Anda di halaman 1dari 11

Sleman , 13 Maret 2012 Kepada Yth. Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata No : 20/Pdt.G/2012/PN.

SLMN Pada Pengadilan Negeri Sleman Di Sleman PERIHAL : TANGGAPAN TERGUGAT ATAS REPLIK PENGGUGAT DALAM PERKARA WANPRESTASI NOMOR NO : 20/PDT.G/2012/PN.SLMN

Dengan hormat, Yang Bertanda tangan di bawah ini : 1. 2. 3. 4. MAHISA N. FADLAN, S.H., LL.M. HARDI CORNELIS , S.H.,M.Hum. NAILUL AMANY, S.H. M.H. LILIK RINJANI , S.H.

Kesemuanya adalah Advokat dan Konsultan Hukum pada GANESHA AND ASSOCIATES, beralamat di jalan Kaliurang Km 7, Sleman ,Yogyakarta. Dalam hal ini, baik bertindak secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 5 februari 2011 , untuk dan atas nama serta mewakili dari :

Bambang Subagyo , pekerjaan wirawasta, bertempat tinggal di Jalan kaliurang Km. 6,4 No 14 Sleman, Yogyakarta untuk selanjutnya

disebut TERGUGAT Dalam kesempatan ini, perkenankanlah kami selaku Kuasa Hukum TERGUGAT menyampaikan Tanggapan Tergugat atas Replik Penggugat dalam perkara Wanprestasi No : 20/Pdt.G/2012/PN.SLMN dengan sistematika sebagai berikut :

I. DALAM KONPENSI
A. Dalam Eksepsi
1. Bahwa pada prinsipnya Tergugat tetap pada eksepsi yang telah diajukan pada tanggal 28 Febuari 2012, dan oleh karenanya mohon agar dalil-dalil dan argumen yang telah diajukan dalam Eksepsi dan Jawaban tersebut dianggap termuat dan secara mutatis mutandis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dalil-dalil dan argumen yang diuraikan dalam Duplik ini ; 2. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas semua dalil-dalil dan argumen yang terdapat dalam Replik Penggugat tanggal 1 Maret 2012, kecuali yang dengan tegas-tegas dan tertulis diakui kebenarannya oleh Tergugat ; 3. Tanggapan terhadap Replik dalam Eksepsi No 3 halaman 3: a. Bahwa tidak benar dalil yang disampaikan oleh Penggugat pada replik dalam mengatakan : Eksepsi pada point nomor (3) yang pada pokoknya

Bahwa Perjanjian tambahan (Addendum) No. 30 tertanggal 9 Desember 2011 yang dibuat di hadapan Notaris Triyono Suryadi, S.H., M.Kn merupakan perwujudan dari hasil musyawarah yang disepakati di dalam akta perjanjian sebelumnya pasal X yaitu: Bahwa Para Pihak sepakat untuk meyelesaikan sengketa yang timbul karena perjanjian ini secara musywarah dan apabila tidak tercapai kesepakatan maka akan diselesaikan melalui pengadilan

b. Bahwa sebagaimana diterangkan dalam pasal 9 ayat (2) salinan akta


utang piutang yang dibuat oleh dan di hadapan Triyono Suryadi S.H., M.K.n. notaris di sleman nomor : 23 , tanggal 7 maret 2011 ( selanjutnya disebut dengan Perjanjian utang piutang No 23 ) :

Bahwa para pihak sepakat untuk menyelesaikan sengketa yang timbul


karena perjanjian ini secara musyawarah dan apabila tidak tercapai kesepakatan maka akan diselesaikan melalui pengadilan

c. Bahwa perlu di pahami dan ditelaah oleh pihak penggugat apa arti sengketa agar mengetahui kapan sebenarnya terjadi sengketa antara pihak penggugat dan tergugat. d. Bahwa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa arti sengketa adalah sengketa 1 sesuatu yg menyebabkan perbedaan pendapat; pertengkaran; perbantahan,; 2 pertikaian; perselisihan; 3 perkara. e. Bahwa pada Posita Gugatan Nomor 5, 6, dan 7 yang masing-masing mengatakan :
5. Bahwa pada tanggal 6 desember 2011, penggugat datang ke rumah tergugat bersama teman penggugat yang bernama cecilia wulan nugrahayu, s.si untuk selanjutnya disebut saksi i bermaksud untuk melunasi hutangnya 6. Bahwa kemudian penggugat mengetahui mobil yang dijaminkan, dipinjamkan oleh tergugat kepada thomas josep. Pada tanggal 21 november 2011 mobil yang dikendarai oleh thomas tersebut mengalami kecelakaan

7. Penggugat dan tergugat kemudian membuat perjanjian tambahan (addendum) no. 30 tanggal 9 desember 2011 yang dibuat dihadapan notaris triyono suryadi s.h., m.kn untuk menambah perjanjian hutang piutang

Bahwa didalam Posita diatas sama sekali belum terjadi sengketa antara penggugat dan tergugat sebagaimana pengertian sengketa yang sesungguhnya. f. Bahwa sengketa barulah terjadi pada posita Gugatan Penggugat Nomor 9, 10, :
9. Bahwa setelah rentang waktu 1 (satu) bulan sejak perjanjian tambahan hutang piutang tersebut yaitu pada tanggal 9 januari 2012, mobil yang dijaminkan tersebut belum juga dikembalikan oleh Tergugat; 10. Bahwa oleh karena hal tersebut Penggugat memberikan surat peringatan (somasi I) kepada Tergugat pada tanggal 10 Januari 2012 agar segera mengembalikan mobil jaminan tersebut;

g. Bahwa musyawarah antara penggugat dan tergugat harusnya terjadi setelah penggugat memberikan surat peringatan kepada tergugat. h. Bahwa berdasarkan uraian kami di atas, serta berdasarkan uraian kami sebelumnya dalam Eksepsi dan Jawaban Pokok Perkara yang telah kami ajukan sebelumnya, maka adalah patut dan adil bila Gugatan Penggugat dinyatakan TIDAK DAPAT DITERIMA.

B. Dalam Pokok Perkara


1. Bahwa Tergugat tetap pada jawaban semula yang telah diajukan pada tanggal 28 Febuari 2012, kecuali yang secara jelas dan tegas serta tertulis diakui kebenarannya oleh Tergugat ; 2. Bahwa dalil-dalil yang telah Tergugat uraikan dalam Duplik terhadap Eksepsi mohon dianggap termuat dan secara mutatis mutandis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dalil-dalil Duplik dalam Pokok Perkara ;

3. Tanggapan terhadap Replik dalam Pokok Perkara No 3 halaman 5 :


a. Bahwa Penggugat dan Tergugat telah membuat dan menandatangani perjanjian hutang piutang berdasarkan Akta Perjanjian Hutang Piutang yang dibuat oleh dan di hadapan Triyono Suryadi, S.H., M.Kn Notaris di Sleman, Nomor: 23, tanggal 7 Maret 2011, tentang Perjanjian Hutang Piutang; b. Bahwa di dalam Akta Perjanjian Hutang Piutang tersebut di atas, Penggugat dan Tergugat telah saling sepakat dan mengikatkan diri dalam perjanjian hutang piutang dengan beberapa ketentuan sebagai berikut: a. Nominal hutang Penggugat terhadap Tergugat sebesar Rp 120.000.000,(Seratus Dua Puluh Juta Rupiah); b. Jangka waktu pembayaran selama 9 (sembilan) bulan dimulai pada tanggal 7 Maret 2011 sampai dengan tanggal 7 Desember 2011; c. Pembayaran dilakukan secara angsuran sebanyak 3(tiga) kali setiap 3 (tiga) bulan sekali sebesar Rp 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) ditambah dengan bunga sebesar 5% (lima persen); d. Jatuh tempo pembayaran pertama selambat-lambatnya pada tanggal 15 Juni 2011; e. Jatuh tempo pembayaran kedua selambat-lambatnya pada tanggal 15 September 2011; f. Jatuh tempo pembayaran ketiga selambat-lambatnya pada tanggal 7 Desember 2011; g. Penggugat menjaminkan sebuah mobil merek Nissan Grand Livina beserta STNK dengan nomor polisi R 1234 Z;

c. Bahwa pada tanggal 13 Juni 2011, Penggugat telah melakukan pembayaran pertama kepada Tergugat sejumlah Rp 42.000.000,(empat puluh dua juta rupiah) sudah termasuk bunga sebesar 5%(lima persen) dari cicilan tersebut; d. Bahwa pada tanggal 14 September 2011, Penggugat telah melakukan pembayaran kedua kepada Tergugat sejumlah Rp

42.000.000,- (empat puluh dua juta rupiah) sudah termasuk bunga sebesar 5%(lima persen) dari cicilan tersebut; e. Bahwa berdasarkan hubungan perjanjian antara Penggugat dengan tergugat adalah Sebagai hubungan perjanjian timbal balik, dimana masing-masing pihak dibebani kewajiban. f. Bahwa pada kenyataannya sampai saat diajukannya gugatan ini Penggugat belum juga melunasi sisa pembayaran ketiga tertanggal 7 Desember 2011 sebesar Rp.42.000.000,- (empat puluh dua juta rupiah). Sehingga patutlah dikatakan bahwa penggugat tidak pernah memenuhi dan menyelesaikan kewajibannya sesuai dengan kewajiban yang tertuang dalam akta hutang piutang dibuat di hadapan Triyono Suryadi S.H., M.K.n. notaris di sleman nomor : 18, tanggal 7 maret 2011. g. Bahwa karena tidak ada hal yang menjadi dasar alasan hukum Penggugat untuk mengajukan gugatan kepada Tergugat. maka
adalah patut dan adil bila Gugatan Penggugat dinyatakan DITOLAK atau setidaknya TIDAK DAPAT DITERIMA.

4. Tanggapan terhadap Replik dalam Pokok Perkara No 3. Halaman 4 : a. Bahwa tidak benar dalil penggugat yang menyatakan :
Dalam hal ini perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh TERGUGAT adalah melaksanakan apa yang dijanjikan tetapi tidak sebagaimana yang diperjanjikan

b. Bahwa pada tanggal 17 Januari 2012, Tergugat bermaksud untuk mengembalikan mobil jaminan namun Penggugat tidak bersedia menerima mobil tersebut karena tidak sesuai perjanjian tambahan (addendum). c. Bahwa Tergugat sebagaimana (addendum). yang sebenarnya sudah melakukan kewajibannya ditentukan dalam perjanjian tambahan

d. Bahwa mobil sudah akan dikembalikan seperti kepada Tergugat namun tergugat menolak untuk menerima mobilnya tersebut. Dalam hal ini Penggugat lah yang sebenarnya melakukan Wanprestasi dalam perkara ini. e. Bahwa mengenai masih ada bagian mobil yang rusak setelah diperbaiki Tergugat, adalah terlalu mengada-ada dan hal ini bisa dikatakan akal-akalan Penggugat untuk tidak membayar atau

mengulur-ulur waktu untuk membayar sisa hutangnya kepada Tergugat sebesar Rp. 42.000.000,00 (empat puluh dua juta rupiah). h. Bahwa berdasarkan uraian kami di atas , maka adalah patut dan adil bila Gugatan Penggugat dinyatakan DITERIMA. TIDAK DAPAT

5. Tanggapan terhadap Replik dalam Pokok Perkara No 4. Halaman 5 : a. Bahwa Tidak Benar dalil Penggugat yang menyatakan :
Namun Tergugat tidak memiliki itikad baik dalam arti objektif yaitu tindakan yang dilakukan oleh Tergugat dalam melaksanakan janji tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan.

b. Bahwa dalam Repliknya Penggugat tidak dapat menjelaskan bagian mana dalam perjanjian yang tidak dilaksanakan oleh Tergugat sesuai yang diperjanjikan.
c. Bahwa

Tergugat sedari awal sudah melaksanakan semua

kewajibannya sebagaimana yang ditentukan dalam Perjanjian.

II. DALAM REKONPENSI


1. Bahwa segala hal yang telah kami uraikan dalam Gugatan Rekonpensi kami sebelumnya, mohon dianggap termuat dan secara mutatis mutandis

menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan apa yang kami sampaikan dalam Replik dalam Rekonpensi ini; 2. Bahwa Penggugat Rekonpensi pada pokoknya tetap berpegang teguh pada dalil, argumen, dan dasar hukum yang telah kami sampaikan

dalam Gugatan Rekonpensi, serta Penggugat Rekonpensi menyatakan menolak secara tegas seluruh dalil, dalih, argumen, dan dasar hukum yang diajukan dan disampaikan oleh Tergugat Rekonpensi kecuali yang secara tegas dan tertulis diakui kebenarannya oleh Penggugat

Rekonpensi; 3. Tanggapan Terhadap Jawaban atas Rekonpensi Nomor 2, halaman 7. Bahwa jika benar yang dikatakan Tergugat Rekonpensi bahwa mobil yang dijaminkan telah lolos uji fisik, lantas bagaimana mungkin mobil tersebut dapat mengalami rem blong? Karena pada kenyataannya pengendara mobil lah yang merasakan tidak layaknya rem mobil tersebut hingga menjadikan nyawa sebagai taruhannya. Disini tergugat tidaklah

mengada-ada, bahwa rem mobil blong juga dinyatakan oleh montir . yang memeriksa mobil setelah mobil mengalami kecelakaan. Hal ini jelas ini merupakan cacat tersembunyi yang berakibat fatal bagi pengendara mobil. 4. Tanggapan Terhadap Jawaban atas Rekonpensi Nomor 3, halaman 7 Bahwa Tergugat Rekonpensi menyatakan dalil dalil Penggugat Rekonpensi mengenai ganti kerugian sangatlah mengada-ada dan tidak logis. Padahal dalam Tergugat Rekonpensi sendiri meminta ganti kerugian dengan didasarkan pada jika mobil disewakan, hal tersebut masih belum terjadi dan belum tentu akan ada. Sedangkan ganti kerugian yang diajukan oleh Penggugat Rekonpensi adalah mengenai biaya biaya yang sudah dikeluarkan akibat dari perbaikan mobil dan perawatan rumah sakit.

Dalam hal ini Tergugat Rekonpensi lebih mengada ada dan tidak logis memperhitungkan kerugiannya. Sedangkan Tergugat telah memiliki bukti yang nyata dan jelas serta nominal yang jelas mengenai biaya biaya yang telah dikeluarkan oleh tergugat.

III. PERMOHONAN
Berdasarkan hal-hal dan keterangan tersebut di atas, maka Tergugat Konpensi /Pergugat Rekonpensi dengan segala kerendahan hati memohon kepada majelis Hakim pemeriksa perkara in casu untuk mrmutuskan: I. DALAM KONPENSI DALAM EKSEPSI: 1. Menerima seluruhnya 2. Menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima untuk seluruhnya DALAM POKOK PERKARA 1. Menolak atau setidak-tidaknya menyatakan tidak dapat diterima gugatan wanprestasi No : 20/Pdt.G/2012/PN.SLMN yang diajukan Penggugat 2. Menerima seluruhnya dan mengabulkan jawaban Tergugat untuk dan Mengabulkan Eksepsi Tergugat untuk

II.

DALAM REKONPENSI Primair 1. Menerima dan Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonpensi/Tergugat Konpensi untuk seluruhnya;

2. Menyatakan bahwa Tergugat Rekonpensi/ Penggugat Rekonpensi telah melakukan perbuatan wanprestasi atas akta Perjanjian utangpiutang perjanjian yang dibuat di hadapan Triyono Suryadi S.H., M.K.n. notaris di sleman nomor : 18, tanggal 7 maret 2011 ; 3. Memerintahkan kepada Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi untuk melunasi pembayaran angsuran ketiga Tertanggal 7 desember 2011 sebesar Rp. 42.000.000,- (empat puluh dua juta rupiah); 4. Menghukum Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi untuk membayar ganti kerugian materiil sebesar Rp. 15.000.000,- ( lima belas juta rupiah) dikarenakan oleh cacat tersembunyi pada mobil Grand Livina dengan Nomor Polisi R 1234 Z dan Rp. 3.000.000,-(tiga juta rupiah) untuk mengganti biaya rumah saki; 3. Menghukum Tergugat Rekonpensi /Penggugat Konpensi untuk membayar ganti kerugian imateriil sebesar Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah); 4. Menghukum Tergugat Rekonpensi/Penggugat Konpensi membayar biaya perkara. untuk

Subsider Atau apabila Majelis Hakim yang terhormat berpendapat lain, TERGUGAT mohon Putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono).

Demikian Jawaban ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kebijaksanaan Majelis Hakim Pemeriksa Perkara a quo, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami, Kuasa Hukum TERGUGAT PRO JUSTICIA & PARTNERS-

Mahisa N. Fadlan, S.H., LL.M.

Hardi Cornelis, S.H., M.Hum

Nailul Amany, S.H. M.H.

Lilik Rinjani, S.H.