Anda di halaman 1dari 15

PRAKTIKUM II

IDENTIFIKASI NYAMUK
Hari, tanggal

: Jumat, 02 Oktober 2015

Tempat

: Laboratorium Bakteriologi JAK Poltekkes Denpasar

I.

TUJUAN
a.
Tujuan Instruksional Umum
1.
Mahasiswa dapat mengetahui prosedur dan pembacaan/identifikasi
2.
b.

nyamuk.
Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur pembacaan/identifikasi

nyamuk.
Tujuan Instruksional Khusus
1.
Mahasiswa mampu melakukan pembacaan/identifikasi nyamuk.
2.
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan membedakan unsur-unsur
mikroskopis pada nyamuk.

II.

METODE
Identifikasi secara mikro dengan menggunakan mikroskop dan dicocokkan
dengan kunci identifikasi nyamuk.

III. PRINSIP
Disiapkan alat, bahan dan nyamuk nyamuk dibius dengan kloroform
bagian thorax nyamuk ditusuk dengan jarum seksi diamati dengan dissecting
mikroskop.
IV.

DASAR TEORI
Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit yang dapat dikatakan
berbahaya dikarenakan ada jenis nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit yang
berdampak pada kematian pada manusia. Telah banyak penyakit yang ditemukan
pada manusia yang disebabkan oleh nyamuk, beberapa diantaranya adalah demam
berdarah, malaria, filarial, dan lain-lain (Anonim. )
Bagian-bagian tubuh nyamuk yang dipakai untuk mengenal jenis nyamuk
antara lain :
1.
Ukuran dan bagian-bagian tubuh nyamuk
2.
Percabangan urat sayap

3.

Bentuk, jumlah, dan warna sisik atau bulu-bulu yang terdapat pada bagianbagian tubuh nyamuk
(Santallum_Cendana .2012)
Nyamuk mengalami siklus hidup (metamorfosis sempurna) yaitu melewati

stadium telur, larva (jentik), pupa (kepompong), dan dewasa.


1.

Telur
Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembab atau kolam yang

kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan
reseptor yang ada dibawah perutnya. Reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu
dan kelembaban. Telur nyamuk panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara
bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu.
2.
Larva
Larva nyamuk memiliki kepala yang berkembang dengan baik. Larva
bernapas melalui spirakel yang terletak pada segmen perut kedelapan,atau melalui
siphon, dan karena itu larva sering muncul kepermukaan. Larva menghabiskan
sebagian besar waktu mereka untuk memakan ganggang, bakteri dan
mikroorganisme lain.
3.
Pupa
Setelah berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan
Fase Pupa.pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa, agar
tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan kalil yang terakhir kalinya, 2
pupa nyamuk muncul ke atas air, pupa itu digunakan untuk alat pernapasan.
4.
Dewasa
Variasi ukuran tubuh nyamuk dewasa tergantung pada kerapatan populasi
larva dan suplia makanan di dalam air. Panjang dewasa bervariasi tetapijarang
lebih besar dari 16 mm dan berat sampai dengan 2,5 mg. hamper semua nyamuk
memilikitubuh langsing dengan 3 bagian yaitu kepala, dada, dan perut.
(Santallum_Cendana .2012)
Ada 3 nyamuk dewasa yang dikenal khususnya, nyamuk Aedes, Culex
dan Anopheles sebagai berikut :
A.

Nyamuk Aedes

Aedes aegypti
Ciri-ciri umumnya yaitu :
1.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa berukuran kecil dasar hitam dengan
2.

gelang-gelang putih seperti perak.


Kepala warna hitam dengan garis putih ditengahnya.

3.

Pulpi pendek dengan ujung hitam bersisik putuh perak, oksiput

4.
5.

bersisik lebar, berukuran putih terinstan memanjang.


Proboscis berwarna hitam polos tanpa gelang-gelang.
Femur bersisik putih pada permukaan posterior dari setengah basal,

6.
7.

anterior dan tengah bersisik putih memanjang.


Pada thorax ada dua garis sejjar seperti kurva.
Sayap berukuran 4,5-5,0 mm dan bersisik hitam.

Kebiasaan dan perilaku:


a.

Nyamuk betina menggigit pada siang hari ( 08.00-12.00) dan waktu

b.

sore (15.00-17.00) serta gigitannya agak perih.


Nyamuk ini mempunyai kebiasaan menggigit berulang kali (multiple
bites), yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu
singkat. Hali ini disebabkan karena nyamuk sangat sensitive yaitu
mudah terganggu.

Jarak terbang :
Nyamuk betina dapat terbang sejauh 2 km, tetapi kemampuan
normalnya adalah 30-100 m. jarak terbang nyamuk ini juga sangat
dipengaruhi oleh kecepatan arah angin.

Aedes albopictus
Nyamuk ini 25 kali lebih banyak menggigit di luar rumah daripada di

dalam rumah. Menggigit manusia sepanjang hari dan puncak gigitan pada
saat matahari baru terbit (kira-kira jam 06.30 pagi) dan saat matahari akan
terbenam (kira-kira jam 17.30). jarak terbang hanya 1,4 meter dan
distribusinya banyak dipengaruhi oleh arah angin.
(Kris Cahyo Mulyatno.)
B.

Nyamuk Culex
Ciri-ciri umumnya yaitu :
1.
Nyamuk Culex biasanya hinggap dengan cara sejajar pada suatu benda
2.
3.
4.
5.
6.

atau tempat tertentu.


Kepala nyamuk Culex berwarna kuning kelabu.
Nyamuk Culex saat terbang mengeluarkan bunyi.
Mencari mangsa saat siang dan malam hari.
Tempat perkembangbiakannya di tempat kotor.
Sayapnya bersisik hitam dan tidak berwarna.

7.
8.

Badannya tidak mempunyai gelang pada dada, perut dan kepala.


Terdiri dari 3 lobus, proboscis lebih panjang dari palpi.

Spesies Culex tarsalis


Spesies nyamuk ini berkembangbiak dalam air yang cukup sinar

matahari. Culex tarsalis suka menghisap darah orang ataupunmamalia


lainnya sehingga dapat menjadi vector virus penyebab enchepalitis yang
dapat menyerang kuda dan manusia. Serta cukup berbahaya pada anak.

Spesies Culex Pipiens


Spesiesnyamuk ini distribusinya cukup luas, berwara coklat dan

berkembang biak dilingkungan manusia, karena dapat bertelur disembarang


genangan air. Culex pipiens merupakan vector penyakit filarial dan
dirofilaria (wocheria bancrofti dan dirofilaria imnitis) serta dapat juga
sebagai vector virus arbovirus encephalitis.
(Ardianto, beny.2011)
C.

Nyamuk Anopheles
Jenis nyamuk Anopheles di Indonesia

lebih dari 90 macam, dari

sekian jenisnya hanya beberapa yang mempunyai potensi untuk menularkan


malaria (vektor / tersangka vektor). Ciri-ciri nyamuk Anopheles yaitu :
1.
Memiliki panjang palpi yang sama panjangnya dengan probosisnya.
2.
Nyamuk Anopheles jantan mempunyai palpi dengan ujung membesar
3.
4.
5.

dan membengkok, dan tidak memiliki lobus.


Memiliki warna sayap yang bernoda.
Kepala nyamuk Anopheles berwarna agak hitam.
Hidup di air payau.

Kebiasaan dan perilaku:


a.

Nyamuk Anopheles biasanya hinggap dengan cara menungging pada

b.
c.
d.

permukaan suatu benda atau tempat tertentu.


Nyamuk Anopheles saat terbang tidak mengeluarkan bunyi.
Mencari mangsa saat malam hari.
Gigitan nyamuk Anopheles tidak perih.

Perilaku mencari darah pada nyamuk dapa ditinjau dari berbagai segi, yaitu:

Perilaku mencari darah diakitkan dengan waktu


Perilaku mencari darh dikaitkan dengan tempat
Perilaku mencari darah dikaitkan dengan sumber darah

Frekuensi menggigit
Perilaku istirahat
(Kris Cahyo Mulyatno. )

V.

ALAT DAN BAHAN


Alat :

Dissecting mikroskop
Roll kabel
Petridisk
Pinset
Loop
Jarum seksi

Bahan :

VI.

Kloroform
Aquadest
Nyamuk
Kapas

CARA KERJA
1. Digunakan alat pelindung diri (APD) dengan baik, benar, dan lengkap.
2. Disiapkan dan dipastikan alat dan bahan siap digunakan.
3. Kapas dibasahi dengan kloroform.
4. Dimasukkan kapas yang berisi kloroform ke dalam tempat nyamuk.
5. Bila nyamuk sudah mati, dipindahkan dengan pinset dan diletakkan di atas
petridisk dan bisa juga nyamuk ditusuk bagian thorax nya dengan jarum seksi,
diamati dengan loop.
6. Petridisk ditaruh dalam dissecting mikroskop.
7. Diamati bagian-bagian tubuh nyamuk.
8. Dicocokkan dengan kunci identifikasi.

VII. HASIL PENGAMATAN


Gambar 1

Keterangan :
a.
b.
c.

Palpi (hampir sama panjang dengan probosis)


Antena berbulu panjang dan lebat
Probosis

Berdasarkan hasil identifikasi, dapat disimpulkan babhwa nyamuk yang diamati


adalah nyamuk dari Genus Anopheles sp. (jenis kelamin : jantan)
Gambar 2

Keterangan :
a.

Palpi (lebih pendek dari probosis)

b.
c.

Antena berbulu pendek dan jarang


Probosis

Berdasarkan hasil identifikasi, dapat disimpulkan babhwa nyamuk yang diamati


adalah nyamuk dari Genus Culex sp. (jenis kelamin : betina)

Gambar 3

Keterangan :
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)

Palpi (lebih pendek dari probosis)


Antena berbulu pendek dan jarang
Probosis
Kaki berwarna belang (hitam putih)
Abdomen berwarna belang (hitam putih)

Berdasarkan hasil identifikasi, dapat disimpulkan babhwa nyamuk yang diamati


adalah nyamuk dari Spesies Aedes aegypti (jenis Kelamin : betina )

Struktur lengkap Nyamuk Aedes Aegypti

VIII. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, kami mengamati salah satu vektor lingkungan,
yaitu Nyamuk pada fase dewasa. Nyamuk kami dapatkan dengan cara

menggunakan aspirator, dimana aspirator tersebut disedot saat nyamuk sasaran


berada di ujung aspirator sehingga nyamuk masuk ke dalam tabung aspirator, dan
kemudian dimasukkan nyamuk-nyamuk tersebut ke dalam wadah. Setelah
nyamuk mati, maka dipindahkan ke dalam petridisk dan diamati dengan
mikroskop dissecting. Adapun nyamuk yang berhasil kami identifikasi
diantaranya adalah nyamuk Culex sp, Aedes sp, dan Anopheles. Identifikasi
dilakukan dengan menitikberatkan pengamatan pada bagian kepala, sayap dan
warna badan nyamuk.
A.

Nyamuk Culex
Culex sp adalah genus dari nyamuk yang berperan sebagai vektor
penyakit yang penting seperti West Nile Virus, Filariasis, Japanese
enchepalitis, St Louis encephalitis. Nyamuk Culex sp yang banyak di
temukan di Indonesia yaitu jenis Culex sp quinquefasciatus.

Morfologi Nyamuk Culex sp.


Nyamuk dewasa dapat berukuran 4-10 mm. Ciri-ciri yang dimiliki

oleh nyamuk ini adalah memiliki warna hitam dan kadang-kadang juga ada
yang berwarna cokelat. Nyamuk ini terlihat biasa dan tidak ada ciri-ciri
khusus seperti nyamuk Aedes aegypti yang memiliki warna belang hitam
putih. Satu lagi keunikan dari nyamuk Culex sp. adalah postur tubuhnya
yang tidak menukik namun cenderung mendatar. Inilah yang membedakan
nyamuk jenis Culex sp. dengan nyamuk lainnya. Nyamuk Culex sp. betina
memiliki palpi yang lebih pendek daripada probosisnya, sedangkan nyamuk
Culex sp. jantan memiliki palpi yang lebih panjang daripada probosisnya.
Sayap nyamuk Culex sp. berbentuk sempit dan panjang.

Bionomik Nyamuk Culex sp.


Nyamuk betina menghisap darah untuk proses pematangan telur,

berbeda dengan nyamuk jantan. Nyamuk jantan tidak memerlukan darah


tetapi hanya menghisap sari bunga. Setiap nyamuk mempunyai waktu

menggigit, kesukaan menggigit, tempat beristirahat dan berkembang biak


yang berbeda-beda satu dengan yang lain.
Nyamuk Culex sp. suka berkembang biak di sembarang tempat
misalnya di air bersih dan air yang kotor yaitu genangan air, got terbuka dan
empang ikan. Nyamuk Culex sp. suka menggigit manusia dan hewan
terutama pada malam hari. Nyamuk Culex sp. suka menggigit binatang
peliharaan, unggas, kambing, kerbau dan sapi. Nyamuk Culex sp. menggigit
beberapa jam setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit.
Setelah nyamuk menggigit orang atau hewan, nyamuk tersebut akan
beristirahat selama 2 sampai 3 hari. Setiap spesies nyamuk mempunyai
kesukaan beristirahat yang berbeda-beda. Nyamuk Culex sp suka
beristirahat dalam rumah. Nyamuk ini sering berada dalam rumah sehingga
di kenal dengan nyamuk rumahan.

Habitat Nyamuk culex sp


Nyamuk dewasa merupakan ukuran paling tepat untuk memprediksi

potensi penularan arbovirus. Larva dapat di temukan dalam air yang


mengandung tinggi pencemaran organik dan dekat dengan tempat tinggal
manusia.
B.

Nyamuk Aedes
Nyamuk Aedes merupakan sejenis nyamuk yang biasanya ditemui di
kawasan tropis. Namanya diperoleh dari perkataan Yunani aeses yang
berarti tidak menyenangkan, karena nyamuk ini menyebarkan beberapa
penyakit berbahaya seperti demam berdarah dan demam kuning.

Morfologi Nyamuk Aedes


Nyamuk Aedes memiliki tubuh bercorak belang hitam putih pada

dada, perut, dan tungkai. Sayap nyamuk Aedes tidak bernoda, dan memiliki
3 lobus pada scutellum. Nyamuk Aedes memiliki proboscis yang lebih
panjang dari palpinya.

Habitat
Nyamuk Ae. aegypti hidup dan berkembang biak pada tempat

tempat penampungan air bersih yang tidak langsung berhubungan dengan


tanah seperti bak mandi, tempayan, kaleng bekas, tempat minum burung dan
lain sebagainya. Kepadatan nyamuk akan meningkat pada waktu musim
hujan dimana terdapat genangan air bersih yang dapat menjadi tempat untuk
berkembang biak.

Bionomik Nyamuk Aedes


Ae. Aegypti dewasa menyukai tempat gelap yang tersembunyi di

dalam rumah sebagai tempat beristirahatnya, nyamuk ini merupakan vektor


efisien bagi arbovirus. Ae.Aegypti juga mempunyai kebiasaan mencari
makan (menggigit manusia untuk dihisap darahnya) sepanjang hari terutama
antara jam 08.00-13.00 dan antara jam 15.00-17.00.
Jarak terbang spontan nyamuk betina jenis ini terbatas sekitar 30-50
meter per hari. Jarak terbang jauh biasanya terjadi secara pasif melalui
semua jenis kendaraan termasuk kereta api, kapal laut dan pesawat udara.
Umur nyamuk Ae. aegypti berkisar 2 minggu sampai 3 bulan atau rata
rata 1,5 bulan tergantung dari suhu, kelembaban sekitarnya. Ae. aegypti
suka beristirahat di tempat yang gelap, lembab, dan tersembunyi di dalam
rumah atau bangunan termasuk di kamar tidur, kamar mandi, kamar kecil
maupun dapur. Di dalam ruangan, nyamuk suka beristirahat pada benda
benda yang tergantung seperti pakaian, kelambu, gordyn di kamar yang
gelap dan lembab.
C.

Nyamuk Anopheles
Nyamuk Anopheles sp. adalah nyamuk vektor penyakit malaria.
Penularan malaria secara ilmiah berlangsung melalui gigitan nyamuk
Anopheles betina.

Morfologi
Berdasarkan morfologinya, bagian tubuh nyamuk terdiri dari kepala,

dada dan perut. Ciri-ciri umum nyamuk Anopheles sp. dewasa yaitu :

a.
b.
c.
d.
e.

Proboscis dan palpi sama panjang


Scutellum berbentuk satu lengkungan ( lingkaran)
Urat sayap bernoda pucat dan gelap
Kaki panjang dan langsing
Pada nyamuk betina dewasa palpi dan proboscis sama panjang
sedangkan pada nyamuk jantan palpi pada bagian ujung berbentuk alat

f.

pemukul
Pada saat menggigit nyamuk Anopheles sp membentuk sudut 45o 60o
Bionomik Nyamuk Anopheles
Nyamuk betina jarang terbang lebih jauh dari nyamuk jantan.

Umumnya untuk genus Anopheles jarak terbang 1-3 mil. Umur nyamuk
betina lebih panjang dari yang jantan, biasanya umur nyamuk kira-kira 2
minggu, tapi ada yang sampai 1-2 bulan.
Nyamuk betina menghisap darah untuk pembentukan telur. Nyamuk
betina ada yang menghisap darah manusia (anthropofilik), ada juga yang
menghisap darah hewan (zoofilik). Aktifitas menghisap nyamuk Anopheles
dibagi menjadi 4 yaitu : waktu malam, waktu siang, di dalam rumah dan di
luar rumah.

Habitat
Anopheles sp. mempunyai habitat pada tempat-tempat air yang tidak

mengalir, air yang tenang atau sedikit mengalir seperti sawah, di air payau,
di tempat yang terlindung matahari dan ada juga yang mendapat sinar
matahri langsung.
Dalam praktikum ini, sampel didapatkan dari rumah beberapa praktikan,
dan setelah dilakukan pengamatan, ditemukan 3 spesies nyamuk di atas yang
masing-masing merupakan vector pembawa penyakit. Oleh karena itu hendaknya
dilakukan pengendalian terhadap jumlah nyamuk. Pengendalian nyamuk dapat
dibagi menjadi tiga yaitu :
1.

Pengendalian secara mekanik


Cara ini dapat di lakukan dengan mengubur kaleng-kaleng atau tempattempat sejenis yang dapat menampung air hujan dan membersihkan

lingkungan yang berpotensial di jadikan sebagai sarang nyamuk misalnya


got dan potongan bambu. Pengendalian mekanis lain yang dapat dilakukan
adalah pemasangan kelambu dan pemasangan perangkap nyamuk baik
menggunakan cahaya lampu dan raket pemukul.
2.

Pengendalian secara biologi


Intervensi yang di dasarkan pada pengenalan organisme pemangsa, parasit,
pesaing untuk menurunkan jumlah. Ikan pemangsa larva misalnya ikan
kepala timah, gambusia ikan mujaer dan nila di bak dan tempat yang tidak
bisa ditembus sinar matahari misalnya tumbuhan bakau sehingga larva itu
dapat di makan oleh ikan tersebut dan merupakan dua organisme yang
paling sering digunakan

3.

Pengendalian secara kimia.


Selama periode sedikit atau tidak ada aktifitas virus dengue, tindakan
reduksi sumber larva secara rutin, pada lingkungan dapat dipadukan dengan
penggunaan larvasida dalam wadah yang tidak dapat dibuang, ditutup, diisi
atau ditangani dengan cara lain.

IX.

SIMPULAN
Ditemukan 3 spesies nyamuk, diantaranya Aedes sp., Culex sp., dan
Anopheles sp. Ketiga nyamuk yang ditemukan memiliki ciri fisik yang berbedabeda. Nyamuk Aedes sp. memiliki probosis yang lebih panjang dari palpi,
berwarna/bercorak belang hitam putih pada dada, perut, dan tungkai, serta
memiliki sayap yang tak bernoda. Culex sp. memiliki palpi yang pendek
dibanding probosis (betina), dan palpi yang lebih panjang dari probosis (jantan),
berwarna hitam dan terkadang cokelat, memiliki sayap yang panjang. Sedangkan,
Anopheles sp. memiliki ukuran palpi yang sama dengan probosis, berwarna
kuning kehijauan, dan urat sayap bernoda, pucat, dan gelap. Secara umum, antena
pada nyamuk betina memiliki bulu yang lebih jarang daripada nyamuk jantan.

X.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

BAB

II

TINJAUAN

PUSTAKA.

[online].

Tersedia:

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/115/jtptunimus-gdl-sutyoagusw5709-3-babiis-i.pdf. [diakses: 7 Oktober 2015 ; 22.10]

Ardianto,

beny.2011.

Jenis-jenis

Nyamuk.[online].tersedia:http://beny-

ardianto.blogspot.co.id/2011/12/survey-jenis-jenis-nyamuk.html. [diakses :
2 oktober 2015 9:13 wita]
Irianto, Koes. 2013. Parasitologi Medis. Bandung : Alfabeta, cv
Kris

Cahyo

Mulyatno.

BAB

II

TINJAUAN

PUSTAKA

http://www.itd.unair.ac.id/files/pdf/protocol1/Anopheles.pdf. [diakses : 8
oktober 2015 5.14 wita]
Kris

Cahyo

Mulyatno.

BAB

II

TINJAUAN

http://www.itd.unair.ac.id/files/pdf/protocol1/Aedes.pdf.

PUSTAKA
[diakses:

Oktober 2015 ; 5.07 wita]


S.

Bahri.

2010.

Chapter

II.pdf.

[online].

Tersedia:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20312/4/chapter%20ii.pdf.
[diakses : 2 oktober 2015 ; 9:17 wita]
Santallum_Cendana

.2012.

Identifikasi

Nyamuk.

[online].

tersedia:

http://lacunata.blogspot.co.id/2012/10/identifikasi-nyamuk_9530.html.
[diakses : 2 oktober 2015 ; 9:00 wita]