Anda di halaman 1dari 21

Perubahan Fisiologis pada Kala II

EKSPULSI JANIN

Perubahan fisiologis yang terjadi pada kala 2 persalinan, yaitu:


Terjadi kontraksi dan dorongan pada otot-otot dinding uterus Perubahan pada organ dasar panggul Ekspulsi janin

Pengertian
Ekspulsi janin adalah proses keluarnya janin dari rahim ibu melewati jalan lahir, baik lunak maupun keras.

Ketika dasar panggul sudah lebih berelaksasi. Dengan his serta kekuatan meneran maksimal , kepala janin dilahirkan dengan suboksiput di bawah simpisis (hipomoklion), kemudian berturut-turut lahirlah dahi, muka dan dagu melewati perineum. Setelah istirahat sebentar, his mulai lagi utuk mengeluarkan badan dan anggota tubuh bayi.

Ekspulsi dibagi menjadi dua.. 1. Ekspulsi kepala janin Termasuk di dalam ekpulsi ini yaitu kelahiran uub, dahi, muka dan dagu secara berturutturut. 2. Ekspulsi total Yang termasuk dalam proses ini yaitu lahirnya bahu depan, bahu belakang dan seluruh badan serta ekstremitas .

MEKANISME PERSALINAN
Mekanisme persalinan adalah gerakan janin yang mengakomodasikan diri terhadap panggul ibu. Diameter diameter yang besar dari janin harus menyesuaikan dengan diameter yang paling besar dari panggul ibu agar janin bisa masuk melalui panggul untuk dilahirkan.

Gerakan-gerakan utama janin dalam kelahiran adalah


1) Turunnya Kepala Turunnya kepala dibagi menjadi dua yaitu masuknya kepala dalam pintu atas panggul, dan majunya kepala.

Dalam proses penurunan kepala dikenal istilah :


1. Fiksasi atau engagement Kepala dikatakan telah menancap (engager) pada pintu atas panggul apabila diameter biparietal kepala melewati pintu atas panggul 2. Desensus atau penurunan adalah gerakan bagian presentasi janin melewati panggul atau jalan lahir. Penurunan terjadi akibat :

Adanya tekanan cairan amnion Tekanan langsung pada bokong saat kontraksi Usaha meneran Ekstensi dan pelurusan badan janin

2) FLEKSI
Fleksi, sangat penting bagi penurunan kepala selama kala 2 agar bagian terkecil janin masuk panggul dan terus turun. Dengan majunya kepala, fleksi bertambah. Keuntungan dari bertambahnya fleksi ialah ukuran kepala yang lebih kecil melalui jalan lahir yaitu diameter suboccipito bregmatika (9,5 cm) menggantikan diameter suboccipito frontalis (11,5 cm).

3) PUTARAN PAKSI DALAM


Putaran paksi dalam/rotasi internal, pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah sympisis Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar kedepan kebawah simpisis

4) Ekstensi
Saat putaran paksi selesai dan kepala sampai didasar panggul, terjadilah ekstensi atau defleksi dari kepala. Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan atas sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya.

5) PUTARAN PAKSI LUAR


Rotasi eksternal/putaran paksi luar, terjadi bersamaan dengan perputaran interior bahu. Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Gerakan ini disebut putaran restitusi. Restitusi adalah perputaran kepala sejauh 45 baik kearah kiri atau kanan bergantung pada arah dimana ia mengikuti perputaran menuju posisi oksiput anterior.

6) EKSPULSI
setelah putaran paksi luar bahu depan sampai dibawah sympisis dan menjadi hypomoclion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir mengikuti lengkung carrus (kurva jalan lahir).

Arigatou gozaimasu Tengkyuu Gumawoo Matur tampi asih TERIMA KASIH