Anda di halaman 1dari 6

1. Alasan pembuatan GTC.

Bridge / Jembatan adalah disebut juga fixed partial denture yaitu suatu prothesa (geligi tiruan) yang menggantikan kehilangan satu atau lebih gigi asli yang terbatas dan tertentu, dilekatkan secara permanen dengan semen didukung sepenuhnya oleh 1 atau lebih gigi atau akar gigi yang telah dipersiapkan. Indikasi dan Kontra indikasi umum Menurut Prayitno (1991) terdapat beberapa indikasi dan kontraindikasi dalam perawatan gigi tiruan jembatan yaitu : 1. Usia penderita : 20 s/d 50 tahun Kontra indikasi untuk usia dibawah 20 tahun karena: Foramen apikal yang masih terbuka dan bisa fraktur Saluran akar masih lebar sehingga preparasi terbatas Proses pertumbuhan masih aktif dapat dilihat pertumbuhan gigi dengan rontgen Dapat menghambat pertumbuhan tulang Kontraindikasi untuk usia diatas 50 tahun karena: Sudah terjadi resesi gingiva dan terlihat servikal gigi Terjadi perubahan jaringan pendukung & resobsi tulang alveolar secara fisiologis Kelainan jaringan yang bersifat patologis

2. Sikap Penderita & kondisi psikologis Yang terpenting dalam menentuan dibuat tidaknya suatu jembatan pada seorang penderita adalah sikapnya terhadap pearwatan gigi serta motivasinya. Watak pasien terbagi dalam tahap-tahap psikologis saat anamnesa yaitu: - Klas 1 : filosofi (pasien kooperatif) - Klas 2 : Pasien banyak bicara dan ingin tahu (exciting) - Klas 3 : Histerical - Klas 4 : Indeferen (acuh tak acuh, pada pasien ini harus banyak komunikasi) 3. Kondisi keuangan, pendidikan & pekerjaan]

Keuangan dapat juga menjadi pertimbangan. Pada umumnya gigi tiruan lepasan lebih murah dibanding jembatan, tingkat pendidikan, wawasan dan intelektualitas berpengaruh dalam merencanakan suatu perawatan. 4. Penyakit sistemik Pada penderita dengan epilepsi sebaiknya direncanakan pembuatan jembatan daripada gigi tiruan lepasan, sebab kemungkinan dapat terjadi fraktur pada gigi tiruan lepasan tersebut, dan kemungkinan dapat tertelan, bila penyakit sedang kambuh. Penyakit sistemik lainnya seperti penyakit jantung. 5. Kondisi Periondisium

Harus dipastikan melalui hasil foto rontgen tidak ada kelainan

Indikasi khusus: 1. Gigi penyangga: Vital & non vital dengan perawatan saluran akar Jaringan periodontal sehat Bone support baik Bentuk akar yang panjang Posisi dan inklinasi yang baik dalam lengkung rahang Bentuk dan besar anatomis gigi normal Mahkota gigi punya jaringan email dan dentin yang sehat

2. Gigi antagonis: Oklusi normal

3. Gigi tetangga : Tidak mengalami rotasi, migrasi, miring 2. Setelah diagnosis ditetapkan, selanjutnya menyusun rencana perawatan berdasarkan masalah-masalah yang ada pada pasien. Pada rencana perawatan terdapat Perawatan pendahuluan, perawatan rujukan dan perawatan utama. Perawatan pendahuluan adalah

tindakan yang dilakukan terhadap gigi, jaringan lunak maupun keras, dalam rangka mempersiapkan mulut untuk menerima gigi tiruan. Perawatan pendahuluan yang dilakukan sebelum pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan bertujuan untuk melihat keadaan seluruh perubahan-perubahan /kelainan yang terjadi pada gigi geligi, linggir alveolus yang mendukung gigi tiruan dan struktur rongga mulut yang lain yang dapat menggagalkan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan.2 Perawatan ini meliputi: Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah. Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah terdiri atas: Pencabutan Penyingkiran sisa akar yang tinggal dan gigi impaksi Kista dan tumor odontogenik Penonjolan tulang Bedah periodontal Pada kasus yang terdapat dalam pemicu 4 tindakan-tindakan ini tidak diperlukan karena tidak ada indikasi perwatan bedah pada kondisi rongga mulut pasien. Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung. Hal ini berguna untuk mendapatkan jaringan yang sehat pada gigi yang ada sehingga dapat memberikan dukungan dan fungsi yang baik untuk gigi tiruan. Tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung meliputi: Menghilangkan kalkulus Menghilangkan pocket periodontal Melakukan splinting terhadap gigi-gigi yang mobiliti. Pada kasus di dalam pemicu 4, tindakan-tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung yang harus dilakukan yakni berupa scalling pada daerah supragingiva pada gigi-gigi anterior rahang bawah.. Dengan tindakan scalling, dokter gigi membantu menghilangkan kalkulus, poket periodontal. Tindakan konservasi. Sebelum merencanakan gigi tiruan harus diketahui perbaikan yang akurat terhadap gigigigi yang ada. Antara lain: Penambalan Pembuatan inlay, dan sebagainya Kedudukan rest Pada kasus di dalam pemicu 4, tindakan konservasi yang dilakukan yakni pada gigi 46 terdapat karies oklusal sedalam 1-1,5 mm, dengan dilakukan penambalan dengan menggunaka resin

komposit untuk menghindari terjadinya galvanic shock jika pada rencana perawatan yang dipilih nantinya adalah berupa gigi tiruan kerangka logam. Perawatan pendahuluan : 1) Tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah a. Pencabutan Gigi yang cukup kuat yang akan dijadikan sandaran dapat dipertahankan dan sebaliknya gigi yang dapat menimbulkan kesulitan dalam pembuatan GT sebaiknya dicabut b. Penyingkiran sisa akar yang tinggal dan gigi impaksi Pengambilan sisa akar dapat dilakukan dari permukaan labial/bukal/palatal tanpa mengurangi alveolar ridge. Pengambilan gigi impaksi sedini mungkin agar mencegaj infeksi akut dan kronis. c. Kista dan tumor odontogenik d. Penonjolan tulang Yang menghalangi pemasangan GT harus disingkirkan Contoh : torus palatinus yang meluas sampai pertemuan palatum molle, torus palatinus yang besar dan yang menyebabkan penumpukan debris e. Bedah periodontal Untuk mendapatkan keadaan jaringan yang sehat sebagai pendukung GT. Penyingkiran saku gusi dapat dilakukan dengan cara kuretase dan eksisi surgical. Misalnya : ginggivectomy dan reposisi flep 2) Tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung Untuk mendapatkan jaringan yang sehat pada gigi yang ada sehingga dapat memberikan dukungan dan fungsi yang baik untuk GT. Antara lain : - menghilangkan kalkulus dan menghilangkan pocket periodontal - splinting - memperbaiki tambalan yang tidak baik - menghilangkan gangguan oklusal 3) Tindakan konservasi Perbaikan yang akurat terhadap gigi yang ada, misalnya restorasi, pembuatan inlay dan kedudukan rest

4) Tindakan ortodonti Misalnya pada kasus diastema sentralis, sebaiknya dilakukan perawatan orto sebelum pembuatan GT. Setelah dilakukan perawatan pendahuluan yang baik, selanjutnya kita melakukan perawatan rujukan, karena pada kasus ini pasien menderita hipertensi, walaupun terkontrol. 3. Hubungan penyakit hipertensi dengn GTC porselen 4. Tipe Bridge 1. 2. Fixed-fixed bridge : kedua konektor bersifat rigid dapat digunakan untuk gigi anterior Fixed movable bridge : salah satu konektor bersifat rigid disemenkan dan konektor dan posterior. lainnya non rigid (semi fixed-fixed bridge) tanpa disemenkan dapat digunakan untuk gigi anterior dan posterior 3. Cantilever bridge : a. Kaku : Jembatan cantilever kaku mempunyai pontik yang kokoh bersatu hanya pada satu ujungnya dengan retainer atau beberapa retainer (yang dapat dihubungkan menjadi satu) b. Lengan spring yang diperpanjang : mempunyai pontik yang dipasang pada salah satu ujung dari lengan spring logam yang panjang dimana ujung yang lainnya dihubungkan degan retainer (atau beberapa retainer yang berhubungan). 4. Compound bridge jembatan yang terdiri atas kombinasi berbagai tipe jembatan. Pada gambar dibawah jembatan cekat-cekat mempunyai ekstensi cantilever mesial yang kaku Menurut Allan & Foreman (1994), suatu jembatan terdiri dari 4 bagian yaitu : 1. Penyangga (Abutment) disebut pendukung retainer, dapat bervariasi tergantung faktor seperti membran periodontal, panjang & jumlah akar. Penyangga yang berada di antara 2 penyangga lainnya disebut intermediate abutment. 2. Retainer merupakan restorasi (mahkota, inlay, pasak/dowel) yang menghubungkan jembatan dengan penyangga 3. Pontik/Dummy adalah gigi buatan pengganti dari gigi yang hilang, dapat dibuat dari porselen,akrilik atau logam atau kombinasi. Beberapa macam bentuk pontik : Suddle pontik : Disain menyerupai gigi asli yang menggantikan seluruh gigi yang hilang tanpa mengubah bentuk anatomi

Ridge lap pontik : Bentuk pontik berkontak dengan dasar mukosa bagian labial atau bukan saja atau bagian palatal atau lingual menggantung Hygiene pontik : Menggantung atau tidak berkontak Conical pontik : bentuk dan dasar pontik yang berkontak dengan mukosa lebih kecil dari pada ridge lap pontik 4. Penghubung (Joint atau Connector) adalah alat yang mencekatkan pontik ke retainer. Dapat bersifat kaku (rigid) yaitu disolder atau yang tidak kaku (non-rigid) seperti kunci-kunci atau stressbreaker (alat penyerap daya untuk mengurangi beban yang harus dipikul oleh penyangga) 5. S (Sadel) : daerah antara gigi-gigi abutment. Yang terutama adalah tulang alveolar yg ditutupi jar.lunak. tulang alveolar akan berubah kontur selama beberapa bulan setelah hilangnya gigi. Kontur dan tekstur sadel akan mempengaruhi desain pontik