Anda di halaman 1dari 8

Nama

: Ni Made Parwati

NIM

: P07134014034

Semester

: IV

PEMERIKSAAN SEROLOGI DHF (NS1Ag)

Hari, Tanggal : Kamis, 26 Mei 2016


Tempat

I.

: Laboratorium Imunoserologi

TUJUAN
Tes kualitatif untuk mendeteksi virus dengue NS1 antigen dalam serum atau plasma
pasien guna membantu menetapkan diagnosa infeksi virus dengue.

II.

PRINSIP
Dengue NS1Ag Rapid test merupakan uji skrining yang menggunakan 2 garis
warna yaitu Control Line (C) dan Test Line (T). Dengue NS1Ag terdapat dalam
serum, plasma atau whole blood sebagai antigen akan bereaksi dengan anti NS1Ag
yang dilapisi gold colloidal pada strip test sebagai antibodi akan bergerak di
sepanjang membran secara immunokromatografi menuju wilayah test yang dilapisi
oleh antibodi spesifik dari antibodi monoklonal mencit terhadap dengue yang akan
membentuk garis warna sebagai kompleks gold partikel antibodi-antigen-antibodi
pada control line.

III.

METODE
Metode yang digunakan pada pemeriksaan dengue NS1 antigen dalam serum,
plasma atau whole blood adalah metode Imunokromatografi

IV.

DASAR TEORI

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (DENV), famili


Flaviviridae, yang mempunyai empat serotipe (DENV-1, -2, -3, dan -4) dan beberapa
genotipe atau subtipe) dalam setiap serotype. DENV ditularkan melalui siklus
manusia nyamuk oleh vektor nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Genom
terdiri dari rantai tunggal RNA-sense dengan tiga protein struktural (Capsid,
Membrane, Envelope) dan protein tujuh nonstruktural (NS1, NS2A, NS2B, NS3,
NS4A, NS4B, NS5) (3).
Infeksi DENV tetap penyakit virus paling umum pada daerah geografis yang
terus tumbuh karena globalisasi dan perubahan iklim. Diperkirakan 100 juta kasus
infeksi dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahun dengan 2,5 miliar orang berisiko.
Sampai sekarang, tidak ada pengobatan dan vaksin yang efektif yang tersedia untuk
infeksi DENV (6). Beberapa faktor seperti urbanisasi, pembangunan transportasi,
penyimpanan air yang tidak tepat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan nyamuk
Aedes aegyptit. Faktor-faktor lainnya yaitu demografi, sosial, ekonomi, dan perilaku
yang sangat memberikan pengaruh besar terhadap epidemiologi nyamuk Aedes.
(Indian J Med Res. 2015)
Dengue adalah penyakit virus endemik yang tersebar di seluruh dunia
terutama di daerah tropis dan subtropis. Infeksi dengue disertai demam non spesifik
yang mirip dengan penyakit virus lainnya, seperti demam, sakit kepala, retro-orbital,
mialgia, artralgia, ruam, perdarahan dan leukopenia. Pada manusia, virus ini dapat
menyebabkan spektrum penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala hingga dapat
mengancam jiwa yang terkait dengan perdarahan (demam berdarah dengue atau
DBD), yang berpotensi menyebabkan shock vaskular (dengue shock syndrome atau
DSS) (7).
Deteksi antigen NS1 dalam darah adalah metode diagnostik baru dan sangat
populer. Protein virus ini disekresikan dalam darah dan dapat dideteksi dengan
ELISA atau tes immunochromatographic. NS1Ag pada pasien dengan infeksi dengue
dapat dideteksi dari hari 1 hingga 9 setelah timbulnya demam. Deteksi maksimum
NS1Ag positif dapat dilakukan dalam 1 sampai 5 hari setelah imbulnya demam
(Dharitri Mahapatra, dkk. 2014).
V.

ALAT, BAHAN DAN SAMPEL


a. Alat

1. Mikropiprt
2. Yellow tip
3. Stopwatch / Timer
b. Bahan
1. SD Bioline Dengue NS1Ag Kit
Disimpan pada suhu 1 30 C, tidak direkomendasikan disimpan pada freeze.
c. Sampel
1. Whole Blood (dengan antikoagulan EDTA, Heparin, Citrate) : sebaiknya
segera diperiksa atau dapat disimpan sampai 24 jam setelah pengambilan.
2. Serum atau Plasma : bila tidak segera diperiksa maka serum atau plasma dapat
disimpan pada suhu 2 - 8oC sampai 48 jam atau suhu -20oC sampai 4 minggu.
Penolakan sampel apabila serum lipemik, hemolisis, ikterik, Rheumatoid Faktor.
Sebelum diperiksa, sampel dan alat test diletakkan pada suhu ruang (15-30C
selama 30 menit)

VI.

CARA KERJA
1. Disiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Diperiksa tanggal kadaluwarsa alat.
3. Diletakkan alat tes dan sampel pada suhu ruang (15 30 o C) selama 30 menit
sebelum digunakan.
4. Dibuka alat tes dari pembungkusnya dan diletakkan pada tempat yang datar dan
kering.
5. Ditambahkan 3 tetes (100 l) sampel ke dalam sumur.
6. Dilihat pergerakan warna ungu pada alat.
7. Hasil diinterpretasikan 15 20 menit. Jangan membaca hasil lebih dari 20 menit,
karena dapat memberikan hasil yang salah.

VII.

INTERPRETASI HASIL
Positif : Terdapat garis pada Control Line (C) dan Test Line (T). Berarti terdapat

antigen NS1 virus dengue.


Negatif : Hanya terdapat garis pada Control Line (C) saja. Berarti tidak terdapat

antigen NS1 virus dengue.


Invalid : Tidak terdapat garis pada Control Line (C) dan Test Line (T) atau hanya
terdapat garis pada Test Line (T) saja.

VIII. HASIL PENGAMATAN


Data Probandus
Nama
: Kode A

Jenis Kelamin
Umur
Sampel
Hasil

::: Serum dari RS Siloam


: Positif (+)

Tabel 1. Hasil pemeriksaan NS1Ag


Gambar

Keterangan

Sampel

SD Bioline Dengue NS1Ag Kit

Cassete SD Bioline Dengue NS1Ag


Hasil pemeriksaan probandus dengan
hasil positif (+) NS1Ag
Ket : 1. Tempat sampel
2. Test Line
3. Control Line
IX.

PEMBAHASAN
Protein nonstruktural-1 merupakan tes berbasis Ag (NS1) yang berguna untuk
mendeteksi virus dengue (DENV). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun
2009 mengidentifikasi tiga tes diagnostik sebagai gold standard untuk diagnosis
dengue anatara lain isolasi virus dan identifikasi, deteksi nukleotida, dan tes serologi

untuk IgM atau IgG. Namun, metode ini memiliki keterbatasan tertentu. Misalnya,
isolasi virus sulit untuk dilakukan dan memakan waktu yang lama. Deteksi nukleotida
seperti RT-PCR membutuhkan peralatan laboratorium khusus. Dan tes serologi untuk
IgM atau IgG tidak dapat digunakan untuk diagnosis onset dini. Oleh karena itu,
metode deteksi yang lebih efisien dan akurat untuk DENV dibenarkan. Nonstruktural
protein 1 (NS1) adalah glikoprotein yang berlimpah diproduksi oleh DENV dalam
tahap awal infeksi, dan dapat dideteksi dalam serum [ 4 , 5 ]. Berbeda dengan IgM,
yang hanya dapat dideteksi pada awal hari kelima penyakit, NS1 antigen capture bisa
dilakukan pada awal gejala.
Penyakit demam berdarah dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis demam yaitu
DF (Dengue Fever), DHF (dengue hemorrhagic fever) dan DSS (dengue shock
syndrome). DF (demam dengue) memiliki manifestasi klinis seperti sakit kepala,
nyeri retroorbital, mialgia, artralgia, ruam, hemoragik, leukopenia dan serologi
positif. Demam berdarah dengue (DBD) memiliki manifestasi klinis demam,
cenderung hemorrhagic, trombositopenia, kebocoran plasma, asosiasi hepatomegali,
dan gangguan peredaran darah. Peningkatan hematokrit seri diambil sebagai bukti
kebocoran plasma dan USG menunjukkan efusi pleura, asites, dan kandung empedu
edema. Dengue shock syndrome (DSS) memiliki manifestasi klinis seperti gejala
DBD termasuk nadi cepat dan lemah, tekanan nadi sempit kurang dari 20 mmHg dan
hipotensi. Terapi pendukung yang dapat dilakukan adalah dengan antipiretik, hidrasi
yang memadai dan transfusi darah apabila diperlukan (Infect Dis Obstet Gynecol.
2016).
Pemeriksaan

Dengue

NS1Ag

dilakukan

menggunakan

metode

immunochromatography yang bertujuan untuk mendeteksi virus dengue NS1 Antigen


dalam serum, plasma atau whole blood pasien guna membantu menetapkan diagnose
infeksi virus dengue secara kualitatif. Adapun prinsip dari pemeriksaan ini yaitu
pembentukkan dua garis warna, pada garis test terikat antibodi monoclonal mencit
dan pada garis control terikat antibodi poliklonal NS1 yang terkonjugasi dengan gold
colloid. Apabila pada spesimen terdapat antigen NS1 akan terjadi reaksi antigen dan
antibody yang ditunjukkan dengan adanya garis warna. Pemeriksaan virus dengue

NS1 antigen ini mempunyai sensitivitas 92,4% artinya metode ini dapat mendeteksi
antigen NS1 dalam jumlah yang sedikit dan spesifisitas 98,4% artinya metode ini
dapat mendeteksi antigen NS1 pada pasien sebesar 98,4% sedangkan sisanya bisa saja
hasil tidak ..
Sebelum melakukan praktikum digunakan alat pelindung diri (APD) dengan
baik, benar dan lengkap untuk melindungi diri dari bahan yang dapat mengancam
keselamatan didalam laboratorium. Sebelumnya alat dan sampel yang akan digunakan
diletakkan dalam suhu ruang (15 30o C) selama 30 menit. Sampel yang digunakan
dapat berupa serum, plasma atau whole blood. Sampel serum diperoleh dengan
mengmbil darah vena pasien menggunakan tabung tanpa antikoagulan kemudian
didiamkan selama 30 menit sebelum disentrifuge dan dipisahkan serum dengan
eritrositnya. Begitu juga untuk memperoleh plasma, perbedaannya hanya pada tabung
yang diguakan. Untuk mendapatkan plasma digunakan tabung dengan antikoagulan
EDTA, heparin atau citrate. Untuk pemeriksaan yang ditunda sampel serum atau
plasma dapat disimpan pada suhu 2 8 o C sampai 48 jam atau suhu -20 o C sampai 4
minggu, sedangkan untuk sampel whole blood hanya dapat disimpan sampai 24 jam
dari waktu pengambilan. Sampel harus di diletakkkan dalam suhu ruang serta
dihomogenkan sebelum digunakan. Sampel tidak boleh hemolisis, lipemik dan
kontaminasi bakteri.
Pemeriksaan dengue NS1Ag secara kualitatif dilakukan dengan meletakkan
alat dan bahan pada suhu ruang (15 30o C) selama 30 menit sebelum digunakan,
alat uji dikeluarkan dari pembungkusnya selanjutnya, sampel serum dipipet sebanyak
100 l dengan menggunakan mikopipet, kemudian diteteskan pada sumur. Alat akan
bekerja dengan terlihat pergerakan warna ungu pada layar hasil alat. Hasil dapat
dibaca dalam 15 20 menit. Pembacaan hasil tidak boleh lebih dari 20 menit karena
dapat menyebabkan kesalahan akibat dari reaksi yang terlalu lama. Hasil positif
ditunjukkan dengan terbentuk dua garis warna pada Control Line (C) dan Test Line
(T), negatif apabila hanya terdapat garis pada Control Line (C) saja dan hasil invalid
apabila tidak tedapat garis pada Control Line (C) dan Test Line (T) atau hanya
terdapat garis pada Test Line (T) saja. Hasil invalid dapat dikarenakan. Dari

pemeriksaan Dengue NS1Ag yang telah dilakukan pada serum probandus kode A,
didapatkan hasil positif antigen NS1 dalam serum probandus yang ditunjukkan
dengan terbentuknya dua garis warna pada Control Line (C) dan Test Line (T).
Kinerja tes NS1Ag yang dikombinasi dengan deteksi IgM atau IgG, telah diuji
secara luas. Sensitivitas tertinggi dapat dideteksi pada infeksi primer, ketika
pengujian terjadi tidak lama setelah timbulnya gejala dan ketika IgG tidak terdeteksi.
Variasi sensitivitas tergantung pada pembanding yang digunakan dan dari serotipe
dengue (Laura L. Hermann, dkk. 2014).
NS1Ag merupakan metode yang efektif dibandingkan dengan MAC ELISA
untuk diagnosis infeksi virus dengue, terutama dalam lima hari pertama sakit.
Morbiditas dan mortalitas demam berdarah dapat dikurangi dengan diagnosis dini dan
manajemen gejala. Namun, dari hari keenam dan seterusnya kombinasi MAC ELISA
dan pemeriksaan NS1Ag akan meningkatkan sensitivitas diagnosis dan setelah 10
hari IgM ELISA menjadi metode pilihan untuk menetapkan diagnosis. RT-PCR
adalah wajib bagi genotip untuk memastikan penyebab dari wabah saat ini (Dharitri
Mahapatra, 2014).
Infeksi oleh virus dengue yang ditularkan oleh vector nyamuk Aedes terus
meningkat dan mengancam kesehatan orang di lebih dari seratus negara di seluruh
dunia. Kurangnya kontrol nyamuk yang efektif, vaksin dengue berlisensi atau terapi
khusus untuk mengobati infeksi dengue merupakan permasalahan dalam menangani
penyakit ini. diagnosis cepat dan akurat dari infeksi dengue sangat penting untuk
mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien. Data menunjukkan deteksi DENV NS1
antigen dalam spesimen yang diuji, menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas tinggi
(Laura L. Hermann, dkk. 2014).

X.

SIMPULAN
Dari praktikum pemeriksaan dengue NS1Ag pada serum probandus dengan
kode A diperoleh hasil positif Antigen Dengue NS1 dalam serum.

DAFTAR PUSTAKA
Dharitri Mahapatra, dkk. 2014. NS1 Antigen Capture ELISA an Effective Method for Diagnosis
of Early Dengue Infection - Report of an Outbreak at Angul District, Odisha, India. [Online].
Tersedia: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4190715/. [Diakses : 20 Mei 2016].

Laura L. Hermann, dkk. 2014. Evaluation of a Dengue NS1 Antigen Detection Assay Sensitivity
and Specificity for the Diagnosis of Acute Dengue Virus Infection. [Online]. Tersedia:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4183466/. [Diakses : 20 Mei 2016].