harus menanggung kesulitan terusmenerus di Eropa sampai ia diundang untuk menerima
posisi di Rockefeller Institute di Amerika Serikat, di
mana ia bisa melakukan penelitian ilmiah.
PENELITIAN DI WINA - PENEMUAN VIRUS
POLIO
Setelah kembali ke Wina ia menjadi asisten Max von
Gruber di Institut Higienis. Dalam studinya ia
berkonsentrasi pada mekanisme kekebalan dan sifat
antibodi. Dari November 1897-1908 Landsteiner adalah
asisten di lembaga patologis-anatomis dari University of
Vienna di bawah Anton Weichselbaum, di mana ia
menerbitkan 75 makalah yang berurusan dengan isu-isu
dalam serologi, bakteriologi, virologi dan anatomi
patologis. Selain itu ia melakukan 3.600 otopsi dalam
sepuluh tahun. Weichselbaum adalah guru Landsteiner
untuk kualifikasi kuliah postdoctoral-nya pada tahun
1903. Dari 1908-1920 Landsteiner adalah prosector di
Wilhelminenspital di Wina dan pada tahun 1911 ia
dilantik sebagai profesor anatomi patologis. Selama
waktu itu ia menemukan - dalam kerjasama dengan
Erwin Popper - karakter menular dari Poliomyelitis dan
terisolasi virus polio. Dalam pengakuan penemuan
inovatif ini, yang terbukti menjadi dasar untuk
memerangi polio, ia secara anumerta dilantik ke dalam
Hall of Fame Polio di Warm Springs, Georgia, yang
didedikasikan pada Januari 1958.

PENEMUAN GOLONGAN DARAH


Pada tahun 1900 Karl Landsteiner menemukan
bahwa darah dua orang dalam kontak menggumpal, dan
pada tahun 1901 ia menemukan bahwa efek ini
disebabkan oleh kontak darah dengan serum darah.
Akibatnya ia berhasil mengidentifikasi tiga golongan
darah A, B dan O, yang ia sebut C, darah manusia.
Landsteiner juga menemukan bahwa transfusi darah
antara orang-orang dengan golongan darah yang sama
tidak menyebabkan kerusakan sel-sel darah. Berdasarkan
temuannya, pada tahun 1907 transfusi darah pertama
berhasil dilakukan oleh Reuben Ottenberg di Rumah
Sakit Mount Sinai di New York.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan
jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam
darahnya, sebagai berikut:
Individu dengan golongan darah A memiliki sel
darah merah dengan antigen A di permukaan
membran selnya dan menghasilkan antibodi
terhadap antigen B dalam serum darahnya.
Sehingga, orang dengan golongan darah Anegatif hanya dapat menerima darah dari orang
dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
Individu dengan golongan darah B memiliki
antigen B pada permukaan sel darah merahnya
dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A
dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan
golongan darah B-negatif hanya dapat menerima
darah dari orang dengan dolongan darah Bnegatif atau O-negatif

Individu dengan golongan darah AB memiliki sel


darah merah dengan antigen A dan B serta tidak
menghasilkan antibodi terhadap antigen A
maupun B. Sehingga, orang dengan golongan
darah AB-positif dapat menerima darah dari
orang dengan golongan darah ABO apapun dan
disebut resipien universal. Namun, orang dengan
golongan darah AB-positif tidak dapat
mendonorkan darah kecuali pada sesama ABpositif.
Individu dengan golongan darah O memiliki sel
darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi
terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang
dengan golongan darah O-negatif dapat
mendonorkan darahnya kepada orang dengan
golongan darah ABO apapun dan disebut donor
universal. Namun, orang dengan golongan darah
O-negatif hanya dapat menerima darah dari
sesama O-negatif.

Secara umum, golongan darah O adalah yang paling


umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara
seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih
dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding
antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan
keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini
adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
GOLONGAN DARAH RESUS
Karl Landsteiner menemukan sistem golongan
darah resus pada tahun 1939. Golongan darah

berdasarkan sistem resus adalah penggolongan darah


yang terinspirasi dari primata Rhesus macaque (Macaca
mulatta). Hewan primata ini juga dikenal sebagai kera
India. Dalam penelitiannya, Karl Landsteiner dibantu
oleh A.S. Weiner.
Sistem penggolongan darah ini didasarkan atas
ada atau tidaknya aglutinogen (senyawa yang menjadi
faktor penggumpalan darah) resus di dalam darah. Pada
sistem resus (rh) apabila orang tersebut memiliki
aglutinogen resus maka orang tersebut termasuk dalam
golongan resus positif (rh+). Namun apabila orang
tersebut tidak memiliki aglutinogen resus, maka orang
tersebut termasuk dalam golongan resus negatif (rh-).
Sistem penggolongan darah ini berguna untuk membantu
transfusi darah. Jika dilakukan transfusi darah dari orang
yang bergolongan darah resus positif kepada orang yang
bergolongan darah resus negatif, maka akan terjadi
rangsangan untuk pembentukan antibodi Rh. Bila
resipien mendapatkan transfusi darah lagi dengan
golongan resus positif, maka akan terjadi hemaglutinasi
(penggumpalan darah) yang berakibat pada kematian.
PENELITIAN DI BELANDA DAN AMERIKA
SERIKAT
Setelah Perang Dunia I, Wina dan republik baru
Austria secara keseluruhan dalam keadaan ekonomi
terpencil, situasi di mana Landsteiner tidak melihat
kemungkinan apapun untuk melanjutkan pekerjaan
penelitiannya. Dia memutuskan untuk pindah ke Belanda
dan menerima jabatan sebagai prosector di rumah sakit

Katolik Ziekenhuis kecil di Den Haag dan, dalam rangka


meningkatkan situasi keuangan juga mengambil
pekerjaan di sebuah pabrik kecil, memproduksi
tuberkulin tua (tuberculinum prestinum). Dia juga
menerbitkan sejumlah makalah, lima di antaranya yang
diterbitkan dalam bahasa Belanda oleh Royal Academy
of Sciences. Namun kondisi kerja terbukti menjadi tidak
jauh lebih baik daripada di pasca-perang di Wina. Jadi
Landsteiner menerima inivitation yang mencapai dia dari
New York, diprakarsai oleh Simon Flexner yang akrab
dengan pekerjaan Landsteiner, untuk bekerja di
Rockefeller Institute. Dengan keluarganya ia tiba di sana
pada musim semi tahun 1923. Sepanjang tahun 1920
Landsteiner bekerja pada masalah kekebalan dan alergi.
Pada tahun 1927 ia menemukan golongan darah baru: M,
N dan P, menyempurnakan pekerjaan yang telah dimulai
20 tahun yang lalu. Dalam bidang bacteriolog,
Landsteiner dan pada 1930-1932 Clara Nigg berhasil
mengkultur Rickettsia prowazekii (agen penyebab tifus)
pada media hidup.

ALFRED DAY HERSHEY

Lahir: 4 Desember 1908 Owosso,


Amerika
Meninggal: 22 Mei 1997 (umur 88)
Syosset, New York, AS
Kebangsaan: Amerika Serikat
Bidang: Bakteriologi, genetika
Alma mater: Michigan State University
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam
Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1969,
Albert Lasker Award for Basic Medical
Research

(1908-1997)

lfred
Day
Hershey ialah
seorang
bakteriolog dan
genetikawan Amerika Serikat.
Pada tahun 1952, Alfred
Hershey dan Martha Chase menemukan bahwa DNA
adalah materi genetic pada fag T2 yang menginfeksi
bakteri Escherichia Coli. Hershey merupakan salah satu
penerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau
Kedokteran tahun 1969 untuk "penemuan tentang
struktur genetik virus". Pada tahun 1950 ia pindah ke
Carnegie Institute di bagian genetika di Washington DC.
Untuk karyanya pada mekanisme replikasi virus dan
struktur genetikanya ia menerima Penghargaan Nobel
Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1969 bersama
dengan Salvador Luria dan Max Ludwig Henning
Delbrck.

Alfred Day Hershey lahir 4 Desember 1908 di


Owosso, Michigan. Ia menerima gelar BS dalam kimia
di Michigan State University pada tahun 1930 dan
mendapatkan gelar doktor (gelar Ph.D.) dalam
bakteriologi pada tahun 1934 dari Universitas Michigan.
kemudian bekerja di di Departemen Bakteriologi di
Washington University di St Louis. Pada tahun 1950 ia
pindah dengan asistennya Martha Chase ke Cold Spring
Harbor, New York, untuk bergabung dengan Carnegie
Institution of Washington Department 's Genetika, di
sana ia dan Chase melakukan percobaan terkenal yakni
Hershey-Chase pada tahun 1952. Penelitian ini
memberikan bukti tambahan yakni DNA, adalah materi
genetik kehidupan.
Ia menjadi direktur Carnegie Institution pada
tahun 1962 dan dianugerahi Penghargaan Nobel dalam
Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1969, bersama
dengan Salvador Luria dan Max Delbrck untuk
penemuan mereka pada replikasi dan struktur genetik
virus. Hershey memiliki 1 anak dengan istrinya Harriet
(sering disebut Jill) (1918-2000). Alfred dan "Jill"
memiliki seorang putra bernama Peter. Keluarga itu aktif
di jaringan sosial dari Cold Spring Harbor Laboratorium.
Alfred Day Hershey meninggal pada 22 Mei 1997 (umur
88) di Syosset, New York, AS.

PERCOBAAN HERSHEY-CHASE
Percobaan Hershey-Chase adalah serangkaian
percobaan yang dilakukan pada tahun 1952 oleh Alfred
Hershey dan Martha Chase, yang mengkonfirmasi

bahwa DNA merupakan bahan genetik, yang pertama


kali didemonstrasikan oleh Avery, MacLeod dan
McCarty. Meskipun DNA telah dikenal oleh
para biologiwan sejak 1869, pada saat itu kebanyakan
orang menganggap bahwa proteinlah yang membawa
informasi dalam pewarisan sifat.

Sebelumnya,
para
ilmuwan biologi telah
mengetahui bahwa T2, seperti kebanyakan virus,
tersusun atas protein dan DNA. T2 juga dapat
memerintahkan sel-sel E. Coli untuk memproduksi
virus-virus baru. Tetapi belum diketahui komponen
apakah yang bertanggung jawab atas pemrogaman ulang
sel-sel bakteri tersebut, protein atau DNA.
Hershey dan Chase melakukan percobaan mereka
pada fag T2, virus yang strukturnya saat itu telah
diketahui lewat mikroskop elektron. Fag ini terdiri hanya
dari cangkang protein yang berisi bahan genetik. Fag ini
menginfeksi bakteri dengan menempel pada membran
luar
bakteri
dan
menyuntikkan
bahan
Garis Besar Percobaan
genetiknya lalu
meninggalkan cangkang kosongnya tetap menempel
pada permukaan bakteri. Infeksi bahan genetik ini

mengakibatkan mesin
memperbanyak virus.

genetik

bakteri

tersebut

Pada percobaan pertama, Hershey dan Chase


melabeli DNA fag dengan unsur fosfor-32 radioaktif
(unsur fosfor ada dalam DNA tapi tidak ditemukan

dalam satu pun


asam amino
yang menjadi Struktur Umum Fag T2 komponen
dasar protein).
Mereka
menginfeksi bakteri E. coli dengan fag tersebut, lalu
menyingkirkan cangkang protein dari sel terinfeksi
dengan blender dan sentrifuga. Mereka menemukan
bahwa perunut radioaktif tersebut hanya terlihat dalam
sel-sel bakteri, dan tidak ditemukan pada cangkang
protein.

Pada percobaan kedua mereka melabeli fag


dengan belerang-35 radioaktif (belerang ditemukan pada
asam amino sisteina dan metionina, tapi tidak ditemukan
dalam DNA). Setelah pemisahan, perunut radioaktif
ditemukan dalam cangkang protein, tapi tidak dalam
bakteri terinfeksi. Ini mengkonfirmasi bahwa bahan
genetik yang menginfeksi bakteri adalah DNA.

CARL RICHARD WOESE

(1908-2012)

arl Richard Woese adalah seorang ahli


mikrobiologi dan biofisika asal Amerika.
Woese terkenal karena mendefinisikan
Archaea (domain baru atau kerajaan hidup)
pada tahun 1977 oleh filogenetik taksonomi dari 16S
ribosomal RNA, teknik yang dipelopori oleh Woese yang
merevolusi disiplin ilmu mikrobiologi. Dia juga pencetus
dunia RNA hipotesis pada tahun 1967, meskipun tidak
dengan nama itu. Ia menjabat
Ketua Stanley O. Ikenberry dan
profesor mikrobiologi di University
of Illinois di Urbana-Champaign.
Ia lahir pada 15 Juli 1928 di
Syracuse, New York, USA. Woese
menerima sarjana matematika dan
fisika dari Amherst College pada
tahun 1950 dan gelar doktor dalam
bidang biofisika dari Universitas
Yale. Pada tahun 1953 Woese
bergabung sebagai staf pengajar di
University of Illinois pada tahun 1964.

Lahir: 15 Juli 1928 Syracuse, New York, USA


Meninggal: 30 Desember 2012 (umur 84) Urbana, Illinois,
USA
Tempat tinggal: Urbana, Illinois, USA
Kewarganegaraan: Amerika
Kebangsaan: AS
Bidang: Mikrobiologi
Institusi: University of Illinois di Urbana-Champaign
Alma mater: Amherst College, Yale University
Tesis: Studi fisik pada virus hewan (1953)
Penasihat Doktor: Ernest C. Pollard
Terkenal karena: Archaea
Penghargaan: Leeuwenhoek Medal (1992),
Penghargaan Selman A. Waksman (1995), National Medal
of Science (2000), Crafoord Prize (2003)

Setelah Archaea didefinisikan sebagai domain


baru berdasarkan penelitian selama bertahun-tahun
melalui hubungan genetik dengan metode perbandingan
kesamaan morfologinya. Selanjutnya dibagi ke dalam 23
divisi utama, yang secara keseluruhan dimasukkan dalam
tiga domain: Bakteri, Archaea, dan Eucarya.

Pohon filogenetik berdasarkan Woese et al. analisis rRNA

Woese diangkat menjadi anggota National


Academy of Sciences pada tahun 1988, menerima
Medali Leeuwenhoek (kehormatan tertinggi untuk
bidang mikrobiologi) pada tahun 1992, Selman A.
Waksman Award pada Mikrobiologi pada tahun 1995,
dan National Science Medal pada tahun 2000. Pada
tahun 2003, dia menerima Penghargaan Crafoord dari
Royal Swedish Academy of Sciences. Pada tahun 2006,
dia menjadi anggota dari Royal Society. Woese
meninggal pada tanggal 30 Desember 2012 di Urbana,
Illinois, USA, menyusul komplikasi dari kanker
pankreas.

JACQUES LUCIEN
MONOD
(1910-1976)

acques Lucien Monod adalah seorang ahli biologi


Perancis yang dianugerahi Penghargaan Nobel
dalam
Fisiologi
atau
Kedokteran pada tahun
1965, berbagi dengan Franois
Jacob dan Andre Lwoff "untuk
penemuan mereka mengenai
kontrol genetik dari enzim dan
sintesis virus".

Jacques Monod lahir di Paris, Prancis 9 Februari


1910. Ia lahir dari ibu, Charlotte (Sharlie) MacGregor
Todd asal Milwaukee, Amerika dan Ayahnya Huguenot
asall Perancis. Selama Perang Dunia II, ia menjadi
kepala staf Angkatan Dalam Negeri Perancis.
Sebelumnya ia menghabiskan waktu di Institut
Teknologi California, dan setelah pembebasan Paris ia
bekerja di Institut Pasteur pada tahun1945, di situ ia
menjabat sebagai direktur pada tahun 1954 di Bagian
Biokimia Sel.
Pada tahun 1965 ia dianugerahi Penghargaan
Nobel Kedokteran bersama dengan Andr Michael
Lwoff dan Franois Jacob, atas penjelasan tentang
"penemuan RNA duta, ribosom, dan gen yang mengatur
ekspresi gen lainnya". Sebagai pengarang, di antara
karya lainnya, ia menulis karya best-seller di bidang
filsafat ilmu: Le Hasard et le Necessite (1970).
Monod dan Jacob menjelaskan sistem operon lac,
kendali yang diperlukan
untuk
ekspresi
gen Lahir: 9 Februari 1910
makhluk hidup. Studi Paris, Prancis
tersebut
menyediakan Meninggal: 31 Mei 1976 (umur 66)
contoh pertama bagi Cannes, Prancis
sistem
regulasi Kebangsaan: Perancis
transkripsi.
Ia
juga Bidang: Biologi, Biologi Molekuler
Dikenal: -Lac operon, -Regulasi
menjelaskan keberadaan
molekul
mRNAyang alosterik
Penghargaan: Penghargaan Nobel
dalam Fisiologi atau Kedokteran
(1965)

menghubungkan informasi yang disandikan pada ADN


dan protein.
Monod
dan
koleganya
mengadakan
eksperimental dengan bakteri umum Escherichia coli,
namun konsep pengaturan dasarnya amat penting bagi
regulasi semua sel.
Monod juga mengadakan sumbangan penting di
bidang enzimologi dengan teori alosterik yang diajukan
pada tahun 1965 bersama Jeffries Wyman (1901-1995)
dan Jean-Pierre Changeux.
Jacques Lucien Monod meninggal di Cannes,
Prancis pada 31 Mei 1976 (umur 66) karena leukemia.
Dia dimakamkan di Cimetire du Grand Jas di Cannes
pada French Riviera. Selain Penghargaan Nobel, Monod
juga dianugerahi Legion d'honneur.

GEORGE EMIL PALADE


(1912-2008)

eorge Emil Palade adalah ahli biologi sel


Amerika Serikat kelahiran Rumania yang
dianugerahi Penghargaan Nobel dalam
Fisiologi atau Kedokteran 1974 bersama
dengan Albert Claude dan Christian de Duve.
Penghargaan itu diberikan untuk inovasi dalam mikr
oskop elektron dan fraksinasi
sel
yang
bersama-sama
meletakkan
dasar-dasar
molekuler, biologi sel modern.
Penemuan
yang
paling
menonjol menjadi ribosom
dari retikulum endoplasma yang pertama kali ia dijelaskan
pada tahun 1955.

Lahir: 19 November, 1912 Iai, Rumania


Meninggal: 7 Oktober 2008 (umur 95) Del Mar,
California, USA
Kewarganegaraan: Amerika Serikat dan Rumania
Kebangsaan: Rumania
Bidang: Biologi sel
Almamater: Carol Davila School of Medicine
Siswa Terkemuka: Gnter Blobel
Dikenal untuk: Ribosom, Rough ER
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi
atau Kedokteran (1974) dan AS National Medal of
Science (1986).

PENDIDIKAN DAN KARIR


George Emil Palade lahir pada November 19,
1912 di Iai, Rumania; ayahnya adalah seorang profesor
filsafat di universitas dan ibunya adalah seorang guru
sekolah tinggi. George Palade menerima gelar dokter
dari Fakultas Kedokteran Universitas Bukares, Rumania.
Ia menjadi anggota staf pengajar di fakultas itu hingga
tahun 1945 saat ia datang ke Amerika Serikat untuk studi
pascadoktoral. ia bergabung dengan Albert Claude di
Rockefeller Institute for Medical Research pada tahun
1946 dan diangkat sebagai profesor pembantu di sana
pada tahun 1948; - naik dari profesor pembantu menjadi
profesor dan Kepala Bagian hingga 1973 saat ia pindah
ke Universitas Yale sebagai guru besar dan Kepala
Bagian Biologi Sel. Ia menjadi peneliti senior dan
penasihat dekan pada tahun 1983. Pada tahun 1990, ia
pindah ke Universitas California, San Diego sebagai
Residen Profesor Kedokteran, dan Dekan Urusan Ilmiah.
Ia adalah anggota National Academy of Sciences dan
American Academy of Arts and Sciences. Ia menerima
sejumlah gelar kehormatan dan penghormatan, yang
termasuk Penghargaan Nobel tahun 1974 (diterima
bersama Albert Claude dan Christian de Duve), dan
National Medal of Science, AS pada tahun 1986.
PENELITIAN
Saat di Rockefeller Institute for Medical
Research, Palade menggunakan mikroskop elektron
untuk mempelajari organisasi internal struktur sel seperti
ribosom, mitokondria, kloroplas, aparatus Golgi, dan

lain-lain. Penemuannya yang paling penting dilakukan


saat menggunakan strategi eksperimental dikenal sebagai
analisis pulsa-mengejar. Dalam percobaan Palade dan
rekan-rekannya mampu mengkonfirmasi hipotesis yang
ada bahwa jalur sekretorik ada dan bahwa Rough ER dan
Golgi aparatus fungsi bersama-sama.
Dia fokus pada tubuh Weibel-Palade (storage
organel unik untuk endothelium, mengandung faktor von
Willebrand dan berbagai protein) yang digambarkan
bersama-sama dengan ahli anatomi Swiss, Ewald R.
Weibel.

FRANCIS HARRY
COMPTON CRICK
(1916-2004)

rancis Harry Compton Crick adalah seorang


ahli biologi molekul berkebangsaan Inggris,
yang dikenal sebagai ahli biofisika, dan
neurosains. Crick, bersama dengan Watson, dan
Maurice Wilkins mendapatkan Nobel Prize dalam
Fisiologi atau Obat-obatan setelah temuan mereka yang
berhubungan struktur molekul asam acid dan
signifikansinya untuk kehidupan. Francis Crick juga
dikenal sebagai salah satu dari dua penemu struktur
DNA. Dalam mengembangkan penelitian tersebut, Crick
berkolaborasi dengan James D Watson.

BIOGRAFI
Crick lahi r pada tanggal 8 Juni pada tahun 1916,
di sebuah desa kecil bernama Weston Favell di
Northampton, England. Dia merupakan anak sulung dari
pasangan Harry Crick dan Annie Elizabeth Wilkins. Adik
tunggal Crick, yaitu A.F. Crick, adalah seorang dokter
yang masyur di New Zealand.
Sejak kecil Crick tertarik untuk mempelajari
sains dan mempelajari apapun dari buku yang dia baca.
Kemudian, ketika dia berusia 12 tahun, dia tidak lagi
mengunjungi gereja karena dia tertarik untuk kebenaran
mengenai kepercayaannya dari sudut pandang sains.
Ketika berumur 14 tahun, Crick memulai pendidikannya
dengan hijrah ke London untuk menempuh pendidikan
di Grammar School and Mill Hill School.
Ketika Crick berumut 21 tahun, dia mendapatkan
gelar B. Sc dari jurusan fisika murni dari University
College
London.
Kemudian,
Crick
memulai
penelitiannya untuk memperoleh gelar Ph. D dengan
dibimbing oleh Profesor E.N. da C. Andrade. Sayangnya,
penelitian tersebut terganggu oleh awal Perang Dunia II
pada tahun 1939, sehingga dia
bekerja sebagai ilmuwan
untuk Angkatan Laut Inggris
di
spesialisasi
ilmu
kemagnetan dan acoustic
mines. Setelah perang dunia
berakhir, pada tahun 1947, dua
meninggalkan Angkatan Laut
dan mulai mempelajari ilmu
biologi.

Dengan dukungan material dari Medical


Research Counsil dan keluarga, Crick menimba ilmu di
Universitas Cambridge, dan bekerja di Strangeways
Research Laboratory. Lalu, pada tahun 1949, Crick
bergabung dan menjadi anggota tetap dengan Medical
Research Council yang dipimpin oleh M.F. Perutz. Satu
tahun kemudian, Crick kembali mengadakan penelitian
lagi untuk studinya, dan mendapatkan gelar Ph, D
tersebut pada tahun 1950, dengan menulis thesis yang
berjudul X-Ray Diffraction; Polypeptides and Proteins.
Sebagai ahli biologi molekul, fisika, dan
neurosains, Crick mendapatkan banyak sanjungan dan
kritikan. Crick mendapatkan banyak penghargaan,
beberapa nobel, dan sanjungan yang luas terhadap
jasanya dalam sains. Namun, Crick juga mendapatkan
beberapa kritik mengenai karyanya, dan juga merupakan
sosok kontroversial dalam kristiani, karena dia memiliki
pandangan yang berbeda.
Dalam hidupnya, Crick menikah dua kali;
menjadi ayah bagi tiga anak, dan kakek bagi enam cucu.
Pernikahannya dengan Ruth Doreen Crick dikaruniai
seorang Michael Francis Compton yang juga seorang
ilmuwan. Sedangkan pernikahannya dengan Odile Crick
dikaruniai dua orang anak yang bernama Gabrielle Anne
dan Jacqueline Marie-Therese.
Rasa keingintahuan akan alam semesta diwarusi
Crick dari kakeknya; walter Drwabridge Crick, yang
menuliskan survey mengenai foraminifera dan
berkorespondensi dengan Charles Darwin.
Crick meninggal akibat kanker usus besar pada
pagi hari 28 Juli 2004 di University of California, San
Diego (UCSD) Rumah Sakit Thornton di La Jolla; ia

dikremasi dan abunya disebar ke Samudera Pasifik.


Sebuah peringatan publik diadakan pada 27 September
2004 di Salk Institute, La Jolla, dekat San Diego,
California; pembicara tamu termasuk James Watson,
Sydney Brenner, Alex Kaya, Seymour Benzer, Aaron
Klug, Christof Koch, Pat Churchland, Vilayanur
Ramachandran, Tomaso Poggio Leslie Orgel, Terry
Sejnowski, anaknya Michael Crick, dan putri bungsunya
Jacqueline Nichols. Sebuah peringatan pribadi untuk
keluarga dan rekan-rekan diadakan pada tanggal 3
Agustus tahun 2004. Dia meninggal dalam proses editing
manuscript hasil temuannya di bidang neurobiologi yang
menelaah kesadaran manusia.

Lahir: 8 Juni 1916 Weston Favell, Northamptonshire,


Inggris, UK
Meninggal: 28 Juli 2004 (umur 88) San Diego, California,
AS
Kediaman: Inggris, Amerika Serikat
Kebangsaan: Inggris
Bidang: Fisika, Biologi molekuler
Lembaga: University
of
Cambridge,
Laboratorium
Cavendish, Laboratorium Biologi Molekuler (LMB), Salk
Institute untuk Studi Biologi
Alma mater: Northampton Grammar School, Mill Hill
School, University College London (BSc), Universitas
Cambridge (PhD)
Tesis: Polipeptida dan protein: studi X-ray (1954)
Pembimbing doktoral: Max Perutz
Dikenal sebagai: Penemu X-Ray Crystallography (19491950), Penemu DNA (1951-1953), Adaptor hipotesis
Penghargaan: Gairdner Yayasan Penghargaan Internasional
(1962), Nobel Prize (1962), Royal Medal (1972), Copley
Medal (1975), Albert Medal (1987), OM (1991), FRS
Istri: Ruth Doreen Crick (ne Dodd) (m. 1940); Odile Crick
(Kecepatan ne) (m. 1949)
PENELITIAN
Crick tertarik pada dua masalah yang belum
terpecahkan dalam hal yang mendasar dalam biologi.
Pada waktu itu, Crick sendiri giat mengadakan penelitian
untuk meraih gelar Ph. D, di bawah bimbingan Max
Perutz. Penelitiannya adalah tentang penentuan struktur
protein dengan kristalografi sinar X. Penelitiannya itu

berusaha menyingkapkan bagaimana struktur suatu


kristal molekul dengan bantuan paparan sinar X. Dari
situ Crick ingin mengetahui bagaimana posisi atom
dalam sebuah molekul.
Crick mulai intensif melakukan penelitian
tentang struktur DNA sejak ia berjumpa dengan James
Watson, seorang ilmuwan genetika dari Amerika Serikat
yang sedang melakukan penelitiannya di Inggris.
Pada awal tahun 1950-an, para peneliti DNA
sudah mengetahui, bahwa gen merupakan bagian terkecil
organisme yang mengandung informasi genetik yang
dapat diwariskan kepada keturunan generasi berikutnya.
Akan tetapi, mereka belum mengetahui secara pasti,
seperti apa sebenarnya bentuk gen tersebut baik secara
struktur maupun unsur kimianya, serta bagaimana cara
gen tersebut menurunkan setiap informasi kepada
keturunannya.
Baik Crick maupun Watson menyadari, bahwa
untuk mendapatkan hasil yang rinci dari struktur DNA,
mereka harus menggabungkan berbagai macam cabang
ilmu pengetahuan, seperti genetika, biokimia, kimia,
kimia fisik, dan kristalografi sinar X. Maka, mereka pun
berkolaborasi.
Keduanya menggabungkan berbagai informasi
yang mereka dapatkan, ditambah dengan bekal latar
belakang ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Pada
waktu itu Crick memiliki pengetahuan dalam bidang
fisika
dan
kristalografi
sinar
X,
sedangkan Watsonmemiliki pengetahuan dalam bidang
genetika virus dan bakteri.

Penelitian
Struktur heliks ganda DNA
mereka baru
menemukan
titik terang
setelah melihat hasil foto sinar X kristal molekul biologis
yang diambil oleh seorang ilmuwati bernama Rosalind
Franklin. Foto itu menampakkan bentuk DNA yang
sesungguhnya. Dan foto itu mereka dapatkan dari
Maurice Wilkins.
Berdasarkan foto kristal dari Franklin itulah,
Crick dan Watson memantapkan teori mereka tentang
struktur DNA, yang menyatakan bahwa struktur DNA itu
berupa double-helix, atau spiral ganda yang berpilin.
Spiral ganda berpilin itu merupakan susunan dari kodekode gen yang disebut Adenine/Adenin (A),

Thymine/Tiamin (T), Guanine/Guanin (G), dan


Cytosine/Sitosin (C). Mereka mempublikasikan teori
mereka di Jurnal Nature, pada tahun 1953.
Teori double-helix sangat fenomenal waktu itu.
Teori itu dinyatakan sebagai Penemuan Rahasia
Kehidupan. Karena jika kode-kode gen DNA itu dapat
diterjemahkan, maka kita dapat mengetahui informasi
mengenai segala hal tentang tubuh kita. Baik itu warna
(mata, rambut, kulit), bentuk fisik, maupun penyakit
keturunan.
Atas penemuan struktur DNA tersebut, Crick
dan Watson bersama dengan Wilkins mendapat hadiah
Nobel untuk kategori kedokteran pada tahun 1962.

LYNN MARGULIS
(1938-2011)

ynn Margulis adalah seorang ahli biologi


Amerika yang dikenal karena teori ilmiahnya
tentang asal-usul sel kompleks yang disebut
symbiogenesis. Dia memperoleh gelar sarjana
dari University of Chicago pada usia 19, dan menikahi
Carl Sagan, mahasiswa fisika. Dia lulus dengan gelar
master dalam genetika dan zoologi dari Universitas
Chicago pada usia 22. Ketika bekerja untuk PhD di
University of California, Berkeley, ia menjadi dosen di
Brandeis University pada tahun 1964-1966. Dia
menerima gelar PhD pada tahun 1965. Dia bergabung
dengan fakultas Universitas Boston pada tahun 1966.
Pada tahun 1988 ia menjadi Profesor of Botany, dan
pada tahun 1997, Distinguished Profesor Geosciences di
University of Massachusetts di Amherst.
Margulis
menemukan
teorinya
tentang
endosimbiosis saat ia menjadi seorang pengajar junior di
Boston University. Publikasi landmark-nya, "On the
Origin of Mitosing Sel" keluar pada tahun 1967, setelah
ditolak oleh sekitar lima belas jurnal. Diabaikan selama
satu dekade, teorinya menjelaskan bahwa organel sel
seperti mitokondria dan kloroplas dulunya bakteri
independen diterima luas setelah itu dibuktikan dengan
bukti-bukti genetik. Dia memperluas gagasan bahwa
simbiosis merupakan salah satu kekuatan pendorong
utama dari evolusi. Teorinya juga membuatnya
pendukung Gaia hipotesis, berdasarkan ide yang

dikembangkan oleh ilmuwan lingkungan Inggris, James


Lovelock.
Berbagai dicap sebagai "Science's Unruly Earth
Mother", atau "pemberontak" ilmiah. Margulis adalah
seorang kritikus teori Charles Darwin tentang seleksi
bertahap dan teori evolusi moder. Dia secara eksplisit
menyatakan bahwa dia adalah seorang Darwinis, tetapi
tidak neo-Darwinis, posisi yang memicu perdebatan
seumur hidup dengan ahli biologi terkemuka Darwin,
seeprti Richard Dawkins, George C. Williams, dan John
Maynard Smith.
Margulis adalah anggota dari US National
Academy of Sciences dari 1983. Untuk inovasi
ilmiahnya, Presiden Bill Clinton memberinya National
Medal of Science pada tahun 1999. Linnean Society of
London yang diberikan padanya Darwin-Wallace Medal
pada tahun 2008.

Nama lahir: Lynn Petra Alexander


Tanggal lahir: 5 Maret 1938 Chicago, Illinois, Amerika
Serikat
Meninggal: November 22, 2011 (usia 73) Amherst,
Massachusetts, Amerika Serikat
Kebangsaan: Amerika
Bidang: Biologi
Lembaga: Brandeis University, Boston University, University
of Massachusetts Amherst
Alma mater: University of Chicago, University of
Wisconsin-Madison, UC Berkeley
Tesis: Sebuah Pola biasa dari timidin Incorporation di
Euglena '(1965)
Pembimbing doktoral: Max Alfert
Dikenal sebagai: Symbiogenesis, Hipotesis Gaia
Penghargaan: National Medal of Science (1999), William
Procter Prize untuk Prestasi Ilmiah (1999), Darwin-Wallace
Medal (2008)
Pasangan: Carl Sagan (M. 1957-1965, bercerai), Thomas
Margulis
(M. 1967-1980, bercerai)
Anak-anak: Dorion Sagan (1959), Jeremy Ethan Sagan
(1960), Zachary Margulis-Ohnuma, Jennifer Margulis di
Properzio

TEORI SERIAL ENDOSIMBIOSIS EVOLUSI


EUKARIOTIK
Lynn Margulis merupakan Pencetus Teori Serial
endosimbiosis modern. Pada tahun 1981, Margulius
dengan edisi pertama yang berjudul simbiosis eolution,
dimana awal gagasanya menyatakan bahwa sel
eukariotik berinterkasi, bergabung dalam urutan tertentu.
Nenek moyang dahulunya mendapatkan organel tersebut
dari dalam sel inangnya baik yang menjadi mangsanya
maupun parasite internal, selanjutnya hubungan itu
berkembang menjadi hubungan saling menguntungkan
bagi kedua organisme, saling bergantung dan akhirnya
berevolusi.
Dalil bahwa nenek moyang mitokondria yang hidup
bebas, seperti halnya Daptobacter dan Bdellovibrio, yang
mengembangkan kemampuan untuk secara efisien
bernafas dengan memanfaatkan oksigen (Margulis dan
Sagan 1987).
Sepanjang tulisannya, Margulis menyatakan
simbiosis yang merupakan kekuatan pendorong utama di
balik evolusi. Menurutnya, kerja sama, interaksi, dan
saling ketergantungan di antara bentuk kehidupan
diperbolehkan untuk dominasi global yang akhirnya
hidup. Akibatnya, gagasan evolusi Darwin sebagai
"survival of the fittest," adalah sebuah kompetisi yang
terus-menerus antara individu dan spesies, dinilai tidak
lengkap. Menurut Margulis dan Sagan (1986), "Hidup
tidak mengambil alih dunia dengan pertempuran, tetapi
oleh jaringan." Daripada fokus semata-mata pada

penghapusan pesaing, pandangan Margulis lebih


mengutamakan simbiosis.
Penemuan awal yang penting dalam mendukung
Teori Serial endosimbiosis terjadi di laboratorium
Kwang W. Jeon, seorang ahli biologi University of
Tennessee. Jeon menyaksikan pembentukan simbiosis
amuba-bakteri simbion bakteri yang baru menjadi
terintegrasi dalam host amuba (Jeon 1991). Pada tahun
1966, saat pertama kali terinfeksi bakteri amuba, mereka
mengaplikasikannya untuk host ataupun bahan
percobaan mereka. Namun, seiring berjalannya waktu,
beberapa amuba terinfeksi selamat dan menjadi
tergantung pada endosymbion. Jeon membuktikan
integrase ini dengan melakukan transplantasi inti antara
amuba terinfeksi dan amuba netral. Jika dibiarkan saja,
para amuba hybrid meninggal dalam hitungan hari.
Namun jika ia merupakan bentukan hibrida ini dengan
simbiosis, amuba pulih dan hidup serta kembali
berkembang (Margulis dan Sagan 1987). Penemuan ini
berfungsi untuk menunjukkan mekanisme utama
pembentukan el baru yang terbentuk melauli system
endosimbiosis (Jeon 1991).
SIMBIOSIS SEBAGAI KEKUATAN EVOLUSI
Margulis merumuskan teori yang menjelaskan
hubungan simbiosis antara organisme dari filum sering
berbeda atau kingdom adalah kekuatan pendorong dari
evolusi. Variasi genetik terjadi sebagai akibat dari
transfer informasi nuklir antara sel bakteri atau virus dan
sel eukariotik. Ide organel nya diterima secara luas,

namun hubungan simbiosis sebagai metode yang


memperkenalkan variasi genetik dianggap ide yang biasa
saja.
HIPOTESIS GAIA
Hipotesis Gaia, teori Gaia, atau prinsip Gaia,
adalah hipotesis atau teori ekologis yang menyatakan
bahwa biosfer dan komponen-komponen fisik Bumi
(atmosfer, kriosfer, hidrosfer, dan litosfer) saling
menyatu untuk membentuk sistem interaksi yang
menjaga keadaan iklim dan biogeokimia Bumi dalam
keseimbangan. Hipotesis ini umumnya dideskripsikan
menganggap Bumi sebagai suatu organisme tunggal,
sebagai suatu sistem yang hidup dan memiliki aturan
sendiri.
Hipotesis ini diusulkan oleh James Lovelock. Teori ini
dinamai dari dewi Bumi Gaia.
Teori Gaia diacuhkan dan dikritik oleh ilmuwanilmuwan. Pada tahun 1981, W. Ford Doolittle
menyatakan bahwa tidak ada satu pun genom organisme
yang bisa memuat informasi genetik tentang mekanisme
umpan balik seperti yang diusulkan oleh hipotesis ini,
sehingga hipotesis Gaia tidak ilmiah. Richard Dawkins
dalam bukunya The Extended Phenotype menolak
kemungkinan bahwa mekanisme umpan balik dapat
menstabilkan suatu sistem, dan menyatakan bahwa
organisme-organisme tidak bisa bertindak bersamaan

karena akan memerlukan pandangan ke depan dan


perencanaan dari mereka.
LIMA KERAJAAN KEHIDUPAN
Perbedaan antara fungi dan organisme lain
tumbuhan semakin mencolok. Di satu sisi Haeckel
pernah memindah fungi ke dalam Protista. Robert
Whittaker menambahkan fungi sebagai kingdom
tambahan. Sistem lima kingdom diusulkan pada tahun
1969, dan modifikasinya masih digunakan di sebagian
kecil publikasi saat ini. Perbedaannya adalah di nutrisi;
Plantae autotrof bersel banyak, Animalia heterotrof
bersel banyak, dan Fungi adalah saprotrof bersel banyak.
Dua kingdom sisanya, Protista dan Monera, meliputi
koloni bersel sederhana dan bersel satu. Sistem lima
kingdom dapat dikombinasikan dengan sistem dua
empire.
Seluruh kehidupan di bumi secara tradisional
diklasifikasikan ke dalam lima kerajaan, seperti yang
diperkenalkan oleh Robert Whittaker pada tahun 1969.
Margulis menjadi pendukung serta kritikus. Kritik dalam
pengertian bahwa ia adalah orang pertama yang
mengenali keterbatasan klasifikasi mikroba Whittaker.
Namun penemuan organisme baru, seperti archaea, dan
munculnya taksonomi molekuler menantang konsep.
Pada pertengahan 2000-an, kebanyakan ilmuwan mulai
setuju bahwa ada lebih dari lima kerajaan. Margulis
menjadi bek yang paling penting dari klasifikasi lima
kingdom. Dia menolak sistem tiga domain diperkenalkan

oleh Carl Woese pada tahun 1990, yang mendapatkan


penerimaan luas. Dia memperkenalkan klasifikasi
ditingkatkan dimana semua bentuk kehidupan, termasuk
yang baru ditemukan, bisa diintegrasikan ke dalam lima
kerajaan klasik. Menurut dia masalah utama, archaea,
berada di bawah kerajaan Prokaryotae bersama bakteri
(berbeda
dengan
sistem
tiga
domain
yang
memperlakukan archaea sebagai takson lebih tinggi dari
kerajaan, atau sistem enam kerajaan yang memegang
bahwa itu adalah sebuah kerajaan yang terpisah) .
Konsep nya diberikan secara rinci dalam bukunya Five
Kingdoms, ditulis dengan Karlene V. Schwartz. Hal ini
terutama karena dia bahwa sistem lima-kingdom
bertahan.