Anda di halaman 1dari 21

I

A.Latar Belakang
Sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang
mulai berkembang pesat sejak tahun 1900-an, maka perkembangan zaman serta
kebutuhan masyarakat untuk pemenuhan kehidupan juga semakin berkembang. Begitu
pula dalam pemenuhan kebutuhan negara dalam menangani pertumbuhan penduduk dan
perkembangan ekonomi yang dihadapinya.
Begitu pula halnya dengan Australia. Australia sebagai negara maju terus
melakukan inovasi inovasi baru untuk mengejar pertumbuhan negaranya baik dalam
ekonomi atau sosial. Tidak kalah dengan negara maju lainnya, Australia juga memiliki
sumber daya alam yang cukup bagus, untuk itu dibutuhkan pasar sebagai sarana untuk
memasarkan barangnya sehingga memperoleh keuntungan. Untuk itulah Australia dengan
gencar melakukan banyak perjanjian dengan negara tetangga atau negara yang sangat
jauh sekalipun. Sebagai contoh adalah perjanjian ANZCERTA yang mulanya merupakan
perjanjian NAFTA yang berlaku pada tahun 1966.
Hal ini patut dicontoh oleh Indonesia sebagai tolak ukur atau sebagai posisi awal
untuk melakukan perkembangan dalam skala Internasional. Australia yang saat ini telah
menjadi negeri pengekspor barang terbanyak bagi negara negara Asean dan sekitarnya
dapat dijadikan contoh untuk mencoba mencapai pencapaian yang sama atau lebih baik
lagi.

B.Rumusan Masalah
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 1

Apa itu ANZCERTA ?


Apa Tujuan Diadakan ANZCERTA ?
Apa saja Aspek Aspek Perjanjian ANZCERTA ?
Apa Keuntungan dari Perjanjian ANZCERTA ?

C.Tujuan Penulisan

Mengetahui Isi dari Perjanjian ANZCERTA


Mengetahui perkembangan Perjanjian ANZCERTA
Mengetahui kegiatan apa saja yang telah dilakukan dengan ANZCERTA
Memenuhi salah satu tugas mata kuliah

D.Kerangka Dasar Teori


Berdasarkan penulisan di atas maka dapat dibangun kerangka untuk menjelaskan
dengan fokus penelitian pada hubungan kerjasama di bidang ekonomi antara Indonesia
dan Selandia Baru dalam kerangka ASEAN Australia New Zealand Free Trade Area
(AANZFTA). Kerangka dasar teori yang digunakan adalah konsep liberalisasi
perdagangan dan regionalisme ekonomi.
Liberalisasi perdagangan adalah kebijakan perdagangan yang diambil suatu negara
yang mencerminkan pergerakan ke arah yang lebih netral, liberal atau terbuka. Secara
khusus, perubahan ke arah yang semakin netral tersebut meliputi penyamaan insentif
(rata-rata) diantara sektor-sektor perdagangan. Suatu negara dianggap menjalankan
kebijakan liberalisasi perdagangan apabila terjadi pengurangan tingkat intervensi secara
keseluruhan serta pengurangan hambatan-hambatan dalam perdagangan.
Adanya hambatan atas impor untuk memproteksi industri dalam negeri baik tarif
ataupun kuota, telah membuat distorsi terhadap harga pasar internasional baik produk
lokal maupun impor. Terdapat penurunan konsumen surplus di mana untuk kuantitas yang
sama, konsumen harus membayar lebih mahal.
Penghapusan tarif yang berlaku selama ini didasari atas perjanjian perdagangan
bebas antar negara maupun antar beberapa negara. Namun karena hanya beberapa negara
saja yang menyepakati penghapusan tarif maka pasar masih belum seefisien dan senetral
mungkin membentuk harga. Kemungkinan negara dengan biaya produksi tinggi bebas
tarif namun adanya negara dengan biaya produksi rendah namun terkena tarif karena
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 2

tidak terlibat dalam perjanjian perdagangan bebas dapat menyebabkan trade diversion
(pengalihan perhatian konsumen). Hal ini dapat menyebabkan hilangnya potensi
konsumen surplus karena seharusnya konsumen dapat membayar dengan harga yang
lebih murah. Karena itu perlu adanya penetapan tarif bersama yang lebih global agar
tercipta pasar yang lebih efisien.

E. Metodologi Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian deskriptif analisis, dan
menggunakan jenis data sekunder. Penulis juga menggunakan teknik library research dan
teknik analisis data penelitian kuantitatif untuk menggambarkan Hubungan kerjasama
ekonomi antara Indonesia Selandia Baru dalam kerangka AANZFTA.

II
A.Apa itu ANZCERTA
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 3

Perjanjian Hubungan ekonomi perdagangan Australia Selandia Baru (dikenal


sebagai ANZCERTA atau perjanjian CER) adalah salah satu perjanjian bilateral
perdagangan bebas yang paling komprehensif saat ini. Ini mencakup secara substansial
semua perdagangan barang 1trans-Tasman, termasuk produk pertanian, dan yang pertama
untuk menyertakan perdagangan bebas dalam kesepakatan.
Penyedia pusat Perjanjian ini adalah pencipta dari organisasi perdagangan dunia
(WTO)-konsisten Free Trade Area meliputi Australia dan Selandia Baru. Perjanjian Ini
mulai berlaku pada 1 Januari 1983, tetapi sebenarnya perjanjian ini tidak ditandatangani
sampai 28 Maret 1983 oleh Wakil Perdana Menteri Australia dan Menteri perdagangan,
Lionel Bowen, dan Komisaris Tinggi Selandia Baru ke Australia (Selandia Baru memiliki
menteri perdagangan khusus untuk perdagangan antara Selandia Baru Australia),
Laurie Francis di Canberra, Australia.
CER dibangun pada awal berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas Selandia Baru
- Australia (NAFTA), yang ditandatangani pada 31 Agustus 1965 dan diberlakukan pada
1 Januari 1966. NAFTA telah dihapus empat per lima dari kesepakatan antara kedua
negara dan kuantitatif pembatasan pada perdagangan di laut Tasman. Namun, karena
perjanjian tersebut terlalu kompleks dan birokrasi, maka pada bulan Maret 1980, bersama
Perdana Menteri komunikasi dirilislah perjanjian yang menyerukan "hubungan ekonomi
yang lebih dekat".
Dua poin inti dalam negosiasi ini adalah Selandia Baru menginginkan akses yang
lebih baik untuk produk susu di Australia dan Australia berharap agar Selandia Baru
menghilangkan ekspor insentif dan pembatasan kuantitatif. Setelah mengatasi dua poin
tersebut, perjanjian ditandatangani pada tanggal 14 Desember 1982 dan mulai berlaku
pada 1 Januari tahun berikutnya.
Dalam perjanjian ini terdapat beberapa isi yang menguntungkan kedua pihak, yaitu :

1 Laut yang menjadi garis batas antara Selandia Baru dan Australia
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 4

Semua tarif dan batas kuantitatif impor atau ekspor dalam hal perdagangan barang
yang berasal dari daerah perdagangan bebas tidak diberlakukan di bawah
ANZCERTA.
Berisi langkah-langkah untuk meminimalkan distorsi pasar dalam perdagangan
barang, termasuk melalui insentif dan subsidi bantuan dan ekspor industri dalam
negeri.
Standar Harmonisasi Makanan Trans-Tasman melalui perjanjian Australia
Selandia Baru Food Authority (ANZFA) tahun 1995 berarti biaya pemenuhan
yang lebih rendah untuk industri, hambatan regulasi yang lebih sedikit dan lebih
banyak pilihan konsumen.
Pengakuan barang dan pekerjaan oleh kedua negara menghilangkan hambatanhambatan teknis perdagangan dan halangan untuk gerakan personil ahli antara
yurisdiksi tanpa perlu melengkapi Standar Harmonisasi dan Kualifikasi
profesional.
Protokol pada investasi untuk ANZCERTA mulai berlaku pada 1 Maret 2013. Di
bawah protokol investor dari kedua negara mendapatkan keuntungan dari biaya
pemenuhan yang lebih rendah, penyaringan ambang batas yang lebih baik dan
kepastian hukum yang lebih baik ketika berinvestasi di negara Trans-Tasman.
Investasi dua - arah antara Australia dan Selandia Baru senilai lebih dari $130
miliar (2014).
Salah satu hasil paling penting CER adalah protokol pada percepatan perdagangan
bebas dalam produk yang dihasilkan menjadi penghapusan total tarif atau kuantitatif
pembatasan antara kedua negara oleh 1 Juli 1990, lima tahun lebih cepat dari jadwal.

Dalam kesepakatan ini terdapat beberapa aturan dan kesepakatan yang harus
dipatuhi sebagai hak dan kewajiban. Berikut adalah beberapa aturan aturan tersebut yang
menyangkut beberapa aspek, yaitu:
Zona Perdagangan Bebas
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 5

i) Kawasan Perdagangan Bebas (selanjutnya dalam Perjanjian ini disebut


"Kawasan") di mana Perjanjian ini berlaku terdiri dari Australia dan Selandia
Baru.
ii) Dalam konteks ini Selandia Baru berarti wilayah Selandia Baru tetapi tidak
termasuk Kepulauan Cook, Niue dan Tokelau kecuali Perjanjian ini diterapkan
kepada mereka di bawah Pasal 23 dan Australia berarti bagian-bagian Australia
yang Perjanjian ini berlaku di bawah Pasal 23.
iii) "Barang Barang diperdagangkan di Kawasan" atau arti yang sama digunakan
dalam Perjanjian ini akan berarti barang-barang diekspor dari wilayah salah
satu Negara Anggota dan diimpor ke wilayah negara anggota lain.
Rules of Origin
i) Barang-barang ekspor dari wilayah Negara Anggota langsung ke wilayah
negara anggota lain atau yang, jika tidak diekspor secara langsung, di saat
ekspor mereka dari wilayah Negara Anggota menuju wilayah negara anggota
lain dan akhirnya sampai ke dalam wilayah yang Negara Anggota lain, akan
diperlakukan sebagai barang yang berasal dari wilayah negara anggota pertama
jika barang-barang mereka:
(1) yang sepenuhnya produk mentah wilayah bahwa Negara Anggota;
(2) seluruh barang yang diproduksi dalam wilayah yang Negara Anggota
adalah sebagai berikut:
(a) produk mentah;
(b) bahan-bahan yang diproduksi dari wilayah salah satu atau kedua negara
anggota;
(c) bahan-bahan yang diimpor dari luar wilayah Negara Anggota telah
ditentukan untuk tujuan-tujuan Perjanjian ini yang berupa produksi
bahan-bahan mentah, atau
(3) sebagian yang diproduksi dalam wilayah Negara Anggota, mengikuti
kondisi berikut:
(a) proses terakhir barang-barang dilakukan di wilayah yang Negara
Anggota; dan
(b) pengeluaran pada satu atau beberapa barang yang ditetapkan di bawah
ini tidak kurang biaya barang-barang seperti di negara selesai mereka:
(i) materi berasal dari wilayah salah satu atau kedua negara anggota;
(ii) tenaga kerja berasal dari pabrik wilayah Salah satu atau kedua
negara anggota;
(iii)
wadah barang berasal dari wilayah salah satu atau kedua
negara-negara anggota.
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 6

ii) Pabrik atau biaya bekerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 1(c)(ii) dari
artikel ini akan menjadi jumlah biaya bahan-bahan (tidak termasuk
kepabeanan, cukai atau tugas-tugas lain), buruh, dan wadah bagian dalam.
iii) Di mana Negara Anggota menganggap bahwa dalam kaitannya dengan barangbarang tertentu sebagian diproduksi di daerahnya sebagaimana dimaksud
dalam ayat 1(c)(ii) dari artikel ini tidak sesuai, maka Negara Anggota dapat
meminta konsultasi dengan Negara Anggota lain untuk menentukan takaran
yang sesuai dari pabrik atau karya yang berbeda dari yang diberikan biaya
dalam ayat 1(c)(ii) dari artikel ini. Negara-negara anggota akan berkonsultasi
dengan segera dan dapat saling menentukan barang-barang seperti kadar
pabrik atau biaya pekerjaan yang diberikan berbeda dengan dalam ayat 1(c)(ii)
dari artikel ini.
Pajak
i) Barang yang berasal dari wilayah negara anggota yang di wilayah negara
anggota lain bebas tarif pada hari segera sebelum hari di mana perjanjian ini
memasuki memaksa atau yang kemudian menjadi Bebas tariff akan tetap bebas
dari tarif.
ii) Tarif tidak akan bertambah pada setiap barang yang berasal dari wilayah
negara anggota lain.
iii) Tarif pada semua barang yang berasal dari wilayah negara anggota lain akan
berkurang sesuai dengan ayat 4 dari artikel ini dan dihapuskan dalam lima
tahun dari hari pada yang Perjanjian ini diberlakukan.
iv) Jika, pada hari sebelum hari di mana perjanjian ini berlaku, barang yang
berasal dari wilayah dari negara anggota lain adalah:
(1) Perihal tarif tidak melebihi 5 persen ad valorem atau tarif efek yang setara,
mereka akan bebas tarif dari hari yang Perjanjian ini memasuki kekerasan;
(2) tetap pada tarif lebih dari 5 persen tetapi tidak melebihi 30 persen ad
valorem atau tarif efek setara, tarif pada barang-barang akan berkurang
pada hari Perjanjian ini berlaku mulai dari 5 persentase poin dan dibulatkan
turun ke seluruh jumlah terdekat di mana pecahan - internet yang terlibat.
Setelah nya, tarif akan dikurangi 5 persentase poin per tahun; atau
(3) tetap pada tarif lebih dari 30 persen ad valorem atau tarif efek setara, tarif
pada barang-barang akan berkurang pada hari Perjanjian ini berlaku dan
per tahun setelah nya oleh jumlah yang dihitung dengan membagi oleh
enam tarif menerapkan untuk barang-barang pada hari segera sebelum hari
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 7

di mana perjanjian ini memasuki kekuatan dan pecahan ke seluruh jumlah


terdekat, dengan pengurangan tambahan yang dibuat, di mana perlu, pada
waktu penurunan pertama sehingga tarif dihapuskan di atas lima tahun.
Fraksi yang tepat-tepat lima persen akan dibulatkan ke seluruh jumlah yang
lebih tinggi.
v) Untuk tujuan-tujuan ayat 4 dari artikel ini, istilah "tarif efek setara" akan
berarti tarif yang tidak mengungkapkan semata-mata dalam ad ketentuan
valorem. Di mana subjek barang-barang untuk tarif seperti itu, untuk tujuantujuan tertentu mana dari sub paragraf (a), (b) atau (c) sebagaimana dimaksud
dalam ayat 4 dari artikel ini akan berlaku untuk barang-barang, tarif orangorang

akan

dianggap

sama

dengan

ad

valorem

diperoleh

dengan

mengekspresikan tarif sebagai persentase nilai unit barang-barang diimpor dari


negara anggota lain dalam setahun yang berakhir 30 Juni 1982. Jika dalam
tahun yang tidak ada barang-barang impor barang-barang mereka dari Negara
Anggota lain atau, jika dalam pendapat dari Negara Anggota yang melakukan
penyesuaian dengan tarif impor barang-barang orang-orang tidak mewakili
dari yang biasa dan kursus biasa perdagangan antara negara-negara anggota
dalam barang-barang mereka, Negara Anggota membuat penyesuaian yang
akan mengambil dari akun impor dari Negara anggota lain dalam tahun
sebelumnya. Jika ini tidak cukup untuk mewakili biasa dan kursus biasa
perdagangan antara negara-negara anggota dalam orang-orang yang kemudian
barang-barang impor global akan digunakan untuk menentukan penyesuaian
pada dasar yang sama.
vi) Di mana dalam artikel ini rujukan dibuat kepada barang-barang tunduk kepada
tarif pada hari segera sebelum hari di mana perjanjian ini memasuki force, ia
akan dalam kaitannya dengan tarif Australia berarti tarif sederhana yang telah
efektif dari 1 Januari 1983 dalam ketiadaan perjanjian ini.
vii)Di mana dalam Perjanjian ini rujukan dibuat untuk:
(1) Tarif Judul, ia akan dalam kaitannya dengan tarif Australia berarti sebuah
Item; dan
(2) sebuah Tarif barang, ia akan dalam kaitannya dengan tarif Australia berarti
sebuah

Sub-Item,

Paragraph

atau

Sub-Paragraph

sesuai

dengan

keadaannya.
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 8

viii)

Sebuah Negara Anggota dapat mengurangi atau penghapusan tarif lebih

cepat daripada yang disediakan dalam ayat 4 dari artikel ini.


ix) Tarif pada barang yang berasal dari di Selandia Baru dan diimpor ke Australia
tidak akan lebih tinggi dari tarif terendah yang berlaku untuk barang-barang
yang sama jika diimpor dari negara ketiga apa pun selain Papua New Guinea
atau negara yang berhak untuk setiap perlakuan tarif kelonggaran yang
diberikan kepada negara-negara berkembang.
x) Tarif pada barang yang berasal dari Australia dan Selandia Baru akan diimpor
ke dalam hal apapun tidak lebih tinggi dari tarif terendah yang berlaku untuk
barang-barang yang sama jika diimpor dari negara ketiga apa pun selain
Kepulauan Cook, Niue, Tokelau dan Samoa Barat atau negara yang berhak
untuk setiap perlakuan tarif kelonggaran yang diberikan kepada negara-negara
berkembang.
xi) Dalam pertimbangan dari bantuan dan perlindungan untuk industri Negara
Anggota:
(1) Akan menyetel tarif pada tarif terendah yang:
(a) adalah konsisten dengan kebutuhan untuk melindungi para produsen
sendiri atau pabrik pembuat seperti atau langsung barang-barang
kompetitif; dan
(b) akan mengizinkan masuk akal pasar dalam kompetisi antara barangbarang yang dihasilkan atau yang diproduksi dalam wilayah sendiri dan
barang-barang seperti atau langsung barang-barang kompetitif diimpor
dari wilayah negara anggota lain;
(2) dalam suatu rujukan kepada sebuah penerusan badan penasehat industri,
akan meminta agar tubuh untuk mempertimbangkan sub-paragraph (a)
paragraf ini dalam merumuskan rekomendasi-;
(3) di mana pun practicable, tidak akan mengurangi marjin keuntungan dari
yang mengutamakan yang diberikan dalam Negara Anggota lain; dan
(4) akan memberikan pertimbangan simpatik untuk menjaga selisih yang
mengutamakan sekurang-kurangnya 5 Persen untuk Negara Anggota lain
ketika mengurangi normal atau tarif umum baik substantively atau oleh
oleh undang-undang konsesi atau pada barang-barang untuk kepentingan
perdagangan penting bahwa negara anggota.
xii)Untuk tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 11 dari artikel ini "Preferensi
Margin" berarti:
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 9

(1) dalam kasus Australia, perbedaan antara tarif umum yang dikenakan pada
barang dan tarif yang dikenakan pada barang yang berasal dari yang sama
di Selandia Baru; dan
(2) dalam kasus Selandia Baru, perbedaan antara tarif Normal dikenakan pada
barang dan tarif yang dikenakan pada barang-barang yang sama yang
xiii)

berasal dari Australia.


Dalam artikel ini tarif "" akan menyertakan adat-istiadat atau bea masuk

dan mengisi daya apa pun yang dikenakan dalam hubungannya dengan impor
barang-barang, termasuk segala bentuk surtax primage tugas, atau dari harga
sewa pada impor, dengan pengecualian:
(1) Biaya atau biaya terhubung dengan impor yang perkiraan biaya jasa yang
diberikan dan tidak mewakili sebuah bentuk perlindungan tidak langsung
atau pajak untuk tujuan fiskal;
(2) tugas, pajak atau biaya lain pada barang, bahan dan komponen, atau orangorang bagian dari tugas-tugas seperti itu, pajak atau biaya lainnya, yang
dikenakan pada bunga tidak lebih tinggi daripada tugas, pajak atau biaya
lain diterapkan untuk barang-barang seperti, bahan dan komponen yang
dihasilkan atau yang diproduksi dalam negara impor;
(3) premi yang ditawarkan atau dikumpulkan pada barang-barang impor
koneksi dalam dengan sistem kemitraan dalam rasa hormat dari
pemerintahan pembatasan impor kuantitatif atau kuota tarif;
(4) tugas menerapkan untuk impor di luar didirikan tingkat kuota barangbarang tunduk kepada kuota tarif, Asalkan paragraf 9 dan 10 dan sub-ayat
11(c) dari artikel ini akan berlaku untuk tugas-tugas seperti itu;
(5) atau seperti pajak penjualan atau orang-orang bagian dari pajak seperti
yang tidak melebihi, pajak yang diterapkan untuk barang-barang seperti
yang dihasilkan atau yang diproduksi dalam negara impor;
(6) biaya yang dikenakan berdasarkan Pasal 14, 15, 16 atau 17 dari Perjanjian
ini; dan
(7) orang-orang oleh undang-undang atau dibuat yang saling internet
ditentukan oleh negara-negara anggota.
Selain tiga aspek utama yang telah disebutkan diatas dari perjanjian ANZCERTA
masih terdapat beberapa aturan serta hak dan kewajiban yang menyangkut permasalahan
ekspor impor seperti : Kuota maksimal impor ekspor, Modifikasi perjanjian, Untung
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 10

rugi perjanjian, batas maksimal ekspor impor, Pengambilalihan usaha, dan banyak hal
lainnya yang terdapat dalam perjanjian yang juga merupakan aturan serta hak

dan

kewajiban yang merupakan titik vital dari perjanjian jika tidak dipatuhi.

B.Tujuan Diadakannya Kesepakatan ANZCERTA


ANZCERTA telah banyak membantu baik Selandia baru maupun Australia untuk
terus memenuhi kebutuhan rakyatnya serta melakukan pembangunan nasional. Meski
Australia sebagai negara yang lebih sejahtera dan makmur dari Selandia baru, namun
perjanjian dengan Selandia baru ini merupakan perjanjian vital ke-empat yang dimiliki
oleh Australia dan bagi Selandia Baru perjanjian ini merupakan perjanjian yang paling
penting yang dijalin oleh Selandia Baru.
Sebagai inti dari isi perjanjian bilateral kedua negara tersebut terdapat empat hal
yang saling mereka bagi untuk menyalurkan apa yang masing masing negara miliki.
Terdapat empat aspek utama yang diatur dalam mekanisme ANZCERTA, yaitu:
1. Perdagangan barang
2. Perdagangan jasa
3. Pengakuan bersama terhadap produk dan pekerjaan
4. Pembentukan badan akreditasi bersama.
2

Sebagai bahan perbandingan, berikut adalah data detail dari kegiatan ekspor

impor Australia terhadap Selandia Baru:


Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
14 juta US dolar pada tahun 1960 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 14 juta US Dolar
2 Jiro Okamoto.Australia`s Foreign Economic Policy And ASEAN.Singapura:IDE
Jetro.2010.Hal 135
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 11

Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
42 juta US dolar pada tahun 1965 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 42 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
257 juta US dolar pada tahun 1970 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 107 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
606 juta US dolar pada tahun 1975 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 262 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
1043 juta US dolar pada tahun 1980 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 692 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
1062 juta US dolar pada tahun 1985 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 956 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
1952 juta US dolar pada tahun 1990 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 1715 juta US Dolar
Selandia baru merupakan destinasi ekspor barang dan jasa Australia dengan nilai
3833 juta US dolar pada tahun 1995 dan Australia merupakan destinasi ekspor
barang dan jasa Selandia Baru senilai 2673 juta US Dolar
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kerja sama kedua belah pihak terus
meningkat sejak tahun 1960 dan meningkat tajam sejak dibentuknya ANZCERTA pada
tahun 1989. Hal ini menandakan bahwa perjanjian ANZCERTA merupakan titik vital
penyokong pembangunan nasional dan salah satu jalur pemenuh kebutuhan masing masing negara.
Selain sebagai jalur pemasok devisa negara dan pembangunan nasional, perjanjian
ANZCERTA juga merupakan suat perjanjian yang memiliki beberapa tujuan lainnya yang
tertera dalam isi pakta secara tersirat. Berikut merupakan tujuan dari perjanjian tersebut:
Memperkuat hubungan diplomatik antara Australia dan Selandia Baru
Mengembangkan CER antara negara anggota lewat perluasan perdagangan bebas
yang saling menguntungkan antara Australia dan Selandia Baru
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 12

Menghilangkan penghalang dalam berdagang antara Australia dan Selandia Baru


secara bertahap dengan waktu yang telah disetujui
Mengembangkan perdagangan antara Australia dan Selandia Baru dengan aturan
yang adil.
Dari inti tujuan di atas dapat dikatakan bahwa perjanjian ANZCERTA telah
berhasil mencapai hampir 100% dari tujuan yang ingin dicapai. Hal yang belum dapat
tercapai hanyalah penghapusan pajak beberapa barang tertentu sepenuhnya yang masih
terdapat di kedua belah pihak. Namun demikian, hubungan yang saling menguntungkan
ini masih terus dipertahankan oleh kedua belah pihak untuk terus membangun kerja sama
yang saling menguntungkan.
Selanjutnya,berkat adanya ANZCERTA, Selandia Baru telah tumbuh dengan baik
dengan rata rata pertumbuhan sebesar 6.6 % dan pada tahun 2014 2015 total ekspor
terhadap Australia setara dengan 23,7 miliar AUD. Sementara bagi Australia Selandia
Baru merupakan negara kedelapan terbesar sebagai tujuan perdagangan dan investasi
Australia pada Selandia Baru senilai 99.93 miliar AUD dan total investasi Selandia baru
pada Australia senilai 38.52 miliar AUD pada akhir tahun 2014.
Setelah CER diadakan selama 32 tahun, dimulai dari NAFTA sampai
ANZCERTA, komposisi perdagangan antara Australia dan Selandia baru telah berubah
secara drastis, merefleksikan perubahan teknologi, bersifat kompetitif, dan berdagang
secara bebas serta mementingkan permintaan konsumen.
ANZCERTA membentuk fondasi dari hubungan perdagangan dan ekonomi yang
lebih luas antara Australia dan Selandia Baru.Ini di lengkapi oleh lebih dari delapan puluh
perjanjian pemerintahan bilateral, protokol dan perjanjian lainnya yang berisi tentang
perdagangan dan migrasi masyarakat, investasi, penerbangan, koordinasi hukum bisnis,
pengenalan barang dan jasa, pajak, perawatan kesehatan, keamanan sosial, standarisasi
makanan dan pemerolehan kekuasaan.
Dengan telah tercapainya hampir dari semua tujuan perjanjian ANZCERTA,
Australia dan Selandia Baru berencana untuk menciptakan SEM (Pasar Ekonomi Tunggal)
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 13

dengan pendekatannya adalah hubungan pendekatan ekonomi (CER). SEM bertujuan untuk
menyeimbangkan dan mengharmonisasikan kedua ekonomi negara agar dapat berbisnis,
berkonsumsi dan berinvestasi melewati laut Tasman dalam lingkungan yang beraturan.

C.Aspek Ekspor - Impor dalam Perjanjian ANZCERTA


Dipandang dari isi perjanjian ANZCERTA, maka isi dari perjanjian tersebut
hanya merupakan kesepakatan untuk melakukan perdagangan bebas tanpa adanya pajak
dalam melakukan ekspor impor. Namun, pada implikasinya perjanjian ini telah berhasil
membawa negara anggota perjanjian menuju Kerja sama bilateral yang meliputi Investasi
dan perdagangan bebas serta akses untuk memasarkan barang olahan negaranya.
Dalam melakukan perdagangan o;eh negara anggota perjanjian, barang atau jasa
yang akan di ekspor harus mengikuti beberapa tahap yang telah disetujui.. Berikut ialah
tahapnya :
Proses akhir dari sebuah produk harus dilengkapi oleh baik itu Australia
ataupun Selandia Baru
Setengah dari harga produk harus sudah dibayarkan untuk tenaga kerja,
material yang digunakan dan biaya tambah harus sudah diperhitungkan.
Barang barang yang akan di ekspor akan dikategorikan ke dalam lima kategori,
yaitu :

Barang dagang umum


Barang untuk diproses ( material mentah )
Perbaikan barang
Barang yang diangkut di pelabuhan
Emas non moneter

Sebagai contoh, berikut adalah barang barang dan jasa yang diimpor oleh
Australia :
Minyak Mentah
Emas
Makanan
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 14

Dan
Baru, yaitu :

Kayu Pohon
Wol
Perjalanan dan Periklanan Perjalanan
berikut merupakan barang dan jasa yang ekspor Australia menuju Selandia
Barang Pabrik
Jasa
Infrastruktur
Mesin
Bagian Komputer
Minyak Tanah

Sebagai data detail atas aspek kerja sama antara negara-negara anggota

perjanjian, berikut merupakan data Kerja sama baik dalam perdagangan barang dan jasa
maupun investasi antara Australia dan Selandia Baru pada tahun 2000 :
Ekspor Barang
Nama
Jml
Negara
(%)
Selandia
Baru
6,3

Impor Barang
Nama
Jml
Negara
(%)
Selandia
Baru
3,9

Ekspor Jasa
Nama
Jml
Negara
(%)
Selandia
Baru
7

Impor Jasa
Nama
Jml
Negara
(%)
Selandia
Baru
5,3

Investasi keluar
Nama
Jml
Negara
(%)
Selandia
Baru
5,3

Berikut adalah grafik ekspor impor yang dilakukan oleh Selandia Baru dan
Australia dalam kurun waktu 1960 sampai 2011 :

Perdagangan Barang oleh Selandia Baru dengan Australia


10

Introduction of CER

25%

20%

3 Jiro Okamoto.Australia`s Foreign Economic Policy And ASEAN.Singapura:IDE


Jetro.2010.Hal 217
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 15

$NZ Miliar

15%

10%

5%

0%
1960-1961

1970-1971

1980-1981

Expor menuju Australia


Australia share of NZ exports

1990-1991

2000-2001 2010-2011

Imports dari Australia


Australia share of NZ imports

D.Keuntungan dari Perjanjian ANZCERTA


Perjanjian ANZCERTA telah membuahkan banyak hasil. Seperti yang telah
dibahas dalam sub judul sebelumnya bahwa tujuan yang diharapkan dari perjanjian ini
telah tercapai hampir 100%. Di samping tujuan yang ingin dicapai dari perjanjian ini,
juga terdapat hal lainnya yang tidak terduga dapat tercapai, baik itu untuk keuntungan
Australia ataupun Selandia Baru. Hal hal ini juga sudah membawa dampak besar bagi
perubahan kebijakan ekonomi kedua belah pihak yang juga mengubah atmosfer
perekonomian di sekitar Asia Pasifik.
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 16

Pencapaian yang berhasil dicapai dalam perjanjian ini dapat dibagi menjadi dua,
yaitu dari dalam ( Eksternal ) dan dari luar ( Internal ). Berdasarkan keuntungan
daridalam, berikut adalah beberapa keuntungan yang berhasil dicapai :
Menciptakan jalur akses bagi barang barang domestik negara anggota
Menciptakan Kebebasan berdagang tanpa adanyapengahalang antara
negara anggota
Menciptakan sistem

perdagangan

bebas

yang

adildan

saling

menguntungkan
Memperkuat hubungan diplomatis antara negara anggota
Menciptakan pemasukan dan sumber devisa negara yang menjamin.
Pencapaian ini berhasil didapat sesuai dengan tujuan yang diharapkan dari
perjanjian ini. Namun di samping pencapaian tersebut juga masih ada beberapa
pencapaian lainnya yang cukup memuaskan dan menguntungkan negara anggota baik
sebagai negara maju ataupun sebagai negara persemakmuran. Berikut adalah pencapain
tersebut.

Masuknya negara ASEAN sebagai anggota CER


Terciptanya Pasar Tunggal
Menciptakan Jalur akses pasar tambahan bagi negara anggota CER
Terbukanya jalur untuk melakukan hubungan kerja sama terhadap negara
besar lain bagi anggota CER

III
A.Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan dari subbab subbab yang ada di
atas dapat dilakukan penarikan kesimpulan secara garis besar untuk mendapatkan poin
penting dari dilakukannya perjanjian ini. Penarikan kesimpulan ini penting dilakukan
guna penerapan dalam kebijakan dan pengambilan kesimpulan dalam menangani hal
yang serupa. Di samping itu, dengan melakukan penelitian terhadap hubungan kerja sama

Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 17

ini dapat menjadi sebuah pengalaman tidak langsung yang dapat diterapkan dalam suatu
masalah nantinya.
Australia, yang juga merupakan salah satu negara maju dan juga merupakan
negara persemakmuran dari pada Britania Raya, dapat melakukan kebijakan ekonomi luar
negeri yang diterapkannya sekarang juga dapat dijadikan contoh guna melakukan hal
yang sebanding atau melebihi apa yang diambil oleh negeri kangguru tersebut. Hal ini
menjadikan bahwa pembelajaran ini memiliki manfaat yang layak untuk ditelaah
sedemikian rupa.
Untuk melakukan penarikan kesimpulan yang tepat dan dalam, perlu dilakukan
beberapa hal penting. Pertama dengan melakukan penelitian secara terperinci dari isi
perjanjian yang mencakup; isi, peraturan, hak dan kewajiban dan tujuan. Berikut akan
dijelaskan secara terperinci satu persatu dari pada isi perjanjian.
Berdasarkan isi serta tujuan, hubungan kerja sama ini diadakan untuk menambah
pendapatan devisa negara dan melakukan ekspansi ekonomi mancanegara dengan bebas
dan tanpa halangan. Namun, sebagai langkah awal Australia melakukan kerja sama tidak
dengan negara yang sama sekali tidak dikenalnya melainkan dengan Selandia Baru yang
merupakan negara tetangga yang memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat terhadap
Australia.
Berdasarkan peraturannya,hubungan kerja sama ini dilakukan dengan penuh
kehati - hatian dan dengan ikatan yang mengikat dengan ketat. Tidak hanya ingin
melakukan ekspansi ekonomi dengan bebas, Australia dan Selandia Baru juga
menginginkan kebebasan yang sesuai

dengan koridor yang disediakan dan tidak

menimbulkan kesalahpahaman serta menimbulkan noda pada ikatan yang telah dijalin
dengan baik antar kedua negara. Untuk itu, aturan yang dibuat hampir tidak bercela dan
memasukkan hampir semua aspek yang dapat dijadikan celah dalam memanipulasi
perjanjian ini. Namun demikian, Australia dan Selandia Baru juga meletakkan
kepercayaan pada negara koalisinya sehingga aturan ini dibuat tidak sepenuhnya
mengekang. Hal ini terjadi karena adanya rasa kedekatan antara kedua belah pihak.
Berdasarkan hak dan kewajiban yang diemban negara anggota perjanjian, maka
perjanjian ini dilakukan bukan semena mena untuk kepentingan individu atau kelompok
melainkan untuk kepentingan publik. Hal ini terbukti lewat aturan serta implementasi
yang bersifat persamaan di mana baik usaha kelas menegah ke atas atau ke bawah dapat
dengan mudah dan melewati jalur yang sama untuk melakukan ekspor impor.
Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 18

Bersamaan dengan itu, tujuan diadakannya perjanjian ini untuk mengembangkan


perekonomian negara anggota serta memperluas kesempatan dalam mendapatkan posisi
dalam lingkungan masyarakat dan sosial.
Dari penelitian tersebut dapat ditarik beberapa hal penting untuk dijadikan
cerminan serta titik acu guna menciptakan perbandingan untuk melakukan kerja sama
bilateral di kemudian hari. Pertama, Perjanjian ini dilakukan atas dasar kepentingan
negara dan publik. Kedua, perjanjian ini dilakukan bersama dengan negara yang saling
memiliki ikatan dan mempercayai satu sama lain. Ketiga, sasaran dari perjanjian ini
adalah jelas dan tidak memiliki celah untuk dijadikan alat manipulasi semata. Namun di
samping itu, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai titik acu untuk tidak
dilakukan. Pertama, untuk tidak melakukan perjanjian kosong yang hanya diisi dengan
asas kebaikan dan kepercayaan semata namun memiliki organ dan alat alat perjanjian
dalam menegakkan kepentingan perjanjian. Kedua, perlu diadakannya peninjauan
terhadap perkembangan yang bersangkutan dengan perjanjian ini. Ketiga, untuk tidak
melakukan perjanjian dengan didasari sebuah pertemuan dan perjanjian kosong tanpa
memikirkan keadaan negara yang bersangkutan terkait dengan kondisi serta isi dari
perjanjian.
Dari beberapa hal yang telah ditinjau di atas, terdapat beberapa hal yang dapat
dijadikan titik acu dalam melakukan penelitian mengenai perjanjian dan kerja sama
bilateral. Hal hal di atas yang telah ditinjau dapat dijadikan tolak ukur guna mencapai
keberhasilan dalam melakukan hubungan serta kerja sama internasional. Itulah sebabnya,
penarikan kesimpulan yang telah dilakukan juga menyangkut kepentingan pihak yang
bersangkutan dalam perjanjian.
Dari uraian di atas telah ditemukan baik itu isi, faktor penentu, dan cara
dilakukannya hubungan kerja sama yang baik sehingga dapat dijadikan cerminan yang
baik. Dengan adanya cerminan maka beberapa hal yang tidak ingin dicapai dapat
terhindar dan hal hal yang diharapkan tercapai dapat tercapai.

Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 19

Daftar Pustaka
http://dfat.gov.au/trade/agreements/anzcerta/pages/australia-new-zealand-closereconomic-relations-trade-agreement.aspx. Diakses pada 31 Maret 2016 pada pukul 21.20
WIB
Okamoto,Jiro.Australia`s Foreign Economic Policy and ASEAN.Singapore:IDE
Jetro.2010
Mauna,Boer.Hukum Internasional : Pengertian, Peranan, Fungsi, Dalam Era Dinamika
Global.Bandung:Alumni.2000

Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 20

Sefriani.Hukum Internasional Suatu Pengantar.Jakarta:PT Raja Grafindo


Persada.2010
Juwana,Hikmahanto.et al.2013Jurnal Hukum Internasional1 (1)
Baier,Scoot L.et al.2007.Journal of International Economic.71:72 - 95
Wahyuni,Sri.2013.HUBUNGAN KERJASAMA INDONESIA SELANDIA
BARU DI BIDANG EKONOMI DALAM KERANGKA ASEAN AUSTRALIA
NEW ZEALAND FREE TRADE AREA (AANZFTA) 1 (2): 407-414

Hubungan Bilateral Australia Selandia Baru dalam Perjanjian ANZCERTA Page 21