Anda di halaman 1dari 10

MENGUMPULKAN INFORMASI DAN MEMINDAI

LINGKUNGAN

Komponen Sistem Informasi Pemasaran Modern


Beberapa manajer mengeluh karena mereka tidak tahu cara mendapatkan informasi yang
penting, biasanya mereka mendapatkan terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi. Sistem
Informasi Pemasaran, MIS (Marketing Information System), terdiri dari orang-orang, peralatan
dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah dan akurat bagi pengambil keputusan pemasaran.
MIS perusahaan harus merupakan persilangan antara apa yang dibutuhkan oleh manajer, apa
yang benar-benar mereka butuhkan dan apa yang benar-benar layak secara ekonomis.
Kebanyakan perusahaan besar memiliki departemen riset pemasaran yang terpisah untuk
merencanakan dan menjalankan proyek-proyek penelitian. Orang-orang di departemen ini
biasanya mengandalkan pakar dari luar dengan cara mengundang konsultan pemasaran khusus
dan organisasi riset pemasaran untuk mempertanggung jawabkan keseluruhan proyek.

Catatan Internal dan Intelijen Pemasaran


Manajemen pemasaran mengandalkan laporan internal pesanan, penjualan, harga, biaya,
tingkat persediaan, piutang, utang dan seterusnya untuk menemukan peluang.
1. Siklus Pesanan-sampai-Pembayaran
Inti sistem pencatatan internal adalah siklus pesana-sampai-pembayaran.Pelanggan menyukai
perusahaan yang menjajikan pengiriman tepat waktu. Maka perusahaan harus melakukan
langkah cepat dan akurat menggunakan internet dan ekstranet untuk meningkatkan kecepatan,
akurasi dan efisiensi siklus pesanan-sampai-pembayaran misalnya dengan menggunakan
Cisco Connection Online.
2. Sistem Informasi Penjualan
Manajer pemasaran memerlukan laporan yang tepat waktu dan akurat tentang penjualan yang
terkini. Perusahaan yang pandai memanfaatkan cookies catatan penggunaan situs Web
yang disimpan dalam browser pribadi, merupakan penggunaan pemasaran terbidik yang
cerdik.
3. Database, Gudang Data dan Panggilan Data
Saat ini perusahaan mengelola informasi mereka dalam database-database pelanggan,
database produk, database wiraniaga dan kemudian menggabungkan data dari berbagai
database. Perusahaan menyimpan data warehousing dan membuatnya mudah diakses oleh
pengambil keputusan. Selanjutnya perusahaan dapat menggali data mining dan
mengumpulkan pengetahuan baru tentang segmen pelanggan yang masih terabaikan dan
informasi berguna lainnya.
4. Sistem Intelijen Pemasaran
Marketing Intelligence System adalah kumpulan prosedur dan sumber daya yang digunakan
manajer untuk mendapatkan informasi harian tentang berbagai perkembangan dalam
Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

lingkungan pemasaran. Sebuah perusahaan dapat mengambil beberapa langkah untuk


meningkatkan kualitas intelijen pemasarannya, dengan cara:
Melatih dan memotivasi tenaga
penjualan untuk menemukan dan
melaporkan perkembangan baru
Memotivasi distributor, pengecer dan
perantara lain untuk menyampaikan
intelijen yang penting

Membentuk jaringan eksternal


Membentuk panel penasihat pelanggan
Memanfaatkan sumber daya data
pemerintah
Membeli informasi dari pemasok luar
Menggunakan sistem umpan balik
pelanggan online.

Menganalisis Lingkungan Makro

Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mampu mengenali dan merespons

berbagai kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi secara menguntungkan.


1. Kebutuhan dan Tren
Fad adalah sesutau yang tidak dapat di perkirakan, berumur pendek, dan tanpa signifikansi
social, ekonomi, dan politik.
Tren (trend) adalah arah/urutan kejadian yang mempunyai momentum dan durabilitas
yang mengungkapkan bentuk masa depan dan memberi banyak peluang.
Megatrend (megatrend) adalah perubahan besar dalam social, ekonomi, politik, dan
teknologi yang lambat terbentuk, dan setelah terjadi, perubahan itu mempengaruhi kita
untuk sementara waktu antara tujuh dan sepuluh tahun, atau bahkan lebih lama.
2. Mengidentifikasi Kekuatan Utama
Perusahaan dan pemasoknya, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan public,
semuanya beroperasi dalam kekuatan dan tren ligkungan makro, yang semakin global,
membentuk peluang dan menghadirkan ancaman. Kekuatan ini mempresentasikan hal-hal
yang tidak dapat dikendalikan, yang harus diamati dan direspons oleh perusahaan.
Perusahaan harus mengamati enam kekuatan utama, yaitu: demografi, ekonomi, socialbudaya, alam, teknologi, dan politik-hukum.

Lingkungan Demografis

Kekuatan demografis utama yang diamati pemasar adalah populasi, karena

masyarakat adalah pembentuk pasar. Pemasar sangat tertarik pada 3 hal berikut:
1. Pertumbuhan Populasi Dunia
Pertumbuhan populasi yang eksplosif memberi implikasi besar pada bisnis. Populasi yang
sedang tumbuh tidak serta merta menggambarkan bertumbuhnya pasar, kecuali pasar ini
mempunyai daya beli yang cukup besar.
2. Bauran Usia Populasi
Populasi nasional mempunyai bauran usia yang beragam. Misalnya bauran usia yang
ekstrem di Meksiko dan Jepang. Beberapa pemasar ingin memfokuskan diri pada kohort
Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

(kelompok). Kohort adalah kelompok individu yang lahir sepanjang periode yang sama dan
menjalani hidup pada masa-masa yang sama.
3. Pasar Etnis dan Pasar Lainnya
Banyak Negara terdiri dari beragam etnis dan ras. Pada salah satu tingkat ekstrem terdapat
Negara Jepang dan Amarika Serikat.
Kelompok Terdidik. Populasi di semua masyarakat di bagi menjadi 5 kelompok
pemdidikan, yaitu: Kelompok tidak terdidik, Tidak lulus SMU, Lulus SMA, Lulusan

perguruan tinggi dan Tingkat professional.


Pola Rumah Tangga. Pemasar harus semakin mempertimbangkan kebutuhan khusus
rumah tangga non-tradisonal, yang sekarang tumbuh semakin cepat dibandingkan rumah

tangga tradisional.
Perubahan Gografis dalam Populasi. Pemasar harus mengamati tempat berkumpulnya
konsumen yang melakukan migrasi.

Lingkungan Makro Utama Lainnya

Peruntungan pemasaran sangat dipengaruhi oleh lingkungan makro utama, maka

dari itu berikut adalah tinjauan perkembangan dari beberapa aspek:


1. Lingkungan Ekonomi
Ditinjau dari aspek ini ada beberapa hal yang mempengaruhi daya beli konsumen yaitu
penghasilan, harga, tabungan, utang, dan kredit. Tidak hanya itu namun ada hal yang penting
mengenai tren, maka dari itu produsen haruslah selalu mengikuti tren agar dapat
mempengaruhi daya beli konsumen.
a. Distribusi Pendapatan: para pemasar menggunakan 5 pola distribusi untuk membedakan
negara dari segi pendapatan yaitu: pendapatan sangat rendah, hampir semuanya
berpendapatan rendah, pendapatan sangat rendah,sangat tinggi, pendapatan rendah,
menengah dan tinggi, hampir semua berpendapatan menengah.
b. Tabungan, Utang dan Kredit: Hal-hal ini sangat mempengaruhi pengeluaran konsumen.
2. Lingkungan Sosial Budaya
Selera masyarakat dipengaruhi oleh kepercayaan, nilai dan norma. Ada beberapa definisi
mengenai pandangan masyarakat:

Pandangan tentang diri sendiri: mencari kesenangan diri sendiri


Pandangan tentang orang lain: masyarakat menghawatirkan kejadian dan orang
disekitarnya dan menghindari orang asing

Pandangan tentang organisasi: mempertahankan loyalitas organisasi


Pandangan tentang masyarakat: terdapat beberapa pola masyarakat yaitu
pelestari,pembuat, pengambil, pengubah, pencari, penghindar.

Pandangan tentang alam: Masyarakat menyadari keterbatasan SDA


Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

Pandangan tentang alam semesta: mengarahkan segala sesuatu agar terorganisir dengan
baik.
Karakteristik budaya lain yang menarik minat pasar adalah :
Keteguhan nilai budaya inti

Keberadaan subbudaya

3. Lingkungan Alam
4. Kerusakan lingkungan alam telah menjadi masalah global tidak hanya untuk sebagian
orang lagi. Global warming telah terjadi dimana-mana. Konsumen cenderung pemilih
mengenai produk-produk yang tidak bersahabat dengan alam, maka dari itu perusahaan harus
merogoh kocek yang lebih untuk menjaga kualitas produk mereka. Ada 4 tren utama di
lingkungan alam yaitu :
Kelangkaan bahan mentah

Peningkatan tingkat polusi

Peningkatan biaya energi

Perubahan peran pemerintah

5. Lingkungan Teknologi
6.

Teknologi menjadi keuntungan sebagian orang namun tidak untuk lainnya, teknologi

menjadi momok yang siap kapan saja melahap apa yang mereka miliki seperti bisnis yang
lambat laun kehilangan penggemar karena teknologi yang lebih baru dan canggih. Maka dari
itu pemasar harus memperhatikan 4 tren teknologi berikut:

Kecepatan Perubahan Yang Semakin Tinggi. Banyak sekali teknologi-teknologi yang


bahkan tidak kita jumpai saat kita masih kecil, karena pertumbuhan teknologi yang sangat

pesat dan ide-ide baru yang terus bermunculan.


Peluang Inovasi Yang Tak Terbatas. Inovasi-inovasi dari ide-ide yang sudah ada terus
dikembangkan contohnya dalam bidang kesehatan, riset mengenai AIDS terus digalakkan

agar dapat menyelamatkan nyawa-nyawa yang harus diselamatkan.


Anggaran R&D Yang Bervariasi. Anggaran R&D merupakan anggaran yang bergerak

dalam bidang riset dan pengembangan produk yang telah ada.


Semakin Banyaknya Peraturan Mengenai Perubahan Teknologi. Peraturan-peraturan
pemerintah dapat membantu mengontrol perkembangan teknologi yang sangat pesat agar

tidak terjadi dampak-dampak negatif yang tidak diinginkan.


7. Lingkungan Politik-Hukum
8.

Hukum yang berbentuk peraturan-peraturan kadang dianggap menghambat namun

hal tersebut tidak selalu terjadi. Terdapat 2 tren dalam lingkungan Politik-Hukum yaitu :

Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

Peningkatan peraturan bisnis: bertujuan untuk melindungi perusahaan dari persaingan


tidak sehat, melindungi kepentingan masyarakat dari perilaku bisnis yang tak terkendali,
melindungi konsumen dari praktik bisnis yang tidak jujur dan mengenakan biaya sosial
yang tercipta akibat proses produk/produksi pada bisnis.
Pertumbuhan kelompok kepentingan khusus: Gerakan konsumerisme yang diorganisir
pemerintah untuk memperkuat hak dan kekuatan pembeli.

9. MENGHADAPI PERSAINGAN

Kekuatan Kompetitif
10.

Lima kekuatan yang menentukan daya tarik jangka panjang intrinsik sebuah pasar

atau segmen pasar: pesaing industri, pendatang baru potensial, pengganti, pembeli dan pemasok.
Ancaman yang terkandung didalamnya, yaitu:
1. Ancaman rivalitas segmen yang intens: segmen dianggap sudah tidak menarik bila berisi
banyak pesaing yang kuat atau agresif.
2. Ancaman pendatang baru: segmen paling menarik adalah segmen yang memiliki
penghalang untuk masuk yang tinggi dan penghalang untuk keluar yang rendah.
3. Ancaman produk pengganti: segmen tidak menarik bila ada pengganti aktual atau potensial
untuk produk tersebut.
4. Ancaman daya tawar pembeli yang semakin besar: segmen tidak menarik jika pembeli
memiliki daya tawar yang kuat semakin besar.
5. Ancaman daya tawar pemasok yang semakin besar: segmen menjadi tidak menarik jika
pemasok perusahaan mampu meningkatkan harga atau mengurangi jumlah barang yang
dipasok.

Mengidentifikasi pesaing
11.

Persaingan dapat dipelajari dari sudut pandang industri dan pasar. Industri adalah

suatu kelompok perusahaan yang menawarkan produk/kelas produk yang merupakan pengganti
erat satu sama lain. Pemasar mengklasifikasikan industri menurut jumlah penjual; tingkat
diferensiasi produk; kehadiran/ketiadaan penghalang untuk masuk mobilitas, dan penghalang
untuk keluar; struktur biaya; tingkat integrasi vertikal; tingkat globalisasi. Dengan menggunakan
pendekatan pasar, pesaing adalah perusahaan yang memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama.

Menganalisis Pesaing
12.

Setelah perusahaan mengidentifikasi pesaing utamanya, perusahaan harus

menentukan strategi, tujuan, kekuatan dan kelemahan mereka.


1. Strategi. Dalam suatu perusahaan diperlukan adanya perencanaan strategi pemasaran.
Perencanaan strategi pemasaran adalah menemukan berbagai peluang menarik dan menyusun
strategi yang menguntungkan. Sekelompok perusahaan mengikuti strategi yang sama dalam
pasar tertentu yang disebut kelompok strategis.
Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

2. Tujuan. Dalam analisis tujuan dapat timbul pertanyaan: Apa yang dicari masing-masing
pesaing di pasar? Apa yang menggerakkan masing-masing perilaku pesaing? Banyak faktor
yang membentuk tujuan pesaing, termasuk ukuran, sejarah, manajemen saat ini, dan situasi
keuangan. Perusahaan harus mengamati rencana ekspansi pesaing agar penentuan tujuan
perusahaan menjadi lebih jelas.
3. Kekuatan dan Kelemahan. Perusahaan harus mengumpulkan informasi tentang semua
kekuatan dan kelemahan pesaing. Perusahaan harus memperhatikan 3 variabel ketika
menganalisis pesaing:
Pangsa pasar
(share of market)

Pangsa pikiran
(share of mind)

Pangsa hati (share


of heart)

4. Memilih pesaing
5.
Kelas pesaing dapat diklasisikasikan menjadi 3, yaitu:
Kuat melawan Lemah sumber daya yang dibutuhkan lebih sedikit untuk setiap titik
pangsa yang didapatkan.
Dekat melawan Jauh bersaing dengan perusahaan yang mirip dengan mereka.
Baik melawan Buruk pesaing baik bermain sesuai aturan industri, terkadang pesaing
buruk harus diserang untuk mengurangi disfungsional mereka.
6. Memilih pelanggan
7.
Perusahaan harus mengevaluasi basis pelanggannya dan memikirkan pelanggan
mana yang rela mereka lepas dan mana yang ingin dipertahankan. Slaah satu cara untuk
membagi basis pelanggan adalah berdasarkan apakah pelanggan itu berharga/rentan.

10.

13.

8. Rentan
11. Pelanggan yang
menguntungkan
tapi tidak terlalu
senang dengan
perusahaan

14. Pelanggan yang


tidak setia

9. Tidak rentan
12. Pelanggan ini setia
dan menguntungkan

15. Pelanggan yang


tidak
menguntungkan

Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

16.

Strategi Kompetitif bagi Pemimpin Pasar


17.

Perusahaan dapat diklasifikasikan berdasarkan peran yang mereka mainkan dalam

pasar sasaran: pemimpin, penantang, pengikut atau pencetus. Kebanyakan industri berisi satu
perusahaan yang menjadi pemimpin pasar yang diakui. Perusahaan ini punya pangsa pasar
terbesar di pasar produk yang relevan dan biasanya memimpin perusahaan lain dalam perubahan
harga, pengenalan produk baru, cakupan distribusi, intensitas promosi. Pemimpin pasar dapat
menggunakan strategi segmentasi untuk menghambat pesaingnya. Segmentasi secara terusmenerus menciptakan pasar yang hyper-fragmented, yang mengurangi kesuksesan produk baru.
1. Memperluas Total Pasar
18.

Pihak dominan mendapatkan paling banyak ketika total pasar bertambah besar, maka

dari itu pemimpin harus mencari pelanggan baru atau lebih banyak penggunaan. Untuk
meningkatkan pelanggan baru kita dapat menggunakan strategi membangun database
pelanggan dan mencari referensi pelanggan yang sudah loyal, sedangkan tujuan yang dibuat
adalah misalnya melakukan survey kepuasan pelanggan di lima kota besar di Indonesia
sebanyak 1.000 pelanggan loyal dan meningkatkan penjualan berdasarkan profitabilitas
pelanggan sebesar 10%. Meski pelanggan baru penting namun sebaiknya perusahaan tidak
mengabaikan pelanggan lama karena biaya mengelola pelanggan lama pasti lebih murah
daripada mencari pelanggan baru. Untuk mengelola pelanggan lama dapat dilakukan dengan
cara positioning, marketing mix dan pasar sasaran. Untuk mencari lebih banyak penggunaan
dari pelanggan lama pemasar dapat berusaha meningkatkan jumlah, tingkat atau frekuensi
konsumsi. Jumlah konsumsi kadang dapat ditingkatkan melalui kemasan atau rancangan
ulang produk. Peningkatan frekuensi konsumsi harus mengidentifikasi peluang tambahan dan
identifikasi cara yang benar-benar baru dan berbeda dengan menggunakan merek
2. Mempertahankan Pangsa Pasar
19.

Perusahaan haruslah mempertahankan eksistensinya dengan cara inovasi

berkelanjutan, produk baru, layanan pelanggan, efektivitas distribusi, dan penurunan biaya.
Pemimpin pasar haruslah juga memperhatikan secara seksama mana wilayah yang dapat
dipertahankan,walau harus merugi dan wilayah mana yang diserahkan. Perusahaan dapat
menggunakan strategi pertahanan, sebagai berikut :
Pertahanan posisi

(2)Sisi

Pertahanan sisi ( flank )


Pertahanan preemtif

(1)Pihak
(6)
(3)Preemtif
yang
(4)Seranga
Kontrak
Penyeran
bertahan
n balik
si
Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11 7

Pertahanan serang balik


Pertahanan mobile
Pertahanan kontraksi

(5)Mobile

3. Memperluas Pangsa Pasar


20.
Mendapatkan peningkatan pangsa di pasar yang telah dilayani tidak secara otomatis
menghasilkan laba yang lebih tinggi. Sebagian besar bergantung pada strategi perusahaan.
Karena biaya membeli pangsa pasar yang lebih tinggi bisa jauh melebihi nilai pendapatannya,
perusahaan harus mempertimbangkan empat faktor sebelum mengejar peningkatan pangsa,
yaitu : Kemungkinan memprovokasi tindakan antitrust, biaya ekonomi, melakukan kegiatan
pemasaran yang salah, pengaruh peningkatan pangsa pasar terhadap kualitas actual dan
kualitas anggapan.

Strategi Kompetitif Lain


21.

Perusahan-perusahaan ini dapat menerapkan satu atau dua posisi sebagai penantang

pasar, atau sebagai pengikut pasar.


1. Strategi Penantang Pasar
Mendefinisikan Tujuan Strategis dan Lawan. Penantang pasar pada awalnya harus
mendefinisikan tujuan strategisnya. Sebagian besar bertujuan meningkatkan pangsa pasar.
Penantang harus memutuskan siapa yang akan diserang.
a. Penantang dapat menyerang pemimpin besar
b. Penantang dapat menyerang perusahaan yang seukuran dengannya di mana perusahaan
tidak melakukan pekerjaannya dan tidak mempunyai cukup dana.
c. Penantang dapat menyerang perusahaan local dan regional yang kecil.
Memilih Strategi Serangan Umum. Berdasarkan lawan dan tujuan yang jelas apa pilihan
serangan yang tersedia?
a. Serangan Frontal. Dalam serangan frontal murni, penyerang menyamai produk, iklan,
harga, dan distribusi lawannya.
b. Serangan Flank/Sisi. Serangan sisi (sayap) dapat diarahkan pada dua dimensi strategisgeografis fan segmen
c. Serangan Pengitaran (Encirclement). Manuver mengitari merupakan usaha untuk
menangkap satu bagian luas wilayah lawan melalui serangan kilat.
d. Serangan Melewati (Bypass). Strategi serangan yang paling tidak langsung adalah
melewati seluruh lawan dan menyerang pasar yang lebih mudah untuk memperluas
basis sumber daya perusahaan.
e. Perang Gerilya. Perang gerilya terdiri dari pelaksanaan serangan kecil dan tidak teratur
untuk mempermalukan dan merusak moral lawan dan pada akhirnya mendapatkan
pijakan permanen.
Memilih Strategi Serangan yang Spesifik. Semua aspek program pemasaran dapat
bertindak sebagai basis serangan, seperti produk berharga murah atau produk diskon,

Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

produk dan jasa baru atau yang di perbarui, ragam penawaran yang lebih luas, dan strategi
distrbusi inovatif.
2. Strategi Pengikut Pasar (Market Follower)
22.
Banyak perusahaan lebih suka mengikuti dan tidak menantang pemimpin pasar.
Sebagian besar perusahaan memutuskan tidak mencuri pelanggan perusahaan lain. Alih-alih
mereka mempresentasikan penawaran yang sama kepada pembeli, biasanya dengan meniru
pemimpin. Pengikut harus mendefinisikan pola pertumbuhan, tetapi pola itu tidak
mengundang pembalasan pesaing. Ada empat strategi umum, yaitu :
1. Pemalsu
2. Pengklon (cloner)

3. Peniru
4. Pengadopsi

Manajemen Pemasaran Chapter 2 dan Chapter 11

3. Strategi Penceruk Pasar (Market Nicher)


4.

Pilihan lain selain menjadin pengikut di pasar yang besar adalah menjadi pemimpin

di pasar kecil, atau ceruk. Karena ceruk dapat melemah, perusahaan harus terus menciptakan
ceruk baru. Multiceruk lebih disukai dari pada ceruk tunggal. Dengan mengenmabnkan
kekuatan dalam dua atau lebih ceruk, perusahaan meningkatkan peluangnya untuk bertahan
hidup.

Menyeimbangkan Orientasi Pelanggan dan Pesaing


5.

Perusahaan tidak boleh menghabiskan waktunya untuk memfokuskan diri pada

pesaing.
1. Perusahan yang Berpusat pada Pesaing
6. Jenis perencanaan ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Pada sisi
positif perusahaan mengembangkan orientasi petarung. Perusahaan melatih
pemasarnya agar selalu waspada, mengamati kelemahan pesaingnya dan
posisinya sendiri. Di sisi negatif, perusahaan terlalu reaktif. Alih-alih
memformulasikan dan melaksanakan strategi berorientasi pelanggan yang
konsisten, perusahaan menentukan gerakannya berdasarkan gerakan pesaing.
Perusahaan tidak bergerak menuju tujuannya sendiri.
2. Perusahaan yang Berpusat pada Pelanggan
7. Perusahaan yang berpusat pada pelanggan lebih memfokuskan diri pada
pengembangan pelanggan dalam memfomulasikan strateginya.

8.

Daftar Pustaka

9.
10. Cannon, Joseph P, William D. Perreault, Jerome McCarthy. 2009. Pemasaran Dasar Edisi 16
Pendekatan Manajerial Global Buku 1. Diterjemahkan oleh Afia R. Fitriati dan Ria Cahyani.
Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
11. Kotler, Philip dan Fernando Trias De Bes. 2004. LATERAL MARKETING: Berbagai Teknik
Baru untuk Mendapatkan Ide-Ide Terobosan. Diterjemahkan oleh Emil Salim. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
12. Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen Pemasaran Edisi ketiga belas jilid 1.
Diterjemahkan oleh Bob Sabran. Jakarta: Penerbit Erlangga.
13. Rangkuti, Freddy. 2004. Flexible Marketing. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
14. Rangkuti, Freddy. 2009. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
15.Sutomo, Djati. 2005. Cara Pintar Menembus Pasar: 23 Jurus Jitu Marketing. Jakarta: Penerbit
Republika.