Anda di halaman 1dari 15

I. PENDAHULUAN A. PENGERTIAN DAN DEFINISI Kegiatan perhitungan cadangan : -Setelah tahap eksplorasi -Sebelum thp persiapan penambangan.

Dilakukan bila : bts reserves dan resources hrs jelas, dasarnya keadaan geologi, ekonomi, ketentuan hukum dan kebijaksanaan pemerintah. Sumber Daya (Resources) : -Akumulasi/ longgokan zat pdt, cair, gas. -Terbtk scr alamiah -Terletak di dlm / permukaan bumi -Terdiri dr satu jenis/ lebih komoditas -Dpt diperoleh scr nyata dan bernilai ekonomi. Cadangan (Reserves) : -Bag dr sumberdaya -Teridentifikasi dr komoditas mineral ekonomi. -Dpt diperoleh dan tdk bertentangan dgn ketentuan hukum/ kebudayaan pd saat itu. B. RUANG LINGKUP PENAKSIRAN CADANGAN Kegiatan pertambangan : Prospeksi Ada Tidak Eks Pendahuluan Eksplorasi Detil Eksplorasi Stop Eksplorasi Lanjut Analisis & PENAKSIRAN CADANGAN Evaluasi Studi Kelayakan Tidak layak Layak Stop Development Penambangan Pengolahan/ekstraksi Pemasaran. Eksplorasi menurut Mc Kinstry HE dan Alan M Bateman : dr mencari suatu prospect (reconnaissance) sampai evaluasi dr prospect tsb, perluasan lokasi disekitar daerah penambangan. Tujuannya : -Penemuan geologis endapan min bernilai ek. -Mengetahui uk, btk, kddkn, sifat dan nilai dr end min. Kegiatan lapangan utk memperoleh data guna Penaksiran Cadangan :

1. Observasi lapangan : gambaran praktis, kondisi dan keadaan dilapangan, pengambilan data geografi dan demofrafi. 2. Pemetaan : tdk mutlak dilaksanakan. Utk mengetahui topografi, bentang alam, lereng awal. Jk telah tersedia peta mk hanya ploting. 3. Pengambilan Conto : berupa : air, tanah, endapan, tumbuh-tumbuhan, udara, float, masukan dlm kantong sesuai dgn metodanya. 4. Pengambilan data Geologi : melalui studi literature, pengecekan lap terutama bentang alamnya. 5. Pengolahan Data : dilap (pengecekan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio, uji lab dan analisis. Ruang Lingkup Pekerjaan Penaksiran Cadangan : -Menentukan cad raw material (satuan berat/ volume) -Menetukan cad end min/logam (berat) -Menentukan klasifikasi cadangan. C. PERKEMBANGAN PENAKSIRAN CADANGAN Ditentukan oleh : Perkembangan pengetahuan dan teknologi. Pengetahuan : -Pengetahuan geologi (teori, data geologi semakin luas). -Pengembangan inventarisasi bg semakin detil. -Pengembangan matematik (cubic spline) -Pengembangan pengetahuan statistik (geostatistik). Teknologi : -Perkembangan teknologi geofisika, kamera, scanning electrical microscope, pemboran inti, informatika. II. ENDAPAN BAHAN GALIAN DAN CADANGAN Endapan Bahan Galian dikelompokan dgn istilah : -Penggolongan : kep negara -- penekanan nilai ekonomi dan usaha. -Klasifikasi : penekanan pd geologi endapan Cadangan dikelompokan dgn istilah : -Klasifikasi : berdasarkan ekonomis dan geo end. A. PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN Pemerintah menetapkan UU dan PP : 1. UU No 11 th 1967 ttg Ketentuan Pokok-pokok Pertambangan Bab II pasal 3 ayat 1, bg dibagi atas 3 golongan : a. Gol Bahan Galian Strategis (A) : utk pertahanan dan perekonomian negara. Cth : minyak bumi, batubara, uranium, nikel, timah. b. Gol Gol Bahan Galian Vital (B) : menjamin hajat hidup orang banyak. Cth : besi, bauksit, emas, arsen, yurium, berillium, kriolit, yodium. c. Gol Gol Bahan Galian yg tdk termasuk gol A & B : tdk langsung mempengaruhi hajat hidup org banyak, baik sifat maupun jmlnya.

Cth : nitrat, asbes, yarosit, permata, psr kuarsa, batuapung, marmer, batu kapur, granit. 2. PP No 27 Th 1980 ttg Penggolongan BAHAN GALIAN a. Nilai strategis/ek bg thd negara b. Terdptnya bahan galian di alam (ganesa) c. Penggunaan bahan galian bg industri d. Pengaruh thd kehidupan rakyat banyak e. Pemberiaan kesempatan pengembangan dan pengusahaan. f. Penyebaran pembangunan daerah. B. KLASIFIKASI ENDAPAN BAHAN GALIAN Klasifikasi utk menentukan met PC berdasarkan : Homogenitas end, penyebaran kadar, btk geometrinya. Diklasifikasikan Mjd 3 : 1. EBG A/ Simple Geometri. Koefisien variasi yg rendah, dirinci mjd 2 jns : a. Simple Grade Distribution. Mis : end Batubara, besi, bauksit, nikel laterit dan tembaga stratabound. b. Complex Grade Distribution Mis : End tembaga disseminated, emas stockwork dan emas witwatersrand. 2. EBG B : Complex Geometri Simple Grade Distribution. Koefisian variasi rendah. Mis : end base metal dgn btk geometri kompleks. Ciri-ciri Endapan kategori in adalah : -Kdr homogen dan factor geometri kompleks -Kdr pd batas end sangat bervariasi. -Analisis variografi perlu sebelum perhit geostatic. -Hsl Perhitungan umumnya berbeda setelah ditambang perlu dikoreksi berdasarkan pengalaman penambangan. -Interpretasi geologi penting dlm penentuan bts cadangan. -Kadar yg tinggi perlu dikelola tersendiri. 3. EBG C : Complex Geometri- Complex Grade Distribution Koefisien variasi tinggi Mis : endapan emas di Kalgoorlie Kanada. Ciri-ciri End kategori ini : -Btk geometri kompleks -Kdr pd bts endapan sgt bervariasi -Kdr pd tubuh bijihnya sendiri juga bervariasi sekali. -Pengambilan conto dan interpretasi geologi sangat penting -Asumsi-asumsi subyektif geologi memegang peranan penting -Umumnya metoda konvensional hasilnya relatif tepat. -mining factor umumnya tdk memuaskan -Estimasi local tergantung dr grid pengambilan conto.

C. KLASIFIKASI CADANGAN 1. Inggris (Institution of Mining & Metallurgi, London, 1902) a. Cadangan Terukur (Proved). Disebut positive dan visible. Semula (1902) adl end min yg dieksplorasi dgn pengambilan conto 2,3 atau 4 sisi blok tambang. Kmd 1912 mjd end min yg dibagi beberapa blok, blok dibatasi 3 atau 4 sisi pengambilan conto. Cad dpt diperkirakan dgn baik tanpa thp konstruksi. b. Cadangan Boleh Jadi (Probable) Apbila end min tsb dibatasi 2 atau 1 sisi pengambilan conto dan perluasannya berdasarkan unsur2 yg dpt diperkirakan. c. Cadangan Terduga (possible) Dikategorikan berdasarkan bbrp asumsi terdptnya end min. 2. Rusia (Mining Institute of the Soviet Academy of Sciences, 1960) Bedasarkan prosentase kesalahan yg diijinkan : Utk kategori : A = 15-20 % C-2 = 60-90% B = 20-30% C-1 = 30-60% 3. Amerika (USBM & USGS) a. Bjh Terukur (Measure Ore ) Tonase dihit berdsrkan dimensi singkapan, parit, penelitian dan lubang bor. Kdr dihitung berdasarkan pengambilan conto scr detil. Kondisi geologi juga diperhitungkan (struktur, uk, btk dan min). Kesalahan yg diperbolehkan tdk lebih dr 20 %. b. Bijih Teridentifikasi (Indicated Ore) Tonase dan kdr dihit sebagian berdasarkan pengukuran scr spesifik, pengambilan conto dan data produksi, lainnya dgn jarak proyeksi data geologi. c. Bijih Tereka (Inferred Ore) Tonase dan kdr dihit berdsrkan perkiraan dan pengetahuan ttg karakteristik geologi scr umum, sebagian kecil dr pengambilan conto/ hsl pengukuran. 4. Mc Kelvey 1973 : a. Terukur (Measured) b. Terindikasi (Indicated) c. Tereka (Inferred) a. Sumber daya (resources) : Onggokan alamiah dr zat pdt, cair atau gas yg terdpt dialam, mengandung 1 jenis/ lebih komoditas, diharapkan diperoleh nyata dan bernilai ekonomis. b. Sumber daya teridentifikasi (identified resources) End min diketahui nyata baik jenis, btk, kddkn, atau kuantitas dan kualitasnya. c. Sumber daya tak teridentifikasi (undiscovered resources) Zona endapan mineral yg belum diketahui scr nyata baik btk, kddkn maupun kuantitas dan kualitasnya. d. Cadangan (reserves)

Bagian dr Sumber daya teridentifikasi dr suatu komoditas min yg ekonomis dan tdk bertentangan dgn ketentuan hk dan keb pd saat itu. e. Sumber daya teridentifikasi sub ekonomi ( identified sub economic resources) Sd yg dpt mjd cadangan dgn perubahan ek, harga, tek serta tdk bertentangan dgn ketentuan hk/ keb pd saat itu. f. Cadangan terunjuk (demonstrated) Sd teridentifikasi, tonase dan kadarnya diketahui dr pengukuran nyata, pengambilan conto, data produksi terperinci dan proyeksi data geologi. g. Cadangan Terukur (measured) Cad yg kuantitasnya dihit berdasarkan hsl pengukuran nyata. h. Cadangan teridentifikasi (indicated) Cadangan / Sumber daya mineral, tonase dan kdrnya sebagian berdasarkan perhit dr pengambilan conto atau dr data produksi. i. Cadangan tereka (inferred) Cadangan atau sd min yg diperhitungkan kuantitasnya berdasarkan pengetahuan keadaan geologi. j. Sub marginal Sumber daya sub ekonomi yg dpt bernilai ek/ menguntungkan, apabila keadaan harga komoditas tsb pd tk yg menguntukan atau krn kemajuan tek shg mengakibatkan penekanan biaya penambangan dan pengolahannya. k. Para Marginal Sumber daya sub ekonomi yg berbatasan langsung dgn cad bernilai ek menguntungkan. l. Sumber daya hipotetik ( hypothetical resources) Sd tdk teridentifikasi, diharapkan menjadi zona pengembangan end min teridentifikasi. m. Sumber daya spekulatif (speculative resources) Sumber daya tak teridentifikasi, msh memungkinkan ditemukan pd zona geologi dr sd yg telah diketahui. Indonesia mengeterapkan klasifikasi cad Mc Kelvey krn : dianggap plg detil, pertimbangan geologi dan ekonomi, wawasannya luas ttg klasifikasi cadangan. Dsr Klasifikasi : a. Kenaikan tk keyakinan geologi b. Kenaikan tk kelaksanaan ek. III. DASAR-DASAR PENAKSIRAN CADANGAN A. PENGAMBILAN CONTO Definisi : Proses pengambilan sejml kecil dr populasi2 (gas, cairan, padatan, tumbuhan) mewakili sifat fisik dan kimia. Tujuan : Ada tdknya ebg (prospeksi), btk, kdr dan kddkn (eksplorasi), perhit cadangan. Metoda : Tergantung sifat fisiknya, lokasi, alat, tenaga (manual, mekanis) dan biaya. 4 Komp Utama pengambilan Conto (Spero Carras) : 1. Komp Statistik : angka/jml pengambilan individu massa.

2. Komp Geologi : orientasi jml pengambilan conto. 3. Komp Fisik : a. Proses fisik : matabor, preparasi, peralatan, metoda. b. Sifat fisik : sifat populasi, batuan, tanah, air, gas. 4. Komponen kimia : proses kimia, pengujian akhir conto. Metode pengambilan conto manual : Channel, chip, broken ore, grab, bulk Metode pengambilan conto mekanis : Core, cutting Metode pengambilan conto dilihat dr materinya : Rock, stream sedimen, water, vapor, soil, placer, vegetasi. Pola pengambilan conto tergantung sifat fisik conto dan top : -Tdk berpola : cairan, gas, tumbuh2an, permukaan bergelombang/ relief kasar. -Dapat Berpola : material lepas (placer) dan batuan, perm kasar. B. PENENTUAN DAERAH PENGARUH. Berlaku utk : conto material, tanah, batuan. Tidak utk : conto air, gas, tanaman. Pedoman untuk menentukan batas daerah pengaruh : a. Pedoman pembagi grs tgk lrs yg membagi 2 dgn jarak yg sama antara 2 ttk terdekat. b. Pedoman membagi 2 sdt dan disebut juga dgn pedoman gravitasi. Grs Berat/ Tgk Lurus : Conto btk ttk. Grs Berat : Conto btk grs : C. INTERPRETASI DAERAH PENGARUH. Erat hub dlm penentuan batas2 daerah pengaruh. Berdsrkan obyeknya, interpretasi dibagi mjd : 1. Interpretasi Analitis Dilakukan dgn 2 pedoman yaitu : a. Pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes) Dilakukan dgn prosedur matematik dan prosedur grafis. Ke2nya sama2 menggunakan fungsi linear. Scr numeric perubahan kondisi end min dianggap sama disepanjang grs lrs penghubung 2 ttk conto. Diterapkan utk kdr, brt, luas, vol dan tonase. b. Pedoman ttk terdekat (rule of nearest points) atau pengaruh sama (equal influence) Nilai ttk diantara 2 ttk pengamatan dipertimbangkan tetap atau sama dgn nilai ttk didekatnya. 2. Interpretasi Natural / Intrinsic Dilakukan thd criteria geologi teknologi dan ekonomi. 3. Interpretasi empirik Berpedoman pd hsl2 penelitian atau pengamatan sebelumnya dan dianggap = lokasi yg sedang diteliti / diamati. D. EKSPLOARSI DAERAH PENGARUH

Ttk yg terpisah dpt diekstrapolasi dgn pedoman ttk terdekat. Jari2 bts ditentukan setengah jarak ttk2 terdkt. Ekstrapolasi juga dpt diterapkan pd suaru block yg dibentuk oleh 4 ttk. E. TEBAL SEMU & TEBAL SEBENARNYA Btk geometri end min sangat diperlukan. Unsur Asumsi, interpretasi dan melakukan perhitungan. Unsur utama perhitungan cadangan adl ketebalan, panjang, lebar dan pengamatan kadar serta factor tonase. Asumsi Penggambaran 3 dimensi : Pd sketsa horizontal yg tergambar adl kedlmn vertical sedang pd sketsa ver yg tergambar adl kedlmn hor. Kedlmn atau ketebalan sesungguhnya adl jarak miring pd bidang dgn kemiringan/ dip end min tsb. Ketebalan yg diukur dr pemboran adl ketebalan semu, krn diukur miring thd strike sesungguhnya dan dip sesungguhnya dr end min. F. PENGUKURAN DAN PERHIT. LUAS 1. Pengukuran dgn Planimeter Berulang2 min 2X. Jk selisih pembacaan 1 dan 2 <2% mk nilai rata2 dibenarkan. 2. Pengukuran dgn Template Menggunakan pola segiempat, ttk dan grs2 sejajar. Jml segi4/ ttk/ grs sejajar pd endapan min, kalikan dgn skala tiap 1 unit luasannya. 3. Perhitungan Geometri Luas end min dibagi dlm bbrp btk geometri segi3, segi4, belah ketupat/ trapezium, jml dan kalikan dgn skala. 4. Penjumlahan Bbrp Luasan Seragam a. Rumus Trapezoidal Luas daerah yg akan dihit, dibtk oleh bbrp btk trapezium dan scr berurutan sbg berikut : L= (A1+A2)h + (A2+A3)h + 2 2 b. Rumus Simpson Rms ini mengamsumsikan bahwa bts2 dr setiap penampang diwakili oleh lengkung parabolic yg melewati ttk2 yg berurutan. L = 1/3h (A+2 Aganjil + 4 Agenap + A2) c. Rumus Gabungan Trapezoidal dan Simpson L=h [(A1+An) + A2+A3+A4++An-1] 2 d. Metoda Ambil dan Buang G. PERHITUNGAN VOLUME 1. Cara Sederhana: -Perkalian P x L x T -Perkalian Luas x T -Perkalian Luas dan jarak antar penampang.

2. Rumus 2 penampang (End Area) Apabila L1 dan L2 relatif sama, jk luasnya berbtk ling mk akan menyerupai btk silindris V= t (L1+L2)/2 3. Rumus Gabungan Penampang Utk bbrp penampang L1,L2,Ln dgn perbedaan yg tdk jauh / hampir sama V= (L1x2L2x2L3+2L4+.+An)t/2 4. Rumus Kerucut (cone) V= t . L1/3 5. Rumus Baji (Wedge) Apabila salah satu penampang dianggap grs shg dpt dikatakan btknya membaji. V = t L1/2 6. Rumus frustum Seperti kerucut terpancung, perbedaan dgn silindris terletak pd perbedaan luas L1 dan L2 yaitru L1=<0,5L2 V= t/3 (L1+2L2+ L1.L2) 7. Rumus Prismoidal Pd endp yg menyempit/ mengembang, Lm adl luas rata2 penampang tambahan konstruksi dlm. V = t/6 (L1+4Lm+L2) H. CUT OF GRADE (COG) Kadar terendah yg masih menguntungkan utk ditambang. Mixing dpt dilakukan pd kualitas rendah dan tinggi. Pertimbangan ekonomis, menentukan batas cadangan. Dibwh COG tdk dikategorikan cad. Ttp SDM. G. ULTIMATE PIT SLOPE Pertimbangan teknis, kemiringan/bts luar tambang yg tetap stabil dan menguntungkan. Pengaruhnya pd eksplorasi lanjut, thp evaluasi dan thp persiapan. Didasarkan pd : 1. BESR (Break even striping Ratio) yg diperkenankan. BESR : perbandingan antara nilai dr bg yg berhasil ditambang, biaya penambangan dan biaya yg dikeluarkan utk pengupasan lap penutup. Economic Striping Ratio BESR = (A-B)/C A = nilai end min (Rp/ton bg) B = biaya penambangan (Rp/ton bg) C = biaya kupas lap penutup (Rp/ton lap pentp) A-B>C mk untung Overal Striping Ratio A=biaya TAMBANG BAWAH TANAH, B= biaya Tamka

BESR>1 Tamka <1 TAMBANG BAWAH TANAH =1 bisa keduanya 2. Sifat fisik dan sifat mekanik batuan (tekan, tarik, geser) 3. Struktur geologi (sesar, kekar, bidang geser, bidang perlapisan) 4. Air tanah, unsure kimia batuan dan waktu yg dibutuhkan. J. PILAR TAMBANG BAWAH TANAH Pd thp eksplorasi lanjut, ev dan thp persiapan pilar akan mengurangi jml cadangan yg telah dihitung. K. PERATAAN DAN PEMBOBOTAN KADAR IV. PENENTUAN METODA DAN PROSEDUR PENAKSIRAN CADANGAN. A. MENENTUKAN METODE PENAKSIRAN CADANGAN. Prinsip : Memilih met yg sederhana, mudah dilaksanakan, ketelitian sesuai tuj, geologi dan thp eksplorasi. Pertimbangan penentuan metode Penaksiran Cadangan : 1. Tujuan Perhitungan : utk inventaris, konstruksi, penambangan. 2. Tahapan eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, detil, lanjut. 3. Metode eksplorasi : cara tidak langsung, langsung 4. Jenis Bahan Galian : mineral bijih, non bijih 5. Klasifikasi Bahan Galian : -Geometri sederhana : a. Distribusi kadar sederhana b. Distribusi kadar kompleks -Geometri kompleks, distribusi kdr sederhana -Geometri kompleks, Distribusi kadar kompleks 6. Pengamatan geologi : Jenis bg (min bjh, non bjh), letak end, btk end, uk end. 7. Data yg diperoleh : Pola pengambilan conto (teratur, tdk teratur), Jarak pengambilan conto 1 dgn lainnya, Densitas pengamatan, Jml dan berat conto, Support (ttk, pjg, vol) 8. Waktu dan biaya yg tersedia. Metode PENAKSIRAN CADANGAN dikategorikan mjd : 1. Metode Konvensional : Tertua dan plg umum digunakan. Mudah diterapkan, dikomunikasikan dan dipahami. Mudah diadaptasikan dgn semua end. Kelemahannya sering menghslkan perkiraan salah, krn cenderung menilai kdr tinggi saja. Kdr suatu luasan diasumsikan konstan shg tdk eksak/optimal scr matematis. End terpencar (Cu porphyry) penafsiran salah. 2. Metode Non Konvensional : Pengembangan teori matematik dan statistik. Scr teoritis akan lebih optimal. Kelemahan rumit, data terbatas tdk optimal. Metode-Metode PENAKSIRAN CADANGAN : 1. Met Luas dan Faktor Rata2 a. Met Rata2 Hitung

b. Met Rata2 Pembobotan c. Met Rata2 Analogi d. Met Rata2 Blok Geologi 2. Met Blok Penambangan a. Met Blok Terbuka 1 Level b. Met Blok Terbuka 2 Sisi c. Met Blok Terbuka 3 Sisi d. Met Blok Terbuka 4 Sisi 3. Met Penampang (Cross Section) a. Met Penampang Tegak : -Met Standard -Met Linier b. Met Penampang Mendatar: -Met Kontur -Met Isopach -Met Isograde 4. Met Analitik a. Met Segitiga b. Met Poligon 5. Met Blok Reguler : a. Blok berdasarkan ttk conto b. Blok berdasarkan uk tetap : -Metode ID (Inverse Distance) -Met IDS ( ID Squared) -Met IDC (ID Cubed) B. PROSEDUR PENAKSIRAN CADANGAN Dimulai dr data eksplorasi yg telah terkumpul sampai akhir dpt diketahui besarnya cadangan. Besarnya cad dinyatakan : -Vol dan berat raw material -Vol dan berat min berharga/bjh -Vol dan berat metal. Scr umum prosedur meliputi : 1. Analisis data eksplorasi Penilaian informasi geologi, penilaian data eksplorasi, met pengambilan conto, penggambaran end min (ltk, uk, btk, penyebaran kdr) 2. Ploting data eksplorasi ke peta penyebaran end min. 3. Pemilihan met pc 4. Penentuan dan perhit parameter cad -Kedalaman : lap tnh penutup, end min -Ketebalan : lap tnh penutup, end min

-Luas : daerah pengaruh tiap ttk/poligon, daerah penyebaran end -Kadar : Min berharga/ bjh dlm row material, metal/logam dlm min berharga/bjh, metal/ logam dlm row material. -Volume -Tonage factor -Berat : berat row material, berat min berharga/bjh, berat metal. V. METODE KONVENSIONAL A. METODE LUAS DAN FAKTOR RATA-RATA Asumsi : Segmen/ blok didasarkan kesamaan geologi end. Kesamaan geologi mencerminkan kesamaan ek dan kesamaan teknik penambangannya. Metode : -Metode Rata2 Hitung -Met Rata2 Pembobotan -Met Rata2 Analogi -Met Rata2 Blok Geologi Diterapkan pd endapan : Berbentuk pipih, mendatar, perlapisan. Misal: End bjh timah, bijih besi, batubara, batugamping, fosfat. Parameter dasar dr perhitungan : Ketebalan, luas, bj, kdr. 1. Met Rata-Rata Hitung Met plg sederhana, setiap parameter terpisah satu dgn yg lainnya, shg perataannya sendiri2. Setelah rata2 tebal dan rata2 kdr diketahui mk : Vol End = V = tav x L Berat end = Q = V x f Cad Logam = P = Q x cav F= tonase factor, V= volume, Q = tonase material, L = Luas, P= tonase mat. 2. Met Rata2 Pembobotan Perbedaannya kdr dikalikan lebih dahulu dgn factor yg diketahui, dibagi jml factor tsb. Tdk hanya ketebalan, ttp dpt diganti factor lain: 1 dimensi = lebar, panjang 2 dimensi = lb dan pj, tb dan lb, tb dan pj, luas 3 dimensi = tb, pj, lb/tb, luas/pj, luas/lb, luas/v. Berat 3. Met Rata2 Analogi (Met kesamaan) Prosedur perhit 1 blok = blok lainnya. Sederhana dan lebih teliti dg rata2 bobot. Hasilnya jml cad raw mat/ metal (berat) seluruh blok.

4. Met Rata2 Blok Geologi Ttk beratnya pd penentuan blok. Blok ditentukan berdsrkan kesamaan geologi. Fisiografi (mis morfologi, topografi, dan pola alirannya). Stratigrafi (misal litologi, umur dan paleontologi). Sturktur geologi (mis perlipatan dan patahan). Prosedurnya selalu sama pd setiap blok, seperti met rata2 analog. B. METODE BLOK PENAMBANGAN Diterapkan pd tbt. Blok berdasarkan : pertimbangan geologi, nilai ekonomis end, teknik penambangannya. Conto diambil pd sisi terbuka shg met ini dibagi 4 yg berdasarkan level/ sisi yg terbuka. 1. Met Blok Terbuka 1 level. Terbuka 1 level, krn level lubang bukaan yg pertama. Ttp tdk selalu pd level, melainkan pd drift/ shaft. Prinsipnya hanya 1 sisi saja yg terbuka. Kedalaman, ketebalan diketahui dgn pemboran tegak lurus sisi terbuka. 2. Met Blok Terbuka 2 Sisi Pengambilan conto pd 2 sisi lb. Penentuan blok digambarkan melalui 2 sisi tsb. 3. Met Blok terbuka 3 Sisi Pengambilan conto pd 3 lb. Penentuan blok digambarkan melalui 3 sisi tsb. Gambar A : 4. Met Blok Terbuka 4 Sisi Pengambilan conto pd 4 lb, shg blok berbentuk balok. C. METODE PENAMPANG/ CROSS SECTION Dibagi : Penampang tegak dan Penampang mendatar/ level plan. Penampang tegak berdasarkan penyusunan segmen atau seksi : Met standard and Met linear. Penampang datar/ isoline (grs yg sama parameternya) : -Met Kontur (grs ketinggian yg sama) -Met Isopach (grs ketebalan yg sama) -Met Isograde (grs kdr yg sama). 1. Penampang Tegak a. Met Standard Mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes), menghubungkan ttk pengamatan terluar). Pd met standar dgn prosedur : Penentuan luas semua seksi, penentuan factor rata2, perhit volume, perhit cad, satuan berat raw material/ berat metal. b. Met Linear Mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest point), dgn membuat batas terluar end scr linear. Pj grs linear = batas blok, setengah jarak antara 2 ttk. 2. Penampang Mendatar a. Met Kontur

Mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change). Pembuatan kontur scr interpolasi ttk2 yg telah diketahui ketinggian topografinya. Diterapkan utk end min berbentuk quarry dan yg dihit cad raw material dan cadangan min berharga. b. Met Isopach Prinsip dan prosedur relatif sama dgn met kontur, ttp menghubungkan ttk2 dgn ketebalan yg sama. Diterapkan pd end min dgn ketebalannya relatif teratur. Hit cad min berharga (bjh)/ cad metal. c.Met Isograde Prinsip dan prosedur relatif sama dgn met kontur, ttp menghubungkan ttk2 dgn kadar yg sama. Pernedaan dlm penentuan kadar rata2. D. MET ANALITIK End min dibagi dlm blok2 scr grafis dlm btk segitiga/ poligon. Segitiga mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change), sedangkan poligon mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change) pedoman ttk terdekat (rule of nearest point) 1. Met. Segitiga Segitiga dibentuk dr ttk2 pengambilan conto, shg setiap segitiga mrpkn luas dasar dr prisma segitiga. Berpedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes). Ketebalan dan kadar setiap segitiga ditentukan scr rata2 pembobotan. Met ini dibagi mjd : a. Met Segitiga Sama Sisi b. Met Segitiga Tdk Sama Sisi c. Met Segitiga Tumpul. 2. Met Poligon Poligon dibtk melaui ttk2 pengambilan conto, shg mengikuti pedoman perubahan bartahap (rule of gradual changes) atau scr daerah pengaruh msg2 ttk shg mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest point). Kedua pedoman tsb diatas memberikan konsekuensi yg berbeda. Pd pedoman perubahan bertahap 1 ttk pengambilan conto dpt digunakan lebih dr 1 blok poligon dan pd pedoman ttk terdekat msg2 ttk pengambilan conto mrpkn 1 blok poligon. Berdasarkan cara penentuan blok dan pedomannya dibagi 2 yaitu yg berpedoman pd ttk terdekat disebut juga met poligon daerah pengaruh dan yg berpedoman perubahan bertahap disebut met poligon ttk sudut. a. Met Poligon Daerah Pengaruh. Ketebalan dan kdr utk setiap poligon = ttk pengambilan conto. Prosedur perhitungannya lebih sederhana drpd met segitiga. b. Met Poligon Ttk Sdt Ketebalan dan kdr tiap blok ditentukan scr rata2 bobot. Berdasarkan btk poligon dibagi mjd : -Met Segiempat Sama Sisi

-Met Segiempat Memanjang -Met Segiempat Belah Ketupat -Met Segiempat Trapesium -Met Segilima -Met Segienam -Met segitujuh -Met segidelapan. E. METODE BLOK REGULER Adl met PC yg membagi end min mjd beberapa blok berbtk bujursangkar atau persegi pj. Berdasarkan pd cara pembuatan bloknya mk met nlok reguler dibagi mjd : 1. Blok Berdasarkan Ttk Conto Blok dibentuk dgn menghub setiap 4 ttk conto, mengikuti ped perubahan bertahap (rule of gradual change) / msg2 ttk conto dibuat daerah pengaruhnya dan mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest point). Kedua pedoman tsb diatas memberikan konsekuensi yg berbeda. Pd pedoman perubahan bertahap setiap ttk pengambilan conto dpt digunakan utk 4 blok dan pd pedoman ttk terdekat msg2 ttk pengambilan conto mrpkn 1 blok berbtk segi4. Berdasarkan cara penentuan blok dan pedomannya dibagi dua : a. Met Blok Reguler Daerah Pengaruh Berdasarkan pd ttk terdekat. Setiap ttk conto berada dlm 1 blok, bts2 blok ditentukan oleh garis yg melalui sebuah ttk yg terletak diantara 2 ttk conto/setengah jarak dr ttk ke ttk didekatnya. Jk jalur eksplorasi dibuat sama dan jarak conto 1 dgn lainnya tdk sama mk luas blok tdk akan sama. Tdk emnutup kemungkinan apabila jarak conto 1 dgn conto lainnya sama mk luas blok adl sama. Utk setiap blok, ketebalan dan kadar terwakili dr ketebalan dan kadar ttk conto yg berada didlm blok, shg perhit cad dgn prosedur met poligon daerah pengaruh. b. Met Blok Reguler ttk Sdt Berdasarkan perubahan bertahap. Blok dibtk dgn 4 ttk conto, mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change), shg setiap ttk conto berpengaruh thd 4 blok. 2. Blok Berdasarkan Uk Tetap. Dasar pertimbangan penentuan uk blok : -Tanpa melihat penyebaran ttk conto. -Jarak rata2 antara 2 ttk pengambilan conto -Jarak antara 2 jalur eksplorasi --Luas blok sama Dlm 1 blok dpt terjadi lebih dr 1 ttk conto/ sama sekali tdk dijumpai ttk conto. Diterapkan utk memprediksi kdr dan ketebalan suatu blok berdasarkan data ttk conto disekitarnya yg terdekat. Pembobotan inverse distance didasarkan pd jarak conto thd blok yg akan diprediksi kdr dan ketebalannya, dibagi mjd 3 : a. Met Inverse Distance (ID)

b. Met Inverse Distance Squared (IDS) c. Met Inverse Distance Cubed (IDC/ ID3)