Anda di halaman 1dari 21

PERCOBAAN VII

PENGUJIAN AKTIVITAS MUKOLITIK PADA EKSTRAK DAUN


MENGKUDU (Morinda citrifolia) dan EKSTRAK BUNGA ASOKA
(Ixora coccinea) MENGUNAKAN MUKUS USUS SAPI
A. Tujuan
Mengetahui aktivitas mukolitik pada ekstrak rumput mutiara (Hedyotis
corymbosa L.)menggunakan mukus usus sapi
B. Dasar Teori
1. Definisi batuk
Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme
pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu
penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya
lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya. (Sulistiawati, 2003)
Batuk merupakan suatu mekanisme fisiologi yang bermanfaat untuk
mengeluarkan dan membersihkan saluran pernapasan dari dahak, zat-zat
perangsang asing, dan unsur infeksi. Dengan demikian batuk merupakan
suatu mekanisme perlindungan. Batuk terutama disebabkan oleh infeksi
virus, misalnya virus selesma (common cold), influenza, cacar air, dan juga
oleh radang pada cabang dan hulu tenggorokan (bronchitis, pharingitis).
Virus-virus ini dapat merusak mukosa saluranpernapasan, sehingga
menciptakan pintu masuk bagi infeksi kuman dan virus, misalnya
Pneumococci dan Haemophillus (Tjay dan Rahardja, 2007).
Ada beberapa macam penyebab batuk :
a. Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

yang merupakan gejala flu.


Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
Alergi
Asma atau tuberculosis
Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
Tersedak akibat minum susu
Menghirup asap rokok dari orang sekitar
Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)
(Gunawan, 2009)
Batuk yang di sebabkan karena infeksi virus biasanya akan sembuh

sendiri tetapi batuk yang merupakan gejala infeksi pernafasan karena bakteri
mungkin butuh waktu yang cukup lama dalam proses penyembuhan.

Pada umummnya penyakit yang menyeranga pada sistem penapasan


atau yang sering di sebut dengan batuk di bagi dua yaitu :
a. Batuk kering
Batuk kering atau penyakit tuberkulosis (sering digelar tibi) adalah
jangkitan

bakteria

Mycobacterium

tuberculosis,

yang

biasanya

menyerang paru-paru (TB pulmonari) dan ia juga mampu menyerang


sistem saraf tunjang (meningitis), sistem limfa, sistem peredaran (TB
miliari), sistem genitourinari, tulang, sendi dan lain-lain.
b. Batuk berdahak
Batuk berdahak adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan zatzat asing dari saluran nafas, termasuk dahak. Batuk ini sebaiknya tidak
di tekan, supaya zat-zat asing itu bisa dikeluarkan. Obat-obat yang bisa
membantu pengluaran dahak tersebut di sebut ekspektoran.
(Agustin, 2004)
2. Ekspektoran
Ekspektoran ialah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari
saluran nafas (ekpektorasi). Ekspektorasia adalah senyawa yang dapat
mempermudah atau mempercepat pembuangan secret bronkus dari bronkus
dan trakea. Ekspektoransia sendiri dibagi atas :
a. Sekretolitika dimana meninggikan sekresi bronkus dan demikian
mengencerkan lendir
b. Mukolitika mengubah sifat fisikokimia secret, terutama viskositasnya di
turunkan.
c. Sekretomotorika menyebabkan getaran dan batuk untuk mengeluarkan
secre (Mutschler, 1985).
d. Daun Mengkudu
1. Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Morinda
Species : Morinda citrifolia L.
(Bangun, 2002)
2. Deskripsi
Mengkudu (Morinda citrifolia L.) termasuk famili Rubiaceae.
Kandungan kimia mengkudu adalah kulit dan akar mengandung

Morindin, Morindon, dan soranfidol. Buahnya mengandung


alkaloid triterpenoid. Daunnya mengandung protein, zat kapur, zat
besi, karoten, dan askorbin. Bunganya mengandung glikosida
antrakuinon. Selain itu, mengkudu juga mengandung minyak
menguap, asam capron, dan asam caprylat.
Efek farmakologis mengkudu berfungsi sebagai penghilang
hawa lembap pada tubuh, penambah kekuatan tulang, pembersih
darah, peluruh kencing, peluruh haid, pelembut kulit, obat batuk,
obat cacing, pencahar, dan antiseptik.
(Utami, 2005)
e.

Bunga Soka
1) Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Ixora
Species
: Ixora coccinea L.
(Hariana, 2007)
2) Deskripsi
Soka (Ixora coccinea L.) merupakan tanaman hias yang cukup
populer di kalangan tanaman hias. Soka mengandung saponin,
flavonoid, dan tanin. Tanaman ini berkhasiat menhilangkan bekuan
darah dan menghilangkan sakit (analgesik).akar, bunga, tangkai,
dan daun lazim digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit
seperti : haid tidak teratur, hipertensi, luka terpukul, ngilu-ngilu,
koreng, dan TBC paru disertai batuk dan batuk berdarah.
(Hariana, 2007)

C. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Batang Pengaduk
b. Corong Kaca
c. Gelas Kimia 50 mL; 100 mL
d. Labu Ukur 10 mL; 25 mL; 100mL; 250mL; 500mL
e. Piknometer
f. Pipet Ukur 1mL; 5mL
g. Propippet
h. Statif
i. Sendok Tanduk
j. Stopwatch
k. Timbangan Analitik
l. Toples
m. Viskometer Orwast
2. Bahan
a. Aqua Destilata
b. Ekstrak Metanol Bunga Asoka (Ixora coccinea)
c. Ekstrak Metanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia)
d. Larutan Buffer Posfat
1. Na2HPO4
2. NaH2PO4
e. Mukus Sapi
f. N-Asetil Sistein
D. Prosedur kerja
1. Pembuatan dapar posfat pH 7
a. Larutan dalam 100 mL
1) Ditimbang 8,85 gram Na2HPO4.2H2O
2) Dilarutkan dengan aquades dalam gelas kimia
3) Dimasukkan dalam labu takar 500 mL
4) Ditambahkan aquades sampai tanda batas (larutan A)
b. Larutan dalam 250 mL
1) Ditimbang 3,445 gram NaH2PO4.2H2O
2) Dilarutkan dengan aquades dalam gelas kimia
3) Dimasukkan dalam labu takar 250 mL
4) Ditambahkan aquades sampai tanda batas (larutan B)
c. Pencampuran

1) Dipipet larutan A sebanyak 305,5 mL dan larutan B sebanyak 194,3


mL
2) Dimasukkan dalam labu takar 500 mL
3) Dihomogenkan
2. Pembuatan Mukus 2%
a. Ditimbang mukus sebanyak 20 gram
b. Dimasukkan ke dalam labu takar 100 mL
c. Ditambahkan larutan dapar pospat sampai tanda batas
3. Pembuatan larutan induk dan seri konsentrasi ekstrak Bunga Asoka (Ixora
coccinea) dan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia)
a. Ditimbang ekstrak Bunga Asoka (Ixora coccinea) dan Daun Mengkudu
(Morinda citrifolia) sebanyak 2,5 gram (10% dalam 25 L)
b. Dibuat seri konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dalam 10 mL dengan dapar
posfat
4. Pembuatan kontrol positif obat N-asetil Sistein
a. Ditimbang asetil sistein sebnyak 0,1 gram
b. Dilarutkan dalam gelas kimia dengan dapar posfat
c. Dimasukkan dalam labu takar 100 mL
d. Ditambahkan dapar posfat hingga tanda batas
d. Dihomogenkan
5. Pengujian Mukolitik
a. Ditimbang berat kosong gelas kimia 50 mL
b. Ditambahkan mukus sebanyak 15 mL
c. Ditambahkan larutan uji tiap konsentrasi
d. Ditimbang berat akhir, ditimbang berat jenis antar konsentrasinya
e. Diinkubasi selama 30 menit pada suhu 37C
f. Diukur viskositas tiap uji

E. Hasil Pengamatan
1. Tabel Hasil Pengamatan
a. Tabel Waktu Alir dan Berat Jenis
T rata-rata (s)
Pikno+
Perlakuan

sampel
(g)

Aquades
94,67 94,67 94,67 48,046
Kontrol (+)
108
107
91
48,224
Kontrol (-)
127
166
178
48,302
Bunga Asoka 1% 116,33 113
101
48,231
Bunga Asoka 5%
111
100
99
48,335
Bunga Asoka
108
101
92
48,579
10%
Daun Mengkudu
84
98
110
46,255
1%
Daun Mengkudu
97,33
106
109
46,289
5%
Daun Mengkudu
93,67
106
102
46,363
10%
b. Tabel Viskositas Sebelum dan Sesudah Inkubasi
Replikasi Perubahan
Konsentrasi
Kontrol (+)
Kontrol (-)
Bunga Asoka 1%
Bunga Asoka5%
Bunga Asoka 10%
Daun Mengkudu
1%
Daun Mengkudu
5%
Daun Mengkudu
10%

Berat Jenis
Pikno
Koson

BJ

(g/mL)

(g)
20,545
20,545
20,545
20,545
20,545

1,1000
1,1071
1,1102
1,1074
1,1116

20,545

1,221

19,608

1,0658

19,608

1,0672

19,608

1,0702

Total

Ratarata

R1

R2

R3

(Cp)

1,263
1,489
1,360
1,303
1,279

1,251
1,946
1,321
1,174
1,196

1,064
2,078
1,181
1,162
1,089

3,578
5,522
3,862
3,639
3,564

(Cp)
1,192
1,840
1,287
1,213
1,188

0,945

1,103

1,238

3,286

1,095

1,097

1,194

1,228

3,519

1,173

1,058

1,198

1,153

3,409

1,136

2. Perhitungan
a. Pembuatan dapar fosfat pH 7
1) Larutan A (Na2HPO4 0,1 M)
=

0,1 M

0,1 M

massa

massa (gram) 1000 mL

Mr (g/mol)
volume (mL)
=

massa
1000

178 g/mol 500 mL

massa (gram)
178 g/mol

0,1 M 178 g/mol


2

= 8,9 gram Na2HPO4.2H2O


2) Larutan B (NaHPO4 0,1 M)
=

0,1 M

massa

massa (gram) 1000

Mr (g/mol)
volume (mL)
=

massa (gram) 1000 mL

138 g/mol
250 mL

0,1 M 138 g/mol


4

= 3,45 gram NaHPO4.2H2O


b. Pembuatan mukus 20% dalam 100 mL
20%

20 g

100 mL = 20 g mukus
100 mL

c. Pembuatan larutan uji


1) Larutan stok 10% dalam 25 mL
10 g
25 mL
10% = 100 mL
= 2,5 g
3) Seri konsentrasi
M1 V 1 = M2 V 2
a)

1% dalam 10 mL
10% x = 1% 10 mL
x =

1% 10 mL
10 %

x = 1 mL
b) 5% dalam 10 mL
10% x = 5% 10 mL
x =

5% 10 mL
10 %

x = 1 mL
c) 10% dalam 10 mL
10% x = 5% 10 mL
x =

5% 10 mL
10 %

x = 1 mL
d. Pembuatan larutan kontrol (+) asetil sistein 0,1 % dalam 100 mL
0,1%

0,1
100 Ml
100 mL

= 0,1 g
e. Pengujian mukolitik
1) Berat Jenis
BJ

(berat pikno + sampel) - (berat pikno kosong)


Volume pikno

a) Aquades

BJ

48,0466 g - 20,5455 g
25 mL

= 1,100044 g/mL

b) Kontrol (+)
48,224 g - 20,5455 g
BJ = 25 mL

= 1,1071649 g/mL

c) Kontrol (-)
48,3012 g - 20,5455 g
BJ = 25 mL

= 1,110228 g/mL

d) Bunga asoka 1%
48,2316 g - 20,5455 g
=
BJ
25 mL

= 1,1074 g/mL

e) Bunga asoka 5%
48,3354 g - 20,5455 g
BJ = 25 mL

= 1,1116 g/mL

f) Bunga asoka 10%


48,5796 g - 20,5455 g
BJ = 25 mL

= 1,1211 g/mL

g) Daun mengkudu 1%
46,2557 g - 19,6085 g
BJ = 25 mL

= 1,0658 g/mL

h) Daun mengkudu 5%
46,2893 g - 19,6085 g
BJ = 25 mL

= 1,0672 g/mL

i) Daun mengkudu 10%


46,3637 g-19,6085 g
BJ = 25 mL

= 1,0702 g/mL

2) Viskositas
Viskositas

t rata-rata sampel (s) BJ sampel (g/mL)

viskositas aq
t rata-rata aquades (s) BJ aquades (g/mL)

(cps)
Diketahui :
Viskositas aquades

= 1 cps

BJ aquades

= 1 g/mL

a) Kontrol (+)

Replikasi 1

Replikasi 2

108 s 1,07164 g/mL


1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL
= 1,263 cps
107 s 1,07164 g/mL
1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL

= 1,251 cps

Replikasi 3
91 s 1,07164 g/mL
1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL

= 1,064 cps

Total dan rata-rata


R1+R2+R3
= 1,263 cps + 1,251 cps + 1,064 cps
= 3,578 cps
3,578 cps
x
= 3
= 1,192 cps

b) Kontrol (-)
Replikasi 1

127 s 1,11022 g/mL


1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL

= 1,489 cps

Replikasi 2
166 s 1,11028 g/mL
1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL

= 1,946 cps

Replikasi 3
178 s 1,11028 g/mL
1 cps
Viskositas = 94,67 s 1 g/ mL
= 2,087 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 1,489 cps + 1,946 cps + 2,087 cps
= 5,522 cps
5,522 cps
x =
3

= 1,840 cps

c) Bunga Asoka 1%

116,33 s 1,1074 g/mL


1 cps
Replikasi 1 = 94,67 s 1 g/mL

= 1,360 cps

113 s 1,1074 g/mL


1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL

101 s 1,1074 g/mL


1 cps
Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,181 cps

Total dan Rata-rata

= 1,321 cps

R1+R2+R3 = 1,360 cps + 1,321 cps + 1,181 cps


= 3,862 cps
3,862 cps
x =
= 1,287 cps
3
d) Bunga Asoka 5%

111 s 1,1116 g/mL


1 cps
Replikasi 1 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,303 cps

100 s 1,1116 g/mL


1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,174 cps

99 s 1,1116 g/mL
1 cps
Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,162 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 1,303 cps + 1,174 cps + 1,162 cps
= 3,639 cps
x

3,639 cps
= 3
= 1,213 cps

e) Bunga Asoka 10%


108 s 1,1211 g/mL
1 cps
Replikasi 1 = 94,67 s 1 g/mL

= 1,279 cps

101 s 1,1211 g/mL


1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL

= 1,196 cps

92 s 1,1211 g/mL
1 cps
Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,089 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 1,279 cps + 1,196 cps + 1,089 cps

= 3,564 cps
x

3,564 cps
= 3
= 1,188 cps

f) Daun Mengkudu 1%
84 s 1,0658 g/mL
Replikasi 1 = 94,67 s 1 g/mL

98 s 1,0658 g/mL
1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,103 cps

110 s 1,0658 g/mL


1 cps
Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL

g)

1 cps = 0,945 cps

= 1,238 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 0,945 cps + 1,103 cps + 1,238 cps
= 3,286 cps
3,286 cps
=
x =
1,095 cps
3

Daun Mengkudu 5%
97,33 s 1,0672 g/mL
1 cps
Replikasi 1 = 94,67 s 1 g/mL

= 1,097 cps

106 s 1,0672 g/mL


1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL

109 s 1,0672 g/mL


1 cps
Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL
= 1,228 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 1,097 cps + 1,194 cps + 1,228 cps
= 3,519 cps
3,519 cps
x =
= 1,173 cps
3

= 1,1194 cps

h) Daun Mengkudu 10%


93,67 s 1,0702 g/mL
1 cps
Replikasi 1= 94,67 s 1 g/mL

= 1,058 cps

106 s 1,0702 g/mL


1 cps
Replikasi 2 = 94,67 s 1 g/mL
=1,198 cps

102 s 1,0702 g/mL


Replikasi 3 = 94,67 s 1 g/mL

1 cps = 1,153 cps

Total dan Rata-rata


R1+R2+R3 = 1,058 cps + 1,198 cps + 1,153 cps
= 3,409 cps
3,409 cps
x =
= 1,136 cps
3

F. Pembahasan
Batuk adalah suatu reflek fisiologi pada keadaan sehat maupun sakit
dan dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab. Refleks batuk lazimnya
diakibatkan oleh rangsangan dari selaput lendir saluran pernafasan, yang
terletak di beberapa bagian dari tenggorokan (epiglotis, laring, trakea, dan
bronkhus). Mukosa ini memiliki reseptor yang peka untuk zat-zat perangsang
(dahak, debu, peradangan) yang dapat mencetuskan batuk. Batuk merupakan
suatu mekanisme fisiologi yang bermanfaat untuk mengeluarkan dan
membersihkan saluran pernafasan dari dahak, zat-zat perangsang asing, dan
unsur infeksi, sehingga batuk merupakan suatu mekanisme perlindungan.
Mukolitik adalah golongan senyawa yang dapat membantu menurunkan
viskositas sputum (dahak atau mukus) dari saluran nafas bagian bawah
sehingga mukus kan berubah sifat fisika dan kimianya yang menyebabkan
viskositas dari mukus menurun sehingga lebih mudah dikeluarkan melalu
mekanisme batuk. Senyawa golongan mukolitik mempunyai gugus sulphydril
(-SH) bebas yang berfungsi mengurangi kekentalan dahak (mukus). Senyawa
sistei membuka jembatan disulfide diantara makromolekul yang terdapat
dalam dahak. Mukosa memiliki reseptor yang peka untuk zat-zat perangsang
atau allergen seperti (dahak, debu, serbuk sari dan lain-lain yang dapat
mencetuskan batuk. Batuik inilah yang merupakan suatu mekanisme fisiologi
yang bermanfaat untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernafasan
dari dahak, zat-zat perangsang asing (alergen). Senyawa golongan mukolitik
juga dapat meringankan pernafasan dari dahak, sesak nafas, dan terutama pada
serangan asma hebat yang dapat mematikan jika sumbatan mukus sedemikian
kentalnya sehingga tidak dapat dikeluarkan.
Percobaan kali berjudul pengujian aktivitas mukolitik ekstrak bunga asoka
(Ixora coccinea) dan ekstrak daun mengkudu

(Morinda citrifolia)

menggunakan mukus usus sapi. Ekstrak yang digunakan pada pengujian kali
ini ialah ekstrak ekstrak metanol bunga asoka (Ixora coccinea) dan ekstrak
methanol daun mengkudu (Morinda citrifolia). Bunga asoka (Ixora coccinea)
mengandung bermacam-macam senyawa diantaranya saponin, tannin dan

flavonoid. Khasiat bunga asoka diantara lain mengobati rematik, menorrhagia


pada wanita, mengobati disentri homorganik, wasir, mengobati luka memar,
dan kram pada betis. Zat aktif utama dalam daun mengkudu meliputi:
terpenoid, ascorbic acid, beta karoten, I-arginine, xeronine, proxeronine,
antraquinon dan scolopetin.
Manfaat pengujian mukolitik dalam bidang farmasi ialah
sebagai skrining awal dalam pencarian zat atau senyawa baru
dari tumbuhan yang berpotensi memiliki khasiat sebagai
mukolitik.
Pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan mukus
usus sapi. Digunakan mukus usus sapi karena dianggap telah
mewakili mukus yang dihasilkan manusia dimana komposisi
mukus usus sapi mirip dengan mukus manusia. Pada mukus
sapi terdapat protein yang mempunyai jembatan disulfida
pada strukturnya, Jembatan disulfide inilah yang nantinya
akan diputuskan oleh senyawa yang terdapat pada ekstrak uji
yang mempunyai aktivitas mukolitik.
Prinsip dari percobaaan ini adalah berdasarkan penurunan
viskositas mukus usus sapi yang telah diberi ekstrak dengan
berbagai

konsentrasi

diukur

dengan

viscometer

kapiler

(Ostwald) yang dibandingkan dengan kontrol negatif (tanpa


penambahan ekstrak) dan kontrol positif yaitu larutan N-asetil
sistein, yang merupakan obat golongan mukolitik.
Hal pertama yang dilakukan ialah pembuatan buffer fosfat
pH 7,4. Buffer fosfat inilah yang akan digunakan sebagai
pelarut untuk membuat larutan stok ekstrak, larutan seri
konsentrasi, pengenceran mucus dan untuk membuat larutan
kontrol positif dan negatif. Buffer fosfat digunakan untuk

menjaga kestabilan protein yang ada pada mucus usus sapi


agar tidak terdenaturasi dan untuk menyamakan lingkungan
pada saat mucus berada didalam usus sapi. Buffer fosfat
dibuat

dengan

menimbang

NaH2PO4.2H2O

dilarutkan

sejumlah

Na2HPO4.2H2O

masing-masing

dan

kemudian

dicampurkan dengan mempipet sesuai perbandingan kedalam


labu takar 250 mL. Kemudian dilarutkan sebanyak 2,5 gram
ekstrak meggunakan pelarut buffer fosfat untuk membuat
larutan stok ekstrak 10% dalam labu takar 25 mL. Dari larutan
stok dibuat larutan seri konsentrasi 1%, 5% dan 10% yang
masing-masing dibuat dalam labu takar 10 mL. Tujuan
pembuatan seri konsentrasi ialah untuk membandingkan
aktivitas mukolitik dari ekstrak berdasarkan peningkatan
konsentrasi sehingga dapat diketahui konsentrasi efektif
ekstrak

bila

mempunyai

aktivitas

sebagai

mukolitik.

Selanjutnya dilakukan pembuatan larutan mucus usus sapi


20% dengan cara menimbang 10 gram mucus dan dilarutkan
kedalam buffer fosfat pH 7,4 pada labu takar 50 mL. Tujuan
dibuatnya larutan mucus 20% ialah agar mucus yang
digunakan pada pengujian tidak terlalu kental sehingga dapat
diukur viskositasnya menggunakan viscometer kapiler.
Parameter yang dibutuhkan untuk menghitung viskositas
menggunakan viskomeer kapiler ialah massa jenis aquades,
massa jenis larutan uji serta waktu alir larutan uji dan
aquades.

Prinsip

viscometer

kapiler

dalam

menghitung

viskositas suatu fluida ialah dengan cara membandingkan


waktu alir cairan yang diuji dengan waktu alir aquades. Cairan
akan bergerak turun akibat gaya gravitasi dan berat dari
cairan itu sendiri. Viskometer ini berbentuk seperti pipa U,
sehingga terdapat 2 mulut, mulut yang sebelah kanan

digunakan untuk memasukkan cairan, sedangkan pada mulut


yang

lain

digunakan

untuk

menghisap

larutan

dengan

propipet untuk menempatkan larutan berada diatas 2 garis


tanda batas. Waktu alir dihitung ketika cairan menyentuh
garis tanda batas pertama dan dihentikan ketika cairan tepat
melewati garis tanda batas kedua.
Pengujian

aktivitas

mukolitik

dilakukan

dengan

memasukkan masing-masing ekstrak uji kedalam gelas kimia


kemudian ditambahkan 5 mL larutan mucus 20% lalu diukur
massa jenis dan viskositas sampel uji, kontrol positif dan
negatif. Kemudian diinkubasi selama 10 menit pada suhu
ruang dan kembali diukur massa jenis dan viskositas sampel,
kontrol positif dan negatif setelah inkubasi. Fungsi inkubasi
ialah untuk memberikan waktu pada senyawa yang terdapat
pada ekstrak uji dan kontrol positif dalam menimbulkan
aktivitas sebagai mukolitik. Pengujian ini dilakukan dengan 3
kali replikasi agar skrining efek farmakologi yang diperoleh
lebih akurat.
Berdasalkan hasil percobaan diperoleh viskositas larutan
seri ekstrak bunga asoka konsent1%, 5%, 10%, kontrol positif
dan negatif beturut-turut 1,287 Cps; 1,192 Cps; 1,840 Cps;
1,213 Cps; dan 1,188 Cps. Dan untuk ekstrak daun Mengkudu
pada konsentrasi 1%, 5% dan 10% berturut-turut adalah
1,095 Cps; 1,173 Cps; dan 1,136 Cps. Dari hasil percobaan
terlihat pada kedua ekstrak terjadi penurunan viskositas yang
signifikan dari sebelum dan setelah inkubasi. Pada ekstrak
daun mengkudu semakin tinggi konsentrasi maka semakin
tinggi pula penurunan viskositas yang terjadi, sehingga
penurunan viskositas tertinggi terdapat pada konsentrasi

10%. Sedangkan pada ekstrak bunga asoka terlihat pada


konsentrasi 5 % menunjukkan penurunan viskositas tertinggi.
Hal ini mungkin disebabkan konsentrasi efektif ekstrak bunga
asoka dalam aktivitasnya sebagai mukolitik berlangsung
ketika konsentrasi ekstrak dengan konsentrasi 5%. Diantara
kedua ekstrak yang diuji dan dibandingkan dengan aktivitas
kontrol positif yaitu N-asetilsistein, terlihat ekstrak daun
mengkudu sangat berpotensi mempunyai aktivitas mukolitik,
begitu

pula

dengan

ekstrak

bunga

asoka.

Mekanisme

pengenceran mukus asetilsistein dengan memutus jembatan


disulfida pada mukus, sedangkan pada mekanisme mukolitik
kedua ekstrak uji masih belum diketahui.

G. Kesimpulan
Berdasarkan
disimpulkan
citrifolia)

percobaan

bahwa

dan

ekstrak

Ekstrak

yang
daun

bunga

dilakukan
mengkudu

Asoka.

(Ixora

berpotensi mempunyai aktivitas sebagai mukolitik.

DAFTAR PUSTAKA

dapat
(Morinda

coccinea)

Agustin, C. W., 2004. Uji Aktivitas Mukolitik Ekstrak Soxhletasi dan Maserasi
Daun Pare (Momordica charantia L.) pada Mukus Manusia secara In Vitro,
Jurnal farmasi . vol 2 no 2
Bangun, AP, dan B. Sarwono. 2002. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Agromedia
Pustaka: Jakarta.
Gunawan, Gan. 2009. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Balai penerbit FKUI:
Jakarta.
Hariana, A. 2007. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 3. Penebar Swadaya:
Jakarta.
Mutschler, Ernst. 1985. Dinamika obat. Penerbit ITB: Bandung
Sulistiawati, 2003, Uji Aktivitas Mukolitik Minyak Atsiri Daun Sirih (Piper betle
L.) Dan Deteksi Kandungan Kimianya Secara KLT Dan Kromatografi GasSpektrofotometri Massa. Vol 1 no 2.
Tjay, T.H., dan Raharja, K., 2007, Obat-obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan
Efek-efek sampingnya, Edisi V, 659-664, PT. Elex Media Komputindo
Kelompok Gramedia: Jakarta.
Utami. 2005. Tanaman Obat untuk Mengatasi Diabetes Meitus. Agromedia
Pustaka: Jakarta.
Wijayakusuma, H. M., N., 1994, Ensiklopedia Millennium Tumbuhan Berkhasiat
Obat Indonesia, Jilid I: Jakarta