Anda di halaman 1dari 8

Page 1 of 8

ALUR TATA CARA PENDIRIAN APOTEK


Sebelum apotek didirikan, terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan dan melalui alur di bawah ini untuk mendapatkan perizinan
pada Dinas Perizinan dan mengurus SIA pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mendirikan apotek dan menjalankan pelayanan
kefarmasian. Berikut alur dari persyaratan perizinan yang harus dipenuhi :

HO dapat diu

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Mengurus Surat Keterangan Izin Te

S
Setelah mengurus dan didapatkan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan atau surat pernyataan kesanggup

PKP
Perizinan yang telah diperoleh kemudian diajukan oleh pemilik sarana ke kantor pajak
(Pengukuhan Pengusa

Surat keteran

Setelah mengurus perizinan untuk mendirikan usaha maka dilakukan pengurus

Persyaratan untuk memperoleh SIA didasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas peraturan Menteri ke

SIA dapat diperoleh melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kot


SIA dapat diperoleh dengan melampirkan syarat-syarat yang telah ditetapkan

Page 2 of 8
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.

25.

Mengisi blanko permohonan ( Jenis izin permohonan yaitu izin pendirian apotek baru)
Fotokopi Surat Izin Kerja Apoteker
Fotokopi KTP
Denah Lokasi dan bangunan
Ijazah Apoteker
Fotokopi Bukti Pemilikan / Persetujuan Pemilik atas penggunaan Tanah dan / atau Bangunan minimal 5 tahun (IMB)
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ), Apoteker Pengelola Apotek ( APA ) dan atau Pemilik Sarana Apotek ( PSA )
Daftar Asisten Apoteker dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan nomor surat izin kerja (apabila ada)
Akte Pendirian Badan Hukum bagi yayasan
Akte Perjanjian Kerja sama Apoteker pengelola Apotik dengan pemilik sarana
Asli dan salinan / Fotokopi surat izin atasan bagi pemohon pegawai negeri, anggota TNI / Polri dan pegawai instansi pemerintah
lainnya
Surat Pernyataan dari Apoteker bahwa yang bersangkutan tidak bekerja tetap pada perusahaan farmasi lain dan tidak mejadi APA di
apotik lain
Asli dan salinan / Fotokopi surat izin atasan bagi pemohon pegawai negeri, anggota TNI / Polri dan pegawai instansi pemerintah
lainnya
Surat Keterangan Sehat APA dari dokter pemerintah
Fotokopi Izin Gangguan (HO)
Izin Mendirikan Bangunan
Fotokopi Ijin Tempat Usaha
Fotokopi Ijin Tanda Daftar Perusahaan
Surat pernyataan dari PSA tidak terlibat pelanggaran peraturan perundang undangan di bidang obat
Surat Pemberitahuan kepada Kepala Puskesmas
Fotokopi hasil pemeriksan kualitas air minum
Rekomendasi dari organisasi Profesi Ikatan sarjana Farmasi Indonesia Wilayah terdekat
Rancangan papan nama apotik,surat pesanan,copy resep
Surat keterangan Sehat dari dokter yang mempunyai SIP
Surat pernyataan pengelolaan limbah

Poin 1 sampai 4 adalah persyaratan administratif yang


diperlukan untuk izin apotek atau toko obat. Poin 5 sampai
13 adalah tambahan persyaratan yang diperlukan untuk
memperoleh izin pengelolaan apotek
Setelah persyaratan untuk memenuhi surat permohonan
maka alur selanjutnya yang dilkukan untuk memperoleh
SIA sebagai berikut

Page 3 of 8
Apoteker
(Form APT-1)

Mengajukan
permohonan
Selambat lambatnya
6 hari kerja

Surat Ijin Apotek


(Form APT-5)

Kepala Dinas Kesehatan


Kabupaten/Kota

Jika tidak dilakukan pemeriksaan

Tim Penilaian
Surat pernyataan
Dinkes Kab/Kota
siap melakukan
atau bantuan
kegiatan
teknis dengan
Balai POM
tembusan kepada Kepala DinKes
(Form APT-2)

Setelah pemohon membayar retribusi dan


semua persyaratan Lengkap maka izin akan
segera diberikan. Waktu yang diperlukan
untuk mendapatkan izin ini apabila semua
persyaratan Lengkap adalah sekitar 14
(empat belas) hari kerja.

Kepala DinKes
Kabupaten/Kota
(Form APT-3)

Selambat lambatnya
12 hari kerja

Memenuhi persyaratan
Belum memenuhi persyaratan
Tidak memenuhi persyaratan
Pemohon atau pengelola kemudian melunasi retribusi yang sudah ditentukan.

Surat Penolakan beserta alasan

Surat penundaan
(Form APT-6)

Apoteker mengajukan
Diberikansurat
kesempatan
permohonan
untukbaru
melengkapi persyaratan (maksimum 1 bula

Page 4 of 8
PENJELASAN TERKAIT PERIZINAN PENDIRIAN APOTEK
1. IMB
2. HO
Izin Gangguan (HO) adalah izin kegiatan usaha kepada orang pribadi / badan dilokasi tertentu yang berpotensi menimbulkan
bahaya kerugian dan gangguan, ketentraman dan ketertiban umum tidak termasuk kegiatan/tempat usaha yang lokasinya telah
ditunjuk oleh Pemerintah Pusat atau Daerah, untuk memperoleh izin Apotek, maka Apoteker yang bersangkutan harus memiliki
izin gangguan (Hinder Ordonantie/HO). Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Izin
gangguan, syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh izin gangguan adalah sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP pemohon yang masih berlaku;
2. Dokumen untuk mengelola lingkungan hidup, dikecualikan bagi usaha yang menimbulkan gangguan kecil;
3. FotokopiIzin Membangun Bangun Bangunan (IMBB) sesuai peruntukan/ fungsi, sedang bagi bangunan yang belum berIMBB dilampiri surat pernyataan kesanggupan mengurus IMBB bermaterai Rp 6000,00 (Khusus bagi usaha yang
menimbulkan gangguan kecil);
4. Fotokopibukti kepemilikan/sertifikat tanah atau surat keterangan lain yang sah;
5. Fotokopiakta pendirian/cabang perusahaan bagi usaha yang berbadan hukum;
6. Surat pernyataan persetujuan/tidak keberatan dari pemilik tempat atau bukti sewa (bagi tempat usaha yang bukan milik
sendiri);
7. Denah tempat usaha;
8. Izin gangguan lama asli (SK dan Tanda izin) bagi permohonan perpanjangan;
9. Persetujuan dari tetangga sekitar tempat usaha yang diketahui oleh pejabat setempat (RT, RW, Lurah, dan Camat);
10. Foto bangunan tampak depan, kelihatan dua pot dengan diameter pot 50 cm dan tinggi tanaman minimal 50 cm;
11. Stopmap snelhecter warna kuning.
3. SIUP
SIUP merupakan suatu izin untuk dapat melakukan usaha perdagangan. SIUP wajib dimiliki oleh orang atau badan yang
memiliki usaha perdagangan. Surat Izin perdagangan ini berfungsi sebagai alat bukti atau pengesahan dari usaha perdagangan
yang dilakukan. Surat izin perdagangan dikeluarkan oleh pemerintah daerah dan dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan atau

Page 5 of 8
pelaku usaha yang telah memiliki badan hukum, dimana kewenangan pengeluaran SIUP atas delegasi dari MenteriJenis pelayanan
perizinan dinas perizinan Kota Yogyakarta berdasarkan pada Peraturan Walikota Yogyakarta No 33 Tahun 2006. Dasar Hukum
adalah Perda Kota Yogyakarta No. 17 / 2005 dan Peraturan Walikota No. 05/2006.
Syarat umum yang harus dipenuhi adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengisi Formulir yang disediakan dan ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,Surat Izin Tempat Usaha(HO) Kartu Pasar/SIUP Lama
Fotocopy KTP Penanggungjawab/Pengurus Perusahaan
Fotocopy NPWP
Neraca Perusahaan
Snelhecter warna: merah/biru/kuning = 2 buah

SIUP memiliki 4 golongan yang meliputi:


1. SIUP Mikro SIUP yang dapat diberikan kepada perusahaan perdagangan yang memiliki modal dan kekayaan bersih
seluruhnya tidak lebih dari 50 juta
2. SIUP Kecil SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan perdagangan yang dengan modal dan kekayaan bersih sebesar 50 juta
hingga 500 juta, dimana tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
3. SIUP Usaha Menengah SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih sebesar
500 juta samapi dengan 10 Milyar, dimana tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
4. SIUP Besar SIUP yang wajib dimiliki oleh perusahaan perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih seluruhnya lebih
dari 10 Milyar, dimana tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
Persyaratan Administrasi untuk memperoleh SIUP berdasarkan Peraturan Mentri Perdagangan Republik Indonesia Nomor
77/M-DAG/PER/12/2013 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan dan Tanda Daftar Perusahaan Secara Simultan Bagi
Perusahaan Perdagangan yang meliputi:
a. Perusahaan Perdagangan Berbentuk Perseroan Terbatas:

Page 6 of 8
Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan
Fotokopi Akte Perubahan Perusahaan (jika ada)
Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum Perseroan Terbatas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) penanggungjawab/Direktur Utama Perusahaan
Foto Penanggungjawab atau Direktur Utama perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar)
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
b. Perusahaan Perdagangan Berbentuk Koperasi:
Fotokopi Akta Notaris Pendirian Koperasi yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Penanggungjawab/Pengurus Koperasi
Surat pernyataan dari pemohon tentang lokasi usaha koperasi
Foto Penanggungjawab atau Pengurus Koperasi ukuran 3x4 cm (2 lembar)
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
c. Perusahaan Perdagangan Berbentuk CV dan Firma:
Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan/Akta Notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negri
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab Perusahaan
Surat pernyataan dari Pemohon tentang lokasi usaha perusahaan
Foto pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar)
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak
d. Perusahaan Perdagangan Berbentuk Perorangan:
Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan (jika ada)
Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan
Surat Pernyataan dari Pemohon tentang lokasi usaha Perusahaan
Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar)
Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak.
Menurut Peraturan Mentri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 77/ M-DAG/PER/12/2013 tentang Penerbitan Surat Izin
Usaha Perdagangan dan Tanda Daftar Perusahaan Secara Simultan Bagi Perusahaan Perdagangan pasal 5 bahwa pejabat yang
menerbitkan atau mengeluarkan SIUP secara simultan paling lama 3 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan secara

Page 7 of 8
lengkap dan benar. Format SIUP berpedoman kepada Peraturan Menteri Perdagangan mengenai SIUP. Dalam hal permohonan dinilai
belum lengkap dan benar, maka Pejabat Penerbit membuat surat penolakan kepada pemohon paling lama 3 hari kerja terhitung sejak
tanggal diterimanya permohonan. Perusahaan perdagangan yang ditolak permohonannya dapat mengajukan kembali permohonnan
penerbitan SIUP secara simultan sesuai persyaratan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ini.

4. NPWP
NPWP merupakan sarana administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal identitas wajib pajak, NPWP
diperlukan dalam pendirian suatu apotek karena merupakan salah satu penyumbang pajak Negara. NPWP diurus oleh APA dan
sebelum mengurus NPWP sebelumnya harus memiliki Ijin tempat usaha atau SIUP. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
bermanfaat untuk memenuhi syarat ketika akan melakukan pengurusan surat izin usaha perdagangan (SIUP). Nomor tersebut
diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana tanda pengenal atau identitas bagi setiap wajib pajak, untuk memperoleh NPWP,
wajib pajak wajib mendaftarkan diri ke kantor pelayanan pajak (KPP), kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan
(KP2KP) dengan mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan persyaratan administrasi yang diperlukan atau dapat pula
mendaftarakan diri secara on-line melalui e-registrasi.
Data pendukung yang perlu disiapkan oleh wajib pajak untuk mengisi formulir permohonan antara lain sebagai berikut:

1. Bagi wajib pajak orang pribadi dokumen yang diperlukan hanya berupa kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku.
2. Bagi wajib pajak badan, dokumen yang diperlukan antara lain;
a. Akte Pendirian dan Perubahan.

Page 8 of 8

b. Kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku sebagai penanggungjawab dan NPWP pemimpinan/penanggung jawab
badan.
Bagi pemohon akan diberikan surat keterangan terdaftar (SKT) dan kartu NPWP diproses paling lambat satu hari kerja
(ditunggu angsung jadi-red), bagi pemohon yang sudah memiliki KTP Kota Yogya.Sedangkan bagi pemohon yang tidak memiliki
KTP kota Yogya (KTP luar Yogya), NPWP kantor pajak menjanjikan pengurusan satu hari. Pengurusan NPWP tidak dipungut biaya
administasi atau gratis.

5. PKP
6. SIA