Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Perwarnaan Giemsa

Teknik Pewarnaan Giemsa


Pewarnaan Giemsa (Giemsa Stain) adalah teknik pewarnaan untuk pemeriksaan
mikroskopis yang namanya diambil dari seorang peneliti malaria yaitu Gustav
Giemsa. Pewarnaan ini digunakan untuk pemeriksaan sitogenetik dan untuk
diagnosis histopatologis parasit malaria dan parasit lainnya.

Prinsip dari pewarnaan giemsa adalah presipitasi hitam yang terbentuk dari
penambahan larutan metilen biru dan eosin yang dilarutkan di dalam metanol.
Pewarnaan giemsa digunakan untuk membedakan inti sel dan morfologi sitoplasma
dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan parasit yang ada di dalam
darah. Pewarnaan giemsa adalah teknik pewarnaan yang paling bagus digunakan
untuk identifikasi parasit yang ada di dalam darah (blood-borne parasite).
Prosedur Pewarnaan (sediaan darah apus tipis dan tetes tebal):
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Gunakan APD lengkap terutama sarung tangan/gloves.


Fiksasi sediaan apus darah tipis dengan mencelupkannya kedalam larutan
metanol.
Tunggu sampai larutan metanol yang tertinggal menguap.
Genangi sediaan apus darah tipis dan tetes tebal dengan larutan giemsa yang
diencerkan aquadest dengan perbandingan 1:4 (1 bagian giemsa dengan 4 bagian
air)
Tunggu selama 15 menit.
Bilas dengan air mengalir.
Keringkan sisa air dengan menyimpan slide berdiri vertikal pada rak khusus.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pewarnaan giemsa:

Perhatikan agar metanol tidak mengenai sediaan tetes tebal karena akan membuat bagian
tersebut terfiksasi dan hasil pewarnaan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Hati-hati pada saat membilas sediaan tetes tebal karena bagian tersebut tidak difiksasi dan
tidak menempel dengan kuat ke slide kaca.