Anda di halaman 1dari 12

The Health Belief Model

Psikologi Kesehatan

Oleh :
Robbiatul Adinda P

111111040

Dwi Chantika Radhita

111111158

Fajar Rahmawati Illahi

111111162

Dina Permata Sari

111111189

Aditya Pradana

111111015

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hidup sehat adalah kebutuhan setiap individu, sehat memiliki definisi
yang beragam. Definisi sehat menurut Bab I pasal 1 undang undang no.23 tahun
1992: tentang kesehatan, adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Sedangkan menurut WHO sehat adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental,
dan sosial dan tidak hanya merujuk pada tidak adanya kelemahan ataupun tidak
adanya penyakit. Dalam hidup sehat, setiap individu memiliki keyakinannya
masing masing yang biasa disebut dengan Health Belief Model (HBM). Istilah
Health Belief Model merujuk pada model model perilaku individu dalam
keyakinannya akan hidup sehat.
HBM (Health Belief Model) dipengaruhi oleh faktor demografis, antara
lain status sosial ekonomi, jenis kelamin, etnis, dan usia, namun hal tersebut
bukanlah hal yang statis, artinya faktor-faktor tersebut juga sangat dipengaruhi
oleh individual differences yang dimiliki tiap individu. Dilatarbelakangi hal
tersebut, dapat diketahui bahwa keyakinan hidup sehat dari setiap individu dapat
dipengaruhi oleh berbagai macam hal dan hal tersebut merupakan hal yang
penting untuk dibahas. Oleh karena itu, pada makalah ini kami akan membahas
berbagai macam tipe yang terdapat pada Health Belief Model dan contoh
pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata.
1.2 Rumusan Masalah
- Apakah pengertian dari Health belief Model ?
- Faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan Health belief Model ?
- Komponen apa sajakah yang terdapat pada Health belief Model ?
- Apa yang dimaksud dengan Self efficacy ?
1.3 Tujuan

Untuk memberikan pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan


Health belief Model dan macam-macam jenisnya
1.4 Manfaat
Dengan adanya makalah ini diharapkan akan dapat memberikan maanfaat
bagi pembaca agar dapat memahami mengenai apa yang dimaksud dengen Health
belief Model dan macam-macam jenisnya

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Health Belief Model
Health belief model menurut Becker & Rosenstock (dalam Sarafino, 2006)
adalah individu melakukan perilaku pencegahan yaitu dalam bentuk perilaku
sehat tergantung pada dua penilaian yaitu perceived threat (perceived seriousness,
perceived susceptibility, cues to action) dan (behavioral evaluation) perceived
benefits and perceived barriers.
Menurut (Hochbaum, 1958) konsep-konsep yang paling mendasari dari
health belief model adalah perilaku yang ditunjukan untuk keperluan kesehatan
dari individu yang ditentukan oleh cara pandang atau keyakinan pribadi dan

persepsi mengenai suatu penyakit dan strategi apa yang dapat digunakan untuk
mengurangi kemungkinan individu tersebut untuk terkena penyakit.
Rosenstock pada tahun 1966 dan Becker & koleganya (dalam Odgen,
2004) menjelaskan bahwa health belief model digunakan untuk memprediksi
perilaku preventif dalam bentuk perilaku sehat dan juga respon perilaku terhadap
usaha pengobatan yang akan dilakukan individu. Health belief model juga
memprediksi bahwa munculnya suatu perilaku merupakan kumpulan dari core
belief yaitu persepsi individu yang berkaitan dengan susceptibility to illness, the
severity of the illness, the cost involved in carrying out the behavior, the benefit
involved in carrying out the behavior dan cues to action.
Model perilaku sehat (Health Belief Model) memiliki pengertian modelmodel yang berfokus pada dua aspek yang muncul pada setiap individu mengenai
pengambaran mengenai kesehatan dan perilaku sehat. Seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya dua aspek tersebut adalah perceived threat dan behavioral
evaluation, dua aspek ini juga muncul didasarkan pada dua faktor yaitu apakah
individu tersebut merasakan ancaman kesehatan dan apakah individu meyakini
bahwa perilaku sehat tertentu secara efektif dapat mengurangi ancaman yang
dirasakan.
Tiga faktor penting dalam Health Belief Model, yaitu :
1. Kesiapan individu untuk merubah perilaku dalam rangka menghindari
suatu penyakit atau memperkecil risiko kesehatan.
2. Adanya dorongan dalam lingkungan individu yang membuatnya merubah
perilaku.
3. Perilaku itu sendiri.
Faktor-faktor ini ada kaitannya dengan beberapa hal yang merupakan
bagian dari proses kognitif, dalam hal ini adalah persepsi tentang kerentanan
terhadap penyakit, potensi ancaman, motivasi untuk memperkecil kerentanan

terhadap penyakit, adanya keyakinan bahwa perubahan perilaku dapat


memberikan keuntungan, penilaian individu terhadap perubahan yang ditawarkan,
interaksi dengan orang lain yang merekomendasikan perubahan perilaku, dan
pengalaman mencoba perilaku yang serupa.
2.2 Komponen pada Health Belief Model
Becker & Rosenstock (dalam Sarafino, 2006) menyatakan ada dua komponen :
1. Perceived threat adalah penilaian individu mengenai ancaman yang dirasakan
yang

berkaitan dengan masalah

kesehatan. Ada tiga

faktor yang

mempengaruhi perceived threat yaitu:


a. Perceived severity (seriousness)
Model perceived severity adalah model perilaku sehat yang membahas
mengenai individu yang memiliki keyakinan dengan melihat penyakitpenyakit dari tingkat keparahan atau keseriusan penyakit tersebut. Persepsi
dari individu yang memiliki keyakinan model ini seringkali didapat dari
informasi-informasi medis atau pengetahuan pribadinya.
Individu mempertimbangkan seberapa parah konsekuensi organik dan
sosial yang akan terjadi jika terus membiarkan masalah kesehatan yang
dialami berkembang tanpa diberi penanganan dari praktisi kesehatan.
Semakin individu percaya bahwa suatu konsekuensi yang terjadi akan
semakin memburuk, maka mereka akan merasakan hal tersebut sebagai
ancaman dan mengambil tindakan preventif.
Contoh :
-

Segala hal tentang kanker payudara membuat saya takut

Saya muak ketika saya berpikir tentang kanker payudara


b. Perceived suspectibility

Model perceived susceptibility adalah model perilaku sehat yang


membahas mengenai individu-individu yang sangat memperhatikan resiko
pribadi dirinya terhadap kemungkinan terkena suatu penyakit. Pemikiran
mengenai resiko adalah salah satu pendorong yang sangat kuat bagi individu
ini untuk merubah perilakunya menjadi perilaku yang lebih sehat. Semakin
besar resiko yang dirasakan akan membuat semakin besar pula dorongan
individu ini untuk merubah perilakunya.
Individu juga akan mengevaluasi kemungkinan masalah-masalah
kesehatan lain yang akan berkembang dan akan mempertimbangkan apakah

hal itu akan berdampak atau beresiko untuk dirinya.


Contoh :
Resiko saya terkena kanker payudara cukup besar
Saya sangat khawatir terkena kanker payudara

c. Cues to action
Model ini merupakan sebuah dorongan atau peringatan kaitannya
dengan masalah kesehatan yang berupa suatu kejadian maupun dorongan dari
orang lain yang membuat seseorang bergerak untuk mengubah perilakunya
untuk menjadi lebih baik lagi.
Peringatan ini mengenai masalah kesehatan yang berpotensi dapat
meningkatkan kecenderungan individu untuk mempersepsikannya sebagai
ancaman dan melakukan tindakan. Cues to action meliputi berbagai macam
bentuk seperti iklan layanan masyarakat tentang bahaya merokok, artikel di
koran, dan lain-lain.
2. Behavioral evaluation adalah suatu pertimbangan-pertimbangan mengenai
perilaku yang dilakukan oleh individu apakah perilaku ini berdampak baik
bagi diri atau malah memperburuk keadaannya. Ada dua faktor yang terdapat

pada komponen ini yaitu perceived benefits and barriers berkaitan dengan
keuntungan dan hambatan yang diperoleh individu ketika melakukan tindakan
preventif tertentu.
a. Perceived benefits
Model perilaku sehat jenis ini merupakan pendapat atau pandangan
pribadi seseorang mengenai nilai atau kegunaan dari perilaku-perilaku yang
dilakukan dalam tujuan untuk mengurangi risiko mengembangkan penyakit
dalam dirinya. Individu menilai bahwa dia akan memperoleh keuntungan
ketika dirinya memperoleh layanan kesehatan tertentu, misalnya semakin
sehat dan dapat mengurangi resiko yang dirasakan. Model perceived benefit
ini tidak melihat sisi negatif dari suatu penyakit tetapi malah melihat sisi
positif atau keuntungan ketika ia dapat mengurangi resiko dirinya untuk
terkena penyakit.
Contoh :
-

Dengan melakukan pencegahan kanker payudara, akan mengurangi


permasalahan saya di waktu yang akan datang

Saya mempunyai banyak keuntungan dengan melakukan pemeriksaan


payudara
b.

Perceived barriers
Model ini adalah bentuk evaluasi diri dari individu terhadap setiap

perilaku yang dilakukan, apakah perilaku ini tepat untuk dilakukan atau tidak.
Contohnya individu merasakan hambatan ketika memperoleh layanan
kesehatan tertentu misalnya dalam hal pertimbangan biaya, konsekuensi
psikologis (misalnya, takut dikatakan semakin tua jika melakukan cek-up),
pertimbangan fisik (misalnya, jarak rumah sakit yang jauh sehingga sulit
untuk mencapainya.

Contoh :
-

Melakukan pemeriksaan payudara setiap bulan adalah hal yang memalukan


bagi saya

Pemeriksaan payudara akan sangat menyakitkan

3. Modifikasi variabel
Empat jenis model yang telah dijelaskan sebelumnya tidak lepas dari
faktor-faktor internal dalam diri individu itu sendiri, ini lah yang dimaksud
dengan modifikasi variabel. Faktor- faktor itu adalah budaya ditempat individu
tinggal, tingkat pendidikan individu, pengalaman, kemampuan individu dan
motivasi yang dimiliki individu itu sendiri. Faktor-faktor ini merupakan
karakteristik yang dimiliki tiap individu dan tentunya dapat mempengaruhi
persepsi individu.
4. Self Eficacy
Self-efficacy merupakan salah satu kemampuan pengaturan diri individu.
Konsep self-efficacy pertama kali dikemukakan oleh Albert Bandura. Self-efficacy
mengacu pada persepsi tentang kemampuan individu untuk mengorganisasi dan
mengimplementasi tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu (Bandura,
1986,) Baron dan Byrne (2000) mengemukakan bahwa self-efficacy merupakan
penilaian individu terhadap kemampuan atau kompetensinya untuk melakukan
suatu tugas, mencapai suatu tujuan, dan menghasilkan sesuatu. Di samping itu,
Schultz (1994) mendefinisikan self-efficacy sebagai perasaan kita terhadap
kecukupan, efisiensi, dan kemampuan kita dalam mengatasi kehidupan.
Berdasarkan persamaan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan
bahwa self-efficacy merupakan keyakinan atau kepercayaan individu mengenai
kemampuan

dirinya

untuk

untuk

mengorganisasi,

melakukan

suatu

tugas,mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi


tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu.

Dari pengertian diatas, dapat menjelaskan kaitannya self efficacy dengan


health belief model. Individu yang memiliki self efficacy tinggi akan membuat
mereka tidak merasa kesulitan dalam mengambil keputusan dalam berperilaku,
mereka akan mengetahui mana perilaku yang baik bagi kesehatan mereka dan
mana yang tidak. Tingginya tingkat self efficacy pada seseorang akan sangat
mempengaruhi persepsi seseorang terhadap model-model pada health belief
model, (perceived seriousness, perceived susceptibility, cues to action, perceived
benefits and perceived barriers).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas mengenai health belife model dapat kita
simpulkan bahwa health belife modeal ialah cara pandang atau keyakinan diri
dalam membuat dan membentuk suatu konsep, pola, dan strategi perilaku apa
yang akan membuat diri jauh dari penyakit. Health belife model ini memiliki
dua komponen yaitu perceived threat dan behavioural evalution.
Perceived threat adalah penilaian individu mengenai ancaman yang
dirasakan yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Perceived threat ini
memiliki 3 faktor yang mempengaruhi, yakni: perceived severity (model
perilaku membahas mengenai individu yang memiliki keyakinan dengan
melihat penyakit-penyakit dari tingkat keparahan ) , perceived suspectibility
(model perilaku sehat mengenai individu yang sangat memperhatikan resiko
pribadi dirinya terhadap kemungkinan terkena suatu penyakit), cues to action

(dorongan terkait dengan masalah kesehatan yang membuat seseorang


bergerak untuk mengubah perilakunya).
Behavioural evalution adalah suatu pertimbangan-pertimbangan
mengenai perilaku yang dilakukan oleh individu apakah perilaku ini
berdampak baik bagi diri atau malah memperburuk keadaannya. Behavioural
evalution

ini memiliki 2 faktor yang mempengaruhi, yakni: perceived

benefits (pandangan pribadi seseorang mengenai nilai dari perilaku yang


dilakukan untuk mengurangi risiko mengembangnya penyakit dalam dirinya),
perceived barriers (evaluasi diri terhadap setiap perilaku yang dilakukan itu
merupakan perilaku yang tepat atau tidak).
Dari dua komponen tersebut yang melahirkan masing-masingnya dua
faktor, perilaku sehat tidak hanya hadir dari internal namun juga hadir dari
eksternal yang disebut dengan modifikasi perilaku. Faktor-faktor yang datang
dari dalam akan dimodifikasi dari faktor luar seperti salah satunya budaya
yang akan membentuk persepsi individu dalam berperilaku sehat.
Meskipun persepsi individu dating dari faktor internal maupun
eksternal individu itu sediri juga membutuhkan self efficacy, karena dari self
efficacy lah seseorang dapat dinilai memiliki pengendalian diri atau
kepercayaan terhadap diri sendiri dan ini juga akan mempengaruhi pandangan
seseorang mengenai 4 model dari health belief model.

Daftar Pustaka
Conner M, Paul N. (1995). Predicting Health Behavior. Philadelphia : Open
University Press.
Jones and Bartlett. (2008). Health Belief Model. Jones and Bartlett Publisher.

LAMPIRAN