Anda di halaman 1dari 11

Askep Kasus Fraktur terbuka Tibia

+ Fibula
Posted on October 20, 2013 by Celvin Sohilait
ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR TERBUKA TIBIA + FIBULA PADA Tn. S

Tgl/Jam Masuk RS : -
Ruang : -
NO. Reg : -
Diagnosa medis : Fraktur Terbuka Tibia + Fibula Dextra pada 1/3 bagian Proksimal
1. PENGKAJIAN
1. Identitas klien
i. Nama : Tn. S
ii. Umur : 25 Tahun
iii. Jenis kelamin : Laki Laki
iv. Agama : -
v. Suku : -
vi. Pekerjaan : -
vii. Pendidikan : -

1. KELUHAN UTAMA
Fraktur Terbuka Tibia Fibula Dextra pada 1/3 bagian Proksimal
1. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kesehatan sekarang
Klien dibawa ke RS dengan keluhan Fraktur Tibia + Fibula Dextra pada bagian 1/3
Proksimal setelah menagalami kecelakaan lalu lintas.
Pada saat dilakukan pengkajian ditemukan tulang Tibia merobek kulit dan otot, perdarahan
massif, serta kuku kaki kanannya sianosis. Pada saat membersihkan luka, klien mengeluh
nyeri. Tn. S merintih kesakitan, nyeri tumpul dengan skala nyeri 4. Saat disentuh Tn. S
6merintih sakit selama 10 menit.
1. Riwayat kesehatan dahulu : -
2. Riwayat kesehatan keluarga : -

1. PEMERIKSAAN FISIK

1. TTV :
i. TD : 100/80 mmHg
ii. P : 16x/Menit
iii. N : 100x/Menit
iv. S : 37,5c
1. BB : 50 kg
2. TB : 160 kg

1. Pemeriksaan Penunjang : -

1. ANALISA DATA
Nama : Tn. S
Umur : 25 Tahun
Pre Operasi
No Pengelompokan Data Masalah Kemungkinan
Penyebab




DS :
keluhan utama Fraktur Tibia+Fibula
dextra











1
DO:
TD : 100/80 mmHg
hasil pemeriksaan fisik ditemukan
tulang Tibia merobek kulit dan otot
kuku kaki kanan sianosis
perdarahan massif


Ganggaun perfusi
jaringan


Fraktur terbuka
Dan
Proses pembedahan




2

Faktor Resiko :
Keluhan utama klien yaitu fraktur
Tibia+Fibula dextra
S : 37,5
o
c
Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan
tulang tibia merobek kulit dan otot




Resiko Tinggi Infeksi



Fraktur terbuka dan
kerusakan jaringan




3

Factor Resiko
S : 37,5
o
c
klien akan menjalani operasi
keluarga klien dianjurkan menyiapkan 2
bag kantong darah PRC (500 cc)
setelah operasi, klien transfuse albumin
25% sebanyak 50cc





Resiko kekurangan
volume cairan





Output cairan yang
berlebihan








Post Operasi

No

Pengelompokan Data

Masalah


Kemungkinan
penyebab




1
DS :
Klien mengeluh nyeri saat
membersihkan luka
DO :
Klien merintih kesakitan
Nyeri tumpul dengan skala nyeri 4
Klien merintih sakit selama 10 menit
saat disentuh
PQRST.?????





Nyeri akut




Proses pembedahan



2
DS :
Keluhan utama klien yaitu fraktur
Tibia+Fibula dextra
DO :
Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan
tulang tibia merobek kulit dan otot




Kerusakan Integritas
Kulit


Fraktur terbuka
Dan
Proses pembedahan

3
DS : -
DO :
Klien dipasangi gips


Gangguan mobilitas fisik

Imobilisasi

1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama : Tn. S
Umur : 25 Tahun
Pre Operasi
No Tanggal
Ditemukan
Diagnosa Keperawatan Paraf

1

-

Gangguan Perfusi Jaringan ybd Fraktur Terbuka
dan Proses Pembedahan



2

-

Resiko Tinggi Infeksi ybd Fraktur terbuka dan
Kerusakan Jaringan



3

-

Resiko kekurangan volume cairan ybd Output
Cairan yang Berlebihan



Post Operasi
No Tanggal
Ditemukan
Diagnosa Keperawatan Paraf

1

-

Nyeri akut ybd Proses Pembedahan



2

-

Kerusakan Integritas Kulit ybd Fraktur Terbuka
dan Proses Pembedahan



3

-

Gangguan Mobilitas Fisik ybd Imobilisasi



1. RENCANA KEPERAWATAN
Nama : Tn. S
Umur : 25 Tahun
Pre Operasi
No Diagnosa
Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
(NOC)
Intervensi (NIC) Paraf

1

Gangguan Perfusi
Jaringan ybd Fraktur
Terbuka dan Proses
Pembedahan



Kerusakan integritas
jaringan dapat diatasi
setelah tindakan perawatan
Kriteria hasil:
Penyembuhan luka
sesuai waktu
Tidak ada laserasi,
integritas kulit baik


Observasi TTV
klien, terutama TD
Jelaskan tentang
semua tindakan
yang
diprogramkan dan
pemeriksaan yang
dilakukan
Lakukan
pendekatan secara
tenang dan beri
dorongan untuk
bertanya serta
berikan informasi
yang dibutuhkan
Kolaborasi
pemberian terapi
Heparin :
perhatikan
pembentukan
tanda tanda
antibody
antitrombosit oleh
penurunan tiba
tiba dari jumlah
trombosit


2

Resiko Tinggi Infeksi
ybd Fraktur terbuka
dan Kerusakan
Jaringan


Klien dapat beradaptasi
dengan nyeri

Kriteria Hasil :
Klien dapat melakukan
tindakan untuk mengurangi
nyeri dan klien kooperatif
dengan tindakan yang
dilakukan

Kaji tingkat nyeri
Observasi TTV
klien, terutama
suhu klien
Pertahankan tirah
baring selama fase
akut
Kurangi aktifitas
yang berlebihan
Bantu klien dalam
aktifitas sesuai
kebutuhan
Jelaskan penyebab

nyeri pada klien


3

Resiko kekurangan
volume cairan ybd
Output Cairan yang
Berlebihan


Kekurangan volume cairan
teratasi

Kriteria Hasil :
Terjadi peningkatan
asupan cairan
Tidak menunjukan
tanda- tanda
kekurangan volume
cairan


Kaji pemasukan /
pengeluaran dan
hitung
keseimbangan
cairan
Observasi TTV,
terutama suhu
klien
Anjurkan klien
untuk minum dan
makan dengan
perlahan sesuai
indikasi



Post Operasi
No Diagnosa
Keperawatan
Tujuan dan kriteria Hasil
(NOC)
Intervensi (NIC) Paraf

1

Nyeri akut ybd
Proses Pembedahan



Meningkatkan
perasaan nyaman dan
aman individu
Meningkatkan
kemampuan individu
untuk dapat
melakukan aktifitas
fisik yang diperlukan
untuk penyembuhan

Kriteria Hasil :
Nyeri berkurang sampai
hilang, ditandai dengan :
Intensitas nyeri: 0 2
Ekspresi wajah rileks

Kaji intensitas nyeri
Ajarkan untuk
menggunakan teknik
relaksasi dan nafas
dalam atau teknik
distraksi seperti
mendengarkan music
atau baca buku
Kolaborasi
pemberian obat
analgetik sesuai
indikasi





2 Kerusakan Integritas
Kulit ybd Fraktur
Terbuka dan Proses
Pembedahan

Mencapai penyembuhan luka
sesuai waktu/penyembuhan
lesi terjadi

Monitor warna kulit
Monitor temperatur
kulit
Inspeksi kulit dan
membran mukosa
Inspeksi kondisi
insisi bedah
Monitor kulit pada
daerah kerusakan
dan kemerahan
Monitor infeksi dan
oedema


3 Gangguan Mobilitas
Fisik ybd Imobilisasi
Mempertahankan mobilitas
fisik, ditandai dengan :
Klien mau beraktifitas
secara perlahan
Kaji derajat mobilitas
yang dapat dilakukan
klien
Bantu untuk mobilisasi
menggunakan kursi
roda/tongkat
Bantu dalam hygiene
perorangan
Ubah posisi secara
periodic



1. IMPLEMENTASI
Nama : Tn. S
Umur : 25 Tahun
Pre Operasi
Diagnosa Tanggal/jam Implementasi Perkembangan Paraf


Dx 1

Mengobservasi TTV klien,
terutama TD
Menjelaskan tentang semua
tindakan yang diprogramkan dan
pemeriksaan yang dilakukan
Melakukan pendekatan secara
tenang dan beri dorongan untuk
bertanya serta berikan informasi
yang dibutuhkan
Mengkolaborasikan pemberian
terapi Heparin : perhatikan
pembentukan tanda tanda
antibody antitrombosit oleh
penurunan tiba tiba dari jumlah
trombosit





S : -

O : TD : 110/80 mmHg

A : masalah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi





Dx 2

Mengkaji tingkat nyeri
Mengobservasi TTV klien,
terutama suhu klien
Mempertahankan tirah baring
selama fase akut
Mengurangi aktifitas yang
berlebihan
Membantu klien dalam aktifitas
sesuai kebutuhan
Menjelaskan penyebab nyeri pada
klien



S : klien masih merasa nyeri

O : S = 37
o
c

A : masalah teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi





Dx 3

Mengkaji pemasukan /
pengeluaran dan hitung
keseimbangan cairan
Mengobservasi TTV, terutama
suhu klien
Menganjurkan klien untuk minum
dan makan dengan perlahan sesuai
indikasi


S : -

O : S : 36
o
c


A : masalah teratasi

P : hentikan tindakan


Post Operasi
Diagnosa Tanggal/jam Rencana Keperawatan Perkembangan Paraf



Dx 1

Mengkaji intensitas nyeri
Mengajarkan untuk menggunakan
teknik relaksasi dan nafas dalam
atau teknik distraksi seperti
mendengarkan music atau baca
buku
Mengkolaborasikan pemberian
obat analgetik sesuai indikasi








Dx 2




Memonitoring warna kulit
Memonitoring temperatur kulit
Menginspeksi kulit dan membran
mukosa
Menginspeksi kondisi insisi
bedah
Memonitoring kulit pada daerah
kerusakan dan kemerahan
Memonitoring infeksi dan
oedema











Mengkaji derajat mobilitas yang
dapat dilakukan klien
Membantu untuk mobilisasi
menggunakan kursi roda/tongkat
Membantu dalam hygiene

Dx 3

perorangan
Mengubah posisi secara periodic