Anda di halaman 1dari 6

General Business Environment Demographical Environment

TOPICAL PAPER:
Pertumbuhan Populasi Penduduk Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Timur tahun 2010 Pengajar: Tadjuddin Noer Effendi, MA., Dr., Prof

Disusun oleh :

Adam Ramadhan Kelas Reguler 33 (12/343647/PEK/18063)

Magister Management Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Jakarta

PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak, hal ini dibuktikan dengan masuknya Indonesia dalam 5 besar peringkat negara dengan jumlah penduduk terbanyak, dibawah RRC, India, dan Amerika serikat. Indonesia juga memiliki angka fertilitas yang cukup tinggi, walau angka tersebut telah turun dari tahun 90an, namun jika dihubungkan dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi maka angka fertilitas tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Tabel angka fertilitas Indonesia periode 1997 - 2010

Angka Fertilitas
2.70 2.60 2.50 2.40 2.30 2.20 2.10 2.00 1997 1998 1999 2000 2007 2010 Angka Fertilitas

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

Jumlah penduduk Indonesia yang banyak jika tidak didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang baik akan mengakibatkan tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia. Tingkat kemiskinan negara Indonesia pada tahun 2010 adalah sebesar 13,1% dari total jumlah penduduk Indonesia. Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia ini terjadi karena tidak meratanya penyebaran pembangunan di Indonesia, terpusatnya pembangunan hanya pada kota DKI Jakarta membuat daerah-daerah lain kurang atau bahkan tidak mengalami perkembangan. Ketidak merataan tersebut juga mengakibatkan tingginya tingkat kemiskinan pada daerah-daerah lain, menurut data BPS, daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat merupakan daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dipulau Jawa. Melihat hal tersebut penulis tertarik untuk menghubungkan antara tingginya pertumbuhan jumlah penduduk di daerah Jawa Timur dengan tingginya tingkat kemiskinan di daerah tersebut.
1

PEMBAHASAN
Pertumbuhan pendapatan nasional Indonesia pada periode 2007 hingga tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2010 pendapatan nasional Indonesia bernilai sebesar 5.718.346,86, meningkat sebesar 16.4% dari tahun 2009 yang sebesar 4.912.624,9 dan memiliki nilai tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Namun peningkatan pendapatan nasional tersebut tidak dibarengi dengan pengembangan dan pemerataan pendapatan daerah-daerah di Indonesia secara seimbang. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia. Menurut data BPS Indonesia memiliki tingkat kemiskinan pada tahun 2010 sebesar 31.02 juta penduduk atau sebesar 13.05%, walaupun tingkat kemiskinan tersebut terus menurun pada setiap tahunnya namun untuk beberapa provinsi, dalam pulau Jawa pada khususnya, masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Provinsi Jawa timur memiliki jumlah tingkat kemiskinan yang tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya yaitu sebesar 5.3 juta penduduk atau sebesar 17,8% dari total penduduk miskin di Indonesia. Tabel Tingkat Kemiskinan Pulau Jawa
Banten Jawa Timur DI Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Barat DKI Jakarta 0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 2010 2009 2008 2007

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

Dapat dilihat dari tabel diatas walaupun tingkat kemiskinan di provinsi Jawa Timur bertrend menurun setiap tahunnya, namun Jawa Timur tetap memiliki jumlah tingkat kemiskinan yang tinggi hal ini disebabkan karena pertumbuhan penduduk pada jawa timur yang tinggi. Selain karena tingkat pertumbuhan yang tinggi tingkat pendidikan jawa timur

juga termasuk rendah, dapat dibuktikan dari tingkat Angka Partisipasi Sekolah ( A P S ) yang rendah yang rendah di provinsi Jawa Timur Pertumbuhan penduduk di Jawa Timur memiliki trend yang meningkat pada periode 2007-2010 walaupun pada tahun 2010 sebesar 37.476.757. Dibandingkan dengan tahun 2009 yang berjumlah 38.975.046 memang mengalami penurunan sebesar 1.498.289 penduduk atau sebesar 3,84%, namun demikian jumlah tersebut masih termasuk dalam 3 jumlah penduduk tertinggi di Indonesia setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tabel Jumlah Penduduk Provinsi Jawa Timur

Jumlah Penduduk
39,500,000 39,000,000 38,500,000 38,000,000 37,500,000 37,000,000 36,500,000 36,000,000 2007 Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta 2008 2009 2010 2007 2008 2009 2010

Sangat disayangkan pertumbuhan tersebut tidak didukung oleh peningkatan tingkat pendidikan dari provinsi Jawa Timur. Melihat dari data penelitian BPS, pada tahun 2010 tingkat Angka Apresiasi Sekolah (APS) untuk usia 19 sampai 24 tahun sebesar 12,43% termasuk rendah jika dibandingkan dengan untuk usia 13-15 dan 16-18, Padahal usia 19-24 tahun adalah usia produktif.

Tabel Angka Apresiasi Sekolah (AAS)


100.00 90.00 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 0.00 2007 2008 2009 2010 13-15 16-18 19-24

Sumber: BPS Provinsi DKI Jakarta

ANALISIS
Ancaman Tingkat Kemiskinan Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhan penduduk suatu daerah dan juga tingkat pendidikan akan mempengaruhi tingkat kemiskinan suatu daerah. Pertumbuhan jumlah penduduk jika tidak diseimbangkan dengan pemerataan pembangunan negara, peningkatan tingkat pendidikan, dan juga penyediaan lapangan kerja didaerah-daerah hanya akan meningkatkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Tingginya tingkat kemiskinan suatu daerah akan menyebabkan resiko-resiko lainnya seperti tingkat pengangguran dan juga tingkat kriminalitas. Peluang Tingkat Kemiskinan Tingginya jumlah penduduk jika didukung oleh lapangan kerja yang baik dan juga tingkat penyediaan pendidikan yang cukup akan meningkatkan perekonomian daerah tersebut

KESIMPULAN
Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan : 1. Populasi atau jumlah penduduk memiliki pengaruh terhadap jumlah penduduk miskin disuatu daerah. Oleh karena itu program keluarga berencana dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi percepatan peningkatan jumlah penduduk.
4

2. Tingkat sadar pendidikan memiliki pengaruh terhadap jumlah penduduk miskin disuatu daerah. Hal ini dikarenakan dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan membuat masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang lebih layak dengan pendapatan yang lebih layak pula.

Referensi
BPS, Daftar Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Provinsi, 2003-2012
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=28&notab=3,

diakses tanggal 14 september 2013. BPS, Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1995, 2000, dan 2010
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=1,

diakses tanggal 14 september 2013. BPS, Angka Fertilitas Total menurut Provinsi 1971, 1980, 1985, 1990, 1995, 2000, 2005, dan 2010
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=7,

diakses tanggal 14 september 2013. BPS, Jumlah dan Persentasi Penduduk Miskin, Garis Kemsikinan, Index Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Index Keparahan Kemiskinan (P2) menurut Provinsi 2007-2009 (Maret), 2010-2011, 2012 (Maret dan September)
http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=23&notab=1,

diakses tanggal 14 september 2013.