Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

administrasi dan Organisasi Internasional

Resume administrasi dan Organisasi Internasional

OLEH:

Ingkan Pratiwi Medita ( 0910842026 )

Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu sosial dan Politik Universitas Andalas Padang

Resume administrasi dan Organisasi Internasional

Administrasi internasional adalah administrasi secara internasional yang melintasi batas-batas negara, melibatkan antara negara dengan negara, negara dengan organisasi internasional, atau antara organisasi internasional satu sama lainnya. Dengan demikian organisasi internasional menyangkut berbagai hal yang ruang lingkupnya melintasi batas teritorial masing-masing negara, baik antara pemerintah dengan pemerintah , maupun antara individu atau kelompok lainnya pada lingkungan administrasi negara yang berbeda. Organisasi internasional adalah pola kerjasama yang melintas batas-batas negara dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan dan melembaga guns mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antara sesama kelompok non pemerintah pada negara berbeda. Organisasi internasional mencakup 3 unsur yaitu: 1. Keterlibatan negara dalam suatu pola kerjasama 2. Adanya pertemuan-pertemuan secara berkala 3. Adanya staf yang bekerja sebagai pegawai sipil internasional Secara terinci, penggolongan organisasi internasional ada bermacam-macam , didasarkan pada: A. Kegiatan Administrasi 1. Organisasi Internasional Antar Pemerintah 2. Organisasi Internasional Non-Pemerintah B. Ruang-lingkup (wilayah) kegiatan dan Keanggotaan 1. Organisasi internasional Global 2. Organisasi internasional Regional C. Bidang kegiatan 1. Bidang ekonomi 2. Bidang lingkungan hidup 3. Bidang kesehatan 4. Bidang pertambangan 5. Bidang komoditi

6. Bidang bea-cukai D. Tujuan dan luas bidang kegiatan organisasi 1. Organisasi internasional umum 2. Organisasi internasional khusus E. Ruang lingkup (wilayah) bidang kegiatan 1. Organisasi internasional (global umum) 2. Organisasi internasional (global khusus) 3. Organisasi internasional (regional umum) 4. Organisasi internasional (regional khusus) F. Menurut taraf kewenangan (kekuasaan) 1. Organisasi supra nasional 2. Organisasi kerjasama G. Bentuk dan pola kerjasama 1. Kerjasama pertahanan-keamanan 2. Kerjasama fungsional H. Fungsi Organisasi 1. Organisasi Politikal 2. Organisasi Administratif 3. Organisasi peradilan Sekarang perkembangan ilmu administrasi internasional sedang berkembang pesat, tidak hanya untuk memeliha perdamaian dunia dan keamanan saja tetapi sudah mencakup pada banyak hal lainnya yang menyangkut kesejahteraan umat manusia. Dalam menjalankan fungsinya tampaknya akan kurang lengkap jika tidak membahas fungsi ilmu administrasi internasional sebagai pengemban fungsi ekonomi, fungsi sosial-budaya serta fungsi teknis untuk penyelamatan pelestarian lingkungan hidup. Dalam fungsinya di bidang ekonomi, organisasi internasional mengkhususkan kegiatannya di bidang ekonomi. Salah satu organisasi internasional yang berperan di bidang ekonomi adalah IGGI (Inter-Governmental gruop on Indonesia) yang memberi peran dalam bantuan ekonomi dan pembangunan. Memang cukup banyak organisasi internasional yang berfungsi secara umum sekaligus mencakup bidang yang berkaitan dengan politik, ekonomi, dan sosial budaya. Contohnya yaitu ASEAN, SAARC dan juga PBB sebagai organisasi dunia terbesar. Dan mereka termasuk political organization. Selain organisasi bersifat umum, ada juga organisasi yang bersifat khusus, seperti IBRD,IFC, IMF dan WIPO yang tergolong dalam political organization sekaligus administrative organization.

Dalam kajian Talcott Parsons, keberadaan aktor dalam sistem internasional nerorientasi menuju pada keikutsertaan /partisipasi dalam pencapaian tujuan bersama melalui penggunaan keteraturan kekuasaan yang normatif. Pusat perhatian dan kajiannya pada prilaku atau tindakan dalam lingkup sosial. Dalam sistem ini setiap individu manusia memiliki dua peran yaitu sebagai subjek dan juga sebagai objek. Sebagai subjek,

manusia/masyarakat/negara bertindak sebagai untuk membuat dan melakukan perubahan. Sebahgai objek, manusia itu terdorong bertindak untuk mempertahankan ego. Jika aktor-aktor seperti yang disebutkan diatas memperoleh kepuasan mereka akan mudah berkomitmen dan bertindak bersama-sama untuk membangun dan memelihara sistem. Dan analogi ini juga berlaku dalam pola kerjasama internasional. Parsons juga mengemukakan adanya tiga subsitem untuk membentuk suatu sistem yaitu: personality sistem, social sistem dan cultural sistem. Ketiga subsistem tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam membentuk dan mengarahkan (sistem) tindakan. Pola interaksi sistem tindakan yang dikemukakan parssons dapat kita terapkan dan kembangkan dalam kajian hubungan internasional. Bahwa ada tiga peringkat level of analysis dalam menganalisa interaksi internasional, yaitu: 1. Ideosinkratik (perorangan/kelompok tertentu yang dipimpinya) 2. Negara atau bangsa 3. Sistem Internasional (regional dan global)

Sejarah Pemikiran dan klemunculan organisasi internasional Organisasi internasional berkembang pada abad XX dirintis sejak masa berlangsungnya the hague conference I ditahun 1899 dan II th 1907. Kemudian berlanjut dengan tumbuhnya organisasi internasional global seperti liga bangsa-bangsa tahun 1920 dan PBB tahun 1945. Walaupun demikian gagasan pemikiran dari organisasi internasional sudah mulai tumbuh sejak zaman yunani kuno dengan bukti berkembangnya sistem negara-kota di yunani kuno (ancient greece). Contoh bentuk kerjasama internasional pada zaman ini adalah: mengenai perang peloponesia antara sparta dan atena, sudah terdapat perundingan, perjanjian, aliansi, kerjasama dan pertahanan keamanan regional. Kemudian berkembang pemikiran filosofis dan politis seperti william penn (abad XVII), abbe st. Pierre abad (XVIII) , sampai johan caspar bluntschii dan banyak lagi lainnya. Dan banyak lagi bentuk-bentuk organisasi kerjasama internasional dan regional seperti perjanjian perdamaian westphalia (1648),

perjanjian perdamaian utrecht (1713), kongres wina (1815) hingga pembentukan LBB dan PBB.

Keanggotan dan daya pendorong Penggolongan organisasi internasional: 1. Inter-govermental organization (IGO) 2. Non-Governmental organization (NGO)

Ada 3 macam daya pembentukan kerjasam organisasi internasional: 1. Daya paksa (coercive power). Cth: NATO pakta warsawa, SEATO, CENTO, ANZUS 2. Daya kegunaan (utilitarian power) Cth: ASEAN, WHO, FAO dll 3. Daya pengenalan diri (identitify power) cth: Liga arab, OKI dll

Perbandingan administrasi nasional dengan administrasi internasional. Persamaan : 1. Berlandaskan pada prinsip dan fungsi adm 2. Berorientasi pada pencapaian tujuan bersama 3. Menggunakan struktur organisasi secara baik dan terpadu Perbedaan: A. Administrasi Nasional 1. Mempunyai kedaulatan negara 2. Pengaturan terhadap wilayah dan warga negara 3. Berhubungan langsung dengan warga negara dan penduduk 4. Terdapai hirarki kewenangan 5. Berlandaskan aspek hukum nasional 6. Aparatur pelaksana terdiri dari warga negara sendiri 7. Mempunyai latar belakang budaya, pendidikan, kondisi perekonomian, dan presepsi politik yang sama 8. Pendanaan dari dalam negeri seperti pajak, hasil expor dan lain-lain 9. Pengambilan keputusan dan kebijakan di tentukan oleh pemerintan
B. Administrasi Internasional 1. Pelaksanaan berdasarkan negara-negara anggota 2. Pengaturannya menyangkut negara-negara anggota beserta warga negaranya

3. Tidk langsung berhubungan dengan warga negara tapi melalui pemerintah atau izin pemerintah 4. Tidak ada hirarki kewenangan karena organisasi internasional bersifat koordinatif 5. Berlandaskan aspek hukum internasional. 6. Aparatur pelaksana terdiri dari berbagai bangsa 7. Berkaitan dengan perbedaan latar belakang budaya, ekonomi, politik, pendidikan dan kepentinagan nasional masing-masing anggota. 8. Dana diperoleh dar iuran negara anggota. 9. Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan negara anggota

Organisasi non pemerintah Organisasi ini dapat bersifat organisasi internasional INGO dan dapat bersifat intranasional disebut NGO perbedaanya pada keanggotaan organisasi, mitra kerjasama serta ruang lingup kegiatan organisasi. beberapa bentuk organisasi internasional:

1. Global- umum 2. Global-khusus 3. Regional umum 4. Regional khusus

Syarat yang pasti bagi INGO adalah bersifat non pemerintah .

Sejarah perkembangan INGO INGO dikenal pada tahun 1846, sebagai INGO pertama bernama worlds evangelical aliance

perimpunan penginjil sedunia. Setelah perang dunia I dan II banyak INGO terbentuk. Perkembangpesat terjadi antara tahun 1921 sampai 1930. Pertikaian antar negara dan juga ideologi antar kepentingan, cukup berperan dalam menghambat keberhasilan yang ingin dicapai melalui INGO tersebut. Sehingga perkembangan bergerak lambat dan kurang terarah.