Anda di halaman 1dari 22

STERILISASI ALAT

Golongan II Kelompok II Putu Yuri Candra Dewi Ayu Wulan Dwiputri Putu Tedi Suryadi Luh Putu Verryani Ayu Savitri I Gede Rusdi Wicaksana Ketut Maryana Pratama Pande Nyoman Handayani

(0908505013) (0908505046) (0908505047) (0908505048) (0908505050) (0908505051) (0908505052)

Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada, sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak.

Metode sterilisasi

sterilisasi akhir (terminal sterilization)

cara aseptik (aseptic processing).

Sterilisasi Fisika

Sterilisasi Kimia

Sterilisasi mekanik

Pemijaran Langsung

Sterilisasi Gas
Sterilisasi fisika Sterilisasi Panas

Sterilisasi Panas Kering Sterilisasi Panas Basah UV

Sterilisasi Radiasi

ION GAMMA

Pemijaran Langsung
Pemijaran langsung digunakan untuk mensterilkan spatula logam, batang gelas, filter logam bekerfield dan filter bakteri lainnya. Mulut botol, vial, dan labu ukur, gunting, jarum logam dan kawat, dan alat-alat lain yang tidak hancur dengan pemijaran langsung. Proses pemijaran dilakukan max. 20 detik

Sterilisasi Gas
Gas yang digunakan biasanya adalah Etilen Oksida

Sterilisasi gas digunakan dalam pemaparan gas atau uap untuk membunuh mikroorganisme dan sporanya
Beberapa parameter untuk sterilisasi dengan etilen oksida : a. Konsentrasi : makin tinggi konsentrasi gas, waktu yang diperlukan makin tinggi. Konsentrasi dinyatakan dalam mg/liter ruang chamber. b. Semakin tinggi suhu, waktu yang diperlukan makin rendah, biasanya menggunakan suhu 47-60oC c. Kelembapan untuk meningkatkan daya penetrasi gas d. Waktu siklus 2-6 jam tergantung suhu dan konsentrasi

Sterilisasi Panas
a. Sterilisasi Panas Kering
Sterilisasi panas kering biasanya dilakukan dengan menggunakan oven pensteril. Prinsipnya adalah protein mikroba pertama-tama akan mengalami dehidrasi sampai kering. Selanjutnya teroksidasi oleh oksigen dari udara sehingga menyebabkan mikroba pencemar mati. Sterilisasi panas kering biasanya ditetapkan pada temperature 160-170oC dengan waktu 1-2 jam

Sterilisasi Panas kering (cont..)


Sterilisasi melalui konduksi panas, panas akan diabsorbsikan oleh permukaan luar alat yang disterilkan, lalu merambat ke bagian dalam permukaaan sampai akhirnya suhu untuk sterilisasi tercapai. Alat-alat yang disterilisasi dengan oven adalah alat gelas, stainless steel, dan bahan-bahan yang tahan terhadap proses pemanasan Siklus sterilisasi panas kering meliputi: I. Fase pemanasan (udara panas disirkulasi dalam chamber) II. Periode plateu (tercapainya suhu pada chamber) III. Equilibrium atau holding time (seluruh chamber memiliki suhu yang sama) IV. Pendinginan chamber (mensirkulasikan udara dingan ke dalam chamber)

Sterilisasi Panas Kering (cont..)


Kerugian dalam memakai oven : Karena alat-alat yang akan di sterilkan terbungkus aluminium foil, maka efisiensinya menurun Karena oven memakai suhu tinggi dengan waktu yang relatif lama maka banyak obat dan karet plastik yang tidak tahan. Keuntungan memakai Oven : Sebagai tambahan sterilisasi dengan panas kering adalah metode yang paling efektif untuk alat-alat gelas dan banyak digunakan untuk alat-alat bedah Dapat digunakan untuk alat yang tertutup rapat Dapat untuk bahan padat Hasinya kering

b. Sterilisasi Panas Basah Prinsip : didasarkan pada pemaparan uap jenuh pada tekanan tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada suatu objek. Proses inilah yang menyebabkan terjadinya pelepasan energi laten uap yang berakibat pada proses pembunuhan mikroorganisme secara irreversibel akibat denaturasi dan koagulasi protein. Sterilisasi uap umumnya digunakan untuk mensterilkan sediaan injeksi dan suspensi, alat gelas (pada suhu 121oC selama 15 menit), baju operasi (pada suhu 134oC selama 3 menit), serta plastik dan karet (disterilkan terpisah dari kontainer).

Sterilisasi Panas Basah (cont..)


Sterilisasi panas basah menggunakan temperatur diatas 1000C dilakukan dangan memanfaatkan tenaga uap yaitu menggunakan autoklaf Prinsip autoklaf adalah terjadinya koagulasi yang lebih cepat dalam keadaan basah dibandingkan keadaan kering. Autoklaf digunakan untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (2 atm) dan suhu 121C. Keuntungan dari sterilisasi panas basah (sterilisasi uap) adalah tidak memerlukan panas tinggi dan waktu sterilisasi yang lama. Kerugiannya adalah metode ini hanya untuk material termostabil dan tidak sensitif terhadap lembab. Metode sterilisasi uap ini sangat cocok digunakan untuk mensterilkan peralatan laboratorium, alatalat gelas, reagen, dan medium Proses sterilisasi ini merupakan metode yang paling efektif karena : 1. Uap merupakan suatu pembawa energi yang paling efektif karena semua lapisan pelindung luar mikroorganisme dapat dilunakkan, sehingga memungkinkan terjadinya koagulasi. 2. Metode ini bersifat nontoksik, mudah diperoleh, dan relatif mudah dikontrol.

Sterilisasi Panas Basah (cont..)


Tahapan-tahapan sterilisasi alat dengan menggunakan autoklaf adalah: 1. Tahap Pengusiran Dimana yang diusir pada tahap ini adalah uap air yang ada di dalam autoclave. 2. Tahap Pemanasan Dimana proses kerja dengan autoclave di awali dengan penaikan suhu hingga tercapai suhu sterilisasi. 3.Tahap Keseimbangan Suhu sterilisasi dijaga agar tetap konstan selama proses sterilisasi. Dan dipastikan suhu dan tekanan didalam autoclave rata agar sterilisasi berjalan optimal. 4. Tahap Pembinasaan Pada tahap ini terjadi pembinasaan bakteri-bakteri atau contaminan yang ada pada alat-alat yang kita sterilisasi 5. Tahap Penyaringan Bakteri-bakteri atau contaminan yang lisis akan tersaring pada angsel-angsel tang ada di dalam autoclave. 6. Tahap Jatuh Pada tahap ini proses sterilisasi sudah selesai, dimana suhu autoclave sudah diturunkan, dan terjadinya jatuh uap-uap air menjadi tetesan-tetesan air. Sesaat setelah proses ini alat-alat yang di sterilisasi 7. Tahap Pendinginan Suhu autoclave sudah kembali ke suhu normal dimana autoclave dapat kembali di simpan untuk proses sterilisasi lainnya.

Sterilisasi Radiasi
a. Ultraviolet Menggunakan panjang gelombang elektromagnetik 100-400 nm dengan efek optimal 254 nm. Sumbernya lampu merkuri dengan daya tembus 0,010,2 mm. Digunakan untuk sterilisasi ruang pada penggunaan aseptik. b. Ion Menggunakan teori tumbukan yaitu ainar yang secara langsung menghantam pusat mikroba atau secara tidak langsung dengan sinar terlebih dulu membentuk molekul air dan mengubahnya menjadi bentuk radikalnya yang menyebabkan terjadinya reaksi sekunder pada bagian molekul DNA mikroba. c. Gamma Gamma bersumber dari Co60 dan Cs137 dengan aktivitas sebesar 50-500 kilocurie. Digunakan untuk sterilisasi alat kedokteran yang terbuat daro logam, karet, serta bahan sintetis seperti polietilen. (Lukas, 2006). Mekanisme dari sterilisasi dengan radiasi ini adalah dengan merusak susunan DNA mikroba dengan proses ionisasi, pembentukan radikal bebas, dan oksidasi.

Sterilisasi Kimia
Sterilisasi secara kimia adalah sterilisasi yang menggunakan bahan kimia untuk membersihkan suatu objek dari mikroorganisme. Bahan kimia yang sering digunakan dalam sterilisasi gas antara lain : 1) Alkohol, 2) Khlor, 3) Yodium, 4) Formaldehida 8 %

Sterilisasi Mekanik
Sterilisasi mekanik yaitu proses sterilisasi yang tujuannya adalah memisahkan mikroorganisme dari sediaan, tetapi bukan mematikan mikroorganisme tersebut. Menyaring mikroba atau filtrasi melalui prinsip: Filter ayakan, idasarkan perbedaan ukuran pori. Ukuran pori 0,22 m dengan ketebalan 80-159 m. Filter ini tidak dapat membebaskan pirogen dan virus. Filtrasi absorbsi, filternya terbuat dari selulosa. Asbes, gelas sinter, keramik dan kieselguhr serta karbon aktif. Filter ini dapat membebaskan pirogen dan virus.

Cara Membungkus cawan petri, pipet tetes, pinset dan batang pengaduk
cawan petri
disesuaikan dengan bentuknya Karet pada pipet dilepas terlebih dulu

dibungkus dengan kertas coklat

Pipet, pinset dan batang pengaduk

kertas coklat yang sudah dipotong secukupnya

kertas menjadi dua sama rata lalu lipat dengan rapi

dilipat kebelakang lalu rekatkan dengan selotip

Dililitkan mulai dari bagian ujung

Sampai pipet, pinset dan batang pengaduk terbungkus rapi.

Cara Membungkus tangung reaksi & Elenmayer


Alumininum foil yang telah di potong sesuai ukuran mulut elenmayer & tabung reaksi

Tabung reaksi & Elenmayer

Tutup bagian mulut elenmayer dan tabung reaksi

Lapisi pembungkus aluminium foil dengan plastik ikan agar lebih merekat

Tekan-tekan sampai terbentuk cekungan halus & rapi

Cara Membungkus beaker glass & botol infus


Alumininum foil yang telah di potong sesuai ukuran mulut elenmayer & tabung reaksi

Beaker glass & Botol infus

Tutup bagian mulut beaker glass & botol infus

Lapisi pembungkus aluminium foil dengan plastik ikan agar lebih merekat

Tekan-tekan sampai terbentuk cekungan halus & rapi

Cara Membungkus Corong


Rekatkan & ditekantekan Sampai terbentuk cekungan halus & rapi

Corong

Tutup mulut corong dengan aluminium foil

Bagian ujung bawah corong ditutup dengan aluminium foil

Aluminium foil dipotong secukupnya

Bagian licin aluminium foil dihadapkan ke atas.

sambungan antara mulut corong dan ujung corong dilapisi dengan plastik ikan

Daftar nama alat yang disterilisasi

Prosedur kerja saat sterilisasi alat :


Autoclave diisi air hingga melewati saringan Terjadi proses pembinasaan mikroorganisme. Indikator diamati sampai tekanan 15psi

Autoclave dipanaskan hingga suhu mencapai 1210C

Masukkan alat-alat yang sudah dibungkus

Dihitung waktunya 15 menit

Alat-alat yang telah terbungkus dimasukkan kedalam autoclave

Tunggu sampai terdapat titik-titik air pada klep (jenuh)

Pengatur suhu diturunkan sampai indikator menunjukkan angka 0 psi

Agar tetap steril sampai alkat tersebut digunakan.

Kunci rapat autoclave

Terjadi tahap pengusiran

Alat-alat dikeluarkan dari autoklaf

Alat-alat tersebut disimpan di LAF

TERIMA KASIH