Anda di halaman 1dari 18
TUGAS KELOMPOK ASUHAN KEPERAWATAN PADA. PASIEN GASTROENTERITIS DAN PASIEN MALABSORBSI ERED GS “O 2011 SINDROM MALABSORBSI A. PENGETIAN Sindroma Malabsorbsi adalah kelainan-kelainan yang terjadi akibat penyerapan zat gizi yang tidak adekuat dari usus kecil ke dalam aliran darah, Sindrom malabsorbsi adalah Kumpulan gejala dan tanda-tanda yang diakibatkan oleh absorbs lemak non adekuat didalam usus halus ( Barbara C Long, 1985) Sindrom_ malabsorbsihingga Kini masih merupakan salah satu penyakit pada anak dan bayi di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan diantara 150 — 430 perseribu pendudukan setahunnya dan dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur I ~ 4 tahun, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat dan memadai Penderita sindrom malabsorbsi merupakan tantangan karena susahnya menilai gejala, sangat bervariasinya tanda-tanda, luasnya diagnosa banding dan beragamnya uji diagnostic yang tersedia, Evaluasinya memerlukan pengenalan tanda khas, penentuan diagnosis banding secara individual, pemakaian uji laboratorium yang tapat dan pada beberapa kasus perlu manajemen empiris untuk mencapai diagnosis yang benar. B. ANATOMI FISIOLOGI Sistem pencarnaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut Menerima makanan ; memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan), menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah, membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh, Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum dan anus ©) Mulut merasakan dan mencapur makanan, ADDS NO * Tenggorokan Di elakang dan dibavah mult teapot Qe AMATEE REAR & dirasakan oleh saraf olfaktorius dihidung. Pengecapan relative sederhana, terdiri dari manis, asam, asin, dan pahit. Penciuman lebih rumit, terdiri dari berbagai_macam bau, Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar, geraham) menjai bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna, Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim- enzim pencernaan dan mulai mencernanya, Pada saat makan, aliran dari Judah membersihkan bakteri yang bias menyebabkan pembusukan gi kelainan lainnya. Ludah juga mengandung antibody dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung, Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis Epiglotis akan tertutup agar makanan tidak masuk ke dalam pipa udara (trakea) dan ke paru-paru, sedangkan bagian atap mulut sebelah belakang (palatum mole, langit-langit lunak) terangkat agar makanan tidak masuk ke dalam hidung. Kerongkongan Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lender. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Makanan didorong melalu kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relakss otot ritmik yang disebut dengan peristaltic Lambung Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum, Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melal otot berbentuk cincin (sfingter) yang bias membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfingter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke lan dalam kerongkongan, Lambung berfungsi sebagai gudang makanan yang berkontraksi secara ritmil untuk mencampur makanan dengan enzim- enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 gat ping v Lender Y Asam klorida Asam klorida menciptakan| diperlukan oleh pepsin gungliy “WATERMARK lambung yang tinggi juga n sebagal” penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri Pelepasan asam dirangsang oleh saraf yang menuju ke lambung > Gatrin (hormon yang dilepaskan oleh lambung) > Histamin (zat yang dilepaskan oleh lambung) > Precursor pepsin ( enzim yang memecahkan protein) Pepsin bertanggung jawab atas pemecahan sekitar 10% protein, Pepsin merupakan satu-satunya enzim yang mencerna kolagen, yang merupakan suatu protein dan kadungan utama dari daging Hanya beberapa zat yang bisa diserap langsung dari lambung (misalnya alcohol dan aspirin) dan itu pun hanya dalam jumlah yang sangat kecil Usus halus Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum) yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pylorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan, Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui tubang yang disebut sfingter oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencemaan dan penyerapan. Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus, Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili). Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap. Sisa dari usus halus yang terletak dibawah duodenum terdiri dari jejunum dan ileum. Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi Jain Pai@erapy Kepadatan dari isi usus berubah seW@fa bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus. Di d duodenal SAN melewati usus halus bagian bawah, isis usus menjadi Ibih cair karena mengandung air, lender dan enzim-enzim pankreatik. Pankreas Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar Y Asini, mengahasilkan enzim-enzim pencemaan Y Pulau pancreas, menghasilkan hormone Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah, Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus. Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter Oddi, dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum, Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dlepaskan dalam bentuk inaktif, Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan, Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat yang berfungsi melindungi duodenum dengancara menetralkan asam lambung. Hormon yang dihasilkan oleh pancreas adalah Y Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Y Glukagon, yang berfungsi menaikan kadar gula dalam darah Y Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormone lainnya (insulin dan glucagon) Hati Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Zat-zat gizi dari makanan diserap kedalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk kedalam hati sebagai vena portal, Vena portal terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil didalam hati, dimana darah yang masuk diolah Darah diolah dalam 2 cara Y Bakteri dan pa hati digunakan untuk membuat empedu, empedu. Kandung empedu dan Saluran empedu Empedu mengalir dari hati melalui duktus hapatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hapatikus umum, Saluran ini kemudian bergabung dengan sabuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu_umum. Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum. Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati Makanan di dalam duodenum mamicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi, Sebagai akibatnya, empedu mengalr ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan. Empedu memiliki 2 fungsi penting ¥ Membantu pencernaan dan penyerapan lemak Y Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol. Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut Y Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan Y Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya ¥ Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan, Y Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh, Y Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang didalam empedu Y Garam empedu kembalidiserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh ggg VERSION ADDS NO Usus besar Usus besar terdiri dari Y Kolon asendens (kanan) Y Kolon transversum C. KLASIFIKASL Y Kolon desendens (kiri) Y Kolon sigmoid (berhubungan dengan rectum Y Apendiks (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil berbentuk seperti tabung yang terletak di kolon asendens, pada perbatasan kolon asendens dengan usus halus. Usus besar_menghasilkan lender dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja. Ketika mencapai usus besar, isi usus berbentuk cairan, tetapi mencapai rectum bentuknya menjadi padat. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membantu zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini pentinguntuk fungsi normal dari usus, Beberapa penyakit serta antibiotic bisa menyebabkan gangguan padabakteri- bakteri di dalam usus besar, Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluakannya lendir dan air maka terjadilah diare. * Rectum Rectum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rectum ini kosong Karena tinja disimpan ditempat yang lebih tinggi yaitu pada kolon desendens, Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rectum, maka timbul keinginan untuk buang air besar. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini tetay ian anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda buang air besar * Anus Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh, Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh, (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup. MALABSORBSI KARBOHIDRAT RSTERED [7 Malabsorbsi karbohidrat yang uatama adalah ie Ps aviosa Karbohidra dapat dibagi dalam monosakarida (glulggdl a disakarida (laktosa atau gula susu, sukrosa aM yee TERED polisakarida (glikogen, amilum dan tepuny VERSION MALABSORBSI LEMAK Gangguan absorbsi lemak umumnya LC terjadi alam keadaan lipase tidak ada atau diare dengan tinja berlemak (steatore) dan malabsorbs lemak. Dalam keadaan sehat absorbsi LCT dari usus halus bergantung pada beberapa faktor Hidrolisis dari LCT menjadi asam lemak dan gliserida terjadi d usus halus bagian atas dengan mempengaruhi lifase pancreas dan conjungated bile salts yang ikut membentuk micelles yaitu bentuk lemak yang siap untuk diabsorbsi, Sesudah masuk ke dalam usus halus terjadi re-esterifikasi dari asam lemak hingga kemuian terbentuk kilomiron yang selanjutnya diangkut melalui pembuluh limfe Malabsorbsi lemak dapat terjadi pada kelainan sebagai berikut: Y Penyebab pancreas : fibrosis kistik, insufisiensi lifase pancreas. ¥ Penyakit hati : hepatitis neonatal, atresia biliaris, sirosis hepatis. V Penyakit usus halus: penyakit seliak dan malabsorbsi usus (karena kelainan mukosa usus atau atrofi), reseksi usus halus yang ekstensif (pada atresis volvunus, infark masentrium), enteritis regional, abetalipoproteinemia (karena gangguan pembentukan_kilomikron) yang tidak diketahui sebabnya. ¥ Kelainan limfe : limfangiektasis usus, gangguan limfe karena trauma, tuberculosis, kelainan congental Y Neonatus kurang bulan Anak diduga menderita malabsorbsi lemak bila tinja berlemak sehingga lembek. Tidak berbentuk, berwarna coklat_ muda. sampai kuning dan terlihat berminyak. Bertambahnya lemak didalam tinja atau disebut steatore dikatakan suatu hal yang pasti terjadi pada malabsorbsi lemak. Feses perlu diperiksa dilaboratorium. Pengobatan ditujukan pada penyebab terjadinya malabsorbsi lemak Untuk malabsorbsi lemaknya sendiri diberikan susu. MCT (medium chain triglyceride) Pada dasarnya pasien yang menderita diare karena faktor malabsorbsi adalah karena kepekaan atau alergi terhadap jenis atau zat makanan tertentu, seperti terhadap lemak, protein,dan pada seligk terigdap4 Perawatan selama diare seperti diare lainm penjelasan kepada orang tua agar tidak membd tertentu yang menjadi penyebab diare. D. ETIOLOGI = REGISTERED Y Gangauan pencernaan dan absorbs nrg Pam ““WERSION nan Y Kelainan yang berhubungan langsung) maupun karena kelainan yang secard penyerapan makanan. Fiengan_pencernaan sung meMhEASi MOes Y Penyakit-penyakit yang menyebabkan tethalangnya pencampuran yang tepat antara makanan dengan asam lambung dan enzim-enzim penernaan. E. PATOFISIOLOGI Malabsorbsi diakibatkan oleh tiga hal yaitu ¥ Gangguan fungsi pencernaan (phase intra lumen) Pada keadaan ini nutrusi tidak dapat dipecah menjadi bentuk yang dapat diserap oleh vili-vili usus halus. Karbonat diserpa dalam bentuk monosakarida glukosa. Protein diserap dalam bentuk asam amino. Lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol. Gangguan ini terjadi bila > Enzim lipase pancreas kurang, > Cairan lambung khususnya gasterin kurang, > Konjugasi garam empedu kurang. Keadaan-keadaan ini dapat terjadi pada > Sub total gastrektomy » Pancreatitis > Ca, pancreas > Penyakit liver > Obstruksi saluran empedu Y Gangguan mukosa usus halus (phase mucosal) pada keadaan ini nutrisi telah dibentuk menjadi bentuk-bentuk yang dapat diserap oleh villi usus halus, namun bentuk-bentuk tidak dapat diserang oleh gangguan pada mukosa usus halus/villi-villi, Normalnya mukosa usus halus menghasilkan enzim diantaranya enterokinase. Enzim ini mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsi, selanjutnya _trispsin mengubah protein menjadi polipeptida. Mukosa usus menghasilkan enzim disakarida yaitu laktosa, maltose dan sukrosa, Maltase mencegah maltose menjadi dua glukosa. Sucrose atau invertase memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa Keadaan ini dapat terjadi pula pada > Defisiensi lactase > Celiac disease, tropical sprue > Enteritis alergi > Small Bowel Iskemik > Radiasi enteritis, Croh’s disease Y Gangguan pengangkutan nutrisi ky pembuluh darah (phase transit) Ly ksiam pea RON, ‘ADDS NO 2, WATERMARK & & o S tint-dtwe Gangguan ini terjadi bila terdapat obstruksi limphatik seperti pada lymphoma dan gangguan suplay darah seperti pada thrombus mesenteric superior F, MANIFESTASI KLINIS. Berbagai macam tanda dan gejala pada malabsorbsi, yaitu * Feces tamapak bercahaya, berminyak, icin dan terbatas, berbabu (steatorhoe), * Dalam air feces mengapung © Berat badan rendah, * Pucat, lemes dan badan lesu * Anorexia. * Mudah terkena infeksi * Mudah berdarah (enchynosis, hematuria) © Nyeri otot/tulang © Tulang rapuh, mudah terkena fraktur. * Kulit kasar dan kering, hyperfigmentasi, © Flatulence. + Hypokalsemia, anemi © Pheriperal, neuritis. + Edema periper. G. KOMPLIKASI Komplikasi jangka panjang meliputi komplikasi nutrisi parentral # Infeksi katere sentral * Thrombosis * Hepatotoksisitas * Batu empedu © Defisiensi vitamin B12 H, PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK + Pengukuran pH * Penentuan kada gula dalam tinja + Laktosa loading test (tes toleransi) misaliy sian 4 jam samp 2 jam lamanya, Halliangsap pag ie eam 2 jam didapat hasil kurang dari 25 mg% * Barium meal lactoce, Pasien dipuasakan, WATERMARK & radiologi * Biopsy usus, hasil akan menunjukkan kelainan berupa atrofi mukosa usus berbagai derajat dan kelainan lainnya Penatalaksanaan Medis + Diet Tinggi kalori dan protein rendah lemak. Menghindarkan makan makanan yang mengandung penyebab malabsorbsi seperti susu yang banyak mengandung lactose (intolerance lactose) * Medikamentosa Pada malabsorbsi congenital, terapi bersi seperti pemberian preparat besi dan vitamin pada klien anemi serta transfuse darah bila perlu Terapi pada malabsorbsi yang diapat ditunjukkan pada etiologi seperti enteritis kronis yang menyebabkan kerusakan mukosa halus. Obstruksi pancreas yang menyebabkan enzim-enzim pancreas tidak dapa masuk ke dalam usus halus * Penyuluhan Ditunjukan kepada klien dan keluarga, Mencakup penyakit dan diet yang diperlukan, Perawatan membantu kline dalam mengatasi perubahan pola makan. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN Pengka Dilakukan secara sistematis yang berisikan informasi objektif dan subjektif yang meliputi Identitas iti yang berisikan ; nama, umur, jenis kelamin, alamat pendidikan, suku bangsa, agama, status perkawinan, nomor MR, tanggal masuk dan alas an masuk. Riwayat Kesehatan Sekarang Meliputi alas an masuk RS, keluahan utama ya Pemeriksaan Fisik ADDS NO Rambut dan hygiene kepala WATERMARK & Rambut hitam, bau tidak ada, rambut tum dan kulit Kepala bersih Op, <5 Tint-drwe Mata Meliputi_ keadaan konjungtiva anemis, mata cekung, dll Hidung Meliputi pemeriksaan septum hidung, secret atau benda asing lainnya Mulut Meliputi pemeriksaan rongga mulut yang menandakan apakah bau mulut atau adanya caries, kebersihan lidah dan tidak adanya peradangan, Leher Meliputi kelenjar getah bening dan submandibular disekitar leher terjadi peradangan atau tidak Thorax. Meliputi bentuk thorax, jenis pernafasan, frekuensi nafas yang cepat dan dangkal dan suara nafas, Abdomen Klien dengan biasanya yang diperiksa tidak terjadi pembesaran pada abdomen/auskultasi peristaltic usus 20 kali/ I pada palpasi tidak terasa masa dan perut terasa tegang, Pada perkusi berbunyi timpani Kulit Meliputi kebersihan kulit dan turgor kulit yang jelek Genitalia Meliputi kelengkapan genitalia. Aktivitas sehari-hari ¥ Pola eliminasi Pemeriksaan frekuensi BAK dan BAB Y Pola istirahat Kebutuhan istirahat klien terganggu karena sering kali nyeri sakit di perut Y Pola nutrisi Kebutuhan nutris terganggu karena tidak nafsu makan diakibatkan sult menelan dan mual maupun sakit pada perut. ¥ Personal hygiene Diagnosa Keperawatan 1. Perubahan status nutris, kurang dari Ty (-SREGISTERED anorexia dan gangguan gastrointestin VERSIO, Intoleransi aktivitas berhubungan dengagielelahan dan penuranan berat badan ADDS NO Gangguan integritas kulit berhubungan ree RK & o ‘2 tint-dtwe Intervensi Keperawatan No | DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL KEPERAWAT | DAN AN KRITERIA HASIL 1. | Perubahan status | Setelah - Kaji intake | - Membantu nutrisi, — kurang | dilakukan diet, ukur dalam dari kebutuhan | tindakan pemasukan mengidentifik tubuh keperawatan 3 diet, timbang asi defisiensi berhubungan |x 24 jam berat — badan dan kebutuhan dengan anorexia | diharapkan tiap minggu diet. Kondisi dan gangguan | kebutuhan = Berikan fisik umum, gastrointestinal | nutris Klien makanan gejala_uremik terpenuhi sedikit dan (mual, sering sesuai muntah, dengan diet. anoreksia dan - Tawarkan gangguan perawatan rasa) dan mulut pembatasan (berkumur/gos diet dapat ok gigi) dgn memperngaru Jarutan asetat hi intake 25% sebelum makanan, makan setiap - Identifik kebutuhan makanan yang nutrisi disukai diperhitungka termasuk n dengan tepat kebutuhan agar kultural kebutuhan - Motivasi klien sesai dengan untuk kondisi Klien, menghabiskg RSFOW badan periodic DDSMYQalkan anoreksia dap (ATERMARK indikasi tambahan vitamin, thi 1, esi, asam folat dan enzim pencernaan Kolaborasi pemberian antiemetik iS aoe ThRER O} dengan status uremik. - Membrane mukosa menjadikering dan pecah. Perawatan mulut menyejukkan dan membantu menyegarkanr asa mulut yang sering tidak nyaman pada uremia dan pembatasanor al. Pencucian dengan asam asetat membantu menetralkan ammonia yang dibentuk oleh perubahan urea - Jika makanan yg disukai Klien dapat dimasukan dalam nafsu if RSTON aan DDS‘i¥O mudah alate TERMARI makanan, ©) o Tntoleransi Setelah aktivitas dilakukan berhubungan | tindakan dengan keperawatan kelelahandan selama 3 x 24 penurunan berat | jam badan diharapkan terjadi peningkatan energy dan partisipasi Klien dalam aktivitas Karena Klien mengalami gangguan system pencernaan - Garam dapat meningkatkan absorbs dan retensi_cairan, sehingga perlu meneari alternative pengganti garam yang tepat - Untuk menghilangka a mual/muntah dan dapat meningkatkan nafsu makan/pemas ukan oral - Tawarkan diet | - Memberikan tinggi kalori kalori bagi tinggi protein tenaga dan = Motivasi klien protein bagi untuk proses melakukan penyembuhan. latihan yang] - Menghemat diselingi tenaga _klien istirahat sambil - Motivasi dan wendorong d IS TERERO} STOR vom DDs'yor TERMARK Gangguan Setalah - integritas kulit | dilakukan berhubungan | tindakan dengan keperawatan pembentukan selama 3 x 24 - edema jam diharapkan integritas kulit Klien dalam keadaan baik | - Batasi nairium seperti yg akan diberikan. Berikan, perhatian dan perawatan yg cermat pada kulit Ubah _ posisi tidur Klien dengan sering, Timbang berat badan dan catat asupan serta pemberian cairan setiap hari Lakukan latihan gerak secara pa tinggikan ekstrimitas edematus, Letakkan. bantalan_busa yang kecil dibawah tumi maleolus dan tonjolan tulang lainnya Minimalkan pembentukan edema Jaringan dan kulit’ yang edema mengganggu suplai nuttisi dan sangatrentan terhadap tekanan serta trauma, Minimalkan tekanan_ yang lama dan menigkatkan mobilisasi. Memungkinka n_ perkiraan status cairan dan pemantauan terhadap adanya retensi kehilangan cairan dengan cara yg paling baik Implementasi Keperawatan Implementasi adalah tahapan pelaksanaan tefl keperawatan yang telah ditepakan unt oR Ea E. Ne bersama ao Em seteleh _dilakukan [So EGISTER ED intelektual, tekhnikal yang dilakukan @an cm VERSION" situasi yang tepat dengan selalu memggrhatikan keammiantistk- dan Evaluasi Keperawatan Evaluasi merupakan tahap terakhir dari proses keperawatan, Kegiatan evaluasi ini adalah _membandingkan hasil yang telah dicapai setelah implementasi keperawatan dengan tujuan yang diharapkan dalam perencanaan KESIMPULAN Sindrom malabsorbsi_ adalah kelainan-kelainan yang terjadi_akibat penyerapan zat gizi yang tidak adekuat dari usus halus ke dalam aliran darah. Sindrom malabsorbsi diklasifikasikan menjadi malabsorbsi karbohidrat dan malabsorbsi lemak. Malabsorbsi karbohidrat yang utama adalah intoleransi laktosa, Malabsorbsi lemak umumnya LCT (long chain triglycerides) dapat terjadi dalam keadaan lipase tidak ada atau kurang, mukosa usus halus (villi) atrofi atau rusak, gangguan system limfe usus. Penyebab antara lain gangguan pencemaan makanan maupun karena kelaianan yang secara langsung mempengaruhi proses penyerapan makanan, dan penyakit-penyakit yang menyebabkan terhalangnya pencampuran yang tepat antara makanan dengan asam lambung dan enzim-enzim pencernaan. Manifestasi klinis dari sindrom malabsorbsi adalah feces tampak bercahaya, berminyak, licin dan terbatas, berbau (steatorhoe), berat badan rendah, pucat, lemas, anorexia, mudah terkena infeksi, mudah berdarah (echynosis, hematuria), nyeri otot/tulang, tulang rapuh, mudah terkena fraktur, kulit kasar dan kering dan edema periper. Penatalaksanaan medis yang diberikan antara lain diet tinggi kalori dan protein serta rendah lemak, pemeberian preparat besi dan vitamin pada klien dan penyluhan yang ditunjukan kepada klien dan keluarga, mencakup penyakit dan diet yang diperlukan, Perawatan membantu Klien dalam mengatasi perubahan pola makan. VERSION ADDS NO WATERMARK & < efint-arwe DAFTAR PUSTAKA, Mansjoer, Arif, et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius, Pitono Soeparto, dkk. (1997). Gastroenterologi Anak. Surabaya GRAMIK FK Universitas Airlangga. Robert Priharjo, (1996), Pengkajian Fisik Keperawatan, Jakarta, EGC David Ovedoff, (2002). Kapita Selekta Kedokteran, Fakultas Kedokteran Trisakti, Binarupa Aksara erereD us 3 jS REGISTERED 9) VERSION ADDS NO