Anda di halaman 1dari 5

AKUNTANSI KAS dan PIUTANG

By Nur Diana SE, MSI_Malang, 09 maret 2009

PENGENDALIAN INTERN
Arti Sempit : Pengendalian intern merupakan pengecekan penjumlahan, baik penjumlahan mendatar (cross footing) maupun penjumlahan menurun
(footing).
Arti Luas : Semua alat yang digunakan management untuk melakukan pengawasan.

AICPA MENDEFINISIKAN PENGENDALIAN INTERN SBB


Pengendalian intern meliputistruktur organisasi, semua cara dan alat terkoordinasi yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk :
1. Mengamankan harta perusahaan
2. Meningkatkan ketelitian dan dapat dipercayanya data akuntansi
3. Meningkatkan efisiensi operasi
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan management yang telah ditetapkan.

PENGENDALIAN INTERN TERBAGI :


1. Pengendalian Akuntansi
2. Pengendalian Administratif (manajerial)

PRINSIP – PRINSIP PENGENDALIAN AKUNTANSI


 Penetapan tanggung jawab
 Pemisahan tugas

PENGERTIAN KAS
Kas adalah harta yang dapat digunakan untuk membayar kegiatan operasional perusahaan atau dapat digunakan untuk membayar kewajiban saat ini.
Wujud dari kas dapat berupa uang kertas atau logam, simpanan bank yang sewaktu – waktu dapat ditarik, dana kas kecil, cek, bilyet giro, dsb.

Aktiva sebagai Kas harus memiliki dua kriteria :


- Harus siap digunakan setiap saat untuk membayar semua kewajiban yang ada sekarang.
- Harus bebas dari ikatan apapun yang membatasi penggunaannya untuk melunasi hutang.

Beberapa item pos tidak dikelompokkan sebagai kas :


- Simpanan di bank dalam bentuk tabungan yang hanya dapat dicairkan setelah jangka waktu tertentu. Misal: 1, 3, 6, dan 12 bulan.
- Uang tunai yang dibatasi penggunaannya untuk tujuan khusus. Misalnya untuk dana expansi pabrik, untuk dana pelunasan utang jangka panjang.
- Simpanan di bank yang dibatasi penggunaannya. Misal: untuk jaminan letter of credit
- Cek mundur (post of date chek) yaitu cek yang baru dapat diuangkan pada tanggal tertentu di masa akan datang. Pada tanggal neraca cek mundur diklasifikasi
sebagai piutang.
- Cek kosong (non-sufficient chek). Cek kosong merupakan cek yang tidak cukup dananya dan diperlakukan sebagai pihutang.
- Perangko dan materai → diklasifikasikan sebagai bahan habis pakai.

Karakteristik kas :
- Kas merupakan titik awal sistem pengendalian akuntansi.
- 3 (tiga) karakteristik Kas :
1. Dapat ditukar sewaktu – waktu menjadi aktiva nonkas karena sifatnya sebagai alat pertukaran.
2. Mudah digelapkan dan dipindahkan karena bentuknya kecil.
3. Tidak ada identitas siapa pemiliknya.

Praktik Yang Memungkinkan Penyelewangan Kas :


- Penerima kas dari penjualan tunai dicatat lebih rendah dari seharusya → selishnya masuk kantong pribadi.
- Tagihan yang timbul dari penjualan kredit tidak dicatat → kas yang diterima dikemudian hari segera digelapkan.
- Cek untuk kepentingan pribadi dibebankan sebagai biaya perusahaan.
- Lapping / menunda posting → tidak mencatat penerimaan kas dari debitur tertentu dank as tersebut segera digelapkan, bila pada hari berikutnya terdapat
penerimaan kas dari debitur lainnya, maka penerimaan dicatat sebagai pelunasan dari debitur sebelumnya.

Pengendalian Intern Terhadap Kas


- Pemisahan tugas → tugas mencatat penerimaan dan pengeluaran kas harus dipisahkan daru tugas menyimpan dan menyetujui pengeluaran kas.
- Penyetoran ke bank → semua penerimaan kas harus segera disetor ke bank dalam rek giro.
- Pemeriksaan mendadak → pemeriksaan terhadap catatan dan fisik kas harus dilakukan secara mendadak dan tidak dalam interval waktu tertentu.
- Menggunakan cek → semua pengeluaran kas (kecuali kas kecil) harus dilaukan dengan menggunakan cek.

Catatan Ganda Kas


- Prinsip bahwa semua kas harus disetor ke bank dan pengeluaran kas harus menggunakan cek → meminimalkan jumlah kas di perusahaan.
- Jumlah kas minimal mencegah penyalahgunaan oleh karyawan dan perampokan pihak luar.
- Prinsip ini memungkinkan dilakukan rekonsiliasi → karena pencatatannya kas dilakukan baik oleh perusahaan maupun oleh bank.
REKONSILIASI SALDO KAS
- Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk simpanan giro.
- Jika hal ini terjadi maka masing – masing pihak yaitu perusahaan (nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas saldo saldo dan perubahan dari saldo
kas tersebut. Perusahaan melakukan pencatatan atas uang yang disimpan di bank di perkiraan (akun) cash atau cash in bank. Selanjutnya berdasarkan catatan
bank, secara berkala bank biasanya mengirimkan ke nasabah yang lazim disebut rekening Koran (bank statement)
- Dengan demikian dapat dilakukan perbandingan antara data menurut perusahaan dengan informasi yang dilaporkan bank.

Rekonsiliasi
- Tindakan membandingkan dua data untuk mencari kesesuaiannya.
- Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan dengan catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat disebabkan oleh hal – hal sebagai
berikut :
1. Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh bank, seperti :
- Setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang dicakup oleh
rekening koran) dan uang setoran tersebut telah diterima oleh bank tetapi belum masuk dalam rekening Koran bank karena rekening koran bank di
buat mendahului setoran tersebut.
- Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah dibuat dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi sampai akhir
periode cek tersebut belum diuangkan di bank. Akibatnya perusahaan telah mencatat pengeluaran tetapi bank belum.
2. Transaksi sudah dilaporkan di rekening Koran bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan, seperti:
- Biaya bank, yang dibebankan kepada nasabah dengan cara langsung mengurangi saldo simpanan nasabah. Nasabah biasanya baru mengetahui hal
tersebut bersamaan dengan rekening Koran.
- Penerimaan tagihan oleh bank, jika bank telah menerima uang dari pelanggan perusahaan, kadang kala bank memberi tahu hal tersebut bersamaan
dengan rekening Koran.
3. Kesalahan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh bank, misalnya cek untuk membayar gaji sebesar Rp. 192.000.000,00 oleh petugas akuntansi
perusahaan dicatat sebesar Rp. 129.000.000,00.

Transaksi sudah dicatat oleh salah satu pihak tetapi belum dicatat oleh pihak lain
NO. ITEM KETERANGAN PERLAKUAN
PERLAKUAN
1 Setoran Dalam Perjalanan Perusahaan sudah mencatat penambahan kas tetapi bank Saldo bank ditambah
belum melaporkan dalam rekening koran
2 Cek Yang Sedang Beredar Perusahaan telah mencatat sebagai pengeluaran kas tetapi Saldo bank dikurangi
bank belum mencatat
3 Biaya Bank Bank telah mengurangi saldo kas perusahaan, tetapi Saldo kas menurut perusahaan dikurangi
perusahaan belum mencatat
4 Bunga / Jasa Giro Bank telah menambah saldo kas perusahaan tetapi Saldo kas menurut perusahaan ditambah
perusahaan belum mencatat
5 Debitur Perusahaan Menyetor ke Rekening Bank telah menambah saldo kas perusahaan tetapi Saldo kas menurut perusahaan ditambah
Perusahaan di Bank perusahaan belum mencatat

Adanya Kesalahan Oleh Bank atau Perusahaan


NO. ITEM KETERANGAN
KETERANGAN PERLAKUAN
1 Penerimaan Kas Terlalu Besar Dicatat Oleh Saldo kas menurut perusahaan terlalu besar Saldo kas menurut perusahaan dikurangi
Perusahaan
2 Penerimaan Kas Terlalu Besar Dicatat Oleh Saldo kas menurut bank terlalu besar Saldo bank dikurangi
Bank
3 pengeluaran Kas Terlalu Besar Dicatat Saldo kas menurut perusahaan terlalu kecil Saldo kas menurut perusahaan ditambah
Oleh Perusahaan
4 pengeluaran Kas Terlalu Besar Dicatat Saldo kas menurut bank terlalu kecil Saldo kas menurut RK ( Rekening Koran) ditambah
Oleh Bank
5 Debitur perusahaan Menyetor ke Rekening Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi Saldo kas menurut perusahaan ditambah
Perusahaan di Bank perusahaan belum mencatat

ILUSTRASI AKUNTANSI TRANSAKSI PERUSAHAAN DAN BANK


Berikut
Berikut ini adalah daftar antara bank dan perusahaan selama bulan tertentu :
PERUSAHAAN BANK
1 Salon eliza didirikan dan eliza setor ke bank Rp. 1.000 1 Menerima setoran dari eliza Rp. 1.000
2 Diterbitkan cek no. 1 untuk membayar beban sewa Rp. 100 2 Membayar cek no. 1
3 Menerima pembayaran pihutang Rp. 500 dan langsung disetor ke bank 3 Menerima setoran dari eliza Rp. 500
4 Diterbitkan cek no. 2 untuk membayar honor 4
5 5 Menerima setoran dari tuan A untuk untuk salon eliza rp. 300
6 6 Akhir bulan bank memberi jasa giro Rp. 50 dan membebani salon eliza Rp. 25
dan dibuat rekening koran
7 Salon eliza menyetor ke bank Rp. 1.500 7 Bank menerima setoran dari salon eliza Rp. 1.500 (belum masuk RK)
Jurnal Yang Dibuat Oleh Perusahaan Dan Bank Adalah
Adalah Sebagai Berikut :
PERUSAHAAN BANK
1 Kas di bank 1.000 1 Kas 1.000
Modal Eliza 1.000 Giro Salon Eliza 1.000
2 Beban Sewa 100 2 Giro Salon Eliza 100
Kas di Bank 100 Kas 100
3 Kas di Bank 500 3 Kas 500
Piutang 500 Giro Salon Eliza 500
4 Biaya Honor 100 4
Kas di Bank 100
5 5 Kas 300
Giro Salon Eliza 300
6 6 Biaya Bunga 50
Giro Salon Eliza 50
Giro Salon Eliza 25
Pendapatan adm 25
7 Kas di Bank 1.500 7 Kas 1.500
Pendapatan 1.500 Giro Salon Eliza 1.500

Buku Besar Giro-


Giro-Salon Eliza dan Rekening Koran untuk Salon Eliza yang
Buku Besar Kas di Bank yang disusun oleh Eliza adalah sebagai berikut :
disusun oleh Bank adalah sebagai berikut :
Kas di Bank
Salon Eliza
Tgl Uraian Debet Kredit Saldo D/K Tgl Uraian Debet Kredit Saldo D/K
2007 2007
Des 1 Penyetoran 1.000 1.000 D Des 1 Penyetoran 1.000 1.000 K
2 Cek no. 1 100 900 D 2 Cek no. 1 100 900 K
10 Setoran 500 1.400 D 10 Setoran 500 1.400 K
15 Cek no. 2 100 1.300 D 15 Setoran Tuan A 300 1.700 K
31 Setoran 1.500 2.800 D 31 Jasa Giro 50 1.750 K
Biaya bank 25 1.725 K

ILUSTRASI REKONSILIASI
Rekonsiliasi dilakukan dengan melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
 Transaksi yang dilaporkan di Rekening Koran sisi Kredit dibandingkan dengan transaksi yang dicatat di Buku Besar Kas di Bank sisi Debet. Maka akan di dapat
data sebgai berikut :
- Setoran tuan A Rp. 300 dan Jasa Giro Rp. 50 belum dicatat oleh perusahaan, sehingga harus ditambahkan ke saldo menurut perusahaan.
- Perusahaan sudah mencatat setoran Rp. 1.500 tetapi di Rekening Koran belum ada, sehingga harus ditambahkan ke saldo bank sebagai setoran dalam
perjalanan.

 Transaksi di sisi debit Rekening Koran dibandingkan dengan sisi kredit akun “KAS di BANK”, maka akan menghasilkan :
- Cek no. 2 sebesar Rp. 200 belum tampak di Rekening Koran, sehingga cek tersebut harus dikurangkan ke saldo menurut Rekening Koran.
- Di Rekening Koran telah ada biaya bank Rp. 25, sementara di akun “KAS di BANK” belum ada, saldo menurut perusahaan harus dikurangi dengan biaya
bank tersebut.

ILUSTRASI BENTUK REKONSILIASI ILUSTRASI JURNAL UNTUK MENCATAT HASIL REKONSILIASI


Salon Eliza Transaksi yang harus dijurnal adalah transaksi yang harus dicatat oleh
Rekonsiliasi Saldo kas
Untuk Bulan Desember 2007 perusahaan, yaitu :
Saldo Menurut Rekening Koran Rp. 1.725 Tanggal Uraian Debet Kredit
Ditambah Setoran Dalam Perjalanan Rp. 1.500 2007 Kas di Bank 350
Rp. 3.225 Des 31 Piutang 300
Dikurangi Cek Yang Beredar Rp. 100 Jasa Giro 50
Rp. 3.125
Biaya Bank 25
Saldo Menurut Perusahaan Rp. 2.800 Kas di Bank 25
Ditambah Setoran Tuan A Rp. 300
Jasa Giro Rp. 50
Rp. 3.150
Dikurangi Biaya Bank Rp. 25
Rp. 3.125
Contoh
Contoh Laporan Rekonsiliasi bank
Pada tanggal 01 mei 2002, PT ASIL membuka rekening giro di Bank Matraman dengan setoran mula-mula sebesar Rp. 4.000,-. Saldo menurut PT ASIL pada akhir
Mei 2002 menunjukkan angka Rp. 5.051 sedangkan menurut Bank Matraman adalah Rp. 5.278,-.
Setelah dilakukan prosedur rekonsiliasi, diketahui perbedaan saldo diatas disebabkan oleh hal – hal sebagai berikut :
1. Setoran dalam perjalanan Rp. 860,-
2. Cek yang masih beredar Rp. 820,- terdiri atas : cek nomor 015 sebesar Rp. 168,-, cek nomor 026 sebesar Rp. 552,-, cek nomor 038 sebesar Rp. 100,-.
3. Jasa giro yang diberkan oleh bank kepada perusahaan sebesar Rp. 8,- dan biaya bank yang di bebankan ke perusahaan sebesar Rp. 10,-. Dua pos ini untuk bulan
Mei 2002.
4. Bank berhasil menagih wesel nominal Rp. 500. Terhadap jumlah ini bank membebankan biaya tagih atau biaya inkaso sebesar Rp. 20. Jadi bersihnya yang diakui
oleh bank adalah Rp. 480,-

LAPORAN REKONSILIASI ADALAH :


PT ASIL
Laporan Rekonsiliasi bank
Per 31 mei 2002
Saldo per Perusahaan Rp. 5.051
Ditambah :
Penagihan Wesel (Rp. 500 – Rp. 20) Rp. 480
Jasa giro Rp. 8 Rp. 488
Dikurangi :
Cek Kosong Rp. 211
Biaya Bank Rp. 10 Rp. 221
Saldo Per Perusahaan Rp. 5.318

Saldo per Bank Rp. 5.278


Ditambah :
Setoran Dalam Perjalanan Rp. 860
Rp. 6.138
Dikurangi
Cek – cek yang masih beredar :
Nomor 015 Rp. 168
Nomor 026 Rp. 552
Nomor 038 Rp. 100
Jumlah pengurangan Rp. 820
Saldo Per Bank Rp. 5.318

Jurnal Penyesuaian untuk Buku Perusahaan :


 31 Mei 2003 (mencatat penerimaan piutang wesel dikurangi biaya tagih)
Kas di Bank 480
Biaya tagih 20
Piutang Wesel 500
 Mencatat penerima jasa giro
Kas di Bank 8
Pendapatan giro 8
 Mencatat cek kosong
Piutang dagang 211
Kas di bank 211
 Untuk mencatat biaya bank
Biaya Bank 10
Kas di Bank 10
 Setelah Jurnal penyesuaian tersebut diposting, saldo Rekening Kas di Bank akan menunjukkan saldo yang benar Rp. 5.318,-

DANA KAS KECIL


Dana kas kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran kecil.
Terdapat 2 (dua) metode pencatatan atas dana kas kecil yaitu :
1. Metode Imprest Fund (Metode Saldo Tetap )
2. Metode Saldo Berfluktuasi

Metode Imprest Fund


Fund (Metode Saldo Tetap)
Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Saldo rekening ini tetap
jumlahnya. Oleh karena itu jika ada pengeluaran kas kecil pengeluaran ini tidak dibuat jurnal. Jurnal pengeluaran dilakukan pada saat pengisian kembali
(replenishment) yang biasanya dilakukan dengan menerbitkan cek sesuai bukti pengeluaran dari petugas kas kecil.
Jika pada akhir tahun ada pengeluaran kas kecil yang belum di isi kembali, dengan system ini pengeluaran ini tentu belum dicatat, maka pada akhir tahun dibuat
jurnal penyesuaian dengan men-debet biaya atau asset dalam meng-kredit rekening “Kas Kecil”. Selanjutnya pada awal tahun berikutnya jurnal penyesuaian ini
di jurnal balik (direverse), agar pembukuan waktu pengisian kembali atas pengeluaran tersebut konsisten dengan pembukuan pada waktu yang lain.
Akutansi untuk dana kas kecil meliputi akuntansi saat pembentukan, pengisian kembali, dan ayat jurnal penyesuaian jika pada akhir tahun ada pengeluaran yang
belum di isi kembali.
Misalkan perusahaan membentuk dana kas kecil dan menyerahkan sebuah cek nominal Rp. 500 kepada petugas akuntansi khusus yang menangani kas kecil.
Jurnal yang dibuat adalah :
Tgl Akun Debet Kredit
Jan 31 Kas Kecil 500
Kas 500

Petugas kas kecil mengeluarkan kas kecil untuk membeli supplies kantor Rp. 200, membayar ongkos angkut barang yang di beli Rp. 150 serta biaya lain-lain Rp.
75. Petugas akan menerima bukti-bukti pengeluaran. Transaksi ini dicatat dalam catatan petugas tetapi tidak dalam bentuk jurnal.
Karena uang hamper habis maka petugas kas kecil menyerahkan bukti-bukti pengeluaran sebesar Rp. 425 ke bagian keuangan, kemudian petugas menerima cek
sebesar Rp. 425. Tindakan ini disebut pengisian kembali (replenishment). Jurnal yang dibuat:
Jurnal yang dibuat :
Tgl Akun Debet Kredit
Des 30 Supplies kantor 200
Transportation-In 150
Biaya lain-lain 75
Kas 425

Pada akhir tahun petugas kas kecil mengeluarkan kas untuk biaya lain-lain sebesar Rp. 50, namun belum di isi kembali, maka dibuat jurnal penyesuaian oleh
bagian akuntansi sebagai berikut :
Tgl Akun Debet Kredit
Des 31 Biaya lain-lain 50
Kas Kecil 50

Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal balik sebagai berikut :


Tgl Akun Debet Kredit
Jan 31 Kas Kecil 50
Biaya lain-lain 50

Metode Saldo Berfluktuasi


Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan kas kecil. Petugas kas kecil membuat
catatan atas kas kecil. Untuk membuat jurnal dianalisis dengan seksama transaksi yang berkaitan dengan kas kecil. Pada hakikatnya hanya ada dua transaksi yaitu
: (1) transaksi yang menambah kas kecil dan (2) transaksi yang mengurangi kas kecil.
Transaksi yang menambah kas kecil adalah transaksi pengisian kas kecil atau replenishment. Transaksi yang mengurangi kas kecil umumnya adalah untuk
pembayaran biaya tertentu atau pembelian harta tertentu.
Karena metode saldo berfluktuasi tidak dipakai oleh pemerintah, maka modul ini tidak memberikan ilustrasi rinci mengenai metode saldo berfluktuasi.

PENYAJIAN DI NERACA
Kas disajikan di neraca sebesar nilai nominal kas yang benar-benar ada pada tanggal neraca.
Tidak menutup kemungkinan bahwa saldo rekening giro di bank bersaldo negatif → dilaporkan di neraca dalam kelompok utang lancar.
Jika rekening giro lainnya dalam bank yang sama mempunyai saldo positif yang dapat menutup saldo negatif, maka saldo negatif dapat di gabung.

***albarnaba***

SOAL LATIHAN
PT AGUNG menyimpan uang di Bank Amal. Pada tanggal 31 januari 2006 perusahaan menerima Rekening Koran bulan januari 2006. Saldo menurut Rekening
Koran Rp. 4.500.000,00 sementara itu saldo kas menurut perusahaan Rp. 2.977.000,00. Setelah diteliti perbedaan tersebut disebabkan oleh :
- Terdapat setoran tanggal 31 januari 2006 Rp. 1.000.000,00 yang belum masuk dalam Rekening Koran;
- Cek yang sedang beredar Rp. 500.000,00;
- Sebuah cek untuk membayar hutang nominal Rp. 252.000,00;
- Dalam rekening Koran terdapat pengkreditan Rp. 2.000.000,00 yang merupakan setoran pelanggan PT. Agung langsung ke bank Amal;
- Bank member bagi hasil Rp. 100.000,00 pada perusahaan dan telah dikreditkan di Rekening Koran;
- Bank membebani perusahaan dengan biaya bank sebesar Rp. 50.000,00;
Diminta : susun rekonsiliasi saldo kas dan buatlah jurnal yang diperlukan….!!!!