Anda di halaman 1dari 3

THE SULLIVAN HOSPITAL SYSTEM

2. Change yang akan dilakukan akan dibagi berdasarkan kebutuhan setiap


situasi yang ada, dengan menggunakan approach yang dipandang sesuai
untuk situasi tersebut. Pengintegrasian dari pendekatan engineering,
motivational, dan sociotechnical. Dua dimensi penting yang akan digunakan
meliputi technical interdependence, dan technical uncertainty. Juga akan
dihitung personal-need factors-nya, untuk dapat memetakan situasi-situasi
yang ada, kemudian merencanakan perubahannya.
TQM dapat diaplikasikan dalam kasus ini, setelah seluruh bagian diubah
situasi dan kondisi bekerjanya. Dengan kelancaran dan pemahaman situasi
kerja masing-masing bagian terkatit, program-program dan planningplanning TQM akan dapat diaplikasikan dengan lancar. Bila situasi kerja
karyawan , struktur manajemen, work design, serta hubungan antar bagian
kerja masih belum terpola dengan baik, makan pendekatan TQM akan
mengalami hambatan.
Kami menyarankan untuk melakukan pembenahan struktur dan sistem kerja
dengan menggunakan pendekatan-pendekatan serta dimensi kunci yang
sudah disebutkan di atas. Kemudian setelah itu semua sesuai dan aligned ,
baru kami akan mengenalkan penggunaan TQM kepada manajemen.

3. Pertama, kami akan melakukan pemetaan setiap jenis kerja dan bagian
yang ada, dengan menggunakan peta work designs that optimize technology
dan work designs that optimize personal needs, untuk mengetahui jenis
pekerjaan yang ada, tipe pekerjaan yang dibutuhkan, dan tipe karyawan
yang sesuai untuk pekerjaan tersebut.

Berdasarkan pemetaan ini, terlihat bahwa di organisasi ini ada technology


interdepence yang cukup besar. Karakerisasi work design di rumah sakit
tergolong sebagai traditional, sedangkan pengerjaannya membutuhkan
kemampuan individual yang tinggi, yang tergolong sebagai self managed
team.

Langkah pertama setelah pemetaan di atas adalah mengintervensi struktur


di rumah sakit tersebut.
Langkah kedua adalah mereview cara-cara pembuatan SOP, formal
paperwork, dan kebiasaan kerja di sana.
Langkah ketiga adalah mereview sistem informasi dan control yang sudah
tergolong tua dan tidak fleksibel.
Langkah keempat adalah mereview Human resource systemnya, dari yang
centralized dan merit-based menjadi lebih independen dan adanya
pembedaan cara reward system yang lebih sesuai dengan hasil pemetaan
personal needs di atas.

Change yang dilakukan adalah untuk merubah cara kerja dan struktur
organisasi tersebut, dari yang rigid menjad yangi lebih sesuai untuk nature
dari pekerjaan yang lebih kepada self managed team.

QUESTION PART II
1. Apa kritik dalam visi Sullivan Hospital System ?
Tidak setuju, Dalam kasus Sullivan hospital system proses menuju
visinya masih belum bisa bagus dikarenakan berdasarkan hasil
interview dengan beberapa manajemen rumah sakit ex; Senior
Manager, Middle Manager
dan staff masih terdapat perbedaan
pemahaman dalam tujuan organisasi. Untuk menuju suatu visi
perusahaan seharusnya work design dan kerangka dalam suatu
organisasi sudah tersusun dengan baik dan jelas agar dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang produktifitas tinggi dan
loyal.
Salah satu tujuan penting dalam Sullivan Hospital System adalah
lahirnya sumber daya manusia
yang selalu responsif terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus peka
terhadap isu-isu sosial yang timbul sebagai dampak dari
perkembangan tersebut di dalam Rumah Sakit.