Anda di halaman 1dari 27

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ............... ABSTRAK ......................................................................................................... LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ........... HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ............ KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ............... DAFTAR TABEL ................................. DAFTAR GAMBAR ............... BAB I PENDAHULUAN.................... I.1. Latar Belakang Masalah................ I.2. Rumusan Masalah.................. I.3 Tujuan Penelitian................ I.4 Manfaat Penelitian.................. BAB II TINJAUAN PUSTAKA............... II.1 Konsep Efektivitas........................... 1. Definisi Efektivitas.................... 2. Ukuran Efektivitas........................ II.2 Konsep Pengelolaan II.3 Fungsi-fungsi Manajemen ........................................................... II.4 Keuangan Daerah ............... II.5 Pendapatan Asli Daerah .............................................................. II.6 Pengertian Retribusi Daerah................ II.6.1. Jenis-jenis Retrubusi Jasa Umum. II.6.2 Jenis Retribusi Jasa Usaha.. II.6.3. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu.. II.7 Konsep Retribusi Parkir............. II.7.1. Istilah-Istilah yang Digunakan dalam Parkir............ II.7.2. Retribusi daerah sebagai Kontribusi PAD... II.7.3.Perbedaan Pajak dan Retribusi... II.8 Landasan Hukum........................................................................... II.9 Kerangka Konsep............ BAB III METODE PENELITIAN ................. III.1 Pendekatan Penelitian .. III.2 Lokasi Penelitian ............ III.3. Tipe dan Dasar Penelitian ......... III.4 Unit Analisis ........... III.5 Jenis dan Sumber Data . III.6 Informan ............

i ii iv v vi vii xi xii xiii 1 1 6 6 6

8 8 8 12 19 20 38 39 41 45 48 51 53 56 58 60 52 54

67 67 67 67 68 68 69 x

III.7 III.8 III.9

Fokus Penelitian ............. 69 Teknik Pengumpulan Data ....... 71 Teknik Pengelolahan Data dan analisis Data ...... 72

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................... 74 IV.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........................................... 74 IV.1.1. Profil Kantor Dinas Perhubungan ....... 74 IV.1.2. UPTD Pengelolaan Perparkiran ....................... 78 IV.1.3. Tugas dan Fungsi UPTD Pengelolaan Perparkiran... 78 IV.1.4. Keadaan Pegawai UPTD Perparkiran ............................. 82 IV.2. Hasil Dan Pembahasan ................................................................ 85 IV.2.1. Efektivitas Pengelolaan Retribusi Parkir Kota Parepare 85 IV.2.2. Optimalisasi Pemungutan Retribusi Parkir dan Kontribusi Terhadap PAD.... 100 BAB V PENUTUP ........... 105 V.1 Kesimpulan......105 V.2 Saran........... 105 DAFTAR PUSTAKA ........... 107 LAMPIRAN

xi

DAFTAR TABEL Tabel 1 Perkembangan Realisasi PAD Kota Tahun 2008-2012... Tabel 2 Kontribusi Retribusi Parkir terhadap Total Pendapatan Asli Daerah Kota Parepare tahun 2008-2012.. Keadaan Pegawai Pada UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Parepare berdasarkan jenis kelamin ..................................................................................................... Keadaan Pegawai Negeri sipil Pada UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Parepare berdasarkan golongan..................................................................................... Keadaan Pegawai Pada UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Parepare berdasarkan tingkat pendidikan ... Perkembangan Target Realisasi Retribusi Parkir Kota Parepare Tahun 2008-2012.. Potensi Penelitian Retribusi Parkir Kota Parepare Tahun 2008 -2012.............................................................. Jumlah SDM Juru Parkir dan Kasi Pemungutan UPTD Perparkiran Kota Parepare Tahun 2012...

Tabel 3

83

Tabel 4

83

Tabel 5

84

Tabel 6

88

Tabel 7

90

Tabel 8

98 101

Tabel 9 Perkembangan Realisasi PAD Kota Tahun 2008-2012... Tabel 10 Kontribusi Retribusi Parkir terhadap Total Pendapatan Asli Daerah Kota Parepare tahun 2008-2012..

103

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1.

Kerangka Konseptual ....... 53

Gambar IV.2. Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Parepare.. 77 Gambar IV.3. Struktur Organisasi UPTD Pengelolaan Perparkiran Kota Parepare.. 78

xiii

BAB I

PENDAHULUAN

I.1.

LATAR BELAKANG Munculnya otonomi daerah menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma

dari sistem pemerintahan

yang bercorak sentralisasi mengarah kepada sistem

pemerintahan yang desentralisasi, yaitu dengan memberikan keleluasaan kepada daerah dalam mewujudkan daerah otonom yang luas dan bertanggung jawab, untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai kondisi dan potensi wilayahnya. Pemberian otonomi kepada daerah pada dasarnya bertujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah daerah, terutama dalam pelaksanakan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat serta untuk meningkatkan pembinaan kesatuan politik dan kesatuan bangsa. Pembangunan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional pada hakekatnya diharuskan untuk mengembangkan kemandirian tiap-tiap daerah sesuai potensi sumber daya yang dimilikinya dan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan merata dan terpadu. Prinsip dasar berlakunya undang-undang pemerintahan daerah adalah memberikan kewenangan yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengelola daerahnya masing-masing. Untuk efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan fungsi pemerintah daerah diperlukan dukungan sumber pembiayaan yang memadai.

Dalam rangka memenuhi pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah di daerah dapat diperoleh dari penerimaan daerah sendiri atau dapat pula dari luar daerah. Sumber-sumber pendapatan yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah adalah dengan meningkatkan pendapatan dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah & pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Upaya-upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah ini tidak terlepas dari mekanisme sistem pemerintahan daerah yaitu kerjasama antar Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah dengan cara pendekatan terpadu dan tidak menghilangkan identitas, tugas serta fungsi masing-masing. Tujuan peningkatan penerimaan daerah dapat diusahakan melalui

peningkatan efesiensi dan efektivitas pemungutan dan penggunaan pajak daerah dan retribusi daerah, dengan adanya kebijakan yang tepat diharapkan akan terjadi peningkatan Pendapatan Daerah yang akhirnya akan terjadi peningkatan pula pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah. Retribusi Daerah selain sebagai salah satu sumber penerimaan bagi pemerintah daerah juga merupakan faktor yang dominan peranannya dan kontribusinya untuk menunjang pemarintah daerah salah satunya adalah retribusi parkir. Dalam rangka pencapaian pelayanan dan pelaksanaan perpakiran secara efektif dan efisien maka setiap daerah harus secara kreatif mampu menciptakan dan

mendorong semakin meningkatnya sumber-sumber pendapatan asli daerah. Salah satu sumber-sumber pendapatan asli daerah yang potensial adalah sektor jasa perparkiran, sumber keuangan atau sumber-sumber pendapatan asli daerah, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Prinsip otonomi daerah menggunakan otonomi seluas-luasnya, dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintah di luar menjadi urusan yang ditetapkan dalam undang-undang ini. Retribusi parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari masyarakat, dimana pengelolaannya dahulu dilakukan oleh dinas pendapatan daerah yang berdasar pada peraturan daerah (Perda) Nomor. 6 tahun 2009, dan kini dikelolah oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi yang diserah tugaskan oleh pemerintah Kota Parepare. Kota Parepare merupakan salah satu Kota terbesar di Makassar dimana masih banyak terjadi beberapa masalah dalam penerimaan Retribusi Parkir yang belum dikelola secara optimal. Retribusi Daerah selain sebagai salah satu

sumber penerimaan bagi pemerintah daerah juga merupakan faktor yang dominan peranannya dan kontribusinya untuk menunjang pemarintah daerah salah satunya adalah retribusi parkir. Retribusi parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari masyarakat, dimana pengelolaannya

dilakukan oleh UPTD Perparkiran Kota Parepare Peningkatan PAD pada kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami pasang surut sedangkan pada penerimaan PAD tidak mencapai target disebabkan karena adanya

factor-faktor baik eksternal dan internal yang mempengaruhi tetapi pada tahun 2008 dan tahun 2009 mencapai target bahkan lebih dari target semula karena adanya peningkatan penduduk. Permasalahan yang dialami Pemerintah Daerah dalam pengelolaan pendapatan daerah adalah hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi beberapa item telah dilakukan pembenahan sehigga secara subtansial telah mengalami kemajuan. Hambatan atau kendala yang dialami oleh Pemerintah Daerah saat ini dalam proses pencapaian kinerja pengelolaan pendapatan daerah antara lain masih ada beberapa Perda mengenai penetapan tarif objek PAD yang sudah tidak sesuai lagi dengan potensi dan kondisi objektif masyarakat dan Langkah-langkah intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah masih perlu dioptimalkan; Tabel 1 Target dan Realisasi Retribusi Parkir Kota Parepare Tahun 2008 - 2012 Tahun Target Realisasi 2008 2009 2010 2011 2012 165.000.000 170.500.000 190.000.000 185.000.000 228.000.000 165.360.500 170.504.000 179.844.400 190.055.000 233.218.000

No 1. 2. 3. 4. 5.

Sumber:Dispenda.Parkir Kota Parepare, 23 Mei 2013

Kondisi keuangan UPTD Perparkiran Kota Parepare sejak Tahun 2008 sampai 2009 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada Tahun

anggaran 2011, diterima Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi parkir sebesar Rp. 190.055.000,- mencapai target kemudian tahun 2012 penerimaan melampaui target yaitu Rp. 233.218.000,- persentasi naik menjadi 102,29 %. Walaupun retribusi parkir 2 tahun terakhir mengalami peningkatan namun kontribusi terhadap PAD kota Parepare menurun dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2 Kontribusi Retribusi Parkir Terhadap Total Pendapatan Asli Daerah Kota Parepare Tahun 2008-2012 No 1. 2. 3. 4. 5. Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Retribusi Parkir 165.360.500 170.504.000 179.844.400 190.055.000 233.218.000 PAD 30.948.147.666.05 36.930.724.269.91 39.486.383.367.78 36.050.774.560.46 51.180.986.443.16 Kontribusi ( % ) 0.53% 0.46% 0.46% 0.53% 0.46%

Sumber : Diolah dari data UPTD Perparkiran ,22 Oktober 2013

Dari tabel di atas dapat dilihat walaupun realisasi retribusi parkir menngkat setiap tahun namun penerimaan terhadap PAD menurun hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap retribusi parkir. Selain itu penerimaan retribusi parkir kota parepare masih dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah area parkir dengan maksud selain menambah pendapatan daerah juga untuk meghindari pemanfaatan lahan/area oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atau juru parkir liar. Selain itu potensi setiap titik area merupakan salah satu penentuan target setiap tahun. Sehingga kontribusi terdapat PAD mengalami peningkatan. Berdasarkan latar belakang pemikiran tersebut maka peneliti merasa tertarik

untuk mencoba mengetahui lebih jauh tentang bagaimana pengelolaan retribusi parkir kota parepare. Sehingga peneliti menfokuskan penelitiannya dengan judul : EFEKTIVITAS PENGELOLAAN RETRIBUSI PARKIR KOTA PAREPARE I.2 Rumusan Masalah Dari uraian yang telah dikemukakan di atas, maka dalam penulisan karya ilmiah ini dirumuskan masalah yaitu bagaimana efektivitas dalam pengelolaan retribusi parkir Kota Parepare ? I.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas yang telah dikemukakan sebelumnya maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dalam pengelolaan retribusi parkir Kota Parepare . I.4 Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan acuan untuk digunakan sebagai berikut: 1. Akademis Secara akademis hasil peneliatian ini diharapkan berguna sebagai suatu karya ilmiah yang dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan masukan yang dapat mendukung bagi peneliti maupaun pihak lain yang tertarik dalam bidang penelitian yang sama. 2. Praktis Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak pemerintah daerah khususnya UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan dalam upaya peningkatan pendapatan retribusi parkir

dan memperkuat pentingnya retribusi daerah dalam membina daerah otonomi di Indonesia.

BAB III METODE PENELITIAN

III.1

Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari seorang atau

lembaga. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dan kalau dikaitkan dengan efektivitas pengelolaan retribusi parkir di Kota Parepare, maka metode penelitian yang paling tepat digunakan adalah deskriptif. Penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dilakukan dalam wilayah yang luas mengingat hal yang dicari secara mendalam berada dalam wilayah kegiatan yang berkaitan dengan wilayah administrasi pengelolahan retribusi parkir di Kota Parepare kecenderungan untuk menggunakan metode penelitian ini berdasarkan kepada metode ini dianggap sangat relevan dengan materi penulisan skripsi, karena penelitian yang dilakukan hanya bersifat deskriptif, yaitu

mengambarkan apa adanya dari kejadian yang diteliti. Selain itu guna memperoleh data yang objektif dan valid dalam rangka memecahkan permasalahan yang ada. III.2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Kantor UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Parepare. III.3. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variabel satu dengan variabel yang lainnya. Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk menggambarkan bagaimana adanya fakta-fakta yang ditemukan pada masa sekarang, selanjutnya menganalisa dan menafsirkan fakta-fakta tersebut serta mengambil kesimpulannya. Jadi dalam penelitian ini penulis menggambarkan Efektivitas Pengelolaan Retribusi Parkir di Kota Parepare. III.4. Unit Analisis Dalam penyusunan penelitian ini, penulis menggunakan unit analisis Kelompok aktor atau organisasi dalam hal ini UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Parepare sebagai aktor yang terlibat dalam efektivitas Pengelolahan Retribusi Parkir di Kota Parepare. Penentuan unit analisis ini didasarkan pada pertimbangan objektif bahwa berbagai variabel dan indikator dalam kajian ini lebih lanjut dideteksi

dengan pendekatan kelompok aktor atau organisasi. III.5. Jenis Sumber Data Penelitian dilakukan pada dua sumber, yaitu penelitian yang dilakukan dalam penelitian lapangan dan dari penelitian akan didapatkan dua jenis data yaitu : III.5.1. Data sekunder Data sekunder yang bersumber dari hasil olahan instansi atau sesuatu

lembaga tertentu bukan saja untuk kepentingan lembaganya tetapi juga untuk

pihak lain yang membutuhkan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh landasan atau kerangka pemikiran yang digunakan untuk membahas hasil penelitian. III.5.2. Data primer Dimana penulis langsung berkomunikasi dengan sumber data berupa data primer kemudian untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data dengan menerapkan teknik penggumpulan data disebutkan pada uraian selanjutnya. III.6. Informan Penelitian Dalam penelitian ini informan yang peneliti maksudkan adalah subyek yang diharapkan dapat memberikan keterangan dan informasi tentang hal-hal yang akan diteliti dan dipandang sebagai para informan adalah terdiri dari : 1. KepalaUPTD Perparkiran 2. Kasubag UPTD Perparkiran 3. Juru parkir 4. Masyarakat III.7. Fokus Penelitian Secara ilmiah Fokus Penelitian digunakan sebagai dasar dalam yang dapat

pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data apa yang diambil. Dalam pemakaian praktis, Fokus Penelitian dapat berperan menjadi penghilang bias dalam mengartikan suatu ide/maksud yang biasanya dalam bentuk tertulis. Untuk mempermudah dan memperjelas pemahaman terhadap konsep-konsep

10

penting yang digunakan dalam penelitian ini, maka dikemukakan Fokus Penelitian sebagai berikut : 1. Pengelolaan, merupakan proses yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Parkir Kota Pare-Pare dalam usaha mengoptimalkan pemungutan retribusi parkir yang terdiri atas tiga bagian, yaitu: Perencanaan yaitu penentuan pokok-pokok tujuan dan sasaran

dalam pemungutan retribusi parkir. Penggerakan yaitu usaha pimpinan atau atasan dalam menggerakkan setiap orang/pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan pemungutan retribusi parkir di PD Parkir Kota Pare-Pare dan dalam pelaksanaan kesejahtraan juru parkir di Kota Pare-Pare. Pengawasan, (controlling). Fungsi tersebut menyangkut semua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer atau pimpinan dalam upayanya memastikan bahwa hasil actual sesuai dengan hasil yang direncanakan. Pengawasan yang dimaksud disini adalah proses pemantauan langsung yang dilakukan oleh Tim Penertiban pemantauan tidak langsung Parkir. Sedangkan proses

dilakukan oleh Tim Pengawasan Parkir

kemudian di laporkan kepada atasan/pemimpin. 2. Efektivitas Pengelolaan Retribusi Parkir adalah berhasil atau tidak upayaupaya yang dilakukan oleh UPTD Perparkiran Kota Parepare untuk meningkatkan hasil penerimaan retribusi daerah terutama Retribusi Parkir

11

yang ada di Kota Parepare yang lebih memperhatikan fungsi perencanaan , pelaksanaan dan pengawasan. III.8. Teknik Pengumpulan Data

Guna memperoleh data dan informasi serta keterangan-keterangan bagi kepentingan penulis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen sebagai berikut : Wawancara Penelitian mengadakan tanya jawab dengan para informan untuk

memperoleh data mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah pembahasan skripsi ini dalam hal melakukan wawancara digunakan

pedoman pertanyaan yang disusun berdasarkan kepentingan masalah yang diteliti. Observasi Pengamatan dilakukan terhadap Pengelolahan Retribusi Parkir. Study Kepustakaan Penelitian kepustakaan atau Library research adalah penelitian yang digunakan dengan cara membaca dan mempelajari buku-buku,majalah, peraturan Perundang-undangan dan bahan-bahan hubungannya dengan proposal ini. Telaah Dokumen lainnya yang erat

12

Telaah dokumen yaitu mengkaji dokumen-dokumen baik berupa buku referensi maupun peraturan maupun pasal yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan penulis. Telaah dokumen dilakukan dengan cara penelusuran terhadap beberapa dokumen yang berkaitan dengan objek

penelitian guna mendapatkan data sekunder yang akan digunakan dalam menganlisis permasalahan, yaitu yang berhubugan dengan teori-teori, undang-undang dan dokumen tentang Retribusi Parkir. III.9. Teknik Pengelolahan Data dan Analisis Data

Teknik analisa dilakukan secara kualitatif yang dibantu dengan data angka yang dikualifikasikan melalui tabel frekwensi. Menurut Bogdan dan Biken(1982), analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya, dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Di dalam melakukan analisis data penelitian mengacu kepada

beberapa tahapan yang dijelaskan Miles dan Huberman yang terdiri dari beberapa tahapan antara lain : Pengumpulan Informasi melalui wawancara terhadap key informan yang comportable terhadap penelitian kemudian observasi langsung kelapangan untuk menunjang penerimaan yang dilakukan agar mendapatkan sumber data yang diharapkan. Reduksi Data ( data reduction ) yaitu proses pemilihan, pemusatan

perhatian kepada penyerdehanaan, transformasi data kasar yang muncul

13

dari catatan-catatan dilapangan selama meneliti tujuan diadakan transkrip data ( transformasi data ) untuk memilih informasi mana yang dianggap sesuai dan tidak sesuai dengan masalah yang menjadi pusat penelitian di lapangan. Penyajian data ( data display ), yaitu kegiatan sekumpulan informasi dalam bentuk naratif, grafik jaringan, tabel dan bagan yang bertujuan mempertajam pemahaman penelitian terhadap informasi yang dipilih kemudian disajikan dalam tabel ataupun uraian penjelasan. Pada tahap akhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verivication), yang mencari pola-pola penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat dengan melakukan verifikasi berupa tinjauan ulang pada catatan-catatan di lapangan sehingga data-data dapat diuji validitasnya.

14

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1

Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya yang menyangkut

Efektivitas pengelolaan retribusi parkir di Kota Parepare dapat ditarik kesimpulan sebagai barikut : Efektifitas pengelolaan retribusi parkir sangat efektif dengan peningkatan realisasi parkir yang meningkat setiap tahun dan persentasi melebihi 100%. Realisasi retribusi parkir setiap tahun meningkat namun kontribusi retribusi parkir terhadap retribusi daerah Kota Parepare dan terhadap Pendapatan Asli Daerah cenderung mengalami penurunan dalam tahun terakhir ini. Meskipun retribusi parkir memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah namun hal itu tidak menjamin kontribusi yang diberikan terhadap retribusi daerah dan pendapatan asli daerah juga meningkat setiap tahunnya. Hal ini karena kurangnya pengawasan dalam pengelolaan retribusi parkir kota parepare. V.2 Saran Adapun saran yang dapat penulis berikan sehubungan dengan

pengelolaan retribusi parkir dengan melihat kesimpulan diatas adalah sebagai berikut : 1. Adanya dasar hukum yang jelas dan tegas,objek terdata dengan baik Sebelum dilakukan pemungutan terhadap Retribusi parkir hendaknya

potensi objek retribusi telah terdata dengan baik. Hal ini dapat digunakan

15

sebagai alat untuk mengukur apakah objek retribusi tersebut sudah memenuhi aspek ekonomis dan aspek teknis. 2. SDM, Adanya penyesuaian jenis pekerjaan dengan sumber daya

manusianya dalam hal ini petugas yang berwewenang yaitu petugas pemungutan di lapangan parkir. Jumlah area parkir yang banyak perlu petugas pemungutan yang sesuai untuk pembagian lokasi area parkir. 3. Kepada kolektor/petugas pemungutan retribusi agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab serta sesuai

dengan aturan-aturan yang ada sehingga tidak ada keluhan dari juru parkir 4. Perlu melakukan pengawasan rutin kepada para pegawai terutama dalam kasi pemungutan dan terjun langsung ke kawasan perparkiran guna melihat secara langsung pelaksanaan pemungutan retribusi parki dan menilai apakah pelaksanaan retribusi parkir telah berjalan efektif dan telah sesuai dengan apa yang direncanakan. Tidak hanya berfokud terhadap

pengawasan laporan keuangan yang telah masuk.

16

DAFTAR PUSTAKA

BUKU : Athoillah Anton. 2010. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Pustaka Setia. Bratakusumah, Deddy Supriady, Ph.D dan Dadang Solihin, M.A. 2003. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Cet.4. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Darwin. 2010. Media Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta : Mitra Wacana

Harmono. 2009. Manajemen Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara. Hasibuan, Malayu S.P., Jakarta : Bumi Aksara. Haji. 2008. Manajemen Sunber Daya Manusia.

Kesit, Bambang Prakosa. 2005. Pajak dan Retribusi Daerah. cetakan kedua. Yogyakarta : UII Press. Kurniawan, Agung. 2005. Transformasi Pelayanan Publik : Pembaharuan Yani. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Mitra Wacana Media. Mahmudi. 2010. Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta : Erlangga Manullang. 2001. Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Mardiasmo. 2009. Perpajakan Edisi Revisi. Yogyakarta : C.V Andi Offset. Sabarguna, Boy S., Haji. 2004. Analisis Data Pada Penelitian Kualitatif. Jakarta : Universitas Indonesia Simamora, Hendry. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE YPKN Press Siswanto. 2005. Pengantar Manajemen. . Jakarta : Bumi Aksara. Sulaiman, Anwar. 2000. Pengantar Keuangan Negara dan Daerah. Jakarta : STIA-LAN Press

17

Sumarsono, Sonny. 2010. Manajemen Yogyakarta : Graha Ilmu.

Keuangan

Pemerintahan-Ed.1,Cet.1.

S.H Basuki. 2007. Pengelolaan Keuangan Daerah. cetakan pertama. Yogyakarta : Kreasi Wacana. The Liang Gie. 1989. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta : Andi Offset. Wijayanti, Irine Diana Sari Se,Mm. 2008. Manajemen. Jogyakarta : MITRA CENDIKIA offset.

DOKUMEN-DOKUMEN Undang-undang Nomor 34 tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Perda Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Dinas Perhubungan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Peraturan Daerah Parepare Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

18

L A M P I R A N

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat dan Tanggal Lahir Alamat Nomor telepon/FAX Nama orang tua :

: Kurniati : Sorong, 05 Juli 1991 : Jl. Lure No 46 A Vetran Utara : 082 192 181 172 Ayah : Suwardi Ibu : Hamsia : : SD Negeri 2 Sorong : SMP Negeri 27 Makassar : SMK Negeri 1 Sorong

Riwayat pendidikan formal SD SMP SMA Pengalaman organisasi

Tahun 2006, anggota PMR Tahun 2012, anggota pengurus HUMANIS FISIP UNHAS

Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA


UPTD Perparkiran : 1. Bagaimana prosedur pengelolaan retribusi parkir di Kota Parepare 2. Bagaimana pelaksanaan penetapan target terhadap retribusi parkir di Kota Parepare 3. Bagaimana prosedur pemungutan retribusi parkir di Kota Parepare 4. Apakah pemungutan retribusi parkir sudah sesuai dengan tariff yang telah ditetapkan pemerintah 5. Bagaimana kemampuan aparat dalam melaksanakan pemungutan retribusi parkir 6. Apakah pungutan retribusi parkir di Kota Parepare sudah efektif atau dalam artian selalu mencapai target 7. Apakah retribusi parkir selama ini sudah memberikan konribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan daerah 8. Apakah upaya-upaya untuk meningkatkan penerimaan retribusi parkir

9. Bagaimana pelaksanaan pembukuan dan pelaporan terhadap retribusi parkir 10. Bagaimana cara penyetoran hasil retribusi parkir kota Parepare 11. Bagaimana system pengawasan terhadap pelaksanaan pungutan

retribusi parkir 12. Bagaimana pemberian upah pungut terhadap tenaga pemungut dalam pengelolaan retribusi parkir kota Parepare

13. Dapatkah saudara menguraikan sarana dan prasarana( fasilitas ) yang dipakai dalam rangka peningkatan PAD Kota Parepare khususnya dari penerimaan retribusi parkir 14. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan retribusi parkir atau dalam artian kesadaran wajib retribusi dalam membayar 15. Apakah selama ini masyarakat yang tidak mematuhi kewajibannya diberi sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku 16. Berapa jumlah petugas pemungut retribusi parkir 17. Apakah jumlah petugas pemungut retribusi sudah cukup bila

dibandingkan dengan luas wilayah kerja mereka 18. Apakah kualitas sumber daya manusia di kantor perparkiran sudah cukup memadai 19. Apakah aparat/petugas di kantor perparkiran sering diikutkan dalam pelatihan / pendidikan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia JURU PARKIR

1. Apakah pemungutan retribusi parkir sudah sesuai dengan tariff yang telah ditetapkan pemerintah 2. Bagaimana cara penyetoran hasil retribusi parkir kota pare-pare 3. Bagaimana pemberian upah pungut terhadap Juru parkir dalam pengelolaan retribusi parkir kota pare-pare 4. Apakah Juru parkir sering diikutkan dalam pelatihan / pendidikan yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia

5. Apakah syarat-syarat untuk memperoleh ID Card dari UPTD Dinas Perhubungan 6. Apakah hasil pemungutan parkir di serahkan seluruhnya kepada dinas perhubungan secara harian atau bulanan ?