Anda di halaman 1dari 27
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Peran Peta Partisipatif dalam

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Peran Peta Partisipatif dalam Perencanaan Tata Ruang

Oleh:

Oswar Muadzin Mungkasa Direktur Tata Ruang dan Pertanahan

Jakarta, 21 Mei 2015

Kementerian PPN/Bappenas Kerangka Presentasi 1 • Penataan Ruang 2 • RTR Kawasan Perdesaan 3 •

Kementerian PPN/Bappenas

Kerangka Presentasi

Kementerian PPN/Bappenas Kerangka Presentasi 1 • Penataan Ruang 2 • RTR Kawasan Perdesaan 3 • Peran

1 Penataan Ruang

2 RTR Kawasan Perdesaan

3 Peran Peta Partisipatif

4 SDM Penyusun RTR

5 RPJMN 2015-2019

6 Identifikasi Penyediaan Peta Desa Tahun 2016

7 Penutup

Kementerian PPN/Bappenas Penataan Ruang Pasal 1 (3) UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Kementerian PPN/Bappenas

Penataan Ruang

Pasal 1 (3) UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR)

Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang

Pasal 1 (11) UUPR

Pelaksanaan penataan ruang adalah upaya pencapaian tujuan penatan

ruang melalui pelaksanaan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang,

dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Pasal 1 (16) UUPR

Rencana Tata Ruang adalah Hasil Perencanaan Tata Ruang

UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR)

Pelaksanaan Penataan Ruang Kementerian PPN/Bappenas

Pelaksanaan Penataan Ruang

Kementerian PPN/Bappenas

Pelaksanaan Penataan Ruang Kementerian PPN/Bappenas
Kementerian PPN/Bappenas Rencana Tata Ruang Rencana Umum Tata Ruang • RTRWN • RTRW Provinsi •

Kementerian PPN/Bappenas

Rencana Tata Ruang

Rencana Umum Tata Ruang

RTRWN

RTRW Provinsi

RTRW Kabupaten

RTRW Kota

Rencana Rinci Tata Ruang

RTR Pulau/Kepulauan

RTR KSN RTR KSP

RTR KS Kab/Kota

RDTR Wilayah

Kabupaten/Kota

Rencana umum tata ruang disusun berdasarkan pendekatan wilayah administratif dengan muatan substansi mencakup rencana
Rencana umum tata ruang disusun berdasarkan pendekatan wilayah
administratif dengan muatan substansi mencakup rencana struktur ruang dan
rencana pola ruang.
Rencana rinci tata ruang disusun berdasarkan pendekatan nilai strategis
kawasan dan/atau kegiatan kawasan dengan muatan substansi yang dapat
mencakup hingga penetapan blok dan subblok peruntukan.
Kementerian PPN/Bappenas RTR Kawasan Perdesaan Pasal 49 UUPR • Rencana tata ruang kawasan perdesaan yang

Kementerian PPN/Bappenas

RTR Kawasan Perdesaan

Pasal 49 UUPR

Rencana tata ruang kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten adalah bagian rencana tata ruang wilayah kabupaten

Pasal 79 (1) UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa

Pemerintah Desa menyusun perencanaan Pembangunan Desa

sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada

perencanaan pembangunan Kabupaten/ Kota

Pasal 83 (3a) UU Desa

Penggunaan dan pemanfaatan wilayah Desa dalam rangka penetapan kawasan pembangunan harus sesuai dengan tata ruang Kabupaten/Kota

Kementerian PPN/Bappenas RTR Kawasan Perdesaan (2) Pasal 123 (2a) PP No. 43 Tahun 2014 Tentang

Kementerian PPN/Bappenas

RTR Kawasan Perdesaan (2)

Pasal 123 (2a) PP No. 43 Tahun 2014 Tentang Desa

Pembangunan kawasan perdesaan antara lain: penyusunan

rencana tata ruang kawasan perdesaan secara partisipatif

Pasal 125 (1) PP Desa

Perencanaan, pemanfaatan, dan pendayagunaan aset Desa dan

tata ruang dalam pembangunan kawasan perdesaan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah Desa yang selanjutnya ditetapkan dengan peraturan Desa

Pasal 125 (3b) PP Desa

Pelibatan Pemerintah Desa antara lain: memfasilitasi musyawarah Desa untuk membahas dan menyepakati

pendayagunaan aset Desa dan tata ruang Desa

Kementerian PPN/Bappenas Perizinan Pemanfaatan Ruang Izin pemanfaatan ruang dikeluarkan/ diputuskan oleh Kepala Daerah .

Kementerian PPN/Bappenas

Perizinan Pemanfaatan Ruang
Perizinan Pemanfaatan Ruang
Kementerian PPN/Bappenas Perizinan Pemanfaatan Ruang Izin pemanfaatan ruang dikeluarkan/ diputuskan oleh Kepala Daerah .

Izin pemanfaatan ruang dikeluarkan/ diputuskan oleh Kepala Daerah.

Izin Pemanfaatan Ruang terdiri dari:

a. Izin Prinsip, diberikan berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota;

b. Izin Lokasi, diberikan berdasarkan

RTRW Kabupaten/Kota;

c. Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah, diberikan berdasarkan izin lokasi; dan

d. Izin Mendirikan Bangunan, diberikan

berdasarkan RDTR dan peraturan

zonasi.

PP No.15 /2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

8

Peran Peta Partisipatif Kementerian PPN/Bappenas Musyawarah Desa: Tata Ruang Kawasan Perdesaan Penetapan Peraturan Desa:

Peran Peta Partisipatif

Kementerian PPN/Bappenas

Musyawarah Desa: Tata Ruang Kawasan Perdesaan
Musyawarah Desa: Tata Ruang
Kawasan Perdesaan

Penetapan Peraturan Desa:

Tata Ruang Kawasan Perdesaan

Peta Integrasi

Peta Kelola

Rakyat (peta partisipatif) menjadi bahan masukan

Terintegrasi

(peta partisipatif) menjadi bahan masukan Terintegrasi Perlu mengatur: • Ruang lingkup substansi tata ruang

Perlu mengatur:

Ruang lingkup

substansi tata ruang kawasan perdesaan

Skala Peta

Tata Ruang

Perdesaan

ruang kawasan perdesaan • Skala Peta Tata Ruang Perdesaan Penyusunan/Revisi RTRW Kabupaten/Kota: Rencana Tata Ruang

Penyusunan/Revisi RTRW

Kabupaten/Kota: Rencana Tata

Ruang Kawasan Perdesaan

Perlu NSPK turunan dari UU dan PP Desa

Kementerian PPN/Bappenas Peran Peta Partisipatif (2) Progress penyelesaian peta: – IGD: Pemetaan rupabumi skala

Kementerian PPN/Bappenas

Peran Peta Partisipatif (2)

Progress penyelesaian peta:

IGD: Pemetaan rupabumi skala 1:100.000 dan skala kecil sudah selesai pada tahun 2014, mencakup wilayah nasional (1:250.000, 1:500.000, 1:1.000.000)

Pada Tahun 2015 BIG akan melakukan pemutakhiran peta dasar skala 1:50.000 untuk seluruh Indonesia, kecuali Pulau Kalimantan dan pengisian tematik melalui simpul jaringan (Wali Data Informasi Geospasial dapat dilihat pada lampiran 1)

Peta Integrasi Peta Kelola Rakyat (peta partisipatif) dapat dijadikan alat untuk Pengendalian Pemanfaatan Ruang Untuk menjamin terwujudnya tata ruang sesuai dengan rencana tata ruang

Kementerian PPN/Bappenas SDM Penyusun RTR • ahli perencanaan wilayah dan kota; • arsitek dan/atau perancang

Kementerian PPN/Bappenas

SDM Penyusun RTR

ahli perencanaan wilayah dan kota;

arsitek dan/atau perancang kota;

ahli sipil;

ahli lingkungan;

ahli hukum;

ahli sosial; dan

keahlian khusus lainnya yang sesuai dengan karateristik kawasan.

ahli sosial; dan • keahlian khusus lainnya yang sesuai dengan karateristik kawasan. Sertifikasi dari Kementerian ATR

Sertifikasi dari Kementerian ATR

Contoh: Spesifikasi yang Dibutuhkan untuk Peta

RDTR

INPUT PROSES No JENIS PETA No JENIS PETA No JENIS PETA No 1 Peta Citra
INPUT
PROSES
No
JENIS PETA
No
JENIS PETA
No
JENIS PETA
No
1 Peta Citra
1
Peta Orientasi
13
Peta Jaringan Jalan
1
2
Peta Administrasi
14
Peta Jaringan
3
Peta Guna Lahan
13
Peta Jaringan Telekomunikasi
4
Peta Dasar/RBI
Peta Sebaran Persil
Bangunan
Energi
14
Peta Jaringan Air Minum
1 Garis Pantai
5
Peta Rawan Bencana
15
Peta Jaringan Drainase
2 Hipsograpi
6
Penetapan Sebaran
16
Peta Air Limbah
3 Perairan
Penduduk
17
Peta Prasarana Lainnya (evakuasi
4 Nama Rupa
7
Peta Kesesuaian Lahan
bencana, persampahan, utilitas
5 Bumi
8
Peta Topografi
18
perkotaan dll)
6 Batas Wilayah
9
Peta Kelerengan
Administrasi
10
Peta Klimatologi
Peta Sebaran Fasilitas (Pendidikan,
Peribadatan, RTH, Kesehatan,
2
Transportasi &
11
Peta Geologi
Olahraga, Sosial Budaya, Halte,
Utilitas
12
Peta Daeah Aliran
7 Bangunan dan
Sungai / Wilayah
Sungai
Terminal, Bandara, Stasuin, Pelabuhan,
Parkir, Penyeberangan, Wisata)
Fasum
19
8 Tutupan Lahan
Peta Kondisi Tata Bangunan (Intensitas
pemanfaatan Lahan, Tata masa
bangunan, kondisi bangunan)
20
Peta-Peta Tematik Lainnya Yang dirasa
perlu untuk ditampilkan dalam Album
Peta
3

Source : Permen PU No.201/2011 ttg RDTR

OUTPUT JENIS PETA
OUTPUT
JENIS PETA

PETA RENCANA POLA RUANG

Peta Zona Lindung (zona hutan lindung, zona RTH Kota, zona suaka alam dan cagar budaya, zona rawan bencana alam dan zona lindung lainnya)

Peta zona budidaya (zona perumahan, zona perdagangan jasa, zona perkantoran, zona sarana pelayanan umum, zona industri, zona khusus yang berada di kawasan perkotaan, zona lain yang tidak selalu berada di kawasan perkotaan)

PETA RENCANA JARINGAN PRASARANA

Peta Rencana Jaringan Pergerakan (jaringan jalan

primer, jaringan jalan kolektor primer dan kolektor sekunder, jaringan jalan lokal primer dan lokal sekunder, jaringan jalan lingkungan primer dan sekunder, jalur KA, Jalur pelayaran, pejalan kaki dan

sepeda)

Peta Rencana Pengembangan Jaringan Telekomunikasi Peta Rencana Pengembangan Air Minum Peta Rencana Pengembangan Jaringan Drainase Peta Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah

Peta Rencana Jaringan Prasarana Lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah perencanaan Peta Mitigasi dan Adaptasi perubahan iklim

PETA SUB BWP YANG DIPRIORITASKAN PENANGANANNYA

Kementerian PPN/Bappenas RPJMN 2015-2019 Bidang Tata Ruang Arah Kebijakan 2: Meningkatkan Pembinaan Kelembagaan Penataan

Kementerian PPN/Bappenas

RPJMN 2015-2019 Bidang Tata

Ruang

Arah Kebijakan 2: Meningkatkan Pembinaan Kelembagaan Penataan Ruang

Strategi

Indikator output

Kelembagaan

Optimasi kinerja lembaga penyelenggara TR

Terselenggaranya pembinaan SDM Bidang Tata Ruang di Pusat dan Daerah

Kemen

ATR/BPN

 

dengan kurikulum terstandardisasi

Kemendagri

dan sertifikasi bagi penyusun RTR

Peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia

Terbentuknya forum masyarakat dan

Kemendagri

dunia usaha dalam rangka pemanfaatan

Bappeda

usaha

dan pengendalian pemanfaatan ruang

Terlaksananya kegiatan pembinaan

kemitraan masyarakat dan dunia

usaha

Kementerian PPN/Bappenas RPJMN 2015-2019 Bidang Tata Ruang (2) Arah Kebijakan 3: Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan

Kementerian PPN/Bappenas

RPJMN 2015-2019 Bidang Tata

Ruang (2)

Arah Kebijakan 3: Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Penataan Ruang

 

Strategi

Indikator output

Kelembagaan

Peningkatan kualitas produk dan penyelesaian serta peninjauan kembali RTR, baik RTRWN, peraturan perundangan RTR Laut Nasional, RTR Pulau/Kepulauan, RTR KSN dan RTRW yang telah mengintegrasikan LP2B dan prinsip-prinsip RZWP-

3-K

Penyelesaian penyusunan Perpres

Kemen

RTR KSN, Perda RTRW Prov dan

Kab/Kota, Perda Rencana Rinci Tata

ATR/BPN

KKP

Ruang, dan Perda RZWP3K beserta

Peninjauan Kembali RTR Pulau/

Kepulauan, RTR KSN, RTRW Prov dan Kab/Kota, serta RZWP3K

Percepatan penyediaan data pendukung pelaksanaan penataan ruang yang mutakhir

Tersedianya peta dasar skala 1:5000

Kemen

dan data pendukung pelaksanaan penataan ruang yang mutakhir sesuai kebutuhan

ATR/BPN

BIG

Kementerian PPN/Bappenas Identifikasi Penyediaan Peta Desa Tahun 2016 Sasaran Indikator Target 2016 K/L

Kementerian PPN/Bappenas

Identifikasi Penyediaan Peta Desa

Tahun 2016

Sasaran

Indikator

Target 2016

K/L

Meningkatnya Kapasitas Pengolahan Citra Tegak untuk mendukung penyediaan peta dasar 1:5000 dan untuk

Peningkatan Kapasitas Pengolahan Citra Tegak

1 Laporan

Badan Informasi Geospasial

penyediaan peta

desa

Tersedianya Ground Control Point untuk pengolaha Citra Tegak dalam mendukung penyediaan peta dasar 1:5000 dan penyediaan peta desa

Perapatan Ground Control Point

1000 Titik

Badan Informasi Geospasial

Kementerian PPN/Bappenas Identifikasi Penyediaan Peta Desa- Rancangan RKP 2016 (2) Sasaran Indikator Target 2016

Kementerian PPN/Bappenas

Identifikasi Penyediaan Peta Desa- Rancangan RKP 2016 (2)

Sasaran

Indikator

Target 2016

K/L

Tersedianya data foto udara untuk pemetaan dasar skala 1:5000 guna menyusun RDTR

Penyediaan data foto udara hasil

11246.58 Km2

Badan Informasi Geospasial

Akuisisi Data IG

pada kawasan strategis seperti

Unsur Rupabumi

KSN, wilayah perkotaan, Perbatasan Negara dan daerah lain yang di prioritaskan serta untuk penyediaan peta desa.

skala Besar.

Tersedianya Data Satelit Citra

Penyediaan Data

200000 Km2

Badan Informasi

Tegak untuk mendukung

Satelit Citra Tegak

Geospasial

penyediaan peta dasar 1:5000 dan untuk penyediaan peta desa

Kementerian PPN/Bappenas Penutup 1. Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (peraturan desa) harus terintegrasi dalam RTRW

Kementerian PPN/Bappenas

Penutup

1.

Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (peraturan desa) harus terintegrasi dalam RTRW Kab/Kota

2.

Perlunya penyusunan NSPK Pedoman penyusunan Rencana Tata

Ruang Kawasan Perdesaan (Ruang Lingkup substansi dan Skala Peta yang digunakan)

3.

Peta Integrasi Peta Kelola Rakyat (peta partisipatif) menjadi bahan masukan dalam penyusunan RTR Kawasan Perdesaan

4.

Peta Integrasi Peta Kelola Rakyat (peta partisipatif) dapat dijadikan alat untuk Pengendalian Pemanfaatan Ruang

5.

Peta RTR yang disusun harus sesuai dengan data dari Wali Data Informasi Geospasial Dasar/Tematik yang telah ditentukan dan

harus divalidasi BIG

6.

SDM yang menyusun RTR Kawasan Perdesaan harus memiliki sertifikasi dari Kemen ATR/BPN

Kementerian PPN/Bappenas Situs BKPRN: www.bkprn.org Situs TRP: www.trp.or.id Portal TRP: www.tataruangpertanahan.com

Kementerian PPN/Bappenas

Situs BKPRN: www.bkprn.org

Situs TRP: www.trp.or.id Portal TRP: www.tataruangpertanahan.com

Pustaka virtual TRP: www.scribd.com/Tata Ruang dan Pertanahan Milis TRP: http://groups.google.com/d/forum/tata-ruang-dan

pertanahan

Portal Geospasial: portal.ina-sdi.or.id

TERIMA KASIH

Kementerian PPN/Bappenas LAMPIRAN 1

Kementerian PPN/Bappenas

LAMPIRAN 1

Kementerian PPN/Bappenas Wali data Informasi Geospasial Dasar No Jenis Informasi Geospasial Wali data Dasar

Kementerian PPN/Bappenas

Wali data Informasi

Geospasial Dasar

No

Jenis Informasi Geospasial

Wali data

Dasar

1

RBI

BIG

2

LPI

BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

NO.

JENIS INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

WALI DATA

1

Sumberdaya

IGT Penutup/Penggunaan Lahan

BIG

Lahan

IGT Sistem Lahan

BIG

IGT Morfometri

BIG

IGT Status Lahan dan Perizinan di

Kemen Agraria dan TR

APL

/BPN

IGT Tanah Mineral dan Gambut

BBSDLP (Kementan)

IGT Perizinan di Lahan Gambut

Kementan, BPN

2

Sumberdaya Air

A.

IGT Sumberdaya Air Permukaan,

 

IGT Batas Daerah Aliran Sungai

Kemen LH dan Kehutanan

IGT Sistem Jaringan Hidrologi

Kemen PU dan Pera

IGT Kerapatan Pola Aliran

Kemen LH dan Kehutanan

B.

IGT Sumberdaya Air Tanah,

IGT Air Tanah Dangkal

Kemen ESDM

IGT Air Tanah Dalam

Kemen ESDM

IGT Potensi Air Tanah

Kemen ESDM

IGT Isofreatis Tanah

Kemen ESDM

3

Sumberdaya

IGT Kawasan Hutan Skala 1:50.000

Kemen LH dan Kehutanan

Hutan

IGT Perizinan Hutan di Kaw. Hutan

Kemen LH dan Kehutanan

4

Sumberdaya

IGT Geologi Umum,

Kemen ESDM

Geologi

IGT Geologi Wilayah,

Kemen ESDM

IGT Geologi Permukaan;

Kemen ESDM

IGT Kawasan Pertambangan

Kemen ESDM

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

NO.

JENIS INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

WALI DATA

5

Sumberdaya Pesisir dan Laut

IGT Karakteristik Perairan

Kemen KP

IGT Ekosistem Pesisir,

Kemen KP

 

IGT Infrastruktur Laut

Kemen KP

6

Status Lahan

IGT Status Lahan

Kemen Agraria dan TR/BPN

7

Agroklimatologi

IGT Curah Hujan,

BMKG

IGT Hari Hujan,

BMKG

IGT Intensitas Hujan,

BMKG

IGT Temperatur Rerata,

BMKG

IGT Kelembaban Relativ,

BMKG

IGT Kecepatan dan Arah Angin,

BMKG

BMKG

IGT Intensitas Penyinaran Matahari

8

Morfometri lahan

IGT Lereng

BIG

9

Sistem Lahan

IGT Sistem Lahan

BIG

10

Ekoregion

IGT Ekosistem Darat

Kementerian LH dan Kehutanan

IGT Ekosistem Laut

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

NO.

JENIS INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

 

WALI DATA

1.

Geologi dan Geomorfologi

IGT Geologi Laut,

Kemen ESDM

IGT Geologi Substrat Dasar Laut,

 

IGT Geomorfologi Laut,

2.

Oseanografi

IGT Suhu,

LIPI

IGT Salinitas,

IGT Klorofil,

IGT Oksigen Terlarut,

IGT Konduktivitas,

IGT TSS,

IGT Derajat Keasaman,

IGT Kecerahan,

IGT Arus Laut,

3.

Ekosistem pesisir

IGT Terumbu Karang;

Kemen KP

IGT Mangrove;

IGT Padang Lamun;

IGT Potensi Ikan Damersal;

IGT Potensi Ikan Pelagis;

4.

Pemanfaatan Wilayah Laut Eksisting

IGT Penutup Lahan/Penggunaan Lahan Perairan

Kemen KP

5

Infrastruktur Laut

 

Kementerian Perhubungan

6

Sosial Budaya Pesisir

 

BPS

7

Risiko Bencana dan Pencemaran Pesisir

 

BNPB

 

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

No.

 

Jenis IGT

Wali Data

1

Jaringan Infrastruktur Transportasi

IGT Infrastruktur Trans. Darat

Kemen Perhubungan dan Kemen PU & Pera

IGT Infrastruktur Transp. Laut, Sungai dan Danau

 

IGT Infrastruktur Transportasi Udara

 

2

Jaringan Infrastruktur Pendidikan

IGT Sarana Pendidikan Dasar dan Menengah

Kemen Pendidikan Dasar

3

Jaringan Infrastruktur Kesehatan

IGT Sarana Kesehatan Dasar

Kemen Kesehatan

4

Jaringan Infrastruktur Utilitas

IGT Jaringan Listrik

Kemen ESDM/BUMN

IGT Jaringan Komunikasi

IGT Jaringan Gas

Kemenkominfo

IGT Jaringan Air Minum

Kemen ESDM

Pemerintah Daerah

5

Jaringan Infrastruktur Pertanian

IGT Jaringan Irigasi

Kemen PU & Pera

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

NO.

JENIS INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

 

WALI DATA

1

Potensi Pariwisata

IGT Potensi Wisata Alam

Kemen Pariwisata

IGT Potensi Wisata Budaya

 

IGT Potensi Wisata Khusus

2

Kawasan Pariwisata

IGT Destinasi Wisata

Kemen Pariwisata

IGT Layanan Akomodasi Wisata

 

3

Industri Pariwisata

IGT Jenis Industri Wisata

Kemen Pariwisata

IGT Infrastruktur Wisata

 

4

Atlas Pariwisata

Atlas Pariwisata

BIG

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

NO.

JENIS INFORMASI GEOSPASIAL TEMATIK

WALI DATA

1.

Bencana Geologis [Gerakan tanah, erupsi gunung api, gempa tektonik]

IGT Bahaya Gerakan Tanah

Kemen ESDM

Kemen ESDM

IGT Bahaya Erupsi Gunung Berapi

Kemen ESDM

 

IGT Bahaya Gempa

Tektonik

2.

Rawan Banjir

IGT Rawab Banjir

Kemen PU dan Pera, BIG dan BKMG;

3.

Rawan Tsunami

IGT Rawan Tsunami

Kementerian KP

4.

Kebakaran Hutan

IGT Rawan kebakaran Hutan

Kementerian LH dan Kehutanan

5.

Rawan Kekeringan

IGT Rawan Kekeringan

BMKG

6.

Risiko Bencana

IGT Risiko Bencana

BNPB/BPBD

IGT Kesiapsiagaan Bencana

Sumber: BIG

Wali Data Informasi Geospasial Tematik

No.

Jenis IGT

Integrator

1

Satu Peta penutup lahan

BIG

2

Satu Peta karakteristik laut

BIG

3

Satu Peta mangrove

BIG

4

Satu Peta terumbu karang

BIG

5

Satu Peta habitat lamun

BIG

6

Satu Peta sumberdaya pulau kecil

BIG

7

Satu Peta infrastruktur

BIG

8

Satu Peta kesesuaian peruntukan ruang [darat dan laut]

BIG

9

Satu Peta Perijinan Pemanfaatan Lahan

BIG

Sumber: BIG