Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TANAMAN

~Simulasi Komputer








Nama : WIWIK JATNIKA
NIM : 0910483122
Kelompok : Selasa 13.00
Asissten : Mujahid


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWI1AYA
MALANG
2010





I. !NDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dala reaksi cahaya, peristiwa awal yang terjadi adalah eksitasi elektron, eksitesi
elektron ini terjadi akibat rekasi Ioton secara langsung dan antara pigmen yang
tereksitasi, terikat lemah pada molekul lain yang siap menerima elektron. Setelah itu
peristiwa yang terjadi adalah transIer elektron yaitu elektron dari kloroIil yang tereksitasi
pada !S II dan !S I ditransIer ke penerima elektron lalu diteruskan kepenerima elektron
cair.
!erubahan dari rekasi cahaya menjadi energi kimia dibutuhkan untuk mereduksi
CO2 menjadi karbohidrat dalam proses Iotosintesis. Yang dimaksud dengan iradiasi
adalah kerapatan pancar radiasi yang ada pada suatu luasan permukaan. Reduksi
biomassa ditentukan oleh kemampuan suatu lapisan daun menerima energi radiasi
matahari apabila suatu tanaman yang sudah diusahalan pada indeks luas daun dan
populasi optimum. nergi radiasi matahari tidak bisa ditangkap, jadi tengkat reduksi
biomassa ynag dapat dicapai berdasarkan energi radiasi tersedia.

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui transIer elktron sebagai Iungsi dari irradiasi dan kloroIil daun
Mengetahui reduksi karbondioksidansebagai Iungsi dari konsentrasi
karbondioksida, irradiasi, dan kloroIil daun.













II. HASIL

2.1 Data Simulasi Komputer dan GraIik
2.1. 1. Data Hubungan Transpor lectron dengan kloroIil, Theta dan Iridiasi
1. !erubahan Jmax
No !arameter GraIik 1 GraIik 2
1. J max (mmol e/mol khl) 750 1000
2. KloroIil (mmol/m
2
) 0.5 0.5
3. Theta (
0
) 0.5 0.5
4. Iridiasi (cal/cm
2
s
-1
) 500 500
5. J kalkulasi 55.6785 63.5429

2. !erubahan KloroIil
No !arameter GraIik 1 GraIik 2
1. J max (mmol e/mol khl) 1000 1000
2. KloroIil (mmol/m
2
) 0.4 0.6
3. Theta (
0
) 0.5 0.5
4. Iridiasi (cal/cm
2
s
-1
) 500 500
5. J kalkulasi 50.8343 76.2516

3. !erubahan Theta
No !arameter GraIik 1 GraIik 2 GraIik 3
1. J max (mmol e/mol khl) 1000 1000 1000
2. KloroIil (mmol/m
2
) 0.5 0.5 0,5
3. Theta (
0
) 0.4 0.6 0,8
4. Iridiasi (cal/cm
2
s
-1
) 500 500 500
5. J kalkulasi 39.1607 95.5540 190,608

2.1. 1. Data Hubungan Reduksi CO2 dengan Kompensasi, Suhu Udara dan Respirasi
1. !erubahan Titik Kompenssasi
No !arameter GraIik 1 GraIik 2 GraIik 3
1. Tingkat Aliran electron (J) 300 300 300
2. Titik Kompensasi (TK) 10 25 50
3. Respirasi (R) 5 5 5
4. Rerata Suhu Udara (T) 25 25 25
5. Tekanan CO
2
(! CO
2
) 300 300 300
6. Nilai Hasil Fotosintesis (A) 53.3079 43.2009 30.7330

2. !erubahan Respirasi
No !arameter GraIik 1 GraIik 2 GraIik 3
1. Tingkat Aliran electron (J) 300 300 300
2. Titik Kompensasi (TK) 10 10 10
3. Respirasi (R) 5 10 20
4. Rerata Suhu Udara (T) 25 25 25
5. Tekanan CO
2
(! CO
2
) 300 300 300
6. Nilai Hasil Fotosintesis (A) 53.3079 48.3079 38.379

3..!erubahan Rerata Suhu Udara (T)
No !arameter GraIik 1 GraIik 2 GraIik 3
1. Tingkat Aliran electron (J) 300 300 300
2. Titik Kompensasi (TK) 25 25 25
3. Respirasi (R) 5 5 5
4. Rerata Suhu Udara (T) 15 20 25
5. Tekanan CO
2
(! CO
2
) 500 500 500
6. Nilai Hasil Fotosintesis (A) 48.920 49.296 49.655

III. !MBAHASAN

3.1 Hubungan TransIer lektron dengan KloroIil
Dari pengamatan didapatkan :
O KloroIil 1 :0,4 kalkulasi : 50,8343
O KloroIil 2 :0,6 kalkulasi : 76,2516
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa semakin tinggi nilai kloroIil maka nilai j
kalkulasi akan meningkat pula. Hal ini sesuai dengan literatur.

!ada perlakuan transIer elektron yaitu perubahan kadar kloroIil menyebabkan
laju Iotosintesis juga berubah. ,makin besar nilai kadar kloroIil maka makin besar
laju Iotosintesis. Berdasarkan data yang di dapat diketahui bahwa jumlah elektron
berbanding lurus dengan kadar kloroIil. Jika keduanya nmeningkat maka laju
Iotosintesisnya juga akan meningkat.
(heddy, 1986)

3.2 Hubungan TransIer lektron dengan Theta
!erubahan nilai theta menyebabkan perubahan laju Iotosintesis. Makin tinggi
nilai theta maka makin tinggi laju Iotosintesis. Sesuai dengan data pada tabel yang
diperoleh.
O Theta 1 : 0,4 kalkulasi : 39,1607
O Theta 2 : 0,6 kalkulasi : 95,5540
O Theta 3: 0,8 kalkulasi :190,608
Hubungan antara theta dengan transIer elktron berbanding lurus, dimana bila
transpor elektron tinggi. Maka laju Iotosintesis juga tinggi. Makin tinggi theta cahaya
matahari yang diserap makin tinggi.
(sugito, 1999)

3.3 Hubungan TransIer lektron dengan Iradiasi
Iradiasi merupakan radiasi matahari yang dipantulkan kembali oleh dau. Nilai J
menunjukan tingkat aliran elektron juga meningkat, selain itu, semakin tinggi
irradiasi makin tinggi tingkat transIer elektron sesuai data yang diperoleh.
O Jmax 1 :750 kalkulasi : 55,6785
O Jmax 2 :1000 kalkulasi :63,5429
(salisbury, 1995)

3.4 Hubungan Reduksi CO2 dengan titik Kompensasi


Data yang diperoleh dari tabel diatas ialah:
O TK 10 Kalkulasi 53,3079
O TK 25 Kalkulasi 43,2009
O TK 50 Kalkulasi 30,7330
Brdasarkan data di atas, terlihat bahwa titik kompensasi semakin tinggi, maka
reduksi CO2 makin rendah, sehingga dapat disimpulkan bahwa Iotosintesisnya juga
menurun.
Hal ini sesuai dengan literatur yang menyebabkan bahwa titik kompensasi
dan reduksi CO2 berbanding terbalik. Makin tinggi titik kompensasi maka reduksi
CO2 makin rendah.
(salisbury, 1995)

3.5 Hubungan Reduksi CO2 dengan Rerata Suhu Udara
!ada praktikum diperoleh data:
O Suhu 15 kalkulasi 48,920
O Suhu 20 kalkulasi 49,296
O Suhu 25 kalkulasi 49,655
Dari data tersebut terlihat bahwa, makin tinggi suhu, maka reduksi CO2 juga
makin tinggi. Hal ini sesuai literatur yang menyebutkan bahwa bila nilai suhu udara
meningkat begitu pula sebaliknya. Dapat dikatakan, suhu dan reduksi CO2
berbanding lurus.
(Salisbury, 1995)

3.6 Hubungan Reduksi CO2 dengan Respirasi
!ada praktikum, diperoleh data:
O Respirasi 5 kalkulasi 53,3079
O Respirasi 10 kalkulasi 48,3079
O Respirasi 20 kalkulasi 38,379
!ada tersebut terlihat bahwa makin tinggi tingkat respirasi, maka makin rendah
reduksi CO2. Oleh sebab dapat disimpulkan bahwa reduksi CO2 dengan Respirasi
berbanding terbalik.

Sesuai dengan literatur yang ada bahwa apabila reduksi CO2 tinggi maka
produksi CO2 juga akan tinggi, yang berarti jumlah CO2 tinggi maka Iotosintesis
tinggi dan dan respirasi rendah































IV. KSIM!ULAN

4.1 Kesimpulan
Semakin tinggi Jmax pada transIer elktron, maka Iotosintesis juga semakin tinggi.
Dalam hal ini berbanding lurus.
Semakin banyak jumlah kloroIil, maka energi matahari yang diserap untuk
Iotosintesis semakin besar sehingga akan memacu transIer elektron oleh karenanya
Iotosisntesis juga semakin besar. Berbanding luurs.
Semakin besar sudut datang, sinar matahari yang diterima juga makin banyak
sehingga laju Iotosisntesis juga makin besar. Hasil berbanding lurus.
Hubungan reduksi CO2 dengan titik Kompensasi berbanding terbalik.
Hubungan Reduksi CO2 dengan respirasi berbanding terbalik.
Sedangkan Hubungan reduksi CO2 dengan rerata suhu udara berbanding lurus.

4.2 Saran
!raktikum Iistum lumayan seru jadi langsung praktek ajja teorinya sedikit tapi tiap
mau masuk lab ada semacam pretest jadi uda ad yang nyantol dikepala, terus ntar
penjelasan lebih rincinya dijelasin langsung pas praktek.
!raktikan dalam kelas jangan terlalu banyak.













DAFTAR !USTAKA

Heddy,S.1990.Biologi !ertanian. Rajawali !res. Jakarta
Salisbury. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung.
Sugito, yogi.1999.kolohi Tanaman. F!-UB. Malang