Anda di halaman 1dari 10

TUGAS ORGANISASI MANAGEMENT KESEHATAN

NAMA : KUKUH ARDIAN NIM : E2A009202 REGULER II 2009

BERITAJAKARTA.COM 15-12-2010 12:18 Kualitas pelayanan kesehatan kepada warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya ISO 9001-2008 kepada Puskesmas Kelurahan Pulau Tidung. Sehingga puskesmas yang sebelumnya adalah puskesmas kelurahan kini ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas kecamatan. Penyerahan ISO ini menjadikan pelayanan di puskesmas tersebut, secara otomatis memiliki standar internasional. Dengan penyerahan ini, Kabupaten Kepulauan Seribu berarti telah memiliki dua puskesmas standar internasional. Karena sebelumnya, Puskesmas Kepulauan Seribu Utara juga telah mendapat sertifikat ISO. "Sudah menjadi tekat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di ibu kota, termasuk di Kepulauan Seribu. Kalau dulu di Kepulauan Seribu terdapat 1 puskesmas, sekarang ada 2 puskesmas. Dengan adanya puskesmas ini diharapkan warga mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat penyerahan sertifikat ISO di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (15/12). Menurut gubernur, pemberian sertifikat ISO ini menunjukan pengakuan dari lembaga sertifikasi dalam upaya pelayanan kesehatan di Kepulauan Seribu. Sejauh ini, Pemprov DKI selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan dengan semudah dan semurah mungkin, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik. "Ini bukti kita memberikan layanan yang terjangkau pada masyarakat, dan pemerintah akan meningkatkan pelayanan kesehatan setiap tahun," janji Fauzi. Kepala Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan, Asbel Bellik, mengungkapkan peningkatan status puskesmas ini tentunya juga dibarengi dengan peningkatan fasilitas yang ada. Seperti pengadaan ruang rawat inap untuk dua pasien yang dilengkapi inkubator, ruang periksa, poliklinik umum dan KIA/KB, kamar obat, layanan imunisasi, ruang persalinan, pelayanan kesehatan masyarakat (Yankesmas), serta ruang perawatan gigi. Tak hanya fasilitas kesehatan serta perawatan yang terbilang lengkap, tenaga medis juga cukup memadai. Mereka terdiri dari tenaga perawat 23 orang, dokter 8 orang, serta bidan 3 orang. "Seluruh tenaga medis yang ada akan siap melayani selama 24 jam," terang Asbel. Selain itu, Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan juga memiliki sarana penunjang bagi ibu hamil, diantaranya fasilitas USG dan IKG. "Dengan adanya beberapa fasilitas penunjang tersebut, ibu hamil tidak perlu lagi memeriksakan kandungan di darat," ucapnya. Lurah Pulau Tidung, Bunyamin, mengatakan penambahan fasilitas kesehatan yang terdapat di Puskesmas Pulau Tidung sangat memberikan harapan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu Selatan. Karena sebelumnya warga selalu kesulitan apabila ada anggota keluarganya yang menderita sakit yang agak berat. Hal itu dikarenkan puskesmas tidak dapat memberikan pengobatan, jadi terpaksa harus dirujuk ke darat, seperti RSUD Koja, atau rumah sakit lainnya. "Selama ini jika ada warga yang menderita penyakit berat, mereka harus dirujuk ke darat seperti di RSUD Koja. Padahal kalau dihitung perjalanan dari pulau untuk bisa sampai ke rumah sakit tersebut sekitar kurang lebih 2 jam. Kita berharap dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, warga tidak perlu ke darat dan cukup mendapatkan layanan kesehatan di sini," tandasnya.

Kebijakan pelayanan kesehatan Trend perubahan kini tengah menerpa lingkungan pelayan kesehatan primer di segenap penjuru dunia. Pentingnya peranan pelayanan kesehatan primer dalam strategi peningkatan status kesehatan masyarakat telah ditekankan sejak deklarasi Health For All in the year 2000 di Alma Ata. Deklarasi ini diikuti dengan dikembangkannya puskesmas-puskesmas sebagai garda terdepan sistim kesehatan di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Pada tahun 2008, WHO mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk kembali menguatkan komitmen terhadap pelayanan kesehatan primer sebagai strategi utama dalam pencapaian tujuantujuan pembangunan kesehatan global. Reformasi puskesmas kini telah menjadi salah satu agenda prioritas Departemen Kesehatan RI. Di Indonesia terdapat 8.234 Puskesmas dan puluhan ribu puskesmas pembantu, puskesmas keliling, puskesmas perairan dan lain-lain. Lokasi puskesmas ini terletak di berbagai daerah yang berbeda-beda kondisi politik, sosial budaya, ekonomi, dan pola epidemiologi. Sebagai tempat pelayanan terdepan, Puskesmas menghadapi berbagai tantangan manajemen di tiap daerah. Salah satunya adalah sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang selalu menuntut pelayan prima dan tepat seperti pernyataan dibawah ini Tuntutan pelayanan ini juga terjadi seperti halnya puskesmas pulau tidung yang meraih ISO 90012008 untuk meningkatkan pelayanannya. "Sudah menjadi tekat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di ibu kota, termasuk di Kepulauan Seribu. Kalau dulu di Kepulauan Seribu terdapat 1 puskesmas, sekarang ada 2 puskesmas. Dengan adanya puskesmas ini diharapkan warga mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat penyerahan sertifikat ISO di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (15/12). Menurut gubernur, pemberian sertifikat ISO ini menunjukan pengakuan dari lembaga sertifikasi dalam upaya pelayanan kesehatan di Kepulauan Seribu. Sejauh ini, Pemprov DKI selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan dengan semudah dan semurah mungkin, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik. "Ini bukti kita memberikan layanan yang terjangkau pada masyarakat, dan pemerintah akan meningkatkan pelayanan kesehatan setiap tahun," janji Fauzi. Seperti yang dikutip diatas tak hanya tuntutan pelayanan masyarkat tapi juga peran serta pemerintah daerah dalam mendorong reformasi puskesmas di era otonomi melalui lintas sektor peningkatan pelayan publik yang dibutuhkan. Standarisasi Pelayanan kesehatan yang seesuai dengan kebutuhan masyarakat merupakan Salah satu alat tercapainya tujuan Negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, berencana, terarah dan terpadu. Pusat Kesehatan Masyarakat(puskesmas) adalah sarana unit fungsional kesehatan terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Puskesmas mempunyai fungsi utama menjalankan upaya pelayanan kesehatan untuk menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama menggerakkan pogram promosi kesehatan, penanggulangan dan pencegahan penyakit menular (P2M).

Menurut rangkuman dari berbagai sumber informasi yang saya dapat, ada 3 (tiga) fungsi utama yang diemban puskesmas dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dasar (PKD) kepada seluruh target sasaran masyarakat di wilayah kerjanya, yakni sebagai berikut : 1) Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yang berwawasan kesehatan Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya Ini menjadi dorongan utama dalam meningkat kan management puskesmas yang berstandar dalam tercapainya pembangunan yang berwawasan kesehatan lintas sektoral yang searah 2) Pusat Pemberdayaan Masyarakat: Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat : Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan Ikut Menetapkan menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. 3) Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama (primer) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (kontinyu) mencakup : Pelayanan kesehatan perorangan Pelayanan kesehatan masyarakat. Melihat fungsi puskesmas yang sangat strategis sebagai penggerak pembangunan kesehatan terdepan di tengah masyarakat, maka diperlukan kebijakan umum seperti dukungan dana, anggaran, sarana dan tenaga yang berkompeten, dari para penentu kebijakan berwenang yang dapat memberdayakan pelayanan puskesmas secara maksimal.

Peran sarjana kesehatan masyarakat dalam menyehatkan masyarakat melalui pelayanan kesehatan Sebagai seorang calon sarjana kesehatan masyarakat harus mengerti Definisi ilmu kesehatan masyarakat yang kita pelajari menurut profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958) ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan yang dibutuhkan masyarakat, untuk diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya Trend kebutuhan masyarakat akan Standarisasi pelayanan kesehatan puskesmas pulau tidung melalui ISO SEJARAH ISO Organisasi Internasional untuk Standardisasi ( International Organization for Standardization disingkat ISO atau Iso) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa Yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi. Didirikan pada 23 Februari 1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG). Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik pendukung management mutu pelayananan. Standar ISO 9001:2008 ini telah diakui dunia internasional dan sampai saat ini telah lebih dari 150 negara telah menggunakannya. Standar ISO 9001 ini adalah standar yang sangat dikenal dan banyak digunakan diantara standar yang ada pada International Organization for Standadization (ISO) ISO 9001 telah didisain secara manajemen sistem yang umum sehingga dapat digunakan oleh banyak ukuran dan tipe organisasi. Maka dari itu standar ISO 9001 dapat diterima dan diadopsi secara luas

oleh manufaktur dan perusahaan jasa, non-profit organisasi bahkan di instansi pemerintah dan departemen. ISO 9001 menyediakan kerangka kerja yang efektif untuk kesadaran mutu organisasi yang menyediakan secara konsisten produk dan mutu yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peningkatan yang terus menerus terhadap produk dan jasanya, proses dan sistem untuk mencapai kepuasan pelanggan dan berjalanya program kesehatan yang terarah.

Dengan adanya standarisasi ISO meningkatkan pelayanan yang diberikan masyarakat Kepala Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan, Asbel Bellik, mengungkapkan peningkatan status puskesmas ini tentunya juga dibarengi dengan peningkatan fasilitas yang ada. Seperti pengadaan ruang rawat inap untuk dua pasien yang dilengkapi inkubator, ruang periksa, poliklinik umum dan KIA/KB, kamar obat, layanan imunisasi, ruang persalinan, pelayanan kesehatan masyarakat (Yankesmas), serta ruang perawatan gigi. Tak hanya fasilitas kesehatan serta perawatan yang terbilang lengkap, tenaga medis juga cukup memadai. Mereka terdiri dari tenaga perawat 23 orang, dokter 8 orang, serta bidan 3 orang. "Seluruh tenaga medis yang ada akan siap melayani selama 24 jam," terang Asbel. Selain itu, Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan juga memiliki sarana penunjang bagi ibu hamil, diantaranya fasilitas USG dan IKG. "Dengan adanya beberapa fasilitas penunjang tersebut, ibu hamil tidak perlu lagi memeriksakan kandungan di darat," ucapnya Pelayan kesehatan harus peka apa yang dibutuhkan masyarakat Lurah Pulau Tidung, Bunyamin, mengatakan penambahan fasilitas kesehatan yang terdapat di Puskesmas Pulau Tidung sangat memberikan harapan kepada masyarakat di Kepulauan Seribu Selatan. Karena sebelumnya warga selalu kesulitan apabila ada anggota keluarganya yang menderita sakit yang agak berat. Hal itu dikarenkan puskesmas tidak dapat memberikan pengobatan, jadi terpaksa harus dirujuk ke darat, seperti RSUD Koja, atau rumah sakit lainnya. "Selama ini jika ada warga yang menderita penyakit berat, mereka harus dirujuk ke darat seperti di RSUD Koja. Padahal kalau dihitung perjalanan dari pulau untuk bisa sampai ke rumah sakit tersebut sekitar kurang lebih 2 jam. Kita berharap dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, warga tidak perlu ke darat dan cukup mendapatkan layanan kesehatan di sini," tandasnya Kebutuhan Di era globalisasi kepuasan pelanggan adalah kunci penting bagi setiap perusahaan termasuk pelayan kesehatan. Semakin tinggi tingkat kemajuan suatu masyarakat, semakin tinggi pula tuntutan kepuasan penguna terhadap sebuah pelayanan kesehatan tersebut. Setiap pelayanan dituntut untuk mampu memenuhi konsistensi mutu / jasa tepat waktu dan layanan yang terjamin. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah pilihan tepat untuk dapat menangani, mengatur, dan mengendalikan produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan. Organisasi dapat membuktikannya dan memperkuat posisi persaingannya dengan sertifikasi Quality Management System ISO 9001:2008

Manfaat Penerapan QMS ISO 9001:2008 Meningkatkan kepercayaan pelanggan Meningkatkan citra dan daya saing perusahaan Produktivitas, efisiensi, dan efektivitas operational meningkat, sehingga memperkecil pemborosan biaya akibat kegagalan mencapai mutu produk yang ditetapkan Moral karyawan akan meningkat, karena sistem kerja yang baik dan konsisten Sebuah pendekatan yang sistematik untuk mengontrol semua proses dalam menetapkan prosedur dan dokumentasi yang mendukung Sangat transparan dan konsisten terhadap hasil / output Membangun pendekatan plan-do-check-act dan memandu untuk peningkatan / improvements Memberikan kesadaran mutu di lingkup karyawan dan mengurangi kegagalan produksi, pekerjaan yang berulang dan kesalahan Memberikan sebuah jaminan mutu dengan sistem manajemen mutu yang disertifikasi oleh pihak ke tiga

Prinsip dan Unsur-Unsur ISO 9001:2008 1. Komitemen dan Kebijakan Mutu - Organisasi harus membuat sebuah kebijakan mutunya dan memastikan komitmennya terhadap Quality Management System 2. Planning - Organisasi merumusakan sebuah perencanaan / sasaran untuk mendukung Kebijakan Mutunya 3. Implementation - Untuk implementasi yang efektif, organisasi melakukan pengembangan kemampuan dan mendukung segala kebutuhan mekanisnya untuk mencapai Sasaran dan Kebijakan Mutu organisasi 4. Checking - Organisasi akan selalu melakukan pengecekan, memonitor dan mengevaluasi performance Mutu nya 5. Review dan continual Improvement - Organisasi melakukan peninjauan dan melakukan peningkatan yang berkelanjutan terhadap quality management system nya dengan meningkatkan segala performance mutunya

Maka dari itu untuk mencapai prinsip ISO 9001:2008 tersebut organisasi butuh : Pengalokasian sumberdaya untuk mencapai tujuan Dukungan dengan sistem dokumentasi yang sesuai, prosedur dan instruksi kerja Training mengenai ISO 9001:2008 standard dan kesadaran mutu sehingga mampu untuk menyusun dan mengembangkan quality management system sesuai dengan aktifitas organisasi

Prinsip-Prinsip Manajemen Kualitas ISO 9001 pada manajamen Pelayanan Publik Pelayanan yang baik hanya akan dapat diwujudkan apabila di dalam organisasi pelayanan terdapat sistem pelayanan yang mengutamakan kepentingan warga negara khususnya pengguna jasa pelayanan dan sumber daya manusia yang berorientasi pada kepentingan warga negara. Fokus pada kepentingan warga negara merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh tiap-tiap unit pelayanan, dikarenakan keberadaan unit pelayanan publik bergantung pada ada tidaknya warga negara yang membutuhkan jasa pelayanan publik. Penilaian terhadap kualitas pelayanan dilakukan pada saat pemberian pelayanan, yaitu terjadinya kontak antara pelanggan dengan petugas pemberi pelayanan (service contact person). Kualitas pelayanan akan terlihat dari kesesuaian pelayanan yang diterima pelanggan dengan apa yang menjadi harapan dan keinginan pelanggan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, praktik manajemen pemerintahan banyak menggunakan pendekatan-pendekatan manajemen yang telah terlebih dahulu diterapkan di sektor swasta, salah satunya adalah konsep manajemen kualitas. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam kaitan dengan manajemen kualitas adalah ISO. Prinsip-prinsip Manajemen Kualitas ISO 9001 adalah : Prinsip 1 : Fokus kepada pelanggan Pelaksanaan prinsip ini tergantung pada pelanggan organisasi, oleh sebag itulah maka organisasi harus memahami betul kebutuhan pelanggannya. Dengan demikian organisasi akan selalu tanggap akan kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Prinsip 2 : Kepemimpinan Disadari atau tidak keterlibatan pimpinan dalam penerapan manajemen kualitas sangat dibutuhkan, karena dengan demikian akan membawa dampak pada keterlibatan secara penuh dari setiap unsur organisasi. Prinsip 3 : Keterlibatan orang-orang Keterlibatan orang-orang secara penuh terhadap penerapan standar ini merupakan faktor penting dalam rangka memberikan komitmen bersama, menumbuhkembangkan inovasi dan kreatvitas, sehingga semuanya ikut bertanggungjawab terhadap masalah yang dihadapi beserta solusinya terhadap masalah yang mungkin timbul. Prinsip 4 : Pendekatan proses Dengan penerapan prinsip ini, hasil yang diinginkan akan dapat tercapai dengan lebih efisien, karena pendekatan ini mengintegrasikan sumber daya yang ada, seperti manusia, material, metode, mesin dan peralatan dalam rangka menghasilkan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan demikian akan menghemat biaya dan waktu yang diperlukan. Prinsip 5 : Pendekatan sistem terhadap manajemen Pendekatan ini akan memfokuskan usaha-usaha pada proses kunci yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan menyehatkan masyarakat yang tepat dan saling bersinumbungan.

Prinsip 6 : Peningkatan terus-menerus Hal ini didefinisikan sebagai suatu proses yang berfokus pada upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi organisasi secara terus menerus, yang membutuhkan langkah konsolidasi yang progresif dan menanggapi perkembangan kebuthan dan ekspektasi pelanggan. Dengan demikian dapat mengetahui keunggulan kinerja melalui peningkatan kemampuan organisasi. Prinsip 7 : Pendekatan faktual dalam pembuatan keputusan Dengan menggunakan data dan informasi yang faktual maka dapat menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga dapat diselesaikan secara tepat sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen kualitas. Prinsip 8 : Hubungan pemasok yang saling menguntungkan Dalam rangka menanggapi perubahan pasar dan mengoptimalkan biaya dan penggunaan sumber daya, hubungan antara organisasi dengan pelanggan atau stakeholder merupakan hubungan ketergantungan yang saling menguntungkan, sehingga akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah masing-masing.

Kesimpulan Di era persaingan ini puskesmas Pulau tidung sebagi ujung tombak harus mempunyai daya saing kepuasan pelanggan dalam pelayan kesehatan yang dekat dan berkualitas Dan Setiap pelayanan dituntut untuk mampu memenuhi konsistensi mutu / jasa tepat waktu dan layanan yang terjamin. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 adalah pilihan tepat untuk dapat menangani, mengatur, dan mengendalikan produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan. Organisasi dapat membuktikannya dan memperkuat posisi persaingannya dengan sertifikasi Quality Management System ISO 9001:2008 untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat di kepulauan seribu Referensi http://www.iso.org/iso/home.html http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp? idwil=6&nNewsId=42528 Standar Pelayanan Publik, PKMP-LAN Promosi kesehatan dan teori dan aplikasinya,prof.Dr.soekidjo notoatmodjo,S.K.M.,M.com.H IKM modul FKM undip OMKES