Anda di halaman 1dari 1

Sumber :

1. http://itd.unair.ac.id/files/pdf/protocol1/Pewarnaan%20Hematoxilin%20Eosin.pdf
Pembahasan
Hematoksilin dan Eosin adalah metode pewarnaan yang banyak digunakan dalam dalam
pewarnaan jaringan histologi, sehingga diperlukan dalam diagnosa medis dan penelitian.
Hematoksilin adalah bahan pewarna yang sering digunakan pada pewarnaan histoteknik, ia
merupakan ekstrak dari pohon yang diberi nama logwood tree. Hematoksilin bekerja sebagai
pewarna basa, artinya zat ini mewarnai unsur basofilik jaringan. Hematoksilin memulas inti dan
strukutur asam lainnya dari sel (seperti bagian sitoplasma yang kaya-RNA dan matriks tulang
rawan) menjadi biru. Hematoxylin akan mewarnai nukleus sedangkan eosin akan mewarnai
sitoplasma. Eosin bersifat asam. Ia akan memulas komponen asidofilik jaringan seperti
mitokondria, granula sekretoris dan kolagen. Tidak seperti hematoksilin, eosin mewarnai
sitoplasma dan kolagen menjadi warna merah muda. Syarat-syarat standar zat warna ideal yaitu
murah, tahan lama, tidak sulit untuk di bersihkan, tidak merusakkan lingkungan.
Pewarnaan eosin sering digunakan sebagai zat warna tandingan dari hematoksilin dalam
pewarnaan H&E (haematoxylin and eosin) yang populer dalam teknik histologi. Eosin mewarnai
sitoplasma sel menjadi merah jambu agak oranye, tergantung pH-nya, eosin juga mewarnai
eritrosit menjadi merah sedikit kecoklatan, tergantung pH mediumnya.
Metode Natif (direct slide) dipergunakan untuk pemeriksaan secara cepat dan baik untuk
infeksi berat, tetapi untuk infeksi yang ringan sulit ditemukan telur-telurnya. Cara pemeriksaan
ini menggunakan larutan NaCl fisiologis (0,9%) atau eosin 2%. Penggunaa eosin 2%
dimaksudkan untuk lebih jelas membedakan telur-telur cacing dengan kotoran disekitarnya.
Eosin memberikan latar belakang merah terhadap telur yang berwarna kekuning-kuningan dan
untuk lebih jelas memisahkan feces dengan kotoran yang ada. Kekurangan dari metode ini
adalah hanya dilakukan untuk infeksi berat, infeksi ringan sulit terditeksi. Kelebihann meotde ini
adalah mudah dan cepat dalam pemeriksaan telur cacing semua spesies, biaya yang di perlukan
sedikit, peralatan yang di gunakan sedikit(Soejoto dan Soebari, 1996).