Anda di halaman 1dari 21

KONSEP DAN SEJARAH

KONSELING KOMUNITAS

Makalah
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Konseling Komunitas

Oleh:
Rizki Retno Wulandari 1301414069
Maswadi Rauf1301414074
Fata Shokhibudin Pralaska1301414084
Nurul Azizah Zain 1301414118

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Konseling tidak dengan begitu saja menjadi profesi yang lengkap.
Konseling telah mengalami perkembangan Selma bertahun-tahun dari disiplin
yang sangat beragam, termasuk ( tetapi tidak terbatas pada ( antropologi,
pendiidkan, etika, sejarah, hukum, ilmu pengobatan medis, filsafat, psikologi
dan sosiologi ( smith, 2001, p. 570). Banyak orang mengaitkan konseling
dengan sekolah seolah atau menyamakan akata bimbingan dengan konseling,
karena mereka tidak menegtahui evolusi konseling. Konsekuensinya, fikiran
mereka dilingkupi ide-ide aneh yang bertentangan dengan realitas dan salah
memahami profesi ini. Bahkan dikalangan para konselor sendiri terjadi
kebingungan, khususnya bagi mereka yang tidak mampu mengikuti
profesional. C.H. Patterson, Seorang pionir konseling, suatu ketika mengamati
bahwa beberapa tulisan dalam jurnal konseling tampaknya tidak mengetahui
sejarah profesi konseling . (dan dengan demikian) menulis artikel konseling
seperti tulisan terbitan tahun 1950 an dan 1960 an (good yoar & Watkins,
1983, P. 594).
Oleh karena itu, sangatlah penting mempelajari sejarah konselin g, sebab
konselor yang mengetahui perkembangan profesi ini akan memiliki identitas
profesional yang lebih kuat, dan memberikan kontribusi yang nyata terhadap
bidang ini. Bab ini membahas orang, kejadian, dan situasi yang menonjol dan
telah ikut membentuk konseling modern serta kearahnya saat ini.dengan
memahami masalalu, anda akan lebih menghargai masa kini dan tren masa
mendatang dari profesi ini.
2.

Rumusan Masalah

a)

Apakah definisi dari Konseling Komunitas ?

b)

Bagaiamana sejarah Konseling Komunitas?

c)

Bagaiamana tren terkini dalam millennium baru?

3.

Tujuan Penulisan

a)

Untuk mengetahui definisi dari Konseling Komunitas

b)

Untuk mengetahui sejarah perkembangan konseling

c)
konseling

Untuk mengemukakan tren terkini dan millennium baru di dalam

BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP
Abad 21 Konseling Komunitas pindah dari diagnostik dari era sebelumnya
dengan strategi yang memungkinkan berdasarkan banyak persepsi. Efek
perpindahan dari yang lain pindah menjadi sikap dan persepsi

dan typical

konselor dalam profesi . Tapi ini mengubah sikap dalam penerapan praktik pada
profesi konselor. Asumsi mendasar dari Konseling Komunitas meliputi:
1. Perkembangan manusia dan perilaku menempatikonteks lingkungan dan
mempunyai potensi untuk membatasi
2. Walau menghadapi stress, manusia yang menyembuhkan akan dengan
peduli dapat mendosmentrasi kan kekuatan dan sumber hasil bahwa sikap
pesimis tidak dapat dilihat
3. Perhatian ke lingkungan multikultural dari perkembangan manusia adalah
komponen utama dari konseling komunitas
4. Perkembangan Individu dan perkembangan Komunitas itu saling
berhubungan
1. KONTEKS LINGKUNGAN
Conyne dan Cook (2004) melihat dari sudut pandang kritis dalam person
oriented fokus dari masa lalu bahwa Perilaku Klien (pikiran dan perasaan)
nampak mendapatkan berbagai jenis permasalahan solusinya adalah untuk
membantu klien dan merubah pikiran dari klien, permasalhannya dapat
mengubah aspek kebermanfaatan, tujuan konseling adalah untuk mengganti
hal yang dapat dilakukan. Pelayanan Konselor adalah ahli mengulangi, dalam
hal

ketrampilan

dan

mengidentifikasi

alamiah

dari

salah

satu

ketidakberfungsian dari seseorang dan membantu perkembangan alternatif


yang lebih membangun.

Walau beberapa konselor lebih nyaman dengan fokus yang membantasi


pembatasan dari paradigma perseorangan menjadi peningkatan dalam
beberapa tahun
Jordan (2010) Jika kita dengan bekerja hanya menggunakan level
pemahaman, kita akan menjadi complicit dengan pemaksaan keberadaan dari
ketidakhubungan dalam budaya. Kita menggagalkan klien dan masyarakat
dalam proses penyembuhan dengan baik
Jordan mengembangkan fakta dengan faktanya, Relational Cultural
Therapy, yang dilihat dalam proses hubungan. sementara rct mengenalkan
pada kekuatan hubungan untuk menyembuhkan,pertumbuhan,dan untuk
membebaskan ketidak berdayaan
Teori Lingkungan dalam hubungan antara manusia manusia dan
lingkungan menjadi titik tengah dalam abad ke 21 konseling karena kekuatan
lingkungan akan memusnakan atau membatasi perkembangan manusia yang
menjadi

meningkat.

Sementara

manusia

berkembang,

mereka

mengembangkan lingkungan interpersonal menjadi sumber dari belajar dan


dukungan, pertemuan antara kebutuhan berinteraksi dengan yang lain. Jadi,
lingkungan dapat menjadi afeksi kepada mereka yang negafif.
Karena pengaruh lingkungan sangat signifikan, konselor pada abad ke 21
yang menyadari bahwa untuk mengembangkan perkembangan psikologi tanpa
proses persetujuan dengan sistem sosial mereka sering tidak efektif.Faktor
lingkungan memberikan kontribusi dari perkembangan dari berbagai macam
permasalahan

pribadi

yang

tidak

bisa

di

deskripsikan,dari

instasi,politik,tempat,dan tujuan mereka. Hubungan yang jelas dan pengaruh


permasalahan juga dipresentasikan ketika rasisme dan penyengkalan karir
berdasarkan jenis kelamin.
Ketika klien menghadapi perkembangan psikologi dalam lingkungan,
ketika konselor hanya berfokus dalam atribusi secara perseorangan seperti

depresi,apatis,dan

kemarahan.

Tanpa

menggunakan

persetujuan

dari

lingkungan yang berdampak pada hidup mereka.


Walaupun lingkungan dapat bekerja dengan dengan permasalahan dalam
perkembangan individu akan mempengaruhi perkembangan pribadi. Manusia
dapat mengurangi stress mereka. Kurang lebih menggunakan variasi proses
yang berbeda tingkatan dalam perkembangan kesehatan. Karena lingkungan
mempengaruhi baik postif maupun negatif, konselor harus melakukan dengan
baik kekuatan lingkungan.
2. CLIEN STRENGHTS AND RESOURCES
Kurang lebih selama Masa aristotle,scholar, filosofi,dan agama meberi
pertanyaan, bagaimana kita bisa lama bahagia? Sdan dalam pertanyaan
bimbingan di psikologi dan psikiater menjadi bagaimana kita mengurangi
penderitaan?
(Seligman,Steen,Park&Peterson,2005,p.420)
Waktu dari sejarah konseling, konselor juga melihat banyak dari
kekuatan,sumber dan sumber kebahagian dan keberfokusan ereka dalam
sumber penderitaan secara internal. Permasalahan ini yang sering membuat
peingkatan rasan pesimis dan pengurangan dalam perasaan secara pribadi.
Sekarang, tren yang terjadi pada arah baru. Seligman (2005) yang memiliki
point Psikoterapi akan tetap bertahan dimana kamu berbicara tentang masalah
dan memberi sugesti. Psikoterapo di masa depan mungkin juga akan menjadi
tempat untuk membaas kekuatan. Untuk konseling,komunitas, hal positif
akan muncul. Membantu klien dan mengenal dan membangun kekuatan dan
hasil dengan pendekatan konseling.
Di sekeliling kita dan fokus negatif pada masalah menjadi permasalhan
untuk klien dari kalangan marginal dan stigma karena hal kecil dlam
kehidupan mereka. Orang yang paling membutuhkan peneriman perlawanan,

seperti dua kelompok yang membagi karakter marginal, klien menyepakai


dengan long term kesehatan mental
Ketika kita merujuk pada sistem komunitas kita berarti daripada
kesatuan,keberlanjutan dan prediksi. Individu,kelompok,dan organisasi
bahwa komunitas adalah interdependent. Komunitas juga menghubungkan
antara individu ke komunitas lain, seperti lingkungan social yang baik. Lalu,
komunitas melayani seperti individu dapat bertindak untuk dunia dan yang
sesuai dengan norma. Dibawah definisi yang bekerja,keluarga,dan tetangga
dapat menjadi komunitas seperti sekolah,rumah sakit,atau kerjasama.
Individu dapat memiliki lebih dari satu komunitas. Juga, komunitas dapat
membuat kekuatan untuk seseorang dengan individu, di poin yang sama
mereka seberapa pentingnya keberagaman komunitas yang menjadi bagian
Kita

menerapkan

mengumpulkan

banya

defenisi

umuman

kumpulan

manusia

tentang
dari

komunitas

yang

keluarga,sekolah,dan

komunitas yang lebih luas. Seperti gay,lesbian,bisexual,dan transgender,


karena definisi menerapkan bahwa anggota komunitas mempuai arahan yang
langsung dan tidak langsung yang mempengaruhi satu dengan yang lain,
manusia

mempunyai koneksi dan interdependense yang menghadirkan

banyak konsep penting yang dimana kita berdasarkan model konseling


komunitas.
Dr. Martin Luther King (1963) mengemukakan bahwa perkembanan
kesehatan dan rasa peduli dan kebergantungan seperti anggota nasional dan
komunitas. Kita berharap konselor menemukan konseling komunitas yang
mendorong pada kesehatan mental yang baik yang lebih toleran,responsive
dan memedulikan komunitas. Untuk melakukan itu, kesehatan mental harus
menjadi tipe kompetensi multikultural yang dapat memahami banyak
penerimaan dalam keberagaman
3. KOMPETENSI MULTIKULURAL

Konseling Multikultural berpindah dari pemaksaan revolusional dari hal


utama dalam profesi konselor. Pemaksaan ini berdasarkan konsep kesehatan
mental,psikologi orang dewasa, perkembangan manusia, permasalahan
psikologi dan permasalahan psikologi,dan strategi yang tepat yang dapat
diluaskan yang mencakup budaya dan kepedulian berfikir (Cartwright,Daniel)
Ukuran porsi yang multikulturan meliputi kompetensi konseli yang
dipublikasi 1992. Yang kompetesi nya dalam dokumen Association for
multicutural counseling development.
Konselor yang sukses mempunyai kompetensi multikultural:
1) Penghargaan Konselor yang memiliki nilai budaya dan bias
2) Penghargaan Konselor berdasarkan sudut pandang yang luas
3) Menggunakan budaya yang tepat dengan bagian, kompetensi yang
berdasarkan kategori
a) Sikap dan kepercayaan
b) Pengetahuan
c) Kemampuan
Yang terpenting adalah penghargaan konselor yang erdasarkan nilai dan
budaya.
Sue menyediakan definisi Komponen budaya: pertama, kompetensi
profesi membantu adalah menjadikan penghargaan dalam beberapa asumsi
tentang perilaku manusia,nilai,bias,batasan pribadi. Dua, kompetensi budaya
profesional menjadi tempat untuk memahami pandangan dunia yang berbeda
dari klien, ketiga kompeten budaya membantu adalah proses yang paling aktif
dalam perbedaan budaya klien
Social Justice
Konseling Komunitas berdasarkan sistem masyarakat karena konselor
menggunakan banyak perspektif dalam melihat konteks. Mereka mempunyai
banyak alasan untuk mengetahui bahwa klien mereka mempunyai banyak
konteks, mereka mempunyai setiap alasan dalam lingkungan komunitas.

Sistem sosial menggunakan akses promosi dan keadilan dalam partisipasi


dalam

kehidupan

kelamin,umur,ketidak

sosial

yang

berfungsian

berdasarkan

ras,etnik,jenis

mental,pendidikan,orientasi

seksual,sosioekonomi atau karakteristik yang lain. Sistem sosial berdasarkan


kepercayaan

bahwa

semua

manusia

dapat

menggunakan

proses

penyembuhan,dokungan kemanusiaan, keadilan dalam alokasi sumber sosial.


Ketika komunitas konselor menjadi peduli dan menyangkal hak, mereka
tahu bahwa intervensi lingkungan menjadi bentuk Sistem Sosial. ACA
membagi intervensi menjadi beberapa level klie. Setiap level intervensi,
kemampuan mengkategorisasikan advokasi pada klien. Pada level komunitas
membutuhkan kolaborasi komunitas dan perubahan sosial.
Levy dan Sidel (2006) Definisi kedua sistem sosial merujuk pada politik
atau tindakan yang memiliki efek dalam kondisi yang manusia yang sehat,
walaupun tipe sosial lebih lebar dan luas. Populasi digambarkan dari sistem
sosial.
4. PERKEMBANGAN KESEHATAN PADA KLIEN DAN KOMUNITAS
Pertanyaan tentang perkembngan kesehatan manusia sangat rumit. Teori
tradisional berkembang pada abad 20. Teori ini dan kegunaan mereka yang
disebut Relational-Cultural Theraphy. Masalah berdasarkan perkembangan
dewasa yang menggunakan autonomy,self interest,kompetensi dan kekuatan
isolasi
RCT muncul karena saran dari ideal isolasi yang isebabkan oleh
penderitaan, lebih lagi koneksi dan sumber berkembang. Autonomy, Ideologi
di sekitar.
Konselor Komunitas membutuhkan perspective yang berdasarkan
perkembangan kesehatan manusia. Perkembangan manusia adalah proses
pilihan manusia yang berdasarkan pilihan dari pencapaian manusia yag

berdasarkan kapabilitas dan keberfungsian. Pada level perkembangan


memiliki kemampuan ideal yang selalu sehat.
5. MEMFASILITASI PERKEMBANGAN MANUSIA BERDASARKAN
STRATEGI
perkembangan dan pencegahan mengikuti konselor komunitas untuk
belajar dari populasi yang lebih luas. Seperti kasus bencana di Ned yang
menyediakan pengalihan mekanisme dari komunitas. Yang sering melibatkan
intervensi dan preventif yang berdasarkan anggota komunitas tang melihat
banyak permasalahan. Tujuannya adalah broad-based untuk memfasilitasi
perkembangan manusia untuk mendapat pengetahuan seperti seminar
assertive training,workshop.
Kemungkinan konseling

tidak berhenti. Untuk setiap dari banyak

program. Konselor mengembangkan teknik,konsep,dan outline. Perubahan


kencil untuk banyak orang yang berdasarkan banyaknya masalah.
B. SEJARAH
Sejarah Perkembangan Konseling
a.

Sebelum tahun 1900

Konseling merupakan profesi yang berkembang pada awal tahun 1900an,meskipun demikian selama dekade ini muncul tiga tokoh penting dalam
perkembangan konseling,yaitu : Frank Parsons,jesse B. Davis,dan Clifford
Beers.
Frank parsons sering disebut pendiri pembimbingan (Father of the
Guidance

Movement

in

America

Education).

dan

,memfokuskan

pekerjaannya pada pertumbuhan dan pencegahan. Dia di kenal sebagai pakar


berbagai bidang, penulis yang persuasive, aktifis yang tak kenal lelah dan
intelektual besar. ( Davis, 1988; Zytowski,1985). Setelah itu dia dikenal
sebagai pendiri Biro Pekerjaan (Vocational Bureau) pada 1908 di Boston

Massachussets. Suatu langkah penting dalam melembagakan bimbingan


kejuruan.
Di biro itu, Parsons bekerja dengan kaum muda yang tengah dalam
proses menentukan karir. Dia mengarahkan praktek bimbingan kejuruan
berdasarkan rasionalitas dan nalar,dengan pelayanan,kepedulaian terhadap
sesame,kerja sama, dan keadilan sosial sebagai nilai-nilai utamanya
(Hartung & Blustain,2002,p.41).

Dia membuat teori bahwa memilih

lapangan kerja adalah persoalan menghubungkan 3 faktor yaitu : pengetahuan


kerja, pengenalan diri, dan memadukan kedua dua nya melalui penalaran
sejati ( Drummond & Ryan, 1995).

Pada tahun 1909 Frank Parsons

menerbitkan buku Choosing a Vocation satu tahun setelah dia wafat. Buku
tersebut sangat berpengaruh khususnya di Boston. Teladan Boston segera
menyebar ke kota kota besar lainnya,karena personil sekolah memahami
perlu nya perencanaan kejuruan sampai tahun 1910.
Jesse B. Davis adalah orang pertama yang menetapkan program
bimbingan sistematis di sekolah umum (Aubrey,1977;Brewer,1942). Sebagai
pengawas sistem sekolah di Grand Rapids,Michigan, pada tahun 1907. Dia
menyarankan agar guru kelas memberikan pelajaran tentang bimbingan
kepada murid demi tercapainya sasaran berupa pengembangan karakter dan
pencegahan masalah.
Clifford Beers adalah mantan gangguan mental memperjuangkan
perlakuan yang lebih baik bagi penderita sakit mental. Dia mengungkapkan
dalam bukunya A maind that found it self (1908) yang sangat popular dan
laris. Beers memeperjuangkan fasilitas kesehatan mental yang lebih baik,dan
mereformasi perlakuan terhadap penderita sakit mental melalui pengumpulan
dana dan menjalin persahabatan dengan orang orang berpengaruh, seperti
ford dan rochofellers.
b.

Tahun 1910-an

Pembentukan National Vocational Guidance Association (NVGA) pada


tahun 1913. NVGA merupakan tonggak penting,karena membentuk asosiasi
yang menawarkan pustakan bimbingan dan mempersatukan mereka yang
berminat terhadap konseling kejuruan untuk pertama kalinya. Diloloskannya
undang-undang smith hughos act 1917 oleh kongres, melengkapi
pembentukan NPGA. Perang dunia 1 merupakan peristiwa penting ke tiga
dalam dekade tersebut. Selama perang, konseling semakin di akui karena
militer mulai menerapkan pengujian dan penempatan untuk sejumlah besar
personil militer (hollis,2000,p.45)
c.

Tahun 1920-aa

Merupakan tahun yang cukup sepi bagi perkembangan profesi konseling


peristiwa penting yang patut di catat adalah sertifikasi konselor di Boston dan
New York pada pertengahan tahun 1920. Persiapan dan evaluasi materi
pekerjaan adalah titik balik lainnya (lee,1966). Dipublikasikan instrument
Psikologi baru seperti Strong focational interest inventori (svii) dari Edward
Strong pada tahun 1927. Peristiwa penting di akhir periode ini adalah
pendirian pusat konseling perkawinan dan kluarga oleh Abraham dan Hannah
Stone di New York pada tahun 1929. Menandai di mulai nya spesialisasi
konseling perkawinan. Para konselor memperluas focus mereka sehingga
mencakup juga bidang kepribadian dan perkembangan, seperti yang ada
kaitannya dengan masalah keluarga.
d.

Tahun 1930-an

Peristiwa penting dalam dekade ini adalah pengembangan teori pertama


dari konseling, yang di rumuskan oleh E.G. William Son dan kolega-kolega
nya di Universitas Minnesota. Salah satu premis dari teori William Son
adalah bahwa manusia mempunyai karakter yang dapat di integrasikan dalam
berbagai cara untuk membentuk faktor. Pengaruh William Son mendominasi
konseling selama dua dekade berikutnya, dan secara kontinu dia

mengeluarkan tulisan tulisan tentang teori nya sampai tahun 1970 ( William
Son & Biggs,1979 ).
John Brewer mempublikasikan buku berjudul Education As Guidance
pada tahun 1932. Menurut Brewer, menyiapkan para siswa hidup diluar
lingkungan sekolah harus menjadi focus dari semua pendidikan. Jadi
konseling sekolah,yang pada periode 1930 masih dikenal sebagai
pembimbingan, semakin menjadi fenomena nasional. Pemerintah mendirikan
pelayanan kepegawaian AS pada tahun 1930-an dan menerbitkan buku edisi
pertama Dictionary Of Occupational Titles ( DOT ) pada tahun 1939.
e.

Tahun 1940-an

Nama Carl Rogers tampil ke permukaan pada tahun 1942 melalui


bukunya yang berjudul Counseling and Psychotherapy. Buku ini menentang
pendekatan berpusat pada konselor dari Williamson dan pengikut
psikoanalisa Freudian. Aubrey (1977,p. 292 ) mencatat bahwa sebelum
Rogers buku-buku tentang bimbingan dan konseling bersifat praktis,
berkaitan dengan pengujian, rekaman kumulatif, prosedur orientasi, kejuruan,
fungsi penempatan dan lain sebagainya. Datang nya perang dunia II membuat
pemerintah AS membutuhkan konseling dan psikolog untuk membantu
memilih dan melatih spesialis bagi militer dan industri. Perang juga
membawa cara pandang baru mengenai lapangan kerja bagi pria dan wanita.
Peranan jenis kelamin yang dahulu berlaku dalam pekerjaan mulai
dipertanyakan dan kebebasan pribadi mendapatkan penekanan lebih besar.
Pasca perang pemerintah AS semakin mempromosikan konseling melalui
George-Barden Act 1946, yang menyediakan dana bagi pendidikan kejuruan
melalui Departemen Pendidikan bagi lembaga-lembaga pelatihan konselor
(Sweeney,2001). Psikologi konseling sebagai profesi mulai bergerak lebih
jauh dari aliansi historisnya dengan bimbingan kejuruan.
f.

Tahun 1950-an

Ada satu dekade dalam sejarah yang bisa di katakana paling berpengaruh
terhadap konselor yaitu dekade tahun 1950-an ( Aubrey,1977,p 291). Dekade
ini menampilkan lima peristiwa yang secara dramatis mengubah sejarah
konseling :
1)

Pendirian organisasi American Personnel and Guidance Association

(APGA)
Sebuah perserikatan yang tak mengikat dari organisasi2 yang berminat
terhadap pendidikan dan bimbingan kejuruan serta kegiatan kepegawaian
(Harold, 1985, p.4).
2)

Pembentukan American School Counselor Association (ASCA)

Berdiri pada tahun 1955 dan organisasi ini tidak lama bergabung ke
APGA sebagai divinisi 5,dengan bergabung ke APGA,ASCA memperkuat
asosiasinya dari segi jumlah,pragmatism dan filosofinya.
3)

Pendirian Division 17 ( society of Counseling psychology )

didalam organisasi American Psychology Association ( APA ).


Pada tahun 1952, society of counseling psychology (divsi 17) dari APA
dibentuk secara formal. Semula dikenal sebagai Divisi Psikologi Konseling.
4)

Keluarnya undang-undang National Defense Education Act

(NDEA)
Peristiwa besar ketiga adalah keluarnya national defense education pada
tahun 1958. Undang-undang ini di berlakukan menyusul peluncuran satelit
ruang angkasa Uni Soviet yang pertama, sputnik yang bertujuan untuk
mengidentifikasi secara ilmiah dan akademik para mahasiswa yang berbakat
dan meningkatkan perkembangannya. Undang-undang ini menyediakan dana
melalui Title V-A untuk meningkatkan program konseling sekolah serta
menawarkan dana honor melalui Title V-B untuk melatih para konselor.
5)

Teori-Teori bimbingan dan konseling yang baru

Peristiwa besar terakhir dalam dekade ini adalah munculnya teori-teori


baru dalam bimbingan dan konseling. Sebelum tahun 1950 ada empat teori
besar yang mempengaruhi pekerjaan para konselor yaitu :
a)

Teori Psikoanalisa dan wawasan misalnya, Sigmund freud

b)

Teori faktor karakter (Trait factor) atau direktif misal E.G

Willamson
c)

Teori Humanistik dan berpusat pada klien, misal Carl Rogers

d)

Teori Prilaku , misal B F Skinner.

Sampai dengan akhir dekade, pertumbuhan jumlah dan kompleksitas


teori-teori yang berkaitan dengan konseling berlangsung dengan pesat.
g.

Tahun 1960-an

Fokus awal dari periode 1960-an adalah pada konseling sebagai profesi
perkembangan. Gilbert Wrenn menetapkan arah dekade ini dengan bukunya
yang berpengaruh luas,The Counselor in a Changing World (1962a).
penekanannya

pada

bekerja

dengan

sesame

untuk

memenuhi

perkembangan,juga di dukung oleh professional terkemuka seperti Leona


Tyler dan Donal Blocher. Konseling perilaku tumbuh dengan munculnya
buku Revolution in Counseling yang di tulis oleh John Krumboltz (1966).
Dalam buku ini pembelajaran (di luar wawasan) di angkat sebagai akar
dari perubahan sehingga, perkembangan yang menjadi focus awal dari dekade
ini tersingkirkan. Kejadian penting lainnya adalah keluarnya Community
Mental Health Centers Act pada tahun 1963, yang memberikan wewenang
bagi pendirian pusat kesehatan mental. Tonggak terakhir yang penting adalah
pendirian ERIC Clearinghouse pada lembaga Counseling and Personal
Services (CAPS) di Universitas Michigan. ERIC Clearinghouse didirikan
pada tahun 1966 oleh Garry Walz dan di danai oleh kantor penelitian dan
peningkatan pendidikan dari Departemen Pendidikan AS. Selama bertahun-

tahun ERIC/CAPS menjadi salah satu sumber daya yang paling besar dan
banyak di gunakan dalam kegiatan dan tren konseling di Amerika serikat dan
seluruh dunia.
h.

Tahun 1970-an

Periode 1970-an menjadi saksi munculnya beberapa tren yang


dipengaruhi oleh tindakan baik di luar maupun di dalam lingkaran konseling.
Yaitu dikenal dengan, Deversifikasi dalam latar konseling, Pertumbuhan
konseling yang sangat cepat di luar lembaga pendidikan di mulai pada
periode 1970-an ketika pusat kesehatan mental dan lembaga komunitas mulai
memperkerjakan konselor. Lewis & Lewis (1977) menciptakan istilah
konselor komunitas yaitu tipe konselor baru yang mempunyai peranan
multidimensi dalam bekerja maupun latar hubungan kerjanya.
Program Keahlian Pertolongan, periode 1970-an menjadi saksi
perkembangan program keahlian pertolongan yang dipusatkan pada keahlian
hubungan dan komunikasi. Di mulai oleh Truax dan Carkhuff (1967) serta
Ivey (1971), program ini mengajarkan keahlian konseling dasar bagi
profesional dan non-profesional sejenis.
Lisensi Negara, pada pertengahan dekade 1970-an dewan penguji
psikologi Negara bagian telah semakin ketat. Virginia merupakan Negara
bagian pertama yang mengadopsi undang-undang lisensi konselor profesional
pada tahun 1976. Berkaitan dengan lisensi, perlu di catat bahwa Kalifornia
telah meluncurkan undang-undang konselor perkawinan,keluarga,dan anakanak pada tahun 1962. Masalah yang ada dalam undang- undang Kalifornia
tersebut adalah luasnya difinisi konselor, yang kemudian di ganti dengan
istilah Terapis,yang berarti lebih terbatas yang berbeda dengan konselor.
Apga yang Kuat, selama periode 1970-an APGA muncul sebagai
organisasi

profesional

yang

semakin

kuat.

APGA

juga

mulai

mempermasalahkan identifikasi profesionalnya karena bimbingan dan

personalianya di pandang sebagai cara mendefinisikan penekanan organisasi


yang sudah ketinggalan zaman.
i.

Tahun 1980-an

Peristiwa yang muncu menonjol dalam dekade ini adalah : Standardisasi


Pelatihan dan Sertivikasi, pada tahun 1981 dewan akreditasi konseling dan
program pendidikan terkait ( council for accreditation and related educational
program, CACREP) di bentuk sebagai organisasi afiliasi dari APGA. Badan
Sertifikasi Konselor Nasional (National Board for Certified Conselors,
NBCC) yang dibentuk pada tahun 1982, mulai mensertifikasi para konselor di
tingkat nasional.
Selain itu, ada pembaharuan komitmen profesional di antara para anggota
AACD. Chi Sigma Lota, sebuah lembaga profesional dan kehormatan
akademik yang berskala internasional, dibentuk pada tahun 1985 oleh
Thomas J. Sweeney untuk meningkatkan mutu profesional konseling. Sampai
dengan tahun 1989, lebih dari 58.000 individual telah menjadi anggota
AACD, suatu peningkatan sebesar 18.000 anggota dalam 10 tahun.
Meningkatnya perhatian pada pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Penekanan konseling pada pertumbuhan dan perkembangan manusia selama
tahun 1980-an mengambil beberapa bentuk. Kajian penting dari Carol
Gilligan (1982) mengenai perkembangan nilai-nilai moral pada perempuan,
yang membantu munculnya teori feminisme ke dalam arena konseling telah
memaksa spesialis pertumbuhan manusia untuk meneliti perbedaan antara
kedua gender tersebut.
j.

Tahun 1990-an

Satu perubahan yang penting adalah keputusan AACD tahun 1992 untuk
memodifikasi namanya menjadi American Counseling Association (ACA)
nama baru tersebut lebih mencerminkan keanggotaan dan misi organisasi.
Bermula pada tahun 1992 adalah penulisan kompetensi dan standar konseling

multicultural oleh Sue, Arredondo, dan McDavis (1992). Selama dekade ini,
terjadi diskusi seru mengenai apa itu keragaman dan konseling dalam
masyarakat pluralistik (Weinrach & Thomas, 1998). Adanya penekanan yang
baru pada peraturan yang terkait dengan organisasi-organisasi ini, telah
mendesak para konselor menjadi semakin tahu dan aktif sebagai kalangan
legislatif (Barstow, 1998).
Fokus terhadap isu-isu konseling yang terkait dengan manusia secara
keseluruhan. Konselor semakin menyadari faktor-faktor sosial yang
berpengaruh penting terhadap perkembangan dan perawatan gangguan mental
serta kesehatan, termasuk pentingnya interaksi organisme-konteks (yakni
kontekstualisme) (Thomas,1996). Faktor-faktor ini mencakup spiritualitas,
lingkungan keluarga, pertimbangan sosioekonomi, dampak kelompok dan
kerja kelompok , serta pencegahan (Bemak, 1998). Perkembangan lain pada
tahun 1990-an adalah:

Penggabungan National Academy of Clinical Mental Health

Counselor dengan NBCC menjadi Konselor Kredensial.

Perkembangan CACREP dan program APA-terakreditasi dalam

konselor dan psikologi konseling di tingkat master dan doctoral.

Peningkatan jumlah publikasi bertopikkan konseling oleh ACA,

APA, penerbit komersial, dan ERIC/CASS (Counseling and Student Services


Clearinghouse).

Perkembangan Chi Sigma Lota sehingga mencapai 200 cabang dan

20.000 anggota.

BAB III
KESIMPULAN
Konseling merupakan profesi tersendiri. Profesi ini berkaitan dengan
masalah kesejahteraan, pengembangan, dan situasional selain membantu
orang-orang yang tidak berfungsi semestinya. Profesi ini berbasis pada
prinsip dan definisi yang telah berevolusi selama bertahun-tahun. Dalam
profesi ini terdapat sejumlah spesialisasi.
Dari penelitian terhadap sejarah konseling tampak bahwa profesi ini
berbasis antar disiplin. Profesi ini dimulai dengan minat dan aktifitas frank
parson, Jesse B. Dafis, serta Clifford Beers yang hamper bersamaan dalam
menyediakan, mereformasi, dan memperbaiki pelayanan dibidang bimbingan
kerja, pengembangan karakter siswa sekolah, dan perawatan kesehatan
mental. Di awal sejarahnya, konseling saling terkait dengan psikometri,
psikologi, antropologi, etika, hukum, filsafat, dan sosiologi. Selain
perkembangan teori dan cara praktis bekerja dengan klien, kejadia penting
dalam perkembangan konseling meliputi keterlibatan pemerintah dalam
konseling selama dan sesudah perang dunia I, depresi besar, perang duinia II,
dan pelincuran sputnik.
Ide-ide dari para innovator seperti frank parson, E. G. Williamson, Carl
Rogers, Gilbert Wrenn, Donald Super, Leona Tyler dan Thomas J. Sweeney
telah membentuk perkembangan profesi ini dan memperluas cakupannya.
Kemunculan dan pertumbuhan Amecan Counseling Assosiation (yang berasal
dari pendirian National Vocation Guidance Association pada tahun 1913) dan
divisi 17 (Society of counseling psychology) dari American Psychologycal
Association menjadi faktor utama dalam pertumbuhan profesi konseling.
Tantangan yang dihadapi oleh profesi ini di abad ke-21 meliputi
kekerasan, trauma, dan krisis, berinteraksi positif dengan organisasi
perawatan yang terorganisir, meningkatkan kesejahteraan, menggunakan
teknologi secara bijak dan efektif, memberikan kepemimpinan, dan berkerja

untuk membentuk identitas yang lebih kuat bagi profesi ini. Dibawah ini
terdapat daftar ikhtisar mengenai tonggak-tonggak sejarah konseling dan
sorotan terhadap masalah-masalah aktual dan masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

Gibson, Robert & Mitchell, Marianne. 2010. Bimbingan dan


Konseling (Terjemahan Yudi Santoso). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gladding, Samuel. 2012. Konseling Profesi yang Menyeluruh
(Terjemahan Winarrno dan Lilian). Jakarta: Indeks.
3. Lewis, Judith, et all. 2011. Counseling Community: A MulticulturalSocial Justice Perpective 4 th. Brools/Cole: USA.